Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1097

Akses Kesehatan Makin Dekat, Puskesmas Sei Pelunggut Dibuka Bertahap

0
Puskesmas Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) resmi membuka secara soft opening Puskesmas Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung. Fasilitas kesehatan ini menjadi puskesmas pertama yang berdiri di wilayah Kelurahan Sei Pelunggut, sekaligus puskesmas ke-22 di Kota Batam.

Langkah ini menandai komitmen Pemko Batam dalam memperluas akses layanan kesehatan dasar, khususnya bagi masyarakat di kawasan selatan kota. Sebelumnya, di Kecamatan Sagulung telah beroperasi dua puskesmas, yakni Puskesmas Sei Langkai dan Puskesmas Sei Lekop.

Kehadiran Puskesmas Sei Pelunggut diharapkan mampu memperkuat pemerataan layanan kesehatan dan mempercepat penanganan kasus di wilayah perbatasan Sagulung dan Batu Aji.

“Untuk sementara, operasional dilakukan dengan sistem penugasan rotasi. Setiap hari ada lima pegawai yang diSPTkan untuk bertugas di Puskesmas Sei Pelunggut hingga Perwako keluar dan pegawai permanen resmi ditempatkan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Senin (6/10).

Ia menjelaskan, soft opening dilakukan sambil menunggu terbitnya Peraturan Wali Kota (Perwako) yang menjadi dasar penetapan formasi pegawai tetap di puskesmas baru tersebut. Meski masih dalam tahap awal, pelayanan dasar seperti pemeriksaan umum, imunisasi, serta layanan gawat darurat ringan sudah berjalan setiap hari.

Dengan adanya sistem rotasi tenaga kesehatan, masyarakat kini tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke puskesmas lain untuk mendapatkan layanan dasar.

Didi berharap masyarakat Sei Pelunggut dan sekitarnya dapat menyambut positif kehadiran puskesmas baru ini serta ikut menjaga fasilitas yang telah disediakan pemerintah.

“Setelah Perwako terbit dan tenaga permanen ditempatkan, Puskesmas Sei Pelunggut akan segera beroperasi penuh sebagai puskesmas induk dengan layanan yang lebih lengkap,” ujarnya.

Puskesmas Sei Pelunggut memiliki wilayah kerja yang meliputi satu kelurahan, yakni Kelurahan Sei Pelunggut, namun juga terbuka bagi warga dari kelurahan sekitar. Keberadaannya diharapkan menjadi langkah awal bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Sagulung bagian selatan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Akses Kesehatan Makin Dekat, Puskesmas Sei Pelunggut Dibuka Bertahap pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Sengkuang Masih Kesulitan Air, BP Batam Janjikan Aliran Normal Juni 2026

0
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

batampos – Warga di kawasan Tanjung Sengkuang dan sekitarnya masih mengalami gangguan pasokan air bersih. Sejumlah titik bahkan tidak mendapat aliran air sama sekali dalam beberapa hari terakhir.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah darurat untuk mengatasi kondisi tersebut.

“Kami sudah pasang toren dan jaringan di beberapa RT dan RW di Sengkuang, walaupun masih dalam rekayasa aliran airnya,” katanya, Minggu (5/10).

Baca Juga: Tindak Truk Pengangkut Tanah, Dishub Batam akan Tingkatkan Volume Razia

Sebagai solusi sementara, BP Batam menyalurkan air menggunakan toren berkapasitas 20.000 liter yang ditempatkan di beberapa titik, serta mengirim truk tangki air ke kawasan terdampak.

“Ada daerah yang jaringan torennya sudah mengalir, tapi sebagian masih dalam proses rekayasa jaringan. Diperkirakan butuh waktu tiga sampai empat hari lagi,” kata Tuty.

Ia mengatakan, kawasan Batu Merah dan Tanjung Sengkuang termasuk dalam stress area, yakni wilayah yang belum mendapatkan aliran air 24 jam penuh. Permasalahan ini akan menjadi prioritas penyelesaian BP Batam pada tahun mendatang.

Baca Juga: Koalisi Driver Online Batam Deklarasi, Tolak Penutupan Aplikasi Maxim

“Untuk solusi jangka panjang, penyelesaiannya sudah kami masukkan dalam rencana tahun depan. Antara lain melalui pembangunan IPA Sei Ladi, penambahan pompa air di tangki Bukit Senyum, dan perluasan jaringan di wilayah Sukajadi,” ujarnya.

Pekerjaan tersebut menggunakan anggaran tahun 2026 dan ditargetkan rampung pada Juni tahun yang sama. BP Batam pun berharap distribusi air bersih di kawasan Sengkuang dan Batu Merah bisa mengalir stabil dan merata. (*)

Artikel Warga Sengkuang Masih Kesulitan Air, BP Batam Janjikan Aliran Normal Juni 2026 pertama kali tampil pada Metropolis.

Siswi SMA di Anambas Jadi Korban Cabul Mantan Pacar, Polisi Selidiki

0
Cabul Anambas
Terduga pelaku pencabulan, A (pakai jaket hodie tutup kepala) saat digiring polisi menuju Tarempa. F. Agus Suradi untuk Batam Pos.

batampos – Aksi dugaan pencabulan kembali menggemparkan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas. Seorang siswi SMA di Pulau Jemaja menjadi korban dugaan penganiayaan dan pencabulan yang dilakukan oleh mantan kekasihnya, A (21).

​Peristiwa pilu tersebut terjadi pada Kamis (3/10) malam. Awalnya, korban diajak oleh terduga pelaku, A, untuk menonton acara musik di Desa Mampok, Pulau Jemaja.

​Namun, dalam perjalanan, terduga pelaku justru mengarahkan sepeda motornya ke jalan lain yang tidak menuju lokasi acara, membuat korban panik dan kebingungan.

Korban sempat berusaha meminta pertolongan kepada temannya yang ikut beriringan di belakang, namun temannya kehilangan jejak.

Dalam situasi terdesak, korban berhasil mengirimkan pesan teks dan suara bernada panik dan tangisan kepada temannya, meminta pertolongan dan mengirimkan titik lokasi di sekitar sebuah supermarket di jalan provinsi Pulau Jemaja.

​Mendapati pesan darurat tersebut, teman korban langsung menuju lokasi dan menemukan gadis itu dalam keadaan lemah, menangis, serta memiliki luka di bagian leher dan bahu kanan.

Korban segera dilarikan ke RSUD Jemaja untuk mendapatkan perawatan. Kepada temannya, korban mengaku telah dianiaya dan dipaksa berhubungan badan oleh A.

​Orang tua korban yang mendengar kabar tersebut langsung menuju rumah sakit dan segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Jemaja.

Kapolsek Jemaja, AKP Aang Setiawan, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan dan asusila tersebut. Ia memastikan bahwa pelaku sudah dibawa ke Polres Anambas di Tarempa untuk proses hukum lebih lanjut.

​“Semalam telah diberangkatkan ke Tarempa. Kita limpahkan ke Polres Anambas karena di Polsek tidak ada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” ujar AKP Aang saat dikonfirmasi, Senin (6/10).

​Sementara itu, Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Anambas, Iptu Rudy Luis, mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan terduga pelaku, namun statusnya masih dalam tahap penyelidikan.

​“Pelaku belum kita tahan karena statusnya masih terduga. Kami masih menunggu hasil visum dan keterangan korban untuk memastikan kebenaran peristiwa ini,” jelas Iptu Rudy.

​Iptu Luis menambahkan, proses penyelidikan terhambat karena korban belum tiba di Polres untuk dimintai keterangan langsung. Pelimpahan berkas kasus dari Polsek Jemaja baru dapat dilakukan setelah korban memberikan keterangan dan hasil visum diterima.

​“Setelah korban tiba dan memberikan keterangan, baru kita gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini layak ditingkatkan ke tahap penyidikan,” tutupnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Siswi SMA di Anambas Jadi Korban Cabul Mantan Pacar, Polisi Selidiki pertama kali tampil pada Kepri.

Dukung UMKM Lokal, Dosen Universitas Batam dan UMKM Cindur Batik Bersinergi Kembangkan E-Commerce Berbasis Kecerdasan Buatan

0
Tim Universitas Batam di UMKM Cindur Batik. Bersinergi untuk mengembangkan e-commerce berbasis AI. (f. dok. Uniba)

batampos – Dalam semangat membangun kemitraan antara dunia akademik dan pelaku usaha lokal, dosen Universitas Batam yang terdiri dari program studi sistem informasi, program studi teknik mesin, program studi manajemen dan akuntansi sukses melaksanakan kegiatan penelitian bersama mitra UMKM Cindur Batik.

Program ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di daerah.
Kegiatan penelitian ini berfokus pada pengembangan aplikasi e-commerce terintegrasi sistem informasi geografis dan kecerdasan buatan (AI) untuk UMKM Cindur Batik.

Ketua tim penelitian, Dr. John Friadi menyatakan kegiatan penelitian ini bertujuan membuat aplikasi e-commerce terintegrasi sistem informasi geografis dan kecerdasan buatan sehingga UMKM Cindur Batik dapat memanfaatkan platform ini untuk mengoptimalkan strategi penjualan dan pemasaran digital.

Platform ini menawarkan rekomendasi produk berdasarkan produk yang banyak diminta oleh pelanggan dan mendukung pelayanan pelanggan 24 jam.

Hal ini menjadikan UMKM Cindur Batik mampu menjangkau pasar yang lebih luas sehingga dapat mengatasi permasalah terhadap distribusi produk.

Penelitian ini dimulai dengan melakukan wawancara dan observasi untuk pengumpulan data, selanjutnya melakukan perancangan dan pengembangan aplikasi serta pengujian.
Untuk evaluasi dan peningkatan kemampuan aplikasi yang dikembangan, tim penelitian melakukan FGD yang dihadiri oleh para stakeholder yang terdiri dari akademisi, praktisi IT, dan pelaku UMKM.

Diskusi yang dilakukan selama lebih kurang 3 jam ini berlangsung dengan interaktif dan menyenangkan. Kegiatan dimulai dengan memaparkan progress pengembangan aplikasi e-commerce yang terintegrasi sistem informasi geografis dan kecerdasan buatan chatbot yang disampaikan oleh Dr. John Friadi.

Kegiatan sinergi tim Universitas Batam di UMKM Cindur Batik. (f. dok Uniba)

Tim developer melakukan simulasi penggunaan aplikasi dan menunjukkan cara kerja secara sederhana. Dari simulasi sederhana, dapat ditunjukkan bahwa dalam aplikasi ini selain terdapat menu katalog produk, pembelian dan pembayaran, ditambahkan program sistem informasi geografis dan memiliki fitur Live chat dan AI Chatbot.

Beberapa poin penting yang dihasilkan dalam kegiatan FGD ini antara lain perlunya menambahkan deskripsi pada masing-masing produk di etalase yang belum ditemukan dalam aplikasi ini.

Selain itu, Dr. Sarmini selaku perwakilan akademisi menambahkan bahwa perlu untuk membuat slogan ataupun logo yang persuasif dan eyecatching, sehingga menarik dan meningkatkan minat para calon pembeli.

Sri Ekowati Budi Rahayu, pemilik UMKM Cindur Batik Batam, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan yang dilakukan oleh tim dosen Universitas Batam.

Menurutnya penyediaan platform e-commerce yang dikembangkan ini sangat bermanfaat bagi pihak UMKM. “Dulu kami hanya menjual produk batik di wilayah Batam, tetapi sekarang kami bisa mempromosikannya secara online dengan sistem yang lebih profesional,” ujarnya.

Pihak UMKM juga menyatakan perlunya pendampingan berkelanjutan agar implementasi sistem dapat berjalan efektif.
Dari pihak dosen Universitas Batam dan tim developer aplikasi, telah menyiapkan jadwal untuk melakukan pembekalan dan pelatihan bagi personel admin dari pengguna, yaitu UMKM Cindur Batik.

Kegiatan FGD ini menjadi bagian penting untuk menyempurnakan kegiatan penelitian dosen Universitas Batam dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif lokal.
Dengan adanya platform aplikasi ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan UMKM di Batam untuk dapat go global.
Kegiatan penelitian “Optimalisasi UMKM Cerdas Kota Batam Melalui Pengembangan Platform E-Commerce Terintegrasi Sistem Informasi Geografis dan Kecerdasan Buatan” ini berlangsung dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan yang berkelanjutan antara kampus dan UMKM, serta mampu mendorong inovasi berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Universitas Batam menegaskan kembali dedikasinya untuk senantiasa mendorong pemberdayaan UMKM sekaligus meningkatkan reputasi Batam sebagai pusat ekonomi kreatif yang kompetitif. (*/adv)

Artikel Dukung UMKM Lokal, Dosen Universitas Batam dan UMKM Cindur Batik Bersinergi Kembangkan E-Commerce Berbasis Kecerdasan Buatan pertama kali tampil pada Metropolis.

Gong Cha Tutup Semua Gerai di Singapura, Siapkan Konsep Baru 2026

0
Gongcha Singapura
F. x.com/MotherShip

batampos – Merek minuman boba asal Taiwan, Gong Cha, resmi menutup seluruh gerainya di Singapura mulai 1 Oktober 2025. Keputusan ini diumumkan oleh Gong Cha Global pada 2 Oktober 2025 dan menandai berakhirnya kerja sama waralaba dengan mitra lokal yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

CEO Gong Cha Singapore, Kang Puay Seng, mengatakan seluruh kegiatan bisnis di negara tersebut telah dihentikan.

“Gong Cha Singapore telah menghentikan seluruh kegiatan bisnisnya. Kami berterima kasih kepada seluruh karyawan dan pelanggan atas dukungan mereka selama bertahun-tahun,” ujar Kang, dikutip dari Channel News Asia, Senin (6/10).

Meski demikian, merek populer ini memastikan kehadirannya tidak akan hilang selamanya. Gong Cha Global berencana melakukan relaunch pada 2026 dengan konsep baru bertajuk “Gong Cha 2.0” bersama mitra waralaba lokal yang baru.

Gong Cha pertama kali hadir di Singapura pada 2009 dan sempat mengoperasikan sekitar 29 gerai di seluruh negeri. Selama lebih dari satu dekade, brand ini menjadi salah satu ikon minuman boba paling digemari di kawasan tersebut.

Dampak penutupan juga terlihat secara digital. Situs web resmi dan akun media sosial Gong Cha Singapore kini sudah tidak aktif.

CEO Global Gong Cha, Paul Reynish, menegaskan bahwa penutupan ini bukanlah akhir.

“Untuk para pecinta Gong Cha di seluruh dunia, ini bukan perpisahan. Sampai jumpa nanti,” kata Reynish dikutip dari VnExpress.

Langkah penutupan penuh seluruh gerai Gong Cha di Singapura disebut sebagai bagian dari restrukturisasi strategi waralaba global menjelang peluncuran versi baru mereka pada 2026.

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Gong Cha Tutup Semua Gerai di Singapura, Siapkan Konsep Baru 2026 pertama kali tampil pada News.

KKP Hentikan Aktivitas Laut PT Multi Dock Perkasa di Pulau Durai, Karimun

0
KKP segel
Aparat KKP memasang segel penghentian aktivitas di PT Multi Dock Perkasa, Pulau Durai, Karimun. F. KKP untuk Batam Pos.

batampos – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan sementara kegiatan pemanfaatan ruang laut yang dilakukan PT Multi Dock Perkasa (MDP) di Pulau Durai, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Senin (6/10).

Langkah tegas ini diambil karena perusahaan belum memiliki izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Dalam pengumuman resmi yang ditempel di lokasi, KKP menegaskan penghentian sementara tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2025, yang merupakan perubahan dari Permen KP Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pengawasan Ruang Laut.

Aturan itu mewajibkan setiap kegiatan di laut, seperti pengerukan dan reklamasi, memiliki izin PKKPRL sebelum beroperasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, area kerja di Pulau Durai terlihat sudah mengalami pengerukan. Tampak tumpukan tanah merah dan pipa saluran air di sekitar lokasi kegiatan.

Kepala Pangkalan PSDKP Batam, Samuel Sandi Rundupadang, menjelaskan bahwa penyegelan dilakukan setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Selama PKKPRL belum terbit, tidak boleh ada kegiatan penimbunan atau pengerukan laut. Kami hentikan karena belum ada izin lautnya,” ujarnya.

Samuel menambahkan, sanksi administratif diberlakukan dalam bentuk penghentian sementara dan denda 2,5 persen dari nilai investasi, sesuai PP Nomor 28 Tahun 2021.
Nilai investasi tersebut akan diaudit oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karimun.

Ia menyebut luas area yang disegel mencapai 0,291 hektare, dan seluruh kegiatan di wilayah laut dilarang dilanjutkan selama proses izin belum selesai.

“Kami tidak anti investasi, tapi semua harus tertib izin. Ini demi keberlanjutan ekosistem laut dan keadilan bagi masyarakat pesisir,” tegasnya.

Menurut Samuel, kegiatan PT MDP berada di garis pantai yang menghubungkan darat dan laut. Namun karena izin laut belum terbit, area tersebut dihentikan sementara.

Sementara itu, Rispan, Humas PT Multi Dock Perkasa, mengatakan pihaknya menghormati langkah yang diambil KKP dan akan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

“Kami hanya membendung sementara air laut untuk pengerjaan docking di wilayah darat. Setelah selesai, tanggul itu akan dibongkar kembali,” jelasnya.

Ia menegaskan kegiatan di Pulau Durai bukan bentuk reklamasi permanen, dan pihaknya segera menuntaskan proses perizinan sesuai aturan.

Langkah KKP menghentikan kegiatan PT MDP disambut positif oleh warga dan nelayan Pulau Durai. Mereka berharap pengawasan terhadap aktivitas di laut terus diperkuat agar tidak mengganggu hasil tangkapan ikan.

“Kami senang kalau ada pengawasan. Laut ini tempat kami mencari makan,” ujar Ramli (45), nelayan setempat.

Pemerintah berharap kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh pelaku usaha agar tidak memulai kegiatan di wilayah laut tanpa izin resmi PKKPRL.

Reporter: Eusebius Sara 

Artikel KKP Hentikan Aktivitas Laut PT Multi Dock Perkasa di Pulau Durai, Karimun pertama kali tampil pada Kepri.

Koalisi Driver Online Batam Deklarasi, Tolak Penutupan Aplikasi Maxim

0
Koalisi driver online Batam
Deklarasi Koalisi Driver Online Batam pada Minggu (5/10). F. M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Koalisi Driver Online (KDO) Batam resmi dideklarasikan pada 5 Oktober 2025. Gerakan ini menjadi wadah bersama bagi para pengemudi online roda dua dan roda empat di Kota Batam di bawah komando Komunitas Andalan Driver Online (Komando).

Gusril, narahubung KDO Batam, mengatakan pihaknya akan menggelar aksi pada pekan depan. Titik aksi direncanakan di empat lokasi utama, yakni Graha Kepri, kantor Maxim, kantor Gojek, dan kantor Grab.

“Tepat tanggal 5 Oktober kami deklarasikan Koalisi Driver Online Batam. Rencana aksi minggu depan, tanggal belum kami tetapkan. Untuk tempat aksi di Graha Kepri, kantor Maxim, Gojek, dan Grab,” kata Gusril, Minggu (5/10).

Ia menyebutkan, massa yang akan turun diperkirakan mencapai 2.000 orang. Mereka terdiri dari para pengemudi roda dua dan roda empat yang tergabung dalam Komando.

Menurutnya, aksi ini merupakan respon terhadap aksi sebelumnya yang dinilai terselubung karena menuntut pemerintah menutup salah satu aplikator transportasi online, yakni Maxim.

“Kami tidak setuju kalau salah satu aplikasi ditutup tanpa solusi. Banyak driver yang hanya punya akun Maxim. Kalau ditutup, mereka kehilangan sumber penghasilan,” ujarnya.

Koalisi Driver Online Batam membawa sejumlah tuntutan utama dalam gerakan ini, di antaranya:

1. Evaluasi SK Gubernur Kepri Tahun 2024 tentang transportasi online roda dua dan roda empat.

2. Penghapusan program di bawah ketentuan tarif, seperti GrabBike Hemat, Double Order, Aceng, dan Target Jawara.

3. Menolak penutupan aplikasi Maxim tanpa solusi.

4. Mendorong penerapan menyeluruh aturan KP 667 dan KP 1001.

5. Mendesak pemerintah menghadirkan aplikasi resmi milik negara yang transparan dan berkeadilan.

Sementara itu, Ketua Umum Komando, Feryandi Tarigan, menegaskan bahwa driver online menolak segala kebijakan sepihak yang merugikan pengemudi.

“Yang telah terbit, baik roda dua maupun roda empat, semuanya menolak. Kami juga minta dibuat undang-undang atau regulasi khusus tentang transaksi online, dan pemerintah menghadirkan aplikasi negara,” kata Feryandi.

Ia juga menanggapi isu yang menyebutkan bahwa para driver online kini terpecah menjadi dua kubu.

“Saya nggak bisa dibilang pecah dua kubu sih, ya. Kelihatannya memang seperti itu. Karena kami baca di berita, ada yang meminta pemerintah menutup aplikator Maxim. Padahal, tiga aplikasi itu semuanya melanggar SK Gubernur. Kenapa cuma Maxim yang disorot?” ujarnya.

Menurut Feryandi, sikap tersebut menimbulkan dugaan adanya permainan di balik dorongan untuk menutup salah satu aplikator.

“Kalau dasarnya pelanggaran, semua aplikasi melanggar. Jadi kami menilai ada permainan, kenapa hanya Maxim yang disalahkan,” tegasnya.

Reporter: M. Sya’ban 

Artikel Koalisi Driver Online Batam Deklarasi, Tolak Penutupan Aplikasi Maxim pertama kali tampil pada Metropolis.

Aturan Pandu Tunda Rugikan Pekerja Bongkar Muat Pelabuhan Kota Segara Tanjunguban

0
Pelabuhan Segara Tanjunguban
Pelabuhan Kota Segara di Kampung Mentigi, Tanjunguban terlihat sepi dari aktivitas bongkar muat, hanya nampak tugboat sandar di dermaga. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Sejumlah pekerja bongkar muat di Pelabuhan Kota Segara, Kampung Mentigi, Tanjunguban, Kabupaten Bintan Utara, mengeluhkan penghasilan mereka yang menurun drastis setelah penerapan aturan wajib pandu tunda bagi kapal dengan tonase 500 GT ke atas.

Salah satu pekerja bongkar muat, Daidi (nama samaran), mengungkapkan aturan tersebut membuat kapal pengangkut semen merek Conch, KM Bahari, tak lagi bersandar di pelabuhan itu selama empat bulan terakhir.

“Sudah lebih dari empat bulan kapal semen Conch tidak masuk ke pelabuhan. Mungkin karena biaya operasional mereka jadi lebih tinggi,” ujar Daidi, Minggu (6/10).

Menurutnya, sejak kapal tersebut berhenti berlabuh, pendapatan para pekerja bongkar muat menurun tajam.

“Sebelumnya kami bisa dapat Rp800 ribu sampai Rp1 juta sekali bongkar, tapi sekarang rata-rata tinggal Rp600 ribu per orang,” katanya.

Tak hanya kapal pengangkut semen, dua kapal RoRo, termasuk KMP Bahtera Nusantara, juga sempat enggan bersandar di Pelabuhan Kota Segara karena kewajiban pandu tunda.

“Beberapa waktu lalu mereka cuma labuh di perairan depan pelabuhan, tapi sekarang sudah mulai sandar lagi,” ujarnya.

Daidi dan para pekerja berharap pemerintah pusat bisa memberikan keringanan biaya pandu tunda bagi kapal bertonase besar agar aktivitas bongkar muat kembali ramai.

“Kalau kapal-kapal itu bisa masuk lagi, ekonomi di pelabuhan ini juga hidup,” katanya.

Tokoh masyarakat Bintan, Andi Masdar Paranrengi, menilai penerapan aturan wajib pandu tunda memang bertujuan menambah pendapatan negara melalui PNBP, namun di sisi lain berdampak pada pelaku usaha dan pekerja pelabuhan.

“Biaya operasional perusahaan pelayaran meningkat, dan akhirnya kapal-kapal besar enggan masuk. Akibatnya, aktivitas bongkar muat di Tanjunguban menurun,” jelasnya.

Andi menyarankan agar pemerintah meninjau kembali aturan ini dan memberikan fleksibilitas bagi kapal dengan kapten bersertifikat.

“Kalau kapten kapal sudah punya sertifikat pilot assessment, sebaiknya tidak perlu wajib pandu lagi seperti kebijakan kapal RoRo,” ujarnya.

Ia berharap adanya kebijakan yang lebih adaptif agar pelabuhan kecil seperti Kota Segara tetap hidup dan pekerja bongkar muat tidak terus kehilangan pendapatan.

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Aturan Pandu Tunda Rugikan Pekerja Bongkar Muat Pelabuhan Kota Segara Tanjunguban pertama kali tampil pada Kepri.

Tindak Truk Pengangkut Tanah, Dishub Batam akan Tingkatkan Volume Razia

0
Truk pengangkut tanah melintas di Jalan Raja Haji Fisabilillah Batam Center, Minggu (5/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Aktivitas truk pengangkut tanah di beberapa lokasi hingga saat ini tidak ditindak. Padahal, tanah yang diangkut truk ini kerap berserakan hingga menimbulkan debu dan lumpur di jalanan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra mengatakan pihaknya akan meningkatkan volume razia pengangkutan umum dan barang (pengumbar).

“Volume razia kita tingkatkan. Sebulan itu bisa 2 kali razia atau lebih,” ujarnya, Minggu (5/10).

Leo menjelaskan selama ini pihaknya terkendala lokasi razia. Sehingga, kegiatan tersebut hanya di lakukan di satu titik, yakni di Kantor Dishub Kota Batam.

Baca Juga: Mouris Beberkan Cara Penyelesaian Banjir di Batam, Padukan Teknologi dan Ekologi

“Untuk razia kita juga melihat lokasi untuk truk-truk ini masuk dan bisa parkir. Ke depanya akan kita lakukan di beberapa lokasi, ini yang sedang kita kaji,” katanya.

Leo mengaku pihaknya juga berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Barelang untuk menindak aktivitas truk tanah yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Kita tidak bisa menindak langsung, harus ada anggota Satlantas. Karena di jalan itu kendaraan bergerak,” ungkapnya.

Sementara Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan akan meningkatkan patroli ke lokasi ke jalur yang dilintasi truk tanah.

“Apabila ditemukan pelanggaran akan dilakukan peneguran,” ujarnya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Soto di Batam, Makin Sedap Disantap Saat Hujan Turun

Diketahui, selain menimbulkan debu dan jalanan lumpur, truk angkutan tanah ini kerap terlibat kecelakaan. Sopir truk melintas dengan kecepatan tinggi dan melaju bergandengan.

“Dan upaya penegakkan hukum melaui ETLE mobil juga kami lakukan bagi pelanggaran yang menimbulkan fatalitas kecelakaan,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Tindak Truk Pengangkut Tanah, Dishub Batam akan Tingkatkan Volume Razia pertama kali tampil pada Metropolis.

5 Rekomendasi Soto di Batam, Makin Sedap Disantap Saat Hujan Turun

0
Rekomendasi soto di Batam. F.Juliana Belence

batampos – Hujan dan soto adalah pasangan sempurna. Kuah panas yang harum, bumbu rempahnya menyegarkan.

Obat untuk suasana dingin dan lembap di Kota Batam adalah soto. Bisa jadi teman makan siang atau makan malam kamu.

Ini 5 rekomendasi tempat soto enak di Kota Batam:

1. Soto Kwali Sukoharjo Makmur

Soto dengan kuah bening ini bikin kamu ketagihan. Tersedia dua pilihan, yaitu daging dan ayam. Ditambah gorengan dan sate tusuk yang renyah. Terletak di Jl. Legenda Malaka, Baloi Permai, Kec. Batam Kota, Kota Batam.

2. Coto Makassar Daeng Tato

Buat kamu yang kepingin makan coto bisa coba makanan satu ini. Dagingnya ada yang dibakar dan original. Terletak Ruko Puri Mas 1 Blok A No 33, Batam Centre.

3. Soto Medan Lezat

Soto medan sudah buka selama 18 tahun. Porsinya banyak dengan tambahan perkedel makin tambah enak. Terletak di Batam Centre Square, c 2, Tlk. Tering, Kec. Batam Kota, Kota Batam.

4. Soto Lamongan Cak Ali

Soto ayam dengan kuah gurih serta tambahan koya bikin ketagihan. Harga ramah di kantong. Terletak di arah Hotel Oasis, belakang BCA Jodoh.

5. Sroto & Mendoan Kenebae

Soto Banyumas dengan topping ayam suwir atau daging. Makan soto dengan gurih mendoan jadi lebih asik. Terletak di Jl. SMPN 25, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam.

Pilihan soto rekomendasi di Batam bisa jadi pilihan makan siang atau makan malam kamu. Perjalanan kuliner kamu semakin lengkap sambil menikmati soto di tengah derasnya hujan.(*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel 5 Rekomendasi Soto di Batam, Makin Sedap Disantap Saat Hujan Turun pertama kali tampil pada Metropolis.

Play sound