Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 10362

PHRI Minta Pemko Jemput Bola terkait Kejelasan Aturan Penghapusan Pajak Hotel dan Restoran

0

batampos.co.id – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam mendesak Pemko Batam aktif menanyakan perihal kejelasan aturan penghapusan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) sebesar 10 persen.

Pasalnya, penerapan aturan itu diyakini dapat mendongkrak tingkat okupansi atau hunian hotel, yang jumlahnya terus menurun dari waktu ke waktu seiring merebaknya penyakit Covid-19.

Seperti diketahui, pemerintah pusat membuat kebijakan penghapusan PHR terhitung
sejak awal Maret 2020 untuk beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Batam.

Tujuan penghapusan itu tak lain untuk tetap menjaga iklim pariwisata di wilayah tersebut tetap tumbuh.

”Sampai sekarang belum ada petunjuk teknisnya. Harusnya pemerintah daerah jemput
bola,” kata Ketua PHRI Batam, Muhammad Mansur, Selasa (10/3/2020).

Ia menyebutkan, hal ini perlu dilakukan agar tidak ada kesalahpahaman antara pelanggan, hotel dan restoran, termasuk juga pemerintah daerah, lantaran pemerintah pusat telah menyebut aturan pembebesan pajak itu berlaku mulai awal Maret lalu.

”Takutnya, pelanggan nanti komplain (mengira bebas pajak telah berlaku). Sekarang kan belum, petunjuk teknisnya belum ada,” papar dia.

Ia menyebutkan, pihaknya mendukung rencana pembebasan PHR selama enam bulan  tersebut, yang menurutnya akan meberi stimulus bagi perkembangan dunia usaha
pariwisata, khususnya hotel dan restoran.

Mengingat, okupansi hotel turun drastis sejak wabah penyakit yang disebabkan virus corona itu menyerang sejak awal tahun lalu.

”Sekarang okupansi hotel rendah sekali, rata-rata 30 persen. Sangat turun. Padahal
biasanya weekday (hari biasa) 60 persen dan weekend (akhir pekan) sampai 90 persen,” terangnya.

Ia bahkan mencontohkan, kasus tutupnya hotel di Batam. Hal ini, kata dia, adalah bukti sektor pariwisata sedang tidak sehat, apalagi kini diterpa isu virus corona.

Pengunjung salah satu hotel di Kalimantan Timur memilih menu makanan halal, beberapa waktu lalu. Foto: Anggi Praditha/Kaltim Post/ jpg

”Berat sekarang, kenyataannya begitu. Salah satu contoh, Formosa Hotel, kalau tidak ada masalah, tak mungkin cabut bosnya kabur, red),” ujarnya.

Selain berharap insentif dari pemerintah, ia juga meminta semua pihak agar bahu membahu menjaga Batam.

Termasuk, membatasi informasi tidak jelas seputar virus corona.

”Sampaikan Batam ini aman, tak ada yang terjangkiti corona. Sejauh ini kan tidak ada  yang positif,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Batam, Udin P Sihaloho, mendorong Pemko  Batam lebih proaktif lagi untuk mempertanyakan petunjuk teknis (juknis) pemberlakukan
penghapusan pajak hotel dan restoran dari pemerintah pusat.

”Kita tidak bisa menilai pemerintah pusat itu lamban. Kadang daerah itu juga yang
perlu proaktif,” ujar Udin, saat ditemui di DPRD Batam, Selasa (10/3/2020).

Ia menilai, sejauh ini perhatian pemerintah pusat ke Kepri sudah sangat baik selama ini. Salah satu contohnya pemilihan lokasi observasi pada masyarakat yang dari Wuhan, dibawa ke Natuna.

Sebab, sebetulnya masih banyak daerah lain yang bisa dijadikan lokasi observasi.

”Ini rencananya minggu depan, kita akan coba berkoordinasi dengan mereka untuk mendorong bagaimana sebenarnya juknis yang dilakukan untuk daerah yang mendapatkan bantuan hibah tersebut,” tuturnya.

Dalam koordinasi itu juga, kata Udin, aturan penghapusan pajak hotel dan restoran itu nantinya juga harus diketahui oleh DPRD Batam.

Termasuk, dengan bantuan sebesar Rp 3,3 triliun kepada 10 daerah destinasi wisata, termasuk Batam, yang nanti nya akan diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

”10 daerah destinasi wisata yang tadinya diharapkan berjalan dengan normal. Tapi adanya wabah virus corona ini, dipandang perlu untuk mendapatkan bantuan dari pusat ke daerah,” jelasnya.

“Dan salah satu yang masuk itu Batam. Ini memang sangat terasa. Metodenya seperti apa pemberian dari anggaran tersebut, apakah pusat itu akan memberi bantuan fisik atau bagaimana,” jelas anggota dewan dari Fraksi PDI Pejuangan itu.

Sementara, terkait rencana Pemko Batam yang sudah menyiapkan draf Perwako mengenai aturan itu, Udin menilai hal itu tidak bisa dilakukan karena juknis dari pusat belum turun ke daerah.

Sebab, ia tidak mau nantinya juknis dari pusat dan isi Perwako bertolak belakang karena harus mengikuti juknis yang disampaikan pemerintah pusat.

”Salah satunya adalah, bagaimana mereka menggelontorkan dana ini tadi,” jelasnya.

“Itu yang perlu dulu dan pastinya dalam penggunaan anggaran itu juga akan mendapatkan sorotan khusus,” kata dia lagi.

Jangan sampai lanjutnya, anggaran yang digelontorkan itu melenceng ke tujuan yang lain.(iza/gie)

WN Malaysia Selundupkan 1 Kg Sabu, Diciduk di Batam

0

batampos.co.id – Satresnarkoba Polres Bintan menyita 1 kilogram (Kg) narkotika jenis sabu dari MH, 30, seorang kurir asal warga negara (WN) Malaysia di daerah Pasar Baru, Tanjunguban, Bintan Utara, Rabu (4/3) sekitar pukul 05.00 WIB.

Selain itu, dua kurir yakni seorang warga Malaysia MKK, 25 dan LM, 43, warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) diamankan di Batam.

Kapolres Bintan, AKBP Bambang Sugihartono mengatakan, penangkapan bermula dari informasi adanya WN Malaysia yang membawa 1 Kg sabu di daerah Pasar Baru, Tanjunguban, Bintan Utara. Mendapati informasi tersebut, anggota Satresnarkoba menindaklanjuti dengan menangkap MH di daerah Pasar Baru, Tanjunguban.

“MH sedang berjalan-jalan di daerah Pasar Baru. Saat digeledah, sabu disembunyikan di bagian belakang tas ransel yang sudah dijahit,” kata Bambang di Mapolres Bintan, Bintan Buyu, dikutip Rabu (11/3).

Dari pengakuannya, untuk membawa 1 kg sabu, pelaku dijanjikan upah sekitar 5.000 ringit. ”
“Rencananya MH akan menyerahkan sabu itu ke temannya MKK, juga warga negara Malaysia di Batam,” kata Bambang.

Dari informasi itu, Satresnarkoba mengamankan MKK di Hotel Golden Get Batam pada Rabu (4/3) sekitar pukul 11.00 WIB.

“MKK dijanjikan upah sekitar 6.000 ringgit,” kata Bambang.

Setelah ditindaklanjuti, anggota Satresnarkoba kembali mengamankan LM, warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) di New Hotel Batam sekitar pukul 13.00 WIB. LM kata Bambang, dijanjikan upah Rp 5 juta per ons dengan uang muka yang sudah diterima sekitar Rp 10 juta.

“Sabu dari Malaysia ini rencananya akan diedarkan di Lombok,” jelas Bambang.

“Kalau dari pengakuan mereka sudah dua kali meloloskan sabu. Namun yang ketiga berhasil kita gagalkan,” ungkapnya.

Dikatakan Bambang, pihaknya masih mengembangkan kasus jaringan narkoba international ini. “Kita masih mencari tahu dari jalur mana sabu ini masuk ke Bintan,” kata Bambang.

Akibat perbuatan melanggar hukum, ketiganya disanksi Pasal 114 ayat 2, 112 ayat 2, 113 ayat 2 juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup.(jpg)

Dua Hal Penting untuk Mengatasi Krisis Air

0

batampos.co.idHead of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan setidaknya ada dua hal penting yang harus menjadi perhatian untuk mengatasi krisis air ini agar tidak berlangsung di masa depan.

Yakni:

  1. Menjaga Daerah Tangkapan Air (DTA) di dam-dam yang telah ada.
  2. Menambah cadangan sumber air baku baru.

“ATB sudah melakukan kewajibannya secara maksimal. Bahkan melebihi yang diwajibkan. Namun, apa yang kami lakukan tidak akan berguna bila kita tak menjaga sumber-sumber air baku di Batam,” ujar Maria.

Saat ini, kebutuhan air bersih di Kota Batam dipenuhi melalui lima dam milik pemerintah.

Di antaranya Dam Duriangkang, Mukakuning, Seiharapan, Seiladi, dan Nongsa. Dam Duri-
angkang menopang 80 persen kebutuhan masyarakat Kota Batam atau setara 228.900 pelanggan.

Air di dam itu kini telah menyusut hingga level minus 3,14 meter di bawah bangunan pelimpah.

Jika air menyentuh level minus 3,4 meter di bawah pelimpah, maka IPA Tanjungpiayu dan pompa intake yang menyalurkan air dari Dam Duriangkang ke IPA Mukakuning akan berhenti beroperasi.

Sementara bila air telah menyentuh level minus 5,0 meter, maka seluruh IPA Duriangkang
dengan kapasitas 2.200 liter juga akan berhenti beroperasi.

Kondisi Dam Mukakuning. Foto: batampos.co.id/Dalil Harahap

Pada akhirnya, akan ada 228.900 sambungan pelanggan yang tak akan mendapat pelayanan air bersih.

Perlu diketahui, saat ini level air di dam konsisten mengalami penurunan sebesar
2 cm per hari. Kondisi Dam Duriangkang saat ini merupakan yang terburuk sejak waduk tersebut beroperasi.

Batam semakin dekat dengan ancaman krisis air baku. Batam sebenarnya pernah
melewati krisis air. Tepatnya saat El Nino menerpa Batam tahun 2015 silam.

Saat itu, Dam Nongsa mengalami penyusutan paling kritis dan disusul oleh Dam Seiharapan.

El Nino memperpanjang masa kemarau tahunan yang terus dialami Kota Batam di awal tahun.

Namun, krisis itu mampu dilewati dengan berbagai skema penggiliran. Dampak bisa diminimalisir, karena Dam Duriangkang sebagai penyuplai air terbesar di Kota Batam masih bisa diandalkan untuk mengantisipasi hal terburuk.

Kini, dam yang menjadi andalan Kota Batam itu terancam kering. ATB telah memberikan
masukan kepada pemerintah sejak 2015, agar segera mengambil langkah antisipatif guna meminimalisir potensi krisis.

“Kami sudah melihat bahwa kita akan mengalami potensi krisis air sejak 5 tahun lalu.
Kami juga telah memberikan masukan. Sayangnya, belum ada langkah strategis yang  dilakukan untuk menjaga ketersediaan air baku,” jelas Maria.

ATB sendiri tidak memiliki kewenangan di dam dan Daerah Tangkapan Air (DTA). Karena kedua wilayah tersebut adalah milik pemerintah.

Berdasarkan data ATB, beberapa dam lain juga mengalami penyusutan. Dam Mukakuning minus 2,08 cm. Dam Seiladi minus 2,26 cm. Dam Seiharapan minus 1,65 cm, dan Dam Nongsa minus 0,71 cm.

Sedangkan dari kalangan pengusaha mendorong agar BP Batam, ATB, Pemko Batam segera melakukan langkah cepat untuk mengatasi krisis ini.

“Terkait hal ini kita sarankan agar BP Batam, Pemko Batam, dan pihak ATB melakukan koordinasi secara intensif untuk mencari langkah penanganan alternatif supaya Batam tidak mengalami krisis air,” kata Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, kemarin.

Di tempat terpisah, anggota Komisi III DPRD Batam, Amintas Tambunan, meminta ATB terus memberikan suplai air bersih kepada msyarakat meski akan diberlakukan rationing atau penggiliran dengan pola 5 hari air hidup, dan dua hari mati.

Suplai air itu bisa dilakukan ATB dengan menyediakan mobil tangki ke permukiman warga.

“Karena tidak semua masyarakat mampu membeli tandon air. Paling tidak tangki ATB harus standby-kan di permukiman warga. Jangan sampai nanti, masyarakat mengeluh soal air. Apalagi, ini musim kemarau panjang,” ujarnya, kemarin.(leo/gie)

Pengawasan Berlapis, Batam Masih Bebas Virus Corona

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi menegaskan sampai saat ini Batam masih bebas dari virus corona atau Covid-19. Bahkan, Rudi menyebutkan, sejak awal pihaknya telah melakukan pengawasan berlapis baik di pelabuhan maupun bandara.

“Memang beberapa waktu lalu Batam diisukan diserang corona. Tapi saya tegaskan tidak, Batam masih aman,” imbuhnya.

Rudi mengatakan, pemerintah tidak tinggal diam dan akan terus melakukan upaya pencegahan. Namun, ia juga mengimbau agar masyarakat ikut andil dengan menjaga kebersihan dan kesehatan diri.

“Presiden juga telah memerintahkan pembangunan rumah sakit penyakit menular di Galang (eks Camp Vietnam, red). Saya sepakat. Dengan adanya rumah sakit ini, tentu punya peralatan lengkap, penanganannya akan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, rencana pemeriksaan sampel virus corona di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BT-KLPP) Kelas I Batam di Sei-binti, Sagulung, belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. BT KLPP sendiri masih menunggu instruksi dan arahan dari Kemeterian Kesehatan (Kemenkes) RI. Termasuk menunggu pemenuhan sejumlah dokumen.

“Masih dipelajari sama pusat. Kalau sudah lengkap semua, tentu segera akan masuk (diperiksa) di BTKLPP,” kata Kepala BTKLPP Batam, Slamet Mulsiswanto, kemarin.(jpg)

BP Batam Belum Punya Solusi Cepat Atasi Krisis Air

0

batampos.co.id – Dam Duriangkang, sumber utama air bersih di Kota Batam, terancam
mengering. Hingga kemarin, penyusutan di dam yang menyuplai 80 persen kebutuhan air di Batam itu sudah mencapai minus 3,14 meter.

Semakin mendekati angka minus 3,4 meter, titik di mana dam harus berhenti beroperasi.

Pantauan Batam Pos, penyusutan air terlihat dengan jelas di sepanjang pinggiran dam. Permukaan bangunan pelimpah yang merupakan batas maksimal atau ideal volume air sudah jauh dari atas permukaan air.

Bebatuan di pinggir dam juga semakin terlihat dengan jelas. Lingkungan sekitar dam juga tampak kering dan tandus.

Cuaca panas yang berkepanjangan menjadi pemicu berkurangnya volume air di lokasi dam tersebut. Ditambah kerusakan hutan di sekeliling dam yang makin parah.

Pengelola air bersih di Kota Batam, PT Adhya Tirta Batam (ATB), menyebut air dalam dam
ini tak bisa bertahan lama, jika tidak turun hujan.

Jika mencapai minus 3,4 meter, maka butuh curah hujan tinggi untuk mengisi dam ini menjadi normal lagi.

Sementara saat ini kemarau panjang belum tahu kapan berakhir.

Kondisi dam Duriangkang yang terus menyusut. Foto:batampos.co.id/Dalil Harahap

“Solusi terbaik ya koneksi dengan Dam Tembesi. Kalau tetap bertahan (dengan Dam
Duriangkang) repot kita nanti,” ujar salah satu petugas di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang, Selasa (10/3/2020).

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, lelang interkoneksi Dam Tembesi menuju Dam Mukakuning tidak bisa dipercepat.

Meski situasinya mendesak karena sudah mendekati bulan Ramadan, BP Batam tetap akan menjalankan lelang tersebut sesuai roadmap mereka.

“Tidak bisa (dipercepat), karena proses lelang ini panjang. Anggaran ada, tapi detail engineering design (DED) juga diselesaikan dulu. Baru setelah itu masuk lelang fisik,” katanya, di Batuampar, Selasa (10/3/2020).

Mengenai solusi lainnya yakni hujan buatan, Rudi pesimistis.

“Buat hujan lihat awan juga. Kata ahlinya harus ada awan mengandung air. Kalau
tak ada tanda-tanda awan mengandung air ya tak akan bisa,” ucapnya lagi.

Risiko lainnya yakni kecepatan angin juga membuat Rudi agak sedikit khawatir.

“Risiko, mau buat hujan buatan, malah angin datang jadinya hujan di Singapura,” ucap Rudi sambil tertawa.

Meskipun begitu, Rudi yakin hujan akan turun di pengujung Maret hingga awal April.

“Semua jalan kita usahakan, mana tahu hujan turun di akhir Maret dan April nanti,” tuturnya.

Usaha lainnya yang dilakukan BP Batam adalah membabat eceng gondok di Dam Duriangkang.

Namun, jika ini dilakukan saat kemarau seperti ini, justru mempercepat keringnya dam tersebut. Sebab laju evaporasi (penguapan) semakin cepat.

Seperti diketahui, luas eceng gondok di Dam Duriangkang saat ini sudah mencapai 180  hektare.

Meski diklaim menyebabkan penurunan kualitas air dan bangkainya menjadi material sedimen yang bisa menyebabkan pendangkalan, namun dalam kondisi kemarau justru bisa mencegah laju evaporasi.

“Di satu sisi, tetap jalan tahapan lelang interkoneksi. Kita juga terus berdoa lewat salat,
penyambungan tetap jalan, eceng gondok juga jalan, penggalian dam juga jalan,” jelasnya.

“Sedangkan hujan buatan nanti akan izin ke Pekanbaru yang punya. Dan bagi masyarakat, mari berhemat demi kita semua,” katanya lagi.

Di tempat yang sama, Deputi IV BP Batam, Shahril Japarin, mengatakan, hujan buatan masuk dalam kajian feasibility study (FS).

“Hujan buatan ini butuh studi kelayakan selama seminggu,” jelasnya. Biayanya sebesar Rp 100 juta untuk kajian tersebut.

“Hujan buatan tergantung awan. Kalau tak ada ya tak bisa. Sedangkan biayanya Rp 100 juta untuk FS. Kalau untuk prosesnya ya tak semahal itu, kan bahan-bahannya seperti garam kan dibawa pesawat baru ditaburkan,” jelasnya.(leo/gie)

Kirim Durian, Isinya Sabu

0

batampos.co.id – Berbagai akal bulus dilakukan para penyelundup narkoba. Pada Senin (9/3/2020) lalu, Tim KP Baladewa–8002 Korpolairud Baharkam Polri mengamankan 1 unit Kapal penumpang bermuatan buah di Pelabuhan Tanjunguma.

Dari dalam kapal ini, polisi mengamankan narkoba jenis sabu di antara durian yang akan dirim menuju ke Riau tersebut.

Informasi yang didapatkan, kapal penumpang dengan lambung Ocean 4 tersebut, tengah memuat buah durian.

Kemudian, sabu seberat 5 gram tersebut diselipkan di antara buah durian itu.

”Sekarang kami masih koordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda Kepri. Sekarang masih gelar perkembangan,” ujar Kapten KP Baladewa, Kompol Novian Aris.

Novian menambahkan, pengamanan dan penggeledahan kapal itu dilakukan karena kecurigaan petugas.

Dimana, Tim KP Baladewa tengah melakukan tugas di perairan wilayah Kepri.

”Perkambangan lebih lanjut nanti kami kabari,” katanya.

Terkait pengungkapan kasus ini, juga dibenarkan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Mudji Supriadi.

”Itu kasus limpahan, tangkapan dari Kapal Baladewa (Baharkam Mabes Polri),” katanya,  Selasa (10/3/2020).

Ia mengatakan, pihaknya sudah memeriksa beberapa orang terkait kasus ini. Penyelundu-
pan sabu dengan modus pengiriman durian ini terungkap, setelah jajaran polisi di Kapal Baladewa mendapatkan informasi dari masyarakat.

”Jadi begitu kapal tujuan Riau ini akan jalan, polisi menghentikan dan melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan ternyata benar, memang ada narkoba jenis sabu seberat 5 gram. Sabu
tersebut diselipkan di antara buah durian.

”Langsung diamankan dan para ABK kapal tujuan Riau ini juga telah diminta keterangan,” ujarnya.

Dari penuturan para ABK kapal, sejak awal mereka memang sudah curiga dengan  seseorang yang menitipkan durian ke Riau.

”Tapi karena biasa ada yang menitip itu, ABK kapal itu dikasih uang Rp 50 ribu untuk biaya penitipan. Si penitip ini mengatakan akan ada yang mengambil barang tersebut di Riau,” ucap Mudji.

Atas keterangan para ABK ini, Mudji mengaku polisi masih menelusuri orang yang menitipkan durian dan menerimanya nanti di Riau.

Mudji menduga, sabu ini, hanya untuk pemakaian pribadi.

”Indikasi untuk pemakaian (pribadi) di sana. Tapi diordernya ke Batam,” ujarnya.(opi/ska)

Tiga Nama Beken Masuk Radar Golkar untuk Pilgub Kepri

0

batampos.co.id – Tiga nama beken masuk dalam radar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) untuk diusung bertarung di gelanggang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkda) Gubenur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri pada 23 September 2020 mendatang. Ketiga nama tersebut adalah Gubernur Kepri pertama Ismeth Abdullah, Mantan Ketua DPD I Golkar Kepri, Ansar Ahmad, dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto.

”Sejauh ini DPP Golkar tengah mempertimbangkan tiga nama, yakni Ismeth Abdullah, Ansar Ahmad, dan Isdianto. Namun siapa yang paling berpeluang, parameternya tetap pada hasil survei,” ujar salah satu petinggi DPP Golkar, Senin (9/3) malam lalu di Jakarta.

Dijelaskannya, baik Ismeth Abdullah maupun Ansar Ahmad adalah nama-nama yang punya koneksi yang baik dengan DPP Partai Golkar. Sedangkan nama Isdianto turut dipertimbangkan, karena menjabat sebagai Plt Gubernur Kepri saat ini.

Lebih lanjut katanya, koalisi ditingkat nasional untuk persiapan 2024 mendatang, akan turut mempengaruhi konstruksi koaliasi didaerah dalam menghadapi Pilkada serentak nantinya. Disebutkannya juga, selain tiga nama tersebut, ada satu nama lainnya yang juga sudah bergerilya ditingkat DPP Golkar, yakni atas nama Huzrin Hood.

”Kandidat yang berdasarkan hasil survei berada pada posisi teratas, itu yang paling berpeluang diusung oleh Partai Golkar tentunya di Pilkada Kepri nantinya. Kami optimis Golkar Kepri akan mendapatkan hasil yang baik pada Pilkada nanti,” tutup pria yang enggan namanya dikorankan tersebut.

Terpisah, Plt Gubernur Kepri Isdianto mengklaim sudah mendapatkan perahu politik untuk mengantarkannya bertarung pada Pilkada Kepri men-
datang. Ditegaskannya, parpol tersebut yang jelas bukan PDI Perjuangan. Namun ia mengaku tidak ingin terburu-buru dalam mendeklarasikan dirinya, bersama bakal calon pasangan yang akan mendampinginya nanti.

“Deklarasi pasti akan kita lakukan, aku inikan lebih kurang seperti ayah (Alm HM Sani, red) yang tidak tergesa-gesa dalam memutuskan suatu hal,” ujar Isdianto menjawab pertanyaan media, Selasa (10/3) di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Isdianto juga melakukan komunikasi politik bersama sejumlah partai politik (Parpol) di Kepri yang akan mendukungnya. Bahkan pihaknya juga telah meminta dukungan dan mendapatkan respon dari Ketua Umum DPP Partai NasDem. ”Ya bagaimana pun memang sudah waktunya kita jalin komunikasi politik dengan partai politik,” jelasnya. (jpg/*)

Cara Mengisi Sensus Penduduk Online

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Rahayuddin, mengatakan sensus penduduk online dilakukan sejak 15 Februari hingga 31 Maret 2020.

Masyarakat bisa mendaftarkan melalui laman sensus.bps.go.id untuk melakukan login. Bisa menggunakan desktop atau smartphone.

”Cukup mudah, waktunya (mengisi) gak sampai 10 menit (untuk tiap anggota keluarga),” kata Rahayuddin.

Sebelum mengakses situs tersebut terlebih dulu mempersiapkan sejumlah dokumen, yaitu kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP), buku nikah/dokumen cerai/surat keterangan kematian.

Saat mengisi sensus penduduk online, jangan lupa memastikan Nomor Induk Kependu-
dukan (NIK), dan nomor KK telah tercatat di database untuk SPO.

BPS Kota Batam menargetkan sebanyak 20 persen dari total jumlah penduduk Batam sekitar 1,3 juta jiwa mengikuti sensus penduduk 2020 secara online.

Dari target yang ditetapkan, saat ini masih tergolong rendah yang ikut serta sensus penduduk online.

”Baru 2,5 persen atau sekitar 6.600 orang dari target 20 persen. Kita masih siapkan terobosan sehingga target 20 persen sensus penduduk online tercapai,” kata Rahayuddin.

Masih rendahnya antusias masyarakat untuk mengikuti sensus penduduk daring ini tak lepas dari faktor kebiasaan.

Apalagi sensus online ini baru kali pertama dilakukan tahun ini. Namun begitu, pihaknya aktif untuk menyosialisasikannya.

”Kita juga minta tolong pak RT, RW, dan lurah untuk membantu kami mensosialisasikan kepada masyarakat,” jelasnya.

“Termasuk turun kemana-mana, ikut musrenbang, ibu-ibu PKK, mal, kampus, dan sekolah-sekolah semua kami datangi,” akunya.

Hal ini, lanjutnya, terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melakukan sensus.

Terlihat dari data yang masuk ke BPS, bila biasanya hanya 100 sampai 200 orang yang melakukan sensus, kini naik menjadi rata-rata 600 orang setiap harinya.

Ia berharap pelaksanaan sensus penduduk dilakukan berkelompok. Hal ini ditujukan agar memudahkan masyarakat dan sekaligus mengajarkan masyarakat yang belum memahami cara melakukan sensus penduduk.

”Kalau berkelompok kan gampang. Kalau ada satu ada yang berhasil dia bisa membantu yang lain. Ketika jaringan sibuk atau gagal jangan berhenti dan coba lagi,” jelasnya.

“Bisa jadi itu karena jaringan server waktu itu sibuk,” tambah dia.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh pegawai
dan juga mengajak seluruh warga Batam untuk berpartisipasi aktif dalam sensus penduduk nasional ini.

Karena hasil dari sensus tersebut penting untuk menentukan arah kebijakan pemerintah
ke depannya.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat agar membantu pemerintah Indonesia. Mari
mengisi data penduduk dengan benar. Sensus ini penting karena kebenaran informasi yang diberikan akan menentukan wajah Indonesia ke depan,”
tuturnya.(rng)

Gugat Pelantikan Pimpinan KPK Nurul Ghufron ke PTUN

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati langkah Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi yang berencana mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) soal Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 129/P Tahun 2019 Tentang Pengangkatan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebab pelantikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

Ghufron berencana digugat karena dipandang belum cukup usia untuk dilantik sebagai pimpinan KPK. Dalam UU KPK hasil revisi mewajibkan batasan umur pimpinan KPK minimal 50 tahun dan maksimal 65 tahun. Sementara, Ghufron pada September tahun ini baru akan genap berusia 46 tahun.

“KPK menghormati langkah hukum oleh siapapun terkait dengan rencana gugatan ke PTUN tersebut, sepanjang memang memiliki legal standing itu ya dari pemohon tentunya,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).

Ali menyampaikan, proses terpilihnya Nurul Ghufron telah melalui mekanisme yang selumnya diatur dalam UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK atau UU KPK lama. Ghufron lolos dalam tahap panitia seleksi hingga dilakukannya fit and proper test di Komisi III DPR RI.

“Tentunya telah memenuhi syarat berdasarkan Undang-Undang KPK yang lama saat itu Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002. Karena kita tahu pendaftaran itu dimulai sekitar tanggal 17 Juni 2019,” beber Ali.

Oleh karena itu, Ali menegaskan terpilihnya Ghufron sebagai Wakil Ketua KPK telah sesuai UU 30/2002 tentang KPK. Sebab berlakunya UU KPK hasil revisi setelah proses pemilihan pimpinan KPK jilid V berlangsung.

“Kita tahu kemudian tanggal 17 Oktober 2019 terbit Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 sebagai pengganti dari Undang-Undang KPK yang lama, tentunya tidak berlaku surut,” tegas Ghufron.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dalam waktu dekat akan melayangkan gugatan ke PTUN terkait Keppres tersebut. Gugatan itu berencana di layangkan pada pekan depan.

“Mungkin pekan depan kita akan melayangkan gugatan terhadap pelantikan Nurul Ghufron ke PTUN,” ujar perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Kurnia Ramadhana di Jakarta pada Senin (9/3).

Pengangkatan Nurul Ghufron sebagai pimpinan KPK dilakukan berdasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 129/P Tahun 2019 Tentang Pengangkatan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Keppres tersebut bertentangan dengan UU KPK baru hasil revisi.

Menurutnya, Ghufron seharusnya tidak bisa dilantik sebagai pimpinan KPK, karena dalam Pasal 29 Huruf (e) UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, disebutkan minimal umur pimpinan KPK adalah minimal 50 tahun, sedangkan umur Nurul Gufron saat dilantik baru 45 tahun.(jpg)

Warga Batam, Jangan Gunakan Drum Bekas Bahan Kimia Ya

0

batampos.co.id – Jelang penggiliran pasokan air atau rationing oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB), membuat warga berbondong-bondong membeli wadah penampungan air, seperti drum.

Namun, tidak sedikit warga yang membeli drum bekas, yang sebelumnya digunakan untuk wadah bahan kimia.

Alasannya, karena harganya lebih murah dari drum baru. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, dari segi ekonomi, drum bekas harganya lebih murah.

Tetapi dari sisi kesehatan, penggunaan drum bekas wadah bahan kimia, cukup membahayakan kesehatan.

”Kalau untuk menampung air yang akan dikonsumsi, sebaiknya jangan. Karena ada dampak buruk bagi kesehatan,” kata Didi, Selasa (10/3/2020).

Richard Purba, penjual drum bekas di Ruli Kampung Air, Batam Kota, membersihkan drum-drum bekas, Selasa (10/3). Terjadi peningkatan permintaan drum bekas jelang rencana penggiliran suplai air bersih oleh ATB. Foto: batampos.co.id/Iman Wachyudi

Ia menyebutkan, dampak jangka pendek bisa menyerang lambung. Itu terjadi jika drum
tersebut sudah dibersihkan, namun masih ada kandungan bahan kimianya.

Sebab, untuk membersihkan bahan kimia dari wadahnya cukup sulit.

”Saya kurang paham juga teknisnya. Apakah dengan dicuci pakai deterjen saja sudah cukup atau seperti apa. Tapi, sebaiknya tidak digunakan,” jelasnya.

Penggunaan dalam jangka panjang, bisa saja menyebabkan kanker dan penyakit berbahaya lainnya.

Sekali lagi, itu jika kandungan bahan kimia masih ada di wadahnya dan air yang ditampung untuk dikonsumsi.

”Ini yang dikhawatirkan. Sebenarnya, wadah yang menampung bahan kimia ini harus dimusnahkan, terutama yang dinilai cukup bahaya,” katanya.

Tapi kata dia, pihaknya hanya bisa mengimbau, sebab itu tergantung dari perilaku masyarakatnya.

Mantan Dirut RSUP Bintan itu tetap menyarankan masyarakat untukmenggunakan fasilitas yang ramah bagi kesehatan.

Drum dengan kondisi baru dinilai lebih baik, meski harganya lebih mahal.(yui)