Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11721

MPP Batam Samai MPP Azerbaijan dan Georgia

0

batampos.co.id – Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam menjadi percontohan MPP di Indonesia. Bahkan konsep penerapan MPP Kota Batam ini, menarik perhatian delegasi Azerbaijan dan Georgia. Sebab, hingga saat ini sudah ada 32 instansi yang membuka stan perizinan di MPP Batam, dan hampir semua perizinan sudah online.

”Delegasi dari ASAN Xidmat Azerbaijan (MPP-nya Azerbaijan, red) berkunjung ke stan MPP Batam, 7 November lalu, saat International Public Service di Jakarta. Dan mereka suka dengan penerapannya di Batam,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam, Gustian Riau di ruangannya, Senin (26/11/2018).

Gustian mengatakan, MPP di Indonesia mengambil contoh penerapan Public Service Hall (Mal Pelayanan Publik) di Azerbaijan dan Georgia. Ini adalah konsep pelayanan publik yang terintegrasi dan diakui oleh dunia.

”Sebenarnya MPP mengadopsi dari Azerbaijan dan Georgia. Tetapi khusus di Batam, Mr Asad Zafarli selaku Ketua Delegasi Azerbaijan tertarik dalam jumlah dan jenis layanan yang variatif dan fasilitas pendukung yang disediakan di MPP Batam. Bahkan berdasarkan informasi yang ia dapatkan, MPP Batam saat ini yang paling mirip konsep layanannya dengan ASAN Xidmat di Baku Azerbaijan ataupun Public Service Hall di Georgia,” sebutnya.

Ia mengatakan, di MPP Batam saat ini terdapat 32 ins-tansi dan 443 perizinan dan nonperizinan. Paling banyak dan variati di Indonesia. ”Dan memang MPP yang dikelola Pemerintah Kota (Pemko) Batam ini adalah yang terbaik di Indonesia,” terangnya.

Gustian menjelaskan, untuk membuat nyaman pengunjung, MPP juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Antara lain konter pelayanan yang representatif dan nyaman, ruang laktasi, perpustakaan, arena bermain anak, charging station (tempat pengisian baterai ponsel), musala, klinik, balai pernikahan, tempat pijat elektronik (refleksi). Selain itu, ada juga ruang VVIP untuk investor, layanan mandiri atau peng-input-an perizinan online, ruang rapat dan audio visual, perbankan, high speed WIFI, dan fasilitas lainnya.

Saat ini, lanjut Gustian, MPP Batam terdiri atas 160 konter. Masing-masing konter dilengkapi komputer dan kelengkapannya. MPP Batam juga menyiapkan layanan self service (mandiri) sebanyak 6 tempat, masing-masing terdapat komputer dan scanner, serta dibantu dua orang petugas/hepdesk untuk informasi penginputan perizinan online. Hampir semua layanan di MPP sudah online dan cashless.

”Jadi, memang MPP ini dibuat untuk memudahkan berinvetasi di Batam. Dimana Kota Batam sebagai pengelolanya berupaya membuat iklim investasi di Batam semakin mudah dan transparan,” imbuhnya.

Beberapa hari lalu, Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Edward Brando juga meng-apresiasi Pemko Batam karena MPP Batam adalah yang terbaik di Indonesia. Dimana untuk mencapai prestasi ini dibutuhkan terobosan, ide, dan pemikiran yang luar biasa.

”Kami apresiasi Pemko dan BPM-PTSP dalam hal MPP ini. Kita berharap agar pihak Pemko Batam dan BP Batam terus untuk meningkatkan kinerja. Termasuk untuk memudahkan segala perizinan,” katanya.(ian)

Malam Ini, Bahas Strategi Dongkrak PAD pada Era Digital

0

batampos.co.id – Stasiun Televisi kebanggaan warga Batam, Batam TV akan menggelar live talkshow dengan menghadirkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan dalam acara Dialog Khusus Batam TV, Selasa (27/11) malam.

Acara yang dipandu Wakil Komisaris Utama Batam Pos, Marganas Nainggolan itu juga akan menghadirkan Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Direktur Bank Riau Kepri Irvandi Gustari, dengan mengetengahkan tema ”Pere-kaman Transaksi Elektronik untuk Meningkatkan PAD”.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam telah memasang alat tapping box untuk merekam transaksi elektronik di beberapa wajib pajak (WP) di Kota Batam.

Dengan begitu, Pemko Batam bisa memantau transaksi WP sekaligus menghitung dengan tepat pajak yang mesti dibayarkan. Sehingga, bisa menekan potensi kebocoran sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam.

”Dialog ini akan membahas potensi penerimaan pajak daerah setelah adanya perekaman transaksi elektronik, dan juga tinjauan dari sisi pengawasan oleh KPK,” kata Pemimpin Redaksi (Pemred) Batam TV, Bintoro Suryo Nugroho, Senin (26/11).

Tak lupa, sambung Bintoro, dialog itu juga akan melihat seberapa efektif alat tapping box itu untuk mendongkrak PAD Batam. Serta, berapa banyak alat yang dibutuhkan berikut keandalan sistemnya, ditinjau dari perspektif perbankan.

”Makanya kita juga hadirkan Dirut Bank Riau Kepri yang memang bekerja sama dengan Pemko Batam dalam penyediaan alat tersebut,” terangnya.

Agar tak ketinggalan dengan keseruan dialog tersebut, Bintoro mengajak masyarakat untuk menyaksikan acara tersebut malam ini mulai pukul 20.00-21.00 WIB di stasiun Batam TV. (rna)

Guru Keluhkan Perbedaan Tunjangan

0

Bupati Lingga Alias Wello saat melakukan dialog dengan guru, Senin (26/11).
F. WIJAYA SATRIA/BATAM POS

batampos.co.id – Memeringati Hari Guru Nasional di Kabupaten Lingga, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menggelar dialog interaktif bersama Bupati Lingga Alias Wello yang dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Lingga Riono. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Wisma Ria, Dabo Singkep, Senin (26/11) pagi setelah upacara bersama di Lapangan Merdeka Dabo Singkep.

Dalam dialog tersebut sejumlah masalah yang selama ini dihadapi guru dikemukakan dalam beberapa sesi tanya jawab. Permasalah yang paling krusial antaranya, tunjangan daerah bagi guru yang mengabdi di pulau dengan guru yang berada di perkotaan bernilai sama. Padahal guru yang mengajar di pulau mengaku lebih banyak mengeluarkan biaya.

“Kebijakan ini saya kira kurang cocok, kasihan bagi guru yang di pulau,” kata M Iqbal, salah seorang guru yang menjadi peserta dalam kegiatan dialog interaktif tersebut.

Bupati Lingga Alias Wello mengatakan pihaknya akan membahas persoalan tersebut dengan instansi terkait guna dicarikan solusi. Dirinya berharap permasalahan tunja-ngan ini disesuaikan dengan jarak yang ditempuh.

Selanjunya, bupati yang akrab disapa Awe ini juga memastikan kalau keberpihakan APBD untuk dunia pendidikan sudah sesuai dengan tupoksinya yakni memberikan 20 persen.
Apalagi APBD Kabupaten Lingga terus bertumbuh dan mengalami peningkatan.

Peningkatan ini juga berdampak pada pengalokasian dana APBD untuk dunia pendidikan.

“Secara pasti pengalokasian dana apalagi untuk urusan dana yang bersifat mandatory seperti dana pendidikan mestinya meningkat, walaupun masih ada kekurangan di sana sini,” katanya.

Kesempatan itu, Awe memberikan contoh di beberapa daerah yang memberlakukan jam sekolah lebih padat dan memilih libur dua hari yakni hari Sabtu dan Minggu agar lebih banyak waktu guru mencari peluang lain dari luar profesinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga Junaidi Adjam yang juga hadir dalam kesempatan itu menyatakan kalau saat ini Pemkab Lingga telah mengalokasikan dana APBD sesuai dengan amanat undang-undang yakni 20 persen untuk urusan pendidikan.

“Karena bahasa urusan pendidikan tersebut, sehingga 20 persen anggaran dari APBD itu tersebar dibeberapa OPD sehingga sampai saat ini Dinas Pendidikan belum murni mengelola 20 persen dana pendidikan,” ujar Junaidi.

Belum lagi untuk dana fisik dan nonfisik, Dinas Pendidikan hampir tidak mendapat anggaran untuk kedua kegiatan itu pada tahun depan.

Sehingga Junaidi langsung melaporkan kondisi itu ke bupati dan akhirnya Dinas Pendidikan mendapat alokasi dana sekitar Rp 7 miliar lebih dari belasan miliar yang diajukan. (wsa)

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pungli saat Urus Listrik

0
Kedua terduga pelaku pungli

batampos.co.id – Ida Lela ialah tenaga out coursing PT. PLN Kepulauan Anambas. Ia kedapatan menerima uang dari Aidihi untuk biaya pemasangan daya baru listrik 6 ampere PLN sebesar Rp. 2.800.000.

Saat itu ia ditangkap oleh Polisi di Kantor PLN Tarempa Jl ahmad Yani Laut Kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kisahnya begini ….

Anggota Unit Penindakan UPP Kabupaten Kepulauan Anambas men-cek ke lapangan terhadap informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi pungutan liar berupa permintaan biaya dalam pemasangan daya baru listrik PLN di Kantor PLN Kepulauan Anambas yang berada di Jalan Ahmad Yani laut, Senin, (26/11/2018) sekira pukul 09.00 Wib.

Mereka melakukan pengamatan dengan menyamar. Mengamati terduga pelaku.

Sekira pukul 11.00 Wib tim melihat terduga pelaku sedang menerima uang dari Aidihi.

Tim segera bergerak, langsung bergerak untuk melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap terduga pelaku.

Saat ini Aidihi sedang mengurus pemasangan daya baru listrik.

Polisi pun menangkap Amir.

Amir seorang pegawai swasta PT. Draidolf yang bekerja sama dengan pihak PLN Kepulauan Anambas.

Keduanya diancam Pasal 378 dan/atau pasal 368 K.U.H.Pidana Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 K.U.H. Pidana Dengan ancaman hukuman 4 (empat) tahun penjara dan atau ancaman hukuman 9 (sembilan) tahun penjara.(ska)

Suplai Air Terganggu, ATB Lakukan Connecting pipa DN 600 mm

0

Pekerjaan pelebaran di Simp Kepri Mall beberapa waktu lalu, Rabu (28/11) malam ATB lakukan pekerjaan Connecting pipa DN 600mm.

Guna meningkatkan kuantitas, kualitas dan kontinuitas suplai air bersih ke pelanggan. Tim teknis ATB melakukan pekerjaan connection pipa distribusi DN 600 mm di area simp Kabil (Kepri Mall).

Pekerjaan connecting pipa ATB dilakukan Rabu (28/11) malam mulai pukul 20.00-04.00 WIB. Selain pekerjaan pipa ATB, pembenahan beberapa fasilitas utilitas lainnya di kawasan tersebut juga dilakukan.

“Connecting pipa ATB ini harus dilakukan, tidak hanya pekerjaan pipa ATB saja, namun ada beberapa untilitas lainnya yang berada di kawasan tersebut untuk dibenahi. Karena proyek infrastruktur pemerintah terus digesa dengan membangun pondasi gorong-gorong, untuk pelebaran jalan,” ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, Senin (26/11).

Adanya pekerjaan connecting pipa tersebut mengakibatkan suplai air ATB untuk pelanggan di kawasan Batam Centre, Baloi hingga Sukajadi dan sekitarnya terganggu sementara waktu. Suplai air dihentikan sementara selama pekerjaan berlangsung.

“Tentunya ini bukan sebuah pilihan populer, kami (ATB-red) juga tidak ingin suplai air ke pelanggan terganggu. Apalagi beberapa waktu lalu pelanggan kami di Batam Centre dan sekitarnya juga terdampak dari kebocoran pipa oleh kontraktor yang tak profesional. Mudah-mudahan tim kami bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat serta bisa mengalirkan kembali suplai ke pelanggan,” ujar Maria.

Sementara untuk daerah pelanggan yang terdampak dari pekerjaan adalah : Komplek Taman Niaga, Taman Golf, Keprimall, Central Sukajadi, Hotel Radisson, Pasar Basah, Anggrek Mas 1, 2 & 3, Emperium, Polresta Barelang, Sukajadi, Baloi Ditpam, Baloi Polisi, Kembang Sari, Orchid Park, Pertokoan Palm Spring, Pertokoan Graha Mas, Rose Dale, Centre View, Putri Indah, Pertokoan Orchid Suite, Pertokoan Lutus, Marchelia, Masyeba Garden.

Begitu juga untuk perumahan Anggrek Sari, Dutamas, Eden Park, Golden Land, Pola Mas, Industri Limindo, Industri Cammo, Industri Walakaka, Industri Kara, Industrial 2000. Pertokoan Sincom, Industri Hijrah, Citra Batam, Green Land, Centre Point, Livia, Seruni, Citra Indah, Pertokoan Raflisia.

Perumahan Royal Grande, Perkantoran Batam Centre, Mitra Raya, Pertokoan Pasir Putih, Industri Centuri, Tropicana, Plamo, Legenda Bali, Legenda Malaka, Pertokoan Mega Legenda, Meditrania, Purimas tahap 1 & 2, Costarica, Industri Tunas 2, Orchad Park, Bona Vista, Baverly, Diamond Palace, Kanaan, Batu Batam Permai, Rumah Sakit Awal Bross, Nusa Bali, Villa Kencana, Casablanca, Baloi Mas dan sekitarnya.

“Pelanggan di wilayah terdampak diharapkan bisa mempersiapkan tampungan air untuk digunakan seperlunya, sebelum suplai air terganggu. Sekitar 30 ribu pelanggan ATB akan terdampak sementara waktu,” harap Maria.

Pekerjaan connecting pipa distribusi ATB ini diharapkan bisa selesai sesuai estimasi waktu yang telah ditentukan, apabila tidak ada kendala teknis di lapangan. Usai pekerjaan dilakukan, suplai air akan mengalir secara bertahap selama masa pemulihan.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Call Center ATB (0778) 467111, atau inbox di fanpage ATB Batam. ATB mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. (*)

 

Polda Kepri Gelar Gowes Wisata

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri menggelar gowes wisata 1 Desember mendatang. Walaupun bertajuk gowes wisata, tantangan dihadapi peserta tak lah mudah. Rute gowes wisata ini cukup panjang, 97,56 kilometer.

”Pendaftarannya gratis,” kata Irwasda Polda Kepri Kombes Purwolelono, Senin (26/11).

Gowes yang diadakan ini, kata Purwo, bertemakan Jelajah Kepri Satukan Negeri. Dengan kegiatan sepeda santai ini, diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat di Kepri.

”Karena jelang pemilu, kami juga meminta semua pihak menjaga ketentraman, kenyamanan. Agar pemilu berlangsung damai dan sejuk,” ungkap Purwo.

Gowes ini dimulai dari Lagoi Bay, Bintan lalu berakhir di Tanjungpinang. Purwo mengatakan gowes dimulai dari pukul 06.00 dengan batas waktu hingga pukul 13.00.

”Banyak hadiah menarik menanti para peserta, saya ingatkan lagi pendaftarannya gratis alias gak bayar,” ucapnya.

Bagi peserta dari Batam, kata Purwo, disediakan transportasi ke Bintan. ”Silahkan parkir kendaraan di Punggur, lalu dapat menyeberang ke Bintan dengan kapal yang telah disediakan,” ungkapnya.

Purwo mengatakan sudah melakukan perjalanan dari Lagoi Bay ke Tanjungpinang. Perjalanan dengan menggunakan sepeda ditempuhnya dengan waktu 3 jam 57 menit.

”Kalori yang dibakar sangat banyak, sekitar 4.777 kalori,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat Kepri banyak mendaftar dan ikut gowes santai ini. ”Dapat ha­diah, dan juga sehatnya,” tuturnya.(ska)

Ranperda Pengelolaan Sampah Jadi Perhatian

0
Penandatanganan persetujuan bersama ranperda persampahan menjadi Perda oleh Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris (dua dari kiri) beserta unsur pimpinan DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (26/11).
foto: batampos.co.id / syahid

batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar rapat paripurna, Senin (26/11). Dalam rapat kali ini DPRD membahas tiga agenda di antaranya penandatanganan nota kesepakatan antara kepala daerah dan DPRD terhadap Rancangan KUA PPAS APBD tahun anggaran 2019.

Selanjutnya, penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap ranperda tentang penambahan penyertaan modal Pemda Anambas pada PT Bank Riau Kepri dan rapat paripurna pengambalian persetujuan bersama antara DPRD Anambas dan kepala daerah terhadap ranperda tentang pengelolaan sampah.

Yang paling menjadi perhatian yakni pengesahan Ranperda Pengolahan Sampah. Ketua Pansus Ranperda Pe-ngelolaan Sampah, Dhanun, menjelaskan pengelolaan sampah perlu dilakukan de-ngan baik. Jika tidak dilakukan dengan baik maka akan ba-nyak dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan.

Pihaknya mengaku harus memutar otak dalam men-cari referensi. Ini dikarenakan Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas tidak berani memberikan referensi ketika pansus menyinggung apakah desa boleh atau tidak mengelola Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Pertanyaan kepada OPD ini bermula dari kunjungan pansus bersama Dinas Perhubu-ngan dan Lingkungan Hidup ke Kecamatan Jemaja dan Palmatak untuk melihat langsung kondisi, fasilitas dalam pengelolan limbah rumah tangga dan fasilitas lain dalam pengelolaan sampah.

Pantauan pansus, di Kecamatan Jemaja terdapat 1 TPS yang dikelola oleh kecamatan. Sedangkan di Kecamatan Palmatak terdapat TPS pada setiap desa dan dikelola oleh desa.

”Pansus harus segera mencari referensi untuk meng-akomodir permasalahan ini, agar dapat diatur dalam Ranperda,” ujarnya Senin (26/11).

Tahapan pembahasan di-mulai sejak 22 Mei hingga 31 Oktober 2018, termasuk melakukan konsultasi Direktorat Fasilitas Produk Hukum Kementerian Dalam Negeri, konsultasi ke Dirjen Pengelolaan sampah dan limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang materi sampah.

Pansus juga melakukan studi banding ke Kabupaten Belitung dan Kota Pangkalpinang untuk menambah referensi Ranperda. Pada bulan Juli 2018, pihaknya juga melukukan kunjungan ke Kota Balikpapan dalam rangka konsultasi. Konsultasi yang dilakukan, berkenaan dengan tumpahan minyak di laut serta pengelolan sampah pada lingkungan setempat.

Dalam konsultasi ke Balikpapan, pihaknya mendapatkan referensi supaya Pemerintah Daerah dapat lebih awal memikirkan kembali mengenai review tata kerja dalam penggunaan sistem transfer minyak yang ada di Anambas.

”Ini penting agar kejadian di Balikpapan bisa diantisipasi lebih awal,” ungkapnya.

Oleh karena karena itu Pansus menyetujui untuk dilakukan pembentukan Perda (Peraturan Daerah) tentang pengelolaan sampah.

Setelah itu Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Imran, mengetuk Palu menye-tujui ranperda persampahan untuk disahkan menjadi Perda.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, menyampaikan pandangan akhir terkait ranperda pengelolaan sampah. Ia mengatakan, bahwa Pemda Anambas tetap menyetujui terkait hal itu dan perlu adanya dasar hukum terkait pengelolaan sampah yang dapat mengatur dengan sistem yang kuat.

Setelah disahkan menjadi perda, maka Pemda akan melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat.

”Tentu akan kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ungkapnya.(sya)

Pesta Kembang Api Hibur Wisatawan

0

batampos.co.id – Pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri IV di Tanjungpinang, Minggu (25/11) malam lalu berlangsung meriah. Pesta kembang api menjadi tontonan menarik, tidak hanya bagi atlet atau ofisial, tetapi juga kepada wisatawan mancanegara yang berlibur di Kota Tanjungpinang.

”Pesta kembang api yang berlangsung beberapa menit itu, memang menyita perhatian masyarakat. Kita langsung melihat betapa terhiburnya para wisatawan karena kembang api tersebut,” kata Ketua KONI Kepri, Johanes Kennedy Aritonang, Senin (26/11).

Johanes mengatakan pesta atau event olahraga besar berskala nasional dan internasional memang bisa menyedot perhatian masyarakat. Dan ini sudah terlihat saat pagelaran Asian Games di Jakarta dan Palembang beberapa waktu lalu.

”Jadi, kalau di Palembang itu, melalui beberapa event olahraga, justru berperan penting mendatangkan wisatawan,” katanya.

Menurutnya Kepri bisa meniru Palembang menjadikan olahraga bukan hanya untuk kegiatan rutin tahunan dalam mencari bibit pemain. Tetapi bisa menjadi ajang untuk mencari wisatawan. Salah satu yang harus dilakukan adalah dengan memperbaiki dan menata venue olahraga yang ada di Kepri.

”Di sinilah peranan pemerintah kabupaten/kota yang ada di Kepri untuk bisa berperan dalam memperbaiki semua fasilitas olahraga. Jadi kalau ada yang kurang tepat, tidak menyalahkan pemerintah provinsi. Justru dalam hal ini peran bupati atau wali kota yang paling penting,” jelasnya.

Johanes menyebutkan Porprov Kepri IV diikuti sekitar 1.800 atlet. Di mana pagelaran ini akan berakhir pada 1 Desember mendatang. ”Kita berharap kepada semua peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas. Kita tunjukkan bahwa Kepri adalah daerah yang aman dan nyaman di segala bidang,” tuturnya.

Menurutnya, beberapa cabang olahraga tidak akan luput dari perhatian wisatawan asing seperti golf, sepeda, dan olahraga lainnya. Dengan demikian ia berharap akan banyak wisatawan yang merasa bahwa iklim olahraga sangat aman dan nyaman di Kepri.(ian)

Pasar Murah yang Tak Murah

0

batampos.co.id – Masyarakat mengeluhkan harga sejumlah kebutuhan yang dijual di pasar murah yang diadakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam, di depan Kantor Camat Bengkong, Senin pagi (26/11). Pasalnya, harga di pasar murah hanya berbeda tipis, bahkan lebih mahal daripada di pasar-pasar tradisional.

Tidak sedikit warga terpaksa balik pulang, tidak jadi berbelanja. Sebab, selain harus berdesakan, harga yang ditetapkan juga mengecewakan karena lebih mahal. Sumi, 46, warga Bengkong ini misalnya. Ia berencana membeli cabai merah di pasar murah, tapi harganya mencapai Rp 30 ribu per kilogram (kg), sedangkan di Pasar Tos 300 Jodoh hanya Rp 28 ribu per kg.

”Namanya aja pasar murah tapi harganya lebih mahal daripada di pasar pagi (Pasar Tos 300 Jodoh, red),” ujarnya.

Sumi menuturkan, tidak hanya cabai merah, kondisi bawang merah juga masih harus dibersihkan dari daun bawang kering yang masih menempel. ”Kita harus kopek-kopek dulu daun bawang yang kering sambil berdesakan dengan pembeli lainnya. Tapi karena sudah terlanjur ke sini, jadi saya beli saja,” ucapnya.

Sulastri, 39, warga lainnya juga mengeluhkan harga daging kerbau yang hanya berbeda tipis di pasar. Apalagi, daging kerbau yang sudah dipotong tersebut, juga harus dibeli utuh 1 kg, karena pedagang tidak melayani pembelian per setengah kilogram.

”Hanya beda Rp 2.000 saja (harga daging kerbau, red) dengan di pasar pagi. Di sini (pasar murah, red) kita tidak bisa beli setengah kilo. Kita juga mau beli kebutuhan lainnya,” keluhnya.

Harga Bawang Naik

Sejumlah kebutuhan sayur kembali meroket jelang akhir tahun. Seperti terpantau di Pasar Tiban Center, Sekupang, kemarin (26/11). Bawang merah dijual Rp 30 ribu per kg, naik dua kali lipat dari sebelumnya yang hanya Rp 15 ribu per kg.

Anto, pedagang sayuran menuturkan kenaikan harga bawang sudah terjadi selama dua pekan terakhir. Menurutnya bawang lokal melonjak karena banyak dicari pembeli.

”Biasanya ada pilihan lain, bawang Birma. Tapi sekarang tak ada masuk masuk bawangnya. Jadi tak ada pilihan, makanya harga naik,” jelasnya.

Menurut Anto, sebelumnya saat bawang Birma tersedia, harga bawang lokal dijual Rp 15 ribu, sedangkan bawang Birma Rp 12 ribu per kg. ”Ya, biasanya langganan rumah makan belinya bawang Birma karena lebih murah. Sekarang pasokan tak masuk lagi jadi semua beli bawang Jawa. Dan harga pun jadi naik,” sebutnya.

Harga kebutuhan lain juga terpantau naik. Telur yang sempat turun Rp 37 ribu kembali naik menjadi Rp 40 ribu untuk 30 butir atau satu papan. ”Telur Barelang naik. Yang Medan juga, sebentar aja turunnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi mengatakan masuknya bawang Birma tersebut bukan berada di bawah kewenangannya.

”Itu bawang dari India, dan kami tidak tahu masuknya dari mana. Kemarin juga ditemukan Pak Menteri (Mendag Enggartiasto Lukita, red) di pasar,” ujarnya.

Untuk barang impor, itu bisa ditanyakan kepada BP Batam, karena kewenangan impor berada di tangan mereka. Ia menambahkan saat ini tengah berlangsung pasar murah yang digelar TPID Batam.

”Harganya lebih murah, mungkin bisa jadi pilihan warga untuk mendapatkan kebutuhan sayur,” tutupnya.

Sementara itu, harga ayam potong segar di pasaran tradisional Batam berangsur turun, kemarin (26/11). Meski turun, ternyata daya beli masyarakat juga ikut turun. Sejumlah pedagang menduga masyarakat tidak tahu jika harga ayam potong mulai turun.

Seperti dikeluhkan Mansur, pedagang ayam potong di Pasar Tos 3000 Jodoh. Menu-rutnya, harga ayam potong sudah turun dari Rp 35 ribu menjadi Rp 32 ribu per kg.

”Harganya baru turun tadi (kemarin, red). Semalam (Minggu, 25/11, red) masih mahal. Tapi sekarang yang beli tidak banyak. Siang (kemarin, red) ini, persediaan ayam potong masih banyak. Mungkin karena sebelumnya harga ayam mahal,” ujar Mansur.

Dikatakannya, agar tidak terlalu merugi ayam pun dijual seharga modal. Sebab, ayam yang sudah dipotong tidak bisa dijual lagi esok harinya.

”Namanya ayam potong segar, ya harus segar. Kecuali dijadikan ayam es dan harganya tambah turun. Sekarang jual modal saja Rp 30 ribu per kilo, jadi paling tidak balik modal,” aku Mansur lagi.

Hal senada dikatakan Agung, penjual ayam potong segar lainnya. 150 ekor ayam potong yang disediakan tak habis. ”Pembeli sepi, padahal harga sudah turun. Sisa ayam kami masih banyak, mungkin sekitar 50 kilo lagi,” jelasnya.

Menurut Agung, agar tak terlalu merugi ia mengobral daging ayam potong tersebut. Harganya pun jauh lebih murah dibanding harga di pagi hari. ”Kalau tadi pagi (kemarin, red) kami jual Rp 33 ribu perkilo, sekarang jual modal Rp 30 ribu,” ujar Agung.

Rilis Harga Sembako Masih Stabil

Disperindag Kota Batam merilis daftar harga sembako di empat pasar di Kota Batam, yakni Pasar Mitra Raya, Penuin, Pasir Putih, dan Pasar Cahaya Garden. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam Adisthy mengatakan harga sembako di empat pasar tersebut masih stabil.

”Harga sejumlah bahan pokok masih stabil. Sedangkan untuk persediaannya juga masih cukup,” katanya, kemarin.

Adisthy menjelaskan, rilis harga ini dilaksanakan 23 November, dimana harga beras medium berkisar Rp 11.000 hingga Rp 11.500 per kg. Sedangkan beras premium dijual Rp 13.000 sampai Rp 13.500 per kg. Sementara untuk cabai keriting dijual Rp 37.000 sampai Rp 50.000 per kg, cabai merah juga terbilang stabil, yakni di angka Rp 46.000 sampai Rp 58.000 per kg. ”Harga cabai merah tertinggi, yakni Rp 58.000 per kg ada di Pasar Cahaya Garden,” tuturnya.

Selain cabai, harga bawang juga masih stabil. Bawang merah dijual dengan harga Rp 32.000 sampai Rp 34.000 per kg. Bawang putih berkisar Rp 18.000 sampai Rp 22.000 per kg. Sedangkan wortel dijual dengan harga Rp 14.000 sampai Rp 16.000 per kg, sayur bayam berkisar Rp 16.000 sampai Rp 18.000 per kg, dan daging sapi es dijual harga Rp 85.000 sampai Rp 89.000 per kg.

”Survei harga sembako ini kita lakukan dua kali seminggu, yakni pada hari Selasa dan Jumat,” terang Adisthy.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Batam Mukriyadi menilai, survei harga sembako penting dilakukan berkala untuk mengontrol harga sembako di pasaran. Selain itu, surve ini juga dibutuhkan dalam mengawasi persedian sembako yang ada di tiap pasar.

”Kenaikan harga juga berpengaruh dari persediaan di pasar. Kita sepakat disperindag rutin turun langsung ke pasar memantau harga dan persediaan sembako,” katanya.(rng/cr2/she/yui)

Batam Raih Emas dalam Cabor Muay Thai

0
foto: batampos.co.id / ryan agung

batampos.co.id – Kota Batam hanya menduduki peringkat empat klasemen akhir cabor Muay Thai di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri IV, yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (26/11). Dalam ajang ini, Batam hanya mempersembahkan satu emas, dua perak, dan empat perunggu.

Peringkat pertama diduduki tuan rumah Tanjungpinang dengan raihan tiga emas, tiga perak, dan dua perunggu. Peringkat dua menjadi milik Karimun dengan raihan tiga emas, tuga perak, dan satu perunggu. Dan peringkat ketiga menjadi milik Lingga dengan dua emas, satu perak, dan satu perunggu.

Medali emas Kota Batam diraih fighter Andre Rizal yang turun di kelas 57-60 kg. Sedang medali perak dipersembahkan Steven yang turun di kelas 63-67 kg, dan Frebrizal Rama-dhan yang turuh di nomor 60-63 kg. ”Untuk medali perunggu dipersembahkan Aditya Rivaldi (45-48 kg), Thomas Fernando (+80 kg), Yosua (71-75 kg), dan M Nur Alif (51-54 kg),” terang Sekretaris Muay Thai Kota Batam, Henny Amara, Senin (26/11).

Henny menerangkan dalam ajang ini Kota Batam mengirimkan tujuh fighter.

”Kami mengikuti tujuh kelas dari sebelas kelas yang diperlombakan. Tetapi untuk kelas putra kami mengikuti semua. Kami tidak mengirimkan atlet putri dalam ajang ini,” terangnya.

Henny juga menerangkan minimnya waktu yang diberikan untuk mempersiapkan diri menjadi penyebab gagalnya capaian target cabor Muay Thai.

”Sebelumnya kami menerapkan target raihan lima medali emas di ajang Porprov. Tapi mepetnya persiapan menye-babkan kami gagal meraih target yang ditetapkan,” keluh Henny.

Dia menjelaskan jika cabor Muay Thai hanya menjalani training center selama dua bulan.

Tetapi yang intensif hanya satu bulan terakhir. ”Ini berpengaruh pada stamina dan fisik pemain. Apalagi cabor Muay Thai hanya dipertandingkan selama satu hari saja. Tentunya kondisi fisik sangat berpengaruh dalam menjalani laga,” jelasnya.

Sementaa itu, Andre Rizal mengucapkan rasa syukur bisa mempersembahkan medali emas bagi Kota Batam.

”Rasanya bangga tak terkira bisa meraih medali emas. Apalagi ini pertama kalinya ikut memperkuat kontingen Batam di ajang Porprov,” ujarnya.

Diakuinya raihan medali emas membuat motivasinya untuk berprestasi membumbung tinggi. ”Ke depan, saya akan terus berlatih dan terus mengikuti kejuaraan-kejuaraan Muay Thai. Saya ingin terus berlatih dan meraih preatasi di masa mendatang,” tutup Rizal. (yan)