Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 10388

Pagi Ini, Panglima TNI dan Kapolri Cek Lokasi Pulau Galang Calon RS Khusus

0

Pembaca batampos.co.id, rencana Pak Presiden RI, Jokowi untuk membangun rumah sakit khusus benar benar diseriusi. Pagi ini, Rabu (4/3/2020) Panglima TNI dan kapolri dijadwalkan meninjau lokasi calon dibangunnya rumah sakit tersebut.

Info yang beredar selain mereka berdua dalam rombongan ada Menkes, Menteri PUPR, dan Ka.BNPB.

baca: Pemerintah akan Bangun RS Khusus di Pulau Galang

Dari jadwal yang beredar pukul 09.30 rombongan akan menuju ke Pulau galang.

Diperkirakan satu jam perjalanan.

Rombongan tak berlama – lama di sana. Selepas mencek lokasi mereka seger aterbang lagi kembali ke Jakarta (ptt)

 

 

Yuli Ditemukan Tergantung di Toilet

0

batampos.co.id – Warga Kompleks Orchid Point, Jodoh, dikejutkan dengan penemuan jasad yang tergantung di dalam kos-kosan Blok B, Selasa (3/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Jasad wanita bernama Yuli tersebut, ditemukan tergantung di dalam toilet menggunakan kain selendang.

Jasad Yuli pertama kali ditemukan penghuni kosan lainnya, Hariyanti. Saat itu, Yuli terlihat masuk ke dalam toilet, namun tak kunjung ke luar selama sekitar satu jam.

“Ada yang melapor kalau dia (Yuli) lama sekali di toilet. Pas mendorong pintu toiletnya, saya lihat dia sudah tergantung,” ujar Hariyanti di lokasi.

Hariyanti menjelaskan, sebelum ditemukan tergantung, Yuli sempat mengeluhkan sakit yang dideritanya. Bahkan, warga setempat berniat me-nguruskan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk pe-ngobatannya.

Polisi mengevakuasi jenazah Yuli yang ditemukan tergantung di kosannya di Jodoh, Selasa (3/3/2020).
foto: batampos.co.id / Yofi Yuhendri

“Baru tadi (kemarin) malam kami (penghuni kos) mau membawa dia berobat. Beberapa hari ini dia mengeluh sakit. Badannya sudah kurus, kulitnya menguning,” katanya.

Menurut Hariyanti, selama beberapa bulan ini, Yuli kerap mengurung diri di dalam kamar. Bahkan, suaminya meninggal di kosan tersebut akibat sakit.

“Sakit dia (Yuli) sama dengan suaminya. Suaminya sudah meninggal tujuh bulan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Batuampar, Kompol Reza Morandy Tarigan, mengatakan, saat ini jasad korban sudah dievakuasi anggota Identifikasi Polresta Barelang ke RS Bhayangkara.

“Untuk memastikan penyebab meninggalnya kita lakukan pemeriksaan. Motifnya masih kita selidiki, nanti di-sampaikan,” katanya. (opi)

Dijamin! Pasien Terpapar Virus Korona Ditanggung BPJS

0

batampos.co.id – BPJS Kesehatan menyampaikan bahwa pihaknya menjamin pelayanan pasien yang terpapar virus korona. Hal tersebut telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ MENKES/104/2020.

“Saat ini Menteri Kesehatan telah menetapkan bahwa Virus Covid-19 sebagai wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Tentu di luar penyakit atau pelayanan kesehatan akibat Virus Covid-19 dan kasus suspek Virus Covid-19, tetap dijamin BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf dalam keterangannya, Selasa (3/3).

Iqbal menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan terkait ketentuan yang ada dalam Kepmenkes tersebut. Peserta juga diimbau untuk tidak ragu mengontak Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) apabila memerlukan pelayanan kesehatan.

“Kami mengimbau khususnya FKTP untuk lebih memberikan perhatian khusus terhadap peserta JKN-KIS yang menunjukkan gejala-gejala yang terindikasi diagnosis penyakit akibat Virus Covid-19,” tuturnya.

Kemudian, FKTP juga diharapkan lebih proaktif untuk memantau kondisi kesehatan peserta JKN-KIS, mengingatkan serta memberikan edukasi terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat. “Hal tersebut merupakan salah satu komitmen FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Iqbal mengimbau masyakarat untuk terus menerapkan pola hidup bersih sehat sebagai bentuk kewaspadaan terhadap menularnya penyakit tersebut. “Membiasakan diri makan makanan sehat seperti buah dan sayuran, minum air putih, mencuci tangan sebelum makan, olah raga dan istirahat cukup saat ini penting dilakukan agar daya tahan tubuh kita kuat untuk menangkal ancaman virus dan penyakit. Selain itu, gunakan masker apabila memang sakit agar tidak menularkan ke orang lain,” tuturnya.(jpg)

Pemerintah akan Bangun RS Khusus di Pulau Galang

0

batampos.co.id – Nama Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepri kembali disebut.

Pulau ini terkenal sebab menjadi tempat pengungsi Vietnam.

Kali ini pemerintah ingin membangun rumah sakit khusus di sana.

Sewaktu menjadi kamp pengungsi Vietnam, di pulau ini berdiri rumah sakit PMI yang kini tinggal puing yang ditumbuhi belukar. Oleh pengelola di lokasi rumah sakit itu didirikan tiruan rumah sakit sebagai tanda saja.

Namun belum jelas benar apakah di kamp Vietnam itulah akan dibangun rumah sakit khusus ini. Yang disebut hanya Pulau Galang, tidak menunjuk titiknya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, “Mau dibikin di Pulau Galang di Batam. Karena transport itu lebih mudah. Kalau di Sebaru kalau malam itu ombak besar, itu susah,” kata Basuki di Istana, Selasa (3/3/2020).

Pulau Galang awalnya terpisah dari Pulau Batam. Oleh BJ Habibie dibangun jembatan dari pulau Batam hingga Pulau Galang. Dikenal sebagai Barelang, Batam, Rempang, Galang. Tiga pulau besar yang dilintasi 6 jembatan tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menuturkan, pemerintah tidak ingin hanya ada satu tempat untuk penanganan Virus Korona. Sehingga tidak hanya di Pulau Sebaru Kecil di Kepualuan Seribu yang dijadikan tempat penanganan virus yang berasal dari Wuhan itu.

“Kita memiliki Pulau Galang, sehingga ada pilihan-pilihan, tidak semua harus dibawa ke satu tempat di Pulau Sebaru,” katanya.

Jokowi juga mengaku, ingin ada kecepatan untuk menangani infeksi penyakit menular. Sehingga percepatan tempat di Pulau Galang bisa dilakukan perbaikan.

“Saya ingin ada fasilitas yang memang betul-betul siap setiap saat,” katanya. (*)

Polri Bakal Tindak Tegas Pembuat Hoax soal Korona

0

batampos.co.id – Polri tengah berupaya menciptakan situasi yang kondusif di tengah terjadinya kasus virus korona. Upaya penegakkan hukum akan dilakukan kepada oknum-oknum yang nekad membuat gaduh. Terutama yang menyebarkan berita bohong atau hoax di media sosial.

“Polisi harus meningkatkan upaya pencegahan dan penegakkan hukum terhadap hoax yang beredar,” kata Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (3/3).

Asep menuturkan, Direktorat Siber Bareskrim Polri rutin setiap hari melakukan patroli siber. Bagi pelaku yang terbukti menyebarkan hoax, maka akan dijerat pidana sesuai Undang-undang yang berlaku. “Kalau ditemukan adanya hoax kita tidak ragu menindak. Mengingat hoax berpengaruh negatif di masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Polri menghimbau kepada masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Masyarakat diminta tidak begitu saja percaya terhadap informasi yang diterima. Selain itu, dihimbau tidak mudah menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. “Ketenangan masyarakat saat ini dibutuhkan salah satunya dalam aspek pemberitaan. Jadi kita ikuti anjuran dari pemerintah,” tandas Asep.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan virus Korona sudah masuk ke Indonesia. Dua orang warga Negara Indonesia (WNI) positif terkena COVID-19. Mereka adalah ibu dan anak.

Dalam kasus itu, Presiden Jokowi mengklaim sejak awal pemerintah serius dan sangat ketat mengikuti protokol kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berkaitan dengan virus Korona. Bahkan pemerintah bekerja sama dengan perwakilan WHO di Jakarta. Ketika ada kasus itu di Wuhan, Hubei Tiongkok, pemerintah juga mempersiapkan mengevakuasi 238 WNI.

Kejadian awal dimulai dari informasi bahwa orang Jepang yang datang ke Indonesia terkena virus dan kemudian tinggal di Malaysia. Pria itu dicek positif virus Korona. Ternyata orang yang terkena virus Korona itu berhubungan dengan 2 orang, yakni ibu yang berusia 64 tahun dan putrinya dengan umur 31 tahun. Lalu dicek, ternyata mereka sakit.(jpg)

Kemensos Tambah Besaran Bantuan Pangan Nontunai

0

batampos.co.id – Kementerian Sosial (Kemensos) mengumumkan kenaikan sementara besaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kenaikan ini untuk merespon sekaligus antisipasi adanya dampak dari kejadian luar biasa (KLB) Korona di Indonesia.

Seperti diketahui besaran BPNT normalnya adalah Rp 150 ribu per bulan untuk setiap keluarga penerima manfaat (KPM). Untuk mengantisipasi potensi gejolak akibat KLB Korona, besaran itu dinaikkan Rp 50.000 sehingga menjadi Rp 200 ribu per bulan untuk setiap KPM. Penambahan besaran BPNT ini berlaku sejak Maret hingga enam bulan ke depan.

Mensos Juliari Batubara mengatakan pemerintah menyiapkan dana atau instrumen fiskal Rp 10 triliun untuk urusan Korona. “Kementerian Sosial dapat Rp 4,56 triliun,” katanya di Jakarta Selasa (3/3). Anggaran tersebut digunakan untuk penambahan besaran BPNT senilai Rp 50 ribu per bulan untuk setiap KPM.

Lebih lanjut Juliari menjelaskan BPNT periode 2020 secara reguler sudah dinaikkan. Dia mengatakan besaran BPNT yang dipatok Rp 150 ribu per bulan untuk setiap KPM itu sudah naik dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 110 ribu per bulan per KPM.

Juliari mengatakan tambahan besaran BPNT itu adalah crash program. Yaitu respon pemerintah untuk menjaga konsumsi dan kebutuhan gizi di lapisan ekonomi terbawah masyarakat Indonesia. “sehingga tidak terganggu perlambatan ekonomi,” tuturnya. Juliari mengatakan jika setelah enam bulan nanti situasi ekonomi kembali membaik, maka besaran BPNT kembali ke Rp 150 ribu per bulan untuk setiap KPM.

Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi Z.A. Dulung mengatakan kenaikan bantuan itu diperlukan agar KPM bisa meningkatkan gizi keluarga mereka. Selain itu, Program Sembako ditambahkan dengan komoditas bahan pangan yang mengandung karbohidrat. Seperti jagung, singkong, ubi, sagu serta umbi-umbian lainnya.

Lalu bahan pangan mengandung protein hewani seperti daging ayam, daging sapi, dan ikan. Kemudian bahan pangan dengan kandungan protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Tidak ketinggalan pula bahan makanan dengan vitamin mineral seperti sayuran dan buah-buahan. “Ini merupakan perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” jelasnya.(jpg)

ACT Segera Kirimkan Bantuan Kemanusiaan untuk Muslim India

0

Ratusan ton paket pangan dan kebutuhan medis siap diberikan Aksi Cepat Tanggap untuk korban kerusuhan di New Delhi. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin dalam konferensi pers bertajuk “Selamatkan Saudara Muslim di India” di Kantor Aksi Cepat Tanggap di Jakarta, Senin (2/3/2020).

“Kami sebagai lembaga kemanusiaan telah mengontak sejumlah lembaga kemanusiaan di India. Kami bisa melakukan bantuan kemanusiaan yang legal. Dalam pekan ini, setidaknya sampai 100 ton logistik pangan akan kami berikan untuk saudara-saudara kami di India,” kata Ahyudin. Ia mengatakan, 5.000 kepala keluarga kehilangan rumah akibat kerusuhan lalu. Sebagian dari mereka pun mengungsi.

Ahyudin menyampaikan, bantuan yang diberikan ACT sesuai dengan peran ACT sebagai lembaga kemanusiaan. Bantuan sering kali dipilih ACT sebagai bantuan utama karena menurutnya pangan menjadi hal utama yang dibutuhkan para korban bencana, baik bencana sosial maupun bencana alam. Selain bantuan pangan, bantuan medis, dan bantuan pemulihan masjid menjadi ikhtiar yang juga dapat dilakukan.

Kerusuhan di India melukai warga dunia sebagai sesama manusia. Sebagai bagian dari warga dunia, ACT mengajak masyarakat menunjukkan keagungan moral, tidak perlu melawan kebencian dengan kebencian, namun menyebarkan kasih sayang.

“Kami prihatin, mengutuk keras dan berusaha menghentikan dengan cara yang maruf, dengan cara yang baik,” kata Ahyudin.

Ia pun berharap bangsa lain bisa belajar soal toleransi seperti Indonesia.

Senada dengan itu, Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar mengatakan, sebagai anak bangsa, ACT mendorong umat Islam di dunia untuk mendukung muslim di India. Ia pun bersyukur, sejauh ini ulama-ulama telah bersuara, bahkan sejumlah masjid telah menggelar salat gaib.

“ACT hadir di sana ingin mengatakan bahwa merah putih hadir untuk memberikan keteladan hidup membangun kebersamaan. Kami kirimkan relawan untuk membawa bantuan, pangan, dan medis,” jelas Ibnu. Ia berharap dengan kearifan yang dilakukan bangsa Indonesia, dapat mengurangi intimidasi yang dilakukan terhadap umat Islam.

“Kami pun telah meminta masjid-masjid untuk mengumpulkan bantuan. Kami juga mengajak semua untuk mendoakan. Kami ingin umat Islam Indonesia sampai ke India untuk memberikan keteladan,” tegas Ibnu.

Dewan Pembina ACT Syuhelmaidi Syukur mengatakan, sebagai lembaga kemanusiaan ACT memiliki program Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam (SKDI) yang memfokuskan pada isu-isu kemanusiaan global.

“Kita tidak boleh tinggal diam. Kejadian yang ada di India memang harus kita respons sebagai bentuk kepedulian kita. Sejauh ini, banyak pihak yang akan membantu kita dalam memberikan bantuan,” kata Syuhelmaidi.

ACT telah memiliki nama data korban meninggal dunia akibat kerusuhan pekan lalu. Begitu pula dengan pemetaan konflik yang terjadi dan apa yang dibutuhkan masyarakat terdampak konflik saat ini.

“Saat ini mereka hanya bergantung pada bantuan yang bisa kita berikan. Mereka tidak punya tempat tinggal dan bergantung pada dukungan pangan. Bantuan yang akan kita berikan pertama kali itu bantuan pokok dan perlengkapan kesehatan,” kata Sucita dari Tim Global Humanity Response – ACT.

Bantuan itu, menurut Sucita, amat diperlukan bagi ibu dan anak yang saat mengungsi tidak membawa perlengkapan apapun.[]

Timbun Masker, Bakal Dipenjara 5 Tahun dan Didenda Rp 50 Miliar

0

batampos.co.id – Dampak masuknya virus Korona di Indonesia membuat harga masker melonjak drastis. Bahkan di pasar Pramuka, Jakarta Timur untuk masker N95 sudah mencapai Rp 1,5 juta per boks. Hal ini tentu sangat memberatkan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Fenomena ini turut menyedot perhatian Polri. Polisi akhirnya mulai turun tangan untuk menyelidiki melonjaknya harga masker di pasaran. “Kita melakukan koordinasi dengan berbagai instansi dan melakukan penyelidikan,” kata Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (3/3).

Asep menjelaskan, polisi tak akan ragu mengambil tindakan tegas kepada para oknum yang sengaja menimbun masker. Para pelakunya pun terancam dengan hukuman berat. Atas dasar itu, Polri menghimbau para pelaku usaha tidak bersikap nakal di tengah wabah Korona.

“Kalau pelaku usaha terbukti melakukan penimbunan, bisa ditindak dengan undang-undang Perdagangan Pasal 107 ancaman 5 tahun dan denda Rp 50 miliar,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan virus Korona sudah masuk ke Indonesia. Dua orang warga Negara Indonesia (WNI) positif terkena COVID-19. Mereka adalah seorang ibu dan anaknya.(jpg)

Ibu dan Anak Pasien Korona Dalam Keadaan Baik

0

batampos.co.id – Dua orang positif terinfeksi Virus Korona. Mereka tertular dari warga negara asing (WNA) asal Jepang saat hadir dalam pesta dansa. Setidaknya ada 50 orang yang melakukan dansa tersebut.

“Kurang lebih ada 50 orang, itu acara multi nasional,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto kepada wartawan, Selasa (3/2).

‎Achmad mengatakan, saat ini Kementerian Kesehatan juga sedang menelusuri 50 orang tersebut. Hal itu dilakukan supaya Kementerian Kesehatan bisa melakukan pemeriksaan.

“Kita tracking dengan pemeriksaan lebih lanjut ini terkait kasus dua WNI positif. Kami melakukan tracking yang lain,” katanya.

Sementara itu Achmad juga mengatakan, dua WNI yang saat ini berada di RSPI Sulianti Saroso dalam keadaan baik. Ibu dan anak tersebut sudah bisa melakukan kegiatan sehari-hari.

‎”Sudah berkativitas biasa, Mereka juga tidak demam, hanya kadang batuk,” ungkapnya.

Diketahui, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dua Warga Negara Indonesia (WNI) tertular Virus Korona. Dua WNI tersebut sempat melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Warga Jepang itu terdeteksi Virus Korona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia

Adapun dua warga Indonesia terpapar virus corona. Keduanya merupakan ibu dan anak yang berdomisili di Depok, Jawa Barat.

Virus itu mengidap di keduanya setelah anaknya melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang bermukim di Malaysia pada 14 Februari 2020 lalu. Mereka melakukan kontak dengan warga negara Jepang itu setelah pasien berusia 31 tahun melakukan dansa di salah satu kafe di Jakarta.(jpg)

Mobil Water Canon Disiagakan

0

batampos.co.id – Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan di Kota Batam, Polresta Barelang menyiapkan mobil Water Canon dan membentuk Satgas Karhutla dalam menangani api.

Memasuki musim kemarau di Batam, biasanya sering terjadi kebakaran di beberapa lokasi seperti lahan maupun hutan.

Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro, mengatakan, mobil tersebut akan dikerahkan ke lokasi-lokasi yang dapat dijangkau dengan cepat.

Jika ditemukan adanya kebakaran dengan lokasi yang jauh, maka Polresta Barelang akan berkoordinasi dengan Polda Kepri.

“Kalau untuk lokasinya di Galang kan jauh dan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di lokasi. Mungkin nanti Polda yang akan turun ke sana,” kata Purwadi, kemarin.

Saat ditemui di sela pengamanan demo di kawasan Batam Kota, Purwadi menjelaskan bahwa pihaknya akan mendatangi kebakaran yang terjadi, termasuk perintah dari pimpinan untuk menghadirkan Water Canon.

“Dalam setiap kejadian kita pasti akan turun. Tapi kondisi di lapangan belum tentu lokasinya itu gampang diraih atau mudah dijangkau. Namun secara prosedur kita akan hadir,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi dan penanggulangan kebakaran, pihaknya melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kota Batam, TNI, Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan beberapa instansi terkait lainnya.

“Tentunya ini sudah menjadi tanggung jawab bersama. Jika ada menemukan kebakaran hutan, segera laporkan kepada kita atau menghubungi pemadam kebakaran agar tidak meluas,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan.
Sebab, bagi pelaku pembakaran hutan, dikenakan sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam Undang-undang itu, pelaku pembakaran hutan dan lahan diancam pidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp 10 miliar.

“Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat Batam kususnya masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dengan tidak membakar sampah di
dekat hutan,” imbuhnya.(gie)