batampos.co.id – Pemprov Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) akhirnya mengambil langkah konkret untuk mengantisipasi persebaran wabah Covid-19. Dua provinsi tersebut sepakat meliburkan semua siswa di seluruh tingkat. Di Jatim, keputusan itu disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu malam (15/3).
”Mulai besok (hari ini, Red) hingga tanggal 28 Maret, seluruh sekolah diliburkan sementara,” tegas Khofifah.
Dia menyampaikan, kebijakan tersebut telah disampaikan kepada seluruh bupati dan wali kota di Jatim. Meski demikian, lanjut Khofifah, ujian nasional untuk kelas XII SMA dan SMK tidak mengalami perubahan. Tetap dilaksanakan 30 Maret hingga 2 April. Namun, untuk memastikan kesehatan peserta didik tetap aman, fasilitas sekolah harus lebih dimaksimalkan. Sekolah diminta menambah tempat cuci tangan dan menerjunkan petugas medis.
”Sebelum mulai ujian, lakukan pemeriksaan kesehatan. Jika ada siswa sakit dan setelah dicek dianggap cukup mengkhawatirkan, ujian terhadap yang bersangkutan harus ditunda,” tuturnya.
Khofifah juga melarang sekolah mengadakan study tour dan pertukaran pelajar. Baik ke luar kota maupun luar negeri. Larangan tersebut juga berlaku bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). Untuk sementara seluruh ASN dilarang melakukan perjalanan dinas ke luar kota atau luar negeri. Kecuali dalam kondisi darurat.
Di bidang perhubungan, Khofifah meminta para pengelola terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan menyediakan fasilitas cuci tangan. Kemudian mendirikan pos pemeriksaan kesehatan yang dilengkapi thermal gun dan masker.
Untuk mewujudkan hal tersebut, koordinasi dengan dinas kesehatan harus dilakukan. Selain untuk memfasilitasi sarana dan prasarana kesehatan, pihaknya telah menetapkan 44 rumah sakit rujukan. Sarana dan prasarana di rumah sakit telah ditambah. Mulai ruang isolasi, alat pelindung diri, obat-obatan, hingga tenaga medis.
Baca Juga: Aktivitas Pendidikan di Kepri Tak Terpengaruh Wabah Virus Korona
Beberapa jam sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lebih dulu memutuskan untuk meliburkan seluruh sekolah di semua tingkatan di Jateng. Langkah itu diambil menyusul bertambahnya kasus positif Covid-19 di Jateng dari dua menjadi empat kasus.
”Sebelumnya, Sabtu malam (14/3), sudah kami putuskan sekolah libur selama 14 hari dan UN tetap jalan. Tapi, setelah ada perkembangan hari ini (kemarin, Red) (dua positif korona), kami revisi. Semua sekolah libur,” kata Ganjar dalam konferensi pers di rumah dinasnya, Puri Gedeh, Kota Semarang, kemarin (15/3) sebagaimana dilaporkan Jawa Pos Radar Solo.
Dia menyatakan telah memerintah seluruh sekolah, mulai pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi (PT), untuk meliburkan proses belajar mengajar. Seluruh siswa dan mahasiswa dianjurkan belajar di rumah. ”Terkait hal ini, kami sudah sampaikan surat edaran kepada seluruh sekolah dan bupati/wali kota se-Jateng. Kami minta seluruh kegiatan belajar mengajar diliburkan mulai besok (Senin, 16/3) sampai 14 hari ke depan,” tambahnya.
Meski begitu, Ganjar meminta para guru untuk tetap menyampaikan pelajaran kepada siswa dengan cara memberikan tugas belajar di rumah. Penugasan kreatif kepada anak tetap harus diberikan agar mereka tetap bisa belajar di rumah masing-masing.
Kepala Disdikbud Jateng Jumeri menambahkan, langkah meliburkan seluruh sekolah itu diambil setelah ada pencermatan perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Tengah. Disdikbud Jateng mengambil beberapa langkah, termasuk penundaan UNBK SMK sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Disdikbud Provinsi Jateng Nomor 443.2/08991.
”Kami mencermati perkembangan dan dinamika kasus ini di Jateng dan memutuskan untuk pelaksanaan UNBK SMK dan SLB semua kabupaten di Jawa Tengah kami tunda. Sedangkan untuk SMA/MA masih sesuai jadwal dengan melihat perkembangan,” terang Jumeri. Dia belum bisa memastikan sampai kapan penundaan tersebut dilakukan. ”Seluruh sekolah di Jateng juga kami berlakukan belajar mandiri dengan pembelajaran secara online,” imbuhnya.
Kebijakan meliburkan sekolah juga ditempuh Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunda proses pembelajaran tatap muka diganti dengan sistem daring.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, kebijakan hasil koordinasi dengan bupati/wali kota itu berlaku untuk aktivitas belajar mengajar siswa PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA. ”Ini berlaku selama dua pekan ke depan, mulai 16 Maret 2020,” kata dia dalam konferensi pers di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, kemarin (15/3).
Dia menegaskan bahwa bukan kegiatan belajar yang berhenti. ”Kami konsepnya bukan libur, tapi bersekolah di rumah disisipi pembelajaran mengenai virus korona,” imbuhnya.
Dia berharap semua peserta didik disiplin menjalankan aktivitas belajar tanpa tenaga pengajar. Sistem ini pun diminta dilakukan pula oleh perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat. Ridwan mengapresiasi kepala daerah di Jabar yang responsif memberlakukan langkah itu lebih dulu. Misalnya, di Kota Depok, Bekasi, dan Kota Bandung.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Cucu Saputra Kota Bandung mengingatkan orang tua siswa agar memperhatikan pola pendidikan anaknya selama masa pembelajaran di rumah.
”Ini kan istilahnya bukan libur, tapi belajar dari jauh di rumah. Artinya, tetap ada proses pembelajaran di rumah yang dibimbing orang tua,” ujar Cucu.
Secara teknis, kata dia, pembelajaran di rumah itu membutuhkan koneksi internet. Guru akan memberikan soal-soal untuk latihan bagi siswa melalui aplikasi WhatsApp. ”Jadi, diupayakan orang tua bisa mengakses internet sehingga tidak ketinggalan informasi. Kalau sampai ada yang tidak bisa mengakses, diharapkan untuk mencari informasi ke taman-taman terdekat,” papar Cucu.
Meski semua siswa diliburkan, guru tetap ke sekolah untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan belajar di rumah. ”Setelah 14 hari tentu akan kami melakukan evaluasi,” katanya.
Cucu berharap hal itu tidak berkepanjangan. Sebab, pada April mendatang ada dua ujian yang harus dilaksanakan. Yaitu, 13 April untuk ujian nasional tingkat SD dan 20 April untuk ujian Nasional SMP.
Sementara itu Presiden Joko Widodo kemarin di Istana Bogor menyatakan telah memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dan kementerian terkait untuk meningkatkan penanganan Covid-19.
“Pemerintah telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang diketuai oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Doni Monardo. Gugus tugas ini telah bekerja secara efektif dengan mensinergikan kekuatan nasional, baik di pusat maupun di daerah,” ujarnya.
Pemda diminta terlibat. Misalnya dengan membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa. Bagi sebagian ASN, bisa bekerja di rumah dengan menggunakan interaksi online. Kebijakan ini jangan sampai mengganggu pelayanan masyarakat. Untuk pengobatan infeksi Covid-19, RS daerah harus terlibat penuh. Kerja sama dengan RS swasta pun diperlukan.
“Saya sudah perintahkan untuk memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk digunakan secara efektif dan efisien,” ujarnya.
Jokowi mengakui, Covid-19 memperlambat ekonomi dunia secara masif. Termasuk terhadap perekonomian Indonesia. “Pemerintah telah memberikan insentif kebijakan ekonomi untuk menjaga agar dunia usaha tetap berjalan. Saya minta kepada kepala daerah untuk mendukung kebijakan ini dan melakukan kebijakan yang memadai di daerah,” kata Jokowi.(jpg)