Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11074

Bawaslu Beri Penghargaan PWI Lingga

0

batampos.co.id – Sejumlah instansi yang telah berkontribusi terhadap kelancaran Pemilu 2019 mendapat penghargaan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lingga.
Salah satunya kepada pe-ngurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lingga.

Hal ini sebagai bentuk apresiasi terhadap pemberitaan yang sesuai dengan fakta pada Pemilu 2019 ini.

Ketua Bawaslu Zamroni mengatakan, penyerahan piagam penghargaan ini sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada seluruh instansi termasuk jurnalis yang telah turut menyumbangkan tenaga sesuai dengan tupoksi masing-masing, sehingga pemilu 2019 berjalan dengan lancar sesuai yang ditargetkan.

“Kami berharap, kebersamaan dan saling dukung ini dapat terlaksana pada Pilkada 2020 yang tahapannya akan segera dilaksanakan sebentar lagi,” kata Zamroni saat memberikan sambutan pada kegi-atan yang yang dilaksanakan di Ruang Rupatama, Mapolres Lingga, Dabo Singkep, Selasa (6/8) pagi.

Foto bersama setelah penyerahan piagam penghargaan dari Bawaslu Lingga.

Kegiatan ini juga dihadiri Waka Polres Lingga Kompol Isa Imam Syahroni, Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Rangga Primazada dan sejumlah pengurus PWI itu berjalan santai dan akrab.

Pada kesempatan itu, Bawaslu Kabupaten Lingga turut memberikan penghargaan kepada Polres Lingga yang diterima oleh Waka Polres Lingga Kompol Isa Imam Syahroni dan Kejaksaan Negeri Lingga serta instansi lainnya.

“Selain peran serta instansi terkait serta insan pers, Bawaslu tentu akan mengalami kesulitan. Tentunya kami sangat mengharapkan kontribusinya untuk penyelenggaraan kenduri lima tahunan pada tahun depan,” kata Zamroni. (*)

Natuna Waspada Kabut Asap

0

batampos.co.id – Kabut asap kiriman berpotensi menyelimuti wilayah Natuna, setelah beberapa daerah di Indonesia terjadi kebakaran hutan se­perti di Kalimantan.
Kebakaran hutan di wilayah Kalimantan yang posisinya sangat dekat dengan Natuna, membuat Natuna menjadi langganan asap kiriman.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Ranai Asrul Saparudin menjelaskan, saat ini terdeteksi sejumlah titik panas di Kalimantan. Meski saat ini tidak berdampak kabut asap, dikhawatirkan asap kiriman akan terbawa angin ke Natuna.

”Untuk sementara kabut asap masih tidak terdeteksi, dan di wilayah Natuna tidak terdeteksi titik panas akibat kebakaran. Tapi berdasar pantauan satelit saat ini, terpantau cukup banyak sebaran titik panas di wilayah Kalimantan ,” jelasnya, Senin (5/8).

Ia berharap pihak terkait di Kalimantan mampu mengatasi kebakaran hutan agar asapnya tak menyebar ke Natuna.

Menurut Asrul, secara umum cuaca di Natuna masih cerah dan berawan. Namun, kondisi angin cukup kencang, yang bertiup dari selatan menuju barat daya dengan kecepatan 30 kilometer hingga 40 kilometer per jam.

Sejumlah pengendara melintas di Jalan DKW Mohd Benteng, Ranai. Kemarin, belum terlihat adanya kabut asap kiriman, meski wilayah Kalimantan terdeteksi sebaran titik panas yang dapat berimbas ke Natuna.

Dikatakannya, masyarakat perlu waspada terhadap awan CB (awan gelap dan tebal) karena dapat menimbulkan hujan lebat, dengan disertai petir dan angin kencang yang menyebabkan terjadinya gelombang laut tinggi secara tiba-tiba.

”Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin kencang yang dapat menyeJangan berlindung di bawah pohon jika terjadi hujan di-sertai kilat dan petir,” ujarnya.

Selain itu, perlu juga diwaspadai tinggi gelombang, terutama nelayan dan kapal ukuran kecil saat berlayar. (arn)

80 Hektare Kebun Karet Terbakar

0

batampos.co.id – “Penyebabnya, ada yang membuka lahan dengan cara membakar,” ujar warga juga pemilik salah satu kebun karet, Wiyono.

Wasiat Mbah Moen Ingin Meninggal di Makkah

0

batampos.co.id – KH Maimun Zubair atau Mbah Moen meninggal di RS Al Noor Makkah, Selasa (6/8) pagi. Sebelum mangkat, pengasuh Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah, itu memang pernah menyampaikan keinginannya agar meninggal dunia di Makkah pada hari Selasa.

Rupanya, doa dan keinginan Mbah Moen terkabul. Ia meninggal di lokasi dan hari sesuai yang ia inginkan.

Setelah prosesi persemayaman di Kantor Daker Makkah, jenazah Mbah Moen dibawa ke Masjidilharam untuk disalati. Proses salat jenazah dilakukan selepas salat Zuhur. Setelah itu jenazah dimakamkan di Makam Ma’la.

Mbah Moen berada di Makkah sejak Senin (29/7) untuk menjalani rangkaian ibadah haji. Semula Mbah Moen menginap di Hotel Dar Al Eman Royal, Makkah.

Namun sejak Senin (5/8) selepas salat Zuhur, ulama 90 tahun itu berpindah ke sebuah apartemen di wilayah Nassim Makkah.

Apartemen tersebut dijadikan sebagai tempat transit karena dekat dengan wilayah Mina.
Mbah Moen berhaji bersama istrinya yang bernama Nyai Heni Maryam. Selain itu, almarhum ditemani Hayatullah Makki (Gus Hayat), salah satu santri di pesantren Mbah Moen. Gus Hayat menuturkan, Mbah Moen selama di Makkah tetap menerima banyak tamu, seperti saat di Tanah Air.

“Umrah wajibnya sudah selesai. Beliau dahar-nya (makannya, red) juga seperti biasa,” kata Gus Hayat di lokasi pemandian jenazah di Al Mohagereen Funural Home Makkah.

Mbak Moen (kiri)

Menteri Agama sekaligus Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin sejak pagi ikut mengurus prosesi pengurusan jenazah Mbah Moen. Mbah Moen dipastikan meninggal pukul 04.17 waktu Arab Saudi. Lukman langsung menuju RS Al Noor Makkah dari kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah.

“Beliau cepat sekali berpulang. Dengan cara yang sangat baik. Sama sekali tidak ada yang direpotkan oleh kepulangan beliau,” katanya.

Lukman menceritakan, sebelumnya tidak ada keluhan rasa sakit dari Mbah Moen. Bahkan pada Senin malam Mbah Moen masih berdialog dengan keluarga dan para kerabatnya. Dia menegaskan tidak ada tanda-tanda sakit keras yang dialami Mbah Moen sebelum wafat.

“Ini juga yang beliau kehendaki. Beliau ingin berpulang di hari Selasa dan di Makkah,” kata Lukman berdasarkan cerita kerabat Mbah Moen.

Menurut Lukman, keinginan Mbah Moen itu akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT. Setelah dimandikan, jenazah disemayamkan di kantor Daker Makkah. Kegiatan salat jenazah dilakukan beberapa kali oleh para jamaah haji Indonesia. Mereka bergantian masuk ke kantor Daker Makkah untuk salat jenazah ulama kelahiran Rembang, 28 Oktober 1928 itu.

Lukman mengatakan, bangsa Indonesia tentu kehilangan sosok ulama besar. Namun, dia meminta masya-rakat untuk ikhlas melepas kepergian Mbah Moen.
Menurut Lukman, di akhir masa hidupnya berceramah tentang menjaga keutuhan persaudaraan sebangsa dan setanah air.

“Beliau sampaikan itu dengan basis keilmuannya,” tuturnya.

Menurut Lukman, Mbah Moen merupakan ulama besar yang memiliki komitmen luar biasa untuk senantiasa cinta kepada Tanah Air. Semangat itu, menurut Lukman, harus terus dipelihara. Dia berharap syiar Mbah Moen bisa dilanjutkan oleh santri-santrinya. (*)

ATB lebih Efisien Kelola Kebocoran dengan Inovasi Teknologi

0

Manager Produksi ATB sedang menjelaskan sistem SCADA. Teknologi SCADA memungkinkan petugas melakukan kendali dan pengawasan jarak jauh terhadap proses produksi dan distribusi yang berlangsung di setiap Instalasi Pengolahan Air (IPA), sehingga mampu menekan angka kebocoran hingga ke titik minimal.

Penerapan inovasi teknologi terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan kebocoran air di Batam. Dengan implementasi preasure management dalam Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), PT. Adhya Tirta Batam (ATB) mampu menekan angka kebocoran hingga 16.6 persen.

“Walaupun sudah cukup rendah, kami tetap berupaya menekan angka kebocoran hingga 15 persen. Tentunya ini butuh usaha keras dari kami,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Menekan angka kebocoran menjadi pekerjaan rumah bagi semua perusahaan air di Indonesia. Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) mengungkapkan, tingkat kebocoran air di Indonesia cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Tahun 2015, rata-rata kebocoran air nasional adalah 32,47 persen. Peningkatan terus terjadi pada 2017 hingga mencapai 32,80 persen. Hingga pada tahun 2018 silam, rata-rata kebocoran nasional naik menjadi 33,16 persen.

Kenaikan tingkat kebocoran ini bertolak belakang dari target yang dicanangkan oleh BPPSPAM. Lembaga di bawah kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) ini menargetkan kebocoran air nasional bisa ditekan hingga di bawah 20 persen.

Manajemen pengelolaan kebocoran yang modern membuat ATB menjadi satu-satunya perusahaan air bersih yang mampu menekan angka kebocoran hingga 16,6 persen. Tingkat kebocoran air ATB adalah yang terendah untuk kelompok pelanggan lebih dari 250 ribu.

Sistem Preasure Management merupakan sistem terkoordinasi antara produksi, distribusi, dan kebocoran. Teknologi SCADA memungkinkan petugas melakukan kendali dan pengawasan jarak jauh terhadap proses produksi dan distribusi yang berlangsung di setiap Instalasi Pengolahan Air (IPA). Petugas bisa mendeteksi kekuatan aliran dan tekanan air, debit air, kapasitas dan kualitas air yang diproduksi.

Melalui sistem ini, ATB dapat mengatur agar produksi dan distribusi air yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan riil pelanggan di Batam. Dengan demikian, potensi kebocoran akibat tekanan tinggi air yang melimpah bisa ditekan.

Saat ini 60-70 persen sistem pendistribusian dan pengawasan kebocoran air sudah dikontrol menggunakan sistem digital. Sistem ini didukung dengan ratusan peralatan otomasi yang tersebar di titik-titik penting di Batam.

Integrasi SCADA dengan Geographic Information System (GIS) memungkinkan kontrol menjadi lebih mudah. GIS membantu menyajikan pemetaan jaringan, lokasi loger, lokasi aset dan lokasi produksi. Sehingga memudahkan monitoring proses dan analisa lokasi dalam SCADA.

“Sudah ada peralatan-peralatan modern yang mengukur dan mengirimkan data tekanan air di ratusan titik di Batam. Jika ternyata tekanan berlebihan, kontrol buka tutup valve bisa dilakukan secara otomatis,” jelasnya.

Selain mengandalkan teknologi, tim yang kuat juga menjadi kunci ATB menjaga tingkat kebocoran. ATB memiliki tim Leak Finding yang bekerja untuk menemukan kebocoran setiap harinya. Tim ini bekerja menggali informasi dari setiap sumber yang melaporkan kebocoran.

Selain itu, ada pula tim Ilegal Disconection yang bekerja menanggulangi kebocoran komersial. Tim ini aktif bergerak untuk mendeteksi kehilangan air akibat pencurian, perusakan meteran, dan aktifitas sejenisnya.

“ATB punya tim yang lengkap dalam hal penanggulangan kebocoran,” jelasnya.

Di sisi lain, masih ada PR besar yang harus diselesaikan untuk menekan angka kebocoran ini. Menurut data yang dihimpun ATB, terdapat sekitar 400 sampai 500 titik kebocoran yang terjadi setiap bulannya. Sekitar 70 persen dari kebocoran tersebut diakibatkan oleh pihak ketiga.

“Kebanyakan akibat kontraktor yang mengerjakan proyek infrastruktur,” jelasnya.

Menurut Maria, biasanya ada rapat koordinasi yang dilakukan sebelum pekerjaan dimulai. Namun implementasi di lapangan berbeda dengan koordinasi yang dilakukan saat awal. Tidak ada koordinasi yang dilakukan saat akan melakukan pekerjaan di titik gali yang terdapat pipa ATB.

“ATB sudah bekerja keras menjaga kebocoran. Kami berharap semua pihak juga melakukan hal yang sama. Kita berharap semua pihak bekerjasama untuk menjaga agar air kita bisa terdistribusi dengan baik. Jangan ada yang terbuang sia-sia,” pintanya. (Corporate Secretary)

 

Ketika Eksotisme Tubuh Jadi Iming-iming Jualan

0

batampos.co.id – Jajaran penyidik Polda Kepri menetapkan AJ, General Manager L Hotel dan The Exotic Pub & KTV; dan AH, Manager KTV The Exotic sebagai tersangka dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Penangkapan keduanya bermula dari informasi tentang adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang yang terjadi di The Exotic Pub & KTV, Lubuk Baja, Kota Batam dengan melibatkan para pekerja perempuan (pemandu lagu) sebagai korban.

Demikian rilis yang kami terima dari Humas Polda Kepri.

Jumat (2/8/2019) Polisi turun ke lokasi.

Polisi mendapati seorang pekerja perempuan (pemandu lagu), A, baru saja melayani tamu dengan cara melakukan hubungan seksual di L hotel kamar nomor 307.

Polis kemudikan melkukan penyidikan.

Aha…. ditemukan fakta adanya modus operandi eksploitasi dari pengelola The Exotic terhadap perempuan yang bekerja di tempat tersebu.

Polisi menunjukkan barang bukti saat jumpa pers.
foto: humas polda kepri

Pengelola memanfaatkan korban (pekerja) untuk memberikan servis kepada tamu sehingga memperoleh keuntungan dengan menetapkan tarif charge pemandu lagu dan GRO ( Guest Relation Officer / pelayan ) dengan cara sistem bagi hasil.

Pengelola The Exotic Pub & KTV menawarkan paket minuman dengan bonus satu kamar hotel.

Hotel dengan The Exotic masih dalam satu manajemen dalam perusahaan PT. UMBJ.

Polisi akhirnya memperoleh fakta bahwa paket free hotel dijadikan sebagai modus dalam menjalankan praktek prostitusi.

Pada kasus ini polisi mendapati 6 pekerja sebagi korban. Mereka semua telah dikembalikan kepada pihak keluarga.

Kepada tersangka Polisi mengenakan Pasal 2 dan Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman paling singkat 3 tahun paling lama selama 15 (lima belas) tahun kurungan dan denda paling sedikit Rp. 120.000.000 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak senilai Rp. 600.000.000 (enam ratus juta rupiah). (ptt)

SMP Bintan, Sekolah Swasta yang hanya Mendapat Dua Siswa Baru

0

batampos.co.id – SMP Bintan di Tanjungpinang merupakan salah satu sekolah swasta yang merasa jadi ‘korban’ dari penerapan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru tahun ini. Akibat sistem yang disebut bertujuan untuk pemerataan pendidikan itu, SMP Bintan hanya mendapatkan dua siswa baru pada tahun ajaran 2019/2020.

Suasana di ruang kelas VII SMP Bintan di Jalan Yusuf Kahar, Tanjungpinang, tampak lengang, Senin (5/8) pagi. Dua orang siswa tampak sedang memanjatkan doa dengan dipimpin seorang guru yang berdiri di depan kelas. Pertanda pelajaran pertama hari itu segera dimulai.

Sebenarnya ada 12 kursi di dalam ruang kelas dengan cat krem itu. Namun, hanya dua yang terisi. Sementara 10 lainnya kosong. Bukan karena banyak siswa baru yang bolos, tetapi sekolah tersebut memang hanya mendapatkan dua siswa baru tahun ini.

Sepen dan Ani nama dua siswa itu. Mengenakan seragam celana panjang biru dan baju putih serta dasi biru, Sepen tampak tetap semangat mengi-kuti pelajaran, meski hanya dengan satu teman kelas.

Sementara Ani tak kalah antusias. Dengan seragam rok panjang dan baju lengan panjang serba putih, Ani yang duduk di kursi sebelah kiri Sepen juga semangat mengikuti pelajaran, pagi itu.

“Sebenarnya lebih enak belajarnya. Lebih efektif karena muridnya hanya dua orang,” kata Sepen saat ditemui di kelasnya, Senin (5/8).

Menurut Sepen, dengan jumlah siswa yang hanya dua orang itu, ia justru lebih fokus belajar. Seperti privat.

Namun di satu sisi, kadang muncul rasa bosan. Sebab tidak banyak teman untuk interaksi dan berkompetisi. Apalagi proses belajar mengajar berlangsung cukup lama, mulai dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB setiap harinya.

“Tapi tidak apa. Di kelas jadi lebih tenang,” katanya.

Sepen punya alasan tersendiri, mengapa memilih mendaftar di sekolah tersebut. Pertama, karena ia merupakan lulusan dari SD Bintan, SD swasta yang masih satu yayasan dan satu kompleks dengan SMP Bintan. Alasan kedua, jarak rumah Sepen dengan SMP Bintan sangat dekat.

“Jadi, saya pilih sekolah di sini saja,” katanya.

Kepala SD/SMP Bintan Tanjungpinang Abdullah Sali mengatakan, pada awalnya ia berharap sistem zonasi benar-benar menghadirkan pemerataan pendidikan. Termasuk pemerataan sebaran siswa baru.

Namun nyatanya tidak. Sistem ini justru mendorong para calon siswa baru berbondong-bondong mendaftar ke sekolah negeri. Akibatnya, hingga proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 usai, SMP Bintan hanya mendapat dua peserta didik baru.

“Ternyata tidak sesuai harapan. Bahkan ada orangtua yang sudah mendaftarkan anaknya ke sekolah kami lalu ditarik kembali,” kata Sali, Senin (5/8).

Sali mengaku maklum, ada beberapa calon siswa yang batal mendaftar di SMP Bintan dan memilih masuk ke sekolah negeri. Menurut dia, selain karena lebih dekat dengan rumah, sekolah negeri dipilih karena fasilitasnya lebih lengkap dibanding di SMP Bintan.

Memang, kata dia, tidak semua sekolah swasta dirugikan dengan sistem zonasi ini. Bahkan ada beberapa sekolah swasta di Tanjungpinang yang terpaksa harus menolak calon siswa baru karena kuotanya sudah penuh.

Menurut Sali, sistem zonasi ini hanya merugikan sekolah-sekolah swasta yang secara fasilitas kurang lengkap. “Ada beberapa sekolah swasta yang ditinggalkan, kami merasa sedih,” ungkapnya.

Perasaan sedih Sali juga selalu muncul saat melintas di depan kelan VII dan melihan Sepen dan Ani tengah belajar, hanya berdua. Namun, pimpinan yayasan yang menaungi SMP Bintan itu meminta agar sekolah tersebut tetap dipertahankan, berapapun siswanya.

Apalagi, meski jumlah muridnya sedikit, SMP Bintan juga tetap mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang.

“Sama seperti sekolah swasta lain, dana BOS bisa dimanfaatkan untuk operasional sekolah,” ucapnya.

Minimnya jumlah siswa baru yang menurutnya merupakan dampak dari sistem zonasi PPDB ini, Sali mengaku sudah menyampaikannya ke Disdik Tanjungpinang. Namun, pihak Disdik tidak bisa berbuat banyak, karena orangtua calon siswa berhak menentukan pilihan kemana akan mendaftarkan anak-anak mereka.

“Sebelum sistem zonasi ini diberlakukan, siswa kami cukup ramai. Saat ini yang kelas sembilan ada 12 orang siswa, sementara untuk kelas delapan kosong karena banyak orangtua yang kembali memindahkan anaknya ke sekolah lain,” paparnya.

Saat ini, Sali menyebutkan terdapat 10 orang guru dan satu kepala sekolah di SD-SMP Bintan yang mengajar di sekolah yang sudah berdiri sejak 1952 itu. Satu guru ada yang mengajar dua mata pelajaran. Semuanya berstatus guru swasta.

Sali berharap, pada tahun ajaran berikutnya pemerintah memikirkan sekolah swasta. Sehingga tidak ada lagi sekolah swasta yang kekurang siswa baru.

“Umpama dapat satu lokal sudah lumayan, bisa membayar honor guru yang mengajar dan untuk operasional sekolah. Sebagai sekolah swasta, kami juga perlu diper-hatikan oleh pemerintah,” sebutnya.

Guru Bahasa Inggris SD-SMP Bintan Tanjunginang, Charlie, sependapat dengan Sali. Menurut dia, perlu ada kepedulian dari pemerintah terhadap sekolah swasta. Selain itu, perlu ada edukasi bagi orangtua calon siswa, bahwa sekolah swasta juga tetap mengedepankan kualitas pendidikan bagi para siswanya.

“Kami tidak sembarangan dalam merekrut guru, kami mengambil guru yang berkompeten, dan yang perlu diperhatikan orangtua adalah sekarang tidak adalagi sekolah favorit,” tambahnya.

Charlie mengatakan, saat ini banyak sekolah negeri jumlah siswanya melebihi kapasitas ideal. Bahkan ada satu kelas di sekolah negeri yang jumlah muridnya lebih dari 40 siswa. Menurut dia hal ini tidak efektif untuk sebuah kegiatan belajar mengajar di sekolah. (met)

46.833 Warga Batam Alami Gangguan Pernapasan

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat terjadi kenaikan jumlah pasien yang men­derita gangguan pernapasan se­perti batuk hingga radang tenggorokan.

Periode Januari hingga Juni 2019 saja, penderita batuk bukan pneumonia di atas lima tahun 29.037 pasien, sedangkan untuk yang di bawah lima tahun mencapai 17.796 pasien. Totalnya 46.833 pasien.

”Masuknya ke ISPA (Inspeksi Saluran Pernapasan Atas) juga, jadi memang kondisi saat ini cukup rawan karena selain cuaca yang panas di-tambah sekarang lagi musim buah,” kata Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi, Senin (5/8).

Didi menyebutkan, sekarang hampir di seluruh pasar atau di pinggir-pinggir jalan menjajakan buah rambutan. Teksturnya yang lembut dan manis sehingga jika dikonsumsi berlebihan bisa meng-akibatkan batuk dan gangguan tenggorokan.

”Mungkin memang lagi musimnya. Selain itu harga­nya cukup murah, sehingga menjadi buruan pembeli. Itu bisa jadi salah satu faktor penyebab gangguan pernapasan,” sebutnya.

Menurutnya, rata-rata semua puskesmas ramai pasien menderita batuk, flu, dan gangguan pernapasan lainnya.

Ia mengimbau kepada warga untuk menjaga kesehatan. Kondisi cuaca saat ini juga rentan bagi masyarakat untuk mengonsumsi minuman dingin.

ilustrasi

”Cuaca panas ditambah minuman dingin. Jadi, sudah kompleks masalah penyebab gangguan kesehatan seperti batuk itu,” tambahnya.

Warga diminta untuk mene­rapkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Perbanyak minum air putih dan hindari mengkonsumsi makanan atau buah berlebihan.

”Rambutan memang murah, tapi jangan berlebihan makannya,” imbaunya.

Jalan Berdebu, Ganggu Kenyamanan Warga

Sementara itu, ruas jalan R Suprapto yang menghubungkan Kecamatan Batuaji dan Sagulung, tak bisa jauh dari debu proyek dan truk pe-ngangkut pasir serta tanah.

Banyak truk pengangkut tanah dan pasir dari proyek di Kelurahan Kibing, Batuaji. Di-tambah dengan cuaca yang terik beberapa hari ini di Kota Batam mengakibatkan banyak debu beterbangan di Simpang Barelang depan Kelurahan Tembesi, Sagulung, Senin (5/8).

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Imbasnya, jalan jadi kotor dan berdebu sehingga mengganggu kenyamanan pengendara.
Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2007 terkait Ketertiban Umum dinilai tidak berjalan efektif. Padahal di dalam perda itu jelas disampaikan, jika setiap orang atau badan hukum yang melanggar perda akan diberikan sanksi pidana tiga bulan atau denda sebesar Rp 50 juta.

Salah satunya mengenai tertib jalan dan angkutan. Dimana di pasal dua menyebutkan, setiap orang atau badan hukum yang menggunakan untuk mengakut material bangunan wajib memberikan penutup, wajib membersihkan jalan apabila mengotori jalan. Jam operasional juga dibatasi, tidak di saat jam-jam sibuk.

Selain itu, kendaraan juga dilarang membawa bahan beracun, berdebu, berbau busuk ataupun bahan lain yang membahayakan keselamatan umum.

Sopir truk yang mengangkut material bangunan atau pun tanah wajib mengikuti Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2007 terkait Ketertiban Umum. Namun, itu belum berlaku menyeluruh dengan masih banyaknya ditemui truk pengangkut tanah yang tak dilengkapi terpal penutup dan tak menyiram jalan saat tanah itu tumpah.

Polisi Tegur Pengemudi Truk Tanah

Keberadaan truk pengangkut tanah tanpa penutup sudah sangat meresahkan pengendara yang melintas di Simpang Tembesi, Sagulung.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol I Putu Bayu Pati memerintahkan Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polresta Barelang mengecek ke lapa-ngan. Dari pengecekan tersebut, ternyata benar bahwa kondisi jalan dipenuhi debu.

”Keluhan ini sudah banyak kami terima dari masyarakat melalui media sosial. Rata-rata mengeluhkan bahwa jalanan yang mereka lewati berdebu, mengganggu pernapasan dan juga berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Dalam pengecekan itu, Unit Turjawali Satlantas Polresta Barelang memberhentikan beberapa truk pengangkut tanah yang tidak ditutup dengan terpal hingga mengakibatkan tanah berceceran di jalanan. Kepada pengemudi truk pengangkut tanah, Satlantas Polresta Barelang memberikan sanksi teguran.

”Jika sudah dilakukan teguran, namun tidak diindahkan. Tentunya akan kita berikan sanksi tilang. Untuk hari ini kita berikan dulu teguran kepada pengemudi truk tanah tersebut,” tuturnya.

Selain memberikan teguran, Unit Turjawali Satlantas Polresta Barelang juga meminta kepada perusahaan dari truk pengangkut tanah untuk menyiram jalanan yang berdebu secara berkala agar selalu dalam keadaan lembab hingga mengurangi debu yang berterbangan.

”Pada saat yang sama, kita juga langsung menyiram jalanan berdebu tersebut dan banyak mendapat respons positif dari masyarakat pengguna jalan,” imbuhnya. (yui/gie/cr1)

Dino Adventure Track Hadir di Sea Forest Adventure

0

batampos.co.id – Hiburan keluarga Sea Forest Adventure di Palm Spring Nongsa kembali menghadirkan arena permainan terbarunya. Yakni, Dino Adventure Track merupakan arena yang diisi oleh beberapa dinosaurus yang hampir sama menyerupai aslinya.

Manajer Operasional Sea Forest Adventure, Putra, menjelaskan track ini merupakan yang pertama di Sumatera. Dan belum ada di tempat lainnya di kawasan Sumatera.

”Dino Adventure Track wahana terbaru. Di mana wahana ini satu-satunya dan pertama untuk saat ini di kawasan Sumatera. Wahana ini menghadirkan dinosaurus yang bisa bergerak, berkedip dan bersuara seperti aslinya,” kata Putra.

Adapun harga tiket Dino Adventure Track ini berbeda untuk weekend dan weekday. Di mana untuk Senin sampai Jumat Rp 25 ribu per orang, sementara Sabtu, Minggu dan hari libur nasional Rp 35 ribu per orang.

”Harga berbeda-beda tergantung harinya,” jelasnya.

Tak hanya wahana Dino Adventure Track, pengunjung juga bisa menikmati wahana lainnya, seperti jetski, Banana Boat, Aqua Adventure Track dan masih banyak lagi. Kali ini dapatkan promo menikmati wahana jetski mulai dari Rp 250 ribu, Banana Boat mulai dari Rp 25 ribu dan Aqua Adventure Track mulai dari Rp 50 ribu.

”Nikmati juga Water Bubble dan juga kayak, yang bisa dimainkan untuk berdua,” imbuhnya.

Sea Forest Adventure berada di kawasan pusat golf dan resort pantai Palm Springs Batam menjadi kawasan yang nyaman untuk keluarga dan anda akan dapat menikmati suasana indah dan nyaman dengan panorama pinggir pantai. Saat ini Sea Forest Adventure sudah dilengkapi dengan beragam fasilitas dan permainan segala umur yang berada di empat kawasan utama, yakni Gathering Facility, Glam Camp, Rain Forest dan Water World.

Ada juga area Gathering Facility dilengkapi dengan grand multifunction yard (fasilitas ekhibisi pameran, konser, berbagai macam lomba outdoor dan indoor nonpermanen, grand tent, food stall, beach bar, main beach, splash water, dan petting zoo. (nji)

Laksa View Wujudkan Impian Anda untuk Miliki Hunian Pribadi di Kota Batam

0

batampos.co.id – Memiliki hunian pribadi menjadi impian setiap orang. Namun tak sedikit yang mengaku sulit untuk mewujudkan impian tersebut karena terbatas biaya.

Memandang kondisi tersebut, PT Citra Laksa Propertindo menghadirkan hunian istimewa di kawasan Telaga Punggur, yakni Laksa View.

Marketing Citra Laksa Propertindo, Apul Santosos, mengatakan, pihaknya menyediakan kemudahan cara bayar untuk memiliki hunian nyaman dan asri.

“Kami menawarkan cicilan uang muka atau DP mulai Rp 1,5 juta selama 10 bulan, dan cicilan KPR mulai Rp 1,9 juta selama 15 tahun,” ujar Apul, Senin (5/8/2019).

Ia menjelaskan, Laksa View merupakan perumahan strategis berada dekat Pelabuhan Telaga Punggur, yang sebagai salah satu pintu gerbang bisnis di Batam, serta dilengkapi pemandangan laut dan jajaran pulau-pulau yang menjadi keunggulan Kepri.

Maket perumahan Laksa View untuk batampos.co.id

“Lokasinya sekitar 2 menit ke Pelabuhan Punggur, 5 menit ke pusat industri Kabil, 10 menit ke Bandara Hang Nadim, dan kawasan publik lainnya,” terangnya.

Leksa View memiliki rumah tipe 36/78 dengan harga mulai Rp 197 juta.

“Harga itu sudah termasuk gratis AJB, SHGB, dan BPHTB,” katanya.

Dengan spesifikasi bangunan atap spandek, rangka baja ringan, dinding aci dan dicat, kusen alumunium, keramik 30×30, closet jongkok, pintu panel dan plafon PVC.

Sementara, untuk fasilitas lingkungan tersedia taman, play ground, lapangan basket, pendopo, musala, dan fasilitas umum lainnya, serta jalan dengan row 7-8 meter.

“Dari 130 unit yang disediakan, kini sudah terjual 73 unit,” sebut Apul.

Khusus untuk pembelian unit di bulan Agustus ini, lanjutnya, konsumen mendapatkan gratis taman, carpot, serta keramik ukuran 40×40 untuk hunian yang menjadi pilihan.

Informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi Kantor Citra Laksa Propertindo di Ruko Niaga Mas blok B nomor 52 Batam Center, dengan jam operasional dari pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB.(gie)