Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 1029

Bakti Sosial Polda Kepri Disambut Hangat, Warga Kampung Cunting Nikmati Beras Murah dan Layanan Kesehatan Gratis

0
Warga Kampung Cunting, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji mendapat layanan kesehatan gratis yang digelar Polda Kepri. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Suasana berbeda terlihat di Kampung Cunting, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Jumat (3/10) pagi. Ratusan warga tampak antusias mengikuti kegiatan bakti sosial yang digelar Polda Kepri. Mulai dari layanan kesehatan gratis, gerakan pangan murah, hingga pembagian makanan bergizi dikemas dalam program Jumat Berkah.

Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan permukiman padat itu mendapat sambutan hangat dari warga. Anak-anak hingga lansia berbondong-bondong datang untuk memanfaatkan layanan yang disiapkan.

“Kami ingin hadir langsung dan memberikan manfaat nyata. Tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga meringankan kebutuhan masyarakat,” ujar Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, saat meninjau kegiatan.

Dalam kegiatan bakti kesehatan, warga dapat memeriksa tekanan darah, kolesterol, asam urat, hingga gula darah secara gratis. Tersedia juga layanan pengobatan ringan, farmasi, hingga pemeriksaan gigi yang langsung dilayani oleh tim medis.

“Senang sekali bisa cek kesehatan tanpa biaya. Biasanya kalau ke klinik harus keluar uang. Ini sangat membantu,” ujar Wati, warga RT 03 yang datang sejak pagi.

Di sisi lain, gerakan pangan murah menjadi magnet tersendiri. Sebanyak dua ton beras premium SPHP dijual hanya Rp58 ribu per 5 kilogram, jauh di bawah harga pasaran.

“Bagus berasnya, pulen. Anak saya suka. Alhamdulillah bisa beli empat karung, tadi juga sempat coba makanan dari dapur live. Lele gorengnya enak,” ujar Mariama, warga setempat.

Satuan Brimob Polda Kepri memang membuka dapur segar di lokasi kegiatan. Warga bisa melihat langsung proses live cooking ikan lele, yang kemudian dibagikan dalam bentuk 300 paket makanan siap saji.

Selain membawa bantuan, polisi juga menyisipkan pesan Kamtibmas kepada masyarakat. Warga diimbau ikut menjaga ketertiban lingkungan dan mengawasi anak-anak dari pengaruh negatif.

“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama. Kita harus saling jaga,” ujar AKP Bimo.

Polda Kepri berharap kegiatan ini bisa mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, serta menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Kami senang, kegiatan ini membantu banyak. Kalau bisa rutin, misalnya sebulan sekali. Jadi warga tidak hanya dapat bantuan, tapi juga merasa diperhatikan,” kata Sumarno, tokoh masyarakat Kampung Cunting. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Bakti Sosial Polda Kepri Disambut Hangat, Warga Kampung Cunting Nikmati Beras Murah dan Layanan Kesehatan Gratis pertama kali tampil pada Metropolis.

Pekerja Dapur MBG di Anambas Tak Terdaftar BPJS, Disnaker Janji Tegur Yayasan

0
Kadisnaker Anambas
Kadisnaker Anambas, Masykur. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pekerja dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Anambas ternyata belum mendapatkan perlindungan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Fakta ini terungkap setelah adanya laporan dari sejumlah pekerja yang bertugas memasak di dapur MBG.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Anambas, Masykur, menegaskan setiap pemberi kerja wajib membayarkan iuran BPJS untuk pekerjanya. Menurutnya, perlindungan ini penting agar pekerja merasa aman dalam bekerja.

“Kalau untuk pekerja MBG, saya baru tahu. Nanti saya cek,” ujar Masykur, Jumat (3/10).

Ia menambahkan, risiko pekerjaan di dapur cukup tinggi karena setiap hari mereka menyiapkan ratusan porsi makanan untuk penerima manfaat MBG. Yayasan yang mengelola dapur, kata dia, seharusnya lebih memperhatikan kesejahteraan pekerjanya.

“Iya, kita mendorong agar yayasan membayar BPJS. Kita akan berikan teguran,” tegas Masykur.

Hal senada disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Anambas, Dewi Ria Elvira. Ia membenarkan hingga kini belum ada satupun yayasan atau vendor MBG yang mendaftarkan pekerjanya ke BPJS.

“Saya konfirmasi ke staf kepesertaan, memang belum ada pendaftaran dari yayasan atau vendor MBG,” kata Dewi.

Dewi menjelaskan, aturan jelas menyebut setiap pemberi kerja wajib mendaftarkan pekerjanya sebagai Peserta Penerima Upah (PPU). Kewajiban ini diatur dalam Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan peraturan turunannya.

“Tidak ada alasan untuk tidak mendaftarkan pekerja. Yayasan yang mengelola MBG wajib melaksanakan aturan ini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan ada konsekuensi hukum bagi pemberi kerja yang lalai. “Kalau tidak mendaftarkan pekerja, ada sanksi administratif berupa teguran, denda, hingga penghentian layanan publik tertentu bagi yayasan,” ujarnya.

Menurut Dewi, perlindungan BPJS sangat penting mengingat pekerjaan dapur memiliki risiko kecelakaan kerja, mulai dari luka bakar, teriris alat dapur, hingga beban kerja berat yang berpotensi menimbulkan sakit.

“Kalau sudah terdaftar BPJS, pekerja punya jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Jadi kalau sakit atau kecelakaan, semua bisa ditanggung,” katanya.

Di Anambas saat ini terdapat dua dapur MBG yang beroperasi, masing-masing di Air Asuk dan Piabung. Dapur tersebut setiap harinya memasak ratusan porsi makanan untuk masyarakat penerima manfaat.

Namun, berdasarkan pengakuan pengelola yayasan, hingga kini para pekerja dapur itu belum terdaftar BPJS. Kondisi ini menimbulkan keresahan karena mereka merasa rentan jika suatu saat mengalami kecelakaan kerja. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Pekerja Dapur MBG di Anambas Tak Terdaftar BPJS, Disnaker Janji Tegur Yayasan pertama kali tampil pada Kepri.

FTZ Batam Paling Siap, BP Batam: Investor Tinggal Masuk, Semua Sudah Ada

0
Li Claudia Chandra.

batampos – Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Batam kian meneguhkan posisinya sebagai pusat investasi unggulan di Indonesia. Dengan infrastruktur modern, kemudahan fasilitas fiskal, dan posisi strategis di jalur pelayaran internasional, Batam memang jauh lebih siap ketimbang kawasan FTZ lain seperti Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyebut Batam merupakan satu-satunya kawasan FTZ di Kepri yang telah bertransformasi secara menyeluruh menjadi hub industri, logistik, sekaligus perdagangan global.

“Batam memiliki keunggulan yang sulit disaingi daerah lain. Investor akan menemukan ekosistem lengkap, mulai dari infrastruktur pelabuhan, bandara internasional, kawasan industri modern, hingga regulasi yang jelas. Semua sudah siap, tinggal dimanfaatkan,” katanya, Jumat (3/10).

FTZ Batam dibentuk berdasarkan UU No 44 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, yang kemudian diperpanjang melalui Perppu No 1 Tahun 2020. Dengan dasar hukum tersebut, Batam mendapatkan fasilitas khusus berupa pembebasan bea masuk, PPN, PPnBM, dan cukai untuk barang yang masuk.

“Ini artinya, setiap investor yang beroperasi di Batam bisa menghemat biaya produksi secara signifikan. Ditambah lagi, mekanisme ekspor-impor lebih cepat dengan adanya sistem one stop service yang kami terapkan,” kata Li Claudia.

Selain fiskal, fasilitas non-fiskal juga menjadi daya tarik. BP Batam telah menyediakan kawasan industri terintegrasi, layanan perizinan digital yang ringkas, serta jaringan utilitas yang lengkap mulai dari listrik, air bersih dan lain-lain.

“Investor tidak perlu menunggu bertahun-tahun membangun sendiri infrastruktur. Semuanya sudah ada di Batam. Inilah yang membedakan Batam dengan FTZ di wilayah lain yang masih memerlukan waktu untuk menyiapkan infrastruktur dasar. Bisa dikatakan, FTZ Batam paling siap untuk menjadi pusat investasi global,” katanya.

Keunggulan lain Batam adalah letak geografisnya yang sangat strategis. Berada tepat di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan hanya sekitar 20 kilometer dari Singapura, Batam menjadi pintu masuk ideal bagi perdagangan global.

“Investor bisa memanfaatkan Batam sebagai base produksi untuk menembus pasar ASEAN maupun internasional. Logistik dari Batam ke Singapura atau Malaysia hanya hitungan jam. Ini mempercepat rantai pasok dan efisiensi distribusi,” ujar dia.

Dari sisi tenaga kerja, Batam juga diuntungkan dengan ketersediaan SDM yang berpengalaman di sektor manufaktur, elektronik, perkapalan, hingga industri kreatif. Universitas dan lembaga pendidikan vokasi di Batam secara rutin mencetak lulusan siap pakai untuk dunia industri.

“Batam juga menjadi destinasi talenta muda untuk berkembang lebih global (luas),” kata Li Claudia.

Menurut data BP Batam, realisasi investasi BP Batam per triwulan I 2025 mencapai Rp14,2 triliun: Rp11,53 triliun untuk PMA dan Rp2,71 triliun untuk PMDN, dengan tren pertumbuhan positif dari tahun ke tahun. Sektor dominan meliputi manufaktur elektronik, energi, logistik, dan pariwisata berbasis MICE.

“Angka ini bukti nyata bahwa Kota Batam masih menjadi magnet investor. Kami ingin semakin banyak investor nasional yang memanfaatkan fasilitas FTZ Batam, bukan hanya investor asing. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Kepri dan Indonesia pada umumnya,” kata Li Claudia.

Ia bersama Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kawasan. Transformasi kelembagaan yang dilakukan membuat pelayanan perizinan menjadi lebih transparan, cepat, dan pasti.

“Kami ingin menciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, dan kompetitif. Target kami bukan hanya menarik investor, tetapi juga memastikan mereka bertahan dan berkembang di Batam,” katanya.

Dengan segala keunggulannya, FTZ Batam kini diposisikan sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Perekonomian juga pernah menyebut Batam sebagai proyek strategis yang harus terus didorong untuk menopang daya saing Indonesia di kancah global.

“Jadi, bagi siapa pun yang ingin berinvestasi, Batam adalah pilihan terbaik. Kami mengundang publik, baik dari Kepri maupun seluruh Indonesia, atau bahkan dunia untuk memanfaatkan keunggulan FTZ Batam. Momentum ini harus kita tangkap bersama,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel FTZ Batam Paling Siap, BP Batam: Investor Tinggal Masuk, Semua Sudah Ada pertama kali tampil pada Metropolis.

FTZ Batam Paling Siap, BP Batam: Investor Tinggal Masuk, Semua Sudah Ada

0
Li Claudia Chandra.

batampos – Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Batam kian meneguhkan posisinya sebagai pusat investasi unggulan di Indonesia. Dengan infrastruktur modern, kemudahan fasilitas fiskal, dan posisi strategis di jalur pelayaran internasional, Batam memang jauh lebih siap ketimbang kawasan FTZ lain seperti Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyebut Batam merupakan satu-satunya kawasan FTZ di Kepri yang telah bertransformasi secara menyeluruh menjadi hub industri, logistik, sekaligus perdagangan global.

“Batam memiliki keunggulan yang sulit disaingi daerah lain. Investor akan menemukan ekosistem lengkap, mulai dari infrastruktur pelabuhan, bandara internasional, kawasan industri modern, hingga regulasi yang jelas. Semua sudah siap, tinggal dimanfaatkan,” katanya, Jumat (3/10).

FTZ Batam dibentuk berdasarkan UU No 44 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, yang kemudian diperpanjang melalui Perppu No 1 Tahun 2020. Dengan dasar hukum tersebut, Batam mendapatkan fasilitas khusus berupa pembebasan bea masuk, PPN, PPnBM, dan cukai untuk barang yang masuk.

“Ini artinya, setiap investor yang beroperasi di Batam bisa menghemat biaya produksi secara signifikan. Ditambah lagi, mekanisme ekspor-impor lebih cepat dengan adanya sistem one stop service yang kami terapkan,” kata Li Claudia.

Selain fiskal, fasilitas non-fiskal juga menjadi daya tarik. BP Batam telah menyediakan kawasan industri terintegrasi, layanan perizinan digital yang ringkas, serta jaringan utilitas yang lengkap mulai dari listrik, air bersih dan lain-lain.

“Investor tidak perlu menunggu bertahun-tahun membangun sendiri infrastruktur. Semuanya sudah ada di Batam. Inilah yang membedakan Batam dengan FTZ di wilayah lain yang masih memerlukan waktu untuk menyiapkan infrastruktur dasar. Bisa dikatakan, FTZ Batam paling siap untuk menjadi pusat investasi global,” katanya.

Keunggulan lain Batam adalah letak geografisnya yang sangat strategis. Berada tepat di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan hanya sekitar 20 kilometer dari Singapura, Batam menjadi pintu masuk ideal bagi perdagangan global.

“Investor bisa memanfaatkan Batam sebagai base produksi untuk menembus pasar ASEAN maupun internasional. Logistik dari Batam ke Singapura atau Malaysia hanya hitungan jam. Ini mempercepat rantai pasok dan efisiensi distribusi,” ujar dia.

Dari sisi tenaga kerja, Batam juga diuntungkan dengan ketersediaan SDM yang berpengalaman di sektor manufaktur, elektronik, perkapalan, hingga industri kreatif. Universitas dan lembaga pendidikan vokasi di Batam secara rutin mencetak lulusan siap pakai untuk dunia industri.

“Batam juga menjadi destinasi talenta muda untuk berkembang lebih global (luas),” kata Li Claudia.

Menurut data BP Batam, realisasi investasi BP Batam per triwulan I 2025 mencapai Rp14,2 triliun: Rp11,53 triliun untuk PMA dan Rp2,71 triliun untuk PMDN, dengan tren pertumbuhan positif dari tahun ke tahun. Sektor dominan meliputi manufaktur elektronik, energi, logistik, dan pariwisata berbasis MICE.

“Angka ini bukti nyata bahwa Kota Batam masih menjadi magnet investor. Kami ingin semakin banyak investor nasional yang memanfaatkan fasilitas FTZ Batam, bukan hanya investor asing. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Kepri dan Indonesia pada umumnya,” kata Li Claudia.

Ia bersama Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kawasan. Transformasi kelembagaan yang dilakukan membuat pelayanan perizinan menjadi lebih transparan, cepat, dan pasti.

“Kami ingin menciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, dan kompetitif. Target kami bukan hanya menarik investor, tetapi juga memastikan mereka bertahan dan berkembang di Batam,” katanya.

Dengan segala keunggulannya, FTZ Batam kini diposisikan sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Perekonomian juga pernah menyebut Batam sebagai proyek strategis yang harus terus didorong untuk menopang daya saing Indonesia di kancah global.

“Jadi, bagi siapa pun yang ingin berinvestasi, Batam adalah pilihan terbaik. Kami mengundang publik, baik dari Kepri maupun seluruh Indonesia, atau bahkan dunia untuk memanfaatkan keunggulan FTZ Batam. Momentum ini harus kita tangkap bersama,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel FTZ Batam Paling Siap, BP Batam: Investor Tinggal Masuk, Semua Sudah Ada pertama kali tampil pada Metropolis.

Ribuan Penderita TBC di Kepri Belum Terdeteksi, Dinkes Butuh Rp12,9 Miliar untuk Skrining

0
Kepala Dinas Kesehatan Kepri), Mohammad Bisri, F. Mohamad Ismail/Batam Pos. 

batampos – Jumlah kasus penyakit tuberkulosis (TBC) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih jauh dari target temuan pemerintah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri mencatat ada 4.700 kasus TBC yang terdeteksi di tujuh kabupaten/kota. Padahal, jumlah penderita diperkirakan mencapai 13.700 orang.

“Target yang kita perkirakan ada 13.700 kasus. Jadi masih ada ribuan penderita yang belum terdeteksi. Untuk itu kita butuh Rp12,9 miliar guna melakukan pelacakan,” kata Kadinkes Kepri, M. Bisri, Jumat (3/10).

Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran tersebut akan digunakan untuk pembelian alat skrining massal TBC hingga pembayaran kader kesehatan yang bertugas mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Menurut Bisri, Pemprov Kepri berencana menanggung Rp5 miliar dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Sementara sisanya sebesar Rp7,9 miliar dibebankan kepada tujuh pemerintah kabupaten/kota.

“Pihak kelurahan dan desa juga harus ikut mendorong warga agar bersedia ikut skrining massal ini,” ujarnya.

Dinkes Kepri menargetkan skrining bisa menjangkau 652 ribu penduduk. Langkah ini diharapkan dapat menemukan penderita TBC yang belum terdeteksi sehingga segera mendapat penanganan medis.

Bisri memastikan pasien TBC yang sudah terdiagnosis mendapat pengobatan secara gratis. “Saat ini pasien yang positif sudah diobati. Ada empat macam obat yang diberikan pemerintah dan diminum selama enam bulan atau sampai sembuh,” tegasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Ribuan Penderita TBC di Kepri Belum Terdeteksi, Dinkes Butuh Rp12,9 Miliar untuk Skrining pertama kali tampil pada Kepri.

Rumah Pompa Sei Jodoh Rampung, Batam Punya Senjata Baru Hadapi Banjir

0
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Satu lagi solusi konkret untuk mengatasi banjir di kawasan padat Kota Batam akhirnya rampung. Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) menyelesaikan pembangunan rumah pompa pengendali banjir di wilayah Sei Jodoh–Nagoya.

Rumah pompa ini diharapkan bisa menjadi penyelamat kawasan Jodoh–Nagoya, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur pusat kota.

“Sudah kami uji coba beberapa kali dan hasilnya bagus. Serah terima tinggal menunggu pejabat terkait yang sedang pendidikan,” ungkap Kepala DBM-SDA Batam, Suhar, Jumat (3/10).

Baca Juga: Pemko-BP Batam Bangun 12 Rumah Pompa, Banjir Ditarget Bisa Terkendali

Suhar menjelaskan, kondisi geografis Sei Jodoh yang datar membuat aliran air lambat saat hujan deras. Hal ini kerap menimbulkan genangan hingga banjir di sejumlah titik, khususnya di kawasan Martabak Har dan sekitarnya.

“Pompa ini fungsinya untuk mempercepat aliran air dari hulu ke hilir. Jadi air tidak lagi menggenang lama di permukaan,” katanya.

Pompa ini akan membantu mempercepat pembuangan air saat terjadi peningkatan debit, sehingga risiko banjir bisa ditekan secara signifikan.

Meski satu rumah pompa telah rampung, proyek ini masih merupakan bagian dari rencana besar. Total akan ada tiga titik rumah pompa yang dibangun di kawasan Jodoh–Nagoya.

“Saat ini baru satu. Kalau tiga titik ini sudah terpasang dan terintegrasi, sistem pengendalian banjir di pusat kota akan jauh lebih optimal,” tambah Suhar.

Pemko Batam menargetkan ketiga rumah pompa akan membentuk sistem terintegrasi yang mampu melindungi kawasan bisnis vital seperti Nagoya dari ancaman banjir musiman.

Memasuki Oktober yang mulai memasuki musim hujan, keberadaan rumah pompa Sei Jodoh diharapkan segera memberi dampak nyata. Suhar menegaskan, proyek ini menjadi bagian dari komitmen Pemko dalam menyelesaikan persoalan banjir, yang selama ini menjadi salah satu keluhan utama masyarakat dan pelaku usaha.

“Ini prioritas dari pimpinan. Banjir jadi masalah serius yang terus kita tuntaskan secara bertahap,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Rumah Pompa Sei Jodoh Rampung, Batam Punya Senjata Baru Hadapi Banjir pertama kali tampil pada Metropolis.

Polsek Sagulung Ungkap Dua Kasus Asusila Anak, Orangtua Diminta Waspada

0
Guru Ngaji pelaku pencabulan saat diperiksa polisi. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Dalam sepekan terakhir, Polsek Sagulung berhasil mengungkap dua kasus asusila yang melibatkan korban anak di bawah umur. Kedua kasus ini berbeda modus, namun sama-sama menyasar anak-anak, dan menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.

“Anak-anak adalah aset berharga yang harus dijaga bersama. Kami mengimbau orangtua agar tidak lengah. Pelaku bisa berasal dari lingkungan terdekat, bahkan orang yang dikenal baik,” tegas Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, Jumat (3/10).

Baca Juga: Pacari Remaja 15 Tahun, Pemuda di Sagulung Ditangkap karena Diduga Lakukan Asusila

Kasus pertama melibatkan seorang oknum guru ngaji yang dikenal sebagai tokoh agama di lingkungan tempat tinggalnya. Ironisnya, pelaku justru menyalahgunakan kepercayaan warga dengan mencabuli muridnya sendiri, yang masih di bawah umur.

Perbuatan bejat ini dilakukan berulang kali sebelum akhirnya terbongkar dan membuat heboh warga sekitar.

Kasus kedua terjadi dengan modus hubungan pacaran. Seorang remaja laki-laki ditetapkan sebagai tersangka karena dua kali melakukan perbuatan asusila terhadap pacarnya yang juga masih berusia di bawah umur.

Baca Juga: Kasus Pencabulan Guru Ngaji di Sagulung, Polisi Pastikan Korban Tiga Orang

Kasus ini terungkap setelah orangtua korban curiga dengan perubahan sikap anaknya dan melaporkannya ke polisi. Unit Reskrim Polsek Sagulung kemudian mengamankan pelaku dan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi.

Polsek Sagulung menegaskan tidak akan memberi ruang terhadap pelaku kejahatan seksual, terutama yang menyasar anak-anak. Selain memproses hukum pelaku, polisi juga memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis untuk membantu pemulihan traumanya.

“Selain penegakan hukum, pencegahan harus dilakukan bersama. Orangtua tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pembinaan anak kepada orang lain. Mereka adalah benteng utama,” jelas Anwar.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan aparat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polsek Sagulung Ungkap Dua Kasus Asusila Anak, Orangtua Diminta Waspada pertama kali tampil pada Metropolis.

Perusahaan Energi Hibahkan Mobil Jenazah dan Alkes ke Pemkab Anambas

0
Hibah Anambas
Bupati Anambas, Aneng saat menerima hibah secara simbolis dari Manager Harbour Energy, Andri Kristianto. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas terus berupaya membenahi fasilitas transportasi kesehatan di daerah perbatasan. Salah satunya dengan menerima hibah satu unit mobil jenazah dari perusahaan energi, Harbour Energy, Jumat (3/10).

Selama ini, tiga RSUD di Anambas memang sudah memiliki armada ambulans. Namun, jumlahnya terbatas dan lebih sering digunakan untuk mengantar pasien sakit daripada mengangkut jenazah. Kondisi tersebut membuat kebutuhan layanan mobil jenazah belum sepenuhnya terpenuhi.

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyampaikan apresiasi atas dukungan sektor swasta dalam memperkuat layanan kesehatan daerah.

“Ini bentuk nyata kebersamaan antara Pemda dan perusahaan. Kami sangat terbantu dengan adanya hibah mobil jenazah ini,” kata Aneng.

Mobil jenazah hibah tersebut akan ditempatkan di RSUD Palmatak. Selain kendaraan, Harbour Energy juga menyalurkan bantuan alat kesehatan untuk menunjang pelayanan rumah sakit.

“Selain mobil jenazah, mereka juga bantu alat kesehatan untuk RSUD Palmatak. Dukungan ini sangat berarti bagi masyarakat,” tambah Aneng.

Community Investment Manager Harbour Energy, Andri Kristianto, menyebut bantuan itu bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

“Kami berharap hibah ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam pelayanan kesehatan. Harbour Energy ingin hadir bukan hanya sebagai perusahaan, tapi juga mitra pembangunan daerah,” ujarnya.

Andri juga membuka kemungkinan bantuan lain, termasuk ambulans laut, mengingat geografis Anambas yang dikelilingi lautan. “Kalau ada kebutuhan mendesak dan sesuai anggaran CSR, tentu akan kami pertimbangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Palmatak, Sofwan Fuadi, mengaku bersyukur atas hibah tersebut. Selain mobil jenazah, pihaknya juga menerima peralatan IGD, kursi pasien, dan komputer.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Mobil ini juga rencananya dipinjamkan ke Puskesmas Palmatak agar layanan transportasi jenazah bisa lebih merata,” ucap Sofwan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Perusahaan Energi Hibahkan Mobil Jenazah dan Alkes ke Pemkab Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Puskesmas Baru di Sei Pelunggut Mulai Beroperasi 6 Oktober, Warga Sagulung Sambut Gembira

0
Puskesmas Sei Pelenggut . Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Harapan masyarakat Kecamatan Sagulung untuk memiliki fasilitas kesehatan baru akhirnya segera terwujud. Puskesmas Sei Pelunggut yang dibangun Pemerintah Kota (Pemko) Batam sejak tahun lalu dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin, 6 Oktober 2025 mendatang melalui tahap soft opening.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah selesai, mulai dari tenaga kesehatan hingga ketersediaan alat kesehatan.

“Senin kita operasionalkan secara soft opening,” ujar Didi, Jumat (3/10).

Baca Juga: Sagulung Butuh Tambahan Puskesmas, Dinkes Batam Targetkan Puskesmas Sungai Pelunggut Diresmikan September

Menurutnya, pembangunan Puskesmas Sei Pelunggut merupakan salah satu dari 10 proyek strategis Pemko Batam di sektor pelayanan kesehatan. Ia menilai Kecamatan Sagulung memang sangat membutuhkan tambahan puskesmas, mengingat jumlah penduduk yang padat namun fasilitas masih terbatas.

“Saat ini di Sagulung baru ada dua puskesmas, yaitu di Sei Langkai dan Sei Lekop, sementara jumlah penduduk diperkirakan mencapai 160 ribu jiwa,” jelasnya.

Dinkes Batam sendiri mengikuti standar World Health Organization (WHO) yang merekomendasikan minimal satu puskesmas untuk setiap 30 ribu penduduk. Dengan kondisi tersebut, idealnya Sagulung membutuhkan empat puskesmas. Namun, keterbatasan lahan dan anggaran membuat pembangunan fasilitas kesehatan tidak bisa dilakukan sekaligus.

“Di wilayah padat penduduk seperti Sagulung, Batuaji, dan Batamkota, tantangan utama adalah keterbatasan lahan. Selain itu, anggaran juga membuat sejumlah proyek sempat tertunda,” tambah Didi.

Masyarakat Sagulung menyambut baik pembangunan puskesmas baru ini. Selama ini, mereka harus rela mengantre panjang di dua puskesmas yang ada.

“Cukup kewalahan kami menjangkau puskesmas selama ini. Ke Puskesmas Sei Langkai atau Sei Lekop pasti ramai antrean karena semua warga mengarah ke sana, termasuk dari Tembesi. Kami berharap Puskesmas Sei Pelunggut bisa segera rampung agar pelayanan lebih dekat dan tidak berebutan lagi,” kata Mukhtar, tokoh masyarakat Dapur 12, Kelurahan Sei Pelunggut.

Dengan hadirnya puskesmas baru tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat Sagulung menjadi lebih merata, serta mengurangi beban dua puskesmas sebelumnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Puskesmas Baru di Sei Pelunggut Mulai Beroperasi 6 Oktober, Warga Sagulung Sambut Gembira pertama kali tampil pada Metropolis.

Kisah Jutawan Jepang Pilih Jadi Pembersih Gedung Meski Punya Aset Miliaran Yen

0
Ilustrasi orang tua.
Ilustrasi. F. AI/ChatGPT

batampos – Tidak semua orang kaya memilih hidup glamor dengan barang branded atau liburan ke luar negeri. Seorang jutawan asal Jepang, Koichi Matsubara (56), justru bikin kagum publik karena memilih bekerja sebagai pembersih gedung di Tokyo, meski memiliki aset miliaran yen dari properti dan investasi.

Matsubara diketahui meraup sekitar 30 juta yen per tahun dari hasil sewa tujuh unit rumah, investasi saham, dan reksa dana. Namun, alih-alih pensiun dini, ia tetap bekerja paruh waktu membersihkan area publik serta melakukan perawatan sederhana di sebuah blok apartemen.

Jam kerjanya hanya empat jam sehari dan tiga kali seminggu. Dari pekerjaan itu, Matsubara mendapat gaji sekitar 100.000 yen per bulan, jauh di bawah rata-rata gaji pekerja Tokyo yang mencapai 350.000 yen per bulan.

Bagi Matsubara, pekerjaan ini bukan soal uang, melainkan soal kesehatan fisik dan mental. “Setiap pagi saya bangun, membersih dan merapikan. Itu membuat saya merasa sangat baik,” katanya, dikutip dari The Gold Online, Jumat (3/10).

Kisah hidup Matsubara penuh inspirasi. Ia terbiasa hidup hemat sejak remaja. Setelah lulus sekolah menengah, ia bekerja di pabrik dengan gaji 180.000 yen per bulan. Disiplin finansial membuatnya bisa menabung hingga membeli studio kecil ketika harga properti sedang rendah.

Seiring waktu, ia menambah aset propertinya sedikit demi sedikit hingga menjadi jutawan. Namun, gaya hidupnya tetap sederhana. Ia mengurus semua pekerjaan rumah sendiri, bahkan tidak membeli pakaian baru selama lebih dari 10 tahun. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Kisah Jutawan Jepang Pilih Jadi Pembersih Gedung Meski Punya Aset Miliaran Yen pertama kali tampil pada News.