Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11078

Masalah Lahan Paling Mendominasi

0

batampos.co.id – Setiap tahunnya, ratusan pengaduan dari warga diterima DPRD Kota Batam. Sekitar 80 per-sen pengaduan yang melibatkan peran BP Batam, yakni masalah lahan. Di urutan kedua dan ketiga adalah masalah perizinan dan perburuhan.

”Jadi yang datang ke kita itu sebagian besar adalah warga yang bermasalah dengan lahan. Ada yang lahannya tidak jelas legalitasnya. Ada yang lahannya sudah bayar tapi tak keluar sertifikatnya,” kata anggota Komisi III DPRD Kota Batam Jefri Simanjuntak, saat menerima kunjungan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) di gedung serba guna DPRD Batam, Kamis (1/8).

Jefri mengatakan, selama ini banyak warga yang datang ke DPRD untuk meminta solusi. Sementara DPRD Batam hanya bisa memberikan rekomendasi setelah terlebih dulu digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

”Paling kita hanya bisa memberikan rekomendasi ke BP Batam. Tetapi memang itu tidak mengikat dan kurang kuat. Kenapa saya bilang se-perti itu karena memang mitra BP Batam itu adalah Komisi VI DPR RI,” katanya.

Bahkan, dalam beberapa kali menggelar RDP yang melibatkan BP Batam, yang diutus BP Batam adalah pejabat atau staf yang tidak bisa mengambil keputusan. Makanya, menurut Jefri, kehadiran BPKN bisa menja­wab keraguan masyarakat.

”Kami berharap BPKN ini bisa ada perwakilan di Batam. Jadi, masyarakat tahu kema-na harus mengadu. Masyarakat bisa lebih cepat untuk berkonsultasi kalau dirugikan pemerintah atau perusahaan swasta,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Staf Ahli DPRD Batam, Ngaliman. Ia mengatakan, permasalah lahan menjadi masalah paling banyak yang diterima DPRD Kota Batam. Sebagian besar adalah terkait legalitas lahan termasuk masalah UWTO.

”Selalu ada saja masalah lahan ini. Dan BP Batam hanya bisa memberikan rekomendasi saja ke BP Batam. Dan DPRD tidak bisa berbuat banyak karena memang lahan di Batam ini adalah milik BP Batam,” katanya.


Wakil Ketua BPKN RI Rolas Budiman Sitinjak saat hadir dan mendengar permasalahan sertifikat rumah warga di Perumahan Tembesi Raya, Batuaji, Rabu (31/7).
foto: batampos.co.id / Dalil Harahap

Sementara itu, Wakil Ketua BPKN RI Rolas B Sitinjak mengatakan, dalam undang-undang diatur mengenai pendirian perwakilan di daerah. Dimana, pembiayaannya bisa bersumber dari APBN atau sumber lainnya.

”Jadi, memang diatur dan ini akan kita coba sampaikan,” katanya.

Kemarin, puluhan warga Sagulung mendatangi DPRD Kota Batam untuk berkonsultasi dengan BPKN menge-nai legalitas kaveling yang mereka tempati.

”Kami mau kejelasan dari kaveling yang kami tempati di sekitar Kaveling Nato. Dan kami mau mengadukan ini juga ke BPKN. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya karena memang kami hingga saat ini belum mendapatkan sertifikatnya,” ujar seorang warga.

Tuntut Sertifikat, Mengadu ke BPKN

Sementara itu, Badan Perlindungan Kosumen Negara (BPKN) hadir di tengah masyarakat Perumahan Tembesi Raya Tahap 1 dan 2, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, Rabu (31/7) malam. Agendanya, pemaparan permasalahan legalitas perumahan tersebut yang belum jelas.

Menurut warga, pihak pengembang akan memberikan sertifikat pada 2015 lalu, Namun hingga kini belum terealisasi.

Ketua RW 20 Perumahan Tembesi Raya, Enjang Pakpahan menuturkan, pihak pengembang belum bisa memberikan kepastian serti­fikat yang dijanjikan 2015 lalu. Kemudian, total lebih kurang 250 warga yang belum memiliki sertifikat.

Mewakili warga, Enjang mengatakan, inilah pertama kalinya mereka membuat pengaduan ke BPKN RI, karena selama ini warga merasa di lingkup Kota Batam sendiri tidak akan pernah ada pihak yang akan bisa membantu mereka menyelesaikan sengketa ini. Warga mengaku memiliki surat perjanjian jual beli.

Dimana, tercantum besaran biaya dari unit rumah yang warga beli dan biaya sertifikat yang akan dikenakan kepada warga.

Wakil Ketua BPKN RI Rolas Budiman Sitinjak menjelaskan, khusus pengaduan yang ditampung ada enam penga-duan, lima terkait perumahan dan satu terkait perbankan.

”Mengenai perumahan, merupakan peristiwa yang masif dari publik kita sendiri seperti halnya daerah lain di Indonesia,” katanya.

Pihak BPKN sedang berjuang memastikan negara hadir dalam memperjuangkan hak konsumen. Khusus pada sektor perumahan, paling tinggi laporan di BPKN.

”Jadi kalau dilihat dari sektor perumahan ini tidak ada yang bertanggung jawab mulai dari izinnya. Inilah yang menjadi perhatian BPKN, sebab perumahan adalah kebutuhan pokok kita, ini yang lagi kami susun bantu agar negara membuat regulasinya,” tegasnya.

Sejauh ini, polemik dalam sektor perumahan dari pe-ngaduan ke BPKN sekitar 75 persen, lalu e-commerce, listrik, rumah sakit, dan lain sebagainya.

Ke depan, langkah yang ditempuh BPKN untuk persoalan Perumahan Tembesi Raya, pertama adalah mengkaji kasusnya apakah ini memang dalam sektor perlindungan konsumen atau sektor lainnya seperti penipuan, perbankan, dan penggelapan.

Yang kedua, akan mengundang seluruh stakeholder baik pelaku pengusaha atau pengembang, pemerintah setempat bahkan lembaga pembiayaan baik perbankan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas.

Ketiga, dalam rangka mencari akar persoalan yang terjadi dan agar konsumen mendapatkan haknya, maka akan mengundang stakeholder lain terkait.

”Langkah-langkah tersebut tentu akan membantu kami dalam mengulas seluruh akar persoalan. Ini adalah perhatian BPKN, Negara harus hadir memastikan agar konsumen mendapatkan hak-haknya di sektor perumahan. Perumahan ini menjadi sektor kebutuhan pokok,” pungkasnya. (ian)

APBD-P Defisit Rp 145 Miliar, Anggaran OPD Pemko Batam Dipangkas, Program Ikut Tertunda

0

batampos.co.id – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Batam 2019 defisit sebesar Rp 145 miliar. Hal tersebut terungkap saat rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD-P di gedung DPRD Batam, Kamis (1/8) sore.

Sebagai antisipasi atas perubahan APBD tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) memangkas anggaran semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

”Karena uang tak cukup, tidak ada yang mau ditambah, yang ada malah dikurang. APBD jarang tambah, biasa kurang. Dang hadong hepeng,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

Dengan demikian, lanjutnya, program atau kegiatan di setiap OPD pasti ada yang ditun-da. Akan tetapi ia mengaku tidak bisa memaparkan secara rinci. ”Jelas ada yang ditunda, semuanya (pada semua OPD, red),” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Fraksi PKB Aman mengaku, pihaknya terus menggali kembali potensi dari sisi pendapatan.

”Karena kami tahu terjadi defisit di angka yang tidak kecil. Sedangkan belanja kan juga terus berjalan, ada beberapa kegiatan Pemko Batam yang sudah kontrak lelang dan sebagainya. Makanya bagaimana caranya agar defisit anggara itu bisa tertutupi,” ujarnya.

Tentunya, lanjut Aman, potensi itu harus bisa digali lebih detail lagi. Apa yang disampaikan di KUA-PPAS terkait pendapatan, belumlah sesuai kondisi riilnya.

ilustrasi

”Artinya masih ada beberapa sektor pendapatan yang memang masih bisa didongkrak,” ucapnya.

Dia mencontohkan, salah satunya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang diasumsikan di APBD murni Rp 380 miliar, ternyata di KUA-PPAS APBD-P hanya diasumsikan Rp 325 miliar.

”Artinya ada perubahan di angka Rp 55 miliar atau terjadi penurunan,” terangnya.
Aman menam-bahkan, asumsinya meleset, yakni masih di angkat Rp 2,5 triliun dari target awal Rp 2,8 triliun. ”Inilah yang akan kami gali terus, masih ada potensi dengan pertumbuhan ekonomi yang saat ini sudah mulai naik,” tuturnya.

Apakah defisit Rp 145 miliar ini akan bisa tercapai? Aman masih optimistis tercapai. ”Kalau pun tak bisa dicapai karena APBD harus seimbang, maka diharuskan merasionalisasi di beberapa kegiatan yang tidak langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, rapat paripurna kemarin terpaksa diskors karena mencari sektor-sektor lain yang bisa digali untuk mendongkrak pendapatan agar bisa menutupi defisit untuk belanja dan memaksimalkan seluruh potensi yang ada.

Tahapan selanjutnya adalah penyampaian ranperda APBD perubahan. Setelah KUA-PPAS, bicara pagu terhadap seluruh OPD yang ada di Kota Batam. Pagu ini juga adalah akumulasi-akumulasi pagu Pemko Batam terhadap besaran pendapatan dan belanja.

”Tahapan selanjutnya lagi, pandangan fraksi tentang ranperda itu, selanjutnya lagi jawaban Pemko Batam terhadap pandangan fraksi, baru pembahasan ranperda, selesai pembahasan baru diketok APBD-P,” ujarnya.

Sementara itu, hingga saat ini APBD 2019 berdasar data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) baru tercapai Rp 1,208 triliun dari target Rp 2,843 triliun.

Yakni, komponen PAD baru tercapai Rp 588 miliar dari target APBD murni Rp 1,350 triliun, dengan rincian sektor pajak daerah baru tercapai Rp 495 miliar dari target Rp 1,05 triliun.
Adapun KUA-PPAS yang diajukan Wali Kota Muhammad Rudi dalam APBD-P, yakni sebesar Rp 2,654 triliun atau turun sekitar Rp 189 miliar atau 6,65 persen dari APBD murni sebesar Rp 2,843 triliun.

”(Dalam komponen APBD) dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 1,350 triliun turun menjadi Rp 1,196 triliun. Artinya, secara matematis, perubahan target PAD yang diajukan mencapai Rp 154 miliar atau 11,43 persen,” ucap Rudi, belum lama ini.

Lebih lanjut, Rudi memaparkan komponen lain, yakni dana perimbangan dari Rp 1,148 triliun menjadi Rp 1,083 triliun. Sedangkan pendapatan yang sah, yang semula ditargetkan Rp 323,658 miliar menjadi Rp 330,103 miliar. Perubahan target penerimaan ini ia akui berimbas pada perubahan target belanja atau program.

”Perubahan kebijakan belanja daerah berkenaan dengan terjadinya perubahan penerimaan,” terangnya. (gas)

Pasokan Listrik di Batam mulai Normal

0
ilustrasi

batampos.co.id – PT PLN Batam meng­klaim pasokan listrik di Batam sudah berangsur normal. Hal ini menyusul rampungnya perbaikan mesin pembangkit milik PT Energi Listrik Bersama (ELB) di Tanjunguncang, Batam, sejak Rabu (31/7/2019) sore lalu.

“Dengan berfungsinya pem­bangkit listrik IPP ELB, maka pasokan kelistrikan Batam Bin­tan sudah tercukupi. Semoga ke depan gangguan pembangkit tidak terjadi lagi dan kalaupun terjadi kami berupaya untuk segera melakukan perbaikan,” kata Corporate Secretary Bright PLN Batam, Denny Hendri Wijaya, Kamis (1/8/2019).

Denny memaparkan, sebelumnya pemadaman terjadi karena gangguan pada System Control Generator Syncron pada pembangkit IPP ELB Unit 1. Akibat gangguan tersebut, PLN terpaksa melakukan pemadaman yang tidak terencana.

“Gangguan tersebut menyebabkan terjadinya kekurangan pasokan listrik sehingga terpaksa dilakukan pemadaman tidak berencana pada sebagian wilayah Batam,” ungkapnya.

Namun, gangguan tersebut sudah bisa diatasi. Denny mengungkapkan pada Rabu (31/7) pukul 17.14 WIB lalu, pembangkit IPP ELB Unit 1 sudah beroperasi kembali. Pasokan listrik pun tercukupi.

“Sistem akan pulih secara bertahap sehingga sistem kelistrikan Batam-Bintan akan berangsur normal kembali,” ungkapnya.

Meskipun begitu, PLN mengimbau kepada masyarakat agar mampu melakukan penghematan penggunaan listrik pada waktu beban puncak. Yakni antara pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB, pukul 13.00 WIB sampai 16.00 WIB, dan pukul 18.00 WIB sampai 21.00 WIB.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat, pelanggan, dan stakeholders atas pengertian dan dukungannya selama ini. Kami tetap berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Pulau Batam,” katanya. (leo)

Iduladha Jatuh 11 Agustus

0

batampos.co.id – Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama, Kamis (1/8), memutuskan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada hari ini, Jumat (2/8). Dengan demikian, umat muslim akan merayakan hari raya Iduladha pada tanggal 11 Agustus 2019 mendatang.

Sidang Isbat mengambil keputusan setelah menerima laporan terlihatnya hilal di 10 titik dari total 92 titik pemantauan di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Sidang isbat tidak dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin karena sedang berada di Makkah meninjau pelaksanaan ibadah haji.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama Muhammadiyah Amin mengatakan bahwa berdasarkan hisab, posisi hilal diperkirakan berada di antara 2 derajat 4 menit hingga 3 derajat 57 menit di atas ufuk barat “Ini sudah memenuhi syarat untuk imkanur rukyah (posibilitas melihat hilal, red),” jelasnya.

Setelah dilakukan pemantauan pada sore kemarin (1/8), 10 orang pemantau di 10 titik mengaku berhasil melihat hilal.

Setelah disumpah oleh pengadilan agama setempat, laporan dimasukkan ke dalam forum sidang isbat untuk kemudian dijadikan dasar penetapan tanggal 1 Dzulhijjah.

Masjidilharam. Foto: PPIH Arab Saudi/Jawa Pos

Amin mengatakan, dari 10 titik yang berhasil melihat hilal, paling banyak berada di Jawa Timur, yakni di Gresik 5 titik, di Pasuruan 1 titik, Jember 1 titik, Lamongan 1 titik, serta Kudus 2 titik.

”10 titik semua melihat hilal dan mereka disumpah berdasarkan peraturan oleh hakim agama setempat,” jelas Amin.

Amin melanjutkan, dengan ini umat muslim di Indonesia bisa merayakan hari raya Iduladha secara bersamaan.  Sidang isbat ini, kata Amin, sudah dihadiri dan disepakati oleh seluruh ormas ormas Islam di Indonesia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Jaidi mengungkapkan bahwa penetapan melalui sidang isbat ini telah sesuai dengan fatwa MUI.

Ia berharap seluruh elemen umat Islam Indonesia yang diwakili ormas-ormas Islam bisa bersatu dan merajut kerukunan dalam momentum Iduladha 1440 Hijriah.

“Kita selalu bersama sama merajut kebersamaan dengan memulai (Iduladha, red) dan mengakhiri bersama-sama,” ujarnya. (tau)

Golden Truly Department Store Buka di Harbour Bay Mall

0

batampos.co.id – Kabar gembira bagi Anda pelanggan setia Golden Truly Department Store di Batam. Pasalnya, Golden Truly akan menggelar grand opening toko di Harbour Bay Mall Batam, Sabtu (3/8) nanti.

Nikmati promo menarik yang hanya didapatkan pada saat grand opening berlangsung.

”Tujuan dibukanya Golden Truly Department Store di Batam agar konsumen Batam bisa memenuhi kebutuhan gaya hidupnya. Selain itu dengan hadirnya Golden Truly di Batam juga merupakan salah satu kontribusi kami dalam pengembang kawasan Harbour Bay, di mana saat ini Harbour Bay menjadi gerbang wisata pelabuhan,” ujar Direktur Golden Truly, Marsel M Mere, Kamis (1/8).

Nantinya, akan ada berbagai program promo menarik yang memanjakan para pelanggan setia Golden Truly Batam. Adapun program promo yang ditawarkan yakni pembagian gratis 50 T-Shirt Levis untuk 50 pembeli pertama. Selain itu, konsumen juga bisa mendapatkan berbagai hadiah seperti elektronik, voucer belanja dan berbagai hadiah menarik lainnya, cukup dengan minimum pembelanjaann Rp 500 ribu melalui program lucky dip.

”Untuk gratis T-Shirt Levis berlaku bagi pembeli pertama yang melakukan transaksi, berapa pun nilai pembelanjaanya,” katanya.

Tak hanya itu, konsumen juga bisa menikmati promo beli satu gratis satu untuk pembelian aneka pakaian wanita, pria dan anak-anak. Dan dapatkan juga promo harga spesial untuk pembelian satu set bantal guling seharga Rp 99 ribu dan aneka koper seharga Rp 299.000.

”Begitu banyak promo yang kami tawarkan. Jadi jangan sampai ketinggalan, pasalnya promo tersebut hanya berlaku satu hari itu saja,” jelasnya.

Golden Truly Departement Store seluas 2.100 meter persegi. Terdiri dari satu lantai yang menyediakan berbagai keperluan wanita, pria, dan anak-anak. Mulai dari kosmetik, pakaian, sepatu, tas dan keperluan tidur serta mandi. Selain di Batam gerai Golden Truly bisa dijumpai di Jakarta Pusat tepatnya di Mall Golden Truly yang juga merupakan kantor pusat Golden Truly. (ocu)

Penjambret Kalung Dibekuk Polisi

0

batampos.co.id – Jajaran Unit Reskrim Polsek Lubukbaja menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan atau jambret yang beraksi di beberapa wilayah di Kota Batam. Adalah Agung Ramadani, 27, penjambret yang dibekuk Unit Reskrim Polsek Lubukbaja, Sabtu (27/7/2019) lalu.

Kapolsek Lubukbaja Kompol Yunita Stevani mengatakan, penangkapan Agung Ramadani berawal dari laporan korban berinsial Sk, yang menjadi korban penjambretan di depan Bank Panin, Kecamatan Lubukbaja, Jumat (19/7) sekitar pukul 15.40 WIB.

”Saat itu korban berjalan di sekitar Penuin mengenakan kalung. Kemudian, pelaku datang memepet korban dan menarik kalung emas tersebut,” ujar Yunita, kemarin.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Korban sempat berteriak meminta tolong kepada warga dan pengendara yang lewat. Namun, upaya pengejaran yang dilakukan oleh beberapa orang yang berada di lokasi kejadian tidak membuahkan hasil. Pelaku berhasil kabur menggunakan sepeda motor Honda Sonic yang di-kendarainya. Atas kejadian tersebut, korban mendatangi Polsek Lubukbaja untuk membuat laporan polisi.

”Setelah kita mendapatkan laporan, kemudian kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku di rumahnya di Kampung Pancur Pelabuhan. Setelah dia kita amankan, kemudian kita bawa ke Polsek untuk dimintai keterangan,” tuturnya.

Dari keterangan Agung kepada penyidik, ia telah 24 kali menjambret. Sasarannya adalah pengendara wanita maupun anak-anak yang menggunakan kalung emas. Yunita mengatakan, saat ini Unit Reskrim Polsek Lubukbaja masih meminta keterangan pelaku guna penyelidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, Agung yang juga residivis atas kasus yang sama itu dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, yang ancaman hukumannya 7 tahun penjara.

”Setelah kita bawa ke Polsek, sebelumnya pelaku mengaku sudah melakukan aksi yang sama sebanyak 24 kali di Batuampar, Batam Center, dan Bengkong. Saat ini kami masih mengembangkan kasusnya apakah ada lokasi lainnya,” imbuhnya. (gie)

Kibarkan Bendera Merah Putih selama Satu Bulan

0

batampos.co.id – Bulan Agustus ini, masyarakat, instansi pemerintah, kantor swasta diminta mengibarkan bendera merah putih selama sebulan penuh.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 366 Tahun 2019 tentang Pe-ringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI tingkat Kota Batam, dan tindak lanjut surat tersebut nomor 419/P-OD/VII/2019 yang ditandatangani Sekda Batam Jefridin.

”Ada edarannya, instansi pemerintah, swasta, rumah sakit, mal diminta pasang bendera selama sebulan penuh dari tanggal 1 sampai 31 Agustus, dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Masyarakat juga diimbau hal yang serupa,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Batam Yusfa Hendri, Kamis (1/8) sore.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiap-kan serangkaian acara untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan tahun ini. Mengawali rangkaian kegiatan, akan digelar lomba gerak jalan 5 kilometer (km), 8 km, dan 17 km, Sabtu (3/8). Pengukuhan anggota Paskibra, Rabu (14/8), pawai obor/Taptu dan renungan suci, Jumat (16/8), upacara peringatan detik-detik Proklamasi, pemberian remisi dan upacara penurunan bendera, Sabtu (17/8) serta upacara Hari Pramuka, Minggu (18/7).

Untuk pelaksanaan pawai obor, menurutnya, mengambil tempat di Hotel Pacific dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan Batuaji. Pelaksanaan upacara detik-detik proklamasi dan penurunan bendera akan digelar di Dataran Engku Putri. Adapun tema HUT ke-74 RI adalah “SDM Unggul Indonesia Maju”.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Momen peringatan HUT ke-74 RI tahun ini diharapkan dapat merekatkan seluruh komponen masyarakat Batam.

“Sesuai arahan Pak Wali Kota agar seluruh unsur masyarakat di Kota Batam mulai dari militer, sipil, organisasi masyarakat serta pelajar terlibat untuk memeriahkan HUT kemerdekaan RI,” ucapnya.

Pada saat penurunan bendera juga akan ada atraksi kebudayaan Nusantara yang melibatkan paguyuban yang ada di Kota Batam. Drumband Bahana Barelang juga akan tampil. Untuk pawai pemba-ngunan dan budaya akan dilaksanakan, Minggu (18/8) di Dataran Madani/depan Edukits Batam Centre.

Pawai pembangunan dan budaya ini akan menampilkan kendaraan hias yang melibatkan instansi publik, instansi pusat dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinann Daerah (FKPD) Kota Batam. Kendaraan hias yang akan ditampilkan bertemakan keberhasilan pembangunan yang dicapai. Pawai budaya diikuti oleh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) beserta seluruh paguyuban yang ada di Kota Batam.

“Pawai budaya ini sebagai wadah untuk memperkenalkan budaya masing-masing dan juga menjadi ajang promosi keanekaragaman budaya yang ada di Kota Batam. Pawai pembangunan dan budaya ini juga bisa menjadi tontonan bagi wisatawan yang berkunjung ke Batam,” jelas mantan Kadishub Kota Batam ini.

Tahun ini Pemko Batam juga menggelar lomba gapura dalam rangka menyemarakkan hari kemerdekaan di lingkungan masyarakat. Yusfa mengimbau agar masyarakat berperan serta mengikuti lomba gapura dengan menghias gapura dengan pernak pernik bertemakan kemerdekaan. Lomba gapura tingkat Kota Batam ini menurutnya akan memperebutkan trofi dan uang pembinaan.

“Kita juga mengimbau intansi vertikal maupun perusahaan untuk memasang umbul-umbul dan bendera untuk menyemarakkan hari kemerdekaan,” tuturnya.

Di tingkat kecamatan pun telah disiapkan event dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan seperti lomba perahu layar, lomba sampan layar, funbike, jalan santai, pesta anak kampung, pesta rakyat jaranan kuda lumping, smilling morning, dan pesta anak pantai. (iza)

Cegah Penurunan Bahu Jalan Seiladi, Bahu Jalan Dipasangi Pembendung Tanah

0

batampos.co.id – Penyebab longsornya bahu Jalan Gajah Mada di dekat Jembatan Seiladi ternyata karena terjadi ketidakstabilan tanah di sekitar Waduk Seiladi dan tidak ada­nya pengaman di bahu jalan tersebut.

Direktur Sarana dan Prasarana BP Batam Purnomo Andiantono mengatakan, perbedaan ketinggian air meme-ngaruhi kestabilan kontur tanah di sekitar bahu jalan yang mengalami kerusakan.

”Ada perbedaan tinggi rendah air di Waduk Seiladi. Sehingga tanahnya mengembang dan menyusut. Saat menyusut biasanya diikuti proses penurunan level tanah,” katanya, Rabu (31/7).

Proses penurunan level tanah semakin parah saat musim kemarau. Apalagi, tidak ada pengaman yang memperkuat kestabilan bahu jalan yang rusak tersebut.

”Karena memang tidak ada penguatan di daerah bahu jalan. Sehingga tanahnya akan terus tertarik ke arah waduk karena kondisinya yang tidak stabil, sebentar terendam dan sebentar kering,” jelasnya.

Untuk memperkuat tanah di sekitar bahu jalan, maka BP Batam dan Kementerian PUPR akan menimbunnya dan kemudian memasang sheet pile, yakni dinding vertikal relatif tipis yang berfungsi untuk membendung tanah dan masuknya air ke dalam lubang galian.

Sheet pile juga merupakan dinding penahan tanah yang diperlukan untuk memperkuat bahu jalan.

Bahu jalan di dekat Jembatan Sei Ladi ambles. Kondisi ini sangat membhayakan bagi pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Andi mengungkapkan, Kementerian PUPR telah melakukan kegiatan sondir untuk mengetes kekerasan tanah. Untuk jalannya masih aman, tapi bahu jalan turun terus.

”Kementerian PUPR yang akan memperbaiki dengan sheet pile. Kegiatan sondir sudah selesai. Mereka lagi persetujuan anggaran. Targetnya tahun ini dikerjakan. Paling telat itu tahun 2020, makanya saat ini sudah beri tanda untuk pengaman jalan,” paparnya.

Sedangkan Kepala Satker PJN 1 Kepri dari Kementerian PUPR Endry Z Jamal menga-takan anggaran perbaikan mencapai Rp 14 miliar. Alokasi dana memang sudah dihitung dari prakiraan awal. Dan dananya nanti diambil dari sisa lelang.

”Saat ini kami tengah lagi menunggu persetujuan dari Kementerian PUPR,” katanya. (leo)

Pipa IPAL Mulai Disambung ke Perumahan

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memasang pipa jaringan rumah pertama dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bengkong Sadai ke Perumahan Hang Tuah di Batam Center.

”Target perumahan yang dilayani yakni 43 perumahan di fase pertama Batam Center. Dan yang pertama adalah Perumahan Hang Tuah,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam Iyus Rusmana, Rabu (31/7).

Sebelum pemasangan, BP Batam sudah melakukan sosialisasi pada Selasa (30/7) malam lalu. ”BP selalu sosialisasi dulu sebelum lakukan pekerjaan penggalian dan pemasangan pipa di setiap perumahan hingga terjalin komunikasi yang efektif,” paparnya.

Untuk saat ini, progres pembangunan IPAL Bengkong Sadai baru sekitar 48 persen. Dan pemasangan pipa sudah tercapai 83,75 kilometer dari target 114 kilometer. Setelah adanya IPAL, rumah-rumah tidak lagi menggunakan septic tank karena akan terkoneksi ke pengolahan air limbah.

”Ada dua sambungan pipa, yaitu pipa air tinja dan pipa air cucian yang akan terhubung satu sama lain ke bak kontrol. Ke depan drainase perumahan hanya menampung air hujan yang akan menyuplai air baku ke waduk,” terangnya.

Sedangkan Ketua RT 03 Perumahan Hang Tuah Herman mengatakan, pihaknya mendukung program pemerintah yang berkaitan dengan menjaga lingkungan. Tapi pada saat pelaksanaannya nanti harus memperhatikan kenyamanan warga.
”Harapannya juga pengerjaan dilakukan seramah-ramahnya dan nantinya apabila ada kendala segera dilakukan antisipasi agar ke depan air limbah dapat dikelola dengan baik dan lingkungan semakin nyaman,” jelasnya. (leo)

Disnaker Pemko Batam Terapkan Pengurusan AK/1 secara Online

0

batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam akan menerapkan pegurusan kartu pencari kerja (AK/1) online. Nantinya pencaker yang ingin mengajukan AK/1 cukup melalui telepon pintar saja.

“Iya, lagi dalam proses. Sekarang kami masih mencoba pendaftaran online ke Kemenaker. Jadi nanti pencaker yang masuk datanya langsung terkirim ke pusat,” kata Kepala Seksi Informasi dan Penempatan, Disnaker Batam, Afrizon, Rabu (31/7).

Pendaftaran online ini akan memberikan kemudahan bagi pencaker nantinya. Mereka yang berasal dari luar daerah dan bukan KTP Batam datang hanya untuk verifikasi berkas kepada petugas.

“Jadi verifikasi tetap perlu. Karena kami harus mengecek data yang mereka masukkan di online sama dengan yang mereka punya. Setelah itu AK/1 mereka langsung tercetak,” jelasnya.

Sisi, pegawai Bagian Penempatan Kerja Disnaker Kota Batam melayani warga yang sedang mengurus kartu tanda pencari kerja (AK1) di Kantor Disnaker Kota Batam, Selasa (11/6/2019), lalu. Foto :Yulitavia/batampos.co.id

Saat ini sudah ada dua perangkat komputer yang terpasang di ruangan pengurusan AK/1. Nanti pencaker yang terlanjur datang bisa menggunakan komputer tersebut untuk mendaftar pengurusan kartu kuning online.

“Tahap awal akan dibantu petugas. Nanti mereka bisa sendiri mencoba pendaftaran online tersebut,” ujar Afrizon.

Ia menyebutkan setiap tahunnya lebih dari 25 ribu kartu kuning dikeluarkan Disnaker. Hampir 70 persen merupakan untuk pemegang KTP luar Batam. Saat ini pengurusan juga sudah dibagi sebagian di kantor kecamatan.

“Kartu kuning masih menjadi persyaratan untuk mencari kerja. Yang KTP luar mengurus di kantor Disnaker sedangkan KTP Batam di kantor kecamatan masing-masing,” bebernya.

Satu hari pihaknya sampai mengeluarkan 60-70 kartu kuning untuk pencaker dari luar daerah. Tingginya upah minimum kota (UMK) Batam menjadi magnet bagi pencari kerja untuk mencari pekerjaan di Batam.

“Ya mereka harus bersiap bersaing karena lowongan juga tidak banyak yang dibuka,” tutupnya. (yui)