Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 1129

Satgas Penyelundupan Tindak Barang Ilegal Senilai Rp 7,6 Miliar di Batam

0
Satgas Penyelundupan Bea Cukai Batam melakukan penyegelan barang ilegal. F.Istimewa

batampos – Satgas Pemberantasan Penyelundupan Bea Cukai Batam melakukan 257 penindakan selama tiga pekan ini. Penindakan terdiri dari jalur laut, darat, hingga rantai logistik barang kiriman.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah, mengatakan dari hasil penelitian pelanggaran kepabeanan dan cukai, tercatat nilai barang penindakan tersebut sebesar Rp7,69 Milliar. Dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp2,1 Milliar.

“Setiap perkara yang ditangani tidak hanya menghentikan peredaran barang ilegal, tetapi juga memberikan pesan tegas bahwa pelanggaran tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi hukum,” ujar Zaky.

Baca Juga: Pulau Galang untuk Pengobatan Warga Gaza, Amsakar Tunggu Arahan Resmi Pusat

Penindakan ini mencakup beragam modus. Seperti penyelundupan ribuan koli barang kiriman ilegal, dan penyelundupan 327 unit ponsel melalui bandara.

“Keberhasilan ini menunjukkan luasnya jangkauan pengawasan Bea Cukai Batam, dari pintu masuk udara hingga jalur distribusi darat dan laut,” kata Zaky.

Selain itu, Satgas juga menggagalkan 37 upaya penyelundupan narkoba dengan barang bukti 403 gram methamphetamine, 19 butir ekstasi, 10 butir alprazolam, dan 8 butir tramadol. Barang bukti tersebut diungkap melalui berbagai modus, mulai dari penyamaran dalam barang kiriman hingga upaya penyelundupan langsung melalui pelabuhan.

Kemudian dalam operasi pasar, petugas menindak 4,97 juta batang rokok ilegal dan 374,8 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) tanpa pita cukai berhasil diamankan.

“Penindakan ini menyelamatkan potensi kerugian negara senilai Rp 3,75 miliar, sekaligus menekan peredaran barang kena cukai ilegal di tingkat ritel,” ungkap Zaky.

Zaky menjelaskan pencapaian ini membuktikan bahwa BC Batam tidak hanya bertindak sebagai penjaga pintu gerbang negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam melindungi perekonomian dan keamanan masyarakat.

Baca Juga: Kemenag Batam Siapkan Nikah Massal, Fokus Bantu Warga Kurang Mampu

Menurut dia, setiap penindakan yang dilakukan merupakan wujud nyata komitmen untuk memastikan penerimaan negara tetap optimal, pasar dalam negeri terlindungi, dan barang-barang berbahaya tidak sampai ke tangan publik.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja terpadu lintas bidang, kolaborasi erat dengan instansi penegak hukum lain, serta dukungan aktif masyarakat. Capaian ini bukanlah garis akhir, tetapi pijakan awal untuk bekerja lebih keras, menjaga kepercayaan publik, dan memastikan setiap rupiah penerimaan negara terlindungi,” tutupnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) BC, Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama meresmikan satuan tugas (satgas) pemberantasan penyelundupan di Kawnil DJBC Kepri, Karimun, Selasa (29/7) pagi.

Satgas ini disebar diseluruh pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara. Kemudian kegiatan patroli di laut, dan operasi di darat. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Satgas Penyelundupan Tindak Barang Ilegal Senilai Rp 7,6 Miliar di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Ustad Das’ad Latif Soroti Biaya Rp100 Ribu untuk Aktifkan Rekening yang Diblokir PPAT

0
Ustaz Das’ad Latif. (F.Antara)

batampos – Isu pemblokiran rekening bank secara sepihak oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kembali memicu polemik di tengah masyarakat.

Ulama dan penceramah kondang, Ustad Das’ad Latif, ikut angkat bicara dengan menyoroti dugaan adanya pungutan liar dalam proses pengaktifan kembali rekening yang diblokir.

Dalam sebuah video tanggapan yang viral di media sosial, Ustad Das’ad mengungkapkan bahwa sejumlah nasabah mengaku diminta membayar Rp100 ribu untuk mengaktifkan kembali rekening mereka. Ia pun mempertanyakan transparansi kebijakan tersebut.

“Misalnya ada 120 juta orang yang kena blokir. Kali 120 juta orang dengan Rp100 ribu, berapa totalnya?” ujarnya, menegaskan potensi nilai uang yang sangat besar jika pungutan ini benar terjadi.

PPATK selama ini menjalankan pemblokiran rekening berdasarkan mandat Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Diklaim kalau tujuannya adalah mencegah peredaran dana ilegal, pendanaan terorisme, dan transaksi mencurigakan seperti yang banyak disuarakan termasuk judi online alias judol.

Namun, kebijakan ini menuai kritik keras ketika dilakukan secara massal dan menimpa masyarakat yang merasa tidak terlibat dalam aktivitas ilegal.

Ustad Das’ad menilai, pemblokiran memang bisa menjadi instrumen penting melawan kejahatan keuangan, tetapi pelaksanaannya harus transparan, adil, dan tidak membebani rakyat kecil.

“Kalau memang ada kesalahan, jelaskan secara terbuka. Jangan sampai rakyat yang tidak salah justru dirugikan,” tegasnya.

Kontroversi pemblokiran rekening ini menjadi perhatian publik seiring maraknya laporan warga yang kehilangan akses ke rekening bank mereka tanpa penjelasan jelas.

Tanggapan ustad Das’ad atas isu tersebut muncul lantaran dirinya juga menjadi korban pemblokiran rekening oleh PPATK.

Namun demikian, di tengah keresahan tersebut, dugaan adanya pungli kian memperkuat tuntutan agar PPATK dan perbankan memberikan klarifikasi terbuka serta memastikan kebijakan dijalankan sesuai hukum, bukan sebagai ladang pungutan tersembunyi.

Hingga berita ini dibuat, belum ada tanggapan dari pihak PPATK terkait dugaan pungli seperti yang disampaikan oleh ustad Das’ad Latif. (*)

Artikel Ustad Das’ad Latif Soroti Biaya Rp100 Ribu untuk Aktifkan Rekening yang Diblokir PPAT pertama kali tampil pada News.

Payung Membran di Hall A Coastal Area Kembali Roboh di Terjang Angin Kencang

0
Satu payung membran di pusat jajanan kuliner hall A Coastal Area roboh pada bulan Agustus. f,TRI

batampos– Pada bulan Agustus 2024 silam, beberapa payung membran di pusat jajanan kuliner Coastal Area hall B roboh diterjang angin yang memakan korban. Dan, di bulan yang sama kembali satu payung membran dipusat jajaran kuliner Coastal Area di hall A kembali roboh akibat hujan lebat disertai angin kencang, sekitar pukul 11.15 WIB, Minggu (10/8).

” Untung warung tidak kenapa-napa, cuman motor saya yang rusak ringan kap bawah lepas, lampu sen dan spion patah. Meja dan kursin ada yang bengkok,” kata Soleh salah seorang pemilik kios di hall A.

BACA JUGA: Ruko dan Rumah Warga di Bintan Porak Poranda Diterjang Angin Kencang

Ia mengungkapkan, dirinya sedang duduk tiba-tiba turun hujan cukup lebat yang disertai angin kencang dan petir. Sehingga, atap payung yang terbuat dari terpal membran jebol akibat tidak dapat menampung air hujan yang turun cukup deras.

” Kios Fariza juga terkena ada kaca pecah juga. Luar biasa hujan yang cukup lebat, saya berharap agar pemerintah daerah dapat menindaklanjutilah. Ini tidak bisa jualan saya, mana sekarang sepi jualan,” harapnya.

Sementara pantauan dilapangan, payung memran yang roboh dan sobek setengah tersebut untuk tidak tiangnya turut roboh. Kejadian tersebut, banyak pengunjung yang mengabadikan dengan telepon pintarnya.

” Walan, bahaya ini. Untung tidak ada korban, sebab ada paskibraka sedang latihan. Tahun lalu sama bulan agustus juga kejadian seperti ini,” ucap Apui.

Revitalisasi pusat jajanan kuliner hall A yang dikerjakan bulan September dengan pagu anggaran mencapai Rp2.380.975.733.88 yang bersumber dari APBD 2023 silam. Sudah kali kedua payung memran tersebut rusak.(*)

Reporter: Tri Haryono

 

Artikel Payung Membran di Hall A Coastal Area Kembali Roboh di Terjang Angin Kencang pertama kali tampil pada Kepri.

Warga Antusias, Tradisi Maritim Melayu Kembali Berkibar di HUT ke-80 RI

0
Perlombaan tradisional sampan layar, speed sport, dan ketinting sport di Belakang Padang. Perlombaan ini dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

batampos – Perairan Belakang Padang, Minggu (10/8), dipenuhi riuh suara sorak, dentuman musik, dan deru mesin ketinting. Ratusan warga dari berbagai penjuru Kota Batam bahkan luar daerah berbondong-bondong datang sejak pagi untuk menyaksikan perlombaan tradisional sampan layar, speed sport, dan ketinting sport dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Event bertajuk Gerindra Cup I yang dimulai pukul 09.30 WIB ini digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Batam. Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya maritim dan menghidupkan kembali tradisi Melayu yang telah mengakar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Batam, Aweng Kurniawan, mengatakan perlombaan ini diinisiasi oleh Panglima Dapil Kepri, Endipat Wijaya, sebagai bentuk komitmen partai dalam menjaga kearifan lokal sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di wilayah pesisir.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan di Belakang Padang. Jika sukses, kegiatan ini akan menjadi event tahunan yang berdampak bagi pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Aweng yang juga Wakil Ketua I DPRD Kota Batam.

Perlombaan kali ini diikuti peserta dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri. Kategori yang dilombakan mencakup sampan layar dengan kru 9 orang, sampan layar mini dengan kru 7 dan 5 orang, speed sport 15 PK, serta ketinting sport.

Di pinggir pantai, warga tampak memenuhi area pelabuhan dan bibir pantai untuk menyaksikan aksi para peserta yang berlomba adu cepat di tengah laut. Anak-anak memanjat bahu orang tua mereka demi bisa melihat perahu layar berwarna-warni yang melaju kencang dihembus angin.

Rina, salah satu warga Belakang Padang, mengaku senang kampung halamannya kembali menjadi pusat keramaian.

“Biasanya acara seperti ini ramai waktu zaman dulu. Sekarang sudah jarang. Kami senang sekali, selain hiburan, pedagang juga laku jualannya,” ujarnya sambil melayani pembeli minuman dingin.

Selain perlombaan, suasana semakin meriah dengan hiburan rakyat, penampilan musik tradisional, dan kuliner khas Melayu. Pedagang makanan dan minuman yang berjejer di sekitar lokasi terlihat sibuk melayani pengunjung.

Pemenang di setiap kategori akan mendapatkan piala bergilir Gerindra Cup, yang menjadi simbol supremasi lomba tradisional pesisir di Kepri.

“Dengan semangat gotong royong dan cinta budaya, Gerindra Cup I diharapkan menjadi pemantik semangat kemerdekaan sekaligus wujud nyata kepedulian partai terhadap tradisi dan ekonomi rakyat,” tutup Aweng. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Warga Antusias, Tradisi Maritim Melayu Kembali Berkibar di HUT ke-80 RI pertama kali tampil pada Metropolis.

Ruko dan Rumah Warga di Bintan Porak Poranda Diterjang Angin Kencang

0
Angin kencang Bintan
Rumah warga di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, roboh dan mengalami kerusakan parah akibat angin kencang yang melanda pada Minggu (10/8) siang. F. BPBD Bintan untuk Batam Pos.

batampos – Cuaca ekstrem disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Bintan, Minggu (10/8) siang. Satu ruko di Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, dan satu rumah warga di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, porak poranda.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bintan, Ramlah, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kanopi bagian depan ruko milik Sairi (55), warga Tanah Merah, diterbangkan angin kencang.

“Untuk rumah milik Alim di Desa Pengudang kondisinya parah. Rumahnya roboh, kemungkinan karena faktor usia bangunan yang sudah rapuh ditambah tiupan angin kencang,” ujar Ramlah, Minggu.

BPBD Bintan sudah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak dan masih menghitung nilai kerugian. “Jika memenuhi kriteria, pemda akan membantu,” katanya.

Ramlah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. “Musibah tidak dapat diprediksi datangnya. Jika ada pohon lapuk, sebaiknya ditebang. Bagi yang hendak melaut, siapkan alat keselamatan,” pesannya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Ruko dan Rumah Warga di Bintan Porak Poranda Diterjang Angin Kencang pertama kali tampil pada Kepri.

Bupati Anambas Apresiasi 27 Tahun Eksistensi Batam Pos

0
Bupati Anambas
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, memberi apresiasi atas komitmen Batam Pos yang konsisten menyajikan informasi akurat kepada masyarakat selama 27 tahun.

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, mempertahankan eksistensi media selama hampir tiga dekade bukan hal mudah, apalagi dengan tantangan industri yang terus berkembang.

“Dua puluh tujuh tahun bukan waktu sebentar. Batam Pos telah membuktikan komitmen dan ketangguhannya di dunia jurnalistik,” ujar Aneng kepada batampos.co.id, Minggu (10/8/2025).

Ia menilai Batam Pos tak hanya konsisten memproduksi berita akurat dan relevan setiap hari, tetapi juga kembali aktif memberitakan perkembangan di Kabupaten Anambas dalam setahun terakhir.

“Pemkab Anambas tentu mendukung penuh kehadiran Batam Pos. Media kredibel sangat penting untuk pembangunan dan keterbukaan informasi di daerah,” tambahnya.

Aneng berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Batam Pos terus terjalin, untuk mengabarkan potensi dan perkembangan positif Anambas kepada masyarakat luas. (&)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Bupati Anambas Apresiasi 27 Tahun Eksistensi Batam Pos pertama kali tampil pada Kepri.

Kebakaran Lahan di Bintan Utara Hampir Hanguskan Rumah, Warga Panik

0
Kebakaran lahan Bintan
Petugas Damkar berusaha memadamkan api yang membakar lahan di jalan Datuk Laksamana, Gang Kapas, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Sabtu (9/8/2025) sore. F. Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos – Warga Jalan Datuk Laksamana, Gang Kapas, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, dibuat panik saat kebakaran lahan. Api membesar dan jaraknya hanya sekitar 10 meter dari rumah penduduk.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan peristiwa itu  terjadi pada Sabtu (9/8/2025) sore. Warga sempat berusaha memadamkan api secara manual. Namun, upaya itu terhambat karena air sumur mulai mengering.

“Warga akhirnya meminta bantuan damkar. Setiba di lokasi, kami temukan dua titik api, satu di dekat rumah warga dan satu lagi di area hutan,” jelas Panyodi, Minggu (10/8)

Menurutnya, api yang mengancam permukiman lebih dulu dipadamkan. Petugas kemudian fokus memadamkan titik api di hutan hingga benar-benar padam.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Nurman, menuturkan pihaknya sudah melakukan pengecekan lokasi. Berdasarkan hasil pengecekan, lahan terbakar milik mantan kepala desa dengan luas sekitar seperempat hektare.

“Lahan milik mantan kades, tapi penyebab kebakaran masih belum diketahui,” ujarnya.  (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Kebakaran Lahan di Bintan Utara Hampir Hanguskan Rumah, Warga Panik pertama kali tampil pada Kepri.

Ombudsman Kepri Desak BP Batam Tindak Dugaan Reklamasi Ilegal di Ocarina

0
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Siadari. Foto: Ombudsman Kepri untuk Batam Pos

batampos – Aktivitas reklamasi yang diduga ilegal terjadi di kawasan pesisir dekat Ocarina, Batam, menjadi sorotan serius. Sekitar 5 hektare laut dilaporkan telah ditimbun tanpa izin yang sah, dengan pelaku yang diketahui adalah seorang Anggota DPRD Batam.

Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari, mengonfirmasi aktivitas reklamasi tersebut diduga tidak berizin. “Saya dengar kabar itu (reklamasi di Ocarina) juga tak berizin,” katanya, Minggu (10/8).

Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, pihak yang melakukan reklamasi sedang mengurus izin saat ini. Namun jika memang tidak ada upaya mengurus izin, maka mereka harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Tidak ada urusan mau dia Anggota DPRD atau apa, semua sama di hadapan hukum. Tidak bisa ada perbedaan antara apakah itu politikus, apakah itu penegak hukum, atau rakyat biasa, semua itu sama di mata hukum,” ujar Lagat.

Ia mengatakan, tidak boleh ada perbedaan perlakuan dalam penegakan hukum. Lagat pun mendesak BP Batam sebagai pihak yang paling berkaitan dengan reklamasi di daerah untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Ini adalah ujian bagi Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam, apakah konsisten tidak mereka sama ucapannya dengan tindakannya. Buktikan kepada masyarakat,” katanya.

Penindakan pertama bisa dilakukan oleh BP Batam, atau melalui aparat kepolisian dan jaksa. Setelah itu, koordinasi dapat dilakukan dengan Ketua DPRD Batam untuk mendorong anggotanya agar patuh terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Meski demikian, dia mengingatkan agar tidak berprasangka buruk sebelum ada keterangan resmi dari BP Batam. “Saya minta BP Batam silahkan lakukan pemeriksaan. Kalau memang sudah melakukan pelanggaran hukum, buktikan ke masyarakat dan ditindak. Kemudian langsung berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,” tambahnya. (*) 

Reporter: Arjuna

Artikel Ombudsman Kepri Desak BP Batam Tindak Dugaan Reklamasi Ilegal di Ocarina pertama kali tampil pada Metropolis.

Pawai Pembangunan 2025, Amsakar dan Li Claudia Pimpin Perayaan Warna-warni Budaya Batam

0
Berbagai kendaraan hias menyemaralan rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke- 80 di Jalan Ahmad Yani Batamcenter, Minggu 10/8). Selain pawai kendaraan hias padawaktu yang sama Pemerintah Kota Batam juga menggelar pawai budaya. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Matahari pagi baru saja merangkak naik, namun jalanan di sekitar Sekolah Global Indo-Asia, Batam Centre, sudah dipenuhi riuh suara manusia, denting musik tradisional, dan gemuruh langkah para peserta pawai.

Minggu (10/8), Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar Pawai Pembangunan 2025. Acara tahunan ini memadukan semangat kebangsaan, keragaman budaya, dan kreativitas masyarakat.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad; bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, melepas langsung peserta. Keduanya berjalan di barisan depan bersama Forkopimda serta jajaran OPD Pemko Batam.

Di belakang rombongan pimpinan daerah, peserta Pawai Budaya tampil memukau dengan beragam baju adat dari Sabang hingga Merauke. Kilauan warna kain songket, batik, ulos, dan busana khas daerah lainnya berpadu indah di sepanjang rute pawai.

Sejumlah kelompok menampilkan tarian daerah lengkap dengan iringan musik tradisional. Ada pula peserta yang membawa properti khas dari daerah masing-masing, menambah kekayaan visual di setiap langkah pawai.

Dentuman musik marching band dan Bahana Barelang Drum Corps (BBDC) binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam semakin memeriahkan suasana. Irama yang menggelegar mampu menarik perhatian warga yang sudah berjejer sejak pagi.

Tak kalah menarik, Pawai Kendaraan Hias menjadi magnet tersendiri. Konvoi kendaraan melintas membawa pesan-pesan kreatif lewat hiasan penuh warna, mulai dari replika perahu layar tradisional, miniatur rumah adat, hingga ikon-ikon khas Kota Batam.

Beberapa kendaraan juga menampilkan replika alat tempur dan simbol instansi. Setiap kendaraan melaju perlahan sambil disambut lambaian tangan warga yang mengabadikan momen dengan ponsel.

Rute pawai kendaraan dimulai dari depan Fanindo Sanctuary Garden (samping Sekolah Global Indo-Asia), melewati Simpang Empat Masjid Agung, Bundaran Madani, Simpang Gelael, Flyover menuju Simpang Kepri Mall, lalu kembali ke Sekolah Global Indo-Asia dan finis di Graha Pena Batam Center.

“Inilah wujud semangat kebangsaan yang menyatukan kita. Mari kita terus warnai kehidupan dengan kegiatan produktif demi kemajuan daerah, bangsa, dan negara,” kata Amsakar.

Katanya, pawai ini adalah momentum mempererat persatuan di tengah keberagaman. “Kita boleh berbeda suku, bahasa, dan adat istiadat, tetapi di sini kita berdiri sebagai satu bangsa,” tambah dia.

Ia menilai kreativitas warga Batam dalam menampilkan kendaraan hias dan busana adat mencerminkan potensi besar di bidang seni, budaya, dan inovasi. Acara seperti ini menggerakkan banyak sektor, mulai dari UMKM, pariwisata, hingga seni budaya.

Pawai Pembangunan 2025 juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang sedang berada di Batam. Banyak di antara mereka ikut larut dalam kemeriahan, mengabadikan momen, dan menikmati keberagaman budaya yang disuguhkan.

“Pawai ini bukan hanya hiburan, tapi simbol persatuan. Semangat kebangsaan yang terpancar dari keragaman budaya ini harus kita jaga,” ujar Amsakar. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Pawai Pembangunan 2025, Amsakar dan Li Claudia Pimpin Perayaan Warna-warni Budaya Batam pertama kali tampil pada Metropolis.