Kamis, 25 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1125

Pemkab Lingga Ajukan Proposal Pembangunan Sekolah Rakyat ke Kemensos

0
Dinas Sosial Kabupaten lingga bersama BPN dan Pemdes Mepar saat mengukur calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. F. Istimewa.

batampos – Pemerintah Kabupaten Lingga resmi mengajukan proposal pembangunan Sekolah Rakyat ke Kementerian Sosial (Kemensos). Usulan tersebut kini memasuki tahap verifikasi setelah diterima secara resmi oleh kementerian.

Kepala Dinas Sosial Lingga, M. Arief, mengatakan pengajuan itu dilakukan sebagai upaya menghadirkan fasilitas pendidikan berbasis pemberdayaan masyarakat di daerah.

“Kita sudah mengajukan proposal pembangunan Sekolah Rakyat ke Kementerian Sosial, karena program ini memang berada di bawah Kemensos,” ujar Arief, Senin (17/11).

Sebelum proposal dikirim, Dinas Sosial telah melakukan pengukuran lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan. Lahan berada di Dusun Mala, Desa Persiapan Cempaka, Desa Mepar, dengan luas sekitar 7,1 hektare.

Arief menjelaskan dokumen yang diajukan sudah dilengkapi surat hibah tanah dari Pemerintah Desa Mepar kepada Pemkab Lingga, sebagai syarat utama pembangunan. Hibah lahan dianggap sah secara administrasi meski sertifikat BPN masih dalam proses.

“Kemensos memberi kelonggaran. Walaupun sertifikat BPN belum selesai, scan surat hibah tanah sudah dapat digunakan untuk mengajukan proposal,” terangnya.

Ia memastikan status lahan sepenuhnya telah menjadi milik pemerintah daerah, sehingga tidak ada kendala terkait penggunaan lahan.

Menurut Arief, luas lahan yang diusulkan sudah memenuhi ketentuan untuk pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat secara lengkap.

“Lahan seluas itu sudah masuk kategori layak untuk fasilitas penuh bila proposal disetujui,” katanya.

Dinsos Lingga juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau untuk memantau perkembangan verifikasi di tingkat kementerian. Pemkab berharap proses ini berjalan cepat sehingga pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan.

Pemerintah daerah menilai keberadaan Sekolah Rakyat penting untuk memperluas akses pendidikan di wilayah yang masih membutuhkan dukungan sarana belajar berbasis komunitas. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Pemkab Lingga Ajukan Proposal Pembangunan Sekolah Rakyat ke Kemensos pertama kali tampil pada Kepri.

Polda Kepri Intensifkan Edukasi Lalu Lintas Lewat Operasi Zebra 2025

0
Polda Kepri resmi memulai Operasi Zebra Seligi 2025 dengan menggelar apel pasukan di Lapangan Bhayangkara, Senin (17/11).

batampos – Polda Kepri resmi memulai Operasi Zebra Seligi 2025 dengan menggelar apel pasukan di Lapangan Bhayangkara, Senin (17/11). Kegiatan yang menurunkan 350 personil ini, sebagai langkah menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menegaskan Operasi Zebra merupakan operasi kepolisian terpusat yang rutin digelar setiap tahun oleh Korlantas Polri dan jajaran Polda di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus memastikan situasi tetap aman dan tertib.

“Operasi Zebra adalah langkah strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Keselamatan di jalan harus menjadi kesadaran kolektif, bukan sekadar kewajiban,” ujar Asep.

Ia menjelaskan hasil pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2024 tercatat 6.601 pelanggaran, meningkat dibandingkan 2023. Sementara jumlah kecelakaan turun dari 40 menjadi 38 kejadian. Korban meninggal dunia tetap empat orang, sementara korban luka berat naik dari tujuh menjadi lima belas orang. Korban luka ringan menurun dari 45 menjadi 41 orang.

Angka tersebut menunjukkan bahwa intensitas pelanggaran masih tinggi sehingga edukasi dan pengawasan harus diperkuat. Kelompok pengendara sepeda motor dan pelajar sebagai pengguna jalan yang paling membutuhkan pembinaan.

“Angka kecelakaan meningkat dari tahun sebelumnya. Karena itu besar harapan dengan Operasi Zebra 2025 dapat menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran,” tegasnya.

Operasi Zebra Seligi 2025 berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Selama operasi, kepolisian melaksanakan beragam kegiatan mulai dari sosialisasi, patroli di titik rawan kecelakaan, hingga penegakan hukum melalui ETLE maupun tilang manual untuk pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.

“Ini momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan tidak bisa ditawar,” ujar Asep.

Dalam pelaksanaannya, Polda Kepri menurunkan sekitar 350 personel yang berasal dari Polda serta Polres jajaran. Jumlah itu masih diperkuat oleh dukungan instansi lain seperti TNI, Dinas Perhubungan, serta Jasa Raharja. Sinergi lintas sektor diharapkan menjadi kunci keberhasilan operasi.

Selain pengawasan di lapangan, Polda Kepri juga bekerja sama dengan Pemkot Batam dalam penataan rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan jalur kiri khusus kendaraan roda dua yang diberi garis kuning. Jalur ini dirancang untuk mengurangi potensi kecelakaan antara sepeda motor dan kendaraan besar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tertib menggunakan jalur yang telah ditetapkan. Penegakan hukum tetap dilakukan, tetapi pendekatan kami selalu humanis,” kata Asep.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan operasi bukan hanya ditentukan oleh jumlah personel atau banyaknya penindakan, tetapi oleh tingkat kesadaran masyarakat sendiri. Ia menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

“Berapa pun personel diturunkan, jika masyarakat tidak disiplin, kecelakaan tetap tidak dapat dihindari. Kesadaran dari diri sendiri itu paling penting,” ucapnya.

Kapolda berharap Operasi Zebra Seligi 2025 dapat menciptakan arus lalu lintas yang lebih aman dan kondusif menjelang libur akhir tahun. Ia juga meminta seluruh personel menjaga profesionalisme, integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Jadikan operasi ini sarana untuk semakin dekat dengan masyarakat dan menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas,” tutupnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Polda Kepri Intensifkan Edukasi Lalu Lintas Lewat Operasi Zebra 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Polres Bintan Kerahkan 40 Personel Gabungan Gelar Operasi Zebra Seligi 2025

0
Kapolres Bintan, AKBP Yunita Stevani mengecek sarana prasarana saat apel gelar pasukan Operasi Zebra Seligi 2025 di Mapolres Bintan, Senin (17/11). F. Basok untuk Batam Pos.

batampos – Polres Bintan menurunkan 40 personel gabungan dalam Operasi Zebra Seligi 2025 yang mulai berlangsung selama 14 hari, terhitung 17 hingga 30 November 2025.

Personel yang dikerahkan terdiri dari anggota Polres Bintan dengan dukungan TNI, Dishub, Satpol PP, Jasa Raharja, hingga Denpom Lanal Bintan.

Kasat Lantas Polres Bintan, Iptu Yelvis Oktaviano mengatakan operasi ini difokuskan pada tujuh pelanggaran prioritas, yakni penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak memakai helm SNI, melawan arus, tidak mengenakan sabuk pengaman, serta berkendara melebihi batas kecepatan.

“Semua masuk prioritas sasaran. Kita lakukan sosialisasi, pencegahan, dan penindakan,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan membawa surat kendaraan sebagai bagian dari keselamatan bersama.

Kapolres Bintan, AKBP Yunita Stevani menegaskan bahwa Operasi Zebra Seligi 2025 digelar untuk mengembalikan ketertiban, meningkatkan kesadaran berkendara, serta menekan pelanggaran dan angka kecelakaan.

“Operasi ini bertujuan menertibkan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan berkendara di Bintan selama 14 hari,” ujarnya usai apel gelar pasukan di Mapolres Bintan, Senin (17/11).

Yunita menambahkan, operasi ini juga menjadi langkah awal dalam menciptakan situasi aman dan tertib menjelang Operasi Lilin 2025 yang mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Polres Bintan Kerahkan 40 Personel Gabungan Gelar Operasi Zebra Seligi 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

Inspektorat Anambas Selidiki Dugaan Proyek Fiktif Menara Masjid Air Asuk

0
Inspektur Anambas, Yunizar. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Inspektorat Kabupaten Anambas mulai melakukan penyelidikan internal terkait dugaan proyek fiktif pembangunan menara Masjid At Taqwa di Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah. Penelusuran ini menjadi langkah awal memastikan penggunaan dana desa berjalan sesuai aturan.

Kasus ini mencuat dari laporan proyek tahun 2019 pada masa kepemimpinan Kepala Desa Afrizal. Proyek senilai Rp100 juta itu seharusnya digunakan untuk membangun menara masjid yang sudah lama diharapkan warga.

Namun dalam pelaksanaannya muncul dugaan kejanggalan. Afrizal diduga hanya memesan sejumlah material bangunan sebagai syarat administrasi, sementara LPj disusun rapi seolah proyek telah selesai. Dari total anggaran, sekitar Rp30 juta disebut tidak jelas pemanfaatannya.

Material yang sempat dibeli untuk pembangunan menara juga dilaporkan telah dijual kembali. Arah penggunaan hasil penjualan itulah yang kini menjadi fokus klarifikasi Inspektorat.

Inspektur Kabupaten Anambas, Yunizar, mengatakan pihaknya sudah memanggil Afrizal untuk menjalani pemeriksaan marathon. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Dalam pemeriksaan tersebut, Afrizal mengakui proyek menara tidak terlaksana karena waktu pelaksanaan dinilai tidak cukup. Terkait penjualan material, ia menyampaikan kepada Inspektorat bahwa hasil penjualan telah dimasukkan ke kas desa.

“Uang material yang dijual pada 2019 untuk proyek menara Masjid Air Asuk masih ada dan tersimpan di bendahara desa,” ujar Yunizar.

Ia menegaskan bahwa Inspektorat saat ini fokus membenahi administrasi desa. Setiap desa yang terbukti melakukan pelanggaran administrasi akan diberikan sanksi sesuai ketentuan. Kelengkapan dokumen, bukti fisik, dan laporan keuangan diminta menjadi perhatian serius aparat desa.

Yunizar menambahkan pembinaan akan terus dilakukan agar kesalahan serupa tidak terulang. Ia juga mengajak masyarakat turut mengawasi setiap program pembangunan sebagai bentuk partisipasi dalam mewujudkan tata kelola yang transparan.

Jika ditemukan penyimpangan keuangan, desa wajib mengembalikan seluruhnya ke kas desa tanpa pengecualian. Setiap dana publik, tegas Yunizar, harus digunakan sesuai tujuan awalnya untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan desa. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Inspektorat Anambas Selidiki Dugaan Proyek Fiktif Menara Masjid Air Asuk pertama kali tampil pada Kepri.

Terungkap, Dua Anggota Satpol PP Tanjungpinang Diupah Rp100 Ribu Edarkan Ekstasi

0
Dua anggota Satpol PP Tanjungpinang saat digiring bersama tersangka narkoba lainnya di Mapolresta Tanjungpinang, Senin (17/11). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Dua anggota Satpol PP Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ditangkap polisi setelah diduga terlibat penyalahgunaan narkoba jenis ekstasi. Keduanya berinisial SB (33) dan RA (33), yang diringkus bersama seorang warga berinisial RF (22).

Ketiganya ditangkap di lokasi berbeda, yakni Kampung Bugis, Ganet, dan kawasan Tepi Laut Tanjungpinang pada 11 November. Kasus ini terungkap setelah Satresnarkoba Polresta Tanjungpinang lebih dulu menangkap RF dengan barang bukti empat butir ekstasi seberat 1,38 gram.

“Dari pemeriksaan, RF mengaku sudah menjual sejumlah pil ekstasi kepada SB, yang merupakan PPPK Satpol PP Tanjungpinang,” ujar Kasatnarkoba Polresta Tanjungpinang, AKP Lajun Siado Rio Sianturi, Senin (17/11).

Polisi kemudian meringkus SB dan menemukan empat butir ekstasi sebagai barang bukti. Dari penyidikan, SB diduga menjadi perantara yang mengirim ekstasi dari RF ke RA. Ia bahkan menerima upah Rp100 ribu per pil dari RF.

“RF dan SB adalah pengedar dan penjual. Sementara RA terindikasi pengguna,” ujarnya.

Satresnarkoba masih menelusuri pemasok ekstasi tersebut. RF mengaku mendapatkan barang dari seseorang berinisial MK yang kini tengah dicari polisi.

Selain tiga tersangka ini, dalam tiga pekan terakhir Polresta Tanjungpinang telah menangkap delapan pelaku penyalahgunaan narkoba. Mereka berinisial KS (36), AE (57), FA (53), DS (36), NP (31), RF (22), SB (33), dan RA (33). Barang bukti yang disita mencapai 207,67 gram sabu dan 21 butir ekstasi seberat 9,48 gram.

NP dijerat Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 UU Narkotika, sementara tujuh lainnya dikenakan Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Terungkap, Dua Anggota Satpol PP Tanjungpinang Diupah Rp100 Ribu Edarkan Ekstasi pertama kali tampil pada Kepri.

Radisson Golf & Convention Center Batam Dinobatkan sebagai “Best Premium Hotel” oleh Trip.com Trip.Best

0

batampos-Radisson Golf & Convention Center Batam dengan bangga mengumumkan bahwa hotel ini resmi meraih penghargaan “Best Premium Hotel” dari Trip.com / Trip.Best, daftar prestisius milik Trip.com Group yang menampilkan hotel-hotel dengan performa terbaik berdasarkan analisis data global.

Penghargaan ini diberikan kepada properti yang menunjukkan kualitas layanan luar biasa, pengalaman tamu yang konsisten, serta reputasi digital yang kuat dan Radisson Golf & Convention Center Batam berhasil menempati peringkat nomor 1 di Batam untuk kategori Premium Hotel.

Trip.Best menilai hotel melalui algoritma berbasis data yang mencakup:
● Kualitas & Volume Pemesanan
● Rating & Reputasi Online
● Kinerja Destinasi
● Standar Mutu Properti
● Kesesuaian Tema dengan Preferensi Traveler

BACA JUGA: Radisson Hotel Wedding Expo di Grand Batam Mall

Hasilnya, Radisson Golf & Convention Center Batam diakui sebagai hotel premium terbaik yang memenuhi
ekspektasi wisatawan global mulai dari kenyamanan kamar, fasilitas rekreasi, kuliner, hingga standar layanan Yes I Can! yang menjadi ciri khas Radisson.

“Penghargaan ini adalah bukti komitmen tim kami dalam menghadirkan pengalaman menginap yang berkualitas bagi setiap tamu. Kami bangga menjadi pilihan utama wisatawan dan akan terus meningkatkan standar pelayanan kami
sebagai wujud nyata dari budaya ‘Every Moment Matters’, ” Suriyanti Panjaitan, General Manager Radisson Golf & Convention Center Batam.

Hotel Premium Pilihan Wisatawan di Batam
Terletak di jantung kota Batam, Radisson Golf & Convention Center Batam menawarkan:

● Kamar dan suite dengan pemandangan golf yang menenangkan

● Kolam renang semi-outdoor dan fasilitas wellness

● Liminal Coffee + Bites, The Tenth Tee, dan Bite Restaurant

● Convention Center terbesar di kota Batam

● Akses mudah ke mall, area bisnis, dan destinasi wisata

Tentang Trip.Best

Trip.Best adalah daftar khusus Trip.com yang menghadirkan rekomendasi hotel berdasarkan data komprehensif dari jutaan traveler dunia. Penghargaan ini menjadi rujukan penting bagi wisatawan dalam memilih akomodasi terbaik di setiap destinasi.

Tentang Radisson Golf & Convention Center Batam

Sebagai bagian dari Radisson Hotel Group, Radisson Golf & Convention Center Batam membawa standar layanan internasional dengan fasilitas lengkap untuk perjalanan bisnis, liburan keluarga, dan event berskala besar. Dengan

filosofi Every Moment Matters, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman menginap yang bermakna bagi setiap tamu.(*)

Artikel Radisson Golf & Convention Center Batam Dinobatkan sebagai “Best Premium Hotel” oleh Trip.com Trip.Best pertama kali tampil pada Lifestyle.

Panel Listrik Tower Telkomsel di Mensanak Terbakar, Jaringan Langsung Hilang

0
Tower Telkomsel di Desa Mensanak saat mengalami kebakaran, Senin (17/11). F. Istimewa.

batampos – Kebakaran terjadi di fasilitas Tower Telkomsel di Desa Mensanak, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga, Senin (17/11). Peristiwa ini membuat jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut langsung hilang.

Camat Katang Bidare, Kimat, membenarkan kebakaran tersebut. Ia menegaskan bahwa yang terbakar bukan struktur tower, melainkan panel listrik yang berada di bagian bawah.

“Bukan towernya yang terbakar. Info sementara yang saya dapatkan, yang terbakar itu panel atau trafo listrik di bawah tower,” ujar Kimat saat dikonfirmasi.

Kimat mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Telkomsel Batam untuk penanganan lanjutan. Pihak operator disebut akan mengirim perlengkapan perbaikan, namun harus dipastikan lebih dulu komponen apa saja yang rusak akibat insiden tersebut.

“Pihak Telkomsel di Batam akan segera mengirim alat. Tapi mereka perlu memastikan dulu kerusakan yang terjadi,” ucapnya.

Ia menambahkan, koordinasi dengan petugas penjaga tower masih belum dapat dilakukan lantaran jaringan di Desa Mensanak hilang total sejak kebakaran terjadi.

“Kita sudah coba menghubungi penjaga tower, tapi belum bisa terhubung karena jaringan langsung hilang akibat kebakaran,” jelas Kimat.

Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Namun dugaan sementara mengarah pada korsleting di panel listrik yang memicu percikan api hingga terbakar.

Kepala PLN Dabo Singkep, Suheri, membenarkan kebakaran tersebut terjadi pada instalasi panel tower, bukan pada trafo milik PLN. “Untuk suplai PLN aman. Yang terbakar itu panel instalasi tower,” kata Suheri. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Panel Listrik Tower Telkomsel di Mensanak Terbakar, Jaringan Langsung Hilang pertama kali tampil pada Kepri.

Wali Kota Batam Akui Masalah Sampah Jadi Pekerjaan yang Belum Terselesaikan

0
Tumpukan sampah di tepi Jalan Pemuda Batam Kota, Minggu (16/11). Meskipun sudah ada himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan namun masih ada warga yang membuang sampah di lokasi tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara terbuka mengakui bahwa persoalan sampah di Batam bukanlah perkara sederhana. Di tengah keluhan warga dan tumpukan sampah yang terlihat di sejumlah titik kota, Amsakar menyebut pengelolaan sampah sebagai salah satu persoalan strategis yang sedang dihadapi.

“Persoalan sampah jangan disebut mudah, ini tidak seperti membalik telapak tangan,” ujar Amsakar di Bengkong, Minggu (16/11).

Menurutnya, dalam sembilan bulan masa kepemimpinannya bersama Li Claudia, berbagai upaya pembenahan telah dilakukan. Namun ia tak menampik bahwa sebagian masalah masih jauh dari kata tuntas.

Dijelaskannya, saat ini Batam menghadapi dua persoalan strategis, yakni sampah yang menjadi tanggung jawab Pemko Batam, dan air bersih yang dikelola BP Batam. Dua isu tersebut, katanya, membutuhkan penanganan serius dan proses panjang.

Baca Juga: Batam Diusulkan Jadi Pilot Project PLTS Nelayan Pertama di Indonesia

“Perawatan sampah dan air bersih tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Ini pekerjaan dengan keterlibatan banyak pihak dan kompleksitas tinggi,” katanya.

Dengan jumlah penduduk mencapai 1,3 juta jiwa dan produksi sampah sekitar 1.300 ton per hari, Amsakar menyebut beban kerja pengelolaan sampah semakin besar. Ia menekankan bahwa faktor pertumbuhan ekonomi Batam yang semakin kuat tidak otomatis menyelesaikan persoalan di sektor layanan dasar.

“Artinya satu kepala menghasilkan satu kilogram sampah. Ironis, di satu sisi ekonomi Batam tumbuh positif. Tapi pada sisi lain, pengelolaan sampah dan air masih jadi tantangan,” ujarnya.

Amsakar juga menyinggung bahwa Pemko Batam memiliki ruang anggaran, namun proses realisasi program tidak bisa instan lantaran harus melalui tahapan administrasi dan penyesuaian pascapandemi COVID-19.

“Kami punya anggaran. Tapi ada proses dan dinamika. Banyak penyesuaian pascapandemi yang harus kami lalui,” tuturnya.

Baca Juga: Semua Pembangunan di Batam Wajib Kantongi PBG, Tak Ada Lagi Kelonggaran

Ia mengaku turun langsung melihat kondisi lapangan. Dari hasil tinjauannya, masih ada banyak titik di mana sampah menumpuk, termasuk di pasar dan kawasan pemukiman.

“Saya lewat, kiri kanan masih terlihat sampah. Ini bukan soal siapa salah, tapi ini yang harus kami benahi. Semua pihak harus terlibat untuk kebersihan kota Batam,” katanya.

Terkait penolakan warga atas keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) di beberapa lokasi, Amsakar belum memberikan komentar lebih detail. Namun ia menegaskan bahwa pemerintah harus mencari solusi yang paling memungkinkan tanpa mengabaikan kenyamanan warga.

Di lapangan, kondisi gunungan sampah semakin nyata. Di kawasan Pasar Toss 3000, misalnya, tumpukan sampah sudah lebih dari sepekan tidak terangkut, menimbulkan bau dan keluhan pedagang.

“Setiap hari makin tinggi. Pembeli juga manyun lihatnya,” kata Andi, pedagang setempat. (*)

 

Reporter: Yashinta

Artikel Wali Kota Batam Akui Masalah Sampah Jadi Pekerjaan yang Belum Terselesaikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Korupsi TVRI Kepri: Meggy Theresia Rares Setor Uang Pengganti Rp1,5 Miliar

0
Kajari Tanjungpinang, Rachmad Surya Lubis menunjukan uang pengganti yang disetorkan terpidana Meggy ke Negara, Senin (17/11). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Mantan Direktur Umum LPP TVRI tahun 2023, Meggy Theresia Rares, telah membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp1,5 miliar kepada negara dalam kasus korupsi pembangunan Studio TVRI Kepri di Kota Tanjungpinang.

Kajari Tanjungpinang, Rachmad Surya Lubis, mengatakan penyetoran dilakukan secara bertahap ke Rekening Penitipan Lainnya (RPL). Setoran pertama sebesar Rp650 juta dilakukan pada 16 Oktober 2025, kemudian disusul pembayaran kedua Rp850 juta pada 28 Oktober 2025.

“Sehingga uang pengganti yang sudah disetorkan oleh terpidana Meggy sebesar Rp1,5 miliar,” kata Rachmad, Senin (17/11).

Pembayaran uang pengganti tersebut sesuai putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Dalam perkara ini, Meggy dijatuhi hukuman penjara dua tahun empat bulan dan denda Rp70 juta. “Jika denda tidak dibayar, diganti dengan dua bulan kurungan, serta wajib membayar UP sebesar Rp1,5 miliar,” ujarnya.

Keterlibatan Meggy terungkap dari hasil pengembangan penyidikan kasus sebelumnya yang telah melalui proses persidangan. Ia berperan dalam perencanaan, pengadaan, proses lelang, hingga penetapan pemenang tender pembangunan studio TVRI Kepri.

Selain Meggy, tersangka lainnya adalah Harli Tambunan, Direktur PT Timba Ria Jaya yang berperan sebagai kontraktor pelaksana, serta Danny Octa Dwirama selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian negara dari pembangunan Studio TVRI Kepri mencapai Rp9,08 miliar. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Korupsi TVRI Kepri: Meggy Theresia Rares Setor Uang Pengganti Rp1,5 Miliar pertama kali tampil pada Kepri.

Batam Diusulkan Jadi Pilot Project PLTS Nelayan Pertama di Indonesia

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

batampos – Kota Batam diusulkan menjadi daerah percontohan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) khusus kawasan nelayan oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI. Usulan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Merah Putih Wilayah Sumatera, Panel Barus, di Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (15/11).

Dalam pertemuan tersebut, Panel Barus mengungkapkan bahwa tujuh perwakilan dari Pertamina New Renewable Energy (PNRE) dijadwalkan meninjau Batam pada Minggu (16/11). Tim tersebut akan melakukan survei awal terkait rencana pembangunan PLTS yang dirancang sebagai proyek percontohan nasional.

“Jika terealisasi, PLTS ini akan menjadi yang pertama di Indonesia. Tujuh perwakilan PNRE akan melihat langsung kesiapan lokasi dan kebutuhan masyarakat nelayan,” katanya.

Rencana pembangunan PLTS itu mencakup kapasitas sebesar 1 megawatt yang diarahkan untuk wilayah pesisir dan hinterland Batam, kawasan yang masih bergantung pada sumber listrik terbatas. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan akses energi bagi masyarakat nelayan.

Menurut Panel Barus, pemerintah pusat ingin memastikan bahwa pembangunan energi terbarukan tidak hanya fokus pada kawasan perkotaan, tetapi juga menyasar daerah-daerah marginal yang membutuhkan dukungan infrastruktur dasar.

Selain PLTS, pemerintah pusat juga mendorong pembangunan SPBU khusus nelayan yang dikelola melalui koperasi. Program serupa telah dimulai di Lampung Timur dan berpotensi dikembangkan di Batam jika ekosistem nelayannya dinilai memadai.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik rencana tersebut. Katanya, kehadiran PLTS akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat di pulau-pulau penyangga Kota Batam, terutama bagi anak-anak usia sekolah.

“Dengan PLTS, anak-anak di hinterland dapat menambah jam belajar karena listrik dan sinyal internet semakin stabil. Ini kebijakan yang sangat konstruktif,” kata dia.

Ia juga menilai, bahwa SPBU nelayan merupakan kebutuhan mendesak karena selama ini nelayan harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan BBM, sehingga menambah beban biaya melaut.

“SPBU nelayan akan menjadi pengungkit ekonomi masyarakat. Penghematan biaya bahan bakar akan meningkatkan pendapatan mereka,” ujarnya.

Kebijakan yang diusulkan pemerintah pusat sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan tiga prinsip utama: menghadirkan layanan yang belum ada, meningkatkan fasilitas yang sudah tersedia, dan memberdayakan kelompok masyarakat marginal.

Pemko Batam siap bekerja sama dengan PNRE dan Kementerian Koperasi untuk memastikan pilot project PLTS dapat terwujud secepatnya. Termasuk memastikan kesiapan lahan, kebutuhan teknis, dan dukungan masyarakat setempat.

Amsakae menambahkan, Batam memiliki potensi besar untuk pengembangan energi terbarukan karena posisinya yang strategis dan kebutuhan energi di kawasan perairan yang terus meningkat. Hal ini menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan energi komunitas pesisir.

Di sisi lain, kehadiran PLTS juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus memberikan model pembangunan yang bisa direplikasi di daerah nelayan lainnya di Indonesia.

“Kami ingin Batam bukan hanya menjadi penerima program, tetapi juga menjadi model pembangunan yang bisa ditiru daerah lain,” kata Amsakar.

Dengan rencana tersebut, Batam berpotensi mencatat sejarah sebagai kota pertama yang memiliki PLTS khusus nelayan berskala besar. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Batam Diusulkan Jadi Pilot Project PLTS Nelayan Pertama di Indonesia pertama kali tampil pada Metropolis.