batampos – Libur panjang atau long weekend selalu jadi momen yang dinantikan banyak orang. Tak hanya untuk istirahat, long weekend juga sering dimanfaatkan untuk liburan bersama keluarga maupun sahabat.
Agar libur terasa lebih berkesan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dengan perencanaan yang tepat, long weekend tak lagi membingungkan dan justru bisa menciptakan pengalaman tak terlupakan.
Berikut 6 tips menikmati long weekend, dikutip dari Omni Hotels & Resorts:
1. Pilih destinasi dekat dan strategis
Manfaatkan tujuan yang tidak terlalu jauh agar waktu liburan lebih maksimal. Destinasi lokal seperti wisata alam sekitar atau negara tetangga bisa jadi pilihan praktis.
2. Manfaatkan promo
Pesan tiket transportasi dan penginapan lebih awal. Susun jadwal aktivitas secara efisien supaya liburan tetap nyaman tanpa mengganggu prioritas.
3. Atur rutinitas
Hindari aktivitas rumah tangga yang terasa seperti pekerjaan. Fokuslah pada momen istirahat, menikmati makanan, dan relaksasi.
4. Lepaskan mode kerja
Jangan bawa urusan kantor ke suasana liburan. Lakukan meditasi singkat atau pernapasan agar pikiran lebih tenang.
5. Jaga pola tidur
Tidur teratur agar tubuh tetap segar. Hindari gadget sebelum tidur dan ciptakan suasana kamar yang nyaman.
6. Jaga kesehatan
Bawa air minum, camilan sehat, serta pilih aktivitas sesuai kemampuan tubuh agar tetap bertenaga sepanjang liburan.
Dengan tips tersebut, long weekend bisa jadi waktu berharga untuk melepas penat sekaligus mempererat hubungan dengan orang-orang terdekat. (*)
Ilustrasi. Warga Batam saat akan menaiki KM Kelud. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Pelayaran Kapal Motor (KM) Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI terhenti mulai 11 September 2025. Kapal penumpang yang melayani rute Batam–Belawan dan Batam–Jakarta itu masuk agenda docking tahunan dan baru akan kembali berlayar pada 1 Oktober 2025 mendatang.
Selama hampir tiga pekan masa docking, PELNI tidak menyiapkan kapal pengganti. Kondisi ini membuat warga yang biasa mengandalkan KM Kelud harus mencari jalur transportasi lain, baik laut maupun udara.
Sejumlah penumpang memilih jalur laut dengan menyeberang menggunakan kapal feri ke Buton, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Sumatera Utara. Meski lebih lama, cara ini dinilai lebih ramah di kantong dibandingkan membeli tiket pesawat.
Andre, warga Batam yang rutin bepergian ke Medan, mengaku terpaksa menempuh opsi tersebut. “Kalau ada kapal pengganti lebih baik. Karena kalau harus naik pesawat biayanya jauh lebih besar, apalagi kami biasanya bawa barang. Jadi terasa berat,” ujarnya, Jumat (5/9).
Hal serupa dirasakan Fitri, pengguna setia KM Kelud lainnya. Ia bahkan harus menunda perjalanan karena tak ada moda laut yang sebanding dengan layanan KM Kelud. “Selama kapal tidak jalan, kami terpaksa tunda perjalanan. Harapannya nanti PELNI bisa siapkan alternatif, supaya mobilitas masyarakat tidak terganggu,” ucapnya.
Kepala Cabang PT PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, menegaskan docking merupakan agenda rutin tahunan yang wajib dilakukan untuk menjamin kelayakan dan keamanan kapal. “Mulai 1 Oktober 2025, KM Kelud sudah selesai docking dan kembali normal melayani masyarakat,” katanya.
Absennya KM Kelud sejak 11 September dirasakan cukup berat oleh masyarakat, terutama bagi yang rutin bepergian di rute Batam–Belawan. Banyak penumpang akhirnya menunda keberangkatan atau harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya transportasi lain. (*)
Pendiri Microsoft, Bill Gates (Dok. The Financial Express)
batampos – Apakah karier yang Anda geluti sekarang siap menghadapi revolusi AI? Mengingat saat ini, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus merombak segala lini industri dengan kecepatan luar biasa, ketakutan akan tergantikan oleh mesin terasa lebih nyata daripada sebelumnya.
Namun, masih ada harapan: bidang-bidang tertentu tetap kuat karena mengandalkan keterampilan unik manusia yang tidak dapat ditiru oleh AI.
Mengutip laporan Le Ravi, Pelopor teknologi sekaligus pendiri Microsoft, Bill Gates baru-baru ini berbagi pemikirannya tentang tiga jalur karier yang diyakini para ahli akan tetap aman dari badai otomatisasi AI.
Baik Anda seorang mahasiswa yang sedang memilih jurusan atau seorang profesional yang sedang mempertimbangkan jalur karier di masa depan, wawasan ini dapat membantu Anda tetap unggul di era otomatisasi.
Jalur Karier di Bidang Biologi: Sangat Bergantung pada Intuisi Manusia
Dalam sebuah program late night show yang populer di awal tahun 2025, Bill Gates membahas tentang semakin besarnya peran AI dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, menekankan, bahwa biologi adalah salah satu bidang di mana keterlibatan manusia akan selalu penting.
Meskipun AI dapat menganalisis kumpulan big data dengan cepat, ia tidak memiliki naluri dan kreativitas bernuansa yang dibawa para ahli biologi untuk mencapai terobosan ilmiah.
Gates menekankan, betapa pentingnya manusia menciptakan hipotesis dan mengeksplorasi ide-ide yang tidak dapat sepenuhnya dipahami atau diinisiasi oleh mesin.
“Hal tersebut merenungkan pengalaman saya sendiri di laboratorium biologi perguruan tinggi, saya ingat saat-saat ketika mengikuti buku teks saja tidak cukup,” jelas Gates.
Lanjut dia, dibutuhkan pemahaman mendalam tentang masalah, eksperimen, dan memercayai insting untuk sampai pada penemuan-penemuan yang sebelumnya tidak jelas. Sentuhan manusia itu tidak dapat ditiru oleh algoritma AI mana pun.
Jalur Karier Bidang Pengembangan Perangkat Lunak: Sangat Membutuhkan Visi Kreatif Manusia
Pengembangan perangkat lunak merupakan bidang di mana AI tentu saja memberikan bantuan, tetapi tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan manusia.
Tentu, mesin dapat men-debug kode lebih cepat daripada kita, tetapi yang kurang dari mereka adalah percikan kreativitas dan pandangan jauh ke depan yang strategis yang dibawa oleh para programmer berpengalaman ke dalam sebuah proyek.
“Dari pengalaman pribadi berkecimpung di dunia pemrograman, saya pernah mengalami “momen aha” yang muncul dari berpikir out of the box atau menggabungkan ide-ide dengan cara yang tak terduga,” terangnya.
Gates menunjukkan, bahwa peran AI adalah untuk mendukung para programmer, tetapi inovasi sejati membutuhkan arahan manusia untuk beradaptasi dan berkembang di lingkungan yang tak terduga.
Jalur Karier di Bidang Energi: Sangat Membutuhkan Pengalaman dan Penilaian
Area ketiga yang disebutkan Gates adalah sektor energi, yang menangani keputusan berisiko tinggi seperti mengelola jaringan listrik, mengoperasikan fasilitas nuklir, dan mengadopsi teknologi dari energi baru terbarukan (EBT).
AI dapat memproses banyak data dan pola prakiraan, tetapi menavigasi lanskap manajemen energi yang kompleks dan terus berubah membutuhkan profesional berpengalaman yang dapat mempertimbangkan risiko dan membuat keputusan strategis.
Gates menjelaskan, bahwa meskipun AI meningkatkan analisis data, AI tidak dapat sepenuhnya memahami konsekuensi dari setiap keputusan. Pekerjaan ini menuntut keahlian manusia untuk menjaga keselamatan dan menjaga stabilitas sistem.
“Saya ingat menonton film dokumenter tentang bagaimana manajer energi bermitra dengan teknologi AI untuk mencegah kelebihan beban jaringan yang mengancam, sebuah contoh sempurna tentang manusia dan mesin yang bekerja sama,” imbuhnya.
Makna dari Tiga Jalur Karier di Masa Depan
Pelajarannya jelas: betapa pun canggihnya AI, kualitas manusia seperti kreativitas, intuisi, dan pemikiran strategis akan tetap tak tergantikan. Ketiga jalur karier ini merupakan perwujudan bidang-bidang di mana manusia berada di atas angin.
Jika Anda sedang mempertimbangkan karier atau ingin membuat perubahan, pikirkan bagaimana peran-peran ini dapat sesuai dengan kekuatan maupun keahlian Anda.
Lebih dari sekadar keamanan kerja, peran-peran ini menawarkan peluang untuk berinovasi, memimpin, dan beradaptasi dengan cara yang tidak dapat dilakukan mesin.
Pernahkah Anda mengalami momen ketika naluri atau kreativitas Anda mengungguli teknologi? Bagaimana Anda melihat diri Anda menavigasi perpaduan keterampilan manusia dan AI dalam karier Anda?
Petugas hendak memasukkan ular ke dalam kain yang disiapkan setelah ditangkap memangsa ayam di Jalan Martosari, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Jumat (5/9). F. Samsoel untuk Batam Pos.
batampos – Seekor ular piton sepanjang 3 meter ditangkap petugas pemadam kebakaran di Jalan Martosari, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Jumat (5/9). Ular tersebut kekenyangan setelah memangsa seekor ayam milik warga.
Pemilik ayam, Suhartoyo (53), awalnya terbangun sekitar pukul 03.00 WIB karena mendengar suara berisik dari kandang. Namun, ia hanya mengintip dari jendela tanpa mengecek langsung.
“Paginya saat mau kasih makan, ternyata sudah ada ular besar di kandang. Ularnya kelihatan lemas karena habis memangsa satu ayam,” kata Suhartoyo.
Karena ukurannya yang cukup besar, Suhartoyo memilih tidak menangkap sendiri dan melapor ke Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjunguban.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan laporan masuk sekitar pukul 06.39 WIB. Petugas kemudian menuju lokasi dan langsung mengamankan ular dari kandang ayam.
“Ular tidak melawan, kemungkinan karena kekenyangan setelah memangsa ayam. Panjangnya sekitar 3 meter,” ujar Panyodi.
Setelah berhasil ditangkap, ular piton tersebut dibawa ke kantor Damkar Tanjunguban untuk sementara, sebelum nantinya dilepaskan kembali ke habitat aslinya. (*)
Ilustrasi. Warga Batam saat mengunjungi Pulau Belakang Padang untuk merayakan hari kemerdekaan RI.
batampos – Aktivitas di Pelabuhan Pancung Sekupang tetap ramai meski hujan mengguyur Batam dalam beberapa hari terakhir. Transportasi laut menuju Belakang Padang berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Kapal pompong yang melayani rute Sekupang–Belakang Padang beroperasi normal. Meski angin kerap menyertai hujan, penambang memastikan pelayaran tetap aman.
Salah seorang warga Belakang Padang, Iwan, mengaku sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. “Ini sudah sering terjadi. Kami tetap naik kapal seperti biasa. Apalagi setiap kapal sudah dilengkapi life jacket sesuai kapasitas penumpang, jadi tidak terlalu khawatir,” katanya, Jumat (5/9).
Namun tidak semua penumpang memiliki keberanian yang sama. Yuli, warga Batam yang hendak menyeberang ke Belakang Padang, mengaku lebih memilih menunda perjalanan saat cuaca ekstrem. “Kalau hujan lebat disertai angin kencang, biasanya saya tunggu dulu. Tak berani naik pompong kalau kondisinya parah,” ujarnya.
Para penambang kapal pancung pun selalu mengingatkan penumpang agar mengutamakan keselamatan. Mereka menegaskan tidak akan memaksakan perjalanan jika cuaca memburuk. “Alhamdulillah sejauh ini gak ada masalah. Memang beberapa hari ini hujan dan angin kerap melanda Batam, tapi itu tak mengganggu aktivitas pelabuhan,” kata Ali, salah seorang penambang.
Dika, penambang lainnya, menyebut selalu memantau cuaca sebelum berangkat. “Kalau hujan lebat disertai badai, kami lebih memilih menunda keberangkatan sementara waktu,” jelasnya.
Rute Sekupang–Belakang Padang merupakan jalur vital bagi masyarakat pulau sekitar Batam. Meski musim penghujan sering menghadirkan tantangan, aktivitas pelayaran di pelabuhan ini tetap berjalan lancar berkat kewaspadaan para operator kapal. (*)
Ilustrasi. Suasana di Bandara Internasional Hang Nadim. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Bandara Internasional Hang Nadim mencatat peningkatan jumlah penumpang pesawat pada Juli 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam menunjukkan, total penumpang domestik maupun internasional pada periode tersebut naik dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa kontribusi terbesar berasal dari penumpang domestik. “Naiknya penumpang domestik memberikan kontribusi paling besar terhadap kenaikan total penumpang pesawat di Batam pada Juli 2025,” ujar Eko, Jumat (5/9).
Berdasarkan catatan BPS, jumlah penumpang domestik yang datang ke Batam pada Juli 2025 mencapai 172.553 orang, naik 6,21 persen dibandingkan Juni. Meski begitu, angka ini turun 10,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 193.478 penumpang.
Sementara itu, jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Batam tercatat 165.383 orang, naik 2,56 persen dibandingkan Juni yang berjumlah 161.254 orang.
Untuk penerbangan internasional, tren berbeda terlihat. Pada Juli 2025, jumlah penumpang yang berangkat ke luar negeri melonjak hingga 89,33 persen, dari 3.027 orang pada Juni menjadi 5.731 orang. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat Batam ke negara tetangga, terutama Singapura dan Malaysia.
Namun, jumlah kedatangan penumpang internasional justru turun. Dari 10.041 orang pada Juni 2025, menjadi 9.603 orang pada Juli 2025, atau berkurang 4,36 persen.
Eko menilai fluktuasi jumlah penumpang udara Batam masih dipengaruhi faktor musiman dan kondisi ekonomi. “Penurunan pada penumpang internasional bisa dipengaruhi oleh berakhirnya momen libur sekolah dan beberapa faktor eksternal lainnya. Namun secara keseluruhan tren penumpang tetap meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya,” jelasnya.
Dengan capaian ini, Bandara Hang Nadim tetap menjadi salah satu pintu gerbang utama Indonesia di wilayah barat, yang menghubungkan Batam dengan berbagai kota besar di dalam negeri maupun negara tetangga. (*)
Penampakan jembatan yang berada di Kampung Baru dalam proses perbaikan, Jumat (5/9). F. Vatawari/Batam Pos.
batampos – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lingga melakukan perbaikan sementara terhadap jembatan di Kampung Baru, Kecamatan Singkep, Lingga. Kondisi jembatan tersebut nyaris ambruk dan menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas.
Plt Kepala Dinas PUTR Lingga, Yusdiandri, mengatakan perbaikan dilakukan meski tanpa anggaran khusus, mengingat sifatnya mendesak. Dana yang digunakan berasal dari pos rutin pemeliharaan jembatan.
“Kita memang belum ada anggaran untuk perbaikan total, jadi sekarang menggunakan dana rutin. Sifatnya hanya sementara. Perbaikan total baru akan direalisasikan pada 2026,” ujar Yusdiandri, Jumat (5/9).
Ia menjelaskan, perbaikan terfokus pada pondasi jembatan yang retak akibat tergerus arus air deras. Langkah sementara dilakukan dengan menutup gerusan air di bawah pondasi yang menyebabkan penurunan pada abutmen jembatan, sekaligus memperbaiki cekungan di oprit.
“Penanganan ini hanya mencegah agar abutmen tidak semakin tergerus. Harapannya bisa bertahan sampai pekerjaan total dilakukan tahun depan. Kami juga imbau pengendara lebih berhati-hati saat melintas,” tambahnya.
Estimasi pengerjaan perbaikan memakan waktu sekitar 10 hari. Namun, proses bisa lebih lama jika terkendala cuaca, apalagi wilayah Dabo Singkep saat ini tengah memasuki musim penghujan. (*)
Ratusan mahasiswa dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Jumat (5/9), berunjuk rasa di depan Kompleks DPR/MPR Senayan, Jakarta. (Antara/Katarina)
batampos – Ratusan mahasiswa dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jumat (5/9), berunjuk rasa di depan Kompleks DPR/MPR Senayan, Jakarta, untuk mendesak pemerintah agar memenuhi tenggat waktu tuntutan 17+8 yang diajukan segenap rakyat Indonesia.
“Kami di sini berangkat dari Jatinangor, mengundang seluruh rakyat Indonesia, kawan-kawan dari Jakarta, dan kawan-kawan dari masyarakat sipil, kita bersenang-senang di sini dan menuntut pertanggungjawaban,” kata Wakil Ketua BEM Unpad Ezra setelah memberikan orasi di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, unjuk rasa tersebut merupakan aksi damai dan mengusung tema Piknik Nasional Rakyat untuk mendesak pemerintah agar memenuhi tuntutan rakyat rakyat yang telah diajukan oleh kelompok kolektif 17+8 Indonesia Berbenah dalam beberapa unjuk rasa sebelumnya.
Tuntutan Rakyat 17+8 yang disampaikan itu terbagi dalam dua bagian. Pertama, sebanyak 17 tuntutan diminta untuk dipenuhi dalam jangka pendek, yakni paling lambat 5 September 2025.
Kedua, sebanyak delapan tuntutan lainnya mesti dipenuhi setidaknya dalam kurun waktu satu tahun atau paling lambat 31 Agustus 2026.
Isi tuntutan itu, antara lain pengusutan kasus kekerasan sepanjang demonstrasi pada 28-30 Agustus 2025, pembebasan demonstran yang dikriminalisasi, penghentian kekerasan oleh aparat, pencabutan wacana tunjangan DPR, reformasi lembaga negara, pengesahan RUU Perampasan Aset, dan lain-lain.
Menyusul audiensi Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR Andre Rosiade dengan perwakilan badan eksekutif mahasiswa dan organisasi lainnya pada Rabu (3/9) yang membahas tuntutan rakyat tersebut, Ezra menilai masih terdapat kemunduran dari poin-poin tuntutan itu.
“Kita merasakan ada kemunduran. Contohnya, represifitas yang masih terjadi, itu kan kemunduran. Itu adalah salah satu poin-poin tuntutan,” ujar Ezra.
Dalam unjuk rasa tersebut, massa mendesak pertanggungjawaban bagi para korban yang meninggal dan luka-luka saat berlangsungnya unjuk rasa pada 28 dan 29 Agustus 2025.
Mereka menuntut pertanggungjawaban dan permintaan maaf yang dinilai belum layak untuk dapat diterima.
“Harapannya, hari ini adalah deadline dari tuntutan tanggal 5 September, ada progresifitas yang dikeluarkan dari pemerintah untuk memenuhi tuntutan masyarakat,” tutur Ezra.
Dia pun menegaskan seluruh tuntutan itu penting dan harus dipenuhi oleh pemerintah. Namun, dia menggarisbawahi perlunya pemerintah untuk menghentikan represifitas dan tekanan-tekanan yang berlebihan kepada masyarakat.
Bersama-sama, mereka meminta kepada aparat agar memperlakukan masyarakat dengan perspektif yang empatik, moralistik dan mengedepankan kemanusiaan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)
Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian agar daerah mewaspadai dinamika nasional langsung direspons Pemerintah Kota Batam. Lewat apel gabungan ASN, Senin (1/9), Wali Kota Amsakar Achmad menegaskan pentingnya menjaga stabilitas Batam sebagai daerah strategis yang kini mendapat perhatian pemerintah pusat.
Arahan Mendagri, yang disampaikan pada Sabtu (30/8), meminta pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif agar tidak terbawa arus gejolak nasional. Pesan itu kemudian diterjemahkan Amsakar sebagai seruan bagi seluruh aparatur untuk tampil solid, profesional, dan fokus melayani warga.
“Kita diminta memastikan Batam tetap kondusif. Ini tanggung jawab bersama, apalagi Batam jadi perhatian pemerintah pusat. Mari kita kawal kepercayaan itu dengan kerja nyata,” tegas Amsakar dalam amanat apel.
Sebagai tindak lanjut, ia meminta aktivitas yang melibatkan massa besar sementara ditunda. Perjalanan dinas ke luar negeri pun dibatalkan, agar fokus ASN diarahkan pada program yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Kita tidak boleh larut dalam kegiatan seremonial yang kurang berdampak. Energi kita harus dicurahkan untuk hadir di tengah warga, melayani mereka, dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi,” ujarnya.
Koordinasi lintas lini juga menjadi sorotan. Camat, lurah, hingga RT/RW diminta memperkuat komunikasi dengan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta pemangku kepentingan lainnya. Menurut Amsakar, sinergi yang kokoh adalah benteng untuk menjaga Batam tetap stabil.
Selain itu, disiplin aparatur turut ditekankan. Pimpinan OPD diminta memastikan absensi pegawai terpantau, pelayanan publik maksimal, dan lingkungan kantor terjaga rapi. “Kalau kantor tidak bersih dan terurus, bagaimana masyarakat bisa percaya pada pelayanan kita? Karena itu, kami akan adakan kompetisi kebersihan antar kantor,” katanya.
Ia juga mengingatkan ASN agar tidak mudah terprovokasi isu yang berpotensi memecah belah. Stabilitas Batam, kata Amsakar, merupakan bagian dari stabilitas nasional. Karena itu, setiap aparatur dituntut menjaga ketenangan dan profesionalitas.
“Kepercayaan besar dari pusat kepada Batam jangan sampai terganggu. ASN harus jadi garda terdepan menjaga suasana tetap aman, solid, dan produktif,” pungkasnya. (*)
Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Dana transfer ke daerah (TKD) pada 2026 diprediksi turun signifikan dibanding tahun ini. Pada 2025, alokasi TKD mencapai Rp848 triliun, sementara tahun depan diproyeksikan hanya Rp650 triliun.
Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, mengatakan nota keuangan APBN 2026 masih dalam tahap pembahasan. Karena itu, kepastian penurunan dana transfer belum final.
“Beberapa daerah sangat mengharapkan dana transfer dari pemerintah pusat karena fiskal daerah dan pendapatan asli daerah (PAD) mereka rendah. Jadi kita sarankan Kemendagri agar meninjau ulang rencana ini,” ujar Rifqinizamy usai kunjungan ke Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Jumat (5/9).
Ia menambahkan, pemerintah daerah sebaiknya diberi peran lebih besar dalam menjalankan program strategis nasional. Salah satunya program makan bergizi gratis (MBG) yang saat ini dijalankan Badan Gizi Nasional.
“Daerah jangan hanya dijadikan tempat pelaksanaan, tapi juga harus bisa menjadi pelaku yang menjalankan program,” katanya.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menanggapi proyeksi penurunan TKD. Menurutnya, kondisi tersebut pasti berdampak pada pembangunan di daerah, meski belanja pegawai tetap aman.
“Pasti ada dampaknya, namun belanja pegawai seperti TPP tidak terganggu,” tegas Nyanyang. (*)