Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 1069

5 Hal yang Paling Dikhawatirkan Gen Z Menurut Studi

0
Ilustrasi Gen Z khawatir soal masa depan. (Freepik/8photo)

batampos – Generasi Z lahir dan tumbuh di tengah perkembangan digital, di mana teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Akses informasi serba cepat, komunikasi sangat mudah, hingga peluang berinteraksi di media sosial membuat Gen Z sangat akrab dengan dunia digital.

Namun, hidup di tengah perubahan zaman yang dinamis ternyata membawa banyak kekhawatiran bagi mereka. Apa saja hal yang paling membuat Gen Z khawatir soal masa depan?

Kekhawatiran Gen Z Menurut Studi

Sebuah penelitian yang dipublikasikan melalui Jurnal Mahasiswa Humanis merujuk pada Survei Global Deloitte tahun 2023, mengupas tentang hal ini.

Survei ini melibatkan 14.483 responden Gen Z dari 44 negara. Hasilnya cukup menarik, yaitu ada lima hal utama yang paling banyak dikhawatirkan Gen Z di seluruh dunia.

1. Biaya Hidup (53%)

Lebih dari separuh Gen Z merasa khawatir tentang kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, tempat tinggal, hingga transportasi.

Apa kamu sering merasa khawatir bagaimana caranya bisa hidup nyaman di tengah harga kebutuhan yang makin mahal?

2. Takut Menganggur (22%)

Hampir seperempat Gen Z khawatir tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Kondisi ini dipengaruhi oleh ekonomi yang tidak stabil, persaingan kerja yang ketat, serta perubahan teknologi yang begitu cepat.

Pernah membayangkan tidak, kalau setelah lulus kuliah akan sulit mencari pekerjaan karena saingannya banyak?

3. Perubahan Iklim (21%)

Gen Z dikenal sebagai generasi yang peduli lingkungan dan masa depan planet bumi. Sebanyak 21% responden khawatir terhadap dampak perubahan iklim, seperti cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, hingga hilangnya keanekaragaman hayati.

Apa kamu pernah cemas melihat berita banjir, kebakaran hutan, atau suhu yang semakin panas tiap tahunnya?

4. Kesehatan Mental (19%)

Gen Z juga mengaku khawatir dengan kesehatan mental. Tekanan dari sekolah, pekerjaan, maupun lingkungan sosial sering menjadi pemicu utama.

Apa kamu sering overthinking atau burnout karena banyak tuntutan?

5. Keamanan Pribadi (17%)

Lalu, Gen Z juga merasa khawatir akan keamanan dirinya, baik di dunia nyata maupun digital. Risiko kejahatan, pelecehan seksual, hingga ancaman privasi menjadi faktor yang membuat mereka waspada.

Pernahkah kamu merasa takut saat berjalan sendirian atau ragu ketika harus share data pribadi di internet?

Setiap generasi pasti punya tantangannya sendiri, tidak terkecuali Gen Z. Kalau kamu sendiri, dari lima hal di atas, mana yang paling kamu khawatirkan? (*)

Artikel 5 Hal yang Paling Dikhawatirkan Gen Z Menurut Studi pertama kali tampil pada Lifestyle.

Fraksi Gerindra DPR Usul Warga Hanya Boleh Punya Satu Akun Medsos dan Nomor Ponsel

0
Ilustrasi media sosial. (Istimewa)

batampos – Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, mengusulkan adanya aturan yang membatasi masyarakat hanya memiliki satu akun media sosial dan satu nomor ponsel. Hal ini untuk membatasi isu yang begitu masif menyebar di media sosial.

“Sosial media itu benar-benar sangat terbuka dan susah. Isu apapun bisa dilakukan di sana,” kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9).

Menurutnya, pembatasan diperlukan agar arus informasi di media sosial lebih bertanggung jawab.

Ia menilai, langkah itu bisa meminimalisasi peredaran akun anonim dan aktivitas buzzer yang kerap memicu kegaduhan publik.

Bambang menambahkan, usulan tersebut terinspirasi dari praktik yang saat ini berlaku di Swiss.

Menurutnya, negara tersebut mampu membatasi aktivitas di media sosial.

“Di sana hanya membolehkan satu nomor telepon dan satu akun medsos per warga,” pungkasnya.(*)

Artikel Fraksi Gerindra DPR Usul Warga Hanya Boleh Punya Satu Akun Medsos dan Nomor Ponsel pertama kali tampil pada News.

Dua Titik Longsor di Batuaji Mengkhawatirkan, Warga Resah Belum Ada Penanganan

0
Titik longsor di Kelurahan Kibing, Batuaji.

batampos – Ancaman longsor di Kecamatan Batuaji semakin nyata. Dua lokasi berbeda kini sama-sama menghadapi kerusakan parah akibat hujan deras, namun hingga saat ini belum terlihat adanya langkah penanganan dari pemerintah. Kondisi ini membuat warga resah karena hidup di bawah bayang-bayang bencana setiap kali hujan turun.

Di Kampung Kibing, Kelurahan Kibing, perbatasan RT 04/09 RW 001, tebing longsor yang terjadi sejak Januari lalu terus melebar. Pohon besar tumbang, bagian bawah ruko rusak, hingga akses jalan warga di RT 09 terputus. Rumah milik Hamdan, warga setempat, bahkan sudah separuh amblas terbawa longsor.

“Kami tidak pernah tenang. Kalau hujan deras, saya dan anak harus pindah ke ruko. Rumah bisa habis sewaktu-waktu,” ungkap Hamdan, Kamis (11/9).

Meski situasi semakin membahayakan, hingga kini belum ada penanganan darurat. Warga khawatir longsor susulan bisa menimbun ruko-ruko yang berada di bawah tebing. “Kalau tidak segera diperbaiki, bencana besar bisa terjadi. Kami mohon ada tindakan cepat sebelum korban jatuh,” ujar Ahmad, warga lainnya.

Baca Juga: APBD Batam 2026 Ditarget Rp4,7 Triliun, DPRD Soroti Belanja Pegawai dan Prioritas Infrastruktur

Sementara itu, kerusakan serupa juga terjadi di tanggul drainase induk di pinggir Jalan R Suprapto, tepatnya di depan Perumahan Cemara Sagulung atau seberang simpang SMKN 1 Batam di Batuaji. Pantauan di lapangan, tebing drainase sudah banyak runtuh, dengan tembok penguat atau batu miring jebol di sejumlah titik. Kondisi ini diperparah air banjir sehari sebelumnya yang menghantam bahu jalan hingga terus tergerus.

“Awalnya hanya sebagian kecil yang retak, tapi sekarang hampir separuh tebing drainase sudah ambruk. Air hujan kemarin mempercepat kerusakan,” kata Asmin, warga sekitar.

Selain tanggul yang runtuh, beberapa pohon di bibir drainase juga ikut tumbang, membuat situasi semakin rawan. Jika dibiarkan, jalan utama penghubung Mukakuning–Batuaji itu bisa terputus sewaktu-waktu.

Baca Juga: Jalan Marina City Rusak Parah, Warga Keluhkan Truk Berat dan Banjir

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, sebelumnya mengakui persoalan ini. Ia menyebut perbaikan akan dijadwalkan sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran. “Proyek normalisasi drainase sebagai upaya atasi banjir masih terus berjalan dan dilakukan secara bertahap,” katanya.

Namun hingga kini, belum terlihat adanya langkah nyata di lapangan, sementara warga terus dibayangi ketakutan setiap kali hujan deras mengguyur Batuaji. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Dua Titik Longsor di Batuaji Mengkhawatirkan, Warga Resah Belum Ada Penanganan pertama kali tampil pada Metropolis.

Petenis Indonesia Janice Tjen Cetak Sejarah Lagi! Lolos ke Semifinal Sao Paulo Open

0
Janice Tjen menangi Derby ASEAN lawan Alexandra Eala di Sao Paulo Open 2025. (WTA Sao Paolo )

batampos – Janice Tjen melanjutkan performa positifnya di New York (US Open) ke Sao Paulo (SP Open) 202. Di babak perempat final pada Jumat (12/9) waktu setempat atau Sabtu (13/9) WIB, Janice mengalahkan rival sekaligus rekan sesama Asia Tenggara, Alexandra Eala dari Filipina.

Janice tampil luar biasa dengan menang dua set langsung 6-4, 6-1 hanya dalam waktu 1 jam 12 menit. Janince pun lolos ke semifinal.

“Rasanya masih luar biasa bagi saya, belum terasa nyata,” ujar Janice seusai laga, dikutip dari WTA.

“Saya fokus pada setiap poin, terutama saat melawan Alex Eala. Kita semua tahu dia bisa bangkit kapan saja. Saya hanya berusaha untuk fokus dan bertahan sampai akhir,” tambahnya.

Sebelumnya, atlet 23 tahun itu menang telak 6-1, 6-0 pada babak kedua SP Open 2025, (11/9). Dia menaklukkan petenis asal Slovakia Martina Okalova hanya dalam waktu 52 menit.

Janice, yang baru menjalani debut tur WTA, mencatatkan sejarah sebagai petenis putri pertama Indonesia yang mencapai perempat final WTA sejak Angelique Widjaja pada 2004 di Bali.

Saat tampil di US Open, Janice juga mencetak sejarah sebagai atlet pertama setelah Angelique (Wimbledon 2003) yang lolos ke babak kedua Grand Slam.

Sementara itu, pekan lalu, pesaing asal Filipina itu baru saja meraih gelar pertamanya di WTA 125 Guadalajara Open.

Sebelumnya, Janice sendiri sudah tiga kali tampil menghadapi Eala di level ITF.

Hasilnya, Janice meraih satu kali kemenangan. “Janice sangat baik, saya sudah mengenalnya cukup lama,” kata Eala di sela-sela US Open dua pekan lalu dikutip dari laman resmi WTA. (*)

Artikel Petenis Indonesia Janice Tjen Cetak Sejarah Lagi! Lolos ke Semifinal Sao Paulo Open pertama kali tampil pada Olahraga.

Ledakan Misterius Disusul Kebakaran, Tujuh Rumah di Sedanau Musnah

0
Kobaran api sedang menghantam rumah milik warga di Sedanau, Kabupaten Natuna, Sabtu, (13/9) dini hari. f.Syamsul untuk Batam Pos

batampos– Tujuh unit rumah warga di Sedanau, Kabupaten Natuna, habis dilalap si jago merah pada Sabtu (13/9) dini hari.

Peristiwa terjadi saat sebagian besar warga sedang terlelap tidur.

Kebakaran itu membuat panik masyarakat sekitar, sebab api cepat membesar dan merambat ke rumah lainnya yang berdempetan.

Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api semakin sulit dikendalikan.

Seorang warga setempat, Syamsul menuturkan, kebakaran bermula dari bunyi ledakan yang terdengar tidak jauh dari lokasi.

BACA JUGA: Kebakaran Lahan di Bintan Utara Hampir Hanguskan Rumah, Warga Panik

Awalnya ia mengira bunyi itu berasal dari sesuatu yang biasa, hingga kemudian muncul cahaya yang makin lama makin terang.

“Kami kira cahaya bulan, tapi semakin lama semakin besar. Rupanya itu api,” kata Syamsul saat dihubungi melalui telepon seluler.

Mengetahui ada kebakaran, Syamsul bersama beberapa rekannya segera berlari menuju lokasi.

Mereka langsung membangunkan warga yang masih tidur di dalam rumah agar bisa segera menyelamatkan diri.

“Mereka kan masih tidur, jadi kami terpaksa dobrak pintu. Yang penting mereka bisa segera keluar. Nyawa jauh lebih penting,” ungkapnya.

Syamsul menceritakan, kepanikan melanda warga karena api terus merambat dengan cepat.

Beberapa warga berusaha mengevakuasi barang-barang berharga, sementara yang lain fokus membantu proses penyelamatan penghuni rumah.

Setelah memastikan penghuni rumah keluar dengan selamat, warga kemudian bergotong royong memadamkan api.

Namun, keterbatasan peralatan membuat upaya itu sangat sulit dilakukan.

“Proses pemadaman hampir tiga jam lamanya. Kami hanya pakai mesin air seadanya. Api cepat membesar karena semua bangunan dari kayu,” ujar Syamsul.

Meski akhirnya api bisa dipadamkan, tujuh rumah warga tidak dapat diselamatkan.

Bangunan rata dengan tanah dan hanya menyisakan puing-puing arang.

Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran.

Namun, dugaan sementara kebakaran dipicu dari ledakan yang sebelumnya terdengar.

Sementara itu, evakuasi dan pembersihan puing kebakaran masih terus dilakukan hingga Sabtu siang.

Warga bergantian membantu menyingkirkan sisa-sisa bangunan yang hangus.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (DPKP) Kabupaten Natuna, Syawal, belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa ini. Namun, ia dijadwalkan akan meninjau langsung lokasi kebakaran.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Sedanau.

Beberapa keluarga kini kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi sementara ke rumah kerabat maupun posko darurat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan, baik berupa kebutuhan pokok maupun tempat penampungan sementara. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Ledakan Misterius Disusul Kebakaran, Tujuh Rumah di Sedanau Musnah pertama kali tampil pada Kepri.

Dua Bos Sritex jadi Tersangka TPPU Korupsi Kredit Bank BUMN, Aset Senilai Rp 510 Miliar Disita

0
Komisaris Utama PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto resmi ditahan Kejaksaan Agung terkait dugaan kasus korupsi pemberian kredit bank, Jakarta, Rabu (21/5/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan dua kakak beradik bos PT Sritex sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penetapan tersebut sebagai pengembangan atas kasus dugaan korupsi pemberian kredit PT Sritex.

Iwan Setiawan Lukminto menggunakan uang hasil kredit untuk membayar utang dan membeli aset. Sedangkan Iwan Kurniawan Lukminto turut menandatangani dokumen permohonan kredit tersebut.

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menuturkan bahwa penetapan sebagai tersangka TPPU untuk keduanya telah dilakukan sejak 1 September 2025. “Penetapan itu sebagai pengembangan kasus dugaan korupsi pemberian kredit bank BUMN,” paparnya.

Peran keduanya berbeda, sang kakak Iwan Setiawan menggunakan uang hasil kredit untuk membayar utang dan membeli aset. Untuk adiknya Iwan Kurniawan turut menandatangani dokumen permohonan kredit modal kerja dan investasi. “Sejumlah aset telah disita” terangnya.

Untuk aset yang telah disita yakni 57 aset tanah atas nama Iwan Setiawan di berbagai wilayah di Sukoharjo. Diantaranya, Banmati, Combongan, Jetis, Kedungwinong, Mandan, dan Tanjung.

“Ada juga 94 tanah atas nama istri Iwan Setiawan dan satu bidang tanah hak guna bangunan atas nama PT Sukoharjo Multi Indah Textile Mill,” paparnya.

Menurutnya, estimasi nilai dari aset-aset tersebut mencapai Rp 510 miliar. Bila dibandingkan dengan nilai kerugian negara dalam kasus tersebut yang mencapai lebih dari Rp 1 triliun, maka upaya Kejagung masih cukup panjang untuk mengembalikan kerugian negara.

“Kerugian negara dari tiga bank BUMN itu lebih dari Rp 1 triliun,” ujarnya.

Sebelumnya, Korps Adhyaksa melakukan pencekalan atau pencegahan keluar negeri kepada Direktur Utama PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto. Pencekalan secara resmi diberlakukan sejak 19 Mei 2025 hingga enam bulan kedepan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar menuturkan bahwa pencekalan telah dilakukan untuk mencegah ke luar negeri terhadap Iwan sejak 19 Mei 2025. “Itu berlaku untuk 6 bulan ke depan,” terangnya kepada awak media Sabtu (7/5).

Pencekalan itu dinilai penyidik perlu dilakukan. Rencananya, penyidik akan kembali memanggil Iwan untuk pemeriksaan lanjutan. Hingga saat ini Iwan masih berstatus saksi dalam kasus tersebut. “Yang bersangkutan akan dipanggil pekan depan,” paparnya.

Iwan sebenarnya pernah diperiksa satu kali sebagai saksi untuk tiga tersangka yang telah ditetapkan Kejagung. Dengan pencekalan tersebut, dapat diduga Iwan berpotensi menjadi tersangka selanjutnya atau tersangka keempat. “Informasi penyidik belum,” ujarnya.

Namun begitu, pencekalan oleh penegak hukum memang biasa dilakukan untuk memastikan seseorang yang diduga terlibat suatu perkara tidak kabur keluar negeri. Pihak yang dicekal memiliki hak untuk diberitahu maksimal 7 hari paska pencekalan tersebut. (*)

Artikel Dua Bos Sritex jadi Tersangka TPPU Korupsi Kredit Bank BUMN, Aset Senilai Rp 510 Miliar Disita pertama kali tampil pada News.

APBD Batam 2026 Ditarget Rp4,7 Triliun, DPRD Soroti Belanja Pegawai dan Prioritas Infrastruktur

0
Pimpinan DPRD Batam menerima buku berisi RAPBD 2026 dari Walikota Batam Amsakar saat paripurna. F.Sekretariat DPRD Batam

batampos – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Batam Tahun Anggaran 2026 memasuki babak krusial. Target penerimaan dan belanja daerah ditetapkan sebesar Rp4,7 triliun. Namun, sejumlah catatan dan evaluasi diberikan oleh DPRD Kepri terkait komposisi alokasi anggaran.

Anggota Komisi I DPRD Batam, Muhammad Mustofa, menegaskan ada beberapa sektor prioritas yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Salah satunya, pembentukan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) di bidang persampahan serta pembentukan badan baru untuk menekan angka fluktuasi kemiskinan di Batam.

“Naiknya jumlah pendatang pencari kerja dan pertumbuhan penduduk membuat angka kemiskinan di Batam ikut terdongkrak secara statistik. Hal ini perlu langkah antisipasi struktural, bukan hanya program tahunan,” kata Mustofa, Jumat (12/9).

Baca Juga: Gerombolan Monyet Serbu Komplek Rumah Dinas Polda Kepri

Selain itu, ia menyoroti soal komposisi belanja dalam RAPBD. Berdasarkan ketentuan, belanja infrastruktur publik minimal 40 persen, namun dalam RAPBD 2026 hanya mencapai 31 persen. Sebaliknya, belanja pegawai justru membengkak hingga 37 persen, padahal ambang batas maksimal hanya 30 persen dari total pendapatan daerah.

“Ini menjadi catatan penting. Kami serahkan ke Pemko Batam untuk mengevaluasi karena posisinya sudah melewati batas aturan,” ujarnya.

Sementara itu, pada sektor pendidikan, alokasi anggaran dipastikan meningkat. Mustofa menyebutkan, jika secara mandatory pendidikan mendapat 20 persen dari APBD, maka pada 2026 nilainya dinaikkan menjadi 26,3 persen.

Di sisi lain, target pendapatan daerah juga mengalami penyesuaian. Meski awalnya dipatok Rp4,7 triliun, pemerintah pusat melakukan koreksi pada neraca belanja sehingga dikurangi menjadi Rp4,6 triliun. “Ada pengajuan yang melebihkan pendapatan transfer, tetapi dikoreksi pusat cukup besar,” tambah Mustofa.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Kepri

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam pemaparannya menjelaskan, pendapatan asli daerah (PAD) ditetapkan sebesar Rp2,5 triliun. Dari jumlah itu, pajak daerah ditargetkan Rp2 triliun, retribusi daerah Rp305 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp11 miliar, serta lain-lain PAD sah sebesar Rp166 miliar.

Selain PAD, pendapatan transfer menjadi penopang APBD dengan proyeksi Rp2 triliun. Rinciannya, transfer dari pemerintah pusat Rp1,7 triliun dan transfer antar daerah Rp310 miliar.

Amsakar menegaskan, RAPBD 2026 disusun dengan memperhatikan lima prioritas pembangunan, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, pembangunan infrastruktur perkotaan modern dan berkelanjutan, pemerataan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi, reformasi birokrasi untuk pelayanan publik, serta peningkatan daya saing daerah.

“RAPBD ini bukan sekadar angka, tetapi arah pembangunan Batam ke depan. Kami ingin agar pertumbuhan ekonomi sejalan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Amsakar. (*)

Reporter: Azis Maulana

Artikel APBD Batam 2026 Ditarget Rp4,7 Triliun, DPRD Kepri Soroti Belanja Pegawai dan Prioritas Infrastruktur pertama kali tampil pada Metropolis.

Calvin Verdonk Langsung Gabung Latihan LOSC Lille, Berpeluang Debut Kontra Toulouse FC

0
Calvin Verdonk berlatih bersama klub barunya Lille (Dok. LoscLive)

batampos – Calvin Verdonk resmi menjadi bagian dari skuat LOSC Lille. Pemain Timnas Indonesia ini terlihat sudah bergabung dalam sesi latihan perdana klub Ligue 1 itu.

Dari unggahan resmi Instagram akun klub, LoscLive, terlihat momen spesial ketika Verdonk menjalani sesi latihan bersama tim dengan caption cuma pendek:

“???????? ???????? @c.verdonk x @chancel22 ????????” tulis caption akun @LoscLiv. Ungkapan itu cukup untuk menunjukkan bahwa klub menyambut kedatangannya dengan antusias.

Sebelum bergabung dengan Lille, Verdonk sudah tampil cukup mapan di NEC Nijmegen. Pemain 28 tahun tersebut datang ke klub Belanda setelah meninggalkan Famalicao dan kemudian bermain reguler di NEC. Bersama NEC ia mencatatkan lebih dari 160 penampilan.

Berdasarkan video pendek yang dibagikan LoscLive, Verdonk terlihat tidak hanya hadir, tapi juga berinteraksi dengan rekan-rekannya. Ia tampak fokus, giat, dan nampak menikmati proses latihan.

Meski belum ada wawancara langsung dari Verdonk, gestur dan ekspresi dari unggahan klub menunjukkan keseriusan. Verdonk diprediksi akan mampu bersaing di lini belakang.

Minggu ini Lille akan menghadapi Toulouse di Ligue 1 pada 14 September di Stade Pierre-Mauroy. Verdonk berpeluang debut di laga itu. (*)

Artikel Calvin Verdonk Langsung Gabung Latihan LOSC Lille, Berpeluang Debut Kontra Toulouse FC pertama kali tampil pada Olahraga.

Indonesia Luncurkan Satelit Nusantara Lima, Satelit Komunikasi Terbesar di Asia Tenggara

0
Ilustrasi peluncuran Satelit Nusantara Lima. (Istimewa)

batampos – Indonesia sulses meluncurkan Satelit Nusantara Lima (N5) Pada 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat (AS). Peluncuran ini menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa satelit dirancang untuk kepentingan rakyat. Satelit Nusantara Lima merupakan jembatan yang menghubungkan Indonesia tanpa batas.

“Internet cepat bukan hanya soal teknologi, tapi soal kesempatan yang sama. Anak-anak di Maluku dan Papua akan punya akses belajar yang sama dengan anak-anak di Jakarta, pasien di pulau kecil bisa konsultasi dengan dokter terbaik, dan UMKM kita bisa bersaing di dunia digital. Inilah makna pemerataan digital yang sesungguhnya,” kata Meutya dalam keterangannya, Jumat (12/9).

Dia menjelaskan, peluncuran N5 sejalan dengan arah Presiden Prabowo Subianto yang selalu menekankan pentingnya kemandirian dan kedaulatan teknologi. Bahkan, transformasi digital termasuk pada program strategis agar seluruh rakyat bisa merasakan manfaat pembangunan secara merata.

Dibekali kapasitas 160 Gbps, N5 menjadi satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara. Satelit ini pun akan menempati slot orbit strategis 113 derajat Bujur Timur atau golden spot yang meliputi seluruh wilayah Indonesia dan memperkuat konektivitas di kawasan timur.

Tak hanya itu, kehadirannya akan membuka peluang lebih luas bagi pendidikan jarak jauh, layanan kesehatan digital, UMKM berbasis daring, hingga akses hiburan dan informasi bagi masyarakat di pelosok yang hingga kini sulit terjangkau.

N5 sendiri dimiliki oleh PT Satelit Nusantara Lima (SNL), anak usaha PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN), melalui kerja sama global dengan Boeing Satellite Systems, Hughes Network Systems, dan SpaceX. Komdigi pun memastikan registrasi orbit, sekaligus menjaga kedaulatan nasional terkait pengelolaan satelit ini.

Sementara itu, peluncuran N5 menjadi tonggak sejarah baru setelah Palapa A1 pada 1976, Nusantara Satu pada 2019, dan SATRIA-1 pada 2023.

Dengan satelit ini, Indonesia menegaskan diri bukan hanya sebagai konsumen, melainkan juga pengelola teknologi satelit yang menghadirkan manfaat langsung bagi rakyatnya. Sekaligus memperkokoh posisi negara sebagai pusat konektivitas digital di kawasan Asia Pasifik. (*)

Artikel Indonesia Luncurkan Satelit Nusantara Lima, Satelit Komunikasi Terbesar di Asia Tenggara pertama kali tampil pada News.

Gerombolan Monyet Serbu Komplek Rumah Dinas Polda Kepri

0
Monyet terlihat berkeliaran di area Komplek Rumah Dinas Polda Kepri, Jumat (12/9). F.Yasinta

batampos – Belasan ekor monyet terlihat berkeliaran di area Komplek Rumah Dinas Polda Kepri, Jumat (12/9). Kehadiran satwa liar itu hampir setiap hari muncul untuk mencari makanan di tong sampah hingga pohon buah di sekitar perumahan.

Pantauan di lapangan, monyet-monyet tersebut melompat dari atap rumah ke rumah lain, bahkan berjalan di kabel listrik. Ada yang berukuran kecil hingga besar. Beberapa di antaranya nekat masuk ke pekarangan rumah hingga mengais sisa makanan di belakang rumah warga komplek.

Risa, salah seorang warga yang datang ke Polda Kepri mengaku kaget melihat banyaknya monyet yang berkeliaran. Meloncat dari satu atap ke atap lainnya, hingga berjalan di kabel listrik.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Kepri

“Saya kaget, tiba-tiba ada monyet turun dari pohon ke halaman rumah polisi itu. Ada yang loncat ke atap dan buka tong sampah,” ujarnya.

Ternyata, fenomena ini hampir setiap hari terjadi. Terutama saat pagi hingga sore hari. Mereka datang bergerombol dalam jumlah belasan ekor.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Batam, BKSDA Riau, Tommy Sinambela, membenarkan adanya laporan masyarakat terkait kawanan monyet di sekitar Komplek Polda Kepri. Menurutnya, keberadaan satwa liar tersebut tidak lepas dari perubahan fungsi lahan di sekitar kawasan hutan.

Baca Juga: 105 Kasus AIDS Tercatat di Batam, Usia Produktif Paling Banyak Terdampak

“Kalau satwa masuk ke perumahan, itu karena habitatnya terganggu. Bisa saja ada aktivitas alat berat atau pembukaan lahan. Secara alami, monyet mencari sumber makanan baru,” jelas Tommy.

Ia mengatakan, BKSDA beberapa kali menurunkan tim untuk menangani konflik satwa liar di Batam. Sepanjang 2025, tercatat sudah dua kali tim diturunkan ke wilayah Mapolda. Penanganan dilakukan dengan pemasangan perangkap untuk kemudian melepasliarkan satwa ke kawasan konservasi di Muka Kuning. (*)

Artikel Gerombolan Monyet Serbu Komplek Rumah Dinas Polda Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.