Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1031

Bridgestone Indonesia Perkuat Inovasi dan Keberlanjutan, Hadirkan Teknologi ENLITEN untuk Mobilitas Ramah Lingkungan

0
batampos– Di tengah perlambatan industri otomotif nasional, PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh melalui inovasi teknologi, efisiensi bisnis, dan program keberlanjutan.
Dalam acara Media Gathering Bridgestone Indonesia 2025 di Jakarta, jajaran manajemen perusahaan mengungkap strategi memperkuat posisi bisnis di Indonesia dan memperkenalkan teknologi ban masa depan ENLITEN — inovasi yang memadukan performa, efisiensi, dan tanggung jawab lingkungan.
Fokus pada Pertumbuhan Jangka Panjang di Tengah Dinamika Pasar
President Director Bridgestone Indonesia, Bapak Mukiat Sutikno, menjelaskan bahwa meski pasar otomotif tengah melambat, peluang pertumbuhan tetap besar di sektor ban pengganti (replacement tire). Saat ini, terdapat sekitar 11–12 juta kendaraan di Indonesia yang menjadi potensi pasar utama.
“Konsumen kini semakin kritis. Kalau dulu ban dianggap sekadar alat transportasi, sekarang mereka sadar bahwa kualitas ban turut memengaruhi efisiensi bahan bakar dan keselamatan,” ujar Bapak Mukiat Sutikno, President Director Bridgestone Indonesia.
Menurutnya, teknologi ENLITEN akan menjadi komponen utama produk Bridgestone ke depan, sejalan dengan fokus perusahaan untuk mengurangi jejak karbon sekaligus meningkatkan kinerja produk.
ENLITEN: Teknologi Inovatif untuk Mobilitas Masa Depan
Teknologi ENLITEN merupakan platform desain ban terbaru Bridgestone yang memungkinkan rolling resistance lebih rendah, bobot lebih ringan, serta efisiensi bahan bakar dan energi yang lebih tinggi.
Teknologi ini telah diterapkan pada Bridgestone Turanza 6 dan ECOPIA EP300, dua produk unggulan di segmen eco performance.
“ENLITEN adalah bentuk nyata dari tiga pilar inovasi kami — performance, safety, dan sustainability. Teknologi ini menjadi dasar bagi pengembangan ban yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelas Anindito Ajireswara, Head of Marketing Planning Bridgestone Indonesia.
Meski begitu, Bapak Mukiat Sutikno mengakui bahwa kesadaran pelanggan terhadap isu lingkungan masih perlu ditingkatkan.
“Tidak semua pelanggan fokus pada isu ramah lingkungan, tapi bagi Bridgestone, ini adalah tanggung jawab global untuk terus mendorong inovasi hijau,” tegas Mukiat Sutikno.
Dominasi Pasar dan Strategi Nilai Tambah
Bridgestone Indonesia saat ini menguasai 30–35% pangsa pasar di segmen komersial dan lebih dari 40% di segmen kendaraan penumpang.
Untuk pasar OEM (Original Equipment Manufacturer), kontribusi tahun ini sekitar 26%, turun tipis dari tahun lalu yang mencapai 30%.
“Memang OEM turun, tapi kami optimistis karena penetrasi kendaraan di Indonesia masih di bawah 9%. Dengan ekonomi yang membaik, otomotif nasional akan kembali bergairah tahun depan,” ungkap Bapak Mukiat Sutikno.
Perusahaan juga mengedepankan pendekatan Cost Per Kilometer (CPK) dalam memberikan nilai tambah bagi pelanggan, bukan sekadar harga.
“Kami ingin pelanggan melihat nilai ban dari umur pakai dan efisiensi bahan bakarnya, bukan hanya dari harga jual,” tambah Mukiat Sutikno.
Tren Konsumen dan Pola Pembelian Ban di Indonesia
Dalam sesi tanya jawab, Mukiat Sutikno menjelaskan bahwa penjualan ban pengganti di Indonesia sangat dipengaruhi pola musiman.
“Biasanya penjualan naik satu bulan sebelum Lebaran dan menjelang akhir tahun. Orang ganti ban karena mau liburan bareng keluarga,” ujar Bapak Mukiat Sutikno sambil tersenyum.
Musim hujan justru tidak terlalu berpengaruh terhadap pembelian ban, karena konsumen lebih fokus mempersiapkan kendaraan untuk perjalanan jauh saat liburan panjang.
Ekspansi Ekspor dan Kinerja Pabrik di Indonesia
Selain melayani pasar domestik, Bridgestone juga memperkuat ekspor ke lebih dari 70 negara, dengan fokus utama Asia Pasifik.
Pabrik Karawang berfokus pada ban penumpang (passenger tire), sementara Bekasi Plant memproduksi ban truk dan bus (bias tire) serta ban pertanian (agriculture tire) yang juga diekspor ke Jepang.
“Salah satu contohnya, ban pertanian yang digunakan di Jepang sebagian besar berasal dari pabrik Bekasi,” ungkap Bapak Mukiat Sutikno, President Director Bridgestone Indonesia.
Perusahaan juga berencana memasok ban 20 inci untuk SUV premium mulai tahun 2027 — ukuran yang disebutnya masih tergolong baru di pasar Indonesia.
Dukungan Kebijakan Pemerintah dan Harapan Industri
Dalam kesempatan yang sama, Mukiat Sutikno turut menyampaikan harapan agar pemerintah terus mendukung sektor otomotif sebagai kebutuhan utama masyarakat, bukan barang mewah.
“Kendaraan dengan harga di bawah Rp400 juta seharusnya dikategorikan kebutuhan, bukan kemewahan. Jika kebijakan fiskal bisa disesuaikan, industri otomotif akan lebih menarik bagi produsen global,” jelas Bapak Mukiat Sutikno.
Ia menilai, kebijakan yang tepat dapat membantu Indonesia keluar dari stagnasi produksi otomotif yang selama ini berkisar di angka satu juta unit per tahun.
Komitmen Keberlanjutan dan Program Sosial
Melalui nilai global Bridgestone E8 Commitment, perusahaan terus menjalankan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan, di antaranya:
•Program Road Safety School di Bekasi dengan 600 peserta.
•Konservasi Mangrove & Pemberdayaan Komunitas dengan 26.000 pohon tertanam.
•Rehabilitasi Ekosistem Sanggabuana dengan penanaman 1.000 pohon dan pelatihan ekonomi hijau.
Atas komitmennya, Bridgestone meraih Green PROPER untuk pabrik Karawang dan Bekasi, serta dua penghargaan di ajang Nusantara CSR Awards 2025.
“Lebih dari 12.500 orang telah merasakan manfaat dari 45 program CSR kami selama tiga tahun terakhir,” ujar Delfania Matasik, CSR & Sustainability Associate Lead Bridgestone Indonesia.
Menatap Masa Depan Mobilitas Hijau
Bridgestone Indonesia menegaskan perannya bukan sekadar produsen ban, tetapi mitra mobilitas terpercaya bagi masyarakat.
Dengan inovasi ENLITEN, strategi berkelanjutan, dan komitmen sosial, Bridgestone berupaya menjaga setiap perjalanan tetap aman, efisien, dan ramah lingkungan.
“Kami percaya masa depan otomotif Indonesia bergantung pada inovasi dan tanggung jawab lingkungan. Bridgestone akan terus berada di garis depan untuk mewujudkan mobilitas yang lebih hijau,” pungkas Bapak Mukiat Sutikno, President Director Bridgestone Indonesia. (*)

Artikel Bridgestone Indonesia Perkuat Inovasi dan Keberlanjutan, Hadirkan Teknologi ENLITEN untuk Mobilitas Ramah Lingkungan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pemkab Bintan Siapkan BUMD Baru untuk Dongkrak PAD dari Sektor Kepelabuhan

0
Sekda Bintan
Sekda Bintan, Ronny Kartika. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan berencana membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yang berfokus pada pengelolaan sektor kepelabuhan.

Langkah ini menjadi strategi utama Pemkab untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis maritim.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Ronny Kartika, mengatakan pembentukan BUMD ini dirancang agar pengelolaan potensi pelabuhan di Bintan dapat dilakukan secara profesional dan terintegrasi.

“BUMD ini nantinya diharapkan bisa menjadi penggerak utama peningkatan PAD daerah. Kita akan kelola potensi kepelabuhan secara maksimal agar memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Ronny, Rabu (8/10).

Menurut Ronny, Bintan memiliki sejumlah titik pelabuhan strategis yang belum dimanfaatkan optimal, salah satunya bekas pelabuhan PT Antam di Kijang. Pemkab berencana mengelola pelabuhan tersebut melalui skema pinjam pakai atau take over sesuai regulasi yang berlaku.

“Kita akan identifikasi semua potensi, susun mekanisme sesuai aturan, lalu eksekusi secara bertahap,” katanya.

Selain mengelola pelabuhan, Pemkab Bintan juga menargetkan peningkatan pendapatan dari berbagai jasa maritim pendukung, seperti jasa pandu kapal, suplai air bersih, serta distribusi bahan pokok dan logistik untuk kapal besar yang berlabuh di perairan Bintan.

“Dengan sekitar 400 kapal tanker yang labuh di depan PT BAI setiap hari, kita bisa menjajaki kerja sama dengan Pelindo dan pihak swasta lainnya untuk menambah pendapatan daerah,” pungkas Ronny. (*)

Artikel Pemkab Bintan Siapkan BUMD Baru untuk Dongkrak PAD dari Sektor Kepelabuhan pertama kali tampil pada Kepri.

Menhaj Targetkan Pelunasan Biaya Haji 2026 Sebelum Desember 2025

0
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf (kiri) bersama Kepala BPKH Fadlul Imansyah di International Hajj Fund Forum di Jakarta (8/10). (Hilmi/Jawa Pos)

batampos – Proses persiapan penyelenggaraan haji 2026 terus dikebut. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf mengatakan persiapan sudah berjalan 25 persen. Ditargetkan calon jemaah haji (CJH) mulai melunasi ongkos haji sekitar November sampai Desember depan.

Keterangan tersebut disampaikan Irfan usai menjadi pembicara dalam International Hajj Fund Forum di Jakarta (8/10). CJH yang masuk dalam estimasi keberangkatan haji 2026 bisa mulai mempersiapkan dana untuk pelunasan.

Dia menegaskan besaran biaya haji 2026 belum ditetapkan. Dalam waktu dekat, akan dibentuk Panitia Kerja (Panja) biaya haji 2026. Tugas panja itu antara lain menetapkan biaya haji, termasuk yang menjadi beban jemaah.

Selain itu, Irfan juga mengingatkan CJH untuk menjaga kesehatan. Pemerintah Indonesia akan memperketat ketentuan istitoah kesehatan haji. Kebijakan ini diambil atas permintaan dari otoritas Arab Saudi.

“Saudi menyampaikan mereka akan mengecek kesehatan jemaah haji secara acak di bandara sana,” katanya. Jika ditemukan ada jemaah yang tidak memenuhi aspek istitoah kesehatan, mereka akan dipulangkan ke tanah air. Dengan persiapan kesehatan sejak dini, fisik jemaah bisa prima saat pemberangkatan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah menuturkan bahwa mereka sudah membayar uang muka kepada pemerintah Saudi. Dana yang disetor sekitar Rp 2,7 triliun. “Digunakan untuk booking tenda di Arafah,” jelasnya.

Fadlul mengatakan mulai tahun ini mereka akan lebih terlibat dalam proses persiapan haji. Khususnya dalam pengadaan atau penawaran harga kebutuhan operasional jemaah di Saudi, seperti untuk penawaran hotel, katering, dan transportasi.

Selama ini, BPKH cenderung sebagai juru bayar saja. Karena seluruh pencarian kebutuhan jemaah haji dilakukan oleh tim dari Kementerian Agama. “Di Undang-Undang haji yang baru, diatur peran BPKH,” jelasnya. Pada intinya, Fadlul menegaskan mereka sudah siap terkait penyediaan dana untuk haji 2026.

Seperti diketahui, BPKH bertugas untuk mengelola dana haji. Hasil pengelolaan dana haji digunakan untuk subsidi biaya haji tahun berjalan. Selain itu, juga dibagikan kepada CJH yang masih antri. Pada musim haji 2025, biaya riil haji Rp 89,4 juta. Dari jumlah tersebut, biaya yang ditanggung jemaah Rp 55,4 juta. Sisanya menggunakan hasil investasi dana haji BPKH. (*)

Artikel Menhaj Targetkan Pelunasan Biaya Haji 2026 Sebelum Desember 2025 pertama kali tampil pada News.

Dewan Pendidikan Batam Dorong Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang Berkualitas

0
Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Fendi Hidayat. (Foto Fendi untuk Batam Pos)

batampos – Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Fendi Hidayat, menegaskan pentingnya menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah. Program nasional ini, kata dia, merupakan wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

“Melalui MBG, negara hadir secara nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak atas makanan bergizi yang layak tanpa terkecuali,” ujar Fendi, Rabu (8/10).

Menurutnya, program MBG telah membawa dampak sosial yang luas di masyarakat. Banyak orang tua merasa terbantu karena kebutuhan gizi anak kini lebih terjamin. Anak-anak juga menjadi lebih bersemangat dan fokus belajar di sekolah.

“MBG bukan sekadar bantuan pangan, tetapi kebijakan strategis yang menyeimbangkan antara peningkatan kapasitas intelektual dan pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik,” katanya.

Baca Juga: Akses ke SDN 013 Kini Lebih Luas, Drainase Tertata

Selain berdampak langsung pada anak dan keluarga, Fendi menyebut MBG juga menggerakkan ekonomi lokal. Program ini melibatkan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM dalam rantai pasok bahan makanan, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“MBG berkontribusi pada tumbuhnya sektor ekonomi produktif di tingkat lokal. Ini menunjukkan bagaimana program sosial bisa sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat,” jelasnya.

Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari banyaknya penerima manfaat, melainkan dari mutu pelaksanaannya. Karena merupakan program utama Presiden, setiap tahap pelaksanaan harus diawasi dengan ketat agar kualitasnya terjaga.

“Menu yang disajikan harus memenuhi standar gizi seimbang, diolah secara higienis, dan disajikan tepat waktu. Kualitas harus jadi prioritas,” tegasnya.

Fendi juga mendorong adanya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan MBG di Batam. Pemerintah daerah, kata dia, perlu membangun sistem monitoring yang transparan dan akuntabel agar setiap dapur penyedia MBG beroperasi sesuai standar.

“Evaluasi harus melibatkan sekolah, masyarakat, dan lembaga pengawas independen agar perbaikan bisa dilakukan cepat dan tepat,” imbuhnya.

Baca Juga: Lubang Besar di Jalan Laksamana Bintan Intai Pengendara, Rawan Kecelakaan

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan disiplin terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dapur MBG, mulai dari pengelolaan bahan baku hingga penyajian.

“Penegakan SOP bukan sekadar administratif, tapi tanggung jawab moral agar anak-anak menerima makanan yang benar-benar bergizi dan aman,” kata Fendi.

Lebih lanjut, Fendi menyebut bahwa Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra telah menempatkan peningkatan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama pembangunan. Sinergi antara program nasional MBG dan visi pembangunan SDM Batam dinilai sangat penting.

“Pelaksanaan MBG yang berkualitas, transparan, dan berkelanjutan akan memperkuat visi Batam sebagai kota yang unggul di bidang ekonomi dan pendidikan,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan pelaku UMKM lokal terus diperkuat agar MBG dapat menjadi contoh sukses sinergi pembangunan nasional yang berjalan baik di tingkat daerah.

“Menjaga kualitas MBG berarti ikut membangun generasi Batam yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di era global,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Dewan Pendidikan Batam Dorong Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang Berkualitas pertama kali tampil pada Metropolis.

Ruang Produksi Sentral Industri Fashion Bintan Rampung Akhir Oktober, Siap Tampung 80 IKM

0
Sentral Fashion Bintan
Bangunan produksi bersama sentral fashion Lobam masih dalam tahap penyelesaian. F. DKUPP Bintan untuk Batam Pos.

batampos – Pembangunan Ruang Produksi Bersama Sentral Industri Fashion Bintan di kawasan Seri Kuala Lobam segera tuntas. Fasilitas yang menelan anggaran Rp4,64 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 ini digadang menjadi pusat pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) fashion di Bintan.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Bintan, Asy Syukri, mengatakan proyek strategis ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2025.

Pembangunan ruang produksi ini menjadi kebanggaan tersendiri karena Bintan berhasil memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat setelah bersaing dengan beberapa provinsi lain.

“Beberapa daerah juga menginginkan program ini, tapi alhamdulillah Bintan mendapat kepercayaan dan dukungan anggaran dari pusat,” ujar Asy Syukri, Rabu (8/10).

Ruang produksi tersebut dibangun sejak Mei 2025 dan kini hampir rampung. Bangunan dua lantai ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang penjahit di lantai bawah, gudang bahan baku, ruang pertemuan, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan ruang perlengkapan di lantai atas.

Selain itu, fasilitas ini akan dipasangi mesin jahit industri dan mesin pendukung produksi lainnya, sehingga memungkinkan pelaku IKM menghasilkan berbagai jenis dan model busana dengan kualitas tinggi.

“Bangunan ini akan digunakan oleh 80 IKM yang telah bekerja sama dengan Pemkab Bintan. Ada juga sekitar 150 orang yang sudah dilatih dan siap bekerja di dapur produksi bersama ini,” jelas Asy Syukri.

Sementara itu, Direktur PT Bengkel Kreatif Utama, Lemi, selaku kontraktor pelaksana, memastikan progres proyek telah memasuki tahap akhir.

“Saat ini pekerjaan pemasangan lantai keramik sedang berlangsung dan tahap finishing hampir selesai. Kami optimistis proyek selesai tepat waktu, akhir Oktober ini,” katanya.

Dengan beroperasinya Ruang Produksi Bersama Sentral Industri Fashion Bintan, diharapkan pelaku IKM lokal mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat daya saing, serta membuka lapangan kerja baru di sektor industri kreatif Bintan. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Ruang Produksi Sentral Industri Fashion Bintan Rampung Akhir Oktober, Siap Tampung 80 IKM pertama kali tampil pada Kepri.

Kalah Dari Arab Saudi 2-3, Ini Skenario Indonesia Bisa Menjadi Juara Grup

0
Timnas Indonesia langsung menjadi juru kunci grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia usai menelan kekalahan 2-3 dari Arab Saudi pada laga pembuka. (Dok: Timnas Indonesia)

batampos – Timnas Indonesia harus menagkui keunggulan Arab Saudi setelah kalah 2-3 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Pada laga pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Kamis (9/10) dini hari WIB.

Laga berjalan sengit dan menegangkan sejak menit awal. Arab Saudi lebih banyak menekan dan bermain agresif karena bermain di kandang sendiri. Namun kejutan terjadi pada menit ke-11, Indonesia justru unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Kevin Diks setelah Hassan Al Tambakti handball di area kotak penalti saat proses terjadi tendangan bebas bagi skuad Garuda.

Sayang keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Enam menit setelahnya, tepatnya di menit-17, Arab Saudi berhasil menyamkan kedudukan melalui Saleh Abu Al Shamat lewat tendangan dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sisi kanan gawang Maarten Paes.

Arab Saudi berbalik unggul 2-1 lewat penalti Feras Al Buraikan. Sebelumnya, Yakob Sayuri dianggap melakukan pelanggaran di kotak penalti karena menarik baju pemain Arab Saudi. Skor 2-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Pada menit ke-62, Arab Saudi memperlebar jarak menjadi 3-1 lewat gol kedua Feras Al Buraikan melalui tendangan bola rebound hasil tendangan keras Saleh Abu Al Shamat yang masih mampu ditepis Maarten Paes. Skor berubah menjadi 3-1.

Maarten Paes tampil cemerlang pada laga kali ini lewat penyelamatan krusial dengan menggagalkan beberapa peluang Arab Saudi lewat Salem Al Dawsari dan Saleh Al Shehri.

Kluivert melakukan pergantian pemain di menit ke-64 dengan memasukkan Thom Haye dan Ole Romeny. Dua pemain ini membuat serangan Indonesia lebih berbahaya.

Upaya keras Indonesia akhirnya berbuah hasil pada menit ke-86. Wasit memberi penalti setelah pemain Arab Saudi melakukan handball di kotak penalti. Kevin Diks kembali menjadi algojo dan kembali mencetak gol, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.

Arab Saudi harus bermain dengan 10 pemain setelah Mohamed Kanno mendapat kartu merah akibat akumulasi kartu kuning. Namun waktu tersisa tak cukup bagi Indonesia untuk mencuri poin di Jeddah.

Pertandingan berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Arab Saudi. Dengan hasil ini, Indonesia berada di posisi juru kunci grup B dengan nol poin. Arab Saudi untuk sementara berada di puncak klasemen dengan tiga poin.

Selanjutnya, Indonesia akan melawan Irak pada Minggu (12/10) pukul 02.30 WIB. Walaupun kalah, namun Indonesia masih berpeluang menjadi juara grup B. Inilah satu-satunya syarat Indonesia menjadi juara grup B.

Indonesia menjadi juara grup dengan 3 poin (menang atas Irak dan kalah lawan Arab Saudi)

Timnas Indonesia lolos jika dan hanya jika menang atas Irak dan kalah lawan Arab Saudi.

Dan salah satu hasil di bawah ini:

– Irak menang atas Arab Saudi, namun Indonesia unggul selisih gol, contoh:

Indonesia 2 Vs 3 Arab Saudi.
Indonesia 2 Vs 0 Irak.
Irak 1 Vs 0 Arab Saudi.

– Irak menang atas Arab Saudi dengan selisih gol sama dengan Indonesia, namun jumlah gol Indonesia lebih unggul, contoh:

Indonesia 2 Vs 3 Arab Saudi.
Indonesia 2 Vs 1 Irak.
Irak 1 Vs 0 Arab Saudi.

Walau mempunyai selisih gol sama, namun Indonesia mencetak gol lebih banyak (4 gol) daripada Arab Saudi (3 gol).

– Irak menang atas Arab Saudi dengan selisih gol dan jumlah gol sama dengan Indonesia, namun Indonesia unggul fairplay points, contoh:

Indonesia 2 Vs 3 Arab Saudi.
Indonesia 3 Vs 2 Irak.
Irak 3 Vs 2 Arab Saudi.

Fairplay points adalah jumlah kartu yang diterima suatu tim, kriteria sebagai berikut:

Kartu kuning pertama: -1 poin.
Kartu kuning kedua/kartu merah tidak langsung: -3 poin.
Kartu merah langsung: -4 poin.
Kartu kuning dan kartu merah langsung: -5 poin.

Jika Timnas Indonesia mendapatkan 2 kartu kuning dan 1 kartu merah langsung selama ronde 4, Indonesia dapat pengurangan 6 poin, sedangkan jika Irak mendapatkan 3 kartu kuning dan 1 kartu merah langsung, Irak dapat pengurangan 7 poin dan Arab Saudi mendapatkan 2 kartu merah langsung, maka mendapatkan pengurangan 8 poin. Indonesia akan menjadi juara grup.

– Irak menang atas Arab Saudi dengan selisih gol sama, jumlah gol sama, dan fairplay points sama dengan Indonesia, siapa yang akan jadi juara grup ditentukan dengan undian, contoh :

Indonesia 2 Vs 3 Arab Saudi.
Indonesia 3 Vs 2 Irak.
Irak 3 Vs 2 Arab Saudi.

Artikel Kalah Dari Arab Saudi 2-3, Ini Skenario Indonesia Bisa Menjadi Juara Grup pertama kali tampil pada Olahraga.

Hadapi Keterbatasan Lahan, Amsakar Siapkan Skema Baru Pengelolaan Parkir di Batam

0
Ilustrasi. Juru parkir saat mengatur kendaraan yang akan meninggalkan area parkir di Batamcentre. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan perlunya penataan ulang sistem parkir di Batam seiring dengan keterbatasan ketersediaan lahan di kota industri tersebut.

Menurutnya, arah pengembangan Batam ke depan menuntut efisiensi pemanfaatan ruang, terutama di sektor-sektor publik seperti fasilitas parkir.

“Teori besar tentang pengembangan Batam adalah lahan yang semakin terbatas dan harus dimanfaatkan secara efisien,” katanya, Selasa (7/10).

Baca Juga: Kisah FM, Wanita Muda yang Kehilangan Janin Akibat Dugaan Kekerasan Oknum Polisi

Ia menjelaskan, kecenderungan pembangunan kota ke depan akan bergeser dari pola horizontal menuju vertikal. Artinya, tata ruang di Batam akan diarahkan untuk memaksimalkan penggunaan lahan dengan sistem bangunan bertingkat, termasuk dalam pengelolaan parkir.

“Yang belum betul-betul tersentuh ada sekitar 160 hektare lahan. Kita harapkan ketika lahan itu didapat oleh pelaku usaha, mereka dapat membuat tata kelola parkir yang layak dan nyaman di lokasi itu,” kata Amsakar.

Ranah pengelolaan parkir sebenarnya berada di tangan pemilik lahan, kecuali untuk area publik seperti jalan umum. Karena itu, pihaknya mendorong agar setiap pengembang dan pelaku usaha di Batam menyiapkan lahan parkir yang memadai di kawasan masing-masing.

“Ranah parkir ini sebenarnya menjadi pemilik lahan, kecuali di jalan umum. Ke depan, pola seperti itu yang akan kita dorong, karena ketersediaan lahan terbatas sementara kebutuhan publik terus bertambah,” kata dia.

Baca Juga: Ini 5 Pelabuhan Feri Internasional di Batam Tujuan Singapura dan Malaysia

Amsakar menilai, penataan parkir yang terintegrasi dan dikelola secara profesional dapat menjadi bagian dari strategi besar untuk menata wajah kota Batam agar lebih modern dan efisien. “Kita ingin ada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan publik,” tambahnya.

Langkah ini dapat mengurangi beban lalu lintas dan kemacetan di sejumlah titik yang kerap disebabkan oleh parkir liar. Pemerintah, kata Amsakar, akan menyiapkan kebijakan yang mendukung pengelolaan parkir berbasis kawasan sekaligus menjaga kepastian hukum bagi pelaku usaha.

“Dengan konsep efisiensi lahan dan tata kelola yang jelas, kita ingin menciptakan Batam yang lebih tertib, teratur, dan berdaya saing,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Hadapi Keterbatasan Lahan, Amsakar Siapkan Skema Baru Pengelolaan Parkir di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Sejumlah Tokoh Soroti Persoalan Kepemimpinan

0
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) di dampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka (kanan) menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR – DPD Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

batampos – Sejumlah tokoh hadir dalam dialog Forum Warga Negara di Jakarta awal pekan ini. Mereka terdiri atas pemikir kebhinekaan Sukidi, Budiman Tanuredjo, hingga Sudirman Said.

Lewat dialog tersebut mereka turut menyoroti persoalan kepemimpinan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang akan genap setahun pada 20 Oktober.

Sukidi yang dikenal melalui tulisan-tulisannya di sejumlah media massa nasional menyampaikan bahwa Presiden Prabowo seperti berada dalam dunianya sendiri. Beberapa persoalan seperti absennya empati elite terhadap penderitaan rakyat telah memicu pembangkangan sipil. Jika tidak ditangani, dikhawatirkan akan ada ledakan kemarahan publik.

”Jika ini tidak lekas diatasi, saya khawatir kita seperti sedang menunda waktu saja bagi munculnya ledakan kemarahan publik yang lebih besar,” ungkap dia dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (8/10).

Menurut Sukidi, republik harus beradab. Sebab, republik tanpa keadaban sama saja bukan republik. Dalam kesempatan yang sama, jurnalis senior Budiman Tanuredjo menyampaikan bahwa saat ini istilah pengurus negara mestinya diarusutamakan sebagai antitesis dari pemimpin atau penguasa negara.

Seperti Sukidi, Budiman juga menyoroti DPR yang dia nilai sudah kehilangan daya representasi rakyat.

”Sepuluh jiwa melayang pada rusuh Agustus, ke mana parlemen? Mereka tak bersuara,” sesal Budiman.

Keterangan itu disampaikan merujuk pada aksi massa yang terjadi di Jakarta dan berbagai daerah lainnya pada akhir Agustus lalu. Dalam aksi tersebut, korban meninggal dunia berjatuhan. Termasuk di Jakarta.

Seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) yang digunakan aparat untuk mengamankan jalannya aksi.

Sudirman Said yang turut hadir dalam dialog itu menyampaikan bahwa setahun pemerintahan Prabowo-Gibran sangat dinamis. Menurut dia, sedikitnya ada 4 tantangan besar bagi presiden dan wakil presiden. Yakni demokrasi yang kering substansi, ketimpangan ekonomi, rusaknya ekologi, serta maraknya korupsi; kolusi; dan nepotisme.

”Praktik korupsi kita hari ini levelnya bukan saja memeras atau merampas hak manusia. Tapi, juga hak Tuhan,” kata Sudirman Said.

Sudirman pun mempertanyakan akar atau sumber persoalan yang terjadi di Indonesia saat ini. Menurut dia, gaya penyelesaian problem nasional selama ini ibarat pemadam kebakaran. Langkah yang diambil kerap kali reaktif, jangka pendek, dan tak menyentuh akar.

”Akar masalah kita ada pada hilangnya moral leadership,” imbuh Sudirman.

Selain Sukidi, Budiman, dan Sudirman, dalam dialog itu juga hadir aktivis anti korupsi Chandra M. Hamzah, akademisi hubungan internasional Shofwan Al Banna Choiruzzad, dan pegiat kesehatan sosial Diah S. Saminarsih yang hadir secara dalam jaringan (daring). (*)

Artikel Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Sejumlah Tokoh Soroti Persoalan Kepemimpinan pertama kali tampil pada News.

BP Batam Kunjungi RSA UGM, Siapkan RSBP Menuju Rumah Sakit Pendidikan

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Rumah Sakit BP Batam (RSBP) melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) di Yogyakarta pada Jumat (3/10/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya RSBP Batam dalam mempersiapkan diri menjadi Rumah Sakit Pendidikan, sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan dan mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kedokteran.

Rombongan BP Batam dipimpin oleh Ariastuty Sirait, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, bersama Tanto Budiharto, Direktur RSBP Batam; Evi Bangun, Wakil Direktur Keuangan dan Umum; serta manajer dan perwakilan dokter RSBP Batam.

Kehadiran rombongan disambut oleh dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.DVE., Subsp. Ven, Kepala Bagian Akademik dan Riset RSA UGM, serta dr. Domas Fitria Widyasari, Sp.MK, Ketua Komite Koordinasi Pendidikan RSA UGM.

Kegiatan diawali dengan paparan dan diskusi mengenai tahapan akreditasi Rumah Sakit Pendidikan, yang mencakup sistem pembelajaran, jejaring pendidikan, dan integrasi fungsi pelayanan, pendidikan, serta penelitian. Rombongan juga meninjau berbagai fasilitas akademik, seperti laboratorium keterampilan klinik, ruang diskusi mahasiswa koas, dan unit riset terpadu.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah awal pihaknya menuju kolaborasi dengan sejumlah universitas.

“Kami belajar banyak dari RSA UGM sebagai salah satu rumah sakit pendidikan terbaik di Indonesia. Dalam waktu dekat, kami akan bekerja sama dengan dua universitas besar di Batam agar RSBP dapat berperan sebagai rumah sakit pendidikan utama dan satelit,” ujar Ariastuty.

BP Batam berharap, melalui langkah ini, RSBP dapat segera memenuhi seluruh kriteria sebagai Rumah Sakit Pendidikan dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan serta pengembangan tenaga medis di Kepulauan Riau dan sekitarnya. (*)

Artikel BP Batam Kunjungi RSA UGM, Siapkan RSBP Menuju Rumah Sakit Pendidikan pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Kunjungi RSA UGM, Siapkan RSBP Menuju Rumah Sakit Pendidikan

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Rumah Sakit BP Batam (RSBP) melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) di Yogyakarta pada Jumat (3/10/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya RSBP Batam dalam mempersiapkan diri menjadi Rumah Sakit Pendidikan, sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan dan mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kedokteran.

Rombongan BP Batam dipimpin oleh Ariastuty Sirait, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, bersama Tanto Budiharto, Direktur RSBP Batam; Evi Bangun, Wakil Direktur Keuangan dan Umum; serta manajer dan perwakilan dokter RSBP Batam.

Kehadiran rombongan disambut oleh dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.DVE., Subsp. Ven, Kepala Bagian Akademik dan Riset RSA UGM, serta dr. Domas Fitria Widyasari, Sp.MK, Ketua Komite Koordinasi Pendidikan RSA UGM.

Kegiatan diawali dengan paparan dan diskusi mengenai tahapan akreditasi Rumah Sakit Pendidikan, yang mencakup sistem pembelajaran, jejaring pendidikan, dan integrasi fungsi pelayanan, pendidikan, serta penelitian. Rombongan juga meninjau berbagai fasilitas akademik, seperti laboratorium keterampilan klinik, ruang diskusi mahasiswa koas, dan unit riset terpadu.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah awal pihaknya menuju kolaborasi dengan sejumlah universitas.

“Kami belajar banyak dari RSA UGM sebagai salah satu rumah sakit pendidikan terbaik di Indonesia. Dalam waktu dekat, kami akan bekerja sama dengan dua universitas besar di Batam agar RSBP dapat berperan sebagai rumah sakit pendidikan utama dan satelit,” ujar Ariastuty.

BP Batam berharap, melalui langkah ini, RSBP dapat segera memenuhi seluruh kriteria sebagai Rumah Sakit Pendidikan dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan serta pengembangan tenaga medis di Kepulauan Riau dan sekitarnya. (*)

Artikel BP Batam Kunjungi RSA UGM, Siapkan RSBP Menuju Rumah Sakit Pendidikan pertama kali tampil pada Metropolis.