
batampos – Ancaman krisis bahan bakar jet (avtur) mulai membayangi sektor penerbangan di Inggris dan Eropa. Sejumlah bandara dan maskapai memperingatkan potensi pembatalan penerbangan massal akibat terganggunya pasokan energi dari Timur Tengah.
Organisasi bandara di Eropa menyebut stok avtur berisiko habis dalam waktu sekitar tiga minggu apabila suplai tidak kembali normal.
Gangguan distribusi ini dipicu oleh terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu rute utama pasokan energi dunia.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu krisis sistemik yang dapat melumpuhkan sektor penerbangan, terutama menjelang musim liburan musim panas di kawasan Eropa.
Sejumlah maskapai telah mulai mengambil langkah antisipatif. Scandinavian Airlines dilaporkan membatalkan sekitar 1.000 penerbangan. Sementara Ryanair mempertimbangkan pengurangan rute hingga 10 persen.
Bahkan, beberapa maskapai kecil di Inggris disebut telah menghentikan sebagian layanan mereka.
Pembatalan penerbangan dalam skala besar dinilai sulit dihindari jika kondisi ini terus berlanjut. Lonjakan harga avtur menjadi salah satu faktor utama tekanan industri.
Harga bahan bakar jet dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat dalam waktu singkat, mencapai kisaran 150 hingga 200 dolar AS per barel.
Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya operasional maskapai, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga tiket, pengurangan frekuensi penerbangan, hingga penutupan rute yang dinilai tidak menguntungkan.
Eropa diketahui sangat bergantung pada impor energi, dengan sekitar 50 hingga 60 persen pasokan bahan bakar berasal dari kawasan Timur Tengah. Bahkan, sekitar 20 persen pasokan energi global melewati wilayah Teluk.
Sementara itu, Inggris dinilai relatif lebih fleksibel dalam hal pasokan energi pasca-Brexit. Meski demikian, pemerintah setempat tetap memantau perkembangan situasi secara ketat.
Industri penerbangan menjadi salah satu pilar penting perekonomian Eropa. Oleh karena itu, gangguan besar pada sektor ini berpotensi menimbulkan dampak luas, tidak hanya pada mobilitas masyarakat, tetapi juga terhadap aktivitas ekonomi regional. (*)
Artikel Krisis Avtur, Maskapai Penerbangan Inggris dan Eropa Terancam Lumpuh pertama kali tampil pada News.









