Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 1111

Transpot Tanjungpinang: Angkot Legendaris yang Kian Terpinggirkan Zaman

0
Transpot Tanjungpinang
Sejumlah transpot menunggu penumpang di kawasan Jalan Merdeka Kota Lama Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos – Transpot, sebutan khas masyarakat Tanjungpinang dan Bintan untuk angkutan kota (angkot) berbentuk minibus, pernah menjadi urat nadi transportasi publik di Kota Gurindam.

Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, moda transportasi ini berjaya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat.

Bagi generasi muda, kata transpot mungkin terdengar asing. Namun bagi mereka yang tumbuh di masa lalu, transpot menyimpan segudang kenangan.

Dengan bodi minibus klasik, kursi saling berhadapan, serta alunan musik Melayu dari tape tua, transpot menghadirkan suasana khas dalam setiap perjalanan.

Saat kendaraan pribadi masih jarang dimiliki, transpot hadir sebagai penyambung langkah masyarakat. Murid sekolah, pedagang pasar, pegawai negeri, hingga ibu rumah tangga kerap mengandalkan transpot dengan tarif murah meriah.

Suara klakson pendek, teriakan sopir dan kenek memanggil penumpang, hingga warna-warni armada yang meramaikan jalanan kota, menjadi pemandangan sehari-hari.

Transpot juga berfungsi sebagai ruang sosial bergerak. Banyak cerita singkat hingga pertemuan tak terduga terjadi di dalamnya. “Kami jadi sopir transpot mulai 1998 sampai 2010. Ongkosnya dulu cuma Rp2.500 jauh-dekat. Sekarang Rp5 ribu,” kenang Yulnedi (54), mantan sopir transpot warna putih, Senin (8/9).

Menurut Yulnedi, pada masa jayanya transpot bahkan punya nama khas Melayu seperti Segantang Lada, Lancang Kuning, hingga Sri Mersing.

Kini, hanya tersisa armada putih dengan nama Bayu Putra dan Pacitan Indah. Meski jumlahnya bisa dihitung dengan jari, beberapa unit masih bertahan melayani rute lama.

Bagi sebagian warga, transpot bukan sekadar alat transportasi, tapi simbol nostalgia. “Dulu kalau pulang sekolah, kami ramai-ramai muat di satu transpot. Sekarang anak-anak lebih suka motor. Tapi bagi kami, transpot saksi sejarah kehidupan di Tanjungpinang,” kata Badria Lisa (56), warga Kelurahan Kemboja.

Kini, meski kalah pamor oleh transportasi daring dan kendaraan pribadi, transpot tetap hidup dalam kenangan generasi lama. Ia menjadi bagian dari identitas Kota Gurindam, membawa siapa saja yang pernah merasakannya kembali pada masa sederhana namun penuh makna. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar 

Artikel Transpot Tanjungpinang: Angkot Legendaris yang Kian Terpinggirkan Zaman pertama kali tampil pada Kepri.

UMKM Tulang Punggung Ekonomi, Pemko Batam Janjikan Dukungan Lebih

0
Ilustrasi. Aneka makanan dan minuman ditawarkan pelaku UMKM di Bazar makanan dan minuman di Dataran Engku Putri Batamcenter. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pemerintah daerah akan terus memberi ruang dan dukungan signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, sektor UMKM terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, bahkan melampaui sektor formal. “UMKM pasti jadi prioritas kita. Mereka bisa berjualan pecel lele, air tebu, membuat bumbu, mencetak kerupuk, dan lainnya. Kita mesti memberi jalan agar mereka tumbuh,” kata Amsakar, Senin (8/9).

Ia menyebut UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Saat perusahaan besar terbatas dalam membuka lapangan kerja, UMKM hadir dengan terobosan kecil namun berdampak besar pada kesejahteraan warga.

Baca Juga: UMKM Antusias Ajukan Kredit, Verifikasi Ketat Hambat Pencairan

Untuk memperkuat sektor ini, Pemko Batam menyiapkan program pinjaman dengan bunga nol persen. Pemerintah menanggung subsidi bunga agar pelaku usaha lebih mudah mengakses modal. “Program ini harus dimanfaatkan. Sayang kalau tidak dipakai,” tegasnya.

Sebagai mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Amsakar mengaku paham betul persoalan klasik sektor ini: mulai tata kelola usaha, keterbatasan modal, kapasitas SDM, hingga kreativitas bisnis. Karena itu, Pemko berkomitmen memberi ruang lebih besar agar UMKM bisa berkembang.

“Ketika sektor formal tidak menyediakan ruang kerja, UMKM jadi andalan. Pemerintah tentu berkepentingan memberi laluan yang memadai bagi mereka,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel UMKM Tulang Punggung Ekonomi, Pemko Batam Janjikan Dukungan Lebih pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Ikan di Anambas Meroket, Cuaca Buruk Bikin Pasokan Menipis

0
Pasar ikan Anambas
Suasana Pasar Ikan Tarempa Barat, pasokan ikan di Anambas saat ini menipis dipicu cuaca buruk yang membuat nelayan jarang melaut. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pasokan ikan di Kabupaten Kepulauan Anambas mulai menipis dalam tiga hari terakhir. Kondisi ini dipicu musim penghujan yang membuat nelayan setempat tidak bisa melaut terlalu lama.

Pantauan di Pasar Ikan Tarempa Barat pada Senin (8/9), sejumlah lapak pedagang terlihat kosong. Hanya beberapa pedagang yang masih berjualan, itu pun dengan harga lebih tinggi dari biasanya.

Harga ikan tongkol kini naik menjadi Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per ekor dengan berat lebih dari satu kilogram. Sementara itu, ikan manyuk atau ikan putih sagai masih dijual Rp50 ribu untuk empat ekor, harga yang dinilai masih normal. Namun, harga ikan selar ikut terdongkrak dari Rp25 ribu per lima ekor menjadi Rp35 ribu.

“Ikan susah sekarang, cuaca hujan jadi nelayan ke laut cuma sebentar saja. Jadi produksi ikan tak maksimal,” kata Yanto, pedagang di Tarempa.

Menurutnya, selain faktor cuaca, pasokan menipis karena sebagian besar hasil tangkapan nelayan langsung dikirim ke penampung untuk kemudian dipasarkan ke Kijang, Bintan, dan Tanjungpinang.

“Ikan yang dipenampung pun sudah diantar ke Kijang. Jadi stok kita di sini menipis,” ujarnya.

Meski begitu, Yanto memperkirakan kondisi ini tidak berlangsung lama. “Biasa kalau kapal besar pulang dari laut, ikan-ikan ini sebagian dilempar ke pasar sini. Sisanya mereka simpan untuk dikemas ke Kijang,” tambahnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tarempa melaporkan cuaca hujan di wilayah Anambas masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG Tarempa, Samuel, menyebut intensitas hujan bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat, berpotensi disertai petir. Pola angin juga cukup kuat dengan kecepatan 20–30 knot, berdampak pada gelombang laut setinggi 2–3,5 meter.

“Kondisi ini masuk kategori berbahaya, terutama bagi kapal nelayan tradisional dan kapal berukuran kecil,” jelas Samuel.

BMKG mengingatkan nelayan agar tidak memaksakan diri melaut jika cuaca memburuk. Jika pun tetap melaut, nelayan diminta tidak pergi sendirian demi keselamatan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Harga Ikan di Anambas Meroket, Cuaca Buruk Bikin Pasokan Menipis pertama kali tampil pada Kepri.

RDP Ketiga, Amsakar Minta Maaf Soal Layanan Air

0
RDP di Komisi III DPRD Batam mengenai persoalan air bersih. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Komisi III DPRD Kota Batam kembali menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama warga Tanjungsengkuang dan Batumerah, Kecamatan Batuampar, Senin (8/9). Pertemuan ini membahas keluhan warga atas suplai air bersih yang kerap terganggu.

RDP turut dihadiri jajaran DPRD Batam, perwakilan BP Batam, manajemen PT Moya, serta Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Dalam forum itu, warga menegaskan pelayanan air bersih belum juga membaik, meski persoalan serupa sudah berkali-kali dibawa ke DPRD.

Amsakar mengakui masalah air bersih masih jauh dari harapan. “Saya mohon maaf karena sampai saat ini pelayanan belum optimal. Ini kali ketiga kita RDP membahas hal yang sama. Saya berkomitmen menyelesaikannya,” kata Amsakar.

Baca Juga: Suplai Air Terganggu, Warga Batuampar Adukan ke DPRD Batam

Ia menjelaskan penanganan air bersih membutuhkan langkah teknis dan biaya besar. Moratorium serta kebijakan efisiensi sebelumnya membuat sejumlah rencana terhambat.

Untuk solusi jangka pendek, BP Batam dan PT Moya diminta menambah suplai lewat tandon dan tangki air. Sementara solusi jangka panjang ditargetkan rampung pertengahan tahun depan dengan pembangunan jaringan baru.

“Lebih baik bicara apa adanya meski pahit, daripada janji kosong. Saya ingin ada data konkret mengenai penyelesaian ini,” tegas Amsakar.

Ia menugaskan jajaran Deputi BP Batam bersama PT Moya turun langsung ke lapangan dalam beberapa hari ke depan. “Satu bulan ke depan harus ada komitmen normalisasi distribusi,” ujarnya.

Meski begitu, Amsakar menyebut langkah teknis tidak bisa serta-merta diambil alih BP Batam karena terikat perjanjian kerja sama dengan PT Moya. Pihaknya kini tengah meninjau ulang klausul perjanjian agar lebih fleksibel.

“Klausul yang terlalu kaku bisa membuat pelayanan tersendat. Karena itu evaluasi menyeluruh sedang kami siapkan,” tambahnya.

Sebagai pembanding, BP Batam juga mempelajari pola kerja sama PT Moya di Tangerang Selatan. Namun Amsakar menegaskan kondisi Batam berbeda, baik dari kapasitas layanan, jumlah instalasi, maupun struktur tarif.

“Kalau pola Tangerang Selatan diterapkan di Batam bisa memunculkan masalah baru, terutama soal tarif. Maka harus ada penyesuaian,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel RDP Ketiga, Amsakar Minta Maaf Soal Layanan Air pertama kali tampil pada Metropolis.

Lanal Bintan Tebar 160 Ribu Benih Udang Vaname di Desa Pengujan

0
Lanal Bintan
Danlanal Bintan Kolonel Laut (P) Eko Agus Susanto bersama Bupati Bintan, Roby Kurniawan menebar benih udang vaname di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan pada Senin (8/9). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Lanal Bintan menebar sebanyak 160 ribu benih udang vaname di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Senin (8/9). Kegiatan ini digelar sempena Hari Jadi TNI AL ke-80 tahun sekaligus memperkuat ketahanan pangan sektor kelautan.

Komandan Lanal Bintan Kolonel Laut (P) Eko Agus Susanto mengatakan, penebaran benih udang vaname merupakan wujud nyata kontribusi TNI AL dalam mendukung program pemerintah di bidang pangan.

“Ini merupakan implementasi tugas TNI AL dalam mendukung program pemerintah dengan budidaya udang vaname untuk meningkatkan ketahanan pangan,” ujarnya.

Eko menambahkan, program budidaya udang ini diharapkan berlanjut dengan kolaborasi antara TNI AL, masyarakat, dan instansi terkait. Tujuannya, tidak hanya memperkuat ketahanan pangan tetapi juga meningkatkan taraf hidup prajurit dan masyarakat setempat.

“Harapannya kegiatan ini dapat terus berlanjut dan berkembang, dengan pembinaan potensi maritim Lanal Bintan sehingga komunitas tambak udang vaname semakin bertumbuh,” ucapnya.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, turut mendukung langkah Lanal Bintan dalam memperkuat sektor pangan lewat budidaya udang. Ia optimistis hasilnya bisa menyejahterakan masyarakat, baik melalui pasar lokal maupun internasional.

“Hasilnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pemasaran lokal dan internasional,” kata Roby.

Budidaya udang vaname di Teluk Bintan ini dilakukan di lahan seluas 5 hektare dengan 9 kolam. Total benih yang ditebar mencapai 160 ribu ekor, dengan proyeksi panen 4,2 ton.

Target keberhasilan diperkirakan mencapai 80 hingga 90 persen atau sekitar 140 ribu udang hidup dengan berat rata-rata 30 gram per ekor saat panen. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Lanal Bintan Tebar 160 Ribu Benih Udang Vaname di Desa Pengujan pertama kali tampil pada Kepri.

SMAN 2 Tanjungpinang Akui Hanya Terima 3 Unit Chromebook dari Kemendikbudristek

0
Kepala SMA Negeri 2 Tanjungpinang, Kariadi. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
Kepala SMA Negeri 2 Tanjungpinang, Kariadi. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – SMA Negeri 2 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengaku hanya menerima tiga unit laptop Chromebook dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Bantuan itu diterima sejak tahun 2021 dan hingga kini masih dipakai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Kita cuma menerima tiga unit laptop saja dari Kemendikbudristek. Masih digunakan hingga saat ini oleh guru-guru,” ujar Kepala SMA 2 Tanjungpinang, Kariadi, Senin (8/9).

Menurutnya, sekolah lain, baik jenjang SMA sederajat maupun SMP, juga mendapatkan bantuan serupa bahkan dengan jumlah lebih banyak. Meski sedikit, pihaknya tetap bersyukur karena perangkat itu membantu para guru dalam proses belajar.

“Sekolah lain pasti ada dapat, bahkan jumlahnya lebih banyak. Tapi meskipun hanya tiga, tetap bermanfaat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, menyebut laptop Chromebook digunakan untuk mendukung pembelajaran daring saat pandemi Covid-19.

“Laptop Chromebook itu digunakan waktu zaman Covid. Ada yang dipakai siswa, ada yang dipakai guru saat pembelajaran,” katanya.

Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap pengadaan laptop Chromebook era Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

Program itu dikritik karena jumlah distribusi tidak merata, spesifikasi dianggap minim, hingga beberapa laporan soal laptop yang tak optimal digunakan di sekolah.

Reporter: M. Ismail 

Artikel SMAN 2 Tanjungpinang Akui Hanya Terima 3 Unit Chromebook dari Kemendikbudristek pertama kali tampil pada Kepri.

Suplai Air Terganggu, Warga Batuampar Adukan ke DPRD Batam

0
Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kurniawan. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Warga Batumerah dan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, mendatangi DPRD Batam untuk mengadukan suplai air bersih yang tidak menentu, Senin (8/9).

Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kurniawan, mengapresiasi langkah masyarakat memilih jalur musyawarah ketimbang aksi demonstrasi. “Kami berterima kasih atas kedatangan masyarakat. Mereka menyampaikan persoalan dengan duduk bersama mencari solusi,” kata Aweng.

Menurutnya, Batam sedang dalam masa pemulihan ekonomi pasca-Covid. Karena itu, stabilitas sosial harus dijaga agar iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi tetap terpelihara.

Baca Juga: Gangguan Air Bersih di Nongsa, Air Batam Hilir Lakukan Penyambungan Pipa Jumat Siang

Dalam pertemuan, DPRD bersama BP Batam dan PT Moya sepakat menyiapkan langkah darurat. Tandon dan tangki air akan disediakan sementara agar warga tidak kesulitan. “Solusi cepatnya pengadaan tangki dan tandon. Harus dimaksimalkan,” tegas Aweng.

Selain itu, solusi jangka panjang juga disiapkan. BP Batam dan PT Moya menargetkan pemasangan pipa baru di kawasan Batuampar yang diproyeksikan selesai pada Juli 2026. “Dengan pipa baru, distribusi air di Batuampar akan lebih lancar,” tambahnya.

Masyarakat Batumerah dan Tanjungsengkuang menyambut baik upaya tersebut, namun berharap distribusi darurat tetap diperhatikan dalam beberapa bulan ke depan. Mereka juga meminta koordinasi rutin dengan tokoh masyarakat.

Aweng memastikan DPRD akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. “Kami pastikan semua pihak terlibat aktif, agar solusi darurat berjalan dan program jangka panjang benar-benar terealisasi,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Suplai Air Terganggu, Warga Batuampar Adukan ke DPRD Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Yusril Pastikan Pemerintah Respons Positif 17+8 Tuntutan Rakyat

0
Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan bahwa pemerintah merespons tuntutan rakyat, tetapi tidak semua dapat segera dipenuhi. (Istimewa)

batampos – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra memastikan pemerintah memberikan respons positif terhadap aspirasi masyarakat yang disuarakan dalam aksi demonstrasi akhir Agustus 2025.

Tuntutan yang dibungkus dalam paket 17+8 Tuntutan Rakyat itu, menurut Yusril, tidak semuanya bisa segera diwujudkan dalam waktu dekat.

“Pemerintah tentu memberikan respons positif terhadap tuntutan rakyat, meski tidak semuanya dapat segera diwujudkan karena ada yang memerlukan waktu,” kata Yusril di kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, Senin (8/9).

Ia menjelaskan, sejumlah poin menuntut proses lebih panjang, termasuk revisi peraturan perundang-undangan hingga menunggu dinamika politik pasca-Pemilu 2029. Namun, ada pula poin-poin yang bisa langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas lembaga.

“Hal-hal yang segera dapat direspons pemerintah harus dijelaskan kepada publik, termasuk peta jalan koordinasi yang sudah diputuskan,” ujarnya.

Yusril menambahkan, tidak semua tuntutan ditujukan kepada pemerintah. Sebagian di antaranya menjadi ranah DPR sebagai lembaga legislatif.

“Tentu tidak semua tuntutan ditujukan kepada pemerintah, karena ada juga yang ditujukan kepada DPR. Kami yakin DPR akan memberikan respons positif terhadap aspirasi rakyat,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen tetap terbuka dan responsif terhadap setiap suara masyarakat. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Yusril Pastikan Pemerintah Respons Positif 17+8 Tuntutan Rakyat pertama kali tampil pada News.

Polisi Dalami Dugaan Penipuan Eks Lurah Sei Harapan, Korban Bisa Bertambah

0
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris.

batampos – Kasus dugaan penipuan dengan terlapor M, mantan Lurah Sei Harapan, terus bergulir di Polsek Sagulung. Kapolsek Sagulung Iptu Husnul, melalui Kanit Reskrim Iptu Anwar Aris, mengatakan pihaknya masih mendalami keterangan terlapor yang dinonaktifkan dari jabatannya itu.

Dalam pemeriksaan, M mengaku mengenal seseorang di Dinas Cipta Karya dan berdalih bisa membantu korban memenangkan proyek pembangunan batu miring (box culvert) drainase di Sagulung. Atas bujuk rayu itu, korban menyerahkan sejumlah uang.

Baca Juga: Pemko Nonaktifkan Lurah Sei Harapan, Tak Ada Bantuan Hukum

Namun, keterangan M dinilai tidak konsisten. “Pengakuannya berubah-ubah. Karena itu, akan kami panggil lagi untuk pemeriksaan lanjutan. Penyidik masih mendalami agar kasus ini terang benderang,” kata Anwar, Selasa (2/9).

Kasus ini mencuat setelah seorang warga melapor karena janji proyek yang ditawarkan tak kunjung terealisasi. Informasi lain menyebutkan, modus serupa diduga pernah dilakukan M terhadap pihak lain, meski belum semua melapor ke polisi.

Polisi membuka peluang memeriksa kemungkinan adanya korban tambahan untuk memperkuat penyidikan. Warga pun berharap kasus ini diusut tuntas tanpa ada yang ditutup-tutupi.

“Kalau memang banyak korban, harus dibuka semuanya,” ujar seorang warga Sagulung.

Hingga kini, penyidikan masih berlanjut. Polsek Sagulung memastikan pengembangan perkara akan dilakukan berdasarkan bukti dan keterangan yang berhasil dikumpulkan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polisi Dalami Dugaan Penipuan Eks Lurah Sei Harapan, Korban Bisa Bertambah pertama kali tampil pada Metropolis.

Kementerian Baru, Presiden Prabowo Resmi Lantik Irfan Yusuf-Dahnil Anzar jadi Menteri-Wamen Haji dan Umrah

0
Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Mochamad Irfan Yusuf ditunjuk sebagai Menteri Hari dan Umrah. (Humas BP Haji)

batampos – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah, serta Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah. Pelantikan itu secara resmi digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9).

Pelantikan itu digelar bersamaan dengan perombakan jajaran menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani, Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie Setiadi, dan Mukhtarudin menjadi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menggantikan Abdul Kadir Karding.

“Bersediakah saudara-saudara untuk diambil sumpah menurut agama Islam?,” tanya Presiden Prabowo kepada para menteri yang dilantik.

“Bersedia,” jawab para menteri baru.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan seluruh-seluruhnya,” ucap Prabowo diikuti para menteri yang dilantik.

“Demi Dharma Bakti saya kepada bangsa dan negara bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Kementerian Baru, Presiden Prabowo Resmi Lantik Irfan Yusuf-Dahnil Anzar jadi Menteri-Wamen Haji dan Umrah pertama kali tampil pada News.