Kondisi rumah Salmiah setelah api berhasil dipadamkan hanya menyisakan puing-puing, Senin (22/9). F. Oktanius untuk Batam Pos.
batampos – Insiden kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Lingga. Kali ini api melahap rumah milik Salmiah, warga Jalan Tanah Raje, RT 004 RW 002, Desa Teluk, Kecamatan Lingga Timur, Minggu (21/9) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Kepala BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, dugaan sementara kebakaran disebabkan api dari dapur.
“Pada Minggu (21/9) sekitar pukul 21.00 WIB, Salmiah menyalakan api dapur untuk membuat kue tepung kusoe dengan tiga batang kayu bakar. Setelah itu, ia tidak sengaja tertidur,” ujar Oktanius, Senin (22/9).
Sekitar pukul 23.30 WIB, Salmiah terbangun dan mendapati api di dapur sudah membesar. Ia kemudian meminta anaknya, Ramlah, untuk mencari bantuan warga.
“Warga berdatangan untuk membantu memadamkan api. Sekitar pukul 00.00 WIB, api berhasil dipadamkan oleh masyarakat sekitar,” jelasnya.
Kerugian akibat kebakaran tersebut masih dalam pendataan. Pihak BPBD bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga akan melakukan pengecekan sekaligus memberikan bantuan kepada korban. (*)
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq meninjau dapur SPPG di kawasan Batuaji, Batam. F. Eusebius Sara/Batam Pos.
batampos – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, meninjau dapur Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) di Batuaji, Batam, Senin (22/9).
Fokus kunjungan ini adalah memastikan pengelolaan limbah dapur yang setiap hari memproduksi ribuan paket makan bergizi gratis (MBG).
“Produksi lebih dari 3.000 paket per hari tentu menghasilkan sisa makanan dan limbah yang harus ditangani dengan serius. Program ini berlangsung terus-menerus, jadi tidak boleh ada kelalaian,” tegas Hanif saat berdialog dengan petugas dapur.
Ia menambahkan, selain kualitas makanan, pengelolaan limbah juga menjadi bagian dari evaluasi pemerintah pusat.
“Presiden meminta kita semua mendukung sepenuhnya program makan bergizi gratis ini, termasuk menjaga keberlanjutan lingkungannya,” ujarnya.
Koordinator SPPG Kota Batam, Defri Frenaldi, menjelaskan saat ini baru 49 dari 69 dapur SPPG beroperasi. Setiap dapur mampu memproduksi sekitar 4.000 paket per hari, dengan total 171 ribu penerima manfaat.
Limbah cair diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sedangkan limbah padat dimanfaatkan peternak sebagai pakan ternak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendrik Arulam, menyebut penerima manfaat program MBG di Batam mencapai 210 ribu siswa PAUD, SD, hingga SMP. Namun baru 49 titik dapur yang beroperasi dari target 120–126 titik.
“Masih banyak siswa yang belum menerima. Kita berharap pelaksanaannya segera merata agar manfaatnya bisa dirasakan semua anak didik,” jelasnya.
Dengan kunjungan ini, pemerintah pusat menegaskan keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari kualitas gizi makanan, tetapi juga dari tata kelola limbah.
Hanif menekankan, pemenuhan gizi generasi muda harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan. (*)
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq. F. Eusebius Sara/Batam Pos.
batampos – Rencana penyegelan PT Esun, perusahaan pengolahan limbah di Seilekop, Sagulung, batal dilakukan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq.
Dalam kunjungan kerjanya ke Batam, Senin (22/9), Hanif hanya meninjau dapur SPPG di Batuaji dan menunda eksekusi penyegelan.
Hanif menjelaskan, penundaan itu dilakukan karena kasus dugaan impor limbah berbahaya masih dalam tahap pendalaman. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, impor limbah elektronik dilarang. Pelanggar terancam pidana 5 – 10 tahun penjara dan denda Rp3 – 10 miliar.
“Indonesia sudah meratifikasi Konvensi Basel, sehingga tidak boleh menerima limbah berbahaya lintas batas. Proses hukum tidak boleh berhenti, ini sedang kami dalami bersama tim,” tegas Hanif.
Kasus ini terungkap dari laporan PTRI Jenewa yang meneruskan temuan NGO internasional terkait pergerakan limbah berbahaya ke Indonesia. DLH Batam juga sudah melakukan verifikasi lapangan dan memberikan tanda peringatan sementara kepada perusahaan terkait.
Hanif memastikan penundaan penyegelan bukan karena tekanan massa. “Keputusan murni karena pertimbangan hukum. Pendalaman masih berlangsung dan langkah hukum tegas akan segera diambil,” ujarnya. (*)
batampos – Nasi Padang menjadi salah satu kuliner yang tak pernah kehilangan penggemar. Lauk pauk khas Minang dengan rempah dan sambal yang menggugah selera membuatnya selalu jadi favorit masyarakat, termasuk di Batam.
Di Kota Batam, nasi Padang mudah ditemukan, mulai dari restoran besar hingga rumah makan sederhana. Berikut lima rekomendasi tempat nasi Padang dengan cita rasa autentik dan populer di kalangan warga maupun wisatawan:
1. Ranah Minang
Rumah makan ini sudah terkenal di Batam dengan lauk kaya rempah yang menggugah selera. Ranah Minang memiliki empat cabang, yaitu di Nagoya, Taman Baloi, Sekupang, dan Batam Centre.
2. Dendeng Baka
Tempat ini dikenal dengan menu dendeng bakarnya yang jadi favorit banyak pelanggan. Selalu ramai saat jam makan siang, Dendeng Baka memiliki cabang di KDA, Kabil dan Mega Legenda.
3. Salero Basamo
Menjadi pilihan masyarakat lokal, menu spesialnya adalah ayam pop goreng. Salero Basamo punya beberapa cabang, di antaranya Puri Legenda, Penuin, Batam Centre, dan Sukajadi.
4. RM Bukit Mas Indah Masakan Padang
Rumah makan ini menawarkan beragam lauk pauk dengan rasa autentik. Selalu ramai di jam makan, lokasinya berada di Kompleks Ruko Costarica Blok A1 No.1-2, Jl. Raja Isa, Batam Kota.
5. RM Budi Mulia
Salah satu nasi Padang populer di Batam yang kerap penuh saat jam makan. Berlokasi di Komp Ruko Villa Marina Blok B No.12A, Nagoya Marina Park.
Kota Batam memang kaya dengan pilihan kuliner, termasuk nasi Padang yang selalu berhasil memanjakan lidah. Lima rekomendasi ini bisa jadi referensi makan siang maupun santapan kuliner bersama keluarga. (*)
Tempe, salah satu makanan sehat hasil fermentasi. F. Jawa Pos.
Batam – Gaya hidup sehat semakin populer dengan banyaknya pilihan makanan alami. Salah satunya adalah makanan fermentasi yang dikenal kaya probiotik dan bermanfaat bagi pencernaan.
Makanan fermentasi dihasilkan melalui proses alami yang melibatkan bakteri baik. Selain membantu pengawetan bahan pangan, makanan ini juga memberi cita rasa khas serta mendukung kesehatan tubuh.
Berikut 10 makanan fermentasi yang direkomendasikan, dikutip dari Healthline:
1. Tempe
Makanan asal Indonesia hasil fermentasi kacang kedelai dengan jamur Rhizopus sp. Tempe kaya protein dan mendukung penurunan berat badan.
2. Kimchi
Kubis yang difermentasi dengan bumbu khas Korea. Kimchi meningkatkan keanekaragaman mikrobioma, melawan peradangan, serta menjaga kesehatan jantung dan kolesterol.
3. Miso
Pasta fermentasi kedelai dengan beras atau barley yang populer di Jepang. Mengandung enzim, probiotik, dan memberikan rasa umami yang membantu keseimbangan mikroba usus.
4. Tape
Olahan singkong rebus yang difermentasi dengan ragi 2–3 hari. Tape dapat mengurangi gangguan pencernaan, terutama di awal menstruasi.
5. Yogurt
Produk susu fermentasi dengan Lactobacillus bulgaricus atau Streptococcus thermophilus. Yogurt membantu pencernaan, meningkatkan imun, dan cocok untuk yang sedikit intoleran laktosa.
6. Acar
Sayuran difermentasi secara tradisional seperti lobak, timun, dan sayuran daun. Acar menyediakan bakteri asam laktat yang bermanfaat untuk pencernaan dan daya tahan usus.
7. Tauco
Bumbu hasil fermentasi kacang kedelai dengan jamur Rhizopus oryzae. Tauco kaya probiotik dan memberi rasa umami yang khas.
8. Kombucha
Teh fermentasi dengan kultur simbiosis bakteri dan ragi (SCOBY). Mengandung probiotik yang membantu detoksifikasi dan pencernaan, meski perlu diperhatikan kadar gulanya.
9. Natto
Kedelai fermentasi asal Jepang dengan Bacillus subtilis. Natto kaya vitamin K2 yang baik untuk tulang dan pembuluh darah, serta mengandung enzim nattokinase untuk kesehatan jantung.
10. Keju
Produk fermentasi susu dengan bakteri. Keju mengandung omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan otak, jantung, mata, dan pembuluh darah.
Makanan fermentasi menjadi sumber probiotik alami yang baik untuk tubuh. Namun, konsumsinya tetap harus seimbang agar manfaat optimal.
Pilihlah produk alami tanpa bahan tambahan berlebih. Menjadikan makanan fermentasi sebagai bagian menu harian bukan sekadar tren, tetapi investasi jangka panjang untuk tubuh lebih sehat. (*)
batampos– Spesialis pencuri motor berinisial MI berhasil ditangkap saat beraksi. Remaja 17 tahun ini tertangkap tangan tengah mendorong motor curian bersama rekannya berinisial RI di Bengkong Indah Bawah.
Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra mengatakan pencurian ini dilakukan pelaku pada 11 September lalu. Saat itu, pelaku mencuri motor Honda Beat BP 6787 RI yang parkir di depan kos-kosan.
“Korban hendak pergi bekerja dan memarkirkan motor di depan. Pelaku datang dan mendorong motor tersebut,” ujarnya.
Endra menjelaskan MI diamankan setelah anggotanya mendapatkan pelaku mendorong motor tanpa kunci kontak. Sedangkan RI berhasil kabur.
“Pelaku sudah kita amankan, sedangkan rekannya yang kabur ditangkap Polsek Nongsa,” katanya.
Kepada polisi, MI mengaku sudah 17 kali beraksi bersama rekannya. Modusnya, mereka berkeliling dan mematahkan stang motor serta membobol kunci kontak menggunakan kunci T.
“Kita masih melakukan pengembangan. Dimana saja TKPnya dan kemana motor curian ini,” ungkapnya.
Dengan adanya pencurian ini, Endra mengimbau masyarakat untuk menggunakan kunci ganda saat memarkirkan motor. Hal ini untuk memperlambat dan mengurungkan niat pelaku.
“Gunakan kunci ganda, walaupun hanya parkir sebentar. Ini sudah sering kita sosialisasikan,” tutupnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 ke-4e KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (*)
batampos – Bank Indonesia (BI) mengumumkan daftar uang Rupiah yang resmi dicabut dan ditarik dari peredaran. Kebijakan ini dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas uang yang beredar di masyarakat.
Masyarakat masih diberi kesempatan untuk menukarkan uang yang sudah tidak berlaku tersebut dalam jangka waktu maksimal 10 tahun sejak tanggal pencabutan.
“Penukaran dapat dilakukan di kantor bank umum atau kantor Bank Indonesia di seluruh wilayah NKRI,” tulis BI dalam keterangan resminya, Senin (22/9).
Selain uang kertas, penukaran juga berlaku bagi uang logam sesuai ketentuan Peraturan BI Nomor 21/10/PBI/2019. Ada dua aturan utama:
Jika ukuran fisik uang masih lebih dari setengah bentuk asli dan ciri keaslian dapat dikenali, maka bisa ditukar sesuai nominal.
Jika kondisi fisik sama dengan atau kurang dari setengah ukuran aslinya, uang tidak dapat ditukar.
Daftar uang kertas yang dicabut antara lain:
Rp100 emisi 1984, Rp10.000 emisi 1985, Rp5.000 emisi 1986, Rp1.000 emisi 1987, Rp500 emisi 1988 (dicabut 25 September 1995, bisa ditukar hingga 24 September 2028).
Pecahan Dwikora emisi 1964 (Rp0,05–Rp0,50) dicabut 15 November 1996, bisa ditukar sampai 14 November 2029.
Rp500 emisi 1991 dan 1997, serta Rp1.000 emisi 1993 dicabut per 1 Desember 2023, penukaran hingga 1 Desember 2033.
Daftar uang logam yang dicabut antara lain:
Rp2–10 emisi 1970–1979, ditukar sampai 14 November 2029.
URK seri peringatan 25 Tahun Kemerdekaan RI (1970), Cagar Alam (1974–1987), Save The Children (1990), Perjuangan ’45 (1990), 50 Tahun Kemerdekaan RI (1995), dan For The Children Of The World (1999).
Pecahan logam Rp500–Rp1.000 emisi 1991–1997, penukaran hingga 1 Desember 2033.
BI mengimbau masyarakat agar selalu mengecek pengumuman resmi supaya tidak salah menggunakan uang yang sudah tidak berlaku. Penukaran bisa dilakukan di kantor bank umum maupun kantor perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia. (*)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Walikota Batam Amsakar Achmad dan undangan saat menghadiri pertemuan Regional KAHMI se-Sumatera di Swiss-Belhotel BmHarbour Bay, Sabtu (20/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) untuk terus berperan aktif membangun bangsa, khususnya dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri Pertemuan Regional KAHMI se-Sumatera di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (20/9).
Menurut Tito, KAHMI memiliki potensi besar karena menghimpun kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang kini tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, parlemen, hingga lembaga strategis.
“Visi KAHMI sejak awal bukan hanya untuk kepentingan Islam, tetapi lebih luas, yakni berkontribusi bagi kemajuan bangsa yang plural. Itu artinya, KAHMI mengakui pluralisme meskipun tetap bernapaskan nilai-nilai Islam,” kata Mendagri.
Dalam sambutannya, Tito menyampaikan optimismenya terhadap proyeksi Indonesia yang diperkirakan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.
Hal itu merujuk pada kajian lembaga internasional, seperti Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF), yang menyebut Indonesia berpeluang masuk jajaran negara dengan ekonomi besar.
Namun, ia mengingatkan peluang itu hanya bisa dicapai jika Indonesia mampu mengelola sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) secara tepat.
“Persoalan kita adalah bagaimana mengelola SDM supaya mereka terdidik, terlatih, sehat, sehingga menjadi tenaga kerja produktif. Makanya, kita memerangi stunting, TBC, serta menjalankan program MBG (Makan Bergizi Gratis),” jelas Tito.
Mendagri juga menyinggung persaingan global yang kini lebih banyak berlangsung di ranah ekonomi, budaya, dan teknologi. Ia mencontohkan dominasi budaya populer Amerika Serikat dan Korea Selatan yang mampu memengaruhi generasi muda di seluruh dunia.
“Pertarungan yang paling keras dan paling penting untuk saling mendominasi saat ini adalah pertarungan ekonomi. Siapa yang kuat ekonominya, dia yang akan menang,” ujarnya .
Karena itu, Tito mendorong Indonesia memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi berbasis produksi dan inovasi.
Di akhir sambutannya, Mendagri menyampaikan apresiasi kepada KAHMI yang selama ini menjadi wadah pengaderan pemimpin bangsa. Ia berharap KAHMI tetap konsisten melahirkan gagasan serta aksi nyata demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Organisasi seperti KAHMI ini bisa menjadi driving force bahkan agent of change bagi bangsa kita menuju Indonesia yang maju, Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (*)
Kondisi kerusakan jalan menuju kaveling Baru, Sagulung. f. Eusebius Sara
batampos— Kondisi jalan masuk menuju kawasan Kaveling Baru, Kecamatan Sagulung, kian memprihatinkan. Ruas jalan di kawasan ini dipenuhi lubang besar maupun kecil yang berubah menjadi genangan air saat hujan turun. Bahkan, meski hujan sudah reda sejak sehari sebelumnya, genangan tetap terlihat karena air tak mengalir dengan baik.
Selain dipenuhi lubang, pecahan aspal juga berserakan di sepanjang ruas jalan tersebut. Keadaan ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok atau terjatuh, terlebih pada malam hari saat pencahayaan minim. Kondisi itu dinilai warga sebagai ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.
Tak hanya soal kerusakan jalan, lokasi yang sama juga menjadi titik penumpukan sampah. Tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan membuat aliran air semakin tersumbat. Akibatnya, genangan bertahan lama dan merusak lapisan jalan yang sudah rapuh.
Indra, salah satu warga setempat, berharap persoalan ini bisa segera diatasi pemerintah. Menurutnya, perbaikan harus dilakukan tidak hanya pada badan jalan, tetapi juga saluran drainase yang sudah lama tersumbat. “Kalau hanya tambal sulam, jalan cepat rusak lagi. Drainase juga harus dibenahi supaya air bisa mengalir,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Junaidi, warga Kaveling Baru lainnya. Ia menilai kerusakan jalan sudah terjadi sejak lama dan semakin parah karena genangan air bercampur sampah. “Jalur keluar air dari jalan yang semula tersumbat semakin parah akibat tumpukan sampah. Ini makin menyulitkan warga yang setiap hari melintas,” katanya.
Warga khawatir, jika dibiarkan, kerusakan akan meluas dan membahayakan lebih banyak pengendara. Mereka mendesak agar pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar sebelumnya, mengatakan perbaikan jalan dan drainase masih terus dilakukan. Namun, pekerjaan itu dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah. “Kami memahami keresahan masyarakat. Program perbaikan tetap berjalan, hanya memang butuh waktu karena disesuaikan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Meski begitu, masyarakat berharap langkah cepat tetap diambil agar kerusakan tidak semakin meluas. Jalan di Kaveling Baru dinilai penting karena menjadi akses utama warga sekitar dalam beraktivitas sehari-hari. Dengan perbaikan yang serius, warga yakin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan bisa kembali terjaga. (*)
Pengunjung yang juga sejumlah mahasiswa Guangxi University antusias bertanya tentang sawit di booth BPDP di ajang CAEXPO-CABIS ke-22 17-21 September 2025 di NICEC, Guangxi (Foto: Istimewa)
batampos – Suasana Paviliun Indonesia di CAEXPO-CABIS ke-22 yang digelar di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC) semakin semarak dengan kehadiran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Tahun ini, BPDP kembali menggandeng Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) untuk membawa misi penting: mempromosikan sawit berkelanjutan sekaligus memperbesar akses pasar internasional, khususnya ke Tiongkok.
Booth BPDP menampilkan kampanye “Sawit Baik” yang menekankan keberlanjutan, keterlacakan (traceability), serta kontribusi sawit bagi perekonomian nasional.
Tidak hanya sebatas edukasi, BPDP juga menghadirkan produk kreatif dari UMKM binaan, salah satunya CV Smart Batik, yang mengolah hasil samping kelapa sawit menjadi produk unik seperti sandal, tas, dan kerajinan tangan lainnya.
Produk ini sukses menarik perhatian pengunjung pameran, yang antusias menanyakan bahan baku, proses produksi, hingga peluang kemitraan bisnis.
Kehadiran produk inovatif berbasis sawit memperlihatkan wajah baru industri sawit Indonesia: tidak hanya berorientasi pada ekspor minyak sawit mentah (CPO), tetapi juga menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi.
Suasana booth BPDP semakin ramai dengan interaksi langsung antara pelaku UMKM dan calon mitra bisnis Tiongkok, mencerminkan potensi besar bagi ekspansi pasar produk hilir sawit Indonesia.
Pengunjung yang juga sejumlah mahasiswa Guangxi University antusias bertanya tentang sawit di booth BPDP di ajang CAEXPO-CABIS ke-22 17-21 September 2025 di NICEC, Guangxi (Foto: Istimewa)
Pasar Sawit Indonesia ke Tiongkok Terus Berkembang
Partisipasi BPDP di CAEXPO semakin relevan mengingat Tiongkok merupakan salah satu pasar utama sawit Indonesia.
Pada 2024, Tiongkok tercatat sebagai pengimpor minyak sawit terbesar kedua setelah India, dengan volume lebih dari 6 juta ton per tahun. Permintaan tersebut dipicu kebutuhan industri pangan, oleokimia, dan energi terbarukan.
Bagi Indonesia, penguatan akses ke pasar Tiongkok menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit.
Selain itu, sawit merupakan penyumbang devisa ekspor terbesar bagi Indonesia. Pada 2024, nilai ekspor sawit dan produk turunannya mencapai lebih dari USD 25 miliar, atau sekitar 12–13% dari total ekspor nasional.
Angka ini menunjukkan bahwa sawit bukan hanya komoditas unggulan, tetapi juga tulang punggung perekonomian Indonesia. Dengan memperluas pasar, termasuk ke Tiongkok, diharapkan kontribusi ini akan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang.
Komitmen Sawit Berkelanjutan
Wakil Ketua GAPKI yang hadir dalam acara ini menegaskan pentingnya forum internasional seperti CAEXPO untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat pemahaman global mengenai komitmen sawit Indonesia.
“CAEXPO-CABIS memberi ruang strategis bagi kami untuk menyampaikan pesan bahwa sawit Indonesia berkomitmen pada prinsip keberlanjutan. Tiongkok adalah pasar yang terus berkembang, dan melalui forum ini kami tidak hanya memperkuat pemahaman, tetapi juga membuka peluang bagi diversifikasi produk hilir dan UMKM berbasis sawit,” ujarnya.
Kehadiran BPDP di CAEXPO-CABIS 2025 membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya membawa komoditas unggulan, tetapi juga visi jangka panjang untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah sawit di tingkat global.
Melalui sinergi antara pemerintah, GAPKI, dan UMKM, misi sawit berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen dan pemasok utama sawit dunia, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi petani, pelaku UMKM, dan masyarakat luas di sekitar perkebunan. (*)