Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10436

Polres Anambas Serahkan 500 Paket Sembako

0

batampos.co.id – Polres Kepulauan Anambas serahkan bantuan 500 paket sembako kepada masyarakat berdampak Covid -19.

Pembagian paket sembako dipimpin Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Cakhyo Dipo Alam.

Kegiatan pembagian sembako ini juga dilaksanakan serentak di jajaran Polda Kepulauan Riau, Jumat (15/5/2020).

Personel Polres Kepulauan Anambas, mempersiapkan paket sembako untuk diserahkan kepada masyarakat, Jumat (15/5/2020). Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Polres Kepulauan Anambas menyerahkan bantuan sembako di tiga desa yaitu:

  1. Desa Tarempa Timur
  2. Desa Tarempa Selatan
  3. Desa Sri Tanjung.

Kemudian untuk Polsek Siantan bantuan sembako dilakukan di Kelurahan Tarempa. Selanjutnya Polsek Palmatak diserahkan ke masyarakat yang berada di Desa Putik, Desa Candi, Desa Candi dan Desa Ladan.

“Sedangkan tiga Desa di wilayah kerja Polsek Jemaja yaitu Desa Bukit Padi, Desa Batu berapit dan Desa Landak,” jelas Kapolres.

Selain kegiatan bakti sosial pemberian sembako, Polres Kepulauan Anambas juga melakukan imbauan dan edukasi kepada masyarakat oleh Tim Satgas Aman Nusa II Polres Kepulauan Anambas.

“Patroli, pengecekan suhu tubuh terhadap masyarakat dan penyemprotan disinfektan setiap harinya, serta pemberian makanan sahur dan buka puasa melalui dapur umum Polres Kepulauan Anambas,” tuturnya.(fai)

Melihat Tim Medis RSBP Batam ‘Bergumul’ Dengan Pasien Covid-19 (Bagian-1)

0

Coronavirus Disease (Covid)-19 menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tim medis yang diminta untuk menangani para pasien Covid-19 dituntut memberikan pelayanan kesehatan yang prima. Meski was-was dan takut terpapar virus mematikan itu terus menghantui.

Messa Haris-Batam

Terkejut, takut dan was-was, itulah yang dirasakan tim medis Rumah Sakit Badan Pengusahaan (BP) Batam ketika diminta untuk menangani pasien Covid-19.

Dalam benak mereka kala itu hanya satu. Bagaimana tetap sehat sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada para pasien-pasiennya terutama mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dokter Tafsil menjadi satu-satunya spesialis paru di RSBP Batam juga merasakan hal serupa. Terkejut dan was-was katanya saat rumah sakit tempatnya bekerja ditunjuk sebagai rujukan untuk menangani pasien Covid-19.

Padahal kata dia, kala itu RSBP Batam terkendala akan ruangan. Menurutnya RSBP Batam pernah dibangun ruangan untuk menangani pasien yang terkonformasi SARS.

Namun karena ruangan sudah lama tidak digunakan, dinilai tidak layak untuk menempatkan pasien. Tetapi lanjutnya RSBP Batam langsung berbenah.

Lima pasien yang dirawat di RSBP Batam kembali dinyatakan sembuh. Mereka dapat kembali ke rumah dan harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Foto; BP Batam untuk batampos.co.id

Ruangan tersebut langsung direnovasi agar dapat kembali digunakan untuk menangani pasien Covid-19.

“Setelah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan, RSBP Batam langsung mempersiapkan diri. Terlebih di Kota Batam hanya ada dua rumah sakit pemerintah yaitu RSBP Batam dan RSUD Embung Fatimah (sebelum RSKI di Galang dibangun,red),” ujarnya, Jumat (15/5/2020).

Tidak hanya pihak RSBP Batam, dirinya sebagai satu-satunya dokter spesialis di rumah sakit tersebut juga harus mempersiapkan diri.

Tafsil mengaku saat pertama kali menangani pasien Covid-19, rasa takut dan was-was terus menghantuinya.

Namun berkat komitmen pihak rumah sakit dan tim yang dibentuk, membuatnya semakin memantapkan langkah untuk menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 di RSBP Batam.

“Jujur awal-awalnya agak berdebar-debar juga kita menerima tugas ini,” paparnya.

Kata dia, segala sarana dan prasarana seperti ruangan, laboratorium dan radiologi serta penunjang lainnya terus digesa pihak rumah sakit sehingga dapat melayani pasien.

Terlebih saat Covid-19 sudah menjadi pandemi. Dalam artian tidak hanya menyebar di daerah Wuhan, Tiongkok. Tapi sudah hampir ke seluruh dunia termasuk Indonesia, khususnya Kota Batam, Provinsi Kepri.

Meski semua persiapan sudah dilakukan, rasa was-was masih menghantui tim medis RSBP Batam. Bagaimana tidak kala itu, Kota Batam belum memiliki peralatan rapid test dan polymerase chain reaction (PCR).

“Tapi kita harus terima karena ini tugas dan tanggungjawab kita,” katanya.

Hari ke-22 Ramadaan, BP Batam Berikan Santunan ke Masjid dan Panti Asuhan

0

batampos.co.id – Melalui wadah Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI), Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan santunan kepada anak yatim di Panti Asuhan Al-Anshori Muhammadiyah, Sagulung, Jumat (15/5/2020).

Santunan yang diberikan berupa bingkisan untuk berbuka puasa serta uang tunai yang diserahkan langsung oleh Direktur Evaluasi dan Pengendalian Badan Pengusahaan Batam, Alif Abadi, mewakili panitia kegiatan Ramadhan 1441 H/2020 M BKDI BP Batam kepada Ketua Pengurus Panti Asuhan Al-Anshori Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Alif Abadi, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini.

“Allhamdulillah, kegiatan membantu anak-anak yatim piatu yang dirawat di sini berjalan dengan lancar, mudah-mudahan program yang membawa berkah seperti ini secara rutin terus dilakukan oleh BP Batam dan terus ditingkatkan, sebagai wujud kepedulian BP Batam kepada masyarakat Kota Batam,” ungkapnya.

BKDI BP Batam memberikan santunan kepada anak yatim di Panti Asuhan Al-Anshori Muhammadiyah, Sagulung, Jumat (15/5/2020). Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Ketua Panti Asuhan Al-Anshori Muhammadiyah, Haji Samsumar, mengatakan, Panti Asuhan Al-Anshori Muhammadiyah berdiri di akhir tahun 1998, kegiatan ini menjadi harapan bagi anak-anak panti asuhan.

“Allhamdullilah, kami bersyukur karena kegiatan ini sangat membantu kami. Saat ini kurang lebih ada 50 anak yatim piatu dan kaum duafa yang ada di sini. Kami berterima karena kepedulian BP Batam terhadap anak anak kami,” katanya.

“Kami juga berharap ke depan kegiatan ini terus dilaksanakan, karena banyak anak-anak kami yang ingin sekolah tinggi, karena mereka banyak yang punya cita-cita tinggi. Semoga BP Batam sukses selalu dalam membangun Batam, dan membantu kami-kami di sini,” tambahnya.

Di tempat yang berbeda, Panitia BKDI BP Batam juga telah menyerahkan bingkisan Ramadhan untuk imam Masjid Az-Zikra, yang diterima oleh Ust Muhajir dan Mesjid AL-Fitrah yang diterima oleh Ust Tengku Khairul Saleh yang berlokasi di Tiban.(*)

Positif Covid-19, Dua Warga Bengkong Dirujuk ke Rumah Sakit Galang

0

batampos.co.id – Dua dari tiga pasien yang terkonfirmasi Covid-19 pada Jumat (15/5/2020) dirujuk ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang, Kota Batam

“Untuk dua orang yang dari Bengkong akan kita rujuk ke RS Galang,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Muhammad Rudi, Jumat (15/5/2020).

Adapun dua positif Covid-19 yang akan dirujuk ke Galang adalah terkonfirmasi positif nomor 52 dan 53.

Kasus nomor 52 adalah seorang perempuan, berinisial M usia 41 tahun. Ia merupakan ibu rumah tangga yang beralamat di perumahan Bengkong Kelurahan Sadai.

“Yang bersangkutan sesuai arahan Tim Penanganan Covid-19 Puskesmas Sungai Panas pada tanggal 2 Mei bersama warga lainnya melakukan pemeriksaan rapid diagnostic test (RDT) sehubungan dengan meninggalnya kasus terkonfirmasi positif Nomor 35 yang saat itu statusnya masih PDP (pasien dalam pengawasan),” terang Rudi.

Pada RDT pertama, hasil yang diperoleh non reaktif. Kemudian dilakukan RDT kembali pada 12 Mei yang hasilnya dinyatakan reaktif.

Karena hasil reaktif tersebut, di hari yang sama kemudian dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan. Hasilnya keluar hari ini, Jumat, dan dinyatakan terkonfirmasi positif.

Kronologi untuk terkonfirmasi positif 53 tak jauh berbeda dengan positif 52. Kasus nomor 53 ini adalah seorang laki-laki berinisial MST, usia 32 tahun. Sehari-hari ia berprofesi sebagai ASN-P3K di salah satu SD Negeri Batam Kota.

Pria terkonfirmasi positif 53 ini tinggal di perumahan Bengkong Kelurahan Sadai. Ia pernah kontak langsung dengan pasien positif 35 ketika salat berjemaah di Masjid A-F dekat rumahnya.

“Ini juga hasil pengembangan dan tracing terhadap kasus 35 semasa hidup. Bersama dengan warga sekitar lainnya terkonfirmasi positif 53 ini juga menjalani RDT pada 12 Mei di Puskesmas Sungai Panas dengan hasil reaktif.,” jelasnya.

“Selanjutnya diedukasi Tim untuk isolasi mandiri di rumah. Kemudian pada 13 Mei diambil sampe swab tenggorokannya untuk pemeriksaan laboratorium. Dan hasilnya keluar juga hari ini, dan dinyatakan terkonfirmasi positif,” papar Wali Kota Batam lagi.

Sementara itu, satu terkonfirmasi positif lainnya adalah seorang perawat. Diberi penomoran terkonfirmasi positif 51, perempuan berinisial NS ini sehari-hari bekerja di salah satu rumah sakit swasta kawasan Lubukbaja Batam.

“Sesuai dengan protokol rumah sakit tempatnya bertugas, setiap tenaga kesehatan dikategorikan sebagai orang dalam resiko (ODR) sehingga pada tanggal 8 Mei yang bersangkutan bersama rekan sejawat lainnya melakukan pemeriksaan RDT yang hasilnya dinyatakan Reaktif,” ujarnya.

“Selanjutnya diwajibkan melaksanakan isolasi/karantina mandiri di rumahnya. Sesuai dengan hasil RDT tersebut selanjutnya pada tanggal 12 Mei dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diperoleh pada hari ini dan dinyatakan terkonfirmasi positif,” terangnya lagi.

Sejauh ini kondisi warga Tiban Kecamatan Sekupang tersebut stabil, tidak merasakan adanya gangguan kesehatan berarti.

Guna penanganan kesehatan lebih lanjut, terhadap perempuan berusia 30 tahun ini dilakukan perawatan isolasi atau karantina di rumah sakit tempatnya bertugas.(*/esa)

Polisi Selamatkan Bayi Dari Ibu yang Stres, Kejadian di Sei Harapan

0

batampos.co.id -Jajaran Satlantas Polresta Barelang yang tugas di Pos Polisi Lalu Lintas Simpang Seiharapan, Sekupang menyelamatkan bayi berumur satu bulan dari ibunya yang diduga mengalami gangguan kejiawaan atau stres, Jumat (15/5/2020).

“Awalnya ada laporan warga ada ibu menggendong anaknya sambil ditungging tunggingkan kepala bayinya ke bawah sambil dibawa ke tengah jalan” ujar Kanit Turjawali Polresta Barelang, Ipda Viktor Hutahahean.

Kata Viktor, kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 13.00 WIB di Simpang Seiharapan.

“Penyelamatan bayi ini dari ibunya dengan cara dibujuk oleh anggota Satlantas bersama warga. Tetapi sang ibu tidak mau memberikan bayinya kepada kita (polisi),” jelasnya.

Tidak ingin terjadi hal-hal yang membahayakan si bayi, personel Satlantas mengambil tindakan tegas dengan memegang si ibu dan mengambil bayi mungil tersebut.

Personel Satlantas Polresta Barelang (kanan) mengendong bayi yang baru saja diselamatkan dari sang ibu yang diduga mengalami gangguan kejiwaan. Foto: Satlantas Polresta Barelang untuk batampos.co.id

“Ibunya kita bawa ke dalam pos polisi untuk diamankan sementara sambil menunggu keluarganya datang dan kondisi bayi baik-baik saja, sehat,” kata Viktor.

Viktor berharap semoga Dinas Sosial dapat menindak lanjuti dan membantu keluarga si ibu.

“Karena pengakuan keluarga si ibu bayi ini susah sembuh,” jelasnya.

Rijal, salah satu pengendara yang ikut menyelamatkan bayi malang itu mengatakan, sang ibu sempat melawan saat polisi dan warga meminta bayinya.

“Awalnya dibujuk polisi tetapi tapi ibunya tidak mau memberikan bayinya ke polisi,” jelasnya.

Saat itu kata dia, si ibu membalikkan posisi si bayi, sehingga kepalanya berada di bawah.

“Posisi kepala ditunggingkan ke bawah dan bayi menangis. Pokoknya kasian kali kita melihat bayinya, ” kata rijal.(ali)

Segini Jumlah THR yang Disiapkan Pemko Batam untuk Para PNS dan Honorer

0

batampos.co.id – Pemko Batam telah menyiapkan anggaran Rp 46 miliar untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) pegawai pada 2020.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam, Abdul Malik, merinci untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) totalnya Rp 27 miliar sedangkan untuk tenaga honorer Rp 19 miliar.

”Pekan depan kami cairkan. Sedang diproses, semakin cepat bendahara menyiapkan semakin cepat dicairkan,” ungkap Malik di Kantor Wali Kota Batam, kemarin.

Ia menerangkan, THR pegawai tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, eselon 2 yakni kepala dinas dan kepala badan sama sekali tidak mendapat THR.

Sedangkan eselon 3, eselon 4 hingga staf (ASN) mendapat THR dengan komposisi gaji pokok plus tunjangan jabatan. Namun tanpa tunjangan kinerja (tukin).

Ilustrasi

”Dulu kan tukin masuk (disertakan dalam hitungan THR), tahun ini hanya gaji pokok dan tunjangan melekat yaitu tunjangan jabatan,” terangnya.

Ditanya perihal jika disertakan tukin, Pemko Batam harus merogoh kocek lebih Rp 37 miliar.

Ini berdasarkan pengeluaran rutin per bulan tukin mencapai Rp 37 miliar. Namun, tahun ini tidak disertakan tukin artinya Pemko hemat dengan jumlah tersebut.

”Rp 37 miliar rutin tiap bulan kami keluarkan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk honorer tahun ini mendapat THR, untuk diketahui tahun 2019 lalu para honorer tidak mendapat tunjangan tersebut.

”Honorer dapat sebulan gaji,” kata dia.

Selain THR, Malik menerangkan hak rutin pegawai tetap berjalan seperti biasa tanpa ada yang diganggu, perihal kondisi di tengah pandemi ini.(iza)

248 Pedagang Pasar di Batam Dirapid Test, Hasilnya….

0

batampos.co.id – Pemko Batam melakukan pemeriksaan massal rapid test terhadap para pedagang yang berada di Pasar Mitra Raya, Botania I dan Botania II, Jumat (15/5/2020). Ada 248 orang yang menjalani rapid test di tiga pasar tersebut.

”Alhamdulillah, semuanya non reaktif. Selain itu, tidak ada pedagang yang menunjukkan gejala terjangkit Covid 19,” kata Camat Batam Kota, Aditya Guntur Nugraha, Jumat (15/5/2020).

Ia mengatakan, di Pasar Mitra Raya ada sebanyak 108 orang yang mengikuti rapid test. Dari pemeriksaan tersebut, salah satu pedagang menunjukkan reaktif.

Lalu selang tak berapa lama, petugas melakukan rapid test kembali dan hasilnya non reaktif. Di Pasar Botania I, sebanyak 90 orang yang berminat melakukan rapid test.

Setelah dilakukan screening awal, hanya 90 orang itu semuanya bisa menjalani rapid test. Peserta rapid test juga membeludak di Pasar Botania II, sebanyak 105 orang yang berminat. Namun setelah screening awal, hanya 50 orang yang menjalani rapid test.

Petugas medis memeriksa suhu badan salah seorag pedagang di Pasar Botania 2 Kota Batam. Foto: Media Center untuk batampos.co.id

Screening cek kesehatan dulu, gejalanya kami lihat, riwayat perjalanannya. Hampir seluruhnya yang mengikuti itu pedagang, karena memang fokusnya pedagang,” tuturnya.

Ia mengatakan rapid test tersebut akan terus dilakukan. Namun, saat ini masih mencari lokasi untuk pelaksanaan rapid test.

”Fokusnya di titik kerumunan. Apalagi tempat yang membandel,  tidak mematuhi aturan pemerintah. Di sanalah kami lakukan rapid test,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang terjaring dalam rapid test , menunjukkan hasil reaktif. Aditya mengaku pihaknya akan langsung meminta masyarakat tersebut menjalani karantina di Rusun Tanjunguncang.

”Tak hanya itu saja. Mereka menjalani tes swab juga, untuk memastikan negatif atau positif terjangkit,” tuturnya.

Aditya berharap masyarakat tetap mematuhi aturan dari pemerintah.

”Tolong untuk mentaati aturan dan imbauan dari pemerintah. Demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya.(ska)

RSBP Bisa Terima 13 Pasien Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Setelah tiga hari tidak menerima pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif Covid-19, akhirnya Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam menerima pasien.

“Setelah 13 pasien sembuh kemarin, kami memang minta untuk memperbaiki ruangan. Ada keluhan suara agak berisik, maka kami perbaiki agar pasien bisa lebih nyaman,” kata dokter spesialis paru-paru RSBP Batam, dokter Tafsil, Jumat (15/5/2020).

RSBP dapat menerima total 32 pasien, terdiri dari 13 pasien positif Covid-19 dan 19 PDP.

“13 ruangan pasien positif terdiri dari dua ruang ICU, dan 11 non ICU. Sedangkan 19 ruangan pasien PDP terdiri dari dua ruang ICU, dan 17 non ICU,” ujarnya.

Dalam menangani pasien, perawat dikoordinasi oleh Norma Elina.

“Jadi, itulah saya salut dengan Bu Norma, karena mampu membimbing para perawat ini dengan pengalamannya dulu yang pernah menangani SARS. Dari pihak rumah sakit memang mengutamakan perawat muda karena punya semangat yang tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji telah memulangkan delapan pasien positif Covid-19 yang sudah sembuh total.

Pasien kasus nomor 09 dan nomor 16 dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah mendapatkan perawatan intensif di RSBP Batam. Keduanya diketahui berprofesi sebagai dokter di Puskesmas Batuaji. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id.

Kepulangan pasien Covid-19 ini seringkali bermasalah, sebab ada penolakan dari masyarakat di sekitar lokasi tempat tinggal mereka.

Menanggapi hal itu, petugas medis di RSUD memastikan bahwa pasien yang sudah dinyatakan sembuh tidak akan menularkan lagi penyakit serupa.

“Tidak ada alasan penolakan lagi. Masa rumah sakit mau bohongi masyarakat dengan memulangkan pasien yang masih terinveksi. Mereka yang dipulangkan ini sudah melalui serangkaian tes swab ataupun laboratorium. Mereka sudah bebas dari virus ini jadi tidak ada yang perlu dikuatirkan lagi,” ujar dr Widya, salah satu dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSUD.

Wakil direktur RSUD, Sri Rupiati, menuturkan hal yang sama. Selama ini pasien yang sembuh sering melaporkan adanya penolakan dari masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Untuk itu dia meyakinkan warga bahwa pasien yang sembuh sudah tak ada sangkut paut lagi dengan Covid-19 ini.

“Kalau masih ada penolakan, laporkan segera ke kantor kelurahan masing-masing. Ini sudah kita koordinasi juga dengan instansi terkait supaya tak ada lagi penolakan serupa. Pasien yang sembuh ini sudah melalui uji swab dan laboratorium jadi tak mungkin meleset,” ujar Sri.

Selama pandemi Covid-19 mewabah, RSUD telah memulangkan delapan pasien positif yang dinyatakan sembuh.

Jumlah pasien Covid-19 yang ada di RSUD saat ini ada 17 orang, terdiri dari lima orang PDP dan 12 orang pasien positif.

“Satu pasien positif lagi menunggu kabar baik serupa. Hasil swab terakhir mungkin lusa sudah keluar. Kalau negatif lagi maka dinyatakan sembuh,” ujar Sri.(leo/eja)

Oknum Perwira Polres Bintan Gelapkan 71 Mobil

0

batampos.co.id – Perbuatan tak terpuji dilakukan salah satu oknum perwira polisi di lingkungan Polda Kepri.

Iptu HA, polisi yang bertugas di Mapolres Bintan ini melakukan penipuan dan penggelapan 71 kendaraan roda empat.

Diduga, jumlah tersebut akan terus bertambah. HA menggelapkan berbagai jenis kendaraan mewah.

Di antaranya: Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero. Mobil lainnya, Mitsubishi Expander, Toyota Avanza, Toyota Yaris, dan Honda Jazz.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap Iptu HA, dan memintanya segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat.

“Saya sarankan (kepada Iptu HA, red) menyerahkan diri atau terima risiko,” tegas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto, Jumat (15/5/2020).

Kapolda Kepri, Irjen Aris Budiman langsung membentuk tim gabungan yang terdiri dari Propam dan Ditreskrimum Polda Kepri.

Kapolda Kepri, kata Arie, meminta kasus ini ditangani dan diproses secara transparan, untuk memberikan kepastian hukum terhadap pelaku dan korban.

”Saat ini Jatanras juga sudah bergerak (mencari keberadaan HA, red),” ungkap Arie.

Terkait kasus ini, polisi telah menerima lima laporan masyarakat terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan perwira polisi tersebut.

Berawal dari laporan di Tanjungpinang. Dari keterangan para korban, modus yang umum digunakan pelaku, yakni membeli atau membayar mobil-mobil (kredit) yang bermasalah dari para korbannya.

Namun, pembayaran mobil tersebut tidak dilanjutkan. HA malah diduga menjual mobil tersebut tanpa surat-surat yang lengkap.

Tak hanya itu, oknum perwira polisi tersebut tidak hanya melakukan perbuatan penipuan dan penggelapannya di Tanjungpinang. Melain kan, juga melakukannya di beberapa daerah, salah satunya di Batam.

“Tidak hanya warga sipil saja yang ditipunya. Ada juga dari anggota aparat. Kebanyakan korbannya perempuan,” terang Arie.

Berdasarkan dokumen yang didapat Jatanras Polda Kepri, HA mulai melakukan perbuatannya sejak 2017 lalu.

Namun, polisi belum bisa mengambil kesimpulan karena pengejaran dan penyelidikan kasus ini masih terus berjalan.

“Kami mau kumpulkan bukti lengkap dan keterangan dulu,” tutur Arie.

Sementara itu, Propam Polres Bintan turut melacak keberadaan salah satu petugas di lingkungan kerja tersebut.

“Ini kita baru kembali dari daerah KM 16. Belum ketemu. Masih kita cari,” ujar Kasi Propam Polres Bintan, Ipda Sutomo ketika ditemui di Tanjungpinang, kemarin.

Sutomo mengatakan, karena yang bersangkutan anggota Polres Bintan, pihaknya berkewajiban mencarinya.

Namun, apakah kasus ini nantinya akan dilimpahkan ke Polda Kepri, dia mengaku masih menunggu instruksi dari Propam Polda Kepri.

“Kalau kasusnya (penggelapan) kita serahkan ke Polres Tanjungpinang dan Polda Kepri, karena lokasinya di Tanjungpinang dan Batam,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sutomo mengatakan, selain kasus tindak pidana penggelapan dan penipuan, pelaku juga turut melanggar kode etik, yakni tidak bekerja sejak Jumat (8/5/2020) lalu. Bahkan nomor kontaknya sudah tidak aktif lagi.

“Sudah tidak bisa ditelepon,” katanya.

Kapolres Bintan, AKBP Bambang Sugihartono, mengarahkan ke Polda Kepri karena TKP kasus yang diduga dilakukan anggotanya banyak terjadi di Batam dan Tanjungpinang.

“TKP-nya banyak di Batam, ke Polda saja,” ujarnya.

Namun, dia berharap yang bersangkutan bisa segera ditemukan. Sebagaimana diketahui, Iptu HA pernah menjabat Ka SPK Polres Bintan.

Kemudian dia dipercaya menjabat Kanit I Tipidum Satreskrim Polres Bintan. Setelahnya, dia kembali dipromosikan menjabat Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang.

Tak lama dia dipindahkan ke Bagian Perencanaan Polres Bintan. Sebelumnya, Rabu (13/5/2020) lalu, polisi sempat akan mencokok Iptu HA di Hotel Sunrise City, Tanjungpinang.

Namun, begitu jajaran kepolisian datang ke kamar 420, ia tak ditemukan di sana. Petugas hanya menemukan senjata revolver laras pendek bersama lima butir peluru.

“Apakah itu senjata organik yang dimiliki HA, atau tidak, sedang kami selidiki. Penggerebekan ke kamar tersebut disaksikan oleh istri siri yang bersangkutan,” ucap Arie.(ska/met)

Pengumuman, Mega Mall Kembali Buka Ada Diskon Hingga 70 Persen Lho

0

batampos.co.id – Pusat perbelanjaan terbesar di Batam Center, Mega Mall dibuka kembali Jumat (15/5/2020), dengan jam operasional 11.00-20.00 WIB.

”Kebijakan ini akan kami evaluasi terus menerus sesuai dengan kondisi yang ada,” ujar Duty Operasional Mega Mall, Sarti, kemarin.

Seperti yang diketahui, Mega Mall sempat menutup sementara kegiatan mall untuk mencegah penyebaran Covid -19 di Batam. Penutupan dilakukan Senin (4/5/2020) lalu dan kembali beroperasi Jumat (15/5/2020).

”Tenant yang buka sekitar 80 persen, jadi masih ada yang tutup beberapa saja,” terangnya.

Sarti menghimbau bagi masyarakat Batam yang ingin berbelanja kebutuhan pokok seperti ke supermarket, toko obat, toko optik, toko makanan dan minuman serta pakaian lebaran, bisa berbelanja di Mega Mall.

”Bagi yang berbelanja tingkatkan saja kepedulian kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan selalu memakai masker saat keluar rumah dan rajin cuci tangan,” imbaunya.

Tak ketinggalan khusus tenant Hypermart setiap hari Senin-Jumat buka mulai dari 11.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB dan Sabtu-Minggu dan libur nasional mulai buka dari 10.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.

Sementara untuk tenant yang kembali buka seperti tenant fashion dan restoran memberikan diskon produknya hingga 70 persen untuk memeriahkan jelang Hari Raya Idul Fitri khusus untuk bulan ini.(ocu)