Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 1070

Kasus Korupsi Dermaga Utara Batu Ampar Masuki Tahap Baru, Penetapan Tersangka Dekat

0
Kondisi Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi Dermaga Utara Batu Ampar segera memasuki babak baru. Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri telah menerima hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang dijemput langsung ke Jakarta.

Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri, Kombes Silvester Simamaro, tidak menampik hasil audit kerugian negara atas kasus ini sudah keluar dan akan diumumkan dalam waktu dekat. “Sabar ya,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Sabtu (13/9).

Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Paksi, juga mengakui hasil audit sudah diterima. Meski demikian, besaran angka kerugian belum dibuka ke publik karena masih menjadi bagian rangkaian penyidikan. Namun, angka kerugian disebut-sebut sangat fantastis dan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kasus korupsi di Kepri.

Selain hasil audit, penyidik juga tengah memintai keterangan saksi ahli dari BPK dan ahli pengadaan barang dan jasa. “Ini sedang minta keterangan ahli juga,” ujar Paksi.

Dengan rampungnya audit, tahap berikutnya penyidik akan menggelar ekspose internal dan gelar perkara untuk menentukan nama-nama yang akan ditetapkan sebagai tersangka. “Dalam waktu dekat akan diumumkan. Penanganan perkara ini juga sudah dua kali asistensi bersama Kortas Polri dan KPK,” terang Paksi.

Penyidik pun mewaspadai potensi upaya perlawanan dari pihak terkait, termasuk penghilangan barang bukti atau melarikan diri. Namun hingga kini, pencekalan belum diajukan karena hal itu baru dapat dilakukan setelah ada penetapan tersangka.

Sebelumnya, Polda Kepri sempat memberi sinyal bahwa kerugian negara dalam proyek Dermaga Utara Batu Ampar mencapai lebih dari Rp10 miliar. Penyidik telah memeriksa sekitar 160 saksi dari berbagai unsur serta melakukan penggeledahan di kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Maret lalu. Dari penggeledahan tersebut, sejumlah dokumen penting dan barang bukti tambahan berhasil diamankan.

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Kepri sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polda Kepri sejak akhir Februari lalu. Dalam SPDP itu tercatat tujuh nama terlapor yang terdiri dari ASN, pegawai BUMN, hingga pihak swasta, termasuk AM, ASN di BP Batam, serta IAM, IMS, ASA, AH, IS, dan NVU. Ketujuhnya saat ini berstatus terlapor.

Proyek revitalisasi Dermaga Utara Batu Ampar sejatinya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik Batam dan kawasan perbatasan. Namun, pengerjaannya yang terhenti di tengah jalan menimbulkan dugaan penyimpangan anggaran yang serius.

Kasus ini pun menjadi salah satu perkara korupsi dengan potensi kerugian negara terbesar di Kepri, mengingat nilai proyek yang sangat besar. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Kasus Korupsi Dermaga Utara Batu Ampar Masuki Tahap Baru, Penetapan Tersangka Dekat pertama kali tampil pada Metropolis.

Pertamina Tegaskan Komitmen Transparansi dan Efisiensi di Terminal Batam

0
Direktur Keuangan Pertamina Patra Niaga, Mega Satria saat melakukan kunjungan kerja ke Fuel Terminal Batam dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim pada Rabu-Kamis (10-11/9).

batampos — Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen memperkuat tata kelola perusahaan dengan mengedepankan efisiensi keuangan dan optimalisasi operasional di seluruh unit kerja. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Direktur Keuangan Pertamina Patra Niaga, Mega Satria, saat melakukan kunjungan kerja ke Fuel Terminal Batam dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim pada Rabu-Kamis (10-11/9).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Management Walkthrough (MWT) yang bertujuan memastikan fungsi keuangan berjalan seiring dengan standar operasional, aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment), serta kepatuhan terhadap regulasi.

“Keuangan bukan sekadar angka, tetapi bagaimana setiap rupiah dikelola secara transparan dan akuntabel serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat. Saya melihat operasional di Batam sudah berjalan dengan baik, didukung manajemen yang solid,” ujar Mega Satria.

Di lokasi, Mega bersama jajaran manajemen meninjau langsung fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar di Fuel Terminal Batam serta sarana avtur di AFT Hang Nadim. Kunjungan ini juga dihadiri Kepala Kantor Pelayanan Pajak Besar Tiga dan manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Menurut Mega, peran Batam sebagai wilayah perbatasan dan pintu gerbang internasional sangat strategis, sehingga pengelolaan energi harus efisien, transparan, dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan operasional di Batam dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menyambut baik kunjungan Direksi ini. Menurutnya, MWT menjadi dorongan semangat bagi tim lapangan.

“Kegiatan ini memperkuat sinergi antara fungsi keuangan dan operasional. Kami semakin optimistis menjaga keandalan pasokan energi khususnya di Batam,” ujar Sunardi.

Selain meninjau fasilitas, rombongan juga melaksanakan kegiatan peduli lingkungan di Masjid Babussalam, Bengkong Indah. Aksi sosial ini menjadi bentuk kontribusi Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keberlanjutan serta menjalin kedekatan dengan masyarakat sekitar. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Pertamina Tegaskan Komitmen Transparansi dan Efisiensi di Terminal Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Korban Penyiksaan ART di Sukajadi Menanti Keadilan, Berkas Perkara Belum Rampung

0
Kasi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Proses hukum kasus penyiksaan keji terhadap asisten rumah tangga (ART) di kawasan Sukajadi kembali mengalami hambatan. Lebih dari sepekan sejak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam mengembalikan berkas perkara kepada penyidik Polresta Barelang, dokumen tersebut belum juga dilimpahkan kembali.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus, mengatakan jaksa peneliti menemukan sejumlah syarat formil dan materil yang belum terpenuhi dalam berkas tersebut.

“Pada saat mengembalikan berkas itu, kami memberikan petunjuk agar dilengkapi pihak penyidik,” ujar Priandi, Sabtu (13/9).

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aditya Syaummil menyampaikan, berkas hingga kini belum kembali ke meja jaksa.

“Walaupun sudah kami kembalikan sejak 21 Agustus lalu, penyidik belum juga menyerahkan pelimpahan berkas itu kepada kami,” jelas Aditya.

Namun, Aditya menilai kondisi ini masih dalam batas waktu yang wajar karena penyidik diberi kesempatan 30 hari untuk melengkapi kekurangan. “Jika dalam 30 hari berkas belum dilimpahkan, kami akan menyurati penyidiknya. Apabila lebih dari 60 hari, SPDP bisa dikembalikan,” tambahnya.

Kasus ini menyeret dua tersangka, Roslina, majikan korban, dan Merliyati, sepupu korban. Keduanya dijerat Pasal 44 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) jo Pasal 55 KUHP. Jika berkas dinyatakan lengkap (P-21), keduanya akan segera diserahkan bersama barang bukti ke Kejaksaan untuk disidangkan.

Perkara ini terbongkar pada 22 Juni 2025, setelah Regina Gin Juit menemukan unggahan di Facebook yang memperlihatkan kondisi korban, Intan Tuwa Negu, dengan wajah lebam dan tubuh penuh luka. Laporan ini memicu polisi bergerak cepat hingga menangkap Roslina dan Merliyati sehari kemudian.

Hasil visum dari RS Elisabeth Batam menunjukkan korban mengalami memar, lecet, bengkak hampir di seluruh tubuh, robekan pada bibir bawah, dan anemia akibat kekerasan tumpul. Kondisi korban dinyatakan tidak memungkinkan untuk bekerja sementara waktu.

Dalam pengakuannya, korban menyebut kekerasan telah berlangsung sejak Desember 2024. Ia dipukul, ditendang, kepalanya dibenturkan, disiram air pel, dipaksa makan nasi basi, tidur di kamar mandi, dilecehkan secara verbal, bahkan dikurung dengan pengawasan CCTV.

Kasus ini mendapat perhatian luas masyarakat Batam, yang menyoroti tingkat kekerasan ekstrem dan lemahnya perlindungan bagi pekerja rumah tangga.

“Kekurangan berkas harus segera dilengkapi agar persidangan bisa berjalan. Korban menunggu keadilan,” pungkas Priandi. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Korban Penyiksaan ART di Sukajadi Menanti Keadilan, Berkas Perkara Belum Rampung pertama kali tampil pada Metropolis.

Tingginya Kasus Kecelakaan di Batam, Penanganan Ortopedi Jadi Prioritas Utama

0
dr. Didi saat menjadi instruktur di Batam Orthopaedi Seminar and Workshop (BOSS), Sabtu (13/9) di Hotel Harris Batam Center.

batampos — Tingginya angka kecelakaan kerja dan lalu lintas di Batam membuat penanganan ortopedi semakin vital. Penanganan awal yang tepat, bahkan sejak pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun di lokasi kejadian, menjadi kunci agar cedera tidak bertambah parah dan nyawa pasien bisa diselamatkan.

Dokter spesialis ortopedi, dr. Didi Fitriadi Nasution, MKM, M.Ked(Surg), Sp.OT, menegaskan, tenaga medis di garda depan seperti dokter umum dan perawat harus menguasai keterampilan dasar penanganan ortopedi sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit rujukan.

“Penanganan pertama yang benar di IGD maupun di lapangan sangat menentukan hasil akhir pasien. Jangan sampai niat menolong justru menimbulkan cedera baru,” ujar dr. Didi saat menjadi instruktur di Batam Orthopaedi Seminar and Workshop (BOSS), Sabtu (13/9) di Hotel Harris Batam Center.

Dr. Didi juga menyampaikan, masyarakat selama ini masih beranggapan ortopedi hanya menangani tulang, padahal ruang lingkupnya jauh lebih luas, termasuk otot, sendi, saraf, dan cedera lansia. Di Batam, kasus kecelakaan kerja dan lalu lintas mendominasi penanganan ortopedi yang diterima rumah sakit.

Batam memang kawasan industri dan lalu lintasnya padat. Ditambah kasus jatuh di rumah tangga pada usia lanjut, membuat hampir semua rumah sakit di Batam setiap hari menangani kasus ortopedi.

Sayangnya, jumlah dokter ortopedi di Kepulauan Riau masih sangat terbatas, hanya 14 orang dengan 12 di antaranya bertugas di Batam. Kondisi ini membuat peran dokter umum dan perawat di IGD sangat krusial untuk memberikan pertolongan pertama yang tepat.

Dalam workshop BOSS, peserta diajarkan tata laksana kegawatdaruratan ortopedi mulai dari pertolongan pertama, pemasangan gips hingga pengetahuan tentang implan dan instrumen operasi. Workshop ini tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung menggunakan bone model.

Ketua panitia, dr. Deded Yudha Pranatha Sp.OT, berharap dengan pelatihan ini, dokter umum dan perawat mampu melakukan penanganan awal dengan benar sehingga pasien yang dirujuk ke rumah sakit rujukan sudah dalam kondisi stabil dan aman.

“Tujuannya, pasien darurat ortopedi mendapat penanganan cepat dan tepat, serta mengurangi risiko komplikasi akibat kesalahan penanganan awal,” jelas Deded. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Tingginya Kasus Kecelakaan di Batam, Penanganan Ortopedi Jadi Prioritas Utama pertama kali tampil pada Metropolis.

Tukar Tambah Makin Untung, Astra Daihatsu Batam Suguhkan Promo dan Doorprize

0
Daihatsu Batam gratiskan admin, hadiah TV 55 Inci siap dibawa pulang.

batampos – Astra Daihatsu Batam kembali memanjakan konsumen lewat Trade In Festival program tukar tambah mobil yang kini ditetapkan sebagai agenda rutin bulanan setiap Minggu kedua. Gelaran Sabtu (13/9) di kawasan strategis Lubuk Baja ini menawarkan kesempatan emas bagi masyarakat Batam untuk menukar mobil lama dengan unit Daihatsu terbaru, dengan harga lebih tinggi serta bonus berlapis.

Branch Manager Astra Daihatsu Batam, Purnama YP mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen Daihatsu dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus apresiasi nyata kepada konsumen.

“Mobil lama Anda kami hargai lebih tinggi. Dengan promo khusus, konsumen bisa pulang membawa mobil Daihatsu terbaru dengan keuntungan finansial yang jauh lebih besar,” ujar Purnama.

Salah satu daya tarik utama festival ini adalah selisih tukar tambah hingga Rp4 juta lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Misalnya, Daihatsu Xenia kini bisa dimiliki dengan potongan harga Rp38 juta, lebih besar dari diskon reguler Rp34 juta.

Tak hanya itu, Sales Supervisor Daihatsu Batam, Henri Sirait menyebutkan sederet bonus lain yang telah disiapkan. Mulai dari paket kredit bunga ringan, bebas biaya administrasi, souvenir eksklusif, hingga peluang memenangkan doorprize elektronik.

“Kami siapkan hadiah utama berupa TV 55 inci, ditambah puluhan doorprize menarik lainnya. Jadi, konsumen bukan hanya untung secara finansial, tapi juga berpeluang membawa pulang hadiah melimpah,” jelas Henri.

Untuk semakin mempermudah masyarakat, Astra Daihatsu Batam juga menawarkan DP super ringan. Konsumen dapat membawa pulang Daihatsu Terios dengan DP mulai Rp16 jutaan, Sigra Rp9 jutaan, Rocky Rp9 jutaan, Xenia Rp10 jutaan, hingga Ayla Rp7 jutaan.

Dengan mengusung tagline “Kami Hargai Mobil Lama Anda Lebih Tinggi” Trade In Festival hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan baru yang lebih modern, nyaman, dan sesuai kebutuhan keluarga.

Data penjualan hingga Agustus 2025 pun menunjukkan reputasi Daihatsu yang terus menguat di Batam. Total 1.417 unit terjual dengan Rocky dan Xenia menjadi model terlaris.

Daihatsu kini meraih 20 persen pangsa pasar otomotif Batam mencerminkan meningkatnya daya beli sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap merek ini.

Astra Daihatsu memastikan Trade In Festival akan hadir setiap bulan dengan konsep yang terus diperbarui. Informasi lengkap bisa diperoleh melalui showroom resmi dan stand Daihatsu di Batam.

Satu pesan jelas dari festival ini: jangan biarkan mobil lama Anda kehilangan nilai, karena Daihatsu siap memberi harga lebih tinggi disertai keuntungan berlipat. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Tukar Tambah Makin Untung, Astra Daihatsu Batam Suguhkan Promo dan Doorprize pertama kali tampil pada Metropolis.

Astra Honda Cetak Sejarah di MotoGP, Empat Anak Bangsa Siap Kibarkan Merah Putih di GP Misano

0
Empat pebalap muda Tanah Air: Mario Suryo Aji akan bertarung di GP Moto2, Fadillah Arbi Aditama di GP Moto3, Veda Ega Pratama dan M. Kiandra Ramadhipa di Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC).

batampos — Indonesia mencetak sejarah baru di ajang balap motor dunia. Untuk pertama kalinya, empat pebalap muda Tanah Air tampil bersamaan di tiga kelas berbeda pada kejuaraan dunia MotoGP yang digelar di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, pada 13–14 September 2025.

Mereka bukan sembarang pebalap. Keempatnya merupakan lulusan Astra Honda Racing School (AHRS), kawah candradimuka bagi para talenta balap nasional yang kini mulai bersinar di pentas dunia. Mereka adalah: Mario Suryo Aji akan bertarung di GP Moto2, Fadillah Arbi Aditama di GP Moto3, Veda Ega Pratama dan M. Kiandra Ramadhipa di Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC).

Nama Mario Aji sudah tak asing lagi di kancah Moto2. Setelah menepi tiga bulan akibat cedera bahu, pebalap asal Magetan ini kembali menunggangi motor balapnya dengan semangat baru. “Target saya adalah mengembalikan feeling dan ritme, agar siap tempur di seri-seri Asia nanti. Saya akan berikan yang terbaik,” ujar Mario, yang merupakan alumni AHRS 2016.

Di seri Catalunya lalu, ia menunjukkan comeback yang solid. Di Misano, Mario siap menantang batas kemampuannya demi mengharumkan nama Indonesia.

Sementara itu, di kelas Moto3, Fadillah Arbi Aditama dipercaya menggantikan Tatchakorn Buasri yang masih dalam masa pemulihan cedera. Turun sejak GP Austria, Arbi terus menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. “Saya dalam kondisi terbaik. Target saya di Misano ini adalah bersaing di zona poin,” ujar Arbi yang lulus dari AHRS tahun 2018.

Meski berstatus pebalap pengganti, semangat juangnya tak kalah garang. Arbi siap menantang rider-rider muda dunia dengan bendera Merah Putih di dadanya.

Di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup, nama Veda Ega Pratama dan M. Kiandra Ramadhipa mencuri perhatian. Keduanya tampil konsisten sepanjang musim, dan siap menutup musim 2025 dengan hasil membanggakan.

Veda, pebalap 15 tahun asal Yogyakarta, kini berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan 170 poin—selisih 21 poin dari pimpinan klasemen. Kans juara masih sangat terbuka.

“Seri ini sangat penting karena penentu gelar. Saya akan tampil all-out. Mohon doanya untuk Indonesia!” tegas Veda, dengan mata penuh semangat.

Sementara itu, Ramadhipa juga tak mau ketinggalan. Lulusan AHRS 2022 ini kini menempati posisi kesembilan klasemen dengan 82 poin, dan sudah pernah naik podium kedua di Sachsenring, Jerman.

“Saya ingin tutup musim ini dengan podium. Persiapan fisik dan mental sudah matang,” ujar Ramadhipa.

Keempat pebalap ini adalah hasil binaan dari Astra Honda Racing School (AHRS), program pembinaan jangka panjang milik PT Astra Honda Motor yang dirancang untuk mencetak juara dunia dari Indonesia.

Bukan hanya skill balap yang diasah, AHRS juga membentuk karakter, disiplin, dan profesionalisme para pebalap sejak usia dini.

Langkah mereka di Misano adalah bukti nyata bahwa mimpi besar anak negeri bisa diraih lewat proses, tekad, dan dukungan yang tepat.

GP Misano bukan hanya soal balapan, tapi juga soal nasionalisme. Empat pebalap Indonesia siap tampil habis-habisan membawa nama bangsa di panggung dunia.

Entah itu di kelas Moto2, Moto3, maupun Red Bull Rookies Cup, satu semangat yang sama mereka bawa: mengibarkan Merah Putih dari podium tertinggi.

Dan di balik semangat itu, ada ribuan mimpi generasi muda yang ikut melaju di setiap tikungan sirkuit Misano. (*)

Artikel Astra Honda Cetak Sejarah di MotoGP, Empat Anak Bangsa Siap Kibarkan Merah Putih di GP Misano pertama kali tampil pada Metropolis.

Fandy Iood Raih Doktor Ilmu Hukum, Siap Bikin Regulasi Konstruksi Lebih Adil, Efisien, dan Berpihak Pada Rakyat

0
Dr. Ir. Fandy Iood, ST, M.PWK., IPM.

batampos — Dunia konstruksi Indonesia kini punya seorang doktor baru. Ia bukan akademisi biasa, tapi praktisi langsung dari lapangan: Ir. Fandy Iood, ST, M.PWK., IPM, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pelaksana Kontraktor dan Konstruksi Nasional (APPEKNAS).

Fandy resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka yang digelar Sabtu, (22/3/2025).

Tak main-main, Fandy lulus dengan predikat Summa Cumlaude dan meraih IPK 3.94, sebuah capaian akademik tertinggi yang membuktikan keseriusannya mengkaji hukum secara mendalam.

Dalam disertasinya yang berjudul “Rekonstruksi Regulasi Pertanggungjawaban Penyedia Jasa Konstruksi sebagai Pelaku Usaha Berbasis Nilai Keadilan”, Fandy menguliti permasalahan hukum di dunia konstruksi, sektor yang sering jadi sumber konflik, baik antar pelaku usaha maupun antara penyedia jasa dan pengguna jasa.

Menurutnya, penyelesaian sengketa di sektor konstruksi masih kerap memakan waktu dan biaya tinggi, apalagi jika masuk jalur pengadilan. Padahal, ada cara lain yang lebih damai dan efisien: lewat Alternative Dispute Resolution (ADR).

“Sudah saatnya penyelesaian sengketa dilakukan secara kekeluargaan, dengan pendekatan humanis. Tidak melulu harus lewat meja hijau,” ungkap Fandy saat memaparkan hasil penelitiannya di hadapan sembilan penguji.

Dalam sidang terbuka itu. Fandy diuji oleh sembilan akademisi ternama, termasuk Rektor UNISSULA Prof. Dr. Gunarto, SH, SE, Akt, M.Hum, dan Guru Besar Hukum dari Universitas Al-Azhar Kairo, Prof. Ahmed Rabie, Ph.D. Nama-nama lain seperti Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, Prof. Dr. Hj. Anis Mushdurohatun, dan Prof. Dr. Achmad Busro juga hadir menguji.

Disertasi Fandy mengacu pada UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, dan menekankan pentingnya prinsip hukum Lex Specialis Derogat Legi Generali, di mana aturan khusus harus diutamakan dari aturan umum dalam menyelesaikan konflik.

Menariknya, Fandy bukan hanya datang dari dunia akademik. Sebagai Ketua Umum APPEKNAS, ia tahu betul lika-liku yang dihadapi kontraktor dan pengusaha konstruksi di lapangan. Itu sebabnya, kajiannya sangat aplikatif dan relevan dengan kondisi nyata.

Rektor UNISSULA, Prof. Gunarto, dalam sambutannya menyebut Fandy sebagai contoh ideal doktor profesional yang tidak hanya cerdas, tapi juga punya dedikasi tinggi untuk memajukan sektor hukum nasional.

“Kita harapkan kehadiran beliau bisa membawa warna baru bagi regulasi jasa konstruksi di Indonesia, khususnya menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Prof. Gunarto.

Sementara itu, Fandy mengaku bersyukur atas pencapaian ini. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung proses studinya. “Terima kasih setinggi-tingginya kepada civitas akademika UNISSULA. Jaya selalu dari anak negeri untuk Indonesia,” ucapnya haru.

Kini, dengan gelar Dr. Ir. Fandy Iood, ST, M.PWK., IPM, ia siap mendedikasikan keilmuannya untuk menyempurnakan sistem hukum konstruksi Indonesia agar lebih adil, efisien, dan berpihak pada rakyat. (*)

Artikel Fandy Iood Raih Doktor Ilmu Hukum, Siap Bikin Regulasi Konstruksi Lebih Adil, Efisien, dan Berpihak Pada Rakyat pertama kali tampil pada Metropolis.

Ngemil Sore Makin Seru dengan 7 Camilan Khas Kepulauan Riau Ini

0
Luting gendang, salah satu camilan khas Kepulauan Riau. F. Dok Batam

batampos – Waktu sore paling cocok untuk bersantai sambil menikmati camilan. Pilihan camilan bikin mikir berjam-jam.

Nah, supaya gak lama mikir, bagaimana kalau mencoba camilan khas Kepulauan Riau?

Camilan khas Kepulauan Riau tersedia dalam rasa gurih maupun manis. Camilan ini memiliki cita rasa lokal yang unik.

Ini 7 cemilan khas Kepulauan Riau yang wajib dicoba dikutip dari berbagai sumber:

1. Luti Gendang
Roti goreng isi abon ikan dengan rasa pedas menjadi camilan legendaris dari Anambas dan populer di Batam. Bentuknya lonjong, rasa gurih, dan bikin nagih.

2. Bolu Kemojo
Kue manis berbentuk bunga kamboja ini identik dengan aroma pandan. Teksturnya lembut cocok buat kamu penyuka camilan manis.

3. Kue Deram
Kue tradisional berbahan tepung beras dan gula aren ini punya rasa manis. Bagian luar garing dan dalamnya lembut.

4. Jong Kong
Kue ini terbuat dari tepung beras, santan, dan gula. Kue ini berwarna putih dan hijau. Kue satu ini bisa ditemui dalam cup maupun di bungkus dengan daun pandan.

5. Otak – otak
Camilan ini memiliki rasa gurih dari sotong ataupun ikan. Biasa disajikan dengan saus kacang.

6. Kue Batang Buruk
Kue kering asal Tanjung Pinang terbuat dari campuran tepung beras, tepung gandum, dan tepung kelapa. Kue ini memiliki isian serbuk kacang hijau. Rasa renyah serta manis bikin ketagihan.

7. Keripik Gonggong
Biasanya siput gonggong dimakan dengan sambal, ini ada versi camilannya. Rasa gurih dan renyah cocok buat ngemil sore.

Selain bikin kenyang, camilan khas Kepri ini merepresentasikan kekayaan kuliner Melayu dan pengaruh laut di daerah kepulauan. Salah satu camilan diatas bisa jadi teman atau pembuka momen hangat bareng keluarga maupun sahabat.(*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel Ngemil Sore Makin Seru dengan 7 Camilan Khas Kepulauan Riau Ini pertama kali tampil pada Metropolis.

Bentuk Keluarga yang Bahagia 560 Orang Ikut Seminar Parenting dan Pranikah

0
Ratusan peserta dari Tanjungpinang dan Bintan antusias ikuti seminar parenting dan pranikah, Sabtu (13/9). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Ratusan warga asal Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau antusias mengikuti seminar parenting dan pranikah, pada Sabtu (13/9).

Setidaknya terdapat 340 orang yang ikut serta dalam seminar parenting dan 220 orang yang mengikuti seminar pranikah tersebut. Seminar ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Manajemen LP2U Jakarta, yakni Satria Hadi Lubis dan aktivis keluarga Jakarta, Kingkin Annida.

“Seminar ini dilakukan untuk membentuk keluarga yang bahagia. Serta mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga,” kata Sekertaris DP3AP2KB Kepri, Eva Rabianti usai membuka seminar di Aula Wan Seri Beni, Dompak Tanjungpinang.

Ia menjelaskan, hingga Agustus 2025 lalu DP3AP2KB Kepri mencatat terdapat 303 kasus kekerasan yang terjadi terhadap ibu dan anak di Provinsi Kepri. Sehingga seminar Parenting dan Pranikah tersebut memang perlu dilakukan, untuk menekan kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Selain itu, menurutnya seminar parenting yang membahas tata cara untuk menciptakan keluara bahagia tersebut untuk mencegah adanya anak-anak yang tumbuh dengan kenakalan saat bertumbuh dewasa.

BACA JUGA: Gagal Gelar Seminar, Wimnus Kembalikan Uang Pelajar SMKN 2 Tanjungpinang

“Kekerasan dalam rumah tangga selama ini terjadi karena beberapa faktor, seperti faktor ekonomi dan kemampuan untuk membina rumah tangga yang belum matang,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Gurindam Edukasi, Martanto menambahkan bahwa seminar parenting bertujuan agar orang tua mampu dan mengetahui cara membina anak yang baik.

“Selain edukasi, mereka juga bisa sharing dengan narasumber seperti apa cara mendidik anak yang baik, agar anak dapat tumbuh dengan kasih sayang,” sebutnya.

Ssmentara seminar pranikah ini, kata dia bertujuan untuk mematangkan persiapan calon pengantin, seperti dari segi finansial maupun mental. “Ini juga untuk mencegah adanya perceraian. Karena faktor perceraian karena pasangan belum matang,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Bentuk Keluarga yang Bahagia 560 Orang Ikut Seminar Parenting dan Pranikah pertama kali tampil pada Kepri.