Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11075

Gula Industri Dipalsukan untuk Konsumsi

0

batampos.co.id – Praktik nakal untuk memperoleh keuntungan terus terjadi. Satgas Pangan Polri mengungkap kasus penipuan gula kristal rafinasi untuk keperluan indus-tri dikemas menjadi gula kristal putih untuk konsumsi dan dijual ke masyarakat. Diprediksi sudah ada 390 ton gula rafinasi yang dijual ke pasaran. Praktik ini membuat petani tebu merugi.

Kasatgas Pangan Polri Brigjen Nico Afinta menuturkan, awalnya ada informasi dari asosiasi dan direktur PTPN X bahwa gula rafinasi yang dijual lang­sung ke masyarakat. Padahal, gula rafinasi tidak diperbolehkan langsung dijual, namun harus sebagai bahan baku produksi.

”Kami cek lapangan, ditemukan adanya penjualan gula rafinasi yang dikemas menjadi gula kristal putih,” tuturnya.

Gula tersebut dijual dengan kemasan berbeda, dari 50 kg, 5 kg, 2 kg, dan 1 kg. Petugas lantas melakukan penangkapan terhadap lima orang, yakni E, H, W, S, dan A. Kelimanya memiliki peran yang berbeda dalam kasus tersebut.

”Untuk A merupakan dis-tributor gula palsu, bertugas memasarkan gula palsu ke wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” tuturnya.

Saat dikembangkan, ditangkap pelaku berinisial W yang merupakan pembeli untuk wilayah Kutoarjo. Gula rafinasi ini kemudian dikemas dalam karung dengan nama PTPN X.

”Padahal, gula itu bukan berasal dari BUMN tersebut,” terangnya.

Sebelum dikemas dalam karung, W meminta S untuk menggoreng gula rafinasi tersebut. Tujuannya agar membuat gula agak coklat.

”Gula rafinasi memang jauh lebih putih dari gula kristal putih,” paparnya.

Selain itu, ditangkap pula H yang menjabat sebagai Direktur Utama PT MWP. Perusahaan ini merupakan perusahaan fiktif yang seakan-akan membeli gula rafinasi untuk pengolahan bahannya.

”Tapi, ternyata gula rafinasi dijual kembali,” urainya.

Dari pemeriksaan diketahui, setidaknya PT MWP ini telah menjual 390 ton gula rafinasi untuk periode Juli 2019.

”Lalu, ada pula satu truk berisi 30 kg gula rafinasi yang disita,” terang jenderal berbintang satu tersebut.

Gula rafinasi ternyata dibeli H dari PT BMM, pabrik gula kristal rafinasi. Setelah dicek, ternyata PT MWP tidak tercatat sebagai pembeli di sistem pelaporan ke Ditjen Industri Agro Kemenperind.

”Memang sengaja tidak dicatatkan,” urainya.

Penyebab penipuan tersebut dikarenakan gula kristal putih harganya Rp 12.500 per kg. Namun, harga gula rafinasi hanya Rp 9.000 per kg. Perbedaan harga itu yang membuat mereka ingin mengambil keuntungan.

”Namun, mengorbankan masyarakat, juga petani tebu,” terangnya.

Gula rafinasi memang berbahaya bila langsung dikonsumsi. Sebab, untuk mencerna gula ini diperlukan vitamin B-Kompleks, kalsium, dan magnesium. Sehingga, akan membuat konsumen bisa mengalami osteoporosis.

Gula rafinasi juga bisa menyebabkan diabetes karena gula ini mudah terpecah menjadi glukosa dan menye­babkan hiperglikemis atau kelebihan gula dalam darah. (idr)

KPK Gelar Pelatihan Jurnalistik di Kota Batam

0

batampos.co.idKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pelatihan jurnalistik bertema “Jurnalis Lawan Korupsi” di Kampus Uniba Kota Batam, 6 Agustus 2019 yang merupkaan kerja sama KPK, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Tempo Institute.

Panitia pelatihan yang juga Ketua AJI Batam, Slamet Widodo, mengatakan, dalam pelatihan itu, KPK akan menghadirkan praktisi media, juru bicara KPK, dan pemateri lokal terkait tema.

“Kegiatan ini terbuka untuk jurnalis umum, jurnalis warga dan mahasiswa,” katanya, Selasa (6/8/2019).

Pelatihan lanjutnya, digelar selama delapan jam dengan tiga pembicara. Di antaranya Hendra Makmur, Kordinator Wilayah AJI Indonesia, (Jurnalis Langgam.id), Rektor Uniba, Prof Dr Ir Chablullah Wibisono dan Febri Diansyah, Juru Bicara KPK.

“Hendra akan berbicara tentang etika dalam membuat produk berita dan perspektif pencegahan,” jelasnya.

Sementara rektor Uniba kata dia, akan berbicara tentang pengaduan masyarakat dan partisipasi.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menjadi salah satu pembicara dalam pelatihan jurnalistik yang digelar di Kota Batam. Foto: Dery Ridwanysah/JawaPos.com

Kemudian juru bicara KPK, Febri Diansyah akan membicarakan program pencegahan.

“Pelatihan pencegahan anti korupsi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan sudut pandang baru terkait dengan pencegahan korupsi,” paparnya.

Batam kata dia, menjadi kota ke tiga dari 10 kota yang direncanakan KPK akan mendapatkan pelatihan tersebut.

Menurut dia, pelatihan tersebut sangat penting bagi jurnalis karena bisa memberikan tambahan pemahaman mengenai isu-isu korupsi.

Terutama bagaimana meliput dan menulis berita terkait dengan pencegahan.

Apalagi lanjut dia, Provinsi Kepri baru saja mendapatkan pelajaran berharga dari KPK seiring dengan ditangkapnya Gubernur nonaktif Nurdin Basirun bersama sejumlah pihak atas tuduhan menerima suap dan gratifikasi.

Menurutnya, isu korupsi tak hanya sebatas suap dan gratififikasi saja, melainkan juga memiliki perspektif yang luas.

“Sedikitnya ada lima sektor yang rentan dengan isu korupsi yakni Sumber Daya Alam, Pendidikan, Kesehatan, Dana Desa, dan Pelayanan Publik,” paparnya.

“Jadi mari kita manfaatkan kehadiran para pemateri dari akademisi yakni Rektor Uniba, instruktur dari AJI Indonesia dan KPK untuk menimba ilmu penulisan isu-isu korupsi ini,” kata Dodo.

Selain itu, kata Dodo, outcome dari kegiatan ini adalah peserta dapat mengikutsertakan karyanya pada Apresiasi Jurnalis Lawan Korupsi yang mengangkat tema “Cegah Korupsi, Hak Rakyat Kembali,” yang juga diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK).

“Acara ini sekaligus bersempena dengan peringatan ulang tahun ke-25 Aliansi Jurnalis Independen yang jatuh pada 7 Agustus besok,” jelasnya.(esa)

KUA PPAS APBD Perubahan Diketok Tengah Malam

0

batampos.co.id – Pada Senin (5/8), rapat paripurna DPRD Kota Batam terkait penyampaian dan penjelasan Wali Kota Batam terhadap Ranperda Perubahan 2019 APBD diskors beberapa kali karena tidak memenuhi kuorum. Pada Kamis (1/8) lalu, KUA PPAS APBD Perubahan ditetapkan tengah malam.

Awalnya, sidang paripurna kemarin ini dijadwalkan pukul 14.00 WIB. Pada jam tersebut Wali Kota Batam M Rudi sudah di gedung DPRD untuk mengikuti paripurna. Sekitar 45 menit ia berbicang dengan beberapa anggota dewan. Pada pukul 14.50 WIB, rapat Paripurna pun dibuka oleh Wakil Ketua I DPRD Batam Zainal Abidin. Tetapi, ia menskors rapat karena jumlah anggota dewan yang hadir hanya 18 orang. Dia menskors selama 15 menit.

”Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka paripurna bisa dilanjutkan kalau jumlah anggota yang hadir sekurang-kurangnya 50 persen ditambah satu dari semua anggota dewan,” katanya.

Selama diskors, terlihat Rudi dan Wakil Ketua II Iman Sutiawan meminta agar anggota dewan yang tidak hadir dihubungi. Maklum, dari Fraksi Gerindra yang hadir hanya Werton Panggabean dan dari Fraksi NasDem hanya Amintas Tambunan. Setelah ditunggu 15 menit, rapat paripurna kemudian dilanjutkan.

Sekretaris DPRD Batam Asril pun membacakan kehadiran anggota dewan. Dari 18 anggota dewan yang hadir di awal, hanya bertambah satu orang.

Zainal Abidin kembali melakukan skors. Skors kedua ini waktunya jauh lebih lama. Satu jam atau 60 menit. Aman, dari Fraksi PKB bersama anggota dewan lain yang meminta skors tersebut, sebelum akhirnya diputuskan oleh Zainal.

”Untuk skors kedua, kita skors selama 60 menit. Dan untuk selanjutnya, kita lihat nanti,” kata Zainal.

Begitu diskors, semua anggota dewan dan wali kota langsung meninggalkan ruang paripurna. Hanya tinggal beberapa pegawai dan staf Sekretariat Dewan (Setwan) yang ada di ruangan.

ilustrasi

Diputus Tengah Malam

Sementara itu, pada Kamis (1/8) lalu, rapat paripurna penandatangan nota kesepa-katan KUA PPAS APBD Perubahan Kota Batam 2019 diketok tengah malam. Tidak tahu alasan jelasnya. Tetapi anggota dewan mengatakan, hal tersebut tidak menyalahi tata tertib DPRD Kota Batam.

Awalnya, KUA PPAS tersebut akan disahkan dalam paripurna di siang hari. Tetapi dengan alasan ada pembahasan lagi, maka penetapannya ditunda. Pada malam harinya, anggota dewan menerima undangan melalui pesan pendek bahwa penetapan KUA PPAS dilakukan pukul 23.45.

”Heran saja kok tiba-tiba saja ada penetapan KUA APBD Perubahan tengah malam,” kata seorang anggota dewan.

Sementara itu, Aman, anggota Fraksi PKB mengatakan, pengesahan KUA APBD Perubahan tersebut digelar tengah malam karena memang sudah kuorum meski jumlah anggota dewan yang hadir pada saat itu hanya belasan orang.

”Jadi yang dipakai adalah absen atau daftar hadir yang siang itu. Dan memang kuorum siang itu,” katanya.

Aman mengatakan, dalam tata tertib (tatib) jika ada penundaan maka dimungkinkan dan diperbolehkan ada lobi-lobi politik.

”Jadi kami yang hadir tengah malam itu hanya memperjuangkan marwah dewan dan memang itu tak melanggar tatib,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pimpinan sidang paripurna tengah malam tersebut adalah Zainal Abidin dan Iman Sutiawan. Sementara beberapa anggota dewan yang hadir selain Aman adalah Joko Mulyono, Jefri Simanjuntak, Yunus Spi, Yudi Kurnain, Bobi Alexander Siregar, Safari Ramadhan, Ruslan Ali Wasyim, Amintas Tambunan, Yunus Muda, dan anggota dewan yang lain.

Safari Ramadhan mengatakan, bahwa paripurna tersebut memang tidak melanggar aturan sama sekali.

”Kita hanya mengejar waktu supaya semua selesai,” kata-nya.

Seperti diketahui bahwa KUA PPAS Perubahan 2019 sebesar Rp 2,74 triliun. Turun dari APBD 2019 sebesar Rp 2,82 triliun. (ian)

KH Maimun Zubair (Mbah Moen) Wafat di Mekkah

0

batampos.co.id – Ulama yang dikenal sebagai salah satu tokoh di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maimun Zubair berpulang. Kiai kharismatik yang dikenal dengan panggilan Mbah Moen itu meninggal di Tanah Suci Makkah.

“Iya benar meninggal di Makkah. Saya dapat info dari yang mendampingi beliau di sana,” ujar Ketua Wakil Ketua Umum DPP PPP Arwani kepada JawaPos.com, Selasa (6/8).

Arwani mengatakan, dirinya sangat kaget mendengar kabar Mbah Moen meninggal dunia. Pasalnya, dia mendapat kabar bahwa Mbah Moen masih sempat menerima tamu di Makkah.

“Beliau masih aktif menerima tamu,” katanya.

Lebih lanjut Arwani mengatakan, dirinya belum mengetahui apakah nantinya Mbah Moen akan dimakamkan di Indonesia atau di Arab Saudi. Sebab dia masih belum mendapatkan info dari pihak keluarga.

“Nanti kalau sudah ada info kami infokan lagi,” pungkasnya.

Mobil ambulance datang ke lobi kediaman Mbah Moen di Makkah untuk dibawa ke Rumah Sakit An Nur, agar segera dimandikan dan diproses lebih lanjut. (istimewa)

Sementara itu, Menag Lukman Hakim Saifuddin yang kebetulan sedang berada di Makkah langsung meluncur ke RS An Nur, tempat Mbah Moen dilarikan saat kondisi kritis.

Menag selaku Amirul Hajj sekitar pukul 05.30 waktu Arab Saudi bergegas menuju ke RS An Nur, karena informasinya Mbah Moen meninggal pukul 04.17.

Dalam perjalanan, Lukman sempat berkoordinasi dengan petugas prosedur pemulangan jenazah menuju tanah air. Namun sampai saat ini belum bisa dipastikan apakah jenazah Mbah Moen akan dibawa ke tanah air

Untuk informasi, Maimun Zubair atau Mbah Moen wafat pada usia 90 tahun. Mbah Moen merupakan kiai kelahiran 28 Oktober 1928. Ia merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, dan menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah PPP.

Ia pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, ia mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri lebih dari 7 tahun. Tapi rupanya tenaga dan pikiran ia masih dibutuhkan oleh negara sehingga ia diangkat menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode. (*)

LAZ Batam Sabet Juara Satu pada Festival Ekonomi Syariah 2019 BI di Palembang

0

batampos.co.id – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam mendapat juara satu program optimalisasi lembaga zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) di acara Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Sumatera 2019 yang digelar Bank Indonesia (BI) di Palembang, Minggu (4/8).

Direktur LAZ Batam, Syarifuddin mengatakan, terpilihnya LAZ Batam menjadi ziswaf unggulan terbaik Sumatera lantaran memiliki program pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan. Seperti bantuan sampan dan bubuh kepiting serta ikan untuk 20 kepala keluarga (KK) di Pulau Selat Desa, Nongsa, dengan total bantuan Rp 50 juta. Bantuan untuk 5 KK asal Pulau kubung untuk pembuatan kerupuk atom, bantuan budidaya jamur untuk 3 KK di Tembesi serta masih banyak lagi. ”Alhamdulillah, tahun ini LAZ Batam mendapat juara 1 untuk program optimalisasi ziswaf,” ujarnya, Senin (5/8).

Fesyar sendiri, lanjutnya, diikuti oleh 9 provinsi di Pulau Sumatera. Dari 9 provinsi tersebut ada tiga nominasi program Ziswaf yang terpilih yakni LAZ Dompet Dhuafa Lampung, LAZ Batam, Kepri dan Baznas Pekanbaru.

”Tiga nominasi ini diuji dan ditanya program ekonomi apa saja yang dilakukan, sejak kapan program tersebut, sudah berapa bantuannya, kemudian berapa yang dibantu dan indikator keberhasilannya. Dan Alhamdulillah, LAZ Batam keluar menjadi juara mengharumkan nama Kepri,” jelas Syarifuddin.

Dia mengatakan, program ekonomi merupakan salah satu langkah Bank Indonesia untuk mendongkrak perekonomian berbasis syariah. Untuk itu, dana muzakki yang dihimpun LAZ ini pun diharapkan mampu melakukan pemberdayaan melalui program peduli ekonomi bagi masyarakat yang kurang mampu di Batam.

”LAZ Batam itu dalam mengelola dana zakat disalurkan untuk lima program peduli, seperti program peduli kesehatan, dakwah dan akidah, sosial, pendidikan dan ekonomi. Nah, program ekonomi inilah yang dinilai Bank Indonesia,” ucapnya.

Dengan prestasi tersebut, Syarifuddin berharap para muzakki wajib zakat semakin percaya bahwa dana zakat semakin bermanfaat jika dikelola di lembaga zakat, baik di lembaga zakat manapun.

”Saya sangat bersyukur sekali LAZ Batam bisa mengharumkan nama baik Kepri dalam hal dunia perzakatan, terutama dalam program pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan,” tutupnya. (adv)

PLN Siapkan Kompensasi Pemadaman Listrik

0

batampos.co.id – Pemadaman listrik yang terjadi pada 4 Agustus 2019 lalu berdampak luas hingga kini. Sebanyak 21,9 juta pelanggan PLN terdampak oleh pemadaman tersebut.
Plt Direktur Utama (Dirut) PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan, PLN akan memberikan kompensasi sesuai deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), dengan Indikator Lama Gangguan.

“Kompensasi akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment,” ungkap Sripeni, Senin (5/8). Serta sebesar 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen pada golongan tarif yang tidak dikenakan penyesesuaian tarif tenaga listrik ( Non Adjustment).

Penerapan ini diberlakukan untuk rekening bulan berikutnya. Khusus untuk prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan untuk tarif listrik reguler.
Pemberian kompensasi akan diberikan pada saat pelanggan memberi token berikutnya (prabayar). Saat ini PLN sedang menghitung besaran kompensasi yang akan diberikan kepada konsumen.

“Kami mohon maaf untuk pemadaman yang terjadi, selain proses penormalan sistem, kami juga sedang menghitung kompensasi bagi para konsumen. Besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening atau bukti pembelian token untuk konsumen prabayar,” ujarnya. (JPG)

Anda Bisa Apa?

0

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah meluncurkan tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020. Jika tidak ada aral, pesta demokrasi itu akan digelar September 2020. Tahapannya start bulan depan.

DPR dan KPU menyepakati pemungutan suara digeber 23 September 2020. Ada sembilan provinsi, 37 kota, dan 224 kabupaten yang menggelar kenduri lima tahunan itu. Total 270 pilkada.

Menarik. Usai pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg), disambung lagi hajatan demokrasi lainnya. Pesta nonstop digelar di negeri ini.

Mungkin, 2021 ada lagi. Karena ada yang batal menggelar 2020.

Siapa yang maju, siapa yang berkompetisi, siapa yang bertarung belum terlihat. Masih meraba-raba. Masih mengintip peluang. Juga masih mencoba menaikkan popularitas.

Wajar. Semua orang yang berstatus warga negara Indonesia (WNI) berhak mencalonkan dan dicalonkan. Boleh ikut kontestasi pilkada. Kecuali jika hak politiknya dicekal karena kasus tertentu.

Barangkali, hasil pilpres dan pileg bisa jadi tolok ukur arah persaingan. Meskipun koalisi pusat belum tentu merembet ke daerah. Karena situasi dan kondisi masing-masing daerah berbeda. Kulturnya tidak sama.

Jujur. Saya lebih tertarik pilkada ketimbang pilpres atau pileg. Karena pilkada bersentuhan langsung dengan daerah. Tempat di mana kita tinggal. Pembangunannya pun menyasar grassroot.

Mungkin saja, pilkada lebih besar nilai jualnya. Lebih kompetitif. Tidak hanya menyajikan pertarungan calon dengan partai politik (parpol) di belakangnya. Tanpa parpol pun bisa ikut berkompetisi lewat jalur independen.

Sehingga, semua punya peluang sama. Bahkan di beberapa daerah, parpol kalah oleh calon independen. Koalisi gemuk kalah dari kartu tanda penduduk (KTP).

Inilah yang saya maksud lebih kompetitif. Parpol bukan segalanya. Justru figur yang paling utama. Lebih bisa diterima. Lalu, muncul pertanyaan: Anda bisa apa?

Ketika parpol kalah oleh independen, memang bukan pertanda kiamat. Bukan pula parpol tidak laku. Lebih tepatnya, bagaimana menjawab pertanyaan: Seberapa besar efek dukungan parpol terhadap calon?

Lagi-lagi masyarakat yang punya hak pilih lah yang menentukan. Ketika masya-rakat sudah menentukan pilihan, dan justru memenangkan calon nonparpol, anda bisa apa?
Gengsi lebih tepatnya. Parpol dengan basis massa besar pun bisa tumbang oleh calon independen. Ya, faktor figur yang menentukan kemenangan pilkada.

Ketika figur itu bisa diterima oleh masyarakat, dan janji-janji politiknya membuat calon pemilih terkesima, ya anda tidak bisa berbuat apa-apa. Kunci kemenangan kandidat adalah suara.

Tentu ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Bagi para calon. Bagi parpol. Sebelum bertarung, alangkah baiknya siapkan program, dongkrak elektabilitas, dan yang paling penting sediakan modal. Karena ongkos politik itu mahal.

Sehingga, sebelum ikut berkompetisi pada gelaran pilkada, saya akan bertanya: Anda bisa apa? (*)

Jumatan di Dalam Hotel

0

batampos.co.id – Hotel Travelodge, Jodoh, Kota Batam menjadi jujugan warga muslim Batam kala Jumat.

Ruang di lantai dasar hotel Travelodge tersebut menjadi salah satu pilihan masyarakat Kota Batam untuk melaksanakan salat jumat berjamaah.

Ruang yang digunakan sebagai sarana ibadah itu berukuran sekitar 30×30 meter. Ruang tersebut biasanya juga digunakan sebagai tempat berbagai acara.

Hotel Travelodge tampak dari luar. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Namun saat hari jumat dialihfungsikan menjadi sarana ibadah tidak hanya bagi karyawan hotel tapi juga masyarakat dan pekerja di sekitar.

Anto, salah seorang jamaah salat jumat di hotel Travelodge, mengatakan, sudah beberapa tahun belakangan kerap beribadah di dalam tempat penginapan tersebut.

Alasan hanya satu, nyaman. “Saya tahu masjid di dalam hotel ini dari teman,” ujarnya.

Awalnya, Anto berpikir rekannya tersebut hanya berguyon saat hendak salat jumat di hotel.

Salah satu ruangan di hotel Travelodge yang dijadikan masjid untuk beribadah salat jumat. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Namun rasa penasaran membuatnya mengiyakan ajakan temannya tersebut. Sesampainya di hotel itu, Anto awalnya canggung.

Bukan karena tidak pernah ke hotel untuk menginap, tapi kedatangannya ke hotel Travelodge justru untuk melaksanakan ibadah salat jumat.

“Saya sempat tak enak juga saat security hotel bertanya mau ke mana, tapi teman saya santai bilang mau salat dan langsung dipersilahkan sama sekuritinya,” ujarnya.

Dari pengalaman pertama itu Anto, kerap mendatangi hotel Travelodge untuk beribadah salat jumat.

“Hotel ini dulu namanya Novotel, baru setahunan ini kalau tak salah namanya gant jadi Travelodge,” jelasnya.

Meski di dalam ruang salat tidak terdapat ornamen tulisan bahasa arab, masjid di hotel Travelodge tetap nyaman untuk dijadikan lokasi ibadah.

Masjid di dalam hotel seperti di Travelodge ini bisa menjadi salah satu cara untuk menarik minat wisatawan. Khususnya wisatawan dari negara-negara yang mayoritas penduduk muslim.(nto)

Nama-nama Calon Pimpinan KPK yang Lolos Tes Psikologi

0

batampos.co.id – Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) menetapkan 40 orang yang lolos tes psikologi.

Tes yang telah digelar pada Minggu (28/7/2019) lalu, diikuti oleh 104 kandidat. Mereka yang dinyatakan lolos akan mengikuti profile asesment atau seleksi tahap empat.

“Yang dinyatakan lulus sebanyak 40 orang sebagaimana terlampir dalam keputusan Pansel Capim KPK,” kata Ketua Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih, saat jumpa pers di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Yenti menuturkan, 40 peserta yang dinyatakan lulus tes psikologi wajib mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu profile asessment.

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih saat jumpa pers pengumuman 40 nama peserta yang lolos untuk masuk tes berikutnya di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (5/8/2019). Foto: Ridwan/JawaPos.com

Tes lanjutan tersebut dijadwalkan pada Kamis dan Jumat, 8-9 Agustus 2019, di Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, sekitar pukul 07.30 WIB.

Berikut daftar 40 Capim KPK yang lolos tes psikologi: 

1. Agus Santoso (Mantan pegawai PPATK)
2. Aidir Amin Daud (Pensiunan PNS)
3. Alexander Marwata (Komisioner KPK)
4. Antam Novambar (Anggota Polri)
5. Bambang Sri Herwanto (Anggota Polri)
6. Cahyo R.E. Wibowo (Karyawan BUMN)
7. Chandra Sulistio Rekso Prodjo (Pegawai KPK)
8. Dede Farhan Aulawi (Komisioner Kompolnas)
9. Dedi Haryadi (Tim satranas pencegahan korupsi KPK)
10. Dharma Pongrekun (Anggota Polri)
11. Eddy Hary Susanto (Auditor)
12. Eko Yulianto (Auditor)
13. Firli Bahuri (Anggota Polri)
14. Fontian Munzil (Dosen)
15. Frangky Ariyadi (Pegawai Bank)
16. Giri Suprapdiono (Pegawai KPK)
17. I Nyoman Wara (Auditor BPK)
18. Jimmy Muhammad Rifai (Penasehat Mendes)
19. Johanis Tanak (Kaksa)
20. Joko Musdianto (PNS BPKP Perwakilan Provinsi Lampung)
21. Juansih (Anggota Polri)
22. Laode M. Syarief (Komisioner KPK)
23. Lili Piantauli Siregar (Advokat)
24. Luthfi Jayadi Kurniawan (Dosen)
25. M. Jasman Panjaitan (Pensiunan jaksa)
26. Marthen Napang (Dosen)
27. Nawawi Pomolango (Hakim)
28. Nelson Ambarita (PNS BPK)
29. Neneng Euis Fatimah (Dosen)
30. Nurul Ghufron (Dosen)
31. Roby Arya (PNS Sekretariat Kabinet)
32. Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan)
33. Sri Handayani (Anggota Polri)
34. Sugeng Purnomo (Jaksa)
35. Sujanarko (Pegawai KPK)
36. Supardi (Jaksa)
37. Suparman Marzuki (Dosen)
38. Torkis Parlaungan Siregar (Advokat)
39. Wawan Saiful Anwar (Auditor)
40. Zaki Sierrad (Dosen).(jpc)

400 Orang Pencari Suaka Unjukrasa di Tanjungpinang

0

batampos.co.id – Sekitar 400 orang pencari suaka menggelar demonstrasi di Kantor Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Para pencari suaka itu menuntut keadilan, dan diperlakukan sebagai manusia yang harus diselamatkan.

“Ini protes supaya diperlakukan sebagai seorang manusia, kami menuntut keadilan,” kata salah seorang Pencari suaka, Ali Rizal Nazario, menggunakan Bahasa Indonesia, Senin (5/8/2019).

Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu. Pengunjuk rasa berasal dari Sudan, Afganistan, Somalia dan Pakistan.

Salah seorang pencari suaka membawa kertas yang tertulis dalam bahasa inggris yang menyatakan kondisi mental mereka. Para pencari suaka melakukan aksi unjukrasa di kantor IOM di Tanjungpinang. Foto: Antara

Para pencari suaka menegaskan bahwa mereka bukan pelaku kriminal. Karena itu mereka mengharapkan mendapat kebebasan setelah 5 sampai 7 tahun tinggal di Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang dan Hotel Badra Bintan.

Mereka sangat menghormati peraturan Indonesia, dan menyukai warga Indonesia yang ramah. Namun selama ini kehidupan para pencari suaka tidak bebas.

“Kami tidak bisa bekerja, membawa kendaraan, kami punya keahlian,” kata Ali yang sudah 14 bulan tinggal di Hotel Badra Bintan.

Ali mengatakan, sebelumnya ia tinggal selama bertahun-tahun di Rudenim Balikpapan.

“Banyak teman-teman mengalami depresi dan gangguan mental,” ucapnya.

Kepala Kantor Perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees Provinsi Kepulauan Riau (UNHCR Kepri), Frangky Lukitama, tidak dapat memastikan kapan para pencari suaka itu diberangkatkan ke negara ketiga.

Yaitu Amerika, Australia ataupun Kanada. “Saya tunggu tindak lanjut dari Polres Bintan,” katanya.(ant)