Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10331

Melihat Tim Medis RSBP Batam ‘Bergumul’ Dengan Pasien Covid-19 (Bagian-2)

0

Coronavirus Disease (Covid)-19 menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tim medis yang diminta untuk menangani para pasien Covid-19 dituntut memberikan pelayanan kesehatan yang prima. Meski was-was dan takut terpapar virus mematikan itu terus menghantui.

Messa Haris-Batam

Dokter Tafsil menceritakan, pertama kali menerima pasien dengan gejala Covid-19 pada akhir Januari 2020.

Pasiennya kata dia adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan.

WNA tersebut lanjutnya diketahui berkunjung ke Kota Batam untuk refreshing atau jalan-jalan bersama keluarganya.

Kala itu lanjutnya, pasien tersebut masuk melalui emergency, dengan keluhan demam, sakit tenggorokan dan batuk.

Pihaknya lantas memberikan penanganan medis kepada WNA tersebut dan langsung dirawat di ruang isolasi.

Pasien 02 Mona Parningoman Siregar dan pasien 05 Jusmiar Al Alim (49) dinyatakan sembuh dan boleh pulang setelah mendapatkan perawatan intensif di RSBP Batam. Foto: Rifki Setiawan Lubis/batampos.co.id

Melihat kondisi pasien yang memiliki gejala Covid-19, pihaknya lantas berkoordinasi dengan Tim Gerak Cepat (TGC) yang diketuai Ketua BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

“Saat itu belum ada rapid test dan untuk melakukan swab kita harus berkoordinasi dengan TGC,” jelasnya.

Namun seiring waktu, pasien tersebut sudah membaik dan tidak mengeluhkan apa-apa lagi.

“Jadi kita perbolehkan pulang. Namun tetap kita minta untuk menjalani perawatan dan ditangani tim medis dari puskesmas ditempat dia menetap sementara di Batam,” ujarnya.

Ia melanjutkan, hingga WNA tersebut kembali ke negaranya, pihaknya belum sempat melakukan pemeriksaan rapid test atau swab.

Karena saat itu BTKLP Kelas I Batam masih menunggu arahan dan alat belum tersedia dan menunggu dari pusat.

Pasien Positif Covid-19 17.025 Orang dan 3.911 Sembuh

0

batampos.co.id – Juru Bicara Pemerintah Covid-19, Achmad Yurianto memaparkan bahwa jumlah kasus orang yang tertular virus Korona di Tanah Air masih terus bertambah. Total orang yang positif virus ini meningkat menjadi 17.025 orang, naik 529 orang dari data sehari sebelumnya.

Sementara, orang yang telah diperiksa dan dinyatakan negatif tercatat sebanyak 118.701 orang.

Total pasien yang sembuh sudah mencapai 3.911 orang, sementara yang meninggal 1.089 orang.

Yuri menambahkan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) per hari ini naik 6.530 orang dengan total keseluruhannya adalah 269.449. Untuk pasien dalam pemantauan (PDP) juga mengalami penambahan 709 orang dengan total 35.069 orang.

“Total 386 kabupaten dan kota di 34 provinsi sudah terdampak virus ini‎,” pungkasnya.(jpg)

Kenaikan Iuran Tak Selesaikan Masalah Defisit BPJS Kesehatan

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap pemerintah dapat meninjau kembali keputusan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Dalam Kajian Tata Kelola Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan yang KPK lakukan pada 2019, akar masalah ada pada tata kelola yang cenderung inefisien dan tidak tepat yang mengakibatkan defisit BPJS Kesehatan.

“Kami berpendapat bahwa solusi menaikkan iuran BPJS sebelum ada perbaikan sebagaimana rekomendasi kami, tidak menjawab permasalahan mendasar dalam pengelolaan dana jaminan sosial kesehatan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan, Ipi Maryati Kuding, dilansir dari Jawapos.com, Minggu (17/5).

Ipi menyampaikan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan memupus tercapainya tujuan Jaminan sosial sebagaimana UU Nomor 40 tahun 2004 bahwa Jaminan Sosial adalah bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. Sehingga, keikutsertaan dan perlindungan bagi seluruh rakyat Indonesia adalah indikator utama suksesnya perlindungan sosial kesehatan.

“Dengan menaikkan iuran di kala kemampuan ekonomi rakyat menurun, dipastikan akan menurunkan tingkat kepersertaan seluruh rakyat dalam BPJS,” sesal Ipi.

Ipi menduga, akar masalah defisit BPJS disebabkan karena permasalahan inefisiensi dan penyimpangan fraud, sehingga kenaikan iuran BPJS tanpa ada perbaikan tata kelola BPJS tidak akan menyelesaikan masalah.

Menurutnya, jika rekomendasi KPK dilaksanakan, maka tidak diperlukan menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang akan dirasakan sangat membebani masyarakat, mengingat situasi sulit yang sedang dihadapi saat ini dan potensinya yang berdampak di masa depan.

“KPK berkeyakinan jika rekomendasi KPK dijalankan terlebih dahulu untuk menyelesaikan persoalan mendasar dalam pengelolaan dana jaminan sosial kesehatan akan dapat menutup defisit BPJS Kesehatan,” tegas Ipi.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Perpres itu diteken Presiden Jokowi pada 5 Mei 2020. Kenaikan iuran ini berlaku bagi peserta mandiri Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Berikut rincian kenaikan iuran BPJS Kesehatan peserta mandiri yang diatur dalam Pasal 34:

1. Iuran bagi peserta mandiri Kelas II naik menjadi Rp 100 ribu per orang per bulan.

2. Iuran peserta mandiri Kelas I yaitu sebesar Rp 150 ribu per orang per bulan.

3. Iuran bagi peserta Kelas III untuk tahun 2020 sebesar Rp 42.000 per orang per bulan. Adapun Rp 16.500 dibayarkan oleh pemerintah sehingga peserta BPJS kelas III hanya membayar Rp 25.500 per bulannya.

Iuran peserta kelas III BPJS Kesehatan, baru naik menjadi Rp 42.000 per orang per bulan pada 2021. Dengan rincian, Rp 7.000 subsidi pemerintah sementara sisanya dibayarkan oleh peserta BPJS kelas III.(jpg)

Catat! Hidup Berdampingan dengan Covid-19 Bukan Berarti Menyerah

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah belum akan melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di sejumlah daerah di Tanah Air.

Karena sampai saat ini, kata Jokowi, pihaknya masih terus melakukan pemantauan berdasarkan data dan fakta di lapangan. Hal itu untuk menentukan periode terbaik bagi periode tahapan masyarakat kembali produktif namun tetap aman dari Covid-19.

“Kita harus sangat hati-hati. Jangan sampai kita keliru memutuskan. Tapi kita juga harus melihat kondisi masyarakat sekarang ini. Kondisi yang terkena PHK dan kondisi masyarakat yang menjadi tidak berpenghasilan lagi. Ini harus dilihat,” ujar Jokowi dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (15/5).

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan, nantinya, masyarakat di Indonesia bisa beraktivitas normal kembali namun harus menyesuaikan dan hidup berdampingan dengan Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan bahwa terdapat potensi bahwa virus ini tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat.

“Informasi terakhir dari WHO yang saya terima bahwa meskipun kurvanya sudah agak melandai atau nanti menjadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. Artinya kita harus berdampingan hidup dengan Covid. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, berdamai dengan Covid. Sekali lagi, yang penting masyarakat produktif, aman, dan nyaman,” katanya.

Jokowi menegaskan, hidup berdampingan dengan Covid-19 bukan berarti menyerah dan menjadi pesimis. Justru dari situlah menjadi titik tolak menuju tatanan kehidupan baru masyarakat untuk dapat beraktivitas kembali sambil tetap melawan ancaman Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Berdampingan itu justru kita tidak menyerah, tapi menyesuaikan diri. Kita lawan keberadaan virus Covid tersebut dengan mengedepankan dan mewajibkan protokol kesehatan yang ketat yang harus kita laksanakan. Pemerintah akan mengatur agar kehidupan kita berangsur-angsur dapat kembali berjalan normal sambil melihat dan memperhatikan fakta-fakta yang terjadi di lapangan,” ucapnya.

“Keselamatan masyarakat tetap harus menjadi prioritas. Kebutuhan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan, itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai “new normal” atau tatanan kehidupan baru,” imbuh Presiden.

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan, dirinya meyakini apabila masyarakat patuh terhadap imbauan pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak aman, mengenakan masker, dan sering mencuci tangan dengan sabun di saat tahapan masyarakat dapat kembali produktif, maka akan dapat mencegah diri dari virus tersebut.

“Ini penyakit berbahaya, tapi kita bisa mencegah dan menghindarinya asal jaga jarak yang aman, cuci tangan setelah beraktivitas, pakai masker. Ini penting. Jadi dalam tatanan kehidupan baru nanti memang itu yang harus kita pegang,” tuturnya.

Adapun nantinya jika tahapan masyarakat produktif, aman dari Covid dapat diterapkan, berbagai sektor usaha bisa berjalan seperti semula, seperti rumah makan.

“Tentu dengan cara-cara yang aman dari Covid agar tidak menimbulkan resiko meledaknya wabah. Saya ambil contoh misalnya rumah makan isinya hanya 50 persen, jarak antar kursi dan meja diperlonggar,” ucapnya.

Adapun tentang kapan pelaksanaan tahapan masyarakat produktif aman dari Covid-19 ini akan dimulai, Jokowi mengatakan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan melihat data dan fakta seperti kurva positif Covid-19, kurva yang sembuh, dan kurva yang wafat, sebelum akhirnya membuat keputusan.‎(jpg)

Lagi, Tiga Pasien Covid-19 di Batam Sembuh

0

batampos.co.id– Tiga pasien Covid-19 di Kota Batam yang mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19 dinyatakan sembuh, Sabtu (16/5/2020).

Dalam pernyataan tertulisnya, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, menjelaskan, ketiga pasien tersebut diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing dan diminta untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Ketiga pasien itu ialah:

1. Dedi Suwardi (52) Kru KM Kelud
2. Novi Mariastuti (41) ASN Tenaga Kesehatan Dinas Kesehatan        Kota Batam
3. Revina Thamrin (16) Pelajar.(*/esa)

Bertambah Satu Lagi, Pasien Covid-19 yang Baru di Batam Seorang Balita

0

batampos.co.id – Seorang balita berusia 3,8 tahun di Kota Batam terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, menjelaskan, balita berinisial ZL masuk dalam kluster WNA India yang telah meninggal dunia.

Dalam pernyataan tertulisnya, Rudi, mengatakan ZL tinggal di Komplek Masjid kawasan Sungai Harapan, Sekupang dan merupakan anak kandung dari kasus positif nomor 45.

“Menindaklanjuti hasil tracing terhadapa pasien nomor 45 yang berkaitan erat dengan pasien positif nomor 32, maka pada tanggal 5 Mei 2020 bersama ibu dan enam saudaranya dilakukan RDT dengan hasil non reaktif,” ujarnya.

Setelah itu lanjutnya, ZL bersama ibu dan enam saudara dilakukan pengambilan sample swab.

Petugas medis memeriksa suhu badan salah seorag pedagang di Pasar Botania 2 Kota Batam. Foto: Media Center untuk batampos.co.id

Hasilnya ZL dinyatakan terkonfirmasi positif dan menjadi pasien Covid-19 nomor 54.

Sementara ibu dan saudaranya yang lain dinyatakan negatif.

“Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dan keluarganya dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti,” tuturnya.

Saat ini ZL bersama ibu dan saudaranya yang lain masih dalam isolasi atau karantina mandiri di rumah di bawah pengawasan dan pemantauan tim penanganan Covid-19 Puskesmas Sekupang.

“Dalam rangka tindaklanjut penyelidikan epidemologi (PE) ibu beserta anak-anak tersebut telah dijadwalkan kembali untuk dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan dalam waktu dekat,” jelasnya.(*/esa)

Winner Group Bagikan Sembako Gratis untuk Warga Batam 

0

batampos.co.id – Winner Group membagikan paket sembako gratis kepada warga Kota Batam yang terdampak Covid-19.

Pembagian dilakukan oleh karyawan/ti dan team Marketing Winner sejak Jumat (15/5/2020).

Denny T’sang, Deputy Director WNS Winner Group, menjelaskan, pihaknya membagikan sembako secara langsung atau door to door.

“Paket sembako kita bagikan kepada warga yang berada di sekitar area proyek Winner Group,” jelasnya.

Paket sembako tersebut lanjutnya juga diberikan kepada masyarakat Kota Batam yang kurang mampu lainnya saat ditemui sedang mencari rezeki di jalanan.

“Dalam pelaksanaan pembagian paket sembako secara door to door dan menyebar ke sekitar area proyek ini dilakukan agar dapat langsung tepat sasaran kepada penerima yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Karyawan Winner Group membagikan sembako gratis kepada warga Kota Batam yang terdampak Covid-19. Foto; Istimewa untuk batampos.co.id

Ia berharap bantuan yang diberikan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. Serta kita memberikan bantuan sembako ini untuk saling mengasihi sesama kita,”ujar Denny Tsang.

Kata dia, dana untuk membli sembako gratis tersebut tidak hanya berasal dari pihak perusahaan. Seluruh staff Winner Group ikut partisipasi memberikan sumbangan.

“Kita tidak fokus di satu titik saja, tapi melakukan pemerataan pembagian sembako ke seluruh pelosok Batam,” katanya.

Beberapa titik penyebaran paket sembako yang dilakukan Winner Group yaitu: 
– Batu Aji sekitar Proyek Winner Bugis Juntion.
– Winner Gosyen Park & Winner Kibing Garden.
– Muka Kuning sekitar proyek Winner Sweet Home.
– Batam Centre sekitar proyek Winner Deluxe Place.
– Punggur sekitar proyek Winner Flower House.
– Winner Kaliban Superblock.
– Batam Centre sekitar proyek Winner Millenium Mansion.
– Tiban sekitar proyek Winner. Mangrove Millenium & Winner           Tiban Princess.
– Area Bebas sekitar sepanjang Protokol Batam Centre dari ake      arah Ocarina ke Botania , Jodoh & Nagoya, Batu Ampar,                Bengkong.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat Kota Batam yang terdampak Covid-19 agar dapat memnuhi kebutuhan mereka sehari-hari,” terang Denny.

Winner Group (WG) lanjutnya, berharap pandemi Covid-19 bisa cepat berlalu, sehingga ekonomi Kota Batam kembali pulih dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa.(ali)

Polres Anambas Serahkan 500 Paket Sembako

0

batampos.co.id – Polres Kepulauan Anambas serahkan bantuan 500 paket sembako kepada masyarakat berdampak Covid -19.

Pembagian paket sembako dipimpin Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Cakhyo Dipo Alam.

Kegiatan pembagian sembako ini juga dilaksanakan serentak di jajaran Polda Kepulauan Riau, Jumat (15/5/2020).

Personel Polres Kepulauan Anambas, mempersiapkan paket sembako untuk diserahkan kepada masyarakat, Jumat (15/5/2020). Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Polres Kepulauan Anambas menyerahkan bantuan sembako di tiga desa yaitu:

  1. Desa Tarempa Timur
  2. Desa Tarempa Selatan
  3. Desa Sri Tanjung.

Kemudian untuk Polsek Siantan bantuan sembako dilakukan di Kelurahan Tarempa. Selanjutnya Polsek Palmatak diserahkan ke masyarakat yang berada di Desa Putik, Desa Candi, Desa Candi dan Desa Ladan.

“Sedangkan tiga Desa di wilayah kerja Polsek Jemaja yaitu Desa Bukit Padi, Desa Batu berapit dan Desa Landak,” jelas Kapolres.

Selain kegiatan bakti sosial pemberian sembako, Polres Kepulauan Anambas juga melakukan imbauan dan edukasi kepada masyarakat oleh Tim Satgas Aman Nusa II Polres Kepulauan Anambas.

“Patroli, pengecekan suhu tubuh terhadap masyarakat dan penyemprotan disinfektan setiap harinya, serta pemberian makanan sahur dan buka puasa melalui dapur umum Polres Kepulauan Anambas,” tuturnya.(fai)

Melihat Tim Medis RSBP Batam ‘Bergumul’ Dengan Pasien Covid-19 (Bagian-1)

0

Coronavirus Disease (Covid)-19 menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tim medis yang diminta untuk menangani para pasien Covid-19 dituntut memberikan pelayanan kesehatan yang prima. Meski was-was dan takut terpapar virus mematikan itu terus menghantui.

Messa Haris-Batam

Terkejut, takut dan was-was, itulah yang dirasakan tim medis Rumah Sakit Badan Pengusahaan (BP) Batam ketika diminta untuk menangani pasien Covid-19.

Dalam benak mereka kala itu hanya satu. Bagaimana tetap sehat sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada para pasien-pasiennya terutama mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dokter Tafsil menjadi satu-satunya spesialis paru di RSBP Batam juga merasakan hal serupa. Terkejut dan was-was katanya saat rumah sakit tempatnya bekerja ditunjuk sebagai rujukan untuk menangani pasien Covid-19.

Padahal kata dia, kala itu RSBP Batam terkendala akan ruangan. Menurutnya RSBP Batam pernah dibangun ruangan untuk menangani pasien yang terkonformasi SARS.

Namun karena ruangan sudah lama tidak digunakan, dinilai tidak layak untuk menempatkan pasien. Tetapi lanjutnya RSBP Batam langsung berbenah.

Lima pasien yang dirawat di RSBP Batam kembali dinyatakan sembuh. Mereka dapat kembali ke rumah dan harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Foto; BP Batam untuk batampos.co.id

Ruangan tersebut langsung direnovasi agar dapat kembali digunakan untuk menangani pasien Covid-19.

“Setelah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan, RSBP Batam langsung mempersiapkan diri. Terlebih di Kota Batam hanya ada dua rumah sakit pemerintah yaitu RSBP Batam dan RSUD Embung Fatimah (sebelum RSKI di Galang dibangun,red),” ujarnya, Jumat (15/5/2020).

Tidak hanya pihak RSBP Batam, dirinya sebagai satu-satunya dokter spesialis di rumah sakit tersebut juga harus mempersiapkan diri.

Tafsil mengaku saat pertama kali menangani pasien Covid-19, rasa takut dan was-was terus menghantuinya.

Namun berkat komitmen pihak rumah sakit dan tim yang dibentuk, membuatnya semakin memantapkan langkah untuk menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 di RSBP Batam.

“Jujur awal-awalnya agak berdebar-debar juga kita menerima tugas ini,” paparnya.

Kata dia, segala sarana dan prasarana seperti ruangan, laboratorium dan radiologi serta penunjang lainnya terus digesa pihak rumah sakit sehingga dapat melayani pasien.

Terlebih saat Covid-19 sudah menjadi pandemi. Dalam artian tidak hanya menyebar di daerah Wuhan, Tiongkok. Tapi sudah hampir ke seluruh dunia termasuk Indonesia, khususnya Kota Batam, Provinsi Kepri.

Meski semua persiapan sudah dilakukan, rasa was-was masih menghantui tim medis RSBP Batam. Bagaimana tidak kala itu, Kota Batam belum memiliki peralatan rapid test dan polymerase chain reaction (PCR).

“Tapi kita harus terima karena ini tugas dan tanggungjawab kita,” katanya.

Hari ke-22 Ramadaan, BP Batam Berikan Santunan ke Masjid dan Panti Asuhan

0

batampos.co.id – Melalui wadah Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI), Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan santunan kepada anak yatim di Panti Asuhan Al-Anshori Muhammadiyah, Sagulung, Jumat (15/5/2020).

Santunan yang diberikan berupa bingkisan untuk berbuka puasa serta uang tunai yang diserahkan langsung oleh Direktur Evaluasi dan Pengendalian Badan Pengusahaan Batam, Alif Abadi, mewakili panitia kegiatan Ramadhan 1441 H/2020 M BKDI BP Batam kepada Ketua Pengurus Panti Asuhan Al-Anshori Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Alif Abadi, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini.

“Allhamdulillah, kegiatan membantu anak-anak yatim piatu yang dirawat di sini berjalan dengan lancar, mudah-mudahan program yang membawa berkah seperti ini secara rutin terus dilakukan oleh BP Batam dan terus ditingkatkan, sebagai wujud kepedulian BP Batam kepada masyarakat Kota Batam,” ungkapnya.

BKDI BP Batam memberikan santunan kepada anak yatim di Panti Asuhan Al-Anshori Muhammadiyah, Sagulung, Jumat (15/5/2020). Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Ketua Panti Asuhan Al-Anshori Muhammadiyah, Haji Samsumar, mengatakan, Panti Asuhan Al-Anshori Muhammadiyah berdiri di akhir tahun 1998, kegiatan ini menjadi harapan bagi anak-anak panti asuhan.

“Allhamdullilah, kami bersyukur karena kegiatan ini sangat membantu kami. Saat ini kurang lebih ada 50 anak yatim piatu dan kaum duafa yang ada di sini. Kami berterima karena kepedulian BP Batam terhadap anak anak kami,” katanya.

“Kami juga berharap ke depan kegiatan ini terus dilaksanakan, karena banyak anak-anak kami yang ingin sekolah tinggi, karena mereka banyak yang punya cita-cita tinggi. Semoga BP Batam sukses selalu dalam membangun Batam, dan membantu kami-kami di sini,” tambahnya.

Di tempat yang berbeda, Panitia BKDI BP Batam juga telah menyerahkan bingkisan Ramadhan untuk imam Masjid Az-Zikra, yang diterima oleh Ust Muhajir dan Mesjid AL-Fitrah yang diterima oleh Ust Tengku Khairul Saleh yang berlokasi di Tiban.(*)