Jumat, 26 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1124

Jejak Aset Korupsi Dermaga Batuampar Mengarah ke Nabire, Bernilai Rp32 Miliar dan Sudah Tergadai di Bank

0
Kondisi Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Penelusuran aset salah satu tersangka kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi Dermaga Batuampar senilai Rp75 miliar hampir rampung . Setelah mendatangi lima daerah berbeda, penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri akhirnya menemukan bahwa aset milik salah satu tersangka hanya berada di Papua tepatnya di Nabire, kampung halaman tersangka.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Gokma Uliate Sitompul, mengatakan rumah dan tanah milik salah satu tersangka menjadi temuan penting dalam rangka pemenuhan petunjuk jaksa. Namun, aset tersebut tidak bisa langsung disita karena sudah diagunkan ke bank dengan nilai mencapai Rp32 miliar.

“Yang bersangkutan ternyata memiliki pinjaman bank. Aset yang kami telusuri itu sudah dijaminkan,” ujar Gokma, Selasa (18/11).

Baca Juga: Polda Kepri Telusuri Aset Tersangka Korupsi Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar

Ia menegaskan, temuan tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan kejaksaan untuk menentukan langkah hukum berikutnya. Pasalnya, status aset yang sudah berada dalam penguasaan bank membutuhkan proses lanjutan terkait mekanisme penyitaan maupun perhitungan potensi pengembalian kerugian negara.

“Untuk bagaimana kelanjutan aset yang diagunkan ini, tentu akan kami koordinasikan dengan kejaksaan,” katanya.

Penelusuran aset ini menjadi bagian dari pemenuhan petunjuk Kejati Kepri dalam berkas perkara yang sebelumnya dikembalikan melalui P-19. Jaksa meminta penyidik memperkuat pembuktian, termasuk memastikan keberadaan aset yang diasosiasikan dengan hasil tindak pidana korupsi.

Sebelum tiba di Papua, penyidik sudah menuntaskan penelusuran di empat daerah lainnya: Bali, Jakarta, Kalimantan Timur, dan Surabaya. Namun tidak ditemukan aset yang berkaitan langsung dengan proyek Batuampar. “Dari lima daerah yang kami datangi, hanya di Nabire, Papua, kami menemukan aset milik tersangka,” jelas Gokma.

Selain menelusuri aset, penyidik juga sedang meminta keterangan tambahan dari seorang ahli asal Riau. Keterangan tersebut diperlukan untuk memperkuat beberapa aspek teknis dalam berkas yang dinilai belum lengkap oleh jaksa. “Ahli dari Riau kami libatkan untuk memenuhi unsur teknis sesuai petunjuk kejaksaan,” ujarnya.

Di sisi lain, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi tambahan juga masih berjalan. Penyidik ingin memastikan apakah ada pihak lain yang diduga ikut berperan dalam mangkraknya proyek bernilai besar tersebut. “Ini juga sekaligus membuka peluang adanya tersangka baru, jika memang fakta hasil pemeriksaan mendukung,” kata Gokma.

Ia optimistis seluruh petunjuk jaksa dapat dilengkapi sebelum akhir tahun ini sehingga berkas bisa segera dikembalikan ke Kejati Kepri untuk diteliti kembali pada tahap II. “Target kami, semua petunjuk dapat terpenuhi agar penyerahan tersangka dan barang bukti bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejati Kepri mengembalikan berkas perkara karena beberapa unsur pembuktian dinilai belum komprehensif, terutama terkait penelusuran aset yang diduga berasal dari hasil kejahatan. Jaksa menekankan pentingnya pelacakan aset untuk memaksimalkan potensi pemulihan kerugian negara.

Kasus ini berawal dari proyek revitalisasi Pelabuhan Batuampar yang ditujukan meningkatkan kapasitas bongkar muat Batam. Namun, alih-alih rampung, proyek senilai Rp75 miliar itu justru mangkrak dan hanya menyisakan tiang pancang serta lahan kosong. Audit BPK menyebut kerugian negara mencapai lebih dari Rp30 miliar.

Dalam perkara ini, sejumlah pihak telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka antara lain AM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BP Batam; IMA kuasa konsorsium penyedia; IMS Komisaris PT Indonesia Timur Raya; ASA Direktur Utama PT Marinda Utama Karya Subur; AHA Direktur Utama PT Duri Rejang Berseri; IRS dari PT Teralis Erojaya selaku konsultan perencana; serta NFU dari tim pelaksana penyedia. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Jejak Aset Korupsi Dermaga Batuampar Mengarah ke Nabire, Bernilai Rp32 Miliar dan Sudah Tergadai di Bank pertama kali tampil pada Metropolis.

Buronan Penipuan Rp2,2 Triliun RRT Ditangkap Imigrasi Batam di Kawasan Nagoya

0
Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman (tengah) saat memberikan keterangan kepada pers.

batampos – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam berhasil mengamankan buronan kasus keuangan asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berinisial WZ (58) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). WZ ditangkap di kawasan Nagoya, Batam, pada Kamis, 13 November 2025, setelah Imigrasi menerima Nota Diplomatik dari Kedutaan Besar RRT di Jakarta pada 11 November 2025.

WZ diketahui merupakan mantan Direktur Utama sebuah perusahaan real estate di Tiongkok. Ia diduga terlibat dalam kasus penipuan pinjaman atau kredit korporasi dengan nilai mencapai 980 juta Yuan atau sekitar Rp2,2 triliun. Perusahaan tersebut gagal melunasi pinjaman sehingga memicu investigasi kepolisian dan penetapan WZ sebagai buronan yang kemudian melarikan diri ke luar negeri.

Berdasarkan catatan keimigrasian, WZ berpindah-pindah antarnegara di Asia sejak Agustus 2025 sebelum masuk ke Indonesia melalui Batam pada 7 Oktober 2025 menggunakan Visa on Arrival (VoA) dan menetap sementara di kota tersebut.

Menindaklanjuti nota diplomatik dan informasi intelijen, petugas Imigrasi Batam segera bergerak pada 13 November 2025 sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah melakukan pemantauan intensif di kawasan Nagoya, tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) berhasil menemukan WZ dan mengamankannya di lobi sebuah hotel.

“Petugas Imigrasi Batam bertindak segera setelah menerima nota diplomatik dari Pemerintah RRT dan informasi intelijen terkait tindak pidana penipuan pinjaman atau kredit di Tiongkok yang dilakukan oleh saudara WZ,” ujar Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman.

Saat ini, WZ telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. Pihak Imigrasi juga telah berkoordinasi dengan perwakilan negara asal WZ untuk proses tindak lanjut sesuai ketentuan hukum dan mekanisme diplomatik yang berlaku.

Selain kasus WZ, sebanyak 27 warga negara asing (WNA) asal RRT yang terlibat pelanggaran keimigrasian dan merupakan bagian dari sindikat cyber crime juga telah diserahterimakan dari Polres Bekasi kepada Kantor Imigrasi Kelas I Bekasi. Mereka akan dikenakan Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) berupa deportasi ke RRT bekerja sama dengan Kedutaan Besar RRT di Jakarta, untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian Tiongkok.

“Penegakan hukum ini merupakan bukti kerja sama yang baik antara Imigrasi Indonesia dengan pemerintah negara-negara sahabat. Indonesia bukan destinasi pelarian buronan internasional. Kami akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum, baik nasional maupun internasional, untuk memastikan hal tersebut,” tutup Yuldi Yusman. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Buronan Penipuan Rp2,2 Triliun RRT Ditangkap Imigrasi Batam di Kawasan Nagoya pertama kali tampil pada Metropolis.

TPS di Depan SMP IT El Yasin Tuai Penolakan, Warga: Bau dan Ganggu Aktivitas Belajar

0
Dua siswa melintas di dekat tumpukan sampah yang berada di depan SMP IT El Yasin, Lubuk Baja. F. M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Pemindahan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) dari depan Puskesmas Tanjung Uma ke depan SMP IT El Yasin, Jalan Duyung, Kecamatan Lubuk Baja, menuai penolakan dari warga dan pihak sekolah.

TPS yang kini berada persis di tepi jalan depan gerbang sekolah itu menimbulkan bau menyengat hingga ke ruang kelas, sehingga mengganggu proses belajar mengajar.

“Yang kami khawatirkan ini menimbulkan penyakit bagi anak-anak. Baunya sangat mengganggu, apalagi sekarang sedang marak influenza,” ujar Rasyid, guru SMP IT El Yasin, Senin (17/11).

Rasyid juga mengungkapkan bahwa gangguan bau sampah berpotensi mencoreng persiapan sekolah menyambut tamu dari Malaysia pada Februari mendatang dalam rangka milad sekolah.

“Bau menyengat ini sangat mengganggu. Masa tamu luar negeri disambut bau sampah?” ucapnya.

Pantauan di lokasi, jarak TPS hanya beberapa meter dari pagar sekolah. Tumpukan sampah menggunung dan meluber hingga ke bahu jalan. Lalu-lalang truk sampah serta pembuangan liar membuat lingkungan semakin kotor.

“Kalau hujan dan angin datang, baunya tembus sampai ke belakang sekolah,” tambah Rasyid.

Fahreza, warga yang anaknya bersekolah di SMP IT El Yasin, menilai lokasi TPS sangat tidak tepat.

“Baunya menyengat dan kami khawatir menimbulkan penyakit. Tidak seharusnya TPS dipindah ke depan sekolah,” ujarnya.

Warga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kecamatan Lubuk Baja segera mencari lokasi alternatif yang tidak berdampak pada sekolah dan permukiman.

Menanggapi protes warga, Camat Lubuk Baja, La Naja mengatakan pihaknya telah menyiapkan lokasi baru untuk TPS. Penempatan di depan SMP IT El Yasin disebut hanya bersifat sementara.

“TPS nanti akan kita letakkan di samping Jitu Air, Pasar Induk Lama Jodoh. Semua sampah dari Lubuk Baja akan diarahkan ke sana sebelum ke TPA,” kata La Naja, Selasa (18/11).

Menurutnya, pemindahan ke lokasi baru akan dilakukan pada Desember. “Sampah dari perumahan tetap kita angkut seperti biasa, lalu langsung ke TPS yang baru,” jelasnya.

Warga berharap pemindahan TPS benar-benar direalisasikan agar lingkungan sekolah kembali nyaman dan aman untuk aktivitas belajar. (*)

Reporter: M. Sya’ban 

Artikel TPS di Depan SMP IT El Yasin Tuai Penolakan, Warga: Bau dan Ganggu Aktivitas Belajar pertama kali tampil pada Metropolis.

Kisah di Balik Forever 21, Dari Toko Kecil Menjadi Raksasa Retail Fashion Dunia yang Kemudian Bangkrut

0

Batampos – Namanya Do Won Chang dan Jin Sook Chang. Pasangan imigran asal Korea Selatan yang pindah ke Los Angeles, Amerika Serikat (AS), 1981 lalu. Tidak punya koneksi, tidak bisa berbahasa Inggris, tidak ada modal besar, tapi akhirnya atas keberanian, mereka membuka toko kecil yang pada akhirnya mendunia, yang kini dikenal sebagai Forever 21.

Gerai Forever 21 di Jepang. F The Business of Fashion

Forever 21 bermula sebagai toko kecil bernama Fashion 21. Didirikan di Los Angeles oleh pasangan ini pada 1984, atau setelah tiga tahun mereka bermukim di AS.

Sebelum memulai bisnis ini, tiga tahun pertamanya di AS tidak mulus. Dia menyebutnya sebagai momen terberat keluarganya. Do Won bekerja serabutan menjadi petugas bensin, barista, hingga menjadi penjaga toko dengan lebih dari 100 jam kerja per minggu. Sedangkan istrinya, Jin Sook Chang bekerja sebagai penata rambut.

Saat ia bekerja sebagai petugas bensin, ia memperhatikan, orang yang membeli bensin pakai mobil mewah ternyata sebagian besar kerja di industri fesyen. Bermula dari situ, hanya dengan tabungan sekitar US$11.000, dia membuka toko pakaian miliknya di LA. Pangsa pasarnya adalah komunitas Korea-Amerika dengan harga pakaian yang sangat terjangkau.

Tahun 1984 itu menjadi titik balik hidupnya. Toko miliknya itu, Fashion 21 hanya seluas 83 meter persegi. Saat itu, orang-orang terdekatnya menganggapnya gila, tapi tetap, bisnis ini mereka jalani. Tahun pertama, toko miliknya ini berhasil meraih penjualan 700 ribu dolar AS.

BACA JUGA:
Suzuki Indonesia Resmikan Ekspor Fronx dan Satria, Perkuat Peran Indonesia Sebagai Pusat Produksi di Asia Tenggara

Dari situ, setiap enam bulan, mereka membuka gerai baru. Pendapatan meningkat, mereka memperluas pasar dan basis pelanggan mereka. Kegiatan itu dilakukan secara konsisten.

Semakin maju, pasangan Chang pun mengganti nama toko milik mereka. Dari Fashion 21 menjadi Forever 21. Brand ini mencerminkan visi mereka dalam menumbuhkan merek yang identik dengan semangat muda dan fashion yang selalu segar.

dari toko pakaian, mereka pun berubah haluan menjadi fast fashion. Seluruh tokonya wajib mengikuti tren mode terkini dan menjualnya dengan harga rendah agar dapat diakses berbagai kalangan.

Forever 21 berkembang pesat. Dalam kurun waktu beberapa dekade, mereka membuka 800 ratus toko di 50 negara.  Gerai mereka bahkan sampai masuk ke Indonesia di 2015 lalu, tepatnya di Lippo Mal Puri, Jakarta Barat sejak 10 tahun lalu.

Tanggap Merespon Tren tapi Lamban Beradaptasi di Era Digital

Rahasia kesuksesan mereka terletak pada keseimbangan antara tren mode yang sedang populer dan harga yang sangat bersaing. Strategi ini menarik banyak pembeli muda yang ingin tampil modis tanpa mengeluarkan banyak uang. Demikian dilansir dari Muda Cuan Academy.

Selain itu, pasangan pendiri terus menjaga semangat kewirausahaan dan adaptasi cepat terhadap perubahan pasar.

Meski begitu, Forever 21 menghadapi tantangan besar di era digital. Mereka kesulitan bersaing dengan platform fast fashion daring seperti Shein dan Temu. Brand ini mengajukan bangkrut untuk kedua kalinya, di 2025 ini.

Kisah Forever 21 ini menjadi pelajaran penting bagi pengusaha khususnya di bidang retail dan fesyen, bahwa sukses besar pun bisa datang dari akar yang sederhana, tetapi untuk bertahan, perlu terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Kisah di Balik Forever 21, Dari Toko Kecil Menjadi Raksasa Retail Fashion Dunia yang Kemudian Bangkrut pertama kali tampil pada Lifestyle.

Lingga Usulkan Pembangunan Rusun Khusus ASN Kapasitas 100 Kamar, Ini Lokasinya

0
Ilustrasi rumah susun (rusun). F. Dalil Harahap/Batam Pos.

batampos – Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lingga mengusulkan pembangunan rumah susun (rusun) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum memiliki rumah pribadi dan masih tinggal di kontrakan maupun kos-kosan.

Kepala Dinas Perkim Lingga, Dedy Supartono, mengatakan usulan tersebut sudah disampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan saat ini masih menunggu persetujuan.

“Usulan sudah disampaikan. Saat ini masih menunggu proses di pusat untuk mendapat persetujuan,” ujar Dedy saat dikonfirmasi, Selasa (18/11).

Dalam perencanaannya, rusun akan dibangun dengan kapasitas 100 unit kamar. Meski disewakan, tarif hunian akan dibuat lebih terjangkau bagi ASN dibanding biaya kontrakan yang berlaku saat ini.

Dedy menegaskan seluruh persyaratan administratif telah dipenuhi, termasuk kesiapan lahan. Lokasi pembangunan berada di Kampung Ceneng, Kelurahan Daik, dengan luas lahan sekitar 4 hektare dan menggunakan pendanaan APBN.

“Selain untuk meringankan beban ASN, uang sewa dari rusun nantinya juga akan masuk ke kas daerah untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lingga,” jelasnya.

Pengerjaan teknis pembangunan rusun akan ditangani langsung oleh satuan kerja Balai Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR.

Dengan adanya rusun ASN, Pemkab Lingga berharap kebutuhan hunian yang layak dan terjangkau bagi pegawai pemerintah dapat terpenuhi sekaligus memberikan kontribusi bagi PAD. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Lingga Usulkan Pembangunan Rusun Khusus ASN Kapasitas 100 Kamar, Ini Lokasinya pertama kali tampil pada Kepri.

Raja Bayu Apresiasi Peran Baznas dalam Perkuat Zakat ASN di Anambas

0
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu (tiga dari kiri) bersama kepala daerah lainnya saat menghadiri Rakor Baznas Kepri, Selasa, (18/11). F. Raja Bayu untuk Batam Pos.

batampos – Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atas kontribusinya dalam menghimpun dan menyalurkan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia menilai peran Baznas sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat kesejahteraan sosial.

Pernyataan itu disampaikan Raja Bayu saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Baznas Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Selasa (17/11).

Raja Bayu menegaskan bahwa Pemkab Anambas selalu membuka ruang kolaborasi bagi Baznas dalam mengelola zakat di daerah. Menurutnya, peran Baznas terbukti membantu pemerintah dalam upaya menanggulangi kemiskinan.

“Baznas memiliki peran besar dalam membantu pemerintah menanggulangi kemiskinan. Kami sangat mengapresiasi kerja nyata Baznas yang selama ini turun langsung membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemkab Anambas terus berkomitmen memperkuat dukungan terhadap pengumpulan zakat, termasuk melalui Surat Edaran Zakat ASN yang mendorong pegawai pemerintah menyalurkan zakat lewat Baznas.

“Edaran ini bukan sekadar imbauan, tetapi wujud keseriusan kami dalam memperkuat kelembagaan zakat di daerah. Semakin besar zakat yang dihimpun, semakin luas pula manfaat yang diberikan,” kata Raja Bayu.

Pada Rakor tersebut, Pemkab Anambas juga menerima penghargaan dari Baznas sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah dalam optimalisasi zakat dan konsistensi melibatkan ASN sebagai muzakki.

Raja Bayu berharap penghargaan tersebut dapat mendorong semua pihak semakin bersinergi dalam pengelolaan zakat yang transparan dan tepat sasaran.

Sementara itu, Ketua Baznas Anambas, Muksin, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Anambas. Ia menyebut pemanfaatan zakat selama ini dapat berjalan baik berkat kerja sama pemerintah, masyarakat, dan Baznas.

“Dukungan pemerintah daerah sangat berarti bagi kami. Dengan adanya komitmen yang kuat dari Pemkab, khususnya melalui Edaran Zakat ASN, Baznas bisa lebih maksimal menjalankan amanah ini,” kata Muksin.

Ia menegaskan bahwa Baznas Anambas akan terus memperkuat profesionalisme agar penyaluran zakat semakin tepat sasaran. “Insya Allah, setiap zakat yang dititipkan akan kami pastikan sampai kepada yang berhak menerimanya,” ujarnya.

Rakor Baznas Kepri diharapkan menjadi momentum memperkuat koordinasi dan peran zakat dalam mendukung program sosial di seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Riau. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Raja Bayu Apresiasi Peran Baznas dalam Perkuat Zakat ASN di Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Hasil Pemeriksaan Terbit, PT ASL Wajib Setop Sementara Aktivitas di MT Federal II

0
Korban ledakan kapal tanker Federal II milik PT ASL Shipyard saat dievakuasi.

batampos– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri resmi merilis hasil pemeriksaan kecelakaan kerja yang terjadi di PT ASL Shipyard Indonesia pada 15 Oktober lalu. Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk Tim Investigasi khusus untuk mengusut kejadian tersebut.

Tim ini bekerja berdasarkan beberapa surat tugas, yakni Surat Tugas Nomor 500.15.18.1/1708/2025 tanggal 15-16 Oktober 2025, Nomor 500.15.18.1/1722/2025 tanggal 22-28 Oktober 2025, Nomor 500.15.18.1/1765/2025 tanggal 29-31 Oktober 2025, serta Nomor 500.15.18.1/1790/2025 tanggal 4 November 2025. Pemeriksaan dilakukan terhadap PT ASL Shipyard Indonesia beserta sejumlah subkontraktornya.

Diky mengatakan, hasil pemeriksaan tersebut telah tertuang dalam laporan lengkap yang disampaikan kepada perusahaan. “Hasil pemeriksaan khusus dari tim investigasi sudah kami lampirkan. Ada sejumlah rekomendasi yang wajib dipatuhi perusahaan demi memastikan keselamatan pekerja,” katanya, Selasa (18/11).

BACA JUGA: Penyidikan Ledakan MT Federal II Masuki Tahap Penentuan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Salah satu poin paling tegas dalam rekomendasi Disnakertrans adalah permintaan agar PT ASL Shipyard Indonesia menunda sementara seluruh pekerjaan di MT Federal II. Penundaan ini diperlukan untuk memastikan area kerja benar-benar aman sebelum aktivitas dilanjutkan.

Tim investigasi juga mewajibkan perusahaan melakukan pembersihan menyeluruh (tank cleaning) pada ruang-ruang dan area kerja yang memiliki akses udara ke dalam kapal. Hal ini untuk menghilangkan potensi bahan mudah terbakar yang dapat memicu kecelakaan serupa.

Selain itu, PT ASL Shipyard Indonesia diminta segera menunjuk Ahli K3 bidang lingkungan kerja, termasuk Teknisi K3 Deteksi Gas Ruang Terbatas, Teknisi K3 Bekerja di Ruang Terbatas, Petugas Penyelamat Ruang Terbatas, serta Tenaga Kerja Bangunan Tinggi (TKBT). Seluruhnya harus sesuai ketentuan Permenaker No 11 Tahun 2023 dan Permenaker No 9 Tahun 2016.

Disnakertrans juga menekankan pentingnya penyediaan sarana K3 yang memadai, seperti blower, exhaust, serta personal gas detector untuk setiap pekerja yang beraktivitas di ruang terbatas.

“Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama,” ujar Diky.

Tak hanya itu, perusahaan juga diminta memberikan teguran keras kepada HSE Manager dan Ship Repair Manager atas kelalaian dalam penerapan standar K3 sesuai peraturan perundang-undangan. Rekomendasi ini dianggap penting untuk memastikan tanggung jawab manajerial berjalan sebagaimana mestinya.

Untuk pekerjaan perbaikan kapal bermuatan minyak mentah atau bahan kimia, Disnakertrans meminta seluruh prosedur keselamatan diterapkan secara ketat untuk mencegah kejadian serupa. PT ASL sebagai kontraktor utama juga diwajibkan memastikan seluruh subkontraktornya mengikuti standar K3 yang berlaku.

“Semua syarat K3 wajib dipenuhi oleh PT ASL dan seluruh subkontraktornya,” kata Diky. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Hasil Pemeriksaan Terbit, PT ASL Wajib Setop Sementara Aktivitas di MT Federal II pertama kali tampil pada Metropolis.

Influencer Australia yang “Serang” Ariana Grande di Singapura, Didenda 2 Ribu Dolar dan Dipenjara 9 Hari

0

Batampos –  Johnson Wen, 26, pria yang menyerang dan memeluk paksa Ariana Grande di acara pemutaran perdana Wicked: For Good di Singapura, Minggu lalu, dijatuhi hukuman penjara dan denda atas aksinya.

Ariana Grande dan Cynthia Erivo dalam acara Wicked:For Good di Singapura, pekan lalu. F Getty Images via Entertainment Weekly

Kepolisian dan pengadilan Singapura memutuskan ia dipenjara selama 9 hari dan wajib membayar denda sebesar 2 ribu dolar (Setara Rp 26 juta) karena dinyatakan bersalah melakukan gangguan ketertiban umum. Demikian dilansir dari Entertainment Weekly, Selasa (18/11/2025)

Wen, seorang influencer asal Australia yang dikenal sebagai “Pyjama Man,” tidak didampingi pengacara di persidangan dan merespon hakim, bahwa ia tidak akan mengulanginya aksinya itu lagi.

BACA JUGA:
Fans Terobos Barikade, Ariana Grande Syok saat Premiere Wicked 2 di Singapura

Berdasarkan hukum Singapura, pelaku dapat dikenai hukuman maksimal tiga bulan penjara dan denda hingga S$2.000.

Insiden itu terjadi Kamis (13/11/2025) malam lalu ketika Wen melompati barikade dan berlari menuju karpet kuning tempat Grande berjalan bersama para pemain lainnya seperti Cynthia Erivo, Michelle Yeoh, dan Jeff Goldblum, di Universal Studio, Singapura. Rekaman dari lokasi menunjukkan Erivo dan petugas keamanan berusaha menarik Wen menjauh, sementara Grande tampak terkejut dan mundur.

Video kejadian tersebut langsung viral di media sosial. Seorang pengguna TikTok, raphael.sli, juga mengunggah rekaman saat Wen mencoba kembali menerobos area karpet kuning sebelum akhirnya diamankan petugas.

Kemarahan publik semakin meningkat setelah diketahui Wen memiliki rekam jejak aksi serupa pada berbagai acara publik. Ia pernah menerobos panggung konser Katy Perry, The Weeknd, dan The Chainsmokers.

Usai kejadian, Wen bahkan mengunggah video tersebut ke Instagram dan menulis ucapan terima kasih kepada Grande. Keesokan harinya ia ditangkap dan mengaku bersalah atas tuduhan gangguan ketertiban umum.

Ariana Grande belum memberikan komentar resmi, namun para penggemarnya mengecam tindakan Wen dan menilai aksi itu berpotensi memicu trauma sang penyanyi. Grande pernah mengalami peristiwa tragis pada konsernya di Manchester pada 2017 yang menewaskan 22 orang, dan sejak itu ia terbuka mengenai kecemasan dan PTSD yang dialaminya.

Para pemain Wicked lain menunjukkan dukungan terhadap Grande. Marissa Bode, pemeran Nessarose Thropp, mengkritik keras mereka yang menyebut Wen sebagai “penggemar.” Ia menilai tindakan Wen membuat orang lain merasa tidak aman hanya demi konten media sosial.

Cynthia Erivo juga menyinggung insiden tersebut dalam sesi tanya jawab bersama Grande dan para pemeran Wicked pada Sabtu. Ia mengatakan seluruh tim telah melalui banyak hal, termasuk kejadian yang terjadi pekan lalu, dan memuji kedekatan serta kekuatan solidaritas para pemain selama proses produksi.

Hukuman yang dijatuhkan pada Wen menjadi sinyal tegas dari otoritas Singapura terhadap aksi gangguan publik, terutama pada acara besar yang melibatkan selebriti internasional di negeri itu. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Influencer Australia yang “Serang” Ariana Grande di Singapura, Didenda 2 Ribu Dolar dan Dipenjara 9 Hari pertama kali tampil pada Lifestyle.

MA Thailand Perintahkan Penasihat Danantara Thaksin Shinawatra Bayar Tunggakan Pajak Rp9 Triliun

0
Penasihat Danantara, Thaksin Shinawatra. F. Istimewa.

batampos – Mahkamah Agung Thailand memerintahkan penagihan pajak senilai 17,6 miliar baht atau sekira Rp9 triliun lebih kepada Thaksin Shinawatra, penasihat di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Putusan ini berkaitan dengan penjualan saham Shin Corporation oleh keluarga Shinawatra pada 2006. Demikian dilaporkan oleh Bangkok Post, dikutip Selasa (18/11).

Kasus tersebut berawal dari penjualan Shin Corp ke Temasek Holdings yang memicu kontroversi karena diduga bebas pajak. Departemen Pajak Thailand menilai Thaksin dan keluarganya memiliki kewajiban pajak atas keuntungan transaksi tersebut.

Sebelumnya, Central Tax Court pernah membatalkan tagihan pajak dan menilai pemanggilan pajak kepada anak-anak Thaksin tidak sah karena mereka dianggap hanya bertindak sebagai wakil.

Namun Mahkamah Agung membatalkan putusan banding dan memerintahkan agar penagihan pajak 17,6 miliar baht dilaksanakan.

Penagihan diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga dua bulan hingga perintah resmi diterbitkan. Dengan putusan ini, Thaksin harus memenuhi kewajiban pajaknya sesuai penilaian awal Departemen Pajak.

Thaksin, yang pernah digulingkan melalui kudeta pada 2006 dan menjalani pengasingan lebih dari satu dekade, kini kembali terseret isu lama soal penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Penunjukannya sebagai anggota dewan penasehat Danantara di Indonesia sebelumnya juga menuai sorotan.

Putusan Mahkamah Agung menjadi pukulan besar bagi Thaksin yang sempat memenangkan sengketa pajak di pengadilan banding.

Kasus penjualan Shin Corp sendiri menjadi salah satu kontroversi politik terbesar di Thailand karena menyangkut konflik kepentingan saat ia masih menjabat perdana menteri. (*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel MA Thailand Perintahkan Penasihat Danantara Thaksin Shinawatra Bayar Tunggakan Pajak Rp9 Triliun pertama kali tampil pada News.

Pelabuhan Roro Kuala Maras Resmi Beroperasi, Warga Minta Tambah Armada

0
KMP Bahtera Nusantara 01 sedang bersandar di Pelabuhan Roro Kuala Maras. Warga mendesak ditambahnya armada kapal untuk layani rute pendek Kuala Maras menuju Matak. F. Eko Mardianto untuk Batam Pos.

batampos – Pelabuhan Roro Kuala Maras di Pulau Jemaja akhirnya resmi beroperasi dan mulai melayani aktivitas masyarakat. Beroperasinya pelabuhan ini menjadi angin segar bagi warga karena membuka peluang peningkatan konektivitas antarwilayah di Kepulauan Anambas.

Pelabuhan tersebut digadang-gadang menjadi pintu baru pergerakan mobilitas masyarakat, barang, dan kendaraan. Langkah ini dinilai sebagai titik awal pemerataan layanan transportasi laut di Anambas.

Saat ini, Pelabuhan Kuala Maras baru melayani satu armada, yakni KMP Bahtera Nusantara 01. Kapal itu berlayar dari Tanjung Uban menuju Pontianak dan singgah di beberapa titik, termasuk Kuala Maras.

Tokoh masyarakat Jemaja, Ropi Kahardi, menilai pelabuhan tersebut perlu segera ditunjang dengan penambahan armada agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat lokal.

“Sudah waktunya armada ditambah. Pelabuhan ini harus hidup dan benar-benar membantu arus lalu lintas masyarakat, bukan hanya sekadar buka tutup layanan,” kata Ropi, Selasa (18/11).

Ia menekankan pentingnya penambahan kapal untuk rute pendek seperti Kuala Maras–Matak. Rute ini dianggap sangat dibutuhkan karena menjadi penghubung antar-kabupaten tanpa harus menempuh jarak jauh.

“Masyarakat kita bolak-balik ke Tarempa hampir setiap hari. Jadi sangat pas kalau ada kapal yang khusus melayani rute Kuala Maras–Matak,” ujarnya.

Ropi menambahkan, kapal yang melayani rute tersebut tak perlu berukuran besar. Kapasitasnya cukup seperti kapal roro yang melayani rute Tanjung Uban–Telaga Punggur di Batam.

“Kalau ada kapal begitu, masyarakat bisa membawa kendaraan sendiri. Lebih hemat, tidak perlu sewa motor di Tarempa,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Anambas, Abdul Kadir, membenarkan bahwa usulan penambahan armada sudah disampaikan kepada BPTD dan ASDP.

“Sudah kita usulkan. Harapannya jenis kapal yang datang nanti sama seperti rute Tanjung Uban–Telaga Punggur, sehingga mobilitas masyarakat lebih lancar,” kata Abdul Kadir.

Namun, ia menegaskan bahwa realisasi penambahan armada membutuhkan pembahasan teknis lebih lanjut bersama Pemkab Anambas, BPTD, dan ASDP.

“Kita menunggu pembahasan lanjutan. Kalau semua pihak sepakat, insyaallah segera terealisasi,” ujarnya.

Ia memastikan pemerintah daerah berkomitmen memperjuangkan penambahan rute dan armada kapal roro agar konektivitas antarwilayah semakin merata.

“Kita dorong terus. Pelabuhan sudah ada, tinggal kita tingkatkan layanan kapalnya supaya manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dengan beroperasinya Pelabuhan Roro Kuala Maras dan rencana penambahan armada, warga Jemaja berharap akses menuju wilayah mereka semakin mudah dan biaya perjalanan makin terjangkau. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Pelabuhan Roro Kuala Maras Resmi Beroperasi, Warga Minta Tambah Armada pertama kali tampil pada Kepri.