batampos.co.id – Kloter terakhir Jemaah Calon Haji(JCH) Embarkasi Kota Batam telah tiba di tanah suci pada Sabtu (3/8/2019).
Kloter terakhir yaitu kloter 29 terdiri dari 440 JCH asal Kepri, Kalimantan Barat, dan Riau. Humas Pelaksana Ibadah Haji Batam, Syahbudi, mengatakan, kloter 29 Batam merupakan gabungan JCH asal Provinsi Kepri.
Yaitu dari Kota Tanjungpinang 318 orang dan Kota Batam empat orang. Kemudian Provinsi Kalimantan Barat dari Kabupaten Sambas 33 orang.
Seorang Jemaah Caloh Haji kloter pertama asal Kepri mengabadikan pesawat Saudia yang akan membawa dirinya menunaikan ibadah haji saat menunggu keberangkata di Bandara Hang Nadim Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Kemudian Kabupaten Mempawah 15 orang, Kabupaten Kubu Raya 12 orang, Sekadau empat orang, Kabupaten Bengkayang dua orang, dan Melawi satu orang.
Sementara Provinsi Riau berjumlah 19 orang dan ditambah lima orang petugas.
”Kloter 29 merupakan kloter terakhir pase pemberangkatan JCH Embarkasi Batam,” kata Syahbudi melalui Media Centre Haji.
”Sampai dengan Sabtu (3/8/2019) Embarkasi Haji Batam telah memberangkatkan 29 kloter dengan jumlah 12.943 jemaah ke tanah suci,” sebut Syahbudi.(rng)
batampos.co.id – Upaya mengantisipasi berbagai potensi ancaman terus dilakukan oleh pemerintah.
Terbaru, Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama TNI menunjukan langkah serius untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam pertempuran kota.
Secara resmi mereka memulai proyek pembangunan fasilitas latihan pertempuran kota. Fasilitas yang dibangun untuk meningkatkan kemampuan pasukan khusus TNI.
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, menjelaskan, instansinya sengaja membangun fasilitas tersebut di Batujajar, Jawa Barat.
Tujuannya supaya dapat dipakai bersama-sama oleh pasukan infanteri TNI AD, Kopassus, Marinir, maupun Paskhas.
Selain itu, Koopssus TNI yang belum lama diresmikan oleh panglima TNI juga bisa memakai fasilitas itu untuk berlatih.
”Baik untuk latihanan khusus maupun untuk persiapan operasi,” terang dia.
Pria yang pernah bertugas sebagai panglima Kostrad dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menyampaikan, bahwa Kemhan menginisiasi pembangunan fasilitas latihan pertempuran kota demi prajurit TNI.
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. Foto: Hendra Eka/JAWA POS
Bukan hanya supaya kemampuan meningkat, Ryamizard juga ingin mereka semakin profesional.
”Dalam menghadapi potensi ancaman perang kota di wilayah Indonesia,” jelasnya.
Dengan keberadaan fasilitas tersebut, Ryamizard menginginakan prajurit TNI bisa semakin sering berlatih pertempuran kota.
Sebab, dia sangat yakin lewat latihan kemampuan prajurit diasah.
”Latihan sangat penting. Bagi saya dari dulu latihan itu adalah kesejahteraan bagi prajurit,” imbuh dia.
Karena itu, latihan juga harus dikembangkan. Baik latihan untuk perorangan, satuan, gabungan, maupun latihan bersama angkatan bersenjata negara lain.
Ryamizard juga menyampaikan, fasilitas latihan pertempuran kota merupakan salah satu wujud komitmen Kemhan untuk terus meningkatkan kemampuan prajurit TNI.
Khususnya pasukan khusus yang saat ini dimiliki oleh semua matra. Harapannya, mereka semakin andal dalam menjalankan tugas yang butuh kemampuan khusus dengan tingkat kecepatan gerak dan keberhasilan tinggi.
Selain itu, fasilitas tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu sarana antisipasi ancaman terorsme yang kini terus berubah.
Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengapresiasi langkah Kemhan yang telah menginisiasi pembangunan fasilitas tersebut.
”Fasilitas latihan pertempuran kota sangat mendukung operasi baik dalam negeri maupun luar negeri,” terang doa.
Menurut Cantiasa, fasilitas itu bisa dipakai untuk menggambarkan situasi sebenarnya dalam latihan pertempuran kota.
Dia menyampaikan, fasilitas tersebut bisa dipakai untuk menaikan level kemampuan sumber daya manusia (SDM) TNI.
Termasuk di antaranya yang berada dalam Kopassus. Dia juga senang karena pemerintah melalui Kemhan terus mendukung pengadaan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan prajurit.(syn/jpg)
batampos.co.id – Empat Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Batam meninggal dunia di Tanah Suci Mekah.
Terakhir adalah almarhum Poniman bin Mat Rahim Afdullah, JCH asal Kabupaten Karimun yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 17, rombongan lima regu 18.
Para jemaah calon haji (JCH) asal Riau akan menuju pesawat Saudi Arabian Airlines di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Selasa (9/7/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Poniman merupakan JCH keempat yang meninggal dunia di tanah suci. Sebelumnya, sudah ada tiga jemaah yang meninggal di Saudi Arabia.
Berikut nama-nama JCH Embarkasi Batam yang meninggal dunia di Tanah Suci:
Poniman bin Mat Rahim Afdullah, JCH asal Kabupaten Karimun.
Khairil Abbas Bin Salim, asal Kota Pekanbaru-Riau dari kloter 02 Batam.
Subli bin Muhammad, asal Kabupaten Indragiri Hilir-Riau.
Muslimin Musthofa Sholha bin Musthofa, asal Kota Jambi.(rng)
batampos.co.id – Para pedagang di Simpang Trans Barelang diminta untuk segera pindah ke pasar-pasar resmi yang ada di wilayah Sagulung.
Kepala Seksi Trantib Kecamatan Sagulung, Jamil, mengatakan, penertiban kios liar di Simpang Trans Barelang bertujuan untuk pelebaran jalan.
Sehingga dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi di area tersebut.
”Penertiban di area Simpang Trans Barelang tidak hanya akan menyasar kios liar saja, melainkan juga ada beberapa rumah warga yang ikut digusur,” ucap Jamil, Minggu (4/8/2019).
Pemotor melintas dekat deretan kios liar di Jalan Trans Barelang, Tembesi, Sagulung beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Kata dia, kios liar pihak kecamatan juga telah menyarankan pindah ke beberapa pasar tradisional resmi yang ada di daerah Sagulung. Seperti di Pasar BBC dan Pasar Sagulung.
”Pihak pengelola pasar juga akan memberikan beberapa penawaran khusus untuk para penghuni kios liar, seperti gratis biaya sewa 3 hingga 6 bulan,” kata Jamil.
Jamil juga mengatakan, untuk pemberian Surat Peringatan (SP) ke kios liar tersebut, telah dilakukan hingga SP ketiga.
Sementara untuk SP pembongkaran akan segera dikirimkan, sebelum pembongkaran dilakukan.
”Yang pasti kita akan berikan SP terlebih dahulu sesuai dengan prosedur yang berlaku,” jelasnya.(cr1)
batampos.co.id – Aktivitas penjualan hewan kurban masih kerap dilakukan di pinggir jalan.
Padahal, hal ini tidak dibenarkan, karena Pemko Batam telah menyiapkan lokasi khusus yakni di Seitemiang.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Sri Yusneli, menyampaikan, pihaknya akan menegakkan aturan ini tahun depan.
“Untuk tahun depan, tidak dibolehkan lagi berjualan di fasilitas umum dan row jalan. Tahun ini yang terakhir,” katanya, kemarin.
Menurut dia, Batam punya aturan terkait hal ini. Bahwa, ternak maupun hewan kurban ditempatkan di Seitemiang, Sekupang.
Seorang pekerja memberikan rumput pada sapi yang dijual untuk hewan kurban di Bengkong Sadai, Kamis (11/7) lalu. Tahun depan, Pemko Batam akan memusatkan penjualan hewan kurban di Seitemiang. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
“Penampungan sementara sudah ditetapkan pemerintah dan saat ini, tempatnya baru di sana,” imbuhnya.
Dengan keputusan ini, artinya DKPP memberikan kesempatan tambahan kepada para pedagang hewan kurban yang melakukan aktivitas jual beli di tepi jalan raya.
Untuk diketahui, pernah diungkapkan Kepala DKPP Batam Mardanis, bahwa keadaan ini sudah terjadi sejak lama.
Bahkan, dua tahun terakhir pihaknya kerap memberikan teguran.
“Seperti di sekitar Kantor Camat Bengkong. Kami sudah kasih teguran sebenarnya,” kata Mardanis, belum lama ini.
batampos.co.id – Angka kecelakaan lalu lintas di Kota Batam tergolong cukup tinggi. Selama enam bulan terakhir atau hingga Juni 2019, tercatat sebanyak 293 kecelakaan terjadi di kota ini.
Akibat kecelakaan itu, 41 orang meninggal dunia, 50 orang luka berat dan 359 orang mengalami luka ringan. Sedangkan kerugian materi karena kecelakaan lalu lintas selama enam bulan itu sebanyak Rp 547 juta.
Pihak kepolisian juga mencatat, usia korban kecelakaan lalu lintas mayoritas berasal dari usia produktif, pada rentang usia 21 sampai 30 tahun. Rentang usia kedua terbanyak adalah 31 sampai 40 tahun.
Dengan banyaknya korban kecelakaan lalu lintas di usia produktif, Satlantas Polresta Barelang mendatangi beberapa sekolah di Batam guna menyampaikan pentingnya tertib berlalu lintas di jalan raya.
Hal itu juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019. Mengingat, sering terjadi kecelakaan berkendara yang disebabkan oleh kelalaian pengendara itu sendiri.
Wakasat Lantas Polresta Barelang AKP Kartijo mengatakan, anggotanya mendatangi beberapa sekolah di Batam agar siswa-siswi mengetahui pentingnya keselamatan dalam berkendara.
Siswa-siswi yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak diperbolehkan mengemudikan kendaraan bermotor ke sekolah.
”Namun, apabila mereka nantinya sudah berumur 17 tahun, baru bisa untuk mengurus SIM,” ujar Kartijo.
Sejumlah anggota Satlantas Polresta Barelang sedang memeriksa kondisi mobil Daihatsu Xenia yang mengalami kecelakaan tunggal di Simpang Kepri Mall, beberapa waktu lalu. Kecelakaan tersebut sempat menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Satlantas Polresta Barelang juga mengenalkan pendaftaran SIM online. Kemudian, dapat melaksanakan latihan ujian teori maupun praktik di halaman Polresta Barelang.
Menurut Kartijo, penyebab utama kecelakaan lalu lintas kebanyakan adalah human error atau kelalaian dari pengendara itu sendiri.
”Kebanyakan kurang fokus, terkadang juga mengantuk saat mengemudikan kendaraanya di jalan raya sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” ujar Kartijo.
Kendati begitu, masih banyak faktor lainnya yang menjadi penyebab kecelakaan, seperti faktor jalan, cuaca dan lingkungan.
Faktor jalan, misalnya licin, berlumpur dan berlubang. Faktor cuaca, seperti berkabut dan hujan.
”Faktor lingkungan, misalnya jalanan yang sepi, tanjakan, banyak pepohonan yang kemungkinan bisa tumbang,” jelasnya.
Beda faktor suatu kecelakaan lalu lintas, tentunya beda juga penyebabnya. Dia mengungkapkan, penyebab terbesar adalah human error.
Di mana, pengendara kendaraan bermotor banyak melakukan pelanggaran, seperti pelanggaran rambu lintas dan kecepatan.
Selain itu, jalan berlubang juga menjadi faktor yang banyak ditemukan dalam kasus kecelakaan lalu lintas.
”Kalau rambu lintas, seperti menerobos lampu merah yang menyebabkan mereka tabrakan pengendara lain. Pelanggaran kecepatan, mereka mengemudi dengan kecepatan tinggi saat ada lubang, otomatis sulit menghindar dan terjatuh,” tuturnya.
Ia berharap, masyarakat lebih berhati-hati dalam berkendara. Masalah lingkungan, cuaca dan jalan, kadang kala tidak bisa dihindari, tergantung dari kehati-hatian para pengendara.
Ia berharap, seluruh pengendara di jalanan Kota Batam bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
”Itu gunanya selalu mengadakan sosialisasi. Selama ini, masyarakat selalu mengabaikan. Faktor kecelakaan terkadang tidak bisa dihindari. Jadi, paling tidak penyebab kecelakaan diminimalisir, karena semua tergantung pribadi masing-masing,” imbuhnya.
Saat sosialisasi ke sekolah, polisi juga menyampaikan tentang bahaya narkoba, karena saat ini banyak beredar narkotika jenis sabu, ganja, serta pil koplo.
Sebab, hal itu membuat daya pikir si pengguna menjadi menurun dan memperbodoh mereka.
Selain itu, polisi juga menyampaikan bahaya minuman keras (Miras) kepada murid baru, jika miras juga akan merusak kesehatan.
”Juga bahaya kemajuan Informasi Teknologi (IT), dimana pemakaian gaget atau hape yang banyak situs dewasa dapat merusak generasi bangsa,” tegasnya.
Juga hal yang sangat penting juga disampaikan, agar mereka tidak gampang terhasut berita yang tidak benar atau hoaks.
”Kewajiban seorang murid adalah semangat belajar, agar kelak bisa berprestasi dan mewujudkan cita-cita menjadi harapan bangsa,” tambahnya.(gie)
batampos.co.id – Korban penipuan online berjatuhan lagi. Apes kali ini dialami Rosma, seorang ibu rumah tangga di Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri.
Ibu satu anak ini kehilangan Rp 1 juta setelah diperdayai oleh pelaku penipuan bermodus jual bed cover murah.
Korban mengatakan sudah mentransfer uang tabungannya ke rekening pelaku pada Jumat (2/8/2019) lalu.
Namun hingga Minggu (4/8/2019) siang, pesanannya tidak kunjung tiba.
Korban bahkan tidak bisa menghubungi pelaku, karena semua media komunikasi diblokir pelaku.
“Mana tahu bisa blokir nomor rekening dia pak, takut ada korban lagi seperti saya,” ujarnya, saat mengadu ke Polsek Batuaji.
“Saya terpedaya karena harga bed covernya murah,” ujar Rosma lagi.
Ilustrasi
Kata dia, modus yang dilakukan pelaku sama dengan pelaku-pelaku penipuan online sebelumnya.
Selain menawarkan barang dengan harga yang murah, pelaku juga menyertakan foto kartu identitas dan toko tempat usahanya yang diduga palsu.
Saat korban terpedaya pelaku meminta uang pembelanjaan ditransfer.
Setelah itu pelaku kembali memperdayai korban untuk transfer lagi dengan alasan sebagai uang jaminan untuk meloloskan barang yang akan dikirim ke petugas Bea dan Cukai.
“Iya pak, kemarin dia sempat minta transfer Rp 300 ribu lagi katanya untuk jaminan ke BC, tapi saya tak mau lagi karena baru sadar itu penipuan,” jelasnya.
“Karena saya tak turuti permintaan mereka itu maka semua percakapan diblokir,” tutur Rosma.
Rosma bukan korban penipuan pertama. Sebelumnya sudah banyak laporan serupa yang masuk ke Polsek Batuaji.
Hampir setiap minggu ada saja korban yang berhasil diperdayai dengan kerugian mulai Rp 1 juta hingga puluhan juta rupiah.
Menanggapi itu, pihak kepolisian hanya bisa mengimbau agar masyarakat lebih jeli lagi menanggapi tawaran-tawaran seperti itu.
Masyarakat harus bijak apalagi berhubungan dengan transaksi keuangan.
Tidak mudah terperdaya dengan orang-orang yang tak dikenal sama sekali.
“Jangan mudah percaya dengan tawaran jual beli online, kalau memang merasa yakin pastikan dulu dengan mendatangi atau mengecek kebenaran tawaran tersebut,” imbau Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe.(eja)
batampos.co.id – Polsek Kawasan Pelabuhan terus berupaya mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang dan berbahaya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang.
Pemeriksaan dan pengamanan secara rutin dilakukan setiap ada kapal masuk ke beberapa pelabuhan di Kota Batam. Seperti beberapa waktu yang lalu di Pelabuhan Sekupang. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan Bea Cukai Batam dengan melibatkan satu ekor Anjing K-9.
“Ini kami laksanakan rutin bersama teman-teman dari Bea Cukai. Untuk antisipasi narkoba maupun barang terlarang lainnya, kami lakukan pengecekan dan pemeriksaan seluruh barang bawaan penumpang,” kata Kapolsek KKP AKP Syaiful Badawi, kemarin.
Selain pengawasan dan pemeriksaan, kata Kapolsek, petugas juga mencari informasi dari masyarakat dan juga tenaga bongkar muat. Ini dilakukan, untuk mengetahui apakah ada barang terlarang yang dibawa para penumpang.
“jika menggunakan K9 itu lebih akurat dalam mengenali suatu barang yang berbahaya seperti Narkoba. Namun, sampai selesai kegiatan pemeriksaan selesai, kami tidak ditemukan barang-barang terlarang,” ungkap Kapolsek.
Kapolsek menghimbau kepada warga masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan pelabuhan, khususnya di kedatangan. Kemudian, tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan juga dihimbau jangan minum minuman keras saat bekerja, sehingga situasi yang ada tetap kondusif.
“Yang pastinya, kita bersama-sama menjaga keamanan di pelabuhan. Jangan takut memberikan informasi kepada kita jika menemukan sesuatu yang mencurigakan dari penumpang,” imbuhnya. (gie)
batampos.co.id – Kantin Panasera di Kawasan Industri Batamindo nampak sedikit lengang ketika batampos.co.id menjejakan kaki pada Rabu (31/7/2019) sekitar pukul 10.50 WIB.
Puluhan meja bundar yang terpancang mati beserta kursi yang juga bundar mengitari meja ini tidak banyak terisi ketika itu. Hanya beberapa meja yang ditempati oleh beberapa orang laki-laki.
Di sisi lain meja, nampak tiga wanita berbaju biru muda tengah asik berbincang. Tidak terdengar secara jelas apa yang mereka bicarakan.
Gelak tawa sesekali terdengar dari obrolan mereka, yang membuat suasana Panasera yang terletak di Jalan Angsana ini sedikit riuh.
Sementara itu, di 19 gerai makanan dan satu gerai minuman yang mengitari bagian dalam kawasan ini, tampak beberapa pemilik lapak dan pekerjanya tengah duduk santai sambil sesekali melayani orang-orang yang datang ke tempat makan ini.
Suasana mulai lebih ramai setelah sekitar 30 menit batampos.co.id berada di lokasi yang persis berhadapan dengan PT Nissin Kogyo Batam ini.
Suasana di kantin Panasera Batamindo Mukakuning. Selain beristirahat, para pekerja di kawasan industri tersebut juga kerap bercerita mengenai berbagai hal. Foto: Bobi/batampos.co.id
Ketika itu, meja-meja yang awalnya kosong mulai terisi. Suara tawa kaum hawa pun mulai jamak terdengar, beriringan dengan aktivitas penyedia makanan di lingkungan ini yang juga mulai sibuk.
Dari ke-19 gerai makanan yang ada, tidak diketahui secara persis mana yang menjadi favorit di lokasi ini.
Hanya saja, dari pantauan batampos.co.id selama sekitar satu jam di lokasi ini, gerai Mie Bakso Wong Jawa yang berada di bagian tengah kawasan ini cukup ramai.
Sejak awal kedatangan di kantin yang diapit oleh dua mini market ini, Mie Bakso Wong Jawa sudah mulai sibuk melayani pemesan yang ingin menikmati panganan yang ditawarkan.
Seiring dengan semakin dekatnya waktu makan siang, aktivitas di gerai ini semakin sibuk.
“Kalau siang lumayan ramai, tapi sekarang siang saja. Pagi sama sore sudah sepi,” kata salah seorang pekerja yang ditemui di kawasan ini.
Tenan-tenan makanan yang berada di kantin Panasera Batamindo, Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id
Terkait dengan hiruk pikuk yang terjadi di kawasan ini, seorang pengunjung Panasera yang berhasil ditemui sedikit berbagi bercerita. Imam Wahyudi namanya.
Imam, begitu laki-laki asal Lampung ini disapa. Ia menuturkan, Panasera adalah tempat berkumpulnya para pekerja yang tersebar di sejumlah perusahaan di Kawasan Industri Batamindo dan sekitarnya.
Termasuk mereka yang bekerja di Kawasan Industri Panbil.
Imam yang saat ini bekerja di sebuah perusahaan di Kawasan Industri Panbil ini mengaku sudah jarang datang ke lokasi ini.
Akan tetapi, dirinya masih mengingat masa-masa ketika dirinya rutin berkunjung bersama kawan-kawannya.
“Sekarang kawan-kawan sudah berkeluarga semua, jadi sudah jarang nongkrong di sini,” kata dia.
Terkait dengan apa saja yang mereka obrolkan, Imam menjelaskan jika mereka membicarakan banyak hal.
Mulai dari hal-hal seputar pekerjaan, hingga persoalan yang terjadi di luar itu, seperti hobi dan rencana kegiatan setelah mereka lelah bekerja.
Saat itu, mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam setelah bekerja. Untuk sekedar ngobrol dan menikmati sajian makanan yang ada di Panasera ini.
Membicarakan berbagai hal bersama teman-temannya yang menurut Imam cukup mengasikan.
Kondisi Panasera ketika itu, lanjut Imam, jauh lebih ramai dibanding saat ini. Karena memang saat itu jumlah pekerja yang ada di sekitar kawasan industri itu jauh lebih banyak dibanding saat ini.
“Dulu dari pagi sampai malam ramai, sekarang tidak lagi, terakhir saya pagi ke sini setelah pulang kerja, sepi di sini,” kata Imam lagi.(bbi)