Kendaraan alat bongkar muat melakukan bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batuampar, Senin (28/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan performa yang impresif. Pada triwulan II 2025, ekonomi Kepri tumbuh sebesar 7,14 persen (year-on-year), menjadikannya provinsi dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera.
Capaian tersebut jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera yang hanya sebesar 4,96 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, pertumbuhan ekonomi ini ditopang kuat oleh sektor industri pengolahan dan pertambangan, serta peningkatan signifikan pada investasi dan ekspor bersih.
“Pertumbuhan ekonomi Kepri ini merupakan sinyal kuat bahwa pemulihan dan ekspansi ekonomi berjalan efektif, terutama pada sektor industri pengolahan dan tambang,” tulis BPS Kepri dalam rilis resminya, Senin (5/8).
Secara sektoral, Industri Pengolahan menyumbang andil tertinggi terhadap pertumbuhan, yakni sebesar 2,91 persen, diikuti sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 2,18 persen, serta sektor Konstruksi sebesar 1,46 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, dorongan terbesar datang dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dengan andil 3,57 persen, diikuti Net Ekspor sebesar 2,74 persen. Nilai ekspor yang meningkat 21,36 persen menunjukkan peran penting perdagangan luar negeri dalam struktur ekonomi Kepri saat ini.
Jika dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q), ekonomi Kepri naik 2,51 persen, dengan pendorong utama dari sektor. Pertambangan dan Penggalian yang melonjak hingga 16,07 persen dan memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar 1,48 persen.
Secara kumulatif semester I 2025 (c-to-c), ekonomi Kepri juga mencatat pertumbuhan kuat sebesar 6,15 persen, lebih tinggi dibanding capaian tahun lalu sebesar 4,95 persen. Pertumbuhan tertinggi secara kumulatif dicapai oleh sektor Jasa Perusahaan sebesar 25,94 persen, serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,26 persen.
Dalam struktur regional Sumatera, Kepri menempati posisi kelima dengan kontribusi sebesar 7,18 persen terhadap total PDRB Pulau Sumatera. Provinsi ini berada di bawah Sumatera Utara (23,50 persen), Riau (22,45 persen), Sumatera Selatan (13,82 persen), dan Lampung (10,30 persen).
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri pada triwulan II 2025 tercatat sebesar Rp93,70 triliun atas dasar harga berlaku, dan Rp55,21 triliun atas dasar harga konstan. (*)
batampos – Dunia digital membuat masyarakat hidup dengan berbagai aspek menarik. Hal ini membuat kita kerap memantau platform digital.
Masyarakat secara terus-menerus berada dalam ruang internet tanpa adanya jeda. Perlahan memunculkan perasaan FOMO (Fear of Missing Out).
FOMO membuat seseorang membuka media sosial tanpa henti. Maka memerlukan digital detox.
Digital detox merupakan waktu di mana seseorang menjauh dari perangkat digital dan media sosial yang telah menjadi bagian dari hidup sehari-hari.
FOMO merupakan rasa takut ketinggalan akan media sosial. Ini 8 tanda membutuhkan detox digital, dikutip dari laman Brownhealth:
1. Melihat handphone secara rutin, sulit fokus jika tidak memeriksanya
2. Merasa takut jika tidak memantau media sosial
3. Saat mengakses media sosial merasa sedih, marah, dan cemas.
4. Panik atau stres karena handphone hilang
5. Handphone mengganggu kualitas tidur
6. Mulai membandingkan diri dengan orang lain di media sosial
7. Suka berinteraksi secara virtual dibanding bertatap muka langsung
8. Bermain handphone menyita waktu pekerjaan
Detox digital membantu mengurangi stres, fokus terjaga, tidur lebih nyenyak, hubungan dengan sekitar menjadi baik, dan lebih banyak waktu untuk hobi kita. Pentingnya komitmen dan konsistensi agar detox digital berjalan dengan baik.
Bisa dengan membuat rencana atau menetapkan tujuan agar detox digital berjalan dengan baik. Media sosial memang tidak bisa cegah, namun kita bisa mengatur diri sendiri agar tidak bereaksi berlebihan. (*)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. (Radar Surabaya)
batampos – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melarang anak-anak bermain permainan digital Roblox. Ia menyebut, permainan tersebut mengandung unsur berbahaya bagi anak-anak yang secara psikologis masih mengalami perkembangan.
Abdul Mu’ti menjelaskan, ketidakmampuan anak membedakan realitas dan fiksi membuat mereka cenderung meniru adegan-adegan dalam permainan, termasuk aksi kekerasan yang lazim terjadi di dunia virtual seperti Roblox.
“Sehingga praktik kekerasan yang ada di berbagai game itu bisa memicu kekerasan dalam kehidupan sehari-hari anak,” kata Mu’ti saat menghadiri acara peluncuran program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk anak sekolah di SDN Cideng 02, Jakarta Pusat, Senin (4/8).
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu mencontohkan, adegan membanting karakter atau lawan dalam permainan tersebut. Hal itu dianggap wajar dalam konteks game, tetapi bisa menjadi masalah serius jika dilakukan di kehidupan nyata.
“Misalnya, kalau di game itu dibanting, itu kan tidak apa-apa. Tapi kalau dia main dengan temannya kemudian dibanting, kan jadi masalah,” tegasnya.
Karena itu, Mu’ti menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengatasi paparan digital. Menurutnya, penggunaan gawai bagi anak-anak harus dibatasi semaksimal mungkin untuk mengantisipasi dampak negatifnya.
“Sejak awal harus kita pandu anak-anak kita ini untuk tidak mengakses informasi-informasi termasuk game-game yang mengandung kekerasan,” pungkasnya. (*)
Penjual daging di Pasar Mega Lengenda, Batam. F. Juliana Belence
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan pokok, khususnya daging sapi beku dan komoditas lain seperti cabai dan sayur-sayuran.
Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Firmansyah, menyampaikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menghadapi gejolak harga yang dikeluhkan masyarakat.
“Berdasarkan pemantauan kami, secara umum harga kebutuhan pokok di Batam masih relatif stabil. Tapi memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan karena persoalan distribusi dan ketersediaan stok,” ujarnya, Selasa (5/8).
Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan adalah daging sapi beku, yang saat ini menyentuh harga Rp115 ribu per kilogram di pasar tradisional. Menurut Firman, hal ini disebabkan minimnya stok di gudang distributor, bukan karena permainan harga di tingkat pedagang.
Merespons hal itu, Pemko Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah menjalin koordinasi erat dengan Asosiasi Distributor dan Bulog Batam. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keterjangkauan harga serta ketersediaan barang di pasar.
“Koordinasi juga dilakukan dengan BP Batam, Bea Cukai, Balai Karantina, dan instansi terkait lainnya. Kami bahkan mengusulkan agar Batam menjadi pintu masuk impor daging sapi atau kerbau beku langsung dari Brasil dan India, yang lebih murah dibanding sumber lain,” katanya.
Langkah konkret lain yang tengah dijalankan ialah pemantauan harga secara berkala di pasar-pasar utama, termasuk pengawasan stok di gudang-gudang distributor. Disperindag mencatat tren harga dari pekan ke pekan untuk mendeteksi potensi lonjakan sedini mungkin.
Dari data harga bahan pokok tanggal 4 Agustus, terlihat harga cabai merah keriting di Pasar Mega Legenda menyentuh Rp50.000/kg, naik dari Rp38.000 sepekan sebelumnya. Cabai rawit merah stabil di angka Rp55.000-Rp58.000/kg, sementara sayuran seperti sawi hijau dan kangkung naik hingga 80 persen di beberapa pasar.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemko Batam juga bakal menggelar operasi pasar murah, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan. Kegiatan ini menjadi penyeimbang pasar agar tidak terlalu didikte oleh fluktuasi pasokan dari luar daerah.
Selain itu, program sembako bersubsidi terus digulirkan. Firman menyebut, bantuan ini menyasar masyarakat kurang mampu dan juga berperan sebagai instrumen pengendalian inflasi di daerah.
Pemko Batam pun aktif menjalin kerja sama antar daerah dengan wilayah penghasil bahan pangan strategis seperti cabai, telur, daging, dan sayuran. Skema ini bertujuan memastikan pasokan tetap lancar meskipun pasaran nasional mengalami tekanan.
“Yang penting, kami tidak hanya reaktif tetapi juga membangun sistem jangka panjang agar masyarakat Batam bisa mengakses pangan murah dan berkualitas,” kata dia. (*)
Barang bukti beras oplosan merek Sania, Sovia, dan Fortune di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
batampos – Jumlah tersangka kasus beras oplosan bertambah. Pada Selasa (5/8), Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengumumkan tiga tersangka baru. Seluruhnya merupakan pimpinan perusahaan produsen beras premium merek Sania, Sovia, dan Fortune.
Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, tiga tersangka tersebut terdiri atas S selaku presiden direktur PT Padi Indonesia Maju (PIM), AI selaku kepala pabrik, dan DO selaku kepala quality control di perusahaan tersebut. PT PIM disebut sebagai produsen beras premium berbagai merek yakni beras merek Sania, Fortune, hingga Sovia.
Penyidik mendapati produk beras premium keluaran PT PIM yang beredar di pasar tradisional maupun ritel modern tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagaimana diatur dalam Permentan Nomor 31 Tahun 2017 dan Perbadan Nomor 2 Tahun 2023.
”Itu merupakan bentuk pengelabuan terhadap konsumen yang tidak dapat kami toleransi,” tegas Brigjen Helfi.
Perwira tinggi bintang satu Polri itu menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penyidikan secara komprehensif. Termasuk dengan memanggil dan memeriksa sebanyak 24 orang saksi, melakukan penggeledahan, dan penyitaan barang bukti di kantor dan gudang PT. PIM di Serang.
Tidak hanya itu, Satgas Polri juga melakukan uji laboratorium yang melibatkan Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Pascapanen Pertanian. Menurut Helfi, pihaknya mendapati kelemahan dalam sistem pengendalian mutu internal perusahaan. Dari 22 pegawai, hanya satu petugas Quality Control (QC) yang tersertifikasi.
Proses pengecekan mutu yang seharusnya dilakukan setiap dua jam hanya dilaksanakan satu hingga dua kali dalam sehari. Sebanyak 13.740 karung beras dalam kemasan serta lebih dari 58 ton beras patah turut disita sebagai barang bukti.
”Kami menghimbau para tersangka agar kooperatif selama proses penyidikan. Komitmen Polri sangat jelas: menindak tegas setiap bentuk pelanggaran dalam rantai pasok pangan, terlebih yang merugikan masyarakat luas,” ucap Helfi.
Oleh Satgas Pangan Polri, para tersangka dijerat menggunakan Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ancaman hukumannya hingga 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar. (*)
batampos – Seorang kurir narkoba berinsial DH nyaris meregang nyawa usai meloncat dari kapal yang sedang melaju. Pria berusia 44 tahun ini nekat kabur karena tertangkap basah tim BNN Kepri di Perairan Lagoi Bintan tengah membawa narkotika dari Malaysia. Narkotika jenis sabu dan ekstasi itu rencananya akan dibawa ke Batam.
Plt Kabid Pemberantasan BNNP Kepri, Kombes Nestor N Simanihuruk mengatakan DH merupakan satu-satunya tersangka yang berhasil diamankan. DH diketahui menyelundupkan sabu seorang diri dari Malaysia dengan menumpang kapal yang telah disiapkan warga Malaysia.
“Hanya dia tersangka, satunya DPO yang warga Malaysia. Kalau yang bawa kapal tidak terlibat,” ujar Nestor, kemarin.
Menurut dia, DH sempat nyaris tenggelam bersama barang bukti sabu dan ekstasi. Namun berhasil diselamatkan.
“Dia sempat hilang beberapa menit, lalu ditemukan terapung dan sudah banyak menelan air laut. Kalau terlambat sedikit, mungkin sudah meninggal,” kata Nestor.
DH ditangkap dalam kondisi lemas dan langsung dilarikan ke RS Kabil sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut. Setelah pulih, ia langsung diperiksa intensif oleh penyidik.
Dari tangan DH, petugas menyita 5 kilogram sabu, 3.000 butir ekstasi, dan 129,9 gram serbuk ekstasi. Barang haram itu disimpan dalam kantong plastik dan diletakkan di dalam kapal. Diduga kuat, narkotika itu diambil di titik koordinat tengah laut dari kapal asal Malaysia.
“Modusnya, kurir dijemput dari Batam lalu menuju titik temu di laut. Barang diambil, lalu dibawa kembali ke Batam. Dari sini akan dikirim ke Jakarta,” jelas Nestor.
DH mengaku hanya bertugas mengambil dan mengantar. Ia tidak mengenal siapa pengendali di Malaysia maupun siapa penerima di Batam atau Jakarta. Jaringan ini diketahui menggunakan sistem terputus untuk menghindari pelacakan.
“Dia hanya terima perintah dari orang yang juga tidak dikenal secara langsung. Ini membuat pengungkapan jaringan besar menjadi sangat sulit,” tambah Nestor.
Penyelundupan ini menjadi salah satu kasus terbesar dari delapan kasus yang diungkap BNNP Kepri sepanjang Juni hingga Juli 2025. Dimana ada beberapa kasus lainnya dengan total 15 tersangka.
Hari itu, BNN Kepri, juga memusnahkan barang bukti yang dibawa DH dan lainnya.
Total narkotika yang dimusnahkan 8.252,31 gram sabu, 2.990 butir ekstasi, 119,9 gram serbuk ekstasi, dan 5,6 gram ganja.
Atas perbuatannya, DH dan tersangka lainnya dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati. (*)
Jemaah haji lansia dan risiko tinggi yang disiapkan untuk melaksanakan safari wukuf. (MCH 2025)
batampos – Indonesia Corruption Watch (ICW) secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait penyelenggaraan haji 2025 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan tersebut menyasar satu penyelenggara negara dan dua pegawai negeri di Kementerian Agama (Kemenag).
Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah menjelaskan pihaknya membawa dua poin utama dalam laporan tersebut, yakni dugaan penyimpangan layanan masyair yang mencakup proses Arafah, Muzdalifah, dan Mina, serta pengurangan spesifikasi konsumsi jemaah haji.
ICW turut mencontohkan peralatan untuk menunjukkan perbedaan antara makanan yang diberikan kepada jemaah dan yang tercantum dalam kontrak. ICW menemukan indikasi pemilihan dua perusahaan penyedia yang dimiliki oleh satu orang.
“Berdasarkan hasil penghitungan kami, individu tersebut menguasai pasar sekitar 33 persen dari layanan umum yang total jemaah hajinya sekitar 203.000 orang,” kata Wana di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (5/8).
Ia menyebut, hal ini bertentangan dengan UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli. ICW menduga, terdapat tiga masalah dalam pengadaan katering penyelenggaraan haji 2025.
Pertama, jumlah kalori makanan jamaah tidak memenuhi standar Permenkes Nomor 28 Tahun 2019, yakni hanya berkisar 1.715–1.765 kkal, di bawah kebutuhan 2.100 kkal per hari. Kedua, adanya dugaan pungutan 0,8 riyal per sajian oleh salah satu terlapor yang disebut menghasilkan keuntungan hingga Rp50 miliar.
Ketiga, pengurangan spesifikasi makanan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara sekitar Rp255 miliar. Temuan terakhir ini selaras dengan hasil pemantauan Tim Pengawas Haji DPR RI pada 24 Juli 2025.
“Dari sini harapannya KPK dapat menindaklanjuti seluruh informasi dan analisis yang kami sampaikan sehingga penyelenggaraan haji di tahun depan itu dapat berjalan lancar dan sesuai dokumen,” tegas Wana.
Menanggapi laporan tersebut, juru bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan apresiasi atas peran aktif masyarakat. KPK memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Setiap laporan pengaduan yang diterima KPK selanjutnya akan dilakukan verifikasi atas validitas informasi dan keterangan yang disampaikan pelapor,” ucap Budi.
Setelah itu, KPK akan melakukan telaah dan analisis untuk memastikan ada tidaknya dugaan tindak pidana korupsi serta kewenangan penanganannya.
“Update tindaklanjutnya hanya bisa disampaikan kepada pelapor, sebagai bentuk akuntabilitas,” pungkasnya.
KPK saat ini juga tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Beberapa pihak, termasuk dari Kemenag dan agen perjalanan, telah dimintai keterangan, di antaranya Kepala BPKH Fadlul Imansyah hingga pendakwah Khalid Basalamah. (*)
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu truk pengangkut tanah dan dua sepeda motor yang terjadi di Jalan Pajajaran, Nongsa, Rabu (9/7).
batampos – Kecelakaan yang melibatkan truk angkutan tanah marak terjadi dalam beberapa bulan belakangan. Truk ini menabrak mobil, bahkan melindas pengendara motor hingga tewas.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan pihaknya tidak bisa menindak truk berdasarkan jam operasional. Sebab, hingga saat ini aturan jam operasional truk belum ditentukan.
“Jam operasional truk ini tidak ada, itu di Dishub dan BP Batam. Kami tindak jika sudah ada regulasinya,” ujarnya, Selasa (5/8).
Afid menjelaskan dengan tidak adanya aturan jam operasional, pihaknya hanya bisa menindak truk yang Over Dimension Overloading (ODOL). Seperti truk yang mengangkut tanah melebihi kapasitas.
“Misalkan tanah angkutannya itu sampai tinggi, kalau ini kita temukan langsung ditilang,” katanya.
Afid mengaku permasalahan keceakaan truk ini sudah menjadi perhatiannya. Bahkan, ia mempertanyakan jam operasional truk ini saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Batam.
“Ini sudah kita sampaikan di RDP,” tegasnya.
Selain mempertanyakan jam operasional, Afid mengaku pihaknya sudah rutin mengedukasi para sopir truk tersebut dengan mendatangi perusahaan-perusahaan.
Dalam sosialisasi tersebut, kata Afid, pihaknya menekankan penggunaan terpal. Kemudian edukasi tentang penggunaan lajur bagi kendaraan truk harus menggunakan lajur kiri ketika bermuatan dan berjalan dengan kecepatan rendah atau pelan.
“Bagi pelanggaran yang menimbulkan fatalitas kecelakaan, kita lakukan upaya penegakkan hukum melaui ETLE mobile,” tutupnya. (*)
batampos – Apakah Anda merasa pikiran tidak pernah diam, terlalu sibuk, dan sulit untuk fokus? Kondisi ini sering kali berasal dari respons stres berlebihan yang mengaktifkan sistem saraf pusat tanpa kendali.
Akibatnya, otak terasa penuh sesak oleh pikiran, emosi bercampur aduk, dan tubuh ikut mengalami ketegangan.
Ketika stres dibiarkan berlarut-larut, bukan hanya kesehatan mental yang terganggu, tetapi juga fisik dan hubungan sosial.
Tidur menjadi tidak nyenyak, suasana hati mudah berubah, dan produktivitas menurun drastis.
Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat.
Salah satu cara paling efektif adalah dengan mengenali penyebab stres serta mempraktikkan teknik untuk menenangkan respons otak secara sadar.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari teknik sederhana namun ilmiah untuk mengatasi stres, menenangkan pikiran yang sibuk, serta mengatur ulang cara kerja otak agar lebih tenang dan fokus yang dirangkum dari BRAIN TRAINING AUSTRALIA pada Rabu (6/8).
1. Mengenali Gejala Stres Sebelum Terlambat
Stres bukan hanya sekadar perasaan tertekan. Gejalanya bisa muncul dalam bentuk emosional maupun fisik.
Misalnya, Anda mungkin merasakan perubahan suasana hati, mudah marah, merasa terasing dari lingkungan sekitar, hingga mengalami gangguan tidur yang berkepanjangan.
Secara fisik, stres dapat memunculkan rasa tidak nyaman seperti sakit kepala, nyeri otot, gangguan pencernaan, dan bahkan serangan panik.
Semua gejala ini merupakan tanda bahwa sistem saraf Anda sedang bekerja terlalu keras.
Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa memengaruhi berbagai aspek kehidupan Anda.
Dengan memahami gejala sejak awal, Anda memiliki peluang lebih besar untuk mengatasi stres sebelum menjadi kronis.
Kesadaran ini adalah langkah pertama menuju penyembuhan dan pemulihan yang berkelanjutan.
2. Teknik STOP: Metode Sederhana untuk Mengendalikan Pikiran
Teknik STOP merupakan akronim dari Slow down (perlambat), Take a breath (ambil napas), Observe (amati), dan Proceed (lanjutkan).
Metode ini membantu Anda untuk memutus siklus stres yang terus berulang dengan membangun kesadaran atas apa yang sedang terjadi di tubuh dan pikiran Anda.
Saat Anda memperlambat respons otomatis tubuh, lalu mengambil napas dalam dan mengamati kondisi emosional serta fisik Anda, pikiran mulai kembali tenang.
Teknik ini juga mengajak Anda membedakan mana fakta dan mana perasaan, serta fokus pada hal yang bisa dikendalikan.
Dengan latihan rutin, otak Anda akan terbiasa melakukan proses ini secara refleks.
Anda pun akan mampu menanggapi stres dengan lebih bijak, mengurangi reaktivitas, dan menjalani hidup dengan lebih sadar serta penuh kendali.
3. Manfaat Latihan Otak dan Neurofeedback bagi Stres
Selain teknik mental, teknologi seperti neurofeedback brain training dapat membantu menenangkan sistem saraf yang terlalu aktif.
Metode ini bekerja dengan menganalisis aktivitas otak dan memberikan umpan balik untuk mengajarkan pengaturan diri secara alami.
Dengan bantuan terapi perilaku kognitif (CBT), teknik ini tidak hanya menenangkan otak, tetapi juga mengubah pola pikir negatif yang menjadi pemicu stres.
Anda akan dibimbing untuk memahami akar masalah dan diajarkan strategi untuk meresponsnya dengan lebih rasional dan tenang.
Kombinasi antara neurofeedback dan CBT terbukti efektif mengurangi gejala kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki kemampuan konsentrasi.
Hasilnya, Anda bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan penuh kendali atas diri sendiri.
4. Risiko Jika Respons Stres Tidak Diatur dengan Baik
Jika stres terus dibiarkan tanpa pengelolaan yang tepat, sistem saraf akan terus berada dalam kondisi siaga tinggi.
Hal ini menyebabkan kelelahan kronis, gangguan tidur, dan risiko meningkatnya penyakit jantung, stroke, hingga gangguan mental seperti depresi dan kecemasan berat.
Selain itu, stres yang tidak ditangani akan memengaruhi kebiasaan sehari-hari seperti pola makan yang buruk, ketergantungan terhadap zat adiktif, serta kecenderungan untuk mengisolasi diri.
Semua ini memperburuk kondisi kesehatan dan menciptakan siklus stres yang semakin sulit diputus.
Dengan mengenali bahayanya, Anda memiliki motivasi lebih kuat untuk mulai mengambil langkah-langkah sederhana demi mengatur stres.
Mengelola respons stres bukan hanya soal kenyamanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kualitas hidup Anda.
5. Dampak Positif dari Kesadaran Diri dalam Mengelola Stres
Salah satu kunci utama dari pengelolaan stres yang sukses adalah kesadaran diri.
Saat Anda bisa mengenali apa yang sedang dirasakan dan mengapa perasaan itu muncul, Anda punya kendali lebih besar untuk memilih reaksi yang sehat.
Teknik STOP mendorong Anda untuk hadir sepenuhnya dalam momen saat ini, bukan terjebak dalam pikiran yang berlebihan.
Seiring waktu, Anda juga akan lebih peka terhadap kondisi orang lain dan dapat menciptakan lingkungan sosial yang lebih empatik dan penuh pengertian.
Dengan kesadaran yang tumbuh, Anda akan lebih mudah memprioritaskan hal-hal yang penting, memisahkan ego dari tindakan, dan bertindak sesuai tujuan hidup.
Inilah fondasi dari ketenangan batin dan keberhasilan dalam mengelola stres jangka panjang.
6. Langkah Awal Menuju Pikiran yang Lebih Tenang dan Sehat
Jika Anda merasa kewalahan dan tidak tahu harus mulai dari mana, langkah pertama yang dapat diambil adalah mencari bantuan profesional.
Tim ahli di berbagai pusat pelatihan otak dapat membantu mengevaluasi kondisi Anda dan menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan unik Anda.
Melalui sesi awal, Anda akan dikenalkan pada metode yang paling cocok, baik itu pelatihan neurofeedback, terapi CBT, atau kombinasi keduanya.
Setiap pendekatan dirancang untuk membantu Anda mengembangkan ketahanan mental serta membangun ulang hubungan sehat dengan pikiran Anda sendiri.
Tujuan akhirnya adalah membantu Anda menemukan versi diri yang lebih fokus, lebih damai, dan tidak lagi dikuasai oleh pikiran yang sibuk.
Anda pun dapat menjalani hidup yang lebih bermakna, bahagia, dan seimbang. (*)
batampos – Mutasi dan rotasi gerbong perwira tinggi (pati) Polri yang berlangsung hari Selasa (5/8) menempatkan Komjen Dedi Prasetyo sebagai wakapolri. Jenderal bintang 3 Polri itu dipilih menggantikan Komjen (Purn) Ahmad Dofiri yang pensiun sejak akhir Juni lalu.
Tentu saja, Dedi bukan jenderal sembarangan. Dia sudah pernah mengisi sejumlah jabatan strategis di Korps Bhayangkara.
Lahir pada 1968 silam, Dedi menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian hingga lulus pada 1990. Dia kemudian melanjutkan studi di PTIK pada 1991.
Hasrat Dedi untuk belajar membawanya meraih gelar S1, S2, S3 hingga akhirnya dianugerahi gelar profesor pada 2022. Gelar itu sekaligus menjadikan Dedi sebagai salah satu dari sangat sedikit jenderal yang sukses menjadi profesor.
Bila ditilik ke belakang, riwayat jabatan Dedi juga mentereng. Dia berpengalaman pada bidang sumber daya manusia (SDM). Namun, Dedi juga kerap mendapat kepercayaan mengisi jabatan penting.
Mulai Kasatreskrim Polrestabes Surabaya pada 2007, Kapolres Kediri pada 2008, Kapolres Lumajang pada 2009, hingga Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 2012.
Setelah itu, Dedi dipercaya menjadi Karopenmas Divhumas Polri pada 2018, Kapolda Kalteng pada 2020, Kadivhumas Polri pada 2021, dan As SDM Kapolri pada 2023. Setahun kemudian, Dedi mendapat kenaikan pangkat dari irjen menjadi komjen. Kenaikan pangkat itu seiring dengan posisi baru yang diemban oleh Dedi sebagai Irwasum Polri.
Melalui keterangan yang disampaikan kepada awak media pada Selasa malam (5/8), Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menyampaikan bahwa penunjukkan Komjen Dedi menjadi wakapolri sesuai dengan Surat Telegram bernomor ST/1764/VIII/KEP./2025 tanggal 5 Agustus 2025 dan surat keputusan nomor Kep/1186/VIII/2025 tanggal 5 Agustus 2025
”Secara keseluruhan terdapat 61 personel yang mutasi dengan rincian, jabatan PJU (Pejabat Utama) Mabes Polri 8 personel sebagai berikut. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, Kabareskrim Komjen Syahardiantono, Kabaintelkam Polri Komjen Akhmad Wiyagus, Astamaops Kapolri Komjen Mohammad Fadil Imran, Kabaharkam Polri Irjen Karyoto,” terang.
Selain itu, 2 PJU Mabes Polri lain yang dimutasi adalah Kadivhubinter Polri yang sebelumnya diisi oleh Irjen Krishna Murti kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana dan Kapusjarah Polri nantinya bakal diduduki oleh Kombes V. Bagas Uji Nugroho. (*)