Senin, 20 April 2026
Beranda blog Halaman 1056

741 UMKM Daftar Pinjaman Nol Persen, Baru 11 Cair

0
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim. Foto, Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Program pinjaman bunga 0 persen hasil kerja sama Pemko Batam dan Bank Tabungan Negara (BTN) diserbu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga 31 Agustus 2025, tercatat 741 berkas permohonan masuk, namun baru 11 pemohon yang sudah menandatangani akad kredit.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, menyebut total 248 berkas lolos ke tahap verifikasi lanjutan. Sementara 477 lainnya dinyatakan gugur karena berbagai alasan. Paling banyak karena masalah kolektibilitas atau tunggakan di riwayat kredit lama, yakni sebanyak 304 berkas.

Selain itu, 61 pemohon diketahui berpindah lokasi usaha dan tidak punya tempat tetap, 50 berasal dari luar Batam, 17 tidak termasuk dalam 10 sektor prioritas BTN, 12 tidak memenuhi batas usia, 28 punya riwayat kredit di atas suku bunga KUR, dan 5 lainnya memilih mundur.

Program ini menawarkan pinjaman maksimal Rp20 juta per UMKM dengan tenor hingga dua tahun. Bunga pinjaman sepenuhnya disubsidi Pemko Batam, sehingga pelaku usaha hanya membayar pokok pinjaman.

Syaratnya cukup mudah: pemohon wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) mikro, KTP Batam, serta bukan ASN, TNI, Polri, atau pegawai BUMN/BUMD.

Dari data pengajuan, sektor kuliner dan jasa menjadi penyumbang terbanyak. “Dua sektor ini memang paling dominan. Harapannya, pelaku usaha bisa lebih cepat mengembangkan usahanya,” kata Salim, Kamis (11/9).

Meski baru belasan UMKM yang menikmati pencairan, Pemko Batam optimistis program ini akan memperkuat daya saing UMKM lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel 741 UMKM Daftar Pinjaman Nol Persen, Baru 11 Cair pertama kali tampil pada Metropolis.

Heboh Tunjangan Legislatif, Ketua DPRD Bintan: Sudah 16 Tahun Tak Pernah Naik

0
Ketua DPRD Bintan
Ketua DPRD Bintan, Viven Sumanti. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Besaran gaji dan tunjangan anggota legislatif mulai dari DPR RI hingga DPRD ramai jadi sorotan publik. Tak terkecuali di Kabupaten Bintan.

Ketua DPRD Bintan, Fiven Sumanti, buka suara terkait isu tunjangan yang diterima wakil rakyat di daerah itu. Menurutnya, setiap anggota DPRD Bintan menerima gaji pokok sekitar Rp3,1 juta per bulan.

Selain itu, ada tunjangan perumahan sebesar Rp5,7 juta untuk anggota dewan dan sekitar Rp7 jutaan untuk unsur pimpinan.

“Anggota dewan Bintan mendapat tunjangan perumahan Rp5,7 juta, sementara pimpinan sekitar Rp7 jutaan per bulan,” kata Fiven, Kamis (11/9).

Selain itu, ada pula tunjangan transportasi bagi anggota DPRD. Namun, untuk pimpinan dewan tidak diberikan karena sudah difasilitasi mobil dinas.

Jika digabung dengan gaji pokok, total penerimaan anggota DPRD Bintan bisa mencapai rata-rata Rp 20 juta per bulan, tergantung posisi dan kedudukan.

“Secara global, rata-rata Rp 20 juta per bulan,” jelas Fiven.

Ia menjelaskan, komponen gaji dan tunjangan anggota DPRD kabupaten/kota diatur dalam Permendagri Nomor 62 Tahun 2017, yang dikategorikan berdasarkan kemampuan APBD.

“Bintan termasuk kategori sedang, sedangkan Batam kategori tinggi,” ungkapnya.

Namun, Fiven menegaskan tunjangan anggota DPRD Bintan justru yang paling rendah dibandingkan daerah lain di Kepri. Bahkan, sudah lebih dari satu dekade tidak ada kenaikan.

“Belum ada kenaikan tunjangan perumahan dan transportasi bagi anggota dewan Bintan selama 16 tahun terakhir,” tegas Ketua Golkar Bintan tersebut. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Heboh Tunjangan Legislatif, Ketua DPRD Bintan: Sudah 16 Tahun Tak Pernah Naik pertama kali tampil pada Kepri.

Satu Lagi Tersangka Korupsi Jembatan Marok Kecil Dijebloskan ke Sel Tahanan Lapas Lingga

0
Korupsi Jembatan Marok Kecil
Penampakan DY, tersangka korupsi pembangunan Jembatan Marok Kecil saat digiring ke mobil tahanan. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos 

DY, tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga. DY dijebloskan ke sel tahanan Lapas Kelas III Dabo Singkep, Kamis (11/9/2025).

Penahanan ini dilakukan usai DY memenuhi panggilan penyidik untuk pemeriksaan. Sebelumnya, pada Senin (8/9), DY tidak hadir dengan alasan sakit. Meski begitu, Kejari Lingga tetap menetapkannya sebagai tersangka.

“Yang bersangkutan tidak hadir pada 8 September dengan alasan sakit. Setelah pemanggilan kembali, baru hadir hari ini, dan langsung dilakukan penahanan,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Lingga, Amriyata, Kamis (11/9).

Usai diperiksa, DY langsung ditahan selama 20 hari ke depan guna mempercepat proses penyidikan.

Kasus dugaan korupsi ini bermula dari proyek pembangunan Jembatan Marok Kecil yang ditenderkan Dinas PUTR Lingga tahun 2022. CV PJ ditunjuk sebagai pelaksana, sementara PT BS dengan YR sebagai direktur menjadi konsultan pengawas.

Namun, dalam praktiknya DY yang tidak memiliki kapasitas kontrak justru melaksanakan pekerjaan. Kondisi ini dibiarkan oleh konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pola serupa bahkan terulang kembali pada proyek tahun anggaran 2023 dan 2024.

“Hasil pemeriksaan ahli menyebut mutu dan volume pekerjaan tidak sesuai spesifikasi,” ungkap Amriyata.

Kerugian negara akibat proyek ini masih dihitung oleh BPKP. Namun, indikasi awal menunjukkan jumlah yang cukup signifikan.

Atas perbuatannya, DY dijerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, dan Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Selain itu, Pasal 55 dan Pasal 64 KUHP juga turut diterapkan.

“Pasal 2 ayat (1) ancaman maksimal 20 tahun penjara, sedangkan Pasal 3 ancaman maksimal seumur hidup,” pungkas Amriyata.

Sebelumnya, jaksa juga telah menahan satu tersangka lainnya dalam kasus ini. Adalah YR, Direktur PT BS yang menjadi konsultan pengawas proyek ini.

YR sudah ditahan di Lapas Kelas III Dabo Singkep selama 20 hari ke depan, sejak Senin (8/9) lalu.

Reporter: Vatawari 

Artikel Satu Lagi Tersangka Korupsi Jembatan Marok Kecil Dijebloskan ke Sel Tahanan Lapas Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

Hujan Deras, Keberangkatan Kapal Domestik Sempat Tertunda

0
Pelabuhan Domestik Sekupang

batampos– Hujan deras yang mengguyur Kota Batam sejak Kamis (11/9) pagi hingga siang menyebabkan sejumlah gangguan di beberapa titik. Selain mengakibatkan genangan di ruas jalan, cuaca ekstrem juga berdampak pada jadwal keberangkatan kapal di Pelabuhan Punggur, Nongsa.

Syahbandar Pelabuhan Punggur, Deni Cahyadi, menjelaskan pihaknya terpaksa menunda sementara keberangkatan kapal domestik tujuan Tanjungpinang. Kapal yang semestinya berangkat pukul 11.00 WIB, baru bisa dilepas setengah jam kemudian.

“Ada penundaan sekitar 30 menit untuk kapal domestik tujuan Tanjungpinang. Penundaan ini murni karena faktor cuaca,” ujar Deni, Kamis sore.

Meski demikian, Deni memastikan setelah itu jadwal keberangkatan kapal berjalan normal tanpa hambatan berarti. “Setelah cuaca sedikit reda, keberangkatan kembali sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Berbeda dengan kapal domestik, armada roro di pelabuhan tetap beroperasi sesuai jadwal. Menurut Deni, hujan deras tidak terlalu memengaruhi pelayaran roro karena rute yang ditempuh relatif lebih dekat dan stabil.

“Kapal roro tidak ada masalah, semuanya berjalan sesuai jadwal,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keputusan menunda keberangkatan kapal diambil setelah mempertimbangkan faktor keselamatan. Bila cuaca di perairan tidak memungkinkan, langkah paling aman adalah menunggu hingga situasi benar-benar kondusif.

“Keselamatan penumpang dan awak kapal tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, setiap keberangkatan harus dipastikan aman,” jelasnya.

Selain di pelabuhan, hujan deras juga menimbulkan genangan di beberapa ruas jalan utama Batam. Kondisi ini sempat memperlambat arus lalu lintas, terutama di kawasan pemukiman dengan drainase yang kurang baik.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur drainase untuk mengurangi risiko genangan saat hujan turun deras. “Setiap kali hujan lama, jalan di depan rumah langsung tergenang. Semoga ada perhatian dari pemerintah,” kata Arif, warga Sagulung. (*)

Reporter: Yashinta

 

Artikel Hujan Deras, Keberangkatan Kapal Domestik Sempat Tertunda pertama kali tampil pada Metropolis.

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Pastikan Penyaluran BBM di Tambelan

0
ilustrasi penyaluran BBM. f.pertamina patra niaga

batampos– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bergerak cepat merespons keresahan masyarakat Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Perusahaan energi pelat merah itu memastikan percepatan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) ke pulau terluar tersebut segera terlaksana.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, M. Romi Bahtiar, mengatakan pihaknya telah menerima surat resmi dari Pemerintah Kecamatan Tambelan terkait keterbatasan akses BBM jenis Pertalite dan Pertamax.

“Kami memahami keresahan masyarakat Tambelan. Pertamina berkomitmen mempercepat penyaluran energi agar kebutuhan warga segera terpenuhi,” ujarnya, Kamis (11/9).

BACA JUGA: Krisis BBM Melanda Tambelan, Warga Terpaksa Jalan Kaki ke Sekolah

Pertamina kini tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bintan dan instansi terkait untuk memperlancar proses distribusi. Menurut Romi, langkah percepatan dilakukan agar BBM dapat segera sampai ke tangan masyarakat tanpa mengurangi aspek keamanan dan legalitas.

Selama ini, di Pulau Tambelan hanya tersedia SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan) yang dikhususkan untuk sektor perikanan. Kondisi ini membuat masyarakat belum bisa mengakses BBM untuk transportasi darat, baik roda dua maupun roda empat.

Sebagai solusi awal, Pertamina menyiapkan suplai Pertamax yang kini dalam tahap administrasi dan persiapan pengiriman.

“Kami berharap dalam waktu dekat masyarakat sudah bisa menikmati BBM berkualitas. Secara bersamaan, kami juga menyiapkan opsi agar BBM subsidi dapat disalurkan ke Tambelan,” jelas Romi.

Untuk menjamin keamanan, Pertamina menegaskan penyaluran hanya dilakukan melalui lembaga resmi, seperti SPBU, APMS, Pertashop, maupun SPBUN sesuai peruntukannya. Distribusi di luar jalur resmi, termasuk penjualan dalam botol, tidak diperkenankan.

“Kami mempercepat penyaluran, tapi tetap dengan jalur yang aman dan legal. Hal ini penting untuk menghindari risiko keselamatan maupun penyalahgunaan,” kata Romi.

Pertamina juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penyimpanan BBM secara berlebihan. “Kami meminta masyarakat menunggu distribusi resmi yang sedang dipercepat. Pertamina selalu menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas,” tambahnya.

Menurut Romi, percepatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pertamina menjaga ketersediaan energi di seluruh pelosok negeri, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) seperti Tambelan.

Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center 135 yang siaga setiap hari. (*)

Reporter: Yashinta

 

Artikel Pertamina Patra Niaga Sumbagut Pastikan Penyaluran BBM di Tambelan pertama kali tampil pada Kepri.

Pelanggan PDAM Tanjunguban Protes, 3 Bulan Tak Dapat Air Bersih

0
Ilustrasi mati air
Ilustrasi. F. Dok. Batampos

batampos – Sejumlah pelanggan PDAM di Tanjunguban, Kabupaten Bintan, mengeluhkan layanan air bersih yang makin parah. Ada pelanggan yang mengaku sudah tiga bulan tidak lagi menikmati aliran air PDAM.

Seorang pelanggan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jika biasanya ia membayar tagihan air PDAM hingga Rp2 juta per bulan untuk kebutuhan beberapa propertinya, kini terpaksa merogoh kocek sampai Rp5 juta per bulan demi membeli air bersih.

“Sudah tiga bulan tidak dapat air PDAM. Tapi kami tetap bayar abodemen sekitar Rp590 ribu per bulan. Kata petugas, debit air waduk turun sampai tinggal 60 senti,” ujarnya, Kamis (11/9).

Keluhan serupa datang dari pelanggan lain, Angga. Ia masih mendapat aliran air PDAM, namun kualitasnya dinilai buruk.

“Airnya keruh seperti air parit. Tempat penampungan jadi kuning, padahal baru saja dikuras,” keluhnya.

Para pelanggan berharap pemerintah turun tangan serius menangani masalah air bersih yang semakin sulit di Tanjunguban.

Kepala Cabang PDAM Tanjunguban, Sugito, mengakui debit air di waduk Sei Jago, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, yang menjadi satu-satunya sumber air PDAM, menyusut drastis.

“Tinggal 60 sentimeter,” kata Sugito.

Akibatnya, air di tempat penampungan PDAM cepat habis setelah didistribusikan. Hal ini membuat pasokan ke pelanggan terganggu, terutama di kawasan Pasar Baru yang hanya mendapat aliran air sehari mengalir, sehari tidak.

Selain itu, pelanggan di daerah tinggi juga sulit mendapatkan air karena tekanan rendah. “Distribusi jadi tidak merata,” ujarnya.

Terkait keluhan air keruh, Sugito menjelaskan kondisi pipa kosong dan kembali terisi air yang didorong pompa menyebabkan material yang menempel di pipa ikut terlepas.

Untuk mengatasi persoalan ini, PDAM Tanjunguban membutuhkan pompa baru berkapasitas 40 liter per detik agar tekanan air meningkat, terutama untuk pelanggan di daerah tinggi.

“Kita sudah ajukan ke PDAM Kepri. Pompa yang ada sekarang hanya 20 liter per detik,” pungkas Sugito. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Pelanggan PDAM Tanjunguban Protes, 3 Bulan Tak Dapat Air Bersih pertama kali tampil pada Kepri.

Pertamina Tambah Pasokan Gas Melon, Batam Dapat Bagian Porsi Terbanyak

0
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menambah pasokan fakultatif LPG 3 Kg di Kepulauan Riau (Kepri) sebanyak 68.320 tabung.

batampos – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara menyalurkan tambahan pasokan fakultatif LPG 3 Kg di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) sebanyak 68.320 tabung. Penambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi pada momentum libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Biasanya kebutuhan rumah tangga dan UMKM meningkat di momen libur panjang. Karena itu kami menyalurkan tambahan pasokan LPG 3 Kg di Kepri,” kata Romi M Bahtiar, Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Kamis (11/9)

Dari total tambahan pasokan tersebut, Kota Batam mendapat porsi terbesar yakni 46.480 tabung, disusul Kota Tanjungpinang 8.400 tabung, Kabupaten Karimun 6.720 tabung, dan Kabupaten Bintan 6.720 tabung.

BACA JUGA: Layanan Telkomsel 5G di Batam Bisa Dinikmati di Grapari Saja

Romi menjelaskan, peningkatan konsumsi tertinggi memang terjadi di Batam karena jumlah penduduknya yang paling besar.

“Batam menjadi wilayah dengan konsumsi tertinggi sehingga mendapat tambahan alokasi terbesar,” ujarnya kepada Batam Pos

Ia menegaskan bahwa distribusi LPG 3 Kg tetap dilakukan melalui pangkalan resmi yang terdaftar, dengan pengawasan bersama pemerintah daerah dan aparat.

“Kami pastikan gas subsidi ini tepat sasaran untuk rumah tangga miskin dan usaha mikro,” katanya

Selain itu, Pertamina juga menyiapkan skema penambahan pasokan fakultatif secara rutin menjelang hari besar keagamaan atau libur panjang.

“Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau kebutuhan di lapangan, sekaligus mengimbau masyarakat agar membeli LPG sesuai kebutuhan di pangkalan resmi,” katanya. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Pertamina Tambah Pasokan Gas Melon, Batam Dapat Bagian Porsi Terbanyak pertama kali tampil pada Metropolis.

Kapal Kargo Malaysia Terbakar di Perairan Anambas, Awak Kapal Sempat Hilang

0
MV Leann
Kapal kargo, MV Leann yang tampak terbakar di bagian buritan. Hingga kini, penyebab terbakarnya kapal tersebut masih misteri. F. Bakamla untuk Batam Pos.

batampos – Sebuah kapal kargo berbendera Malaysia, MV Leann, terbakar saat melintas di perairan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (8/9) pagi. Hingga kini, penyebab kebakaran kapal tersebut masih menjadi misteri.

Kapal yang berlayar dari Pulau Pinang menuju Kuching itu tiba-tiba terbakar di tengah laut. Dugaan sementara masih simpang siur, apakah api berasal dari faktor teknis, dibakar, atau ada indikasi tindak kejahatan internasional.

Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang menerima laporan pertama langsung mengerahkan unsur patroli KN Pulau Nipah 321 yang dipimpin Letkol Bakamla Andi Christy Mahendra. Kapal patroli tiba di lokasi kejadian Selasa (9/9) sekitar pukul 00.00 WIB.

“Ketika kapal kami tiba, api masih menyala di beberapa bagian. Namun yang mengejutkan, tidak ada tanda-tanda aktivitas di atas kapal. Bahkan awak kapal sama sekali tidak ditemukan,” kata Humas Bakamla Mayor Yuhanes Antara, Kamis (11/9).

Petugas sempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi, namun tidak menemukan perahu sekoci, barang hanyut, maupun tanda-tanda ABK melompat ke laut. “Situasi ini cukup janggal,” tambah Yuhanes.

Bakamla kemudian berkoordinasi dengan Basarnas dan otoritas Malaysia. Tak lama berselang, diperoleh informasi bahwa seluruh ABK MV Leann ternyata sudah dievakuasi kapal tugboat TB Glory menuju Sabah, Malaysia.

“Informasi terbaru yang kami dapat, seluruh ABK diselamatkan TB Glory dan langsung menuju Sabah. Namun jumlah ABK yang dievakuasi kami belum tahu pasti,” jelas Yuhanes.

Meski seluruh awak kapal selamat, penyebab kebakaran MV Leann masih menjadi tanda tanya besar. “Kami belum bisa memastikan apakah api dipicu mesin, korsleting listrik, atau faktor lain. Tugas kami hanya pengamanan dan pemantauan di sekitar lokasi,” tegas Yuhanes.

Sementara itu, agen kapal MV Leann telah menyampaikan rencana menarik bangkai kapal menuju Sabah untuk dilakukan investigasi oleh otoritas Malaysia. “Jadi kami fokus menjaga keamanan laut,” pungkas Yuhanes. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Kapal Kargo Malaysia Terbakar di Perairan Anambas, Awak Kapal Sempat Hilang pertama kali tampil pada Kepri.

Cek Kesehatan Gratis, Murid di Tanjungpinang Alami Karies Gigi hingga Gangguan Kecemasan

0
CKG Tanjungpinang
Murid SD di Tanjungpinang saat menjalani cek kesehatan gratis. F. Dinkes Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos – Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang mencatat sejumlah penyakit paling banyak diderita murid sekolah setelah menjalani program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dari total 48.017 murid sasaran, sudah 24.343 orang yang menjalani pemeriksaan kesehatan.

Hasilnya, sebagian besar murid mengalami serumen prop atau penyumbatan telinga, karies gigi, kelainan refraksi (gangguan penglihatan), hingga gangguan kecemasan.

“Selama pelaksanaan kegiatan belum ditemukan siswa dengan prediabetes atau diabetes,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, Kamis (11/9).

Rustam menjelaskan, meski belum ada kasus diabetes pada pelajar, pihaknya tetap mengingatkan orangtua untuk waspada. Menurutnya, diabetes di usia muda bisa disebabkan faktor genetik maupun kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula.

Ia juga mengimbau orangtua agar mendukung penuh program CKG dengan memastikan anak-anak mengikuti pemeriksaan saat petugas datang ke sekolah, atau mendatangi puskesmas bila jadwal terlewat.

“Kita juga minta agar orangtua menindaklanjuti hasil rekomendasi yang diberikan petugas kesehatan sesuai hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan gratis ini bertujuan mendeteksi dini penyakit pada siswa, menekan biaya pengobatan, hingga mencegah penyakit semakin parah.

“Melalui pemeriksaan ini, bagi yang sakit segera diobati, sedangkan yang sehat tetap bisa terjaga kesehatannya,” pungkas Rustam. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Cek Kesehatan Gratis, Murid di Tanjungpinang Alami Karies Gigi hingga Gangguan Kecemasan pertama kali tampil pada Kepri.

26 Ribu Murid Madrasah di Kepri Belum Nikmati Program Makan Bergizi Gratis

0
MBG Madrasah
Penyaluran MBG bagi siswa-siswi di MTsN 2 Natuna. Sebanyak 26 ribu murid madrasah di Kepri belum tersentuh program ini. F. Kemenag Kepri untuk Batam Pos.

batampos – Sebanyak 26.154 murid madrasah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga kini belum tersentuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Mereka berasal dari jenjang Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) di tiga kabupaten, yakni Bintan, Lingga, dan Kepulauan Anambas.

Sementara itu, sejumlah madrasah di daerah lain seperti Batam, Karimun, Tanjungpinang, dan sebagian Natuna sudah menerima program, meski belum merata.

“Bintan, Lingga, dan Anambas belum sama sekali. Untuk Natuna, baru Madrasah di Kecamatan Bunguran Timur yang menerima MBG,” kata Khatijah, Ketua Tim Kurikulum dan Kesiswaan Madrasah Kemenag Kepri, Kamis (11/9).

Berdasarkan data, total ada 35.025 murid madrasah di Kepri yang berhak menikmati MBG. Namun hingga saat ini baru 8.871 murid yang sudah mendapat manfaat. Rinciannya, Kota Batam 3.125 murid, Karimun 3.088 murid, Tanjungpinang 1.814 murid, dan Natuna 840 murid.

Menurut Khatijah, distribusi MBG di madrasah sangat bergantung pada ketersediaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sedang dibangun. “Kita ikut Pemdanya, karena tergantung dengan dapur MBG. Jika dapurnya sudah dibangun merata, pasti akan disalurkan,” jelasnya.

Badan Gizi Nasional (BGN) diketahui tengah membangun 109 dapur SPPG di Kepri. Fasilitas ini diprioritaskan untuk penyaluran MBG ke pulau-pulau kecil.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, menyebut program MBG tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga ibu hamil dan ibu menyusui di wilayah terpencil.

“Pembangunan SPPG memang perlu dilakukan. Karena jika tempat masaknya beda pulau, maka akan terkendala dalam proses penyaluran,” ujar Rika.

Ratusan dapur SPPG tersebut ditargetkan mampu menjangkau hingga 48 ribu penerima manfaat MBG di Kepri, baik siswa sekolah maupun ibu hamil dan menyusui. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel 26 Ribu Murid Madrasah di Kepri Belum Nikmati Program Makan Bergizi Gratis pertama kali tampil pada Kepri.