Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 10394

Wali Kota Batam Didesak Buat Petisi

0

batampos.co.id – Aliansi serikat buruh Batam melakukan aksi unjuk rasa menyuarakan
aspirasi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja, di depan kantor Wali Kota Batam, Senin (2/3/2020).

Adapun, tuntutan para buruh agar Wali Kota Batam dan DPRD Batam membuat petisi penolakan terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Pantauan Batam Pos, ribuan massa buruh se-Kota Batam mulai bergerak pukul 11.30
ke depan kantor Wali Kota Batam membawa atribut penolakan RUU Omnibus Law.

Aparat keamanan turut mengamankan aksi buruh yang berlangsung secara tertib.

”Kami tegas menolak rancangan undang-undang yang akan menghapus hak-hak buruh, dimana pengusaha memberlalukan kontrak semena-sema. Hilangnya upah minimun  UMK/UMSK, outsourcing seumur hidup, eksploitatif waktu kerja serta hilangnnya sanksi
pidana bagi pengusaha,” tegas Panglima Garda Metal (FSPMI), Kota Batam, Suprapto.

Ia bersama aliansi buruh lainnya sepakat jangan sampai RUU Omnibus Law disahkan. Tak hanya itu, para buruh juga mendesak Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, agar mendukung petisi menolak RUU tersebut yang jelas mengkebiri hak-hak para buruh.

”Tolong disampaikan aspirasi kami kepada pemerintah pusat, jika tidak mau membuat
petisi, mending turun saja,” ucapnya, yang disambut sorakan dengan para buruh.

Beberapa buruh membentangkan poster penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja, di depan kantor Wali Kota Batam, Senin (2/3/2020). Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Hal senada juga dikemukakan Ketua Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), Masmur Siahaan.

Menurutnya, para buruh sudah mencium RUU Omnibus Law Cipta Kerja itu bakal memberikan ketidakpastian sehingga buruh merasa tidak terlindungi.

Serta, timbulnya potensi membuat tenaga kerja asing buruh kasar atau unskill bebas
masuk ke Indonesia, dan jaminan sosial yang hilang.

”Hari ini kami datang di mana isi RUU tersebut memberikan ketidakpastian ke-
pada perlindungan terhadap buruh perempuan, upah yang tak pasti, jam kerja yang dibayar tidak sesuai. Ini harus dilawan,” jelasnya.

Kemudian, buruh meminta Pemko dan Wali Kota Batam agar menyatakan sikapnya terhadap ancamam RUU tersebut.

Menurutnya, para aliansi buruh memiliki alasan menolak isi RUU Omnibus Cipta Kerja, khusunya klaster ketenagakerjaan di antaranya mengenai besaran pesangon, karyawan kontrak, dan waktu kerja yang dinilai eksploitatif.

”Apakah diteruskan atau tidak, pastinya wali kota memahami,” tutupnya.

Menutup Akses Jalan Aksi unjuk rasa di Batam kerap dikeluhkan. Bukan tentang aspirasi yang disampaikan, namun pelaksanaannya di lapangan.

Salah satunya yakni aksi menutup jalan saat konvoi ke lokasi unjuk rasa. Seperti yang
terjadi pada aksi unjuk rasa, Senin (2/3/2020) kemarin.

”Jalan sekarang kan sudah lebar juga, kenapa ditutup semua,” keluh seorang pengendara, Muslih, di Simpang Panbil, kemarin.

Ia mengaku tidak mempersoalkan isi aspirasi yang disampaikan pengunjukrasa. Hanya saja, perlu dievaluasi pelaksanaannya.

”Semua orang berhak menyampaikan pendapatkan, tapi perlu diperhatikan hak orang lain juga,” ujar karyawan swasta di kawasan Batam Kota ini.

Simpang Panbil merupakan salah satu titik kumpul pendemo dalam aksi tersebut. Sejatinya, bagian paling belakang barisan massa, lajur jalan telah dibagi untuk pendemo dan pengendara lain.

Polisi dan sebagian pendemo terlihat ikut mengatur arus lalu lintas. Namun, barisan depan termasuk mobil komando menutup sepenuhnya jalan, alhasil kendaraan lain di belakang barisan pendemo terjebak macet.

Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro, menyebutkan, pada prinsipnya polisi bertugas untuk mengamankan jalannya unjuk rasa.

Perihal aktivitas yang kerap terjadi setiap kali aksi tersebut, Purwadi, mengembalikan ke
kesadaran pendemo sendiri.

”Kembali ke niat, kalau jalan terganggu, kira-kira masyarakat senang tidak, bagaimana dengan simpati orang terhadap unjuk rasa? Kami tak bisa larang, tapi imbauan kami terus lakukan,” kata dia.

Ia meyakini, setiap warga Batam termasuk buruh memahami aktivitas yang terbaik untuk daerahnya, termasuk menggelar demo yang aman dan tertib.

”Batam ini daerah investasi, mari kita jaga,” harap dia.(iza/zis)

Pidato Perdana PM Malaysia, Tolak Anggapan Pengkhianat

0

batampos.co.id – Muhyiddin Yassin, perdana menteri Malaysia yang baru, menghelat pidato kenegaraan pertamanya. Politisi 72 tahun itu menggunakan kesempatan tersebut untuk menanggapi semua cibiran yang muncul. Menurutnya, dia bukanlah pengkhianat seperti yang dikatakan oleh Mahathir Mohamad.

Muhyiddin menegaskan bahwa dia sama sekali tak punya keinginan untuk menjadi kepala negara Malaysia. Satu-satunya faktor yang mendorongnya untuk setuju dengan permintaan Kerajaan Malaysia adalah manuver politik dari oposisi. ”Saya bukanlah orang yang ingin menumbangkan negara. Saya justru ingin menyelamatkannya,” ungkapnya dalam pidato televisi yang dilansir oleh The Star.

Dia menjelaskan bahwa Bersatu awalnya mendukung Mahathir. Namun, hasil dari wawancara yang dilakukan oleh Yang Dipertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah menunjukkan bahwa Mahathir tak mendapatkan suara mayoritas. Begitu juga dengan kandidat Pakatan Harapan Anwar Ibrahim.

Namanya baru keluar saat Raja Malaysia kembali memanggil ketua partai untuk menunjuk kandidat lain. Jika Muhyiddin tak menerima tawaran itu, bisa jadi Malaysia harus menggelar pemilu kembali. Itu artinya, UMNO dan koalisi oposisi mendapatkan keinginan mereka.

”Jika saya terus mendukung Mahathir, krisis politik ini akan menjadi panjang dan parlemen bisa dibubarkan,” ungkapnya Channel News Asia.

Muhyiddin menampik bahwa sejarahnya sebagai bekas petinggi UMNO membuatnya rentang perilaku korupsi. Dia berjanji untuk memilih pejabat kabinet yang punya integritas dan bebas sejarah korupsi. Dia juga berjanji untuk menanggulangi isu yang membebani warga Malaysia seperti biaya hidup, fasilitas kesehatan, dan pendidikan.

”Anda butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, dan tagihan listrik. Anda ingin pemerintah yang bisa memecahkan masalah tersebut,” tegasnya.

Ketua Bersatu itu juga berusaha untuk memperbaiki komentar pro etnis melayu. ”Saya merupakan perdana menteri untuk semua rakyat Malaysia. Baik Anda melayu, tionghoa, india, atau suku dan ras lainnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Mahathir menantang Muhyiddin dalam voting di parlemen. Dia yakin benar bahwa dukungan untuknya mencapai mayoritas. Terutama, saat suara Anwar akhirnya diberikan kepadanya di saat terakhir.

”Jika rakyat ingin saya berjuang (mendapatkan kursi perdana menteri, Red), saya akan melakukannya,” ungkapnya. (bil/jpg)

Kerja Sopir Angkot Dengan Sistem Sif

0

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Batam akan menindaklanjuti kesepakatan penerapan jadwal kerja sopir angkot dengan sistem sif.

Untuk diketahui, penerapan sif dilakukan guna menghindari sopir ’tembak’ dan badan usaha angkot telah diberi waktu hingga Maret ini.

”Mereka minta waktu dua minggu. Artinya Maret ini harus berlaku,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Batam, Edward Purba, kemarin.

Merujuk pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu di DPRD Batam, angkot harus menerapkan sistem sif pada sopirnya.

Selain itu, sopir yang bertugas juga harus dibekali identitas.

”Mulai pekan ini hingga batas waktu yang tidak ditentukan akan kami lakukan pen-
gawasan, apakah kesepakatan ini dijalankan atau tidak,” imbuhnya.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Batam, Syahrul Bahri, menyampaikan hal serupa.
Menurutnya, perihal pengecekan lebih lanjut kesepakatan ini, dalam beberapa hari ke depan akan dilakukan.

Ia mengatakan, masih ada beberapa badan usaha yang belum menyerahkan data sopir
yang membawa angkutan di bawah badan usaha masing-masing.

Ilustrasi Angkutan Umum di Simpang Dam. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Data sopir ini akan menjadi dasar atau rujukan Dishub terkait sopir yang benar-benar merupakan sopir angkot tertentu.

”Masih ada yang belum menyerahkan data sopirnya. Data ini perlu, misalnya ada mobil pelat polisi sekian, dua sopirnya ini (identitas sopir,red). Masih sebagian kecil lagi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, angkot trayek Dapur 12-Jodoh dengan jumlah 150-an angkot, kemungkinan akan diserahkan hari ini.

Sedangkan trayek Tanjunguncang-Jodoh dari total 72 kendaraan yang menyerahkan data sopirnya, baru setengah dari total kendaraan tersebut.

”Kami tunggu satu dua hari ini dilengkapi, kalau tidak juga kami akan beri surat peringatan,” ujarnya.

Sementara trayek Jodoh-Nongsa, Syahrul menyebutkan, rata-rata sudah melebihi usia
operasional dengan jumlah angkot 255 unit.

”Untuk yang melebihi usia operasional, akan razia secara hunting,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dishub Batam, Rustam Effendi mengatakan perihal penindakan angkot akan dilakukan dengan sistem hunting.

Yakni, dengan mendatangi langsung tempat angkot berkumpul. Bagi yang kedapatan tidak laik jalan karena tidak kir maupun sudah uzur, kemudian akan diangkut ke Kantor Dishub untuk proses lebih lanjut.

“Seperti kami datangi langsung ke pool (markas) angkot,” kata Rustam beberapa waktu lalu.

Ia memaparkan, berbagai kegiatan akan terus digalakkan Dishub. Bahkan, pihaknya
telah berkomitmen dengan pihak lain terkait lalu lintas, juga badan usaha angkot Ba-
tam dan menyepakati beberapa hal.

Pertama, angkot yang tua atau melebihi usia operasional, akan langsung dikandangkan. Kedua, angkutan yang masih memenuhi usia operasional namun tidak laik jalan karena masalah kir, akan dibawa ke Dishub Batam.

Kemudian, pemilik kendaraan diminta untuk memperbaiki kendaraannya hingga laik jalan.

“Yang ketiga, data sopir sudah kami kantongi. Kami telah minta bagi sif, sopir pertama pukul 06.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Sedangkan sopir kedua, pukul 14.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB,” ungkap dia.

Keempat, sopir yang bertugas dilengkapi seragam dan kartu identitas yang berisi nama, hingga nomor anggota yang bersangkutan.

Lalu kelima, pihaknya akan membuat narahubung (call center) tentang angkutan agar masyarakat dapat langsung melapor jika mendapati aktivitas angkot yang tidak sesuai aturan.(iza)

Gerindra Buka Peluang Koalisi Dengan PDIP

0

batampos.co.id – Partai politik masih terus melakukan penjajakan untuk koalisi dalam pilkada serentak September mendatang. Partai Gerindra pun membuka peluang untuk bekerjasama dengan partai lain, salah satunya dengan PDI Perjuangan (PDIP).

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, partainya masih melakukan penjaringan calon kepala daerah. Menurut dia, proses penjaringan dilalukan mulai struktur partai di tingkat kabupaten/kota sampai provinsi. “Fit and proper test masih berjalan,” terang dia saat ditemui di gedung DPR RI kemarin (2/3).

Hasil penjaringan yang dilakukan pengurusan daerah kemudian diserahkan ke  DPP Partai Gerindra. Anggota DPR itu mengatakan, DPP akan melihat, menyeleksi, dan memutuskan mana calon yang akan diusung. Pihaknya juga menyusun strategi pemenangan untuk masing-masing daerah. Setiap daerah mempunyai ciri khas tersendiri.

Riza mengatakan, sudah ada beberapa daerah yang dikeluarkan rekomendasi. Namun, dia belum bisa membuka ke publik. Yang pasti, partainya masih akan terus mengeluarkan rekomendasi bagi daerah yang sudah siap. “Maaf, kami belum bisa menyampaikan mana-mana saja yang sudah dapat rekomendasi,” kata dia.

Terkait dengan Pilkada Solo, Riza mengatakan bahwa putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sudah menghadap DPP Partai Gerindra. Namun, pihaknya belum mengambil keputusan apakah akan mengusung Gibran atau calon lain.  Pilkada Solo masih menjadi pembahasan di internal partai yang diketuai Prabowo Subianto itu.

Begitu juga soal Pilkada Medan. Mantan Wakil Ketua Komisi II itu mengatakan, menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution juga sudah menghadap langsung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Tapi, partainya juga belum mengambil keputusan. “Nanti pasti akan kami putuskan,” terang Riza.

Anggota Komisi V itu mengatakan, partainya akan segera merampungkan proses pencalonan. Menurutnya, ditargetkan pada satu atau dua bulan ini rekomendasi akan selesai. Namun, pihaknya tidak serampangan dalam menerbitkan rekomendasi. Semuanya melakukan proses yang sangat selektif dan ketat.

Soal koalisi, Riza mengatakan, partainya membuka peluang koalisi dengan partai lain. Salah satunya dengan PDIP.  Namun, Gerindra juga menutup diri untuk berkoalisi dengan partai lainnya. “Kami akan lakukan penjajakan dengan partai yang ada. Tidak hanya dengan PDIP,” papar dia. Koalisi dalam pilkada merupakan suatu kebutuhan. Dalam membangun daerah, Gerindra tidak bisa sendirian.

Wasekjen PDIP Arif Wibowo mengatakan, partainya juga membuka peluang untuk berkoalisi, walaupun di sejumlah daerah PDIP bisa mengusung paslon sendiri.  Bahkan, salah satu variabel yang menentukan dikeluarkannya rekomendasi adalah koalisi yang sudah terbentuk dan solid.

Hari ini, tutur dia,  DPP PDIP akan mengelar rapat internal untuk memutuskan daerah mana saja yang akan dikeluarkan rekomendasi. Menurut dia, ada sekitar 30 daerah yang akan diputuskan. Namun, dia masih belum bisa membuka nama paslon dan daerah yang akan diputuskan. “Rapat saja belum. Nanti diputuskan di rapat,” ucap dia. (lum) 

PPM Latih Anggota Resimen Baru

0

batampos.co.id – Yon l/33 YP PPM Batam merekrut anggota baru di Markas PPM Batam. Ada 1.100 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa hingga umum.

Perekrutan Resimen Yudha Putra dibuka sejak Desember 2019 lalu. Syafrijal Ganti Sitorus yang akrab disapa Ucok Cantik sebagai Ketua PPM Kota Batam banyak melakukan perubahan.

Wadanyon Resimen Yudha Putra PPM Kota Batam, Bugianto, mengatakan, perekrutan angota Yon l/33 YP PPM Batam ini dari semua kalangan.

Kata dia, sejak di hari pertama perekrutan calon anggota Resimen ini dibekali dengan ilmu dasar dulu.

”Pelatihan dasarnya masih baris berbaris saja dulu,” kata Bugianto usai memberikan pelatihan di Markas PPM Batam, Minggu (1/3/2020).

Kata dia, nantinya semua anggota Resimen Yudha Putra akan dilatih seperti pelatihan semi militer.

”Kami juga akan memberikan pelatihan bela diri yang tentunya tidak hanya untuk menjaga diri sendiri, tapi juga untuk membentuk mental semua anggota Resimen. Ada banyak hal yang bisa diperoleh mereka terutama sikap disiplin,” ujarnya.

Ketua PPM Kota Batam Ucok Cantik saat merekrut anggota baru di Markas PPM Batam. Foto; Iman Wachyudi/batampos.co.id

Kata Bugianto, semua anggota Resimen Yudha Putra ini berumur mulai dari 17 hingga 45 tahun. Pelatihan yang diberikan juga sudah disetujui melalui pembina.

”Tahapan-tahapan pelatihan akan bertahap,” ucapnya.

Sekretaris PPM Kota Batam, Handerson mengatakan, perekrutan anggota Resimen
Yudha Putra ini sudah mendapatkan mandat dari TNI/Polri.

”Atas perintah ketua Mada (Markas Cabang) Ucok Cantik, pelatihan ini dilaksanakan setiap hari Minggu dan kadang-kadang hari Jumat,” ujarnya.

Hendarson juga meminta kepada masyarakat Batam yang ingin bergabung dengan PPM Batam silahkan datang saja ke sekretariat.

“Silahkan gabung dengan kami, baik yang baru maupun pengurus lama. Mari sama-sama kita besarkan organisasi PPM ini untuk pembangunan Kota Batam,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PPM Kota Batam, MM Taera mengungkapkan, adanya pembentukan atau pelatihan ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan negara. Kata dia, PPM akan mengusulkan agar masuk ke dalam Komcab.

”Resimen Yudha Putra juga termasuk lembaga membidangi cadangan nasional kewiraan,” ucapnya.

Kata dia, saat ini PPM Batam dibawah Kepemimpinan Ucok Cantik dan PPM Kepri dibawah Kepemimpinan Supandi AR terus berbenah.

Kata Taera sebagai warga negara yang baik harus patuh terhadap undang-undang yang sudah dikeluarkan oleh negara.

“Tidak ada perpecahan PPM dan kami harapkan tidak ada gesekan atau perkelahian. Itu semua harapan kami termasuk juga Ketua Umum kami yakni Bapak Samsudin Siregar,” ujarnya.(iwa)

Dua WNI Positif Virus Korona, DPR Minta Masyarakat Tidak Panik

0

batampos.co.id – Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi mendesak pemerintah untuk segera menerapkan protokol penanggulangan dampak korona. Mengingat setelah dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus korona atau Covid-19.

“Penangangan virus korona ini hendaknya disiapkan tidak seperti keadaan wabah biasa, karena WHO sudah menetapkan status darurat tertinggi di dunia, dan sudah sampai ke Indonesia dengan dua kasus ini,” kata Bobby di Jakarta, Senin (2/3).

Oleh karena itu, lanjut Bobby, pihak militer juga bisa diandalkan dalam menghadapi wabah ini. Dalam kondisi ini militer tentu harus dalam keadaan kesiapan tertinggi.

“Militer diperlukan bila otoritas sipil, sudah ‘overheat’ atau kekurangan kapasitas pelayanan kesehatan publik seperti RS dan Puskesmas penuh,” kata ketua DPP Partai Golkar ini

Nantinya, kata Bobby, Panglima TNI yang menyiapkan pusat tim krisis penangganan virus corona, jika diperlukan. “Jadi ibaratnya pelampung di kapal laut, baiknya tidak digunakan tapi bila situasi mendesak, sudah siap dan saya sangat yakin TNI siap,” tegasnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan adanya dua orang warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus korona. Dua WNI tersebut sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.

Hal ini membuat harga masker di pasaran meroket tajam karena tingginya permintaan. Harga Masker Merk Sensi di Pasar Pramuka yang semula dijual dengan haraga Rp. 25.000,-/box (50 lembar) kini menjadi RFp. 350.000,-/box.

Menyikapi hal itu, Bobby menekankan pemerintah melalui BUMNIS (Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis) untuk segera memproduksi masker untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan menstabilkan harga di pasaran agar dapat terjangkau oleh masyarakat.

“Bagaimana pun menurut Bobby negara harus hadir memberikan pelayanan dan rasa aman bagi warganya yang saat ini dirundung ke khawatiran,” paparnya.

Bobby juga menilai, masyarakat berhak khawatir, tapi juga tidak boleh panik. Karena dirinya yakin, pemerintah siap tanggulangi virus korona.

“Kita yakin pemerintah punya persiapan dan cara terbaik dalam menangani virus korona, yang penting semuanya jangan panik,” pungkasnya.(jpg)

Batam Rugi 1 Juta Dolar Amerika

0

batampos.co.id – Dampak penyebaran global virus corona benar-benar mempengaruhi perekonomian Batam, khususnya sektor pariwisata dan industri.

Dalam paparannya, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Musni Hardi, menyatakan, Batam akan kehilangan potensi devisa per bulan dari sektor pariwisata
sebesar 1,09 juta dolar Amerika.

“Adanya outbreak virus corona mempengaruhi jumlah kunjungan wisman seiring dengan periode low season pada awal tahun,” jelasnya, Senin (2/3/2020).

Menurutnya, dengan penutupan dua rute penerbangan dari Tiongkok ke Batam, potensi  penurunan devisa per bulan mencapai 1 juta dolar Amerika.

Suasana di Pelabuhan Internasional Batam Centre. Imbas dari virus corona Kota Batam mengalami kerugian sekitar $ 1 juta dolar amerika. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Selain itu kata dia, penutupan total penerbangan berisiko menurunkan jumlah wisman setidaknya enam bulan ke depan.

Perhitungannya, dalam sekali penerbangan ada 117 penumpang dan dalam sebulan ada 12 kali penerbangan.

Devisa per wisman mencapai 778 dolar Amerika. Maka potensi kehilangan pendapatan sebanyak 1,09 juta dolar Amerika.

Kedatangan wisman ke Batam melalui pelabuhan feri internasional mengalami penurunan. Wisman asal Tiongkok, Korea, dan Taiwan biasanya datang melalui Singapura menuju
Batam.

Hingga saat ini feri masih beroperasi sesuai jadwal terlepas ada atau tidaknya penumpang.(leo)

Ibu dan Anak Positif Korona, tapi Kakak dan Pembantunya Negatif

0

batampos.co.id – Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto ‎memastikan bahwa kakak dan pembantu rumah tangga dari dua warga Depok yang positif Korona tidak ikut terjangkit virus itu. Hal ini dipastikan setelah mereka menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

“Sudah diperiksa dua-duanya, dan dua-duanya negatif Korona,” ujar Achmad di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3).

Achmad mengatakan, dua orang tersebut tidak terpapar Virus Korona karena tidak ada interaksi dengan ibu dan anak tersebut. Sehingga, mereka dinyatakan sehat.

“Jadi rupanya selama (kedua korban, Red) sakit, si kakaknya tidak dekat, kemudian pembantunya punya kesibukan sendiri,” katanya.

‎Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa dua Warga Negara Indonesia (WNI) tertular Virus Korona. Dua WNI tersebut sempat melakukan kontak dengan seorang warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Warga Jepang itu terdeteksi virus Korona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.

Virus itu menjangkiti keduanya setelah sang anak melakukan kontak dengan warga negara Jepang tersebut saat melakukan dansa di salah satu kafe di Jakarta Selatan.(jpg)

Stok Menipis, Polisi Akan Kejar Oknum Penimbun Masker

0

batampos.co.id – Imbas masuknya virus Korona ke Indonesia dikhawatirkan menjadi peluang untuk oknum nakal mengambil keuntungan pribadi di tengah-tengah musibah. Pasalnya di beberapa lokasi, ketersediaan masker sudah mulai menipis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya akan menindak tegas jika ada masyarakat yang menimbun masker. Karena tindakan itu akan merugikan masyarakat luas, di tengah meningkatnya peminat masker.

“Disisi hukum aja kita selama dia melanggar pidana akan kita tindak. Masker ini banyak coba-coba bermain nakal dengan mengambil keuntungan. Keuntunganya dengan cara menimbun,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/3).

Polisi akan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mencegah praktik penimbunan masker. Suplai terhadap kebutuhan masyarakat harus terus berjalan normal, supaya lonjakan harga tidak terjadi.

Sejauh ini sendiri, polisi baru berhasil mengungkap pabrik masker abal-abal di Cilincing, Jakarta Utara. Total ada 30 ribu masker tidak layak pakai karena tidak memenuhi standar yang diproduksi. “Tetapi kalau tempat-tempat yang lain kita akan kejar terus pelaku-pelaku yang coba bermain,” tegas Yusri.

Bagi yang nekat bermain nakal, maka akan dijerat dengan pidana sesuai Undang-undang perlindungan konsumen. “Sama (sanksinya) kayak menimbun bawang putih, perdagangan,” pungkas Yusri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan virus Korona sudah masuk ke Indonesia. Dua orang warga Negara Indonesia (WNI) positif terkena COVID-19. Mereka adalah ibu dan anak.

Dalam kasus itu, Presiden Jokowi mengklaim sejak awal pemerintah serius dan sangat ketat mengikuti protokol kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berkaitan dengan virus Korona. Bahkan pemerintah bekerja sama dengan perwakilan WHO di Jakarta. Ketika ada kasus itu di Wuhan, Hubei Tiongkok, pemerintah juga mempersiapkan mengevakuasi 238 WNI.

Kejadian awal dimulai dari informasi bahwa orang Jepang yang datang ke Indonesia terkena virus dan kemudian tinggal di Malaysia. Pria itu dicek positif virus Korona. Ternyata orang yang terkena virus Korona itu berhubungan dengan 2 orang, yakni ibu yang berusia 64 tahun dan putrinya dengan umur 31 tahun. Lalu dicek, ternyata mereka sakit.(jpg)

Tindak Penimbun Masker

0

batampos.co.id – Ketersediaan masker mulai langka di Batam sejak merebaknya virus corona. Bahkan, harga jual masker ini mencapai 4 kali lipat.

Informasi yang didapatkan, selain tingginya permintaan masyarakat, kelangkaan ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu dengan melakukan penimbunan untuk mengeruk untung lebih.

“Saya lihat pemilik toko obat menurunkan masker dari mobil sampai delapan kardus.
Saat saya mau beli, dia tak mau jual,” ujar Ari, warga Tiban, Sekupang.

Menurut dia, toko obat tersebut sengaja tak menjual masker itu pada saat ini. Sehingga saat langka, pemilik toko itu bisa menjual dengan harga sangat tinggi.

Penggunaan masker untuk mengantisipasi virus yang menyebar melalui udara. Foto: Istimewa untuk  batampos.co.id

“Hal seperti ini sudah biasa (penimbunan). Jadi mereka (pedagang) bisa mendapatkan
untung yang besar,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro, menegaskan, pihaknya akan mengecek seluruh pengecer masker di Batam.

“Mengenai kelangkaan ini, akan kita cek di pengecer. Sudah saya infokan ke seluruh anggota. Kalau ada penimbunan, akan langsung ditindak,” katanya.

Purwadi mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya penimbunan tersebut untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian.

“Kalau ada tidak boleh dibiarkan. Jika ada yang mengetahui segera laporkan, karena sekarang masker di Batam memang kurang,” ujarnya.(opi)