Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 11577

Dukung Industri, BP Batam Miliki 12 Proyek Jalan pada 2019, Dana Telah Tersedia

0
SEJUMLAH pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati dan menghindari kubangan di jalan yang banyak berlubang tepat di Jalan Raya Hang Kesturi menuju kawasan industri Kabil.
f. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pembaca, BP Batam telah menyiapkan rangkaian pembangunan dan perawatan jalan pada 2019.

Adapun, 12 proyek pengembangan jalan tersebut, yakni

  • Pembangunan jalan kolektor dari Jalan Anggrek Hitam menuju Jalan Arteri Pattimura di Kabil, Nongsa dengan anggaran Rp 7,1 miliar.
  • Pembangunan jalan kolektor dari samping Perusahaan Musim Mas menuju Jalan Hang Kesturi di Kabil, Nongsa Rp 8,1 miliar.
  • Pembangunan jalan kolektor dan jembatan di Kawasan Industri Sekupang menuju Kawasan Industri Britoil tahap pertama Rp 10 miliar.
  • Perbaikan jalur lambat Jalan Sudirman dari Simpang Jam sampai Simpang Kabil Rp 4 miliar.(tahap 1)
  • Pembangunan jalur kedua jalan Kawasan Industri Batam Centre di depan Kawasan Industri Tunas Industrial Park 2 dengan anggaran Rp 7 miliar.
  • Kemudian pembangunan dan peningkatan jalan Kawasan Industri Tanjunguncang Tahap Kedua Rp 3,6 miliar.
  • Peningkatan jalan Kawasan Industri Pelabuhan Sagulung, Tanjunguncang Rp 3,1 miliar.
  • Pembangunan dan peningkatan jalan Kawasan Industri Seilekop tahap kedua Rp 2,9 miliar.
  • Perbaikan jalan Kawasan Industri Sintai, Tanjunguncang Rp 2,4 miliar.
  • Pembangunan jalan kolektor kawasan Tanjungpiayu menuju Tembesi tahap pertama dengan anggaran Rp 11,7 miliar.
  • Pembangunan jalan dan Jembatan Sambau dengan anggaran Rp 46,3 miliar.
  • Perbaikan underpass Pelita.

Deputi IV BP Batam Eko Budi Soepriyanto mengatakan anggaran tersebut berasal dari tambahan dana yang sudah disetujui Komisi VI DPR RI sebagai anggaran tambahan BP Batam.

Jumlahnya Rp 340 miliar yang dialokasikan untuk pengembangan sarana jalan sebanyak Rp 110 miliar, pengembangkan pelabuhan laut di Batuampar dan Kabil Rp 100 miliar dan pengembangan Bandara Hang Nadim sebanyak Rp 130 miliar.

”Semuanya masuk program 2019 dan bertujuan memperlancar dan mendukung arus lalu lintas,” katanya di BP Batam, Rabu (26/12/2018).

Kondisi Jalan Hang Kesturi, Nongsa yang buruk sudah lama menghantui pengelola Kawasan Industri Terpadu Kabil (KITK). Karena hal tersebut, banyak perusahaan mi-nyak dan gas (migas) yang tidak melirik investasi di Batam karena jalanannya dianggap berbahaya sehingga tidak aman.

”Kendala utama kita adalah jalan yang tidak layak karena sering rusak berat ketika banjir,” ucap Direktur Kabil Citra Nusa yang mengelola KITK, Peters Vincen, Rabu (26/12/2018).

Peters mengatakan, saat kondisi puncak, yakni ketika banyak perusahaan yang memberlakukan over time (OT), maka jumlah orang yang ada di KITK bisa mencapai 25 ribu, baik itu pekerja pabrik, karyawan kantor, pedagang, dan lainnya.

”Sehingga saat ramai sering terjadi kecelakaan,” ucapnya.

Karena realita ini, banyak perusahaan migas internasional yang menganggap KITK gagal memenuhi standar keamanan bagi para pekerja.

”Ketika perusahaan migas dunia mau kasih pekerjaan, kami gagal penuhi karena jalannya yang tidak aman. Makanya kami sangat mendukung jika pemerintah mau membangun jalan yang layak agar perusahaan di Kabil bisa dapat pekerjaan lebih mudah,” paparnya.

Sebelumnya, KITK sudah berbicara dengan Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengenai hal ini. Bahkan, gubernur juga sudah meninjau dan ikut terjebak banjir.

”Dari wali kota sendiri sudah mulai ada perbaikan drainase. Tapi belum menyeluruh sehingga tak efektif,” jelasnya. (leo)

Indonesia Tolak Bantuan Internasional

0
Keceriaan anak di Pengungsian dan Posko Kesehatan Kemensos RI, Rabu (26/12/2018)–FOTO : MUHAMAD ALI/JAWAPOS

batampos.co.id –  Korban tewas akibat tsunami di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam lalu, terus bertambah seiring masih terus dilakukannya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).

Hingga Rabu (26/12) pukul 13.00 WIB, tercatat 430 orang meninggal dunia dan 159 lainnya hilang.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.495 luka dan jumlah pengungsi mencapai 21.991 orang. Sementara kerusakan properti meliputi 924 rumah, 73 penginapan, 60 warung, 434 perahu dan kapal, 24 kendaraan roda 4, 41 kenda­raan roda 2, dan masing-masing satu dermaga dan shelter.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari terhitung sejak Sabtu (22/12) hingga Jumat (4/1) mendatang.

Sementara Kabupaten Lampung Selatan menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari dimulai pada Minggu (23/12) hingga Sabtu (29/12) mendatang.

Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa operasi SAR yang dilakukan oleh petugas gabungan difokuskan untuk mencari korban baik di laut maupun di daratan. Sementara distribusi bantuan logistik difokuskan untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terjangkau.

Utamanya di Kecamatan Sumur di selatan Pandeglang.

Dari sekitar 6 desa yang sebelumnya terisolasi di Kecamatan Sumur, Pandeglang, petugas sudah berhasil mencapai Taman Jaya dan Tunggal Jaya di Kecamatan Sumur.

“Sudah didirikan rumah sakit lapangan juga di sana,” kata Sutopo, kemarin.

Sutopo mengatakan bahwa bantuan logistik dialirkan melalui beberapa jalur. Yakni jalur darat, laut, dan udara. Jalur darat masih sulit karena selain banyak ruas jalan yang rusak, banyak masyarakat yang berseliweran mencari keluarganya, atau mencari tempat yang aman.

“Bahkan ada yang datang dari luar daerah,” katanya.

Ada total 11 helikopter yang dioperasikan baik untuk SAR dan dropping logistik ke area-area yang masih terisolasi. Sutopo mengatakan, bahwa operasi SAR kerap terganggu karena faktor cuaca ekstrem dan isu tsunami susulan yang membuat banyak petugas takut mendekat ke pantai.

“Bahkan di Labuan sekarang terjadi banjir,” katanya.

Sementara itu, Kemenhub mengevakuasi total 1.200 orang penduduk dari Pulau Sebuku dan Sebesi. Komplek kepulauan yang terdekat dengan Krakatau. Para penduduk tersebut diangkut dengan kapal feri ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

“Selanjutnya seluruh pengungsi dibawa ke Pendopo Kabupaten Lampung Selatan,” tutur Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo.

Agus mengatakan, Kementerian Perhubungan akan terus berupaya memberikan dukungan dan bantuan kepada para korban tsunami di Selat Sunda, baik berupa sarana transportasi maupun bantuan kemanusiaan lain yang dibutuhkan.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terus meningkat membuat beberapa warga Pulau Sebesi memilih untuk mengungsi. Namun, menurut salah satu warga Pulau Sebesi, Umar Hadi, masih banyak juga yang memilih tetap tinggal di pulau dan menjaga rumahnya.

Sesuai rekomendasi dari BMKG, BPBD Pandeglang dan Banten mengimbau pada masyarakat untuk tidak beraktivitas di area 500 meter dari pantai untuk mengantisipasi adanya tsunami susulan.

Sementara itu Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Abdurrahman M. Fachir menegaskan sampai saat ini tidak ada rencana membuka akses bantuan internasional untuk penanganan tsunami Selat Sunda.

’’Ucapan simpati dan bela sungkawa dari internasional banyak,’’ katanya di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) kemarin.(tau/wan/JPG)

Arus Penumpang di Bandara Hang Nadim Kembali Normal

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Arus penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam kembali normal, Rabu (26/12). Direktur Badan Usaha Bandara Udara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso memperkirakan penumpang yang datang dan pergi dalam beberapa hari ke depan sebanyak 7 ribuan orang.

”Tidak ada lonjakan (penumpang, red) lagi, mulai normal,” ujarnya.

Selama arus mudik Natal, kata Suwarso, hanya satu maskapai saja yang membuka extra flight, yakni Sriwijaya Air. ”Tidak adanya permintaan extra flight ini, karena beberapa maskapai mengerahkan pesawat berbodi besar seperti Citilink menggunakan A320, Garuda dengan A330-nya. Pesawat ini menampung lebih banyak penumpang, biasanya hanya 180 orang, sekarang 300 orang,” sebutnya.

Masih terkait arus mudik Natal, Suwarso mengatakan untuk daerah bagian barat rute dipadati penumpang yakni Batam ke Medan. Sedangkan bagian timur, Batam menuju Surabaya. ”Selain itu ada Padang, Pekanbaru, Bandung, dan Yogyakarta,’ tuturnya.

Pada Natal tahun ini, Suwarso melihat permintaan masyarakat turun. Salah satu penyebabnya, pemberlakuan harga tiket ambang batas atas. ”Jadi mungkin itu (pemberlakuan harga tiket ambang batas atas, red) salah satu penyebabnya,” ucapnya. ”Adapun untuk puncak arus balik Natal dan Tahun Baru diperkirakan pada 6 Januari,” sambungnya.(ska)

 

Penjual Terompet Mulai Bermunculan

0

batampos.co.id – Jelang pergantian tahun, sejumlah pedagang terompet mulai bermunculan di pinggir-pinggir jalan raya. Meski masih sepi pembeli, para penjual tetap optimis jualan mereka dilirik. Seperti terlihat di pinggir Jalan Seipanas.

Yudi, warga Bengkong mengaku sudah beberapa hari berjualan terompet. Terompet dijual berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu, tergantung model dan jenis, serta dan besar kecilnya. ”Jual topeng juga sebagai variasi, harganya Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribuan. Sekarang masih sepi,” sebutnya.

Sementara itu, pengrajin terompet di Kampung Durian, Bukit Beruntung, Seipanas, semangat membuat ratusan terompet setiap harinya. Selain untuk dijual ke pengecer, terompet-terompet itu juga merupakan pesanan beberapa hotel di Batam.

Imam, seorang pengrajin sudah membuat terompet sejak pekan lalu. Ada bebera-pa jenis terompet yang dibuat seperti terompet panjang, kupu-kupu, biola, naga, tabung, marsha, dan lainnya. ”Ada banyak jenis. Dalam sehari bisa membuat 300 terompet,” sebutnya.

Dikatakannya, membuat terompet hanyalah kerja musiman jelang Tahun Baru. Hal itu sengaja ia lakoni untuk menambah uang belanja keluarga. Tempat membuat terompet pun sengaja ia sewa bersama rekannya Wahid. ”Tempat ini kami sewa sebulan khusus membuat terompet. Harganya bervariasi mulai Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu,” terang Imam.

Menurut dia, tahun lalu ia tak banyak mendapat untung dikarenakan malam pergantian tahun baru hujan. Karena itu, tahun ini ia berharap agar malam Tahun Baru tidak hujan.

”Sekarang masih sepi, biasanya ramai dua hari jelang malam Tahun Baru,” ungkapnya.
Tidak hanya terompet yang biasanya digunakan kebanyakan warga untuk menyambut malam pergantian tahun, aksesoris lain seperti kembang api, mercon juga kerap digunakan, terutama oleh anak-anak.

Pantauan Batam Pos, terompet beragam jenis mulai dijajakan di Pasar Tiban Center, Sekupang kemarin. Sinta, 26, penjaga toko di Tiban Center mengatakan, di toko tempat bekerja sudah menjual terompet sejak 23 Desember lalu. Namun masih sedikit pembelinya. ”Mungkin karena malam Tahun Baru masih lama ya, makanya masih sedikit yang terjual,” kata Sinta.

Terompet yang disediakan di toko tempat ia bekerja hanya dua bentuk, berbentuk kepala naga dan terompet biasa yang hiasi dengan kertas kado. Untuk harga juga terjangkau. Untuk terompet berbentuk kepala naga dijual Rp 17 ribu, sedangkan terompet biasa Rp 8 ribu. ”Bentuknya sederhana jadi harganya tidak mahal,” ungkapnya. (she/cr2/nji)

Pemkab Natuna Bangun Tiga Puskesmas Tipe C

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tahun 2019 mendatang Pemerintah Kabupaten Natuna kembali membangun puskesmas tipe C di pulau perbatasan. Tahun 2018 ini juga telah dibangun tiga pus-kesmas serupa di tiga wilayah perbatasan lainnya.

Lokasi yang akan dibangun di antaranya di Kecamatan Serasan, Pulau Tiga, dan Batubi. Tahun 2018 sebelumnya sudah dibangun di Pulau Laut, Serasan Timur, dan Subi.

”Sebenarnya bakal dibangun lima puskesmas tipe C, tapi direvisi hanya tiga yang diba-ngun. Namun dalam rencananya, pembangunan fisik sudah dilengkapi sarana dan fasilitasnya,” kata Siswandi, Selasa (25/12/2018).

Dikatakan Siswandi, pembangunan puskesmas tipe C di kecamatan tersebut bersumber dari APBN 2019. Dengan sasarannya mengoptimalkan pelayanan keseha-tan masyarakat yang sulit dijangkau pelayanan di RSUD.

”Memang puskesmas tipe C ini sudah termasuk lengkap, banyak pasien bisa ditangani. Sehingga banyak diperlukan dokter di pulau-pulau,” ujarnya.

Dikatakan Siswandi, keberadaan puskesmas tipe C di pulau-pulau yang memiliki rentang kendali cukup jauh, sehingga diharapkan dapat mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

”Misalnya saja kasus melahirkan. Kondisi tertentu, tidak lagi harus dirujuk ke RSUD. Karena dengan menyeberang laut penuh risiko untuk kasus melahirkan selama ini di Natuna,” ujar Siswandi.

Menurutnya, tiga puskesmas yang sudah dibangun 2018 di Pulau Laut, Serasan Timur, dan Pulau Subi, sarananya saat ini belum lengkap. Harus dilengkapi bertahap. Berbeda dengan kegiatan 2019, kegiatan fisik sudah termasuk sarana kesehatan. (arn)

ATB Batam Konsisten Pacu Inovasi Berbasis Teknologi

0

ATB menjadi benchmark bagi perusahaan pengelola air baik dalam maupun luar negeri

PT Adhya Tirta Batam (ATB) terus berupaya mendorong kesiapan dalam penerapan teknologi yang digunakan untuk mengelola air bersih di Batam. Mulai dari penyediaan teknologi terbaru hingga penyerapan dan transfer teknologi tersebut untuk perkembangan perusahaan. Integrasi teknologi digital dan fisik dilakukan ATB dari berbagai unit baik di produksi, distribusi, mobilitas, komunikasi maupun pelayanan serta pembayaran tagihan.

Konsep Smart Water Company yang selama ini dijadikan basis operasional pelayanan ATB terus mengalami peningkatan baik dari sistem maupun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang digunakan. Menariknya, inovasi teknologi ATB dibangun oleh tenaga SDM internal ATB sendiri tanpa bantuan pihak ketiga. ATB tidak pernah berpuas diri dan secara kontinyu terus melakukan pengembangan inovasi teknologi terkini menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Konsistensi ATB dibuktikan dengan kesiapterapan teknologi yang digunakan selama ini. ATB SCADA 4.0 terintegrasi menjadi barometer potensial untuk melihat transformasi kinerja pelayanan yang dihasilkan dari waktu ke waktu. Seluruh unit kerja di ATB terkoneksi dalam satu sistem otomatisasi berbasis cyber sehingga mempermudah pelayanan dan pengambilan keputusan”, jelas Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary pada Jumat (21/12).

Aspek yang paling menantang dari penerapan sistem 4.0 adalah resiko keamanan pada teknologi informasi. Integrasi sistem ini akan memberi ruang untuk pelanggaran keamanan dan kebocoran data. Namun, ATB melalui departemen IT & System telah membuat sistem keamanan data base yang mumpuni. Bahkan ATB meraih The Best IT Data Security di ajang DataGoVai Award 2018 beberapa waktu lalu.

Kiprah ATB melayani kebutuhan air bersih Kota Batam sudah teruji dengan menjadi benchmark bagi perusahaan air dalam dan luar negeri. Terobosan luar biasa diciptakan ATB melalui sistem ATB SCADA 4.0 terintegrasi yang memiliki kemampuan memasukkan Big Data Analytic dari seluruh komponen operasi yang dipadukan dengan sistem Enterprise Resource Planning (ERP).

Teknologi ATB SCADA 4.0 telah menjadi sistem percontohan bagi pengembangan dan operasional perusahaan lainnya. Hingga saat ini, hanya ATB yang mampu memiliki sistem SCADA yang terintegrasi di bidang pengelolaan air minum. Indonesia dan negara lainnya memerlukan modernisasi sektor pelayanan publik, utilitas, pertanian dan peternakan. Penerapan inovasi teknologi yang mumpuni menjadikan ATB layak diproyeksikan sebagai operator air kelas dunia di masa depan dan sulit tergantikan.

 

CSR ATB di MPP Kumpulkan Ratusan Kantong Darah

0
Sejumlah karyawan dan masyarakat Batam mengikuti kegiatan donor darah bersama ATB di MPP beberapa waktu lalu.

Secara rutin ATB menggelar kegiatan CSR dibidang kesehatan, sedikitnya donor darah ATB digelar dalam tiga kali periode. Dipenghujung tahun 2018 ini, donor darah ATB dilangsungkan di Mal Pelayanan Publik (MPP), hasilnya kegiatan berjalan sukes.

Setiap gelaran donor darah, ATB selalu menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam. Hal ini bertujuan agar pengambilan darah dari pendonor bisa berjalan dengan baik. Darah yang berhasil diambil bisa langsung masuk ke bank darah PMI.

Donor darah di MPP yang di mulai pukul 10.00-15.00 WIB berhasil mengumpulkan 214 pendaftar dengan jumlah kantong darah terkumpul sebanyak 156 kantong darah.

“Donor darah ini merupakan agenda rutin yang digelar tiga kali dalam setahunnya. Dan ini merupakan bagian dalam Corporate Social Responsibility (CSR) ATB dibidang kesehatan,” ujar Presiden Direktur ATB Ir Benny Andrianto MM didampingi Head of Corporate Secretary ATB Maria Y Jacobus di sela-sela kegiatan donor darah ATB Kamis (20/12) lalu.

Antusias masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan donor darah yang disiapkan ATB setiap tahunnya terlihat. Tidak hanya dari kalangan masyarakat, sejumlah personil dari instansi pemerintah, TNI, Polri, bahkan mahasiswa selalu ikut antri memberikan sejumlah darah.

“Kegiatan donor darah jadi kegiatan yang baik untuk dilakukan, kami juga mengucapkan  terimakasih kepada pendonor yang telah berpartisipasi, menyumbangkan darah bagi yang membutuhkan,” ujar Maria Jacobus.

Sepanjang tahun 2010 hingga 2018, ATB telah berhasil mengumpulkan 3.125 kantong darah dalam kegiatan donor darah ATB. “Setiap tahunnya total darah yang dikumpulkan sekitar 400-500 kantong darah,” tutur Maria

ATB memberikan nuansa berbeda untuk penyelenggaraan kegiatan donor darah kali ini. Donor darah yang sudah hampir sembilan tahun digelar ini biasanya dilakukan di area lingkungan kantor ATB saja, namun kini digelar secara terbuka yang bisa diakses masyarakat.

“Supaya memberikan kesempatan kepada banyak pihak untuk bisa ikut terlibat, sehingga mereka bisa berbagi kepada yang membutuhkan,” jelasnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan, kegiatan donor darah bersama ATB ini diharapkan bisa terus berkelanjutan dimasa mendatang.

“Terimakasih kepada ATB telah menyelenggarakan kegiatan donor darah di MPP, serta kegiatan ini bisa terus berjalan setiap tahun sehingga lebih banyak masyarakat bisa datang ke MPP baik untuk berdonor maupun mengurus perizinan,” ucap Gustian

Kegiatan donor darah yang sudah dilakukan ATB dengan melibatkan resimen mahasiswa dari Politeknik Negeri Batam dalam bidang kesehatan ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. Khususnya dalam membantu ketersedian stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) Batam.

“Semoga apa yang kita lakukan ini, bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kedepan kegiatan kegiatan CSR ATB akan tetap berjalan,” tutup Maria. (*)

 

Pemko Batam Umumkan Hasil Tes CPNS sebelum Akhir Tahun

0
PELAMAR Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemko Batam melihat hasil tes di Gedung Bersama Pemko Batam, Sabtu (3/11) lalu. (Cecep Mulyana)

batampos.co.id – Hingga kini, pengumuman hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) belum ditentukan. Akan tetapi, pengumuman ditargetkan akan dilakukan sebelum akhir 2018. Artinya, antara pekan ini dan awal pekan depan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kepri Andri Febrian mengatakan, panitia seleksi nasional (Panselnas) CPNS 2018 tengah melakukan proses pemeringkatan.

”Tinggal menunggu keputusan hasil pengolahan data oleh panselnas,” ucap Andri, Rabu (26/12).

Menurut dia, kelak peserta CPNS akan memperoleh informasi tidak dengan mengunjungi lokasi tertentu namun disampaikan oleh instansi masing-masing.

”Pengumuman di website resmi instansi mereka masing-masing,” imbuh dia.

Untuk diketahui, kuota CPNS baru tahun 2018 di lingkungan Pemko Batam hanya 363 orang. Sementara pendaftar awal sebanyak 6.741 orang, setelah seleksi administarsi menjadi 5.399 orang.

Dari jumlah ini yang lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) atau memenuhi ambang batas hanya 204 orang, artinya kurang dari kuota 363 orang. Kemudian keluar keputusan penambahan peserta menjadi 765 orang untuk mengikuti tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yang kini mennggu hasil lulus atau tidaknya menjadi CPNS.

Ia menyampaikan, sejatinya peserta juga bisa memprediksi apakah laik menjadi CPNS yakni dengan menjumlahkan nilai SKD dengan SKB.

”Tapi secara resmi belum bisa (jadi patokan), nunggu panselnas dulu,” imbuhnya.
SKB merupakan tahapan seleksi akhir. Penentuan lulusnya peserta menjadi CPNS kelak akan ditentukan berdasarkan perangkingan gabungan nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan SKB, dengan komposisi penilaian 40 persen SKD dan 60 persen SKB.

“Peringkat tertinggi setelah penggabungan akan lulus jadi CPNS. Pemeringkatan dilakukan berdasarkan masing-masing formasi dan lokasi unit kerja,” terangnya.(iza)

Dor, …. selepas Mobil Serempet Motor, Pengendara Mobil Tewas

0
Suasana Pemakaman Letkol Dono Kuspriyanto yang menjadi korban penembakan di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur pada Selasa (25/12) malam. Korban dimakamkan di Taman Makam Bahagia Dreded Bogor, Rabu (26/12). Nelvi/Radar Bogor.

batampos.co.id – Aksi koboi jalanan terjadi di Jakarta pada Selasa (25/12) malam. Kejar-kejaran di jalan, disertai tembakan, merenggut korban jiwa seorang perwira menengah TNI AD.

Korban adalah Letkol CPM Dono Kuspriyanto yang bertugas di satuan Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD). Adapun pelaku penembakan adalah JR, oknum anggota TNI Angkatan Udara berpangkat Serda, yang bertugas di POM AU.

Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel (Inf) Kristome Sianturi membenarkan telah terjadi penembakan yang menewaskan perwira mene-ngah TNI AD.

“Kejadiannya di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Awalnya karena mobil korban menyerempet motor pelaku,’’ kata Kristome di Markas Kodam Jaya, Jakarta, Rabu (26/12).

Berdasarkan data yang dihimpun Kodam Jaya, korban mengendarai mobil dinas dengan nomor registrasi 2334-34 tanpa menggunakan seragam. Korban yang melintas di jalan tersebut menyerempet motor yang dikendarai pelaku.

JR yang tidak terima motornya diserempet kemudian mengejar mobil korban. ’’Karena tidak terima dikejarlah korban dan dicegat,’’ katanya.

Pelaku yang berhasil mengejar dan mencegat korban melayangkan tembakan ke arah depan mobil yang mengenai kaca depan.

’’Tembakannya dua kali di bagian depan,’’ jelasnya.

Namun, tembakan tersebut tidak bisa menghentikan mobil yang dikemudikan oleh korban. Dono masih memacu mobilnya. Namun, pelaku juga terus mengejar dan mengarahkan tembakan ke bagian belakang mobil. Tembakan pelaku kali ini mengenai kaca bagian bawah sebelah kiri dan nomor plat.

Seketika itu juga mobil yang dikendarai korban terhenti dengan kondisi mesin masih menyala.

’’Mobil berhenti karena korban mendapatkan luka tembak pada bagian pelipis dan luka tembak tembus dari punggung ke perut,’’ tambahnya.

Setelah melakukan aksinya pelaku melarikan diri dengan menggunakan ojek dan meninggalkan motor miliknya. Petugas gabungan Polda Metro Jaya, Pomdam Jaya, POM AU dan Den Inteldam Jaya datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus membawa korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi dan visum. Saat dilakukan olah TKP didapati sembilan butir selongsong peluru, satu tas berisikan ponsel milik pelaku dan identitas.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi (tengah), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (kiri), dan Kasubdispenum AU Letkol Sus M. Yuris memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus penembakan anggota Polisi Militer AD (Pomad) Letkol Dono Kuspriyanto di Makodam Jaya, Jakarta, Rabu (26/12/2018). Kapendam Jaya menyatakan kasus penembakan dipicu akibat kendaraan yang dikendarai tersangka anggota TNI AU Serda JR saling bersenggolan dengan kendaraan yang dikemudikan korban Letkol Dono Kuspriyanto di kawasan Jatinegara.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Selanjutnya aparat gabungan membentuk tim kecil untuk memburu pelaku. Tim berhasil menangkap pelaku di Jalan Wijaya Kusuma, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu (26/12) pukul 04.24 pagi.

Berdasar keterangan saksi mata, pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 dia melihat sebuah mobil berwarna hijau dikejar oleh pengendara motor Yamaha N-Max dari arah Kampung Melayu menuju Matraman, Jakarta Timur.

’’Saya posisi di depan Rumah Sakit Hermina lihat mobil ngebut sambil dikejar sama motor,’’ ucapnya.

Selanjutnya korban yang mengemudikan mobil dinas TNI AD itu masuk jalur Trans Jakarta dan terjebak karena situasi saat itu jalan sedikit tersendat. Pengendara motor yang tadinya mengejar memarkirkan motornya di atas trotoar.

Saksi mata yang berprofesi sebagai pedagang itu mendengar suara letusan dari senjata api lebih dari satu kali.

’’Kalau saya lihat dari jauh pengendara motornya mendekati mobil yang tadi dikejar dan terdengar bunyi tembakan kurang lebih empat kali,’’ imbuhnya.

Namun setelah diadang oleh JR mobil yang dibawa oleh Dono masih melaju sejauh 100 meter dan berhenti tepat di seberang Sekolah Santa Maria.

’’Pas mobil itu berhenti saya dan warga sekitar mencoba melihat ternyata ada bapak-bapak badannya sudah penuh darah bekas tembakan,’’ ungkapnya.(wib/JPG)

Tahanan Titipan di Rutan Batam Meninggal

0
Suasana Rutan
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Jony alias Along, seorang tahanan rutan Batam dalam perkara kasus penipuan, meninggal dunia saat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam karena sakit, Selasa (25/12) sore. Jony sendiri merupakan tahanan titipan Kejaksaan Ne-geri Batam yang kasusnya belum memiliki kekuatan hukum tetap.

”Setahu saya Jony tak punya penyakit berat. Tadi (kemarin) kami dikabari polisi kalau anak saya meninggal dunia di rumah sakit. Makanya kami sekeluarga ingin memastikan kebenarannya apakah anak saya ini meninggal dunia karena sakit atau karena apa,” ujar Eng Ngo, ibu Jony kepada Batam Pos di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri saat jenasah Jony hendak di autopsi, Rabu (26/12) dini hari.

Eng Ngo mengaku akan mengikhlaskan kepergian anaknya bagaimanapun hasil autopsinya. Namun, hingga berada di rumah duka marga Tionghoa di Batubatam, Eng Ngo mengaku belum diberitahukan hasil autopsi anaknya tersebut.

”Tadi Susanti, istri anak saya sempat minta hasil autopsi penyebab Jony meninggal dunia. Tapi katanya hasilnya belum bisa diberitahu ke kami, masih di tangan polisi,” ujarnya.

Jony sendiri dilaporkan oleh Asrul atas kasus penipuan senilai Rp 7 miliar. Laporan tersebut diproses dan Jony dijadikan tersangka hingga kemudian terdakwa. Sebulan lalu tepatnya pada tanggal 13 November, kuasa hukum kor-ban, yakni Eliswita menga-takan, Jony sempat dijenguk ayahnya, Ahay ke Rutan Barelang. Sampai di depan halaman rutan, kata Eliswita, Ahay mendadak dipukul atau dikeroyok lima orang yang tak dikenalnya.

”Tak hanya ayahnya, korban pun di hari yang sama juga sempat dipukul kelima orang yang mengeroyok ayahnya. Tak tahu apa sebabnya,” ujar Eliswita yang dibenarkan juga oleh Alvis dan Taufik, kuasa hukum ayah korban.

Sebelumnya, pantauan Batam Pos di RS Bhayangkara, beberapa kerabat Jony termasuk ibunya ikut begadang menunggui jenazah anaknya yang hendak diautopsi. Sementara istri korban, Su-santi tak nampak di RS Bha-yangkara karena berada di kepolisian mengambil surat persetujuan autopsi suaminya.

Autopsi sendiri baru dimulai sekitar pukul 01.30 WIB. Paginya sekitar pukul 10.00 WIB, jenazah Jony langsung dibawa ke rumah duka marga Tionghoa di Batubatam. Hasil autopsi sendiri mengu-atkan bahwa kematian Jony murni sakit, usus buntunya pecah hingga terjadi infeksi di organ dalamnya.

Robinson
foto: batampos.co.id / dalil harahap

Kepala Rutan Batam Robinson mengatakan pada Selasa (25/12) sekitar pukul 16.00 WIB Jony mengeluh sakit dan diare. Untuk memberikan pertolongan, Jony kemudian dibawa ke Klinik Rutan.

”Saat Jony di klinik, kita hubungi orangtuanya, tidak lama orangtuanya datang,” kata Robin saat ditemui di Rutan, Rabu (26/12/2018).

Selama mendapatkan pena-nganan di klinik, Jony beberapa kali buang air besar. ”Selama ini memang Jony mengeluh sakit perut dan mencret, dia juga sudah beberapa kali berobat ke klinik,” kata Robin.

Karena kondisi Jony semakin parah, akhirnya petugas berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan agar Jony dirujuk ke rumah sakit. Jony pun di rujuk ke rumah sakit didampingi oleh orangtuanya.

”Jadi, kita dapat kabar dari rumah sakit bahwa Jony meninggal, ya kita mau bilang apa, kita sudah lakukan pena-nganan semaksimal mungkin sesuai prosedur,” jelas Robin.(gas/une)