Serah terima aset Pelabuhan Sei Tenam dari Pemerintah Provinsi Kepri kepada Pemkab Lingga, Rabu (27/8). F. Istimewa untuk Batam Pos.
batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga resmi menerima hibah aset Pelabuhan Sei Tenam dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Penyerahan aset tersebut dilakukan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Rabu (27/8).
Dalam kegiatan itu, serah terima hibah aset pelabuhan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri kepada sejumlah kabupaten/kota, termasuk Lingga.
Kepala Dishub Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal yang hadir mewakili Pemkab Lingga, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kepri atas kepercayaan yang diberikan.
“Alhamdulillah, upaya selama lebih kurang 3,5 tahun agar aset Pelabuhan Sei Tenam bisa dihibahkan kepada Pemkab Lingga akhirnya terealisasi,” ujar Hendry.
Dengan serah terima ini, seluruh pengelolaan dan pemeliharaan Pelabuhan Sei Tenam resmi menjadi tanggung jawab Dishub Lingga. Hendry menambahkan, pelabuhan tersebut berpotensi memberikan tambahan pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi.
Dari seluruh aset yang ada di Pelabuhan Sei Tenam, hanya Kantor UPTD Dishub Provinsi Kepri yang tidak dihibahkan. Aset tersebut nantinya dialihkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri dan akan difungsikan sebagai Kantor UPTD DKP di Lingga. (*)
Dua orang pesuruh dari pemilik mikol, sedang mengangkut bir dari Gudang Satpol PP Anambas. F. Ulil Amri untuk Batam Pos.
batampos – Sebanyak 8.304 kaleng bir atau 346 kis minuman beralkohol (mikol) yang sebelumnya disita, resmi dikembalikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas kepada pemiliknya.
Proses pengembalian berlangsung di kantor Satpol PP Anambas, Tarempa, Selasa (26/8) sore.
Kepala Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Anambas, Ulil Amri, mengatakan pengembalian dilakukan setelah pemilik melengkapi syarat administrasi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
“Satpol PP hanya melakukan pengamanan. Begitu ada perintah untuk dikembalikan, anggota langsung keluarkan mikol dari gudang,” ujar Ulil, Rabu (27/8).
Bir tersebut tidak diambil langsung oleh pemilik, melainkan oleh orang suruhan mereka. Data Satpol PP menyebut pemilik yang sah antara lain Ban Hong, Eny Dedek, dan Song Siung alias Jhon.
Ulil menambahkan, sempat ada lima orang yang mengaku sebagai pemilik. Namun setelah diverifikasi, hanya tiga yang terbukti benar-benar memiliki barang, sementara dua lainnya diduga terkait dengan pemilik kapal pengangkut.
Sementara itu, Kepala Disperindag Anambas, Masykur, menegaskan bir sitaan yang dikembalikan tidak boleh dijual di wilayah Anambas.
“Mereka harus kembalikan ke distributor resmi di Tanjungpinang. Kapan mereka kembalikan, kami tunggu laporan dari pemilik,” jelas Masykur.
Ia menjelaskan, ribuan kaleng bir itu masuk ke Anambas melalui jalur resmi, namun tidak memiliki izin edar sesuai Peraturan Bupati (Perbup) No 45 Tahun 2017 tentang pengendalian penjualan minuman beralkohol.
“Dalam Perbup, toko kelontong tidak boleh menjual minuman beralkohol. Padahal pemiliknya hanya punya toko kelontong,” kata Masykur.
Menurutnya, Pemkab berencana merevisi Perbup agar lebih sesuai dengan kondisi saat ini.
“Alhamdulillah para pemilik sadar bahwa izin itu penting. Mereka bahkan sudah mengurus izin ke PTSP. Tinggal kita revisi Perbup supaya bisa mengakomodir,” tambahnya.
Sebagai informasi, ribuan kaleng bir ini sebelumnya disita petugas gabungan dari KM Alferro pada Rabu (23/7/2025). Dalam operasi yang melibatkan BIN, BAIS, dan Pemkab Anambas itu, petugas juga menemukan 1.104 kaleng bir impor asal Singapura. Seluruh barang tersebut diketahui berasal dari Kijang, Kabupaten Bintan. (*)
Yudha (tanpa baju) pembobol Restoran Jian Mian ditangkap polisi di Perumahan Buana Impian, Sagulung. F.Noval untuk Batam Pos
batampos – Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja menangkap Yudha Sakti, karyawan Restoran Jian Mian, Nagoya Thamrin. Pria 20 tahun ini membobol tempat kerjanya saat tutup dan mencuri sejumlah barang.
Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto mengatakan pencurian ini diketahui dari laporan manager restoran. Pelaku menggasak barang yang ada dikasir, seperti ponsel, laptop, dan uang tunai Rp 1,4 juta.
“Menerima laporan, Polsek Lubuk Baja melakukan serangkaian proses penyelidikan. Ternyata terduga pelaku adalah helper koki atau cook helper restoran itu sendiri,” ujarnya.
Dalam aksinya, pelaku terekam CCTv restoran. Terlihat pelaku masuk restoran menggunakan hoodie dan langsung menuju kasir, serta merusak laci menggunakan obeng.
“Pelaku masuk restoran dengan cara merusak, membongkar, memotong, memecah, dan memanjat,” kata Noval.
Yudha ditangkap di tempat persembunyiannya di Perumahan Buana Impian, Sagulung. Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti berupa nota transaksi penjualan restoran, kotak ponsel yang dicuri, rekaman CCTV, dan pakaian pelaku.
“Setelah mencuri, pelaku tidak masuk bekerja dan tidak ada kabar lagi,” ungkap Noval
Kepada polisi, Yudha mengaku melakukan pencurian karena membutuhkan uang. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3e dan 5e KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.
“Pelaku mengakui perbuatannya dan saat ini sudah kita amankan tanpa perlawanan,” tutupnya. (*)
Pencari kerja saat menyerahkan berkas lamaran di job fair yang dilaksanakan di Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Sebanyak 1.282 pencari kerja (pencaker) menyerahkan berkas lamaran pada Job Fair yang digelar di Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, 22-23 Agustus 2025.
Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan, Informasi Pasar Kerja dan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja Bintan, Wan Darmais mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari 909 orang pada hari pertama dan 373 orang pada hari kedua.
“Lamaran yang masuk sedang direkap masing-masing perusahaan,” kata Wan Darmais saat dihubungi, Rabu (27/8).
Dalam job fair, pencari kerja melakukan registrasi dan menyerahkan langsung berkas lamaran ke perusahaan tujuan. Setelah itu, perusahaan akan memproses lamaran sesuai kebutuhan posisi.
Kadisnaker Bintan, Ii Santo menegaskan pihaknya terus memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan sebagai upaya menekan angka pengangguran di daerah.
Job fair ini melibatkan 24 perusahaan yang membuka 216 posisi dengan total kebutuhan tenaga kerja mencapai 922 orang.
Selain itu, kesempatan juga diberikan bagi penyandang disabilitas agar dapat mencari pekerjaan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. (*)
Kunjungan Danrem 033/WP ke lokasi pembangunan Yonif 849/Beladu Sakti di Desa Musai dan Makodim di Kelurahan Raya, Lingga. F. Vatawari/Batam Pos.
batampos – Komandan Korem 033/WP Tanjungpinang, Brigjen TNI Bambang Herqutanto, M.Han melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga selama dua hari, 26 hingga 27 Agustus 2025.
Kunjungan ini untuk memastikan progres pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) 849/Beladu Sakti yang berlokasi di Desa Musai, Kecamatan Lingga.
Kedatangan Brigjen TNI Bambang disambut Bupati Lingga, Muhammad Nizar, beserta jajaran pejabat utama dan Forkopimda Lingga di Pelabuhan Tanjung Buton, Daik Lingga, Selasa (26/8).
Dalam peninjauan tersebut, Brigjen TNI Bambang menyampaikan bahwa pembangunan Yonif 849/Beladu Sakti tidak hanya sebatas pembentukan satuan baru, tetapi juga sebagai penguatan sistem pertahanan di wilayah strategis nasional serta dukungan ketahanan pangan di Kepri.
“Pembangunan ini bukan sekadar pembentukan satuan baru. Kehadiran Yonif 849 diharapkan mampu memperkuat pertahanan sekaligus mendukung sektor pangan di Kepri,” ujarnya, Rabu (27/8).
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan progres pembangunan sudah mencapai 42 persen. Brigjen TNI Bambang memastikan pengerjaan berjalan sesuai target.
Saat ini, sekitar 50 personel yang akan ditempatkan di Yonif 849 telah berada di Batam dan dijadwalkan bergeser ke Lingga pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Yonif 849/Beladu Sakti nantinya akan diperkuat lebih dari 1.100 personel yang terbagi dalam beberapa kompi, di antaranya Kompi Pertanian, Kompi Peternakan, Kompi Konstruksi, Kompi Kesehatan, dan Kompi Senapan.
“Dengan pembagian kompi ini, personel diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membangun Kabupaten Lingga ke depan,” tegas Brigjen TNI Bambang.
Selain Yonif 849, Brigjen TNI Bambang juga meninjau pembangunan Makodim di Kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat. Pembangunan Makodim disebut sudah rampung sebagian besar dan tinggal menunggu peresmian.
“Sebagian besar sudah rampung, untuk peresmian akan dilakukan secepatnya tergantung pemerintah daerah,” jelasnya.
Wakil Bupati Lingga, Novrizal, menyampaikan apresiasi kepada TNI AD khususnya Korem 033/WP atas pembangunan satuan baru di wilayahnya.
“Semoga kehadiran Yonif 849 di Kabupaten Lingga dapat mempererat sinergi antara TNI AD dan pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pembangunan di Lingga,” pungkas Novrizal. (*)
Petugas BC Tanjungpinang saat merazia rokok ilegal di toko-toko. F. Bea Cukai Tanjungpinang untuk Batam Pos.
batampos – Bea Cukai (BC) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mencatat lonjakan signifikan peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai sepanjang semester pertama 2025.
Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan BC Tanjungpinang, Ade Novan, menyebutkan sebanyak empat juta batang rokok ilegal berhasil diamankan dalam periode Januari hingga Juli 2025. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding periode yang sama pada 2024.
“Semester tahun lalu rokok ilegal yang kita amankan ada sebanyak dua juta batang. Tahun ini, naik menjadi empat juta batang,” kata Ade Novan, Rabu (27/8).
Selain rokok ilegal, BC Tanjungpinang juga menyita 376,39 liter minuman beralkohol tanpa izin, 75 balpres pakaian bekas, hingga 13 gram sabu.
Petugas bahkan menemukan penumpang kapal yang membawa uang tunai lebih dari Rp100 juta tanpa melapor. Pemiliknya pun dikenai denda sebesar 10 persen dari nilai uang tersebut.
Dari seluruh hasil penindakan, nilai barang yang berhasil disita mencapai lebih dari Rp20 miliar. Adapun kerugian negara ditaksir lebih Rp5,2 miliar. Selain itu, terdapat empat surat bukti penindakan Ultimum Remidium (UR) dengan nilai lebih dari Rp418 juta.
Menurut Ade, capaian tahun ini jauh lebih tinggi dibanding 2024. “Tahun lalu denda dari hasil penindakan hanya Rp96 juta. Tahun ini Rp400 juta lebih berhasil kita kumpulkan untuk masuk ke kas negara,” pungkasnya. (*)
Ilustrasi. Sampah menumpuk di pinggir jalan menuju galangan kapal Seilekop, Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – DPRD Kota Batam bersama Pemerintah Kota Batam menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 dengan total nilai Rp4,7 triliun. Kesepakatan ini ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD Batam, pada Rabu (27/8).
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam, Muhammad Mustofa, mengatakan penyusunan KUA dan PPAS mengacu pada pedoman Permendagri No 77/2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah. Dokumen tersebut memuat kondisi ekonomi makro daerah, asumsi penyusunan APBD, kebijakan pendapatan, belanja, pembiayaan daerah, serta strategi pencapaian target pembangunan.
Dalam pembahasan, DPRD dan Pemko Batam menyepakati sejumlah program prioritas yang akan digarap. Di antaranya, pembentukan UPTD Bidang Persampahan, optimalisasi pendapatan dari sektor pariwisata, hingga peningkatan penyaluran angkatan kerja kepada perusahaan melalui program pelatihan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema pinjaman tanpa agunan sebesar Rp20 juta. Mustofa mengatakan, program ini akan diarahkan agar benar-benar tepat sasaran, menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan modal usaha.
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) juga akan dilibatkan secara aktif. BRIDA nanti bakal melakukan riset mengenai optimalisasi parkir tepi jalan, pengelolaan sampah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta penerimaan dari pajak hotel dan restoran. Hasil kajian tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan agar kebijakan pendapatan daerah lebih akurat.
“BRIDA juga akan mengkaji feasibility study pembangunan pasar pemerintah. Dengan begitu, data riil dapat mendukung retribusi persampahan dan retribusi parkir tepi jalan,” kata Mustofa.
Meski sejumlah inovasi dan perencanaan disepakati, dia mengungkapkan adanya penurunan pendapatan transfer dari pusat ke daerah. Kondisi ini menyebabkan perubahan pada pos belanja yang sebelumnya dirancang dalam dokumen awal KUA-PPAS.
Berdasarkan hasil pembahasan, total Pendapatan Daerah pada KUA dan PPAS APBD Batam Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp4,6 triliun. Angka ini menjadi dasar dalam menyusun arah belanja daerah.
Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) terjadi peningkatan dari rancangan awal Rp2,50 triliun menjadi Rp2,58 triliun setelah pembahasan bersama Badan Anggaran. Kenaikan sebesar Rp77 miliar ini, menurutnya, menunjukkan adanya peluang optimalisasi penerimaan daerah.
Sebaliknya, pendapatan transfer dari pemerintah pusat mengalami penurunan. Dari rancangan awal sebesar Rp2,1 triliun, angka itu berkurang Rp106 miliar menjadi Rp2,0 triliun.
“Kondisi ini harus diantisipasi dengan langkah efisiensi dan peningkatan PAD,” ujarnya.
Sementara itu, kategori lain-lain pendapatan daerah yang sah justru mengalami kenaikan. Semula Rp159 miliar, hasil pembahasan dengan Badan Anggaran menambah jumlahnya menjadi Rp166 miliar, atau naik Rp6,1 miliar. (*)
Wali Kota/Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama para pejabat dan Presiden Komisaris Mayapada Healthcare saat seremoni peletakan batu pertama pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, Sekupang. F. Istimewa untuk Batam Pos.
batampos – Mayapada Healthcare resmi memulai pembangunan rumah sakit internasional di Batam, Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) .
Seremoni peletakan batu pertama digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, Sekupang, Rabu (27/8).
MABIH dibangun di atas lahan 2,9 hektare dengan konsep green hospital berkapasitas 250 tempat tidur. Tahap pertama akan memanfaatkan lahan 1,68 hektare, sedangkan tahap kedua dikembangkan menjadi klinik spesialis dan fasilitas penunjang. Rumah sakit ini ditargetkan rampung pada akhir 2027.
Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir menegaskan kehadiran MABIH bukan hanya investasi kesehatan, tapi juga langkah strategis mengurangi ketergantungan masyarakat berobat ke luar negeri.
“Setiap orang Indonesia berhak mendapat layanan kesehatan berstandar internasional tanpa harus jauh-jauh,” ujarnya.
Plt Sekjen Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin, menyebut hampir dua juta warga Indonesia setiap tahun masih berobat ke luar negeri dengan potensi kebocoran devisa Rp200 triliun. Ia menilai MABIH akan jadi proyek strategis kesehatan nasional.
Sementara itu, Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menyebut investasi lebih dari Rp1 triliun ini akan menghadirkan teknologi mutakhir.
Fasilitas unggulannya meliputi layanan kardiovaskular, onkologi, neurologi, gastrohepatologi, hingga ortopedi. Teknologi canggih seperti bedah robotik generasi terbaru, terapi genetik, hingga pemantauan jantung berbasis AI bakal tersedia.
“Dengan kolaborasi bersama Apollo Hospitals India, MABIH bukan sekadar rumah sakit, tapi pusat inovasi medis kelas dunia yang dapat menekan arus pasien ke luar negeri,” kata Navin.
Sementara, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menambahkan, kehadiran MABIH diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Batam melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya tarik wisata kesehatan.
“Kehadiran Mayapada yang berstandar internasional, maka yang sebelumnya menyebrang keluar negeri untuk berobat, nanti cukup di sini. Bahkan kita optimis dapat menarik pasien luar negeri untuk berobat kesini. Mayapada akan jadi destinasi baru bagi wisata kesehatan Batam,” ujar Amsakar.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turun langsung menemui mahasiswa yang berunjuk rasa terkait persoalan banjir, sampah, dan lain-lain, pada Rabu (27/8) di DPRD Batam. Foto. Arjuna/ Batam Pos
batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turun langsung menemui mahasiswa yang berunjuk rasa terkait persoalan banjir, sampah, dan lain-lain, pada Rabu (27/8) di DPRD Batam. Dalam audiensi tersebut, Amsakar berkomitmen untuk menyelesaikan dua masalah krusial itu.
Persoalan sampah di Batam kini berada pada level yang serius. Volume sampah harian mencapai 850 hingga 1.300 ton per hari. Jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk Batam yang sekitar 1,3 juta jiwa, maka satu orang menghasilkan rata-rata 1 kilogram sampah per hari.
“Ini proses dari hulu sampai hilir. Tidak bisa hanya memperbincangkan hilirnya saja, tapi juga harus kita bicarakan ujungnya,” katanya.
Ia menyebut, persoalan sampah bukan hanya milik Batam, tetapi juga kota-kota besar lainnya di Indonesia. Akan tetapi, Batam harus menyiapkan langkah preventif agar tidak terjebak pada penanganan darurat semata.
Salah satu langkah kecil yang pernah dilakukan Pemko Batam, lanjutnya, ialah menggelar sayembara di media sosial untuk menindak warga yang membuang sampah sembarangan.
“Tapi saya harapkan sebenarnya ada kesadaran bersama-sama,” ujarnya.
Ia mengajak mahasiswa untuk berperan lebih luas. Tidak hanya sebagai penyampai aspirasi, melainkan juga turut menyosialisasikan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Baginya, penerapan sanksi berupa tindak pidana ringan (tipiring) bagi pembuang sampah sembarangan memang dimungkinkan. Namun, dia belum memilih jalan itu lantaran khawatir justru akan menimbulkan konsekuensi kerugian bagi masyarakat.
“Kalau mau diberlakukan denda, apa harus begitu? Membuang sampah tidak pada tempatnya masuk tipiring. Tapi saya tidak ingin ada konsekuensi kerugian dari masyarakat karena praktik itu,” kata dia.
Sejak awal menjabat, pihaknya telah berupaya memperkuat armada pengelolaan sampah. Ada penambahan buldozer di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, sebab tempat itu menurutnya berpotensi membahayakan dalam 15 tahun ke depan.
Selain itu, Pemko Batam juga telah menambah 14 unit arm roll, satu unit buldozer tambahan dari pemerintah, serta satu buldozer bantuan dari pengusaha. Tak hanya itu, 90 unit bin kontainer juga sudah ditempatkan di sejumlah titik strategis. Meski begitu, upaya tersebut masih belum cukup tanpa partisipasi publik.
“Kompleksitas persoalan sampah membutuhkan kerja sama semua pihak. Maka Abang akan sangat senang kalau adik-adik mahasiswa bisa menjadi bagian untuk bersama mencarikan solusi,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut contoh kondisi lapangan yang memprihatinkan. “Di depan masjid di Sagulung itu tempat orang buang sampah. Malunya kami minta ampun. Di arah ke Harbourbay, di tepi jalan dekat pasar itu juga tempat orang buang sampah. Sesungguhnya kita sedang mempertontonkan aurat kita ke publik,” katanya. (*)
Bangunan utama RSUD Bintan di Kijang, Kecamatan Bintan Timur. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Sebanyak 63 orang mengikuti seleksi penerimaan tenaga kesehatan di RSUD Bintan. Seleksi berlangsung selama dua hari, 27–28 Agustus 2025, dengan metode tes tertulis dan wawancara.
Direktur RSUD Bintan, drg Toni Masruri, mengatakan awalnya ada 65 orang yang mendaftar. Namun, dua pendaftar dari formasi perawat D3 tidak lolos karena berkasnya tidak lengkap.
“Total pelamar yang lulus seleksi administrasi saat ini 63 orang, terdiri dari 4 dokter, 7 perawat ahli (ners), 45 perawat D3, dan 7 nutrisionis,” kata Toni, Rabu (27/8/2025).
Tes tertulis dan wawancara dilaksanakan dalam dua tahap. Sebagian peserta sudah mengikuti tes pada hari pertama, sementara sisanya dijadwalkan pada hari kedua.
Pihak RSUD Bintan menjadwalkan pengumuman hasil seleksi pada Jumat, 29 Agustus 2025. Dari total peserta, hanya 21 orang yang akan diterima sesuai formasi yang dibutuhkan.
“Pelamar yang lulus seleksi akan diterima sebagai pegawai BLUD UPTD RSUD Bintan. Mereka bukan PPPK, bukan juga ASN,” jelas Toni.
Adapun formasi yang dibuka meliputi dokter umum sebanyak 3 orang, perawat ahli pertama 2 orang, perawat terampil 15 orang, serta nutrisionis 1 orang. (*)