Mobil mewah yang terlibat tabrakan diamankan polisi.
batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam resmi menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polresta Barelang terkait perkara kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil sport Nissan GTR dengan seorang pengendara motor. Insiden itu berujung tragis dengan meninggalnya sang pengendara motor.
Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Batam, Iqram membenarkan bahwa pihaknya telah menerima SPDP dari kepolisian.
“SPDP sudah kami terima, dengan terlapor atas nama Brandon Yeoh dan pelapor Eddy S. Saat ini perkara masih dalam tahap penyidikan di kepolisian. Belum ada penetapan tersangka,” jelas Iqram, Senin (8/9).
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo menegaskan bahwa penyidikan masih berjalan sesuai prosedur hukum. Pihaknya berhati-hati dalam menetapkan tersangka agar proses hukum tidak cacat formil.
“Semua harus melalui prosedur yang benar. Kami butuh dua alat bukti yang kuat sebelum menetapkan tersangka. Setelah itu akan dilakukan gelar perkara,” terang Afiditya.
Ia menambahkan, surat perintah penangkapan maupun penahanan terhadap terlapor belum dapat diterbitkan karena masih menunggu keputusan penetapan tersangka.
“Setelah penetapan tersangka barulah proses penangkapan dan penahanan bisa dilakukan,” ujarnya.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin menegaskan bahwa upaya damai atau pemberian santunan kepada keluarga korban tidak serta-merta menghapus pertanggungjawaban hukum dari sopir Nissan GTR tersebut.
“Santunan itu sah-sah saja, tapi tidak menghilangkan ancaman pidananya. Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) sudah jelas mengatur sanksinya,” tegas Zaenal.
Kasus kecelakaan maut ini menjadi perhatian publik lantaran melibatkan kendaraan sport mewah dengan korban seorang pengendara motor.
Proses penyidikan diharapkan segera menuntaskan tahapan hukum hingga jelas siapa yang harus bertanggung jawab. (*)
batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Senin (8/9) kemarin. Rapat tersebut diikuti oleh gubernur, wali kota, dan bupati se-Indonesia secara daring, sementara Pemko Batam mengikutinya dari Ruang Rapat Hang Nadim, Kantor Wali Kota Batam.
Dalam paparannya, Mendagri menyampaikan inflasi nasional pada Agustus 2025 tercatat 2,31 persen (year on year), turun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,27 persen. Secara bulanan, inflasi bahkan berada pada posisi minus 0,08 persen (month to month), menandakan tren harga relatif terkendali.
Meski begitu, Tito mengingatkan adanya sejumlah komoditas yang memberi andil besar terhadap inflasi, yakni beras, cabai merah, rokok kretek dan filter, bawang merah, serta emas perhiasan. Adapun beberapa komoditas yang justru menahan inflasi di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, dan tarif angkutan udara.
Khusus untuk beras dan cabai merah, pemerintah daerah diminta melakukan langkah antisipasi. Dua komoditas tersebut terbukti paling rentan mendorong inflasi karena berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga.
Menindaklanjuti arahan itu, Amsakar mengatakan akan segera melakukan pemantauan lapangan serta berkoordinasi dengan distributor utama. Disperindag Batam disebut bakal memperkuat mekanisme operasi pasar, terutama menjelang akhir tahun ketika permintaan biasanya meningkat.
“Kita pastikan stok aman, harga terkendali, dan masyarakat tidak terbebani. Batam akan berkolaborasi dengan Bulog dan pihak swasta agar distribusi beras dan cabai lebih lancar,” kata Amsakar usai rakor.
Selain inflasi, rakor juga membahas evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional, mulai dari penghapusan kemiskinan ekstrem, realisasi Program 3 Juta Rumah, hingga dinamika sosial di masyarakat.
Namun bagi Pemko Batam, stabilitas harga bahan pokok tetap menjadi prioritas utama demi menjaga daya beli masyarakat sekaligus iklim usaha di kota industri ini. (*)
Sampah dan material tanah yang mulai menumpuk dalam drainase induk di Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Persoalan drainase kembali mencuat di kawasan Batuaji dan Sagulung. Sejak awal musim hujan, sejumlah saluran induk dipenuhi sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga material tanah yang terbawa arus. Kondisi ini memicu banjir dan genangan setiap kali hujan deras mengguyur, terutama di ruas jalan rawan.
Sampah banyak menumpuk di mulut gorong-gorong dan tersangkut di jaringan kabel serta pipa yang melintang di dalam drainase. Akibatnya, aliran air tersumbat sehingga genangan makin parah dan mengganggu aktivitas warga.
Salah satu titik mencolok terlihat di depan TMP Bulan Gebang Batam, Batuaji. Di lokasi ini, tumpukan sampah dan tanah membentuk pulau kecil di dalam drainase, menjebak lebih banyak limbah dan merusak fungsi saluran.
“Drainase di sini sudah dilebarkan, tapi perawatannya minim sekali. Seharusnya ada pembersihan rutin supaya tidak tersumbat begini,” kata Rinaldi, warga Batuaji, Senin (9/9). Ia berharap pemerintah memberi perhatian serius, bukan hanya sebatas normalisasi sesaat.
Sekretaris Kecamatan Batuaji, Anwaruddin, mengakui masalah drainase masih jadi pekerjaan rumah besar. Ia menegaskan normalisasi terus dilakukan, namun faktor kesadaran warga juga penting. “Kami harap masyarakat tertib membuang sampah. Normalisasi akan lebih efektif kalau warga ikut mendukung,” ujarnya.
Memasuki musim hujan, warga Batuaji dan Sagulung kembali was-was menghadapi banjir. Tanpa langkah serius dan kerja sama antara pemerintah serta masyarakat, masalah klasik ini dikhawatirkan terus berulang. (*)
Lempah ikan yang menggugah selera disajikan di Lempah Kuning Muara.
batampos – Rumah makan Lempah Kuning Muara resmi hadir di Batam dengan membawa kekayaan kuliner khas Bangka Belitung. Berlokasi di kawasan strategis Bundaran Ocarina, Batam Centre, rumah makan ini menawarkan aneka hidangan tradisional yang diracik dengan rempah-rempah nusantara.
Hidangan utama yang ditawarkan adalah lempah kuning, masakan berkuah kuning yang segar dengan perpaduan bumbu rempah khas Bangka Belitung. Menu andalan ini hadir dengan pilihan ikan maupun daging, menghadirkan cita rasa yang autentik sebagaimana di kampung halamannya.
Selain lempah kuning, Lempah Kuning Muara juga menyajikan ragam menu lain yang tak kalah menggoda. Sebut saja mangut, tumis jantung pisang, cumi asam kampung, cumi hitam, hingga pari asap kucai. Hidangan tersebut dipadukan dengan tiga macam sambal, mulai dari sambal terasi, sambal tomat, hingga sambal kecap, termasuk rusip sambal yang terbuat dari fermentasi ikan khas Bangka, ditambah lagi dengan aneka lalapan yang tak kalah menggugah selera penikmat lempah kuning.
Selain menu andalan di atas, Rumah makan Lempah Kuning Muara juga menyediakan ayam kampung bakar, ayam kampung goreng, aneka macam nasi goreng, dan mie goreng.
Untuk melengkapi sajian utama, pengunjung dapat menikmati menu sarapan khas Bangka yang juga tersedia setiap hari. Mulai dari lontong kuah ikan, lakso, mie kuah ikan, pisang crispy, pisang bakar, tahu cabe garam, pempek kampung, tekwan kampung serta aneka roti yang menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memulai hari dengan cita rasa berbeda.
Tidak hanya makanan, rumah makan ini juga menghadirkan pilihan minuman mulai dari aneka jus, dan aneka macam teh, yang tak kalah menarik di rumah makan ini juga disediakan minuman khas Bangka Belitung dengan aneka macam kopi pilihan. Kopi Kingkong, baik kopi hitam maupun merah, serta Kopi Satu asli Bangka menjadi daya tarik tersendiri. Kopi-kopi ini dikenal luas di Bangka Belitung dan kini bisa dinikmati masyarakat Batam.
Fasilitas yang tersedia di rumah makan ini pun cukup lengkap. Pengunjung dapat beribadah dengan nyaman di musala yang disediakan. Selain itu, terdapat ruangan VIP untuk tamu yang ingin menikmati suasana lebih privat, baik untuk keluarga maupun pertemuan bisnis.
Menurut Obie Ardi, pemilik Lempah Kuning Muara, Batam dipilih sebagai lokasi cabang pertama, karena kota ini menjadi tujuan wisata dan berdekatan dengan negara tetangga. Hal ini membuat kuliner khas Bangka Belitung memiliki peluang lebih besar untuk dikenal wisatawan mancanegara maupun masyarakat lokal.
“Kami ingin kuliner Bangka Belitung lebih dikenal, bukan hanya oleh masyarakat lokal, tapi juga wisatawan mancanegara,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen menjaga kualitas bahan baku serta konsistensi rasa di setiap sajian.
Ia menambahkan, kehadiran Lempah Kuning Muara di Batam diharapkan dapat memperkaya pilihan kuliner nusantara di kota ini. Dengan konsep menghadirkan cita rasa asli Bangka Belitung.
Rumah makan ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 23.00 WIB. Dengan jam operasional yang panjang, pengunjung bisa datang kapan saja, baik untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam.
Kehadiran Lempah Kuning Muara menambah warna dalam peta kuliner Batam. Soal harga, masih sangat bersahabat, sesuai dengan kenikmatan sajian Lempah Kuning Muara. Ikan kerapu, kakap merah, tenggiri, pari, lobster, lokan, dan udang adalah sebagian menu favorit di sini.
Bagi pencinta kuliner nusantara, khususnya yang ingin merasakan cita rasa khas Bangka Belitung, rumah makan ini dapat menjadi pilihan baru yang sayang untuk dilewatkan. (*)
batampos – Apindo mengingatkan pemerintah agar lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan fiskal, khususnya terkait pajak dan cukai. Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani, menyebut dunia usaha tengah menghadapi tantangan berat dengan omzet yang merosot tajam akibat lemahnya daya beli masyarakat.
Menurut Shinta, beban itu semakin berat karena pemerintah terus menaikkan tarif cukai setiap tahun. Jika langkah ini dilakukan tanpa memperhitungkan kondisi riil di sektor industri, terutama industri padat karya, maka risiko pelemahan daya saing akan semakin besar.
“Dampaknya bisa pada tergerusnya kesempatan kerja. Padahal, sektor industri selama ini menopang penerimaan negara sekaligus menyerap jutaan tenaga kerja,” ujar Shinta di Jakarta, Senin (8/9).
Dunia usaha kini menanti bukti nyata keberpihakan pemerintah, termasuk soal kepastian kebijakan pajak dan cukai yang sering dikeluhkan pengusaha dan investor.
Namun, kondisi tersebut dinilai tidak akan sepenuhnya berdampak pada Batam. Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menilai status Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) membuat Batam relatif lebih tahan terhadap dampak kebijakan kenaikan cukai.
“Sepakat dengan pernyataan Bu Shinta, kenaikan pajak, retribusi, bea masuk, dan sejenisnya memang semakin mencekik dunia usaha. Tetapi khusus Batam, dampaknya tidak terlalu besar karena status FTZ,” katanya, Selasa (9/9).
Ia mencontohkan, kenaikan cukai rokok yang dikeluhkan industri nasional tidak berlaku di Batam. Sebab, rokok yang diproduksi di Batam tidak dijual ke wilayah Indonesia, melainkan untuk kebutuhan ekspor.
Meski begitu, Rafki menilai pemerintah daerah tetap harus memaksimalkan potensi FTZ. Ia mendukung langkah Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, yang memperjuangkan penguatan fasilitas FTZ agar semakin menarik bagi investor.
Meski demikian, dia juga menyoroti belum optimalnya kawasan FTZ di luar Batam dan Bintan. Rafki menilai perlunya evaluasi menyeluruh untuk menjawab pertanyaan mengapa investor lebih memilih Batam ketimbang kawasan FTZ lain yang memiliki keunggulan serupa, termasuk dekat dengan Singapura.
“Misalnya FTZ Tanjungpinang, sampai sekarang belum ada investor yang masuk. Kalau begitu, mengapa FTZ mau diperluas? Pemerintah pusat bisa saja menolak jika tidak ada data yang mendukung. Jadi, perlu kajian lengkap dan argumentasi yang kuat agar permintaan FTZ menyeluruh bisa diterima,” ujar dia.
Dengan kondisi tersebut, Apindo mendorong adanya kebijakan yang lebih berbasis data dan kebutuhan nyata di lapangan. Tanpa langkah strategis dan kepastian regulasi, dunia usaha sulit berkembang, sekalipun berada di kawasan dengan fasilitas khusus seperti FTZ. (*)
batampos – Sistem pembiayaan rumah sakit di Indonesia dinilai sudah saatnya beranjak dari INA-CBG (Indonesia Case Based Group) menuju INA-DRG (Indonesia Diagnosis Related Group). Perubahan ini disebut penting demi terciptanya sistem kesehatan yang lebih adil, transparan, dan berorientasi pada mutu layanan.
Hal itu disampaikan oleh dr. Didi Kusmarjadi, SpOG, dalam opininya yang diterbitkan di Batam, Senin (8/9). Menurutnya, sistem INA-CBG selama ini ibarat “paket hemat” yang menyamakan semua kasus penyakit dengan tarif rata-rata tertentu.
“Masalahnya, rumah sakit sering kali merugi ketika menangani pasien dengan komplikasi berat, karena biaya riil jauh lebih tinggi daripada tarif rata-rata,” ujarnya.
Didi mencontohkan sejumlah negara ASEAN yang lebih dulu mengadopsi sistem DRG. Thailand, misalnya, sejak awal 2000-an telah menggunakan DRG dalam skema Universal Coverage Scheme. Hasilnya, klaim rumah sakit menjadi lebih proporsional dengan tingkat keparahan pasien.
Malaysia pun mulai mengembangkan DRG untuk meningkatkan efisiensi pelayanan dan transparansi klaim asuransi kesehatan. Sementara Filipina juga tengah bergerak menuju sistem serupa guna memperbaiki akurasi pembayaran rumah sakit.
“Negara-negara tetangga sudah lebih adaptif. Sistem mereka lebih adil dalam mendistribusikan biaya kesehatan,” jelas Didi.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan sudah memulai langkah awal dengan menyiapkan pilot project penerapan INA-DRG di sejumlah rumah sakit. Uji coba ini akan menguji kesiapan infrastruktur, mulai dari sistem coding diagnosis, sistem informasi manajemen rumah sakit, hingga kemampuan BPJS Kesehatan mengelola klaim berbasis DRG.
“Ini bukan lagi mimpi jauh. Wacana peralihan ke INA-DRG sudah di depan mata, tinggal bagaimana keberanian kita melangkah,” kata Didi.
Menurut Didi, INA-DRG menawarkan beberapa keunggulan dibanding INA-CBG. Diantaranya, lebih adil bagi rumah sakit. Sistem ini memperhitungkan diagnosis utama, komorbiditas, tingkat keparahan, hingga intervensi medis. Dengan begitu, kasus rumit mendapatkan klaim yang lebih besar dan realistis.
Lebih transparan bagi pasien. Rumah sakit tidak perlu lagi menekan biaya agar tidak melebihi tarif klaim. Pasien pun tidak merasa pelayanannya “dihemat”. Mendorong mutu layanan. RS akan terdorong memperbaiki dokumentasi medis, meningkatkan akurasi coding, dan menjaga standar klinis.
Didi memberi gambaran nyata. Pada kasus pneumonia berat dengan komplikasi gagal ginjal, dengan sistem INA-CBG, rumah sakit hanya dibayar dengan tarif rata-rata pneumonia sekitar Rp5 juta. Padahal biaya riil bisa mencapai dua kali lipat. Akibatnya, rumah sakit menutup kerugian dari pos lain atau menekan pelayanan.
Sebaliknya, dengan INA-DRG, klaim bisa lebih tinggi karena sistem mengenali adanya komplikasi.
“Rumah sakit tidak dirugikan, dan pasien tetap mendapat layanan lengkap tanpa dikurangi,” jelasnya.
Contoh lain, pasien diabetes dengan luka kaki infeksi berat. Dalam skema INA-CBG, klaim hanya masuk kategori diabetes standar, sehingga biaya tambahan perawatan luka kompleks, antibiotik, hingga operasi kecil, ditanggung rumah sakit. “Potensinya rumah sakit merugi dan pasien hanya mendapat pelayanan seadanya,” kata Didi.
Sementara dengan INA-DRG, klaim akan naik sesuai komplikasi dan intervensi yang dilakukan. Rumah sakit mendapat pembayaran yang wajar, pasien memperoleh terapi lengkap, dan BPJS Kesehatan mendapatkan data aktual biaya penanganan diabetes komplikasi di Indonesia. Data itu bisa menjadi dasar perencanaan program pencegahan di masa depan.
Banyak pihak mempertanyakan, jika rumah sakit dan pasien diuntungkan, apakah BPJS Kesehatan yang justru dirugikan Menurut Didi, jawabannya tidak. Justru dengan INA-DRG, klaim bisa lebih terukur. Sistem ini menghasilkan data granular tentang pola penyakit, biaya per tingkat keparahan, hingga tren epidemiologi. “BPJS bisa merencanakan anggaran dengan lebih akurat, bukan sekadar jadi korban biaya lebih besar,” ujarnya.
Meski pada awal implementasi beban biaya terlihat naik, dalam jangka panjang INA-DRG akan lebih efisien. “Under-treatment yang sering terjadi karena keterbatasan tarif bisa dicegah. Padahal, under-treatment justru berisiko menyebabkan komplikasi yang lebih mahal di kemudian hari,” jelasnya.
Didi menekankan, dunia sudah lama menggunakan DRG untuk menjaga keseimbangan antara biaya, mutu, dan keadilan layanan kesehatan. Indonesia, katanya, tidak boleh terus bertahan dengan INA-CBG yang kerap mengorbankan mutu.
“INA-DRG bukan hanya soal tarif lebih tinggi, tapi soal sistem kesehatan yang lebih adil, transparan, dan berorientasi pada mutu. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita siap, melainkan sampai kapan kita mau rugi dengan INA-CBG,” tegasnya. (*)
Pjs Sekda Karimun, Djunaidy. F. Ichwanul Fahmi/Batam Pos
batampos– Pemkab Karimun mengumumkan daftar nama pelamar yang lulus seleksi administrasi calon Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun Periode 2025-2030, dan calon Dewan Pengawas Perumda Bumi Berazam Jaya periode 2025-2029.
Pengumuman resmi ini tertuang dalam surat nomor : 11/PANSEL/IX/2025 tertanggal 9 September 2025.
“Alhamdulillah, proses seleksi administrasi sudah berjalan sesuai aturan. Dan inilah nama-nama peserta yang dinyatakan lulus, dan berhak mengikuti tes selanjutnya,” ujar Pj.Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, Djunaidy SSos MSi, Selasa (9/9/2025).
Adapun nama-nama yang dinyatakan lulus administrasi yakni,
1. Yova Apriazir S.E.,M.M (calon Dewas dari unsur pejabat Pemerintah Daerah Perumda Bumi Berazam Jaya).
2. Dr. Sularno, SSos MSi (calon Dewas
dari unsur pejabat Pemerintah Daerah
Perumda Bumi Berazam Jaya).
3. Heri Gusrianto SM (calon Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun)
4. Desramdani SM (calon Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun)
5. Tegor, SE MM (calon Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun)
6. Ferry Kurniawan, SH (calon Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun)
7. Muhammad Zen SH MA (Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun).
Bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, lanjut Djunaidy, diwajibkan melakukan pendaftaran ulang serta mengikuti tes uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test).
Jadwal pendaftaran ulang peserta pada Rabu sampai Kamis, 10-11 September 2025 dari puku 08.00 s/d 16.00 WIB di Kantor Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Karimun.
“Apabila sampai dengan batas waktu peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi tidak melakukan pendaftaran ulang, maka dinyatakan gugur,” tegas Djunaidy.
Adapun calon Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun dan calon Dewan Pengawas Perumda Bumi Berazam Jaya yang dinyatakan lulus administrasi, akan menjalani seleksi Uji Kelayakan dan Kepatutan dari tanggal 15 sampai 18 September 2025.
“Untuk tahapan wawancara oleh kepala daerah dan wakil kepala daerah, jadwalnya menyesuaikan. Rencananya 17-18 September 2025 di rumah dinas Bupati,” papar Djunaidy.
Sebenarnya masih ada satu rekrutan yang dibuka untuk posisi calon Dewan Pengawas dari Unsur Independen Perumda BPR Tuah Karimun.
Dan setelah dua kali dibuka lamaran, ternyata hanya ada satu peserta yang mendaftar.
“Setelah dilakukan seleksi administrasi, ternyata peserta tersebut belum memenuhi persyaratan. Jadi, tidak kita umumkan,” tutup Djunaidy. (*)
Ilustrasi. Pedagang di Pasar Botania 2 Batamcentre mengangkat cabai merah keriting. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos – Harga cabai di Batam terus meroket sejak awal Agustus. Di sejumlah pasar, harga cabai merah tembus Rp62 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Sementara cabai hijau tak jauh berbeda, berkisar Rp60 ribu sampai Rp65 ribu per kilogram. Kondisi ini bikin pedagang waswas, pembeli pun mengeluh.
“Cabai banyak yang basah, cepat rusak. Kalau ambil stok banyak takut rugi,” kata Dedi, pedagang di Pasar Victoria, Selasa (9/9).
Keluhan juga datang dari warga. “Cabai ini kan bumbu wajib. Kalau naik, pengeluaran dapur jelas ikut naik,” ujar Anif, warga Tanjung Riau.
Menjawab keresahan itu, Pemerintah Kota Batam lewat Disperindag tidak tinggal diam. Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, menegaskan dua langkah segera ditempuh. Pertama, menggelar operasi pasar pada 15–17 September mendatang di enam kecamatan: Batuaji, Sagulung, Sungaibeduk, Batuampar, Nongsa, dan Lubukbaja.
“Operasi pasar ini menjual kebutuhan pokok, termasuk cabai. Jadi masyarakat bisa beli dengan harga lebih terjangkau,” kata Gustian.
Langkah kedua, membeli langsung cabai dari daerah penghasil di Sumatera Utara. Pemko Batam bersama pengusaha cabai dijadwalkan berangkat ke Simalungun pada 18 September untuk meneken kerja sama pasokan dengan Simalungun, Tapanuli Utara, dan Bandar Meriah.
“Cuaca menjadi faktor utama cabai cepat busuk. Kalau curah hujan tinggi, cabai rawan rusak, apalagi perjalanan ke Batam cukup panjang,” jelas Gustian.
Dengan dua langkah ini, pemerintah berharap harga cabai bisa segera stabil dan beban masyarakat berkurang. (*)
Situasi balap MotoGP di Catalunya, Barcelona, Spanyol 2025. (Crash)
batampos – Rentetan 15 kemenangan beruntun Marc Marquez akhirnya terhenti pada MotoGP Catalan 2025. Ia dikalahkan oleh adiknya, Alex Marquez, yang tampil konsisten sepanjang balapan. Kemenangan ini menjadi kemenangan kandang bersejarah bagi Alex di Barcelona.
Kedua bersaudara itu saling bergantian memimpin balapan, meninggalkan rombongan di belakang. Marc sempat menekan hingga lap terakhir, tetapi Alex mampu bertahan. Hasil ini juga membuat Marc kehilangan peluang mengunci gelar di Misano.
Enea Bastianini menempati podium ketiga setelah mengalahkan Pedro Acosta, yang kesulitan akibat strategi ban. Fabio Quartararo finis kelima, sementara pendatang baru Ai Ogura menutup posisi enam besar. Francesco Bagnaia tampil impresif dengan naik dari posisi 21 ke urutan ketujuh.
Di luar sepuluh besar, banyak drama terjadi, termasuk tabrakan Marco Bezzecchi dan insiden Franco Morbidelli. Sejumlah pembalap seperti Brad Binder, Johann Zarco, dan Alex Rins gagal finis. Honda dan Yamaha akan melanjutkan uji coba pribadi di Barcelona pada hari Senin.
Berikut hasil lengkap pada MotoGP Catalan 2025, seperti dilansir dari laman Crash pada Selasa (9/9):
batampos – Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi surga kuliner dengan beragam pilihan makan yang lezat. Pilihan makanan di Batam juga sangat beragam.
Kuliner di kota Batam menjadi salah satu hal yang dicari para wisatawan maupun masyarakat sekitar. Dengan harga relatif murah dan porsi banyak membuat tempat-tempat ini selalu ramai.
Berikut 5 rekomendasi makan siang yang enak dan ramah di kantong:
1. Warung Bude
Tempat makan siang satu ini menjual nasi campur dengan berbagai pilihan lauk. Terletak di perumahan Green Land, Batam Centre.
2. Waroeng Bang Lay
Makan siang dengan berbagai pilihan seperti mie chili oil, kwetiau, nasi telur, dan sayur bisa menjadi pilihan kamu. Terletak di Ruko Grand Niaga Mas.
3. Rameshan
Nasi rames dengan keremesan dengan lauk ditambah sambel bikin makan siang lebih nendang. Terletak di Ruko Mitra Raya, Batam Centre.
4. Warung Pak Wongso
Pilihan nasi campur bagi kamu yang suka lauk banyak. Nasi campur ini banyak pilihan makanan Jawa. Terletak di Ruko Royal Sincom.
5. 5s Kopitiam
Tempat makan siang ini menyediakan nasi campur dan pilihan makanan lain. Makan siang sekaligus ngopi bisa dicoba. Terletak di Komplek Tunas 2, Batam Centre
Dengan pilihan makanan diatas kamu bisa menikmati makan siang murah tanpa perlu mikir berjam-jam. Jangan lupa datang saat jam makan siang agar menu masih lengkap. (*)