Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 109

Harga Ayam di Batam Masih Tinggi, Diprediksi Naik Lagi Jelang Lebaran

0
Pedagang melayani pembeli ayam potong di Pasar Botania Batam. Harga ayam segar di pasar tradisional masih bertahan sekitar Rp45 ribu per kilogram selama Ramadan. F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Harga ayam potong segar di sejumlah pasar tradisional di Batam masih bertahan tinggi selama Ramadan. Pedagang bahkan memperkirakan harga komoditas tersebut berpotensi kembali naik menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pantauan di Pasar Botania, Minggu (15/3), harga ayam potong segar dijual sekitar Rp45 ribu per kilogram. Sementara ayam potong beku sedikit lebih murah, yakni sekitar Rp42 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang ayam, Andi, mengatakan harga ayam sudah berada di level tinggi sejak awal Ramadan. Menurutnya, tren kenaikan harga biasanya kembali terjadi ketika permintaan meningkat mendekati Lebaran.

Baca Juga: Kemenag Batam Umumkan Titik Salat Idulfitri H-1

“Memang sudah tinggi sejak awal Ramadan. Biasanya kalau mendekati Lebaran nanti bisa naik lagi,” ujarnya.

Meski harga cukup tinggi, permintaan ayam potong disebut tetap stabil selama bulan puasa. Konsumsi masyarakat untuk kebutuhan sahur, berbuka, hingga persiapan Lebaran menjadi salah satu faktor yang menjaga tingginya permintaan.

“Selama Ramadan masih banyak yang beli. Apalagi mendekati Lebaran, biasanya permintaan makin meningkat,” tambahnya.

Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Summerland, Kecamatan Nongsa. Harga ayam potong di pasar tersebut juga berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram.

Pedagang lainnya, Eki, mengatakan harga ayam sejauh ini masih stabil di angka tersebut.

“Untuk daging ayam masih tetap sama, Rp45 ribu per kilogram,” katanya.

Selain ayam potong, beberapa komoditas pangan lainnya juga mulai mengalami kenaikan harga. Salah satunya cabai rawit merah atau yang sering disebut masyarakat sebagai cabai setan.

Pedagang sayur, Lina, mengatakan harga cabai rawit merah kini telah menembus Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut diduga dipicu oleh berkurangnya pasokan di pasaran.

Baca Juga: DLH Batam Siagakan 1.000 Petugas Antisipasi Lonjakan Sampah Selama Lebaran

“Cabai rawit merah sekarang sudah Rp100 ribu per kilogram,” ujarnya.

Sementara itu, harga cabai merah keriting relatif lebih stabil dan berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

Pedagang memperkirakan harga sejumlah bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat masih berpotensi mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan menjelang Lebaran. (*)

Artikel Harga Ayam di Batam Masih Tinggi, Diprediksi Naik Lagi Jelang Lebaran pertama kali tampil pada Metropolis.

SPPG Seri Kuala Lobam Bintan Dihentikan Sementara, Menu MBG Dievaluasi

0
SPPG Seri Kuala Lobam di Jalan Indunsuri, Kelurahan Tanjungpermai, Kecamatan Seri Kuala Lobam. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan. Kebijakan tersebut diambil setelah adanya temuan ketidaksesuaian dalam penyajian menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penghentian sementara itu tertuang dalam surat BGN Nomor 860/D.TWS/03/2026 yang menjadi dasar evaluasi terhadap operasional SPPG tersebut.

Sebelumnya, sejumlah siswa penerima manfaat program MBG di Kecamatan Seri Kuala Lobam diketahui menerima buah kelapa utuh sebagai salah satu menu yang disajikan.

Baca Juga: Karimun Siapkan 55 Kapal Feri, Puncak Mudik Diprediksi 18 Maret

Salah satu orang tua siswa, Uti, mengatakan anaknya membawa pulang kelapa utuh yang diterima dari program tersebut.

“Kelapanya dibawa pulang, lalu kami bawa ke penjual air kelapa untuk dibuka dan dijadikan minuman,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Ronny Kartika, mengatakan penghentian sementara operasional SPPG Seri Kuala Lobam dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat terkait produk makanan yang disalurkan.

Menurutnya, dari total 16 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Bintan, hanya SPPG Seri Kuala Lobam yang saat ini dihentikan sementara.

SPPG tersebut dapat kembali beroperasi setelah pengelola menyerahkan bukti perbaikan serta dokumen pendukung kepada Direktorat Pemantauan dan Pengawas Wilayah I BGN.

“Jika seluruh persyaratan sudah dipenuhi, status penghentian sementara operasional dapat dicabut,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Program MBG Wilayah Kabupaten Bintan, Pina Deli Syahputri, mengatakan operasional SPPG Seri Kuala Lobam dihentikan sementara sejak Kamis (12/3).

“Hanya pemberhentian sementara untuk evaluasi menu sekaligus melengkapi sarana agar lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga: Kapolres Anambas Imbau Warga Tak Panik, Stok BBM Dipastikan Cukup

Namun, ia belum dapat memastikan hingga kapan penghentian operasional tersebut berlangsung.

“Kita masih menunggu arahan pimpinan, kemungkinan dalam waktu dekat atau setelah Lebaran,” katanya.

Saat ditanya apakah penghentian sementara tersebut berkaitan dengan penyajian kelapa utuh dalam menu MBG, Pina belum memberikan keterangan lebih lanjut. (*)

Artikel SPPG Seri Kuala Lobam Bintan Dihentikan Sementara, Menu MBG Dievaluasi pertama kali tampil pada Kepri.

Calo Tiket Kapal di Punggur Dibongkar, Dua Oknum ASDP Diamankan

0
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia bersama Kasat Reskrim Polresta Barelang dan jajaran memberikan keterangan pengungkapan calo tiket di pelabuhan ASDP Telaga Punggur saat ekspos di Mapolresta Barelang, Minggu (15/3). Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Praktik percaloan tiket kapal yang merugikan calon penumpang berhasil dibongkar aparat kepolisian di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Kota Batam. Dalam pengungkapan, tiga orang pelaku diamankan oleh Satgas Penegakan Hukum Operasi Ketupat Seligi Polresta Barelang. Dua di antaranya diketahui merupakan oknum pegawai ASDP.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari penyelidikan tim Satgas Ops Ketupat Seligi di kawasan Pelabuhan ASDP Telaga Punggur pada Sabtu (15/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Dari hasil penyelidikan tersebut, polisi menemukan adanya praktik penipuan penjualan tiket kapal kepada calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan mudik.

“Dalam penyelidikan tersebut benar telah terjadi tindak pidana penipuan penjualan tiket melalui calo. Korban yang berhasil didata ada dua orang dengan total kerugian mencapai Rp900 ribu,” ujar Nona Pricillia.

Ketiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial MY, AM, dan RY. Dalam menjalankan aksinya, RY bertugas mencari calon penumpang atau korban di area pelabuhan. Sementara dua tersangka lainnya merupakan oknum karyawan yang memiliki akses di lingkungan ASDP.

Dua korban yang menjadi sasaran penipuan yakni TR, seorang pekerja swasta, dan SW, ibu rumah tangga. Keduanya berencana melakukan perjalanan dari Batam menuju Kuala Tungkal, Jambi, menggunakan kapal dari Pelabuhan Punggur.

“Mereka memanfaatkan momen masyarakat yang hendak mudik, dengan menawarkan tiket yang jika diliat di online sudah penuh,” jelas Nona.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M. Debby Tri Andrestian menjelaskan, para pelaku memanfaatkan meningkatnya jumlah penumpang menjelang arus mudik Lebaran. Mereka menawarkan jasa agar calon penumpang tetap bisa naik kapal meski tiket resmi telah habis.

“Tiket sebenarnya hanya sekitar Rp150 ribu. Namun oleh pelaku dijual kepada korban dengan harga sekitar Rp450 ribu hingga hampir Rp500 ribu,” jelas Debby.

Korban kemudian diminta menyerahkan KTP dengan alasan untuk dibuatkan tiket. Namun hingga korban naik ke atas kapal, tiket yang dijanjikan tidak pernah diberikan oleh para pelaku.

Menurut Debby, kasus ini masih terus didalami penyidik untuk memastikan kemungkinan adanya korban lain. Polisi juga menelusuri apakah praktik serupa telah berlangsung sebelumnya di kawasan pelabuhan tersebut.

“Ini masih kami dalami, dan tak menutup adanya tersangka lainnya,” tegas Deby.

Para tersangka kini dijerat dengan Pasal 494 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional terkait tindak pidana penipuan dan terancam proses hukum lebih lanjut.

“Kami mengimbau masyarakat agar membeli tiket melalui jalur resmi guna menghindari praktik percaloan yang merugikan penumpang,” pungkasnya. (*)

Artikel Calo Tiket Kapal di Punggur Dibongkar, Dua Oknum ASDP Diamankan pertama kali tampil pada Metropolis.

Dishub Lingga Telusuri Dugaan Permainan Tiket Kapal di Sungai Tenam

0
Penumpang di Pelabuhan Sungai Tenam saat turun dari mobil travel. F. Edy untuk Batam Pos

batampos – Sejumlah calon penumpang kapal ferry di Pelabuhan Sungai Tenam, Daik Lingga, mengeluhkan pelayanan oknum agen penjual tiket yang diduga bersikap tebang pilih saat menjual tiket kapal.

Oknum tersebut disebut-sebut hanya memberikan tiket kepada calon penumpang yang datang menggunakan mobil travel miliknya. Akibatnya, sebagian calon penumpang tidak bisa memperoleh tiket meski kapal masih memiliki kuota.

Salah seorang calon penumpang, Edy, mengaku mengalami langsung kejadian tersebut saat hendak membeli tiket kapal MV Oceana tujuan Tanjungpinang dan Batam.

Baca Juga: Songkok Jadi Buruan Jelang Idulfitri di Tanjungpinang, Pengrajin Kebanjiran Pesanan

Menurutnya, saat akan membeli tiket, agen tersebut terlebih dahulu menanyakan kendaraan yang digunakan untuk menuju pelabuhan.

“Dia tanya saya datang ke pelabuhan naik mobil siapa. Karena saya tidak menggunakan mobil travel miliknya, saya tidak mendapatkan tiket,” ujar Edy, Minggu (15/3).

Ia mengaku semakin terkejut ketika oknum tersebut secara terbuka menyampaikan bahwa tiket hanya tersedia bagi penumpang yang menggunakan jasa travel miliknya.

“Dia bilang, kalau pergi menggunakan mobil travel miliknya tiket ada, tapi kalau tidak pakai travelnya tiket tidak ada,” katanya.

Kondisi ini membuat sejumlah calon penumpang merasa dirugikan. Selain itu, para sopir travel lainnya juga mengaku terdampak karena dianggap menutup peluang mereka mendapatkan penumpang.

“Kalau seperti ini kasihan penumpang. Kami sopir travel lain juga merasa sumber penghasilan seolah ditutup,” ujar salah seorang sopir travel.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Dicky Kristianto, mengatakan pihaknya akan menelusuri kebenaran informasi tersebut.

“Jika dari hasil penelusuran terbukti ada oknum yang bermain, tentu akan kita tindak tegas,” tegasnya.

Baca Juga: Kapolres Anambas Imbau Warga Tak Panik, Stok BBM Dipastikan Cukup

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas jika menemukan praktik kecurangan yang merugikan penumpang.

Para penumpang dan sopir travel berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah agar praktik serupa tidak kembali terjadi dan pelayanan penjualan tiket di pelabuhan dapat berlangsung adil bagi semua calon penumpang. (*)

Artikel Dishub Lingga Telusuri Dugaan Permainan Tiket Kapal di Sungai Tenam pertama kali tampil pada Kepri.

Fuel Surcharge Feri Dinilai Bisa Hambat Wisman ke Batam

0
Ilustrasi. Wisman asal Singapura dan Malaysia memadati Pelabuhan Internasional Batam Center beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kebijakan penambahan biaya bahan bakar (fuel surcharge) sebesar Rp65 ribu pada tiket feri rute Batam–Singapura menuai sorotan. Pengamat pariwisata sekaligus mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar, menilai kebijakan tersebut berpotensi menghambat arus wisatawan mancanegara yang masuk ke Batam.

Menurutnya, kenaikan biaya transportasi lintas negara sekecil apa pun tetap berpengaruh terhadap minat wisatawan. Apalagi Batam selama ini sangat bergantung pada wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang datang melalui jalur laut.

“Ini tentu berpengaruh. Tambahan biaya seperti ini bisa berdampak pada jumlah wisman yang datang ke Batam,” kata Buralimar kepada Batam Pos, Minggu (15/3).

Baca Juga: Fuel Surcharge, Gubernur Minta Tarif Feri Tetap Wajar

Ia menilai alasan penambahan biaya yang dikaitkan dengan situasi geopolitik global tidak sepenuhnya relevan. Menurutnya, konflik internasional memang bisa memengaruhi harga energi dunia, namun hingga kini harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih relatif stabil.

Karena itu ia mempertanyakan dasar penetapan biaya tambahan tersebut.
Menurutnya, operator pelayaran seharusnya tidak tergesa-gesa mengambil kebijakan yang langsung berdampak kepada penumpang.

“Jangan memanfaatkan perang global yang jauh di sana untuk menarik keuntungan bisnis sepihak. Sampai hari ini harga BBM di Indonesia juga belum naik. Ini yang membuat publik bertanya-tanya,” tegasnya.

Buralimar menilai kebijakan seperti ini seharusnya terlebih dahulu disosialisasikan kepada pemerintah daerah maupun masyarakat sebelum diterapkan. Tanpa komunikasi yang jelas, kebijakan tersebut justru menimbulkan kebingungan bagi calon penumpang.

Ia juga mengingatkan bahwa sektor pariwisata sangat sensitif terhadap berbagai kebijakan biaya perjalanan. Bahkan, kata dia, urusan visa saja bisa memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung, apalagi jika ditambah biaya transportasi baru.

“Hal-hal kecil seperti ini bisa berdampak pada keputusan orang untuk datang. Wisatawan selalu mempertimbangkan biaya perjalanan secara keseluruhan,” ujarnya.

Buralimar juga menyinggung target kunjungan wisatawan mancanegara yang ditetapkan Pemerintah Kota Batam. Tahun 2026 ini, Batam menargetkan kunjungan sekitar 1,7 juta wisman.

Menurutnya, angka tersebut sebenarnya masih bisa ditingkatkan jika berbagai faktor pendukung pariwisata dijaga, termasuk stabilitas biaya transportasi.

“Target 1,7 juta itu sebenarnya masih kecil. Batam seharusnya bisa menargetkan hingga dua juta wisatawan. Tapi kalau biaya perjalanan terus bertambah, tentu bisa memengaruhi pergerakan wisatawan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata, menyebut penambahan biaya bahan bakar tersebut bersifat sementara. Namun Buralimar justru mempertanyakan alasan kebijakan itu jika memang hanya berlaku dalam waktu singkat.

“Kalau memang sementara, kenapa harus dinaikkan. Tanpa tambahan itu juga sebenarnya tidak akan merugikan operator dalam jangka pendek,” tegasnya.

Ia menilai kebijakan tersebut terkesan memanfaatkan situasi global untuk menaikkan biaya perjalanan, meskipun kondisi dalam negeri belum mengalami perubahan signifikan.

Sebagaimana diketahui, operator feri internasional di Batam mulai memberlakukan fuel surcharge sebesar Rp65 ribu bagi penumpang yang berangkat dari Batam menuju Singapura. Sementara penumpang yang berangkat dari Singapura menuju Batam dikenakan biaya tambahan SGD 6, atau sekitar Rp79 ribu.

Dengan kebijakan tersebut, harga tiket feri rute Batam Center–HarbourFront maupun Tanah Merah yang sebelumnya sekitar Rp730 ribu kini menjadi Rp730 ribu ditambah Rp65 ribu untuk biaya tambahan bahan bakar.

Bagi sebagian pihak, kebijakan ini dinilai kecil secara nominal. Namun bagi sektor pariwisata yang sangat bergantung pada mobilitas wisatawan lintas negara, perubahan biaya sekecil apa pun tetap dapat memengaruhi arus kunjungan ke Batam. (*)

Artikel Fuel Surcharge Feri Dinilai Bisa Hambat Wisman ke Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Larang Knalpot Racing saat Pawai Takbiran di Dabo Singkep

0
Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, didampingi Kabag Ops dan Kasat Intel Polres Lingga, Sabtu (14/3). F. Vatawari/Batam Pos

batampos – Polisi akan menindak tegas kendaraan yang menggunakan knalpot racing saat pelaksanaan pawai takbiran Idulfitri 1447 Hijriah di Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga.

Pawai takbiran merupakan tradisi masyarakat Dabo Singkep yang rutin digelar setiap malam Idulfitri. Kegiatan ini biasanya diikuti ratusan warga yang berkeliling menggunakan kendaraan yang dihias semenarik mungkin.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, mengatakan penggunaan knalpot racing tidak akan ditoleransi karena dapat mengganggu suasana takbir.

Baca Juga: Polres Anambas Selidiki Dugaan Penyerobotan Lahan di Letung, Berita Acara Pengukuran BPN Jadi Kendala

“Pawai takbiran adalah perayaan hari besar umat Islam. Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan tertib. Jangan sampai suara knalpot racing mengganggu lantunan takbir dari masjid dan surau,” ujarnya, Minggu (15/3).

Selain itu, pihak kepolisian juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama kegiatan berlangsung.

“Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan saat pawai takbiran,” katanya.

Untuk pengamanan, Polres Lingga menyiapkan 87 personel yang akan ditempatkan di tiga pos pelayanan (posyan) dan satu pos pengamanan (pospam).

Baca Juga: Mudik Idulfitri, KMP Teluk Singkil dari Karimun ke Riau Penuh Kendaraan

Petugas juga akan disiagakan untuk mengamankan rumah-rumah ibadah saat pelaksanaan salat Idulfitri.

“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan sehingga pawai takbiran maupun salat Idulfitri dapat berlangsung aman dan khusyuk,” tambahnya. (*)

Artikel Polisi Larang Knalpot Racing saat Pawai Takbiran di Dabo Singkep pertama kali tampil pada Kepri.

Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Nongsa, Korban Selamat

0
Ilustrasi.

batampos – Dua nelayan selamat setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di perairan Pulau Putri, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Sabtu (14/3) malam. Kedua korban berhasil menyelamatkan diri sebelum tim SAR tiba di lokasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Kapal nelayan yang membawa dua orang kru itu sebelumnya berangkat melaut sekitar pukul 18.00 WIB.

Dua nelayan yang berada di kapal tersebut yakni Aris (57) dan Raja Wadi Harahap (49). Saat berada di sekitar perairan Pulau Putri, kapal yang mereka gunakan dilaporkan tenggelam.

Salah satu korban sempat menghubungi rekannya melalui telepon untuk mengabarkan kondisi darurat yang mereka alami di tengah laut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos SAR Batam, Dedius Sembiring, membenarkan adanya laporan kecelakaan kapal tersebut.

“Benar, kami menerima informasi sekitar pukul 21.55 WIB dari pelapor. Namun saat tim akan bergerak ke lokasi, kedua korban sudah berhasil menyelamatkan diri,” ujar Dedius, Minggu (15/3).

Setelah kapal terbalik, kedua nelayan tersebut berupaya bertahan di laut hingga akhirnya berhasil dievakuasi oleh kerabat mereka dan dibawa menuju Pantai Nongsa.

Tim SAR yang menerima laporan langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya Pos TNI AL Batam, Polairud Batam, dan KSOP Batam.
Namun proses evakuasi oleh tim SAR tidak sempat dilakukan karena korban sudah lebih dahulu ditemukan dan dievakuasi oleh keluarga.

“Korban semuanya dalam kondisi selamat dan sudah mendapatkan penanganan dari pihak keluarga,” jelas Dedius.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, terutama kondisi cuaca dan kelengkapan keselamatan di kapal. (*)

Artikel Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Nongsa, Korban Selamat pertama kali tampil pada Metropolis.

Air SPAM Seri Kuala Lobam Keruh, Sumber Air Baku Sempat Mengering

0
Kondisi sumber air SPAM IKK Seri Kuala Lobam. F. Kiriman Pardomuan Lumban Raja untuk Batam Pos

batampos – Pelanggan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Seri Kuala Lobam mengeluhkan air yang mengalir ke rumah mereka dalam kondisi keruh selama beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi akibat sumber air baku yang mengalami kekeringan.

Salah satu pelanggan SPAM IKK Seri Kuala Lobam, Yani, mengatakan air sebenarnya mengalir lancar setiap hari. Namun kualitasnya tidak jernih sehingga tidak nyaman digunakan.

Menurutnya, aliran air biasanya mulai masuk sekitar pukul 04.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

Baca Juga: Kapolres Anambas Imbau Warga Tak Panik, Stok BBM Dipastikan Cukup

“Airnya lancar, tapi sayangnya keruh,” ujar Yani, Minggu (15/3).

Ia mengaku harus lebih sering membersihkan bak penampungan air karena air keruh membawa pasir yang membuat bak mandi cepat kotor.

Keluhan serupa disampaikan pelanggan lainnya, Bude Ani. Ia mengatakan air keruh tersebut bahkan tidak bisa digunakan untuk mencuci beras.

“Bagaimana mau cuci beras, airnya keruh,” keluhnya.

Ketua SPAM IKK Seri Kuala Lobam, Pardomuan Lumban Raja, membenarkan kondisi air sempat keruh selama beberapa hari terakhir.

Ia menjelaskan, kondisi itu terjadi karena sumber air baku mengalami kekeringan sehingga ponton penyedot air harus digeser lebih ke tengah.

Baca Juga: Mudik Idulfitri, KMP Teluk Singkil dari Karimun ke Riau Penuh Kendaraan

“Sudah sekitar empat hari keruh karena ponton penyedot air digeser ke tengah,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan kondisi air kini mulai kembali normal setelah posisi ponton dipindahkan.

“Sejak Sabtu malam kondisinya sudah mulai aman dan air berangsur jernih,” katanya. (*)

Artikel Air SPAM Seri Kuala Lobam Keruh, Sumber Air Baku Sempat Mengering pertama kali tampil pada Kepri.

Kemenag Batam Umumkan Titik Salat Idulfitri H-1

0
Ilustrasi. Ribuan umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri di Dataran Engku Batamcenter tahun lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menyampaikan bahwa informasi jumlah dan lokasi titik pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Batam baru akan diumumkan mendekati hari pelaksanaan, atau sekitar H-1 sebelum Hari Raya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari seluruh kecamatan terkait lokasi pelaksanaan salat Idulfitri di wilayah masing-masing.

Menurutnya, pengumpulan data tersebut penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar lengkap dan akurat.

“Kami masih menunggu laporan dari seluruh kecamatan terkait jumlah dan lokasi titik pelaksanaan salat Idulfitri. Karena datanya belum seluruhnya masuk, kemungkinan baru bisa kami umumkan H-1 sebelum Hari Raya,” ujar Budi, Minggu (15/3).

Ia menjelaskan, setiap tahun pelaksanaan salat Idulfitri di Batam digelar di berbagai lokasi, mulai dari masjid, lapangan terbuka, hingga halaman instansi dan fasilitas umum lainnya.
Budi memperkirakan jumlah titik pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, Kemenag tetap menunggu data resmi dari seluruh kecamatan sebelum memastikan jumlah pastinya.

“Kalau melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah titik biasanya tidak jauh berbeda. Tetapi kami tetap menunggu laporan resmi dari kecamatan agar data yang disampaikan benar-benar pasti,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu pengumuman resmi dari Kemenag Batam terkait lokasi pelaksanaan salat Idulfitri di masing-masing wilayah.

Menurutnya, penyampaian data secara lengkap akan memudahkan masyarakat untuk mengetahui lokasi salat Idulfitri yang paling dekat dengan tempat tinggal mereka.

“Kami mohon masyarakat bersabar menunggu. Setelah seluruh laporan dari kecamatan masuk dan data sudah lengkap, nanti akan kami sampaikan secara resmi,” tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Batam telah menetapkan tiga lokasi utama pelaksanaan salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Tiga lokasi yang disiapkan yakni Dataran Engku Putri Batam Centre, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batuaji, dan Masjid Baiturrahman di Sekupang.

Dari ketiga lokasi tersebut, pelaksanaan salat Idulfitri di Dataran Engku Putri dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama jajaran Pemerintah Kota Batam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mengatakan Pemko Batam bersama panitia telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelaksanaan salat Idulfitri berjalan tertib, aman, dan khidmat.

“Pemerintah Kota Batam menyiapkan tiga lokasi utama pelaksanaan Salat Idulfitri. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meramaikan sekaligus menjaga ketertiban sehingga ibadah dapat berlangsung dengan nyaman,” kata Firmansyah.

Untuk pelaksanaan di Dataran Engku Putri, salat Idulfitri akan dipimpin oleh H Muslim Ahmad sebagai imam. Sementara H Bahktiar akan bertindak sebagai khatib dan M Rasyid Ridho sebagai bilal. (*)

Artikel Kemenag Batam Umumkan Titik Salat Idulfitri H-1 pertama kali tampil pada Metropolis.

H-7 Lebaran, Ribuan Penumpang Padati Pelabuhan SBP Tanjungpinang

0
Suasana arus penumpang di Pelabuhan SBP Tanjungpinang jelang Idulfitri 2026, Minggu (15/3). F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, arus mudik melalui jalur laut di Pelabuhan Sri Bintan Pura mulai meningkat. Pada H-7 Lebaran, jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui pelabuhan tersebut tercatat mencapai 7.441 orang dalam sehari.

Data tersebut menunjukkan lonjakan dibandingkan hari sebelumnya. Dari total penumpang tersebut, sebanyak 3.662 orang tercatat tiba di pelabuhan, sedangkan 3.779 penumpang berangkat menuju berbagai daerah tujuan.

Jika dibandingkan dengan H-8 Lebaran, jumlah penumpang yang datang saat itu hanya 2.275 orang, sementara penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 3.352 orang.

Baca Juga: Songkok Jadi Buruan Jelang Idulfitri di Tanjungpinang, Pengrajin Kebanjiran Pesanan

Sebagian besar penumpang melakukan perjalanan menuju Batam dan sejumlah wilayah antarpulau di Provinsi Kepulauan Riau, seperti Lingga dan Karimun. Sementara sebagian lainnya berlayar menuju negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Salah seorang penumpang, Cahyo Aji, mengaku memilih pulang lebih awal ke Kabupaten Lingga agar dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga. Ia mengatakan sempat kesulitan mendapatkan tiket kapal karena tingginya permintaan menjelang Lebaran.

“Saya pulang lebih cepat supaya bisa dapat tiket. Biasanya kalau sudah dekat Lebaran tiket cepat habis,” ujarnya, Minggu (15/3).

Sementara itu, KSOP Tanjungpinang menyatakan akan berkoordinasi dengan operator kapal untuk menambah armada guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik.

Baca Juga: Kapolres Anambas Imbau Warga Tak Panik, Stok BBM Dipastikan Cukup

Langkah tersebut juga berkaca pada pengalaman saat periode Natal dan Tahun Baru, di mana tambahan kapal berkapasitas sekitar 400 penumpang disiapkan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah pengguna jasa pelabuhan.

“Kami akan berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran untuk menambah armada, baik untuk rute domestik maupun internasional,” ujar pihak KSOP. (*)

Artikel H-7 Lebaran, Ribuan Penumpang Padati Pelabuhan SBP Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.