Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 1028

Kejari Anambas Musnahkan 1 Kg Sabu, Termasuk Milik Mantan Polisi

0
Pemusnahan Anambas
Kejari Anambas musnahkan sabu sebanyak 1 kilogram lebih termasuk milik eks polisi, Robert Panggabean, Kamis, (25/9). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Anambas memusnahkan barang bukti narkotika berupa sabu seberat 1 kilogram dengan kualitas super, Kamis (25/9). Pemusnahan dilakukan usai seluruh kasus terkait barang bukti tersebut diputus inkrah oleh pengadilan.

Sabu seberat 1 kilogram itu merupakan milik terpidana Rico Wijaya, seorang pengedar yang diketahui memanfaatkan sabu hanyut di perairan Anambas untuk diedarkan kembali.

Tak hanya itu, Kejari juga memusnahkan empat paket sabu seberat total 5,5 gram milik mantan anggota Polres Anambas, Robert Rinto Panggabean. Robert sebelumnya divonis bersalah karena terlibat dalam peredaran gelap narkotika.

Selain milik Rico dan Robert, sebanyak 31 paket sabu berukuran kecil dari enam terpidana lain juga ikut dimusnahkan. Seluruhnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

Proses pemusnahan dilakukan dengan merendam sabu ke dalam air panas, lalu dibuang ke kloset agar tidak bisa digunakan kembali.

Kepala Kejari Anambas, Budhi Purwanto, menegaskan pemusnahan ini adalah bentuk komitmen Kejaksaan untuk menutup ruang peredaran narkoba di wilayah perbatasan.

“Pemusnahan ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat. Barang bukti narkotika tidak boleh tersisa dan harus benar-benar dimusnahkan. Kami tidak memberi celah sedikit pun bagi narkoba merusak generasi,” tegas Budhi.

Selain narkotika, Kejari juga memusnahkan sejumlah barang bukti dari perkara pidana lain seperti pencabulan hingga penipuan. Budhi menyebut langkah ini sebagai bagian dari penegakan hukum yang transparan agar masyarakat yakin seluruh barang bukti benar-benar dimusnahkan.

“Kejaksaan melaksanakan pemusnahan barang bukti yang sudah inkrah dari Mahkamah Agung. Dengan begini, masyarakat dapat melihat langsung keseriusan kami menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” katanya.

Budhi juga mengingatkan bahwa perang terhadap narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Ia meminta masyarakat untuk berani melaporkan jika menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungannya.

“Narkoba adalah musuh bersama. Tidak ada ruang bagi pengedar maupun pemakai untuk merusak anak-anak bangsa,” pungkasnya.

Pemusnahan barang bukti ini turut disaksikan jajaran Kejari Anambas, anggota DPRD Abdul Hakim, serta perwakilan Pemkab Anambas dan Polres Anambas. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Kejari Anambas Musnahkan 1 Kg Sabu, Termasuk Milik Mantan Polisi pertama kali tampil pada Kepri.

Sekda Kepri Adi Prihantara Segera Pensiun, Dua Nama Mulai Santer Jadi Pengganti

0
Wagub Kepri
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang saat ini ditempati Adi Prihantara akan segera berakhir. Adi dijadwalkan memasuki masa pensiun pada Oktober 2025, sehingga kursi Sekda Kepri dipastikan kosong.

Menjelang kekosongan tersebut, dua nama mulai santer disebut-sebut bakal menjadi pengganti. Mereka adalah Hasan, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, dan Abdullah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Meski demikian, Gubernur Kepri Ansar Ahmad belum mau memastikan kabar tersebut. Ia menegaskan jabatan Adi Prihantara masih berlaku hingga waktu pensiun tiba.

“Kalau sudah selesai barulah kita bahas. Karena sekarang belum selesai,” kata Ansar, Kamis (25/9).

Hal senada juga disampaikan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. Ia menekankan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan mengisi jabatan Sekda.

“Belum ada namanya. Kita lihat aja nanti seperti apa,” ujarnya.

Sekretaris daerah memiliki peran vital dalam memastikan roda birokrasi pemerintahan berjalan lancar. Karena itu, publik menantikan siapa sosok yang akan dipilih, apakah salah satu dari dua nama yang beredar atau justru figur lain yang muncul sebagai kejutan. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Sekda Kepri Adi Prihantara Segera Pensiun, Dua Nama Mulai Santer Jadi Pengganti pertama kali tampil pada Kepri.

Dinas Kesehatan Hibahkan Dua Mobil Operasional untuk Damkar Anambas

0
Hibah mobil
Salah satu armada yang dihibahkan Dinkes Anambas ke Damkar untuk menopang kegiatan pemadaman api dan penyelamatan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas menghibahkan dua unit mobil operasional kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat). Hibah ini menjadi angin segar bagi Damkar yang selama ini kekurangan armada.

Dua kendaraan yang diserahkan berupa mobil box Hilux dan mobil Triton double cabin. Keduanya sebelumnya digunakan oleh Dinas Kesehatan dan kini resmi dialihkan untuk mendukung operasional Damkar.

Sekretaris Damkarmat Anambas, Matari Hasibuan, menyampaikan rasa syukur atas tambahan armada tersebut. Menurutnya, keberadaan dua mobil itu sangat membantu penanganan kebakaran maupun penyelamatan darurat di lapangan.

“Alhamdulillah, dua mobil ini sudah lama tidak dipakai oleh Dinkes. Jadi mereka berbesar hati memberikan kepada kami untuk digunakan dalam misi-misi kemanusiaan,” ujar Matari, Kamis (25/9).

Selama ini Damkar Anambas hanya mengandalkan satu unit mobil pick up untuk operasional. Kondisi tersebut jelas tidak memadai dalam mendukung kegiatan pemadaman maupun evakuasi yang membutuhkan daya angkut dan kecepatan lebih besar.

Dengan tambahan dua unit ini, Damkar Anambas kini memiliki amunisi baru. Namun, kendaraan tersebut masih perlu direnovasi agar sesuai standar operasional.

“Saat ini mobilnya sudah kami tempatkan di Pos Damkar sektor Siantan. Anggota juga sudah mulai melakukan rehab, pengecatan ulang, serta menambahkan beberapa item agar kendaraan bisa dimodifikasi untuk muat tangki air,” jelas Matari.

Ia menambahkan, proses renovasi dilakukan secara swadaya oleh anggota Damkar. Meski anggaran terbatas, semangat personel tidak surut demi menghadirkan armada yang lebih siap pakai.

Matari menegaskan, hibah ini menjadi bukti kepedulian lintas OPD di lingkungan Pemkab Anambas. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan Damkar dalam menjaga keselamatan masyarakat.

“Tambahan dua unit mobil ini sangat berarti bagi kami di tengah minimnya sarana dan prasarana. Ke depan, kami akan terus berupaya menambah sarana pendukung agar pelayanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan semakin optimal,” tegasnya.

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Dinas Kesehatan Hibahkan Dua Mobil Operasional untuk Damkar Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Harga Cabai Meroket, Produksi Lokal Dikebut

0
Lahan cabai di Nongsa.

batampos – Harga cabai di Kota Batam melonjak tajam hingga mendekati Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini mengikuti pola pasar nasional, terutama di Jakarta yang menjadi indikator harga bahan pokok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, mengatakan harga cabai di Jakarta saat ini sudah mencapai Rp70 ribu per kilogram. Karena pola harga yang hampir sama di seluruh daerah, Batam pun ikut terdampak.

“Kalau di Jakarta sudah mahal, maka di Batam juga pasti mahal. Apalagi Batam bukan daerah penghasil cabai, sementara biaya distribusi dari Jawa atau Sumatera menggunakan pesawat atau mobil juga menambah harga,” ujarnya, Kamis (25/9).

Menurutnya, tingginya harga cabai disebabkan berkurangnya hasil panen di sentra produksi. Jawa dan daerah penghasil lainnya masih berada di awal musim hujan, sehingga tanaman cabai rentan terkena penyakit seperti busuk daun dan busuk buah.

“Otomatis kalau di daerah asal sudah mahal, masuk ke Batam akan lebih mahal lagi,” kata Mardanis.

Untuk menekan inflasi bahan pangan, DKPP menyiapkan beberapa langkah strategis. Pertama, menjalin kerja sama antar daerah dengan sejumlah sentra produksi. “Rencananya kami akan kerjasama dengan Sumatera Utara dan Jawa Tengah. Kalau di daerah mereka dapat harga murah, otomatis di Batam juga bisa lebih murah,” jelasnya.

Kedua, meningkatkan produksi lokal. Tahun ini, DKPP bersama 11 kelompok tani mengembangkan 15 hektar lahan cabai merah, ditambah 5 hektar bayam dan kangkung. Satu kelompok tani terdiri dari 5–10 orang.

Selain itu, program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) juga melibatkan sekitar 2.400 ibu-ibu kelompok wanita tani. Masing-masing menanam 20 polybag cabai, sehingga total ada sekitar 50 ribu batang atau setara 4 hektar.

“Kalau ditotal, tahun 2025 ini ada sekitar 18 hektar lahan cabai yang sedang dikembangkan di Batam. Memang saat ini baru tahap pengolahan tanah, jadi belum ada produksi. Perkiraan hasil baru akan terlihat pada akhir November hingga awal Desember,” kata Mardanis.

Lahan cabai yang dikembangkan tersebar di Kecamatan Nongsa, Sungai Beduk, dan Sagulung. DKPP juga menggulirkan program Sekolah Lapang (SL) bagi petani, mencakup pengolahan tanah, pembibitan, penggunaan peralatan, hingga pemupukan berbasis riset.

Jika program berjalan lancar, Mardanis memperkirakan produksi cabai lokal bisa mencapai hampir 1 ton per hari. Sementara kebutuhan masyarakat Batam sekitar 10 hingga 15 ton per hari. “Kalau sudah jalan, diharapkan harga cabai bisa turun pada Desember,” ujarnya.

Saat ini, suplai cabai untuk Batam masih mengandalkan pasokan dari Mataram, Yogyakarta, Sumatera Utara, Aceh, dan Padang. Namun, karena daerah-daerah tersebut juga mengalami penurunan produksi, harga tetap tinggi.

“Ini kondisi yang kita hadapi sekarang. Jadi bukan hanya Batam yang salah, seluruh Indonesia merasakan hal yang sama,” kata Mardanis. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Harga Cabai Meroket, Produksi Lokal Dikebut pertama kali tampil pada Metropolis.

Angka TPPO 2025 Meningkat, Sindikat TPPO Manfaatkan Medsos

0
Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Andyka Aer. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Sindikat perdagangan orang kian lihai. Mereka memanfaatkan media sosial, grup percakapan, hingga jaringan lintas negara untuk mengirim pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal dari Batam. Hasilnya, sepanjang sembilan bulan terakhir, Polda Kepri mencatat 61 kasus dengan 86 tersangka dan 194 korban.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Andyka Aer, mengatakan tren ini menunjukkan pola perekrutan semakin rapi. “Mereka tidak lagi bergerak konvensional. Ada yang memakai grup telegram, ada pula yang mengatur pergerakan dari jauh menggunakan sistem remote,” ujarnya, Kamis (25/9).

Menurut Andyka, meski modus makin canggih, aparat tetap berhasil membongkar jaringan mereka. Dari Januari hingga September 2025, 61 perkara berhasil diungkap. Dari jumlah itu, 33 kasus sudah dinyatakan lengkap (P21), 28 kasus masih tahap penyidikan, dan sebagian sudah disidangkan.

“Total korban yang berhasil diselamatkan sebanyak 194 orang. Ada lima korban yang masih anak di bawah umur, sisanya rata-rata usia produktif 18–40 tahun,” jelasnya.

Para korban dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi di luar negeri. Umumnya sebagai karyawan restoran, cleaning service, hingga buruh perkebunan sawit. “Karena sulit mendapat pekerjaan di dalam negeri, mereka mudah terpengaruh rayuan gaji besar,” kata Andyka.

Ia menambahkan, tersangka memiliki peran berbeda. Ada yang bertugas merekrut di daerah asal, ada pengurus di Batam sebagai titik transit, hingga jaringan di negara tujuan yang menunggu kedatangan korban. “Mereka melakukan koordinasi, penjemputan, penampungan, sampai pengurusan dokumen,” paparnya.

Posisi geografis Kepri, terutama Batam, menurut Andyka, menjadi alasan sindikat tak pernah sepi mencari mangsa. “Batam ini pintu terdekat ke Malaysia, Singapura, bahkan Kamboja. Maka wajar jika sindikat masih menjadikan Batam sebagai jalur favorit,” ucapnya.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, kasus tahun ini cenderung meningkat. Pada 2024, Polda Kepri mencatat 68 kasus TPPO dengan 242 korban dan 101 tersangka. “Per September ini, kita sudah mendekati angka tahun lalu, padahal belum tutup tahun,” kata Andyka.

Meski demikian, ia memastikan penegakan hukum berjalan paralel dengan upaya pencegahan. Polda Kepri bersama BP3MI juga gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak mudah tertipu iming-iming gaji besar.

Andyka menegaskan, jalur resmi melalui perusahaan penempatan PMI yang berizin adalah satu-satunya cara aman bekerja di luar negeri. “Kalau berangkat nonprosedural, risikonya besar. Kalau terjadi masalah di luar negeri, tidak ada pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Angka TPPO 2025 Meningkat, Sindikat TPPO Manfaatkan Medsos pertama kali tampil pada Metropolis.

160 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Kreatif, Belajar Inovasi dan Legalitas Usaha

0
Peserta Pelatihan Seni Kreatif dan Panduan Perizinan Usaha yang Mudah di King Hotel. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam sedang menggelar Pelatihan Seni Kreatif dan Panduan Perizinan Usaha yang Mudah di King Hotel, Selasa (23/9) hingga Kamis (25/9). Kegiatan ini diikuti sebanyak 160 pelaku UMKM dari berbagai kalangan.

Pelatihan yang berlangsung tiga hari ini diinisiasi oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Gabriel Shafto Ara Anggito Sianturi, dengan dukungan Bank Tabungan Negara (BTN). Peserta terbagi ke dalam dua kelas, yakni kelas batik serta kelas produk dan packaging.

Gabriel menegaskan inovasi merupakan kunci utama bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar. “Dengan berinovasi, UMKM bisa menciptakan produk atau layanan yang unik, efisien, dan lebih menarik bagi konsumen,” katanya.

Ia merinci empat bentuk inovasi yang dapat dilakukan UMKM. Pertama, inovasi produk atau layanan, misalnya menciptakan varian rasa baru atau menggunakan bahan ramah lingkungan. Kedua, inovasi proses produksi dengan mengadopsi teknologi baru atau menyederhanakan alur kerja.

Ketiga, inovasi pemasaran, agar UMKM mampu menjangkau pasar lebih luas dan membangun kedekatan dengan konsumen. Keempat, inovasi model bisnis, seperti beralih ke sistem langganan atau mengembangkan pola B2B.

“Inovasi ini dapat membuka peluang pasar baru dan menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam, Salim, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan terhadap koperasi dan UMKM. Salah satunya melalui program Koperasi Merah Putih yang kini sudah terbentuk di 64 kelurahan, dengan dua yang sudah efektif berjalan, yakni di Pulau Buluh dan Patam Lestari.

Ia juga menyinggung program prioritas dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berupa subsidi bunga nol persen bagi UMKM yang meminjam modal melalui BTN.

“Disiapkan pinjaman minimal Rp20 juta, dengan bunga ditanggung pemerintah,” kata Salim.

Namun, realisasi program tersebut masih rendah. Hingga akhir Agustus, terdapat 741 pengajuan, tetapi yang lolos masih minim karena terkendala persyaratan bank, terutama terkait SLIK OJK (dulu dikenal BI Checking).

“Banyak yang tertolak karena catatan SLIK mereka. Harapannya, lewat pelatihan ini, UMKM dapat memperbaiki tata kelola usaha dan perizinan agar bisa menembus pasar ritel nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Salim juga mendorong pelaku UMKM agar lebih kreatif dalam mengolah produk. “Kalau bolu kue, bisa dikreasikan dengan topping lebih menarik. Begitu juga tenun atau batik, motifnya bisa lebih dikembangkan sesuai tren,” tambahnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel 160 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Kreatif, Belajar Inovasi dan Legalitas Usaha pertama kali tampil pada Metropolis.

Evaluasi Menyeluruh Kunci Pemerintah Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

0

batampos- Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan lebih baik, pasca-kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah penerima manfaat.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan peristiwa tersebut dijadikan pelajaran penting.

“Yang kena keracunan, yang sistemnya lamban, semua hal itu harus dijadikan pembenahan. Tentu saya minta kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk benar-benar menuntaskan problem-problem yang nyata-nyata ada. Nanti kita tunggu hasilnya,” ujar Muhaimin di Jakarta.

Ia menegaskan tidak ada rencana penghentian program.

BACA JUGA: ICW Beberkan Potensi Korupsi Anggaran MBG 2026 yang Capai Rp 355 Triliun

“Tidak ada, tidak ada rencana penyetopan. Saya belum mendengar.” tegasnya.

PKB, melalui Fraksinya di DPR, akan mengawal penuh agar pelaksanaan MBG berjalan aman dan tepat sasaran.

“Intinya kami mendukung perbaikan cepat atas semua problem yang ada,” kata Muhaimin.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang, mengakui saat ini regulasi teknis MBG masih menunggu penandatanganan Peraturan Presiden.

“Tinggal menunggu tanda tangan Presiden. Insya Allah akan ditandatangani,” jelasnya.

Dengan payung hukum yang lebih jelas, diharapkan tata kelola MBG akan semakin kuat dan transparan.

Pemerintah pun telah menyiapkan sejumlah langkah konkrit. Presiden Prabowo Subianto meminta agar menu sederhana namun bernutrisi tinggi, seperti telur rebus atau telur ceplok, menjadi bagian utama program.

“Beliau sangat tidak ingin telur itu di orek-orek atau didadar. Karena kalau diceplok itu sudah pasti kelihatan telurnya. Jadi bukan sekadar bagi makanan, tetapi memastikan kualitas dan porsinya adil untuk setiap anak,” tutur Kepala BGN, Dadan Hindayana.

Alasan penekanan pada telur sederhana: pertama, kandungan gizinya sangat tinggi, mulai protein, kolin, hingga vitamin penting untuk mencegah stunting. Kedua, ketersediaannya melimpah di seluruh Indonesia, sehingga distribusi lebih mudah dan merata.

Selain itu, Presiden juga berencana berdialog langsung dengan mitra pelaksana MBG.

“Pak Presiden ingin mendengar langsung pelaksanaannya,” ujar Dadan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin mendengar masukan dari bawah agar setiap perbaikan bisa lebih tepat sasaran.

Sejak awal, MBG dirancang bukan hanya untuk memberi makan gratis, tetapi juga menciptakan dampak sosial-ekonomi yang luas. (*)

Artikel Evaluasi Menyeluruh Kunci Pemerintah Perkuat Program Makan Bergizi Gratis pertama kali tampil pada News.

Sirajudin Nur: Developer Wajib Serahkan Fasilitas Umum Perumahan ke Pemda

0
Sirajudin Nur

batampos-Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Sirajudin Nur, menegaskan pentingnya warga memahami hak mereka atas jalan, taman, drainase, dan fasilitas umum di kawasan perumahan. Ia mengingatkan, developer tidak memiliki hak selamanya atas prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) yang telah dibangun.

Menurutnya, Permendagri No. 9 Tahun 2009 Pasal 11 jelas mewajibkan pengembang menyerahkan PSU kepada pemerintah daerah paling lambat satu tahun setelah masa pemeliharaan, baik secara bertahap maupun sekaligus sesuai rencana tapak yang disetujui. Hal ini memastikan fasilitas umum siap digunakan oleh masyarakat dan menjadi bagian dari aset pemerintah.

Sirajudin menegaskan, setelah penyerahan, developer tidak lagi berhak memungut biaya, membatasi akses, atau mengatur fasilitas secara sepihak. PSU menjadi hak publik yang harus dapat dinikmati semua warga.

BACA JUGA: 50 Ribu Pavling Blok dan Batako untuk Fasilitas Umum jadi CSR ULP PLTU TBK

Ia juga menyoroti maraknya konflik akibat ketidaktahuan warga—portal berbayar, pembatasan akses, dan pungutan sepihak sering terjadi seolah fasilitas masih milik developer. Oleh karena itu, warga perlu aktif memeriksa status PSU dan mendorong pemerintah daerah segera meminta dan menerima penyerahan yang sudah selesai, sebagai bukti nyata keberpihakan negara terhadap hak-hak warga. (*)

Reporter: Galih

Artikel Sirajudin Nur: Developer Wajib Serahkan Fasilitas Umum Perumahan ke Pemda pertama kali tampil pada Kepri.

Berdiri di Jalur Keluar Masuk SDN 011, Belasan Kios Liar Ditertibkan di Sagulung

0
Satpol PP lakukan penertiban kios liar di depan SDN 011 Sagulung. Foto. Satpol PP untuk Batam Pos

batampos – Tim gabungan dari Satpol PP, Kecamatan Sagulung, dan Kelurahan Seibinti menertibkan belasan kios serta lapak pedagang kaki lima (PK5) yang berdiri di trotoar depan SDN 011 Seibinti, Kamis pagi (25/9). Penertiban ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan akses keluar masuk sekolah.

Penertiban menyasar kios liar yang memakan ruang trotoar dan bahu jalan di sepanjang jalur utama yang menghubungkan kantor Lurah Seibinti hingga Kebun Malaka. Keberadaan lapak-lapak tersebut dinilai mengganggu fungsi ruang jalan, jalur antar jemput anak sekolah, serta akses pejalan kaki.

Kasi Trantib Kecamatan Sagulung, Alpizar, mengatakan pihaknya serius melakukan penataan kawasan agar tertib dan nyaman bagi warga. “Kami harap para pedagang dapat memahami aturan dan mencari lokasi yang lebih tepat sehingga tidak mengganggu ruang publik,” ujarnya.

Lurah Seibinti, Jamil, menambahkan jalur depan SDN 011 memang harus bebas hambatan karena menjadi akses utama anak-anak masuk dan keluar sekolah. “Jalur ini juga padat kendaraan, sehingga tidak boleh ada aktivitas yang menimbulkan kemacetan atau membahayakan keselamatan siswa,” tegasnya.

Satpol PP melakukan penertiban dengan pendekatan persuasif. Pedagang diberikan kesempatan untuk memindahkan barang dagangan mereka ke lokasi yang lebih sesuai. Aparat menegaskan penataan ini bukan untuk mematikan usaha masyarakat, tetapi demi kepentingan bersama.

Warga sekitar menyambut baik langkah penertiban ini. Mereka menilai, selama kios liar berdiri di depan sekolah, akses jalan kerap macet terutama pada jam antar jemput siswa. “Kalau sudah bersih begini, lebih nyaman dan aman untuk anak-anak,” ujar Jimmy, salah satu wali murid.

Pemerintah kelurahan menyatakan penertiban ini merupakan bagian dari program penataan kawasan di Seibinti. Ke depan, pihaknya akan terus memantau agar tidak ada lagi kios liar yang kembali muncul di jalur tersebut.

Masyarakat diimbau ikut mendukung langkah ini dengan tidak mendirikan lapak sembarangan. Dengan begitu, lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman bisa terwujud demi kepentingan bersama, terutama keselamatan anak-anak sekolah. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Berdiri di Jalur Keluar Masuk SDN 011, Belasan Kios Liar Ditertibkan di Sagulung pertama kali tampil pada Metropolis.

Topan Ragasa Kategori 5, Sebentar tapi Daya Rusaknya Guncang Asia

0

Batampos –  Badai siklon tropis hampir setiap tahun datang. Sudah terprediksi, tapi selalu menghasilkan daya rusak parah dan selalu mengguncang Asia. Di penghujung triwulan 2025 ini, angin topan menghantam wilayah selatan Tiongkok lagi. Taiwan, Hong Kong, Makau, bahkan hingga pesisir Filipina terkena dampaknya. Namanya topan Ragasa.

Situasi kawasan Heng Fa Chuen di Hong Kong saat dilanda angin kencang dan hujan deras saat super topan Ragasa mendekat, Rabu (24/9/2025) waktu setempat. F Karma Lo/ South China Morning Post

Ragasa dikategorikan sebagai super typhoon kategori 5. Kategori tertinggi kecepatan angin yang berdaya rusak. Dengan kecepatan angin melampaui 260 km/jam, Ragasa membawa kerusakan besar di Taiwan, Hong Kong, dan Tiongkok selatan. Hanya sebentar, tapi daya rusaknya berdampak pada kelumpuhan sosial hingga ekonomi di sejumlah kawasan Asia.

Guna memahami kecepatan angin, ada baiknya kita memahami sistem pengukuran kekuatan badai berdasarkan kecepatan angin berkelanjutan berdasarkan kategori Saffir-Simpson (Saffir-Simpson Hurricane Wind Scale), yakni:

BACA JUGA:
Sinkhole Raksasa Sedalam 50 Meter Muncul di Bangkok, Warga Dievakuasi

  • Kategori 1: 119–153 km/jam, kerusakan ringan.
  • Kategori 2: 154–177 km/jam, kerusakan sedang.
  • Kategori 3: 178–208 km/jam, kerusakan parah.
  • Kategori 4: 209–251 km/jam, kerusakan sangat parah.
  • Kategori 5: Lebih dari atau mulai 252 km/jam, kerusakan katastropik.

Topan Ragasa masuk kategori 5 setelah terbentuk di Samudra Pasifik Barat. Didukung suhu laut yang hangat dan kondisi atmosfer ideal, badai ini berkembang cepat hingga mencapai puncak kekuatannya Rabu (24/9/2025) kemarin.

Topan Ragasa kategori lima ini, ditandai dengan:

  1. Angin Ekstrem Melebihi 260 Km/Jam, Ragasa mencapai kecepatan angin lebih dari 260 km/jam. Angin sekencang ini mampu merobohkan pepohonan, tiang listrik, bahkan merusak bangunan yang berstruktur kuat.
  1. Gelombang Pasang dan Banjir Besar, Otoritas kelautan Tiongkok mengeluarkan peringatan merah dengan ketinggian gelombang pasang mencapai 2,8 meter di Provinsi Guangdong. Di Hong Kong, kawasan pesisir diterjang banjir besar dengan air laut yang masuk hingga ke hotel dan pertokoan.
  1. Curah Hujan Ekstrem, Ragasa membawa hujan deras yang menyebabkan banjir bandang di Taiwan. Di Kabupaten Hualien, sebuah danau bendungan meluap dan menghantam permukiman, menyebabkan puluhan orang hilang.
  2. Dampak Sosial dan Ekonomi, Ribuan rumah rusak, jaringan listrik terputus, dan transportasi lumpuh. Meskipun Hong Kong dikenal memiliki infrastruktur tangguh, setidaknya 90 orang dilaporkan terluka dan hampir 900 orang mengungsi ke penampungan sementara. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.

Mengapa topan kategori 5 semakin sering terjadi dalam lima tahun terakhir? Melansir dari Reuters, para ilmuwan menilai, badai sekuat Ragasa tidak bisa dilepaskan dari perubahan iklim global.

Benjamin Horton, Dekan School of Energy and Environment di City University of Hong Kong, menegaskan, pemanasan laut memberi energi lebih besar pada badai. “Cuaca ekstrem yang dialami Hong Kong musim panas ini hanyalah gambaran kecil dari apa yang akan terjadi di masa depan.” ujarnya.

Laut yang semakin hangat akibat emisi gas rumah kaca membuat badai tropis lebih cepat terbentuk dan lebih kuat ketika mencapai daratan. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Topan Ragasa Kategori 5, Sebentar tapi Daya Rusaknya Guncang Asia pertama kali tampil pada News.