Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 11710

Peserta Bazar Membludak

0
Berbagai aneka kue dan makanan disajikan
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Antusias peserta bazar dalam acara HUT ke-20 Batam Pos dan Hari Bakti ke-47 Badan Pengusahaan (BP) Batam pada 24-25 mendatang sangat tinggi. Terbukti, hingga kemarin jumlah pendaftar sudah melebihi jumlah stan bazar yang tersedia, yakni 150 unit.

Staf Biro Keuangan BP Batam yang menjadi koordinator bazar di event tersebut, Wildan Rahmansyah, mengatakan 150 stan tersebut gratis. Namun pendaftarannya dibagi di dua tempat, yakni di Batam Pos dan BP Batam.

“Batam Pos mendapat 80 stan dan 70 stan pendaftarannya melalui BP Batam,” ujar Wildan, Selasa (30/10).

Menurut Wildan, hingga kemarin pihaknya belum membuka pendaftaran untuk stan bazar. Namun, sudah ada lebih dari 70 peminat yang masuk daftar tunggu.

“Padahal acara kurang lebih satu bulan lagi, dan pesertanya pasti akan bertambah,” ungkap Wildan.

Wildan mengatakan, stan gratis yang disediakan tersebut merupakan program BP Batam dalam mengembangkan potensi UMKM daerah khususnya Batam, untuk menunjang perekonomian daerah. “Setiap event BP Batam, pasti rutin disediakan stan-stan gratis bagi para pelaku UMKM,” terangnya.

Ia menambahkan, peserta bazar hanya dituntut untuk mengikuti persyaratan yang ditetapkan pihaknya dengan menandatangani surat pernyataan bermaterai 6.000. Dalam surat pernyataan itu ditekankan agar peserta dapat menjaga kebersihan area bazar.
Peserta harus memiliki sedikitnya tiga kantong sampah besar, memiliki peralatan kebersihan, dan tidak mengo-tori area lainnya. Selain itu, tidak memperjualbelikan atau menyewakan stan yang di dapat ke pihak lain.

Terhadap 150 stan yang disediakan tersebut, lanjutnya, diperuntukkan bagi UMKM jenis kuliner, asesori, dan jenis jasa lainnya. Stan akan tersebar membentuk area letter L dengan nomor urut terendah mulai dari area samping RM Pondok Gurih, hingga area di seberang Kantor BRI Batam Center.

“Selain 150 stan ini, kami juga menyediakan 10 stan khusus untuk coffee zone yang berada di sayap kanan berhadapan panggung (dekat bundaran),” sebutnya.

Wildan mengaku, antusias peserta bazar yang sangat tinggi ini memungkinkan pihaknya untuk menambah stan bazar. “Namun masih dalam proses koordinasi mengingat area yang ada cukup jauh dari pusat acara (bundaran BP Batam). Semoga semangat peserta bazar ini dapat diakomodir dengan baik,” harapnya.

Hal senada juga diungkapkan Asisten Manajer EO Batam Pos, Ismanto. Ia menyebutkan, 80 stan dari BP Batam itu kini sudah terisi penuh.

“Untuk yang ingin mendaftar jadi peserta bazar melalui Batam Pos sudah tidak bisa lagi, karena stan sudah terisi penuh,” ucap Ismanto.(nji)

Total, Basarnas Kumpulkan Tubuh Korban Lion Air dalam 26 Kantong Jenazah

0

x.batampos.co.id – Operasi evakuasi kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang terus berbuah hasil. Sejumlah potongan tubuh secara bertahap mulai diangkat ke permukaan, Selasa (30/10/2018).

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Didi Hamzah mengatakan saat ini total 26 kantong mayat telah diangkat oleh tim SAR gabungan. Jumlah ini bertambah 2 kantong dari semula.

Meski demikian, lanjut didi, 2 kantong jenazah ini masih belum dikirim ke Rumah Sakit Polri, Jakarta untuk diidentifikasi.

“Dari pagi sampai siang ini kami dapatkan lagi 2 kantong jenazah yang sekarang posisinya masih di lokasi, di atas kapal Batu Dewa dan Baruna Jaya,” ujar Didi di kantor Basarnas Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/10).

Melihat hasil temuannya ini, Didi menyimpulkan bahwa operasi tim SAR gabungan ini berjalan maksimal. Menurutnya tim SAR gabungan saat ini hanya tinggal menunggu waktu sampai badan pesawat ditemukan seluruhnya.

“Operasi sampai pukul 12.00 WIB hari ini berlangsung maksimal dengan melakukan penyisiran pada area yang telah dihitung,” imbuhnya.

Sementara itu, cuaca di area penyisiran juga terpantau normal. Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selama sepekan kedepan cuaca diprediksi cerah. Sehingga upaya pencarian korban lainnya bisa lebih mudah.

“Sampai 7 hari ke depan diperkirakan cuaca baik di lokasi. Dari BMKG tadi melaporkan begitu,” pungkas Didi.

(sat/JPC)

Dunia Memantau Kecelakaan Lion Air JT 610

0

x.batampos.co.id – Dilansir dari Canada News Media, Amerika Serikat, dan Eropa baru saja menghapus larangan terbang Lion di wilayah udaranya.

Pesawat kelas menengah yang sedang tumbuh dengan ongkos yang terjangkau menyebabkan ledakan dalam perjalanan udara di Asia, memberikan tekanan pada maskapai penerbangan, pengawas, dan infrastruktur pemerintah untuk mengimbangi.

Industri penerbangan Indonesia telah melewati masa lalu. Amerika Serikat dan Uni Eropa melarang pesawat Lion Air terbang dari langit mereka pada 2007 setelah serangkaian kecelakaan.

Federal Aviation Administration mencabut larangan itu pada bulan Agustus 2016. Bulan Juni yang lalu, regulator Eropa telah mengizinkan Lion Air dan beberapa maskapai penerbangan Indonesia lainnya untuk melanjutkan penerbangan ke Eropa.

Pada kecelakaan fatal sebelumnya, salah satu pesawat Indonesia tergelincir dari landasan yang licin dan menabrak pemakaman di Surakarta pada tahun 2004, menewaskan 25 penumpang dan awak.

Harro Ranter, yang menjalankan Aviation Safety Network mengatakan, penerbangan Indonesia harus bersaing dengan medan yang sulit di beberapa provinsi. Cuaca buruk sering yang mengarah ke visibilitas yang sangat rendah dan kekurangan dengan pengendali lalu lintas udara. Ini membuat dua pesawat bisa berada di landasan pacu aktif yang sama.

Menurut angka-angka dari kelompok perdagangan dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional PBB, Asia Tenggara dan Pasifik memiliki tingkat kecelakaan yang jauh lebih rendah daripada Afrika dan Amerika Selatan. Naasnya, saham Boeing jatuh karena berita tentang kecelakaan itu.

Saham mereka turun 3,5 persen. Jim Corridore, analis untuk CFRA Research, mengatakan pesawat Boeing memiliki catatan keamanan yang baik dan kecelakaan itu tidak mungkin mempengaruhi pesanan untuk pesawat baru.

Lion Air menjadi maskapai pertama yang mendapatkan 737 Max, pada Mei 2017, dan telah menerima 13 dari 201 pesawat Max yang dikirim Boeing.

(ina/JPC)

Bocah Umur 3 Tahun Hanyut di Parit Saat Hujan

0
Suasana pencarian korban hanyut.
foto: x.batampos.co.id / yusnadi

x.batampos.co.id – Seorang bocah perempuan, Latifah, 3, hanyut saat bermain hujan di parit besar gang Putri Ledang 8 jalan Kuantan Tanjungpinang, Selasa (30/10) sekira pukul 14.00 WIB.

“Saya lagi kerja, dikasih tahu warga, anak saya hanyut pas lagi main bersama abangnya,” kata orang tua korban, Heri di lokasi kejadian.

Saat ini polisi, tim SAR dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang masih melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Tanjungpinang siang tadi memang hujan lebat. Kurang lebih selama satu jam.

Hingga berita ini kami terbitkan, Latifah belum ditemukan.

(odi)

Harga Ayam Naik

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Harga ayam potong di pasar-pasar tradisional Batam mengalami kenaikan. Kenaikan cukup fantastis terjadi di Pasar Fanindo Batuaji. Sepekan lalu para pedagang masih menjual Rp 29 ribu per kilogram (kg), kemarin sudah naik menjadi Rp 40 ribu per kg. Naik Rp 11 ribu hanya dalam rentang satu pekan.

”Sudah seminggu ini naik. Tapi naiknya bertahap, tak langsung Rp 40 ribu,” kata Aan Wahyudi, penjual daging dan ayam di Pasar Fanindo Batuaji, Senin (29/10).

Aan mengaku tidak tahu penyebab naiknya harga ayam potong, karena harga tersebut langsung dari agen.

”Tak tahu. Tiba-tiba naik saja,” katanya. Dia menyebutkan banyak pembeli yang mengeluhkan akibat kenaikan harga ayam potong ini, apalagi kenaikannya cukup tinggi.

Faizal, pedagang lainnya, juga mengaku demikian. Dia menyebutkan harga ayam segar tiba-tiba naik dan membuat daya beli masyarakat menjadi menurun. Hanya saja, kata dia, tidak ada pe-ngurangan pasokan dari agen.

”Memang agak sepi pembeli sejak harga ayam naik tinggi. Tapi pasokan normal saja, tak ada pengurangan,” jelasnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di Pasar SP Plaza, Sagulung. Pedagang menjual harga ayam bervariasi, mulai dari Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kg.

”Sudah naik lagi. Harga ayam memang seperti itu, selalu naik turun,” jelas Sulaiman, pedagang di Pasar SP Plaza.

Sementara untuk harga sayur dan daging sapi masih terpantau normal. Harga sayur hijau lokal seperti bayam, kangkung, sawi dijual mulai Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per kg, sedangkan daging sapi beku dijual Rp 85 ribu per kg.

Di Pasar Tos 3000 Jodoh ayam potong potong segar dibanderol Rp 37 ribu per kg, sedangkan ayam beku (es) dijual Rp 32 ribu. ”Naik Rp 2 ribu sejak minggu lalu. Minggu lalu masih Rp 35 ribu (per kg, red),” ujar Mansur, pedagang ayam di Pasar Tos 3000, Senin (29/10).

Menurut dia, kenaikan harga berpegaruh terhadap omset penjualannya. Sebelum harga ayam naik atau saat harga masih di bawah Rp 30 ribu per kg, ia bisa menjual hingga 200 kg sehari.

Namun, saat ini ia hanya menghabiskan 100 kg lebih per hari.

”Berkurang terus (penjualan turun, red). Dari 200 kg sehari, kemudian turun jadi 150 kg sehari, dan sekarang hanya 100 kg sehari,” sebut Mansur.

Hal senada dikatakan Aiman, pedagang ayam di Pasar Bengkong. Dia mengaku ayam potong segar ia jual Rp 40 ribu per kg. Kata dia, sudah sejak seminggu terakhir harga ayam naik. Kenaikannya sebesar Rp 3 ribu.

”Minggu lalu sekitar Rp 37 ribu- Rp 38 ribu per kg. Kini naik lagi. Harganya sama dengan Lebaran haji kemarin,” jelas Aiman.

Tak hanya ayam, harga cabai merah keriting juga masih mahal. Per kg berada di angka Rp 40 ribu. Sedangkan cabai rawit Rp 35 ribu per kg, cabai rawit merah atau setan Rp 65 ribu per kg. Sementara sayur bayam Rp 14 ribu- Rp 16 ribu per kg.

Sementara itu, di Pasar Tiban Center harga ayam potong juga terpantau naik. Pedagang menjual ayam segar Rp 40 ribu per kg, sedangkan ayam beku Rp 35 ribu per kg. Pedagang ayam, Suherman menga-takan kenaikan harga ayam segar dari distributor. Sebelumnya dijual Rp 32 ribu per kg, sekarang naik menjadi Rp 40 ribu per kg.

”Dari Barelang (peternak, red) naik. Jadi, kami pun terpaksa menaikan harga jual,” ujarnya.
Kenaikan harga ayam beku juga terjadi. Menurutnya ini karena pengaruh harga dolar yang tinggi.

”Daging ayam beku rata-rata impor. Mungkin karena dolar naik juga, jadi harga ayam ikut naik,” bebernya.

Suherman mengakui kenaikan sudah berlangsung selama beberapa hari belakangan ini. Namun demikian, mengenai permintaan tetap berjalan seperti biasa.

”Yang pesan masih sama. Tapi kalau mengeluh sudah pasti. Namum mereka tetap beli,” lanjutnya.

Sejumlah komoditas lainnya juga masih tinggi di Pasar Tiban Center. Untuk cabai merah dijual bervariasi tergantung kualitas cabai. Untuk cabai Mataram kualitas bagus dijual Rp 44 ribu per kg, sedangkan yang kualitas lebih kecil dan keriting dijual Rp 40 ribu per kg.
Kenaikan harga cabai merah ini sudah berlansung cukup lama. Pedagang menyebutkan jelang akhir tahun harga sejumlah kebutuhan memang cenderung naik.

”Masih mahal kalau untuk cabai. Tapi yang beli tetap,” kata Erni, pedagang sayuran.

Harga ayam potong juga naik di Pasar Mega Legenda, Batam Center. Jika sebelumnya berkisar Rp 35 ribu hingga Rp 37 ribu per kg, kini menembus angka Rp 39 ribu per kg.

”Beberapa hari lalu suami beli masih Rp 35 per kilo, lalu dua hari lalu beli lagi naik jadi Rp 37 ribu, sekarang sudah Rp 39 ribu per kilo. Apa karena hari Minggu jadi dimahalin,” ujar Nisa, warga Legenda Malaka saat ditemui usai belanja, Minggu (28/10) pagi. (yui/une/she)

Kami Pemuda Penerus Bangsa

0

Siswa-siswi SMPN 42 Batam mengenakan pakaian adat mengikuti upacara peringatan Sumpah Pemuda, Senin (29/10).

Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Hormaaat….. Grak

0

Siswa-siswi SMPN 42 Batam mengenakan pakaian adat mengikuti upacara peringatan Sumpah Pemuda, Senin (29/10).

Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Tangkap Teman Sendiri Petugas Lapas Barelang Dapat Penghargaan

0
Komandan Satgas P2U Regu 3 Lapas Kelas II Barelang Oki Biansyah (Kiri) menerima piagam penghargaan dari Kemenkumham Kepri. Penghargaan diberikan Kepala Lapas Kelas II Barelang. (Istimewa)

batampos.co.id – Kepala Lapas Kelas II Barelang Surianto memberikan penghargaan sekaligus apresiasi pimpinan atas komitmen dan kecakapan petugas dalam menjaga tanggung jawab yang diberikan.

Seperti diberitakan Satuan Tugas (Satgas) P2U Lapas Kelas II Barelang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba. Pelakunya adalah salah satu sipir lapas.

Atas keberhasilan tersebut, Komandan Satgas P2U Regu 3 Lapas Kelas II Barelang Oki Biansyah menerima piagam penghargaan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Kepri.

“Terima kasih pada Oki (Oki Biansyah). Butuh keberanian ekstra karena yang ditangkap adalah temannya sendiri. Kalau tidak kuat mentalnya, bisa jadi barang itu lepas,” kata Surianto di Batam, Selasa (30/10).

Setelah kejadian, kondisi Lapas Kelas II Barelang kembali normal dan kondusif. Petugas lapas tetap bertugas seperti biasa meski lebih meningkatkan perhatian terhadap ancaman kejahatan narkoba. Demikian juga dengan razia rutin yang terus dilakukan di lapas.

Sementara terkait dengan perkembangan kasusnya, sekarang telah diserahkan ke Polda Kepri. Dari laporan yang ia terima, sudah ada perkembangan yang memberikan petunjuk baru atas kasus ini. “Sudah ada perkembangan baru. Tapi nanti pihak polda yang lebih bisa menjelaskan,” ucap Surianto.

Sebelumnya diberitakan, Okkie Fernando, 19, harus mengubur asanya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sipir di Lapas Kelas II Barelang Batam itu kedapatan membawa sabu-sabu seberat 10 gram. Padahal sebelumnya, Okkie sudah lolos seleksi CPNS dan tinggal pengangkatan saja.

Okkie tercatat sebagai warga Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Dia diamankan bersama seorang warga binaan Lapas Barelang bernama Anwar bin Nurdin, 44. Anwar tinggal di blok C kamar 16 Lapas Barelang.

Saat ini, kedua tersangka telah diamankan dan diperiksa petugas Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri. Petugas tengah melakukan pengembangan untuk mengetahui siapa yang berada di balik kedua tersangka tersebut.

(bbi/JPC)

Hari Listrik Nasional Ke-73

0
foto: humas pln batam

batampos.co.id – Bright PLN Batam merayakan Hari Listrik Nasional (HLN) Ke-73, Senin (29/10). Tema dari HLN kali ini adalah prestasi nyata terangi Kepri yang menggambarkan apa yang telah PLN capai dalam beberapa waktu terakhir.

“Tahun ini, Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games ke-18, Asian Para Games ke-3 dan pertemuan IMF. Semuanya berjalan sukses karena peran serta PLN dalam penyediaan dan keandalan tenaga listrik,” kata Direktur Utama Bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura dalam kata sambutannya.

Dadan juga bangga terhadap relawan dari PLN Batam yang dikirim untuk pemulihan jaringan listrik di Lombok, Palu dan Donggala.

“Kebutuhan listrik disana menjadi asa agar roda kehidupan berjalan semestinya. Berkat reaksi cepat PLN, saat ini kelistrikan di Lombok sudah normal. Sedangkan di Palu dan Donggala masih berangsur-angsur pulih,” ungkapnya.

Dadan juga mengungkapkan bahwa di tengah kondisi ekonomi global tidak bersahabat, PLN tetap mempertahankan tarifnya. “Hal ini tentu saja meringankan beban masyarakat. Bahkan PLN masih terus berupaya meningkatkan aksesibilitas untuk mendapatkan listrik dan bangun infrastruktur,” paparnya.

PLN juga melakukan re-organisasi dalam rangka penguatan fungsi pelayanan pelanggan, pengelolaan aset property, pengembangan fungsi audit dan penguatan pengelolaan Sumber Daya Manusia.

“Hal ini untuk menjawab tantangan bahwa PLN ke depan adalah korporasi yang semakin efisien dan dituntut untuk dapat memenuhi tingkat 12 kualitas dan pelayanan,” jelasnya.

Selain merayakan HLN, Bright PLN Batam juga memberikan beasiswa bagi anak pegawai yang berprestasi di sekolah. Lalu memberikan penghargaan kepada karyawan yang telah mengabdi hingga 24 tahun lamanya. Selanjutnya adalah memberikan hadiah umrah kepada satpam dan office boy berprestasi. Dan terakhir memberikan anugrah kepada pemenang kompetisi jurnalistik yang digelar dari 16 Oktober hingga 24 Oktober.(leo)

Delegasikan Wewenang ke BP Batam

0

batampos.co.id – Faktor utama penghambat perkembangan Free Trade Zone (FTZ) di Batam terjadi karena terkendala dalam arus pemasukan barang dan pergerakan orang atau tenaga kerja asing (TKA).

“Sudah saatnya di kementerian dan lembaga terkait untuk mendelegasikan kewenangannya ke BP Batam dalam hal pengeluaran dan pengawasan perizinnya. Ini akan sangat membantu industri di Batam dalam mendapatkan izin-izin tersebut,” kata Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Kawasan Berikat dan Kawasan Perdagangan Bebas Kadin Indonesia, OK Simatupang, Senin (29/10).

Sebagai contoh masih banyak peraturan menteri terkait impor bahan baku yang masih memerlukan rekomendasi dan persetujuan impor.

“Tiap tahun mereka harus mengurus perpanjangan persetujuan impor di Kementerian Perdagangan (Kemendag),” ucapnya.

Lalu untuk sejumlah barang yang termasuk pengadaan, distribusi dan pengawasan bahan-bahan berbahaya (B2) hanya dapat dilakukan melalui pelabuhan tujuan yang ditunjuk sesuai peraturan menteri. Tapi sayang, pelabuhan di Batam tidak termasuk di dalam peraturan menteri tersebut.

“Padahal bahan baku tersebut diimpor untuk keperluan produksi, bukan untuk diperjualbelikan. Kemudian impornya dari Singapura, masak mau dikirimkan ke Jakarta baru diteruskan ke Batam. Sangat tidak logis sekali,” katanya lagi.

Saat ini, Batam menjadi target dari perusahaan-perusahaan Tiongkok yang ingin memasukkan barangnya ke pasar Amerika.

“Momen perang dagang antara Tiongkok dan Amerika ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena beberapa perusahaan di Batam punya pabrik manufaktur di China dan mempertanyakan kemudahan dan insentif apa yang mereka dapatkan untuk hasil produksi dari pabrik Batam masuk ke pasar Amerika,” ungkapnya.

Indonesia memiliki kerjasama perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) dengan Amerika, dimana salah satu persyaratan untuk mendapatkan tarif preferensi nol persen yakni menggunakan surat keterangan asal (SKA) Form A yang lokal kontennya minimal 35 persen.

Menurut Ok, ini peluang yangg sangat bagus buat Batam. “Tinggal kita daftar perusahaan PMA di Batam yg punya pabrik di china itu siapa saja, lalu dismpaikan Indonesia punya FTA dengan Amerika. Buatkan simulasinya dan yakinkan mereka supaya pindahkan pabriknya ke Batam saja,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo akan terus berupaya agar sejumlah perizinan menyangkut industri bisa dialihkan ke BP Batam.

Ia mengatakan sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat. Dukungan tersebut dalam bentuk pemberian kewenangan kepada BP terkait perizinan khusus seperti perizinan impor barang larangan terbatas (lartas).

“Kami harapkan bahwa kewenangan BP terkait perizinan khusus sebaiknya diintegrasikan atau berada dibawah satu komando BP Batam sebagaimana di masa lalu. Itu akan jadi hadiah luar biasa dan akan mudah mencapai tujuh persen,” ucapnya.(leo)