
batampos – Puluhan pelajar di Kabupaten Kepulauan Anambas diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi hidangan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (15/4).
Para korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMK, yang tersebar di sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Siantan Tengah.
Peristiwa ini terjadi beberapa jam setelah para siswa menyantap makanan yang dibagikan sekitar pukul 10.00 WIB. Sekitar pukul 13.00 WIB, para pelajar mulai mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing secara bersamaan.
“Mereka menyantap MBG pukul 10 pagi, kemudian sekitar jam 1 siang mulai muntah-muntah,” ujar seorang warga, Gina.
Ia menyebutkan, kasus pertama kali terdeteksi di SMP Negeri 1 Air Nangak, Desa Teluk Sunting, sebelum kemudian laporan serupa muncul dari sekolah lainnya.
“Keponakan saya yang sekolah di SMP Negeri 1 mengeluh pusing dan mual. Tidak lama kemudian, dari sekolah lain juga dilaporkan hal yang sama,” jelasnya.
Para pelajar yang mengalami gejala langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Direktur RSUD Palmatak, Iswirawijaya, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menangani sekitar 40 pelajar dengan gejala serupa.
“Kami belum bisa memastikan penyebabnya karena masih menunggu hasil laboratorium. Korban juga masih terus bertambah,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain dirawat di RSUD Palmatak, sejumlah korban juga ditangani di Puskesmas Siantan Tengah dan Puskesmas Palmatak karena keterbatasan ruang perawatan.
“Di rumah sakit, penanganan dilakukan dengan pemberian infus dan obat-obatan. Kami juga berkoordinasi dengan puskesmas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk, Jaya, menyebutkan menu makanan yang disajikan pada hari kejadian terdiri dari tumis sawi, wortel, buncis, telur sambal kecap, tempe goreng, nasi putih, serta buah kelengkeng.
Menanggapi kejadian tersebut, Polres Kepulauan Anambas langsung menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan. Petugas bersama instansi terkait melakukan pengumpulan sampel makanan, pemeriksaan dapur penyedia MBG, serta meminta keterangan dari pihak sekolah dan pengelola.
Selain itu, polisi juga mendata jumlah korban serta menelusuri distribusi makanan ke sekolah-sekolah yang terdampak.
Hingga saat ini, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.(*)
Artikel Puluhan Pelajar Anambas Muntah dan Pusing Usai Konsumsi MBG, Dirawat di RSUD Palmatak pertama kali tampil pada Kepri.








