batampos.co.id – Ef yang ditemui batampos.co.id di ruang Satreskrim Polresta Barelang menceritakan apa yang menyebakan dirinya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) aparat kepolisian.
“Awalnya Saya diminta tolong A (menyebut nama lengkap,red) untuk membawakan 6 kotak minuman keras ke Tanjungbatu,” katanya, Minggu (28/7/2019).
Permintaan itu lanjutnya disampaikan A kepada Ef, lima hari sebelum tertangkap.
Ef menceritakan, saat itu A beralasan akan mengadakan pesta di Tanjungbatu.
“Baru kali kali ini, hanya untuk membantu, kalau untuk pesta ya udahlah, tak apa-apa saya bilang,” katanya.
Oknum PNS Dinas Perhuungan EF (kaos biru) saat berada di ruang penyidik satreskrim Polresta Barelang. Foto; Eggie/batampos.co.id
“Tapi Kalau untuk jual lagi, saya tidak mau bantu,” ujarnya lagi.
Ef melanjutkan, dari pertemuan tersebut A kemudian meminta dirinya untuk mencari speed boat.
Dalam enam kotak tersebut lanjutnya diperkirakan berisi minum keras berjumlah 18 botol.
“Sabtu saya dapat speed boat punya kenalan saya yang mau pulang ke Tanjungbatu,” jelasnya.
“Saya tidak ada ngomong deal apa pun, dia cuma nitip ini uang Rp 20 juta untuk serahkan ke boat,” katanya.
Ef melanjutkan, uang yang diterimanya disimpan di dalam amplop.
“Uangnya belum sempat saya dan belum diserahkan kepada speed boat yang akan membawa minuman itu,” paparnya.
Kata Ef, ia tidak mengetahui berapa jumlah uang yang akan diberikan kepada pemilik kapal.
“Masih belum ada negosiasi sama orang kapal, uangnya masih utuh. Dia (A) cuma nitip ini untuk speed boat,” akunya.
Sementara itu, Wakapolresta Barelang AKBP Mudji Supriadi membenarkan penangkapan ini.
Hingga kemarin, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Ef.
“Masih kita periksa. Nanti hasil pemeriksaan akan kita sampaikan,” katanya.(gie)
batampos.co.id – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di pelabuhan rakyat kawasan Sekupang, Sabtu (27/7/2019) siang.
Oknum PNS Dishub itu diketahui berinisial. Dari tangan Ef, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 20 juta.
Oknum PNS Dinas Perhuungan EF (kaos biru) saat berada di ruang penyidik satreskrim Polresta Barelang. Foto; Eggie/batampos.co.id
Saat ditemui di ruang penyidik Satreskrim Polresta Barelang, Minggu (28/7/2019) siang, Ef mengaku sebagai petugas Dishub Batam Bidang Pelabuhan Laut di pos pelabuhan Tanjungriau.(gie)
Gejala radang usus buntu, awalnya mirip dengan sakit lambung atau maag. Rasa nyeri bagian perut sekitar pusar, sering kali diacuhkan oleh penderita.
Padahal jika lambat ditangani, radang ini bisa menyebabkan pecahnya usus buntu.
Banyak orang salah kaprah soal usus buntu.
Usus buntu (apendiks) bukanlah sebuah penyakit, namun organ berbentuk kantong kecil dan tipis yang terhubung pada usus besar.
Dalam dunia kedokteran, penyakitnya disebut dengan radang usus buntu atau apendisitis. Gejala apendisitis memang menyerupai sakit perut biasa, namun jika lebih jeli melihat gejala, penderita bisa cepat ditangani.
Dokter Spesialis Bedah Umum Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam dr. Sri Wulandari,SpB mengatakan, jika terjadi gejala tersebut dianjurkan segera datang ke dokter.
”Dokter selanjutnya akan memastikan diagnosis dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti tes laboratorium, USG dan pemeriksaan penunjang lainnya,” ujar Wulan.
Ilustrasi operasi menggunakan metode laparoskopi di Rumah Sakit Awal Bros.
Kebanyakan pasien yang takut menjalani operasi, kemudian memilih minum obat, tetap saja berujung pada tindakan operasi. Karena usus buntu tidak bisa ditangani dengan obat-obatan.
”Rasa sakitnya mungkin saja hilang dengan obat anti nyeri, tapi radang akan tetap berlanjut,” terangnya.
Penanganan apendisitis yang lazim dilakukan adalah dengan operasi pengangkatan usus buntu (appendectomy). Operasi ini bisa dilakukan secara konvensional atau laparoskopi.
”Pada dasarnya tujuan operasinya adalah pengangkatan usus buntu. Jadi pasien bisa memilih teknik operasi mana yang diinginkan,” jelas Wulan.
Bedah laparoscopy atau bedah minimal invasive merupakan teknik pembedahan yang dilakukan hanya dengan menggunakan sayatan kecil sekitar 0,5 sentimeter dan 1,2 sentimeter.
”Atau biasanya disebut dengan prosedur lubang kunci ini sangat minimal bekas luka, bahkan bisa dibilang tidak ada bekas operasinya,” ucapnya.
Namun, tidak semua penderita penyakit usus buntu dapat menjalani operasi laparoscopy ini. Misalnya, usus buntu yang sudah pecah dan infeksinya sudah menyebar.
Apabila ini terjadi, penderita membutuhkan prosedur bedah terbuka atau konvensional sekaligus membersihkan rongga perut yang terkena infeksi bakteri tersebut.
dr.Sri Wulandari,SpB
”Pembedahan konvensional sering kali meninggalkan bekas luka permanen yang cukup panjang,” lanjutnya memaparkan.
Kedua prosedur ini memerlukan bius total (general anasthesia), pemeriksaan standard sebelum tindakan operasi dilakukan untuk keamanan pasien.
”Pemeriksaan laboratorium, x ray dada, dan rekam jantung juga dilakukan bila diperlukan. Pasien juga diharuskan puasa minimal 6 jam sebelum operasi,” sebutnya.
Mengenai tindakan operasi laparoskopi dilakukan dengan menggunakan instrumen khusus laparoskopi, dipandu dengan kamera kecil yang masuk ke rongga perut dan dilihat melalui layar monitor.
Usus buntu dilepaskan dari penggantungnya, aliran pembuluh darah apendiks dihentikan, pangkal usus buntu diikat dan kemudian usus buntu dipotong.
Setelah itu, usus buntu ditampung dalam kantong khusus dan dikeluarkan dari rongga perut.
”Pengangkatan usus buntu, sejauh ini menurut penelitian belum menimbulkan efek samping,” kata Wulan.
Rumah Sakit Awal Bros Batam sendiri sudah cukup berpengalaman menangani bedah di dalam rongga perut secara laparoskopi.
Beberapa penyakit di bidang bedah yang dapat ditangani secara bedah laparoskopi, di antaranya apendisitis, cholelithiasis (batu empedu), adhesion atau pelengketan usus dan hernia.
”Saat ini RSAB telah memiliki alat laparoskopi 3 dimensi,” sebutnya.
Dengan alat laparoskopi 3D ini organ-organ di dalam rongga perut akan lebih jelas terlihat.
Sehingga tindakan pembedahan dapat lebih akurat dan tentu saja meningkatkan keamanan bagi pasien.
”Melalui operasi ini masa pemulihan pasien akan jauh lebih cepat. Pasien biasanya akan diizinkan pulang setelah beberapa hari atau bahkan 24 jam.
Berbeda dengan pasien yang memilih operasi konvensional yang membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu,” tuturnya.
Pemantauan masa pemulihan juga sangat penting dilakukan. Cara paling sederhana mengetahui suksesnya operasi adalah pasien sudah bisa buang angin.
Perawat juga biasanya bisa saja melakukan pemeriksaan melalui stetoskop untuk mendengar pergerakan usus (peristaltik), apakah sudah normal atau belum.
Selanjutnya, pasien tetap harus istirahat secukupnya untuk membantu mempercepat proses pemulihan. ”Tentu saja dengan menjalani pola hidup sehat,” tutup Wulan.(nji)
batampos.co.id – Awak redaksi Batam Pos foto bersama usai mengikuti gathering redaksi di Batam View Resort, Nongsa, Sabtu (27/7/2019).
Berbagai permainan digelar dalam kegiatan ini. Acara semakin meriah karena setiap kru redaksi berkesempatan untuk mendapatkan doorprize menarik.
Awak redaksi Batam Pos berfoto bersama seusai melaksanakan gathering. Selain untuk menghilangkan penat terhadap rutinitas kerja, kegiatan itu juga untuk meningkatkan kekompakan. Foto: Dokumentasi Batam Pos
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah kekompakan di dalam kerja tim. Serta melepas penat di luar rutinitas kerja.(*)
batampos.co.id – Gelombang panas menyapu Eropa untuk kali kedua. Yang terdampak paling parah adalah negara-negara Eropa Barat seperti Prancis, Belgia, Jerman, Belanda, dan Inggris.
Di Paris, Prancis, suhu udara sekitar pukul 13.30 kemarin (25/7) mencapai 40,6 derajat Celsius dan diperkirakan terus merangkak naik.
Itu memecahkan rekor sebelumnya pada Juli 1947 dengan suhu 40,4 derajat Celsius. Badan prakiraan cuaca memperkirakan suhu bisa mencapai 42–43 derajat Celsius.
’’Tubuh kita tidak sesuai untuk temperatur tinggi,’’ ujar PM Prancis Edouard Philippe pada CNN. Karena itu, dia meminta penduduk menjaga diri.
Seorang pekerja konstruksi membersihkan wajahnya sementara suhu mencapai rekor tertinggi baru di Berlin, Jerman, Kamis (25/7/2019). Foto: Fabrizio Bensch/Reuters
Banyak penduduk yang memilih berenang. Philippe memperingatkan agar mereka berhati-hati.
Sebab, saat gelombang panas pertama, ada lebih dari 40 kematian akibat tenggelam saat berenang.
Di Inggris, semua kereta diperintahkan berjalan pelan. Sebab, suhu rel kereta bisa mencapai 50 derajat Celsius.
Ada kemungkinan rel bengkok atau melengkung. Royal Meteorological Institute Belgia telah mengeluarkan peringatan kode merah di hampir seluruh penjuru negeri.
Mereka meminta penduduk melakukan pencegahan agar tidak dehidrasi.(jpg)
batampos.co. id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam merampungkan proses perbaikan bangunan pos kesehatan desa (poskesdes) yang berada di Pulau Air Raja pasca kena angin puting beliung Juli ini.
Perbaikan poskesdes menghabiskan anggaran Rp 192 juta yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun ini.
”Baru selesai dikerjakan. Sekarang bangunan jauh lebih baik dan bisa digunakan,” kata Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi, Jumat (26/7).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Ia menyebutkan bangunan baru Poskesdes Air Raja akan difungsikan untuk melayani 170 kepala keluarga (KK) yang berada di Air Raja.
Saat ini ada satu tenaga medis yang ditugaskan menangani urusan kesehatan warga setempat.
”Ada satu bidan di sana yang bertugas melayani warga,” sebutnya.
Didi mengakui masih kekurangan tenaga medis untuk ditempatkan di pesisir. Hal ini disebabkan berbagai faktor.
Untuk itu, pihaknya berencana memindahkan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk bertugas di hinterland.(yui)
batampos.co.id – Marlin Sinambela otak pembuhuhan Roni Priska Hasibuan menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (25/7/2019).
Tak hanya Marlin, kelima terdakwa yang terlibat pengeroyokan hingga menyebabkan kematian korban yakni Darwin Sinambela, Ronni, Hendro, Moral, dan Haryanto juga menjalani perisidangan di ruangan yang sama.
Dalam surat dakwaan yang dibacakan dua Jaksa Penuntut Umum (JPU), Karya So Immanuel dan Muhammad Rizki Haharap, peristiwa pembunuhan sadis itu bermula saat terdakwa merasa kesal dan sakit hati lantaran istrinya Sumihar Marpaung berselingkuh dan kerap berkomunikasi dengan korban dengan perkataan mesra.
Terdakwa yang merasa kesal lantas menemui korban tepatnya di sebuah halte dekat dengan rumahnya.
Ilustrasi
Saat itu terdakwa langsung menganiaya korban dengan memegang rambut korban dan menempelkan pisau sayur yang dibawa dari rumahnya.
Setelah itu, terdakwa kemudian membawa korban ke sebuah warung di pinggir jalan raya ruli Baloi Kolam mengunakan sepeda motor yang berbonceng tiga dengan terdakwa Darwin.
Sesampainya di lokasi terdakwa menanyakan hubungan korban dengan istrinya. Namun, saat itu, korban mengelak dan tidak mengakui sehingga membuat terdakwa kesal dengan mengambil bongkahan batu dan memukulkan ke korban.
Meski korban meringis kesa-kitan, tidak membuat terdakwa berhenti. Terdakwa kemudian menganiaya korban hingga membuat perhatian Ronni, Hendro, Moral, dan Haryanto mendatangi terdakwa.
Bukannya melerai, keempatnya malah tersulut emosi dan mengeroyok korban setelah terdakwa Marlin menjelaskan bahwa korban menggoda istrinya.
Tidak hanya itu, mereka juga menginjak alat kelamin korban sebanyak dua kali. Akibatnya, korban lemas dan kemudian dibuang ke Tiban.
Sementara dalam perisida-ngan itu, kelima terdakwa yakni Darwin Sinambela, Ronni, Hendro, Moral, dan Haryanto itu didampingi oleh tujuh penesehat hukum. Atas surat dakwaan itu, ketujuh PH itu tidak mengajukan keberatan.
Mejelis hakim yang diketuai Renni Pitua Ambarita menjadwalkan kembali persida-ngan mereka pada 1 Agustus mendatang dengan agenda keterangan saksi.(une)
batampos.co.id – Perhelatan ATB-BP Batam Festival Hijau tahun ini benar-benar meriah dan disambut antusias karena dikemas menarik.
Salah satu yang menyita perhatian adalah penampilan Presiden Direktur ATB Benny Andrianto dalam talkshow bertajuk Kopi Benny di di Atrium Kepri Mall, Sabtu (27/7/2019).
Sekadar mengingatkan, ATB-BP Batam Festival Hijau bukan kali pertama digelar. Ini sudah menjadi program tahunan ATB-BP Batam dan telah hadir sejak 2011 silam.
Seiring waktu, kemasan kegiatan yang menunjukkan konsistensi dalam menjaga lingkungan ini dibuat semakin menarik.
Tahun ini, ATB dan BP Batam kembali bekerja sama dengan Batam Pos, merangkai kegiatan Festival Hijau selama dua hari, Sabtu (27/7/2019) dan Minggu (28/7/2019).
Ada yang terbaru dari rangkaian Festival Hijau kali ini, yakni mengajak masyarakat lebih dekat mengenal ATB, khususnya sistem manajemen pengelolaan air.
Nah, Talkshow Kopi Benny kali ini mengangkat tema Strategic Management for Corporate: From Limitation To Be a Champion.
Presiden Direktur PT ATB Benny Andrianto memberi pemaparan di acara Talkshow Kopi Benny pada ATB-BP Batam Festival Hijau di Kepri Mall, Sabtu (27/7/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Di hadapan para peserta dari kalangan praktisi manajemen dan mahasiswa serta program pascasarjana manajemen dari berbagai kampus terkemuka di Indonesia, Benny berbagi pengalamannya mengelola perusahaan air bersih terbaik di Indonesia secara terbuka.
Benny menguraikan secara lengkap bagaimana ia mengelola perusahaan air bersih ATB dari kondisi yang sangat sederhana dan serba terbatas, menjadi yang terbaik di Indonesia.
Bahkan menjadi rujukan banyak negara dalam pengelolaan air bersih. Saking antusiasnya peserta talkshow dengan pemaparan Benny, pemadu talkshow Dr.M.Gita Indrawan, dosen Pascasarjana Universitas Batam (Uniba), sempat kewalahan menghadapi peserta yang begitu antusias untuk bertanya, guna menggali lebih dalam manajemen yang dite-rapkan seorang Benny Andrianto dalam memajukan ATB.
Gayung bersambut, Benny pun melayani setiap pertanyaan dengan penuh semangat, sehingga penanya terpuaskan dengan jawaban-jawaban yang disampaikan Benny.
Jawaban yang penuh dengan ilmu pengetahuan yang jarang didapatkan di bangku kuliah karena merupakan perpaduan ilmu pengetahuan dan pengalaman memenej usaha pengelolaan air bersih hingga tumbuh menjadi besar dan terbaik.
Direktur Batam Pos Guntur Manchista Sunan (dua dari kiri) foto bareng dengan Benny didampingi tamu undangan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
”Kopi Benny ini idenya adalah berbagi wawasan tentang manajemen dengan merujuk kepada keberhasilan ATB, sehingga topiknya berkaitan manajemen,” katanya.
“Kami ingin keberhasilan ATB ini bisa ditularkan untuk perusahaan lain supaya mereka juga bisa menjadi perusahaan yang profesional dan efisien. Pada akhirnya kita semua yang diuntungkan sebagai pelanggan,” terang Benny lagi.
Ia menyebutkan, secara runtut dalam tiga tahun terakhir, ATB sudah menerima sekitar 22 penghargaan sehingga pihaknya sudah punya rujukan, menjadi benchmark perusahaan air bersih di Indonesia.
Juga menjadi panutan dan rujukan banyak perusaahaan di Indonesia maupun mancanegara.
”Kami mencari timing yang tepat untuk bisa berbagi banyak hal tentang ATB, karena ATB sudah punya target selangkah lagi from Batam to Indonesia,” ujarnya.
Menariknya, Kopi Benny yang terinspirasi dari pengalaman Presiden Direktur ATB itu, serta dari inspirasi lingkungan yang didengarkan, menjadi kolom khusus di koran Batam Pos yang terbit setiap Senin.
”Harapan kami, Kopi Benny bisa menjadi inspirasi yang berkelanjutan dalam ide-ide manajemen strategi maupun risiko yang tentunya merujuk pada ATB dalam pengelolaan manajemen yang profesional,” tutur alumni UGM tersebut.(nji)
batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam kesulitan menemukan lahan yang akan dijadikan lokasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di dua kecamatan yakni Batuaji dan Sagulung.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Batam, Faisal Novrieco, mengatakan, penempatan bin kontainer di dua wilayah itu terganggu karena tidak ada lahan yang sesuai.
Hal itu lanjutnya menyebabkan pengelolaan sampah di dua kecamatan tersebut belum berjalan maksimal. Akibatnya banyak warga yang membuang sampah di jalan.
”Meskipun tetap kami bersihkan setiap hari, namun namanya sampah itu cepat sekali bertambahnya,” ujarnya, Sabtu (27/7/2019).
“Kami angkut pagi sore sudah ada lagi,” kata dia lagi.
Petugas kebersihan mengangkut sampah yang berada di pinggir jalan. DLH Kota Batam mengaku kesulitan menemukan lahan untuk dijadikan TPS di wilayah Batuaji dan Sagulung. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Kata dia, pihaknya harus mencari lahan untuk menempatkan bak sampah. Karena TPS yang ada saat ini, tidak layak sebab berada di pinggir jalan dan sangat menganggu estetika kota.
”Namun, kami tidak mungkin menempatkan bak sampah di lahan orang tanpa persetujuan pemiliknya. Untuk itu TPS mereka berada di pinggir jalan,” imbuhnya.
Kata dia, hingga saat ini belum ada warga yang bersedia meminjamkan lahannya untuk dijadikan TPS di dua kecamatan padat tersebut.
“Kita terus berupaya memperbaiki kinerja satuan petugas (Satgas) yang setiap hari mengurus persoalan sampah di Batam,” ujarnya.
Apabila terjadi kendala pengangkutan, pihaknya bahkan memindahkan armada dari kecamatan lain agar pengangkutan berjalan lancar.
”Sampah kalau terlambat diangkut warga langsung protes karena ini persoalan kompleks,” sebutnya.
Saat ini lanjutnya, jumlah tenaga dan armada yang ada belum maksimal untuk mengangkut sampah di Kota Batam.
”Jadi, kami maksimalkan yang ada saat ini. Kami selalu mengusulkan penambahan armada, namun itu melihat kekuatan anggaran juga,” tutupnya.(yui)
batampos.co.id – Polisi menembakkan gas air mata dalam bentrokan-bentrokan di beberapa lokasi di Hong Kong, Sabtu (27/7/2019).
Sementara ribuan pegiat berkumpul untuk memprotes serangan yang diduga dilakukan para kelompok penjahat terhadap pemerotes dan pengguna jasa kereta di satu stasiun pekan lalu.
Polisi yang dikecam karena gagal melindungi masyarakat dari serangan tersebut di kawasan Yuen Long, menolak mengizinkan unjuk rasa di kota itu karena alasan-alasan keamanan.
Tetapi para pemrotes tetap melakukan aksi mereka. Unjuk rasa yang dilakukan beberapa ribu orang di siang hari berubah tegang dan bentrokan-bentrokan antara polisi dan pemerotes tak terhindarkan di beberapa lokasi.
Bebatuan dan botol-botol dilemparkan ke arah polisi oleh para pemrotes, yang juga membuat penghalang. Polisi membalas dengan tembakan gas air mata.
”Saya lupa bawa payung, jadi saya terpaksa beli raket badminton untuk melindungi diri,” ujar seorang pemuda yang mengenakan helm dan tutup muka.
Ia menolak memberi tahu nama atau usianya karena berada di barisan depan para pengunjuk rasa.
Pengunjuk rasa melempar gas air mata ke arah petugas polisi saat demonstrasi di distrik Yuen Long di Hong Kong, Sabtu (27/7/2019). Foto: Anthony Wallace/AFP
Dia menambahkan bahwa banyak yang ikut unjuk rasa tidak ingin berada di lokasi itu hingga malam, dengan mengatakan Yuen Long terlalu berbahaya bagi mereka setelah gelap.
Ahad lalu, sekitar 100 pria berbaju putih mendatangi stasiun kereta Yuen Long beberapa jam setelah para pemerotes berunjuk rasa di bagian tengah Hong Kong dan melintasi Kantor Pembantu China – simbol utama otoritas Beijing di bekas koloni Inggris itu.
Pria-pria tersebut menyerang para pemerotes yang berbusana hitam kembali dari pulau Hong Kong, para pejalan kaki, wartawan dan anggota parlemen dengan pipa-pipa dan alat-alat pemukul.
Akibatnya 45 orang mengalami luka-luka. Polisi, yang dipandang lamban oleh para pengunjuk rasa untuk bertindak pada Minggu lalu, menjadi fokus aksi Sabtu, menambah ketegangan.
”Mereka gagal melindungi masyarakat,” ujar seorang pengunjuk rasa yang bernama Kevin, berkaos merah, mengenai polisi, sementara dia berdiri di luar kantor polisi, memegang gerbangnya.
”Mereka membiarkan kelompok kriminal itu memukuli pengunjuk rasa sebagai pembalasan terhadap kami. Kami di sini mengajari mereka sebuah pelajaran,” kata dia,
Sementara dia berteriak-teriak dengan mengeluarkan kata-kata tak senonoh kepada polisi.
Polisi mengatakan pada hari Minggu, sejumlah pemrotes telah mengepung dan melakukan aksi sebagai tanda tak suka kepada kendaraan polisi.
Hal itulah yang menyebabkan bahaya terhadap kehidupan para personel polisi di dalam kendaraan itu.(ant)