Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 1178

Data Resmi Pemerintah Jumlah Ormas Mencapai 618 Ribu Lebih Lembaga

0
Asisten Deputi Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam Cecep Agus Supriyanta dalam Dialog Ormas Islam dan OKP Islam Tingkat Nasional di Kementerian Agama (30/7). (Humas Kemenag)

batampos – Indonesia bisa jadi negara dengan jumlah organisasi masyarakat (ormas) terbanyak di dunia. Data resmi pemerintah menyebutkan, sampai dengan 9 Juli 2025 ada 618.009 ormas berbadan hukum. Terdiri atas 239.311 perkumpulan dan 378.698 yayasan. Selain itu, ada 998 ormas ber-SKT dari Kemendagri dan 44 ormas asing yang tercatat di Kementerian Luar Negeri.

Data keberadaan ormas di Indonesia itu disampaikan Asisten Deputi Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam Cecep Agus Supriyanta dalam Dialog Ormas Islam dan OKP Islam Tingkat Nasional. Acara yang diselenggarakan Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama pada (30/7) itu mengambil tema Menjaga Harmoni dan Memperkuat Wawasan Kebangsaan.

Cecep mengatakan ada sekitar 15 kementerian dan lembaga yang mereka berikan rekomendasi tindak lanjut penataan ormas. “Kemenag adalah yang paling aktif dan konkret dalam bergerak. Ini role model,” ujar dia.

Menurut Cecep, Kemenag tidak hanya membangun komunikasi intensif dengan ormas keagamaan. Tetapi juga mengajak masyarakat secara luas untuk merawat suasana damai. Serta memperkuat ketahanan nasional melalui narasi keagamaan yang sejuk dan inklusif.

Dari pengamatannya, Kemenag aktif bersilaturahmi, membangun jejaring, berdialog langsung dengan tokoh-tokoh ormas seperti NU dan MUI. “Kami melihat sendiri dan ikut terlibat dalam beberapa kegiatan lapangan bersama Kemenag,” lanjutnya.

Cecep menambahkan bahwa kerja sama antara Kemenko Polkam dan Kemenag akan diperluas dalam bentuk dialog kebangsaan lintas daerah, dari Sabang sampai Merauke. Rencana ini tengah digodok bersama, dan akan melibatkan tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta para pemuka agama.

Dalam kesempatan yang sama Menag Nasaruddin Umar menyampaikan syukur karena agama-agama di Indonesia bisa tumbur dengan baik. Kemudian para pemeluknya hidup berdampingan dengan harmonis. Baginya ormas, khususnya ormas keagamaan, memiliki peran penting menjaga hubungan yang baik tersebut.

Nasaruddin juga menyinggung soal nasionalisme inklusif dalam forum itu. Dia mengatakan, nasionalisme inklusif harus menjadi fondasi utama dalam merawat keberagaman bangsa. Terutama di tengah ketegangan geopolitik global yang kian kompleks. Dia menegaskan nasionalisme yang terbuka, bukan eksklusif, adalah kekuatan khas Indonesia dalam menjaga harmoni antarumat beragama.

“Nasionalisme yang eksklusif hanya akan melahirkan segregasi,” katanya. Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, Indonesia butuh nasionalisme inklusif yang mampu mengintegrasikan keberagaman. Tanpa menegasikan identitas agama, budaya, maupun etnis.

Ia menjelaskan, nasionalisme inklusif yang diusung Indonesia berbeda dengan nasionalisme berbasis etnis atau agama tertentu. Seperti yang berkembang di beberapa negara lain. Nasionalisme Indonesia berdiri di atas semangat Pancasila yang mengakomodasi seluruh elemen masyarakat tanpa diskriminasi.

“Islam bukan dari Indonesia, Hindu bukan dari Indonesia, Kristen pun bukan dari Indonesia,” katanya. Tapi semua agama itu, bisa tumbuh dalam konteks kebudayaan Indonesia. Di sinilah pentingnya proses indonesianisasi ajaran. Bukan arabisasi, bukan indiaisasi, bukan westernisasi.

Menurutnya, tantangan geopolitik global saat ini justru menguji ketangguhan nilai-nilai kebangsaan. Ketika banyak negara mengalami fragmentasi identitas, Indonesia berhasil mempertahankan keutuhan berkat fondasi keberagaman yang dijaga melalui pendekatan inklusif dan moderat.

Nasaruddin mencontohkan bagaimana perempuan di Indonesia memiliki akses dan peran publik yang lebih luas dibanding negara-negara di kawasan Timur Tengah. “Pasar-pasar tradisional kita, penjual dan pembelinya banyak perempuan. Masjid kita pun bisa diisi bersama. Ini tidak bisa dipaksakan dengan pendekatan tekstual yang kaku, tapi harus kontekstual,” katanya.

Dalam konteks keislaman, Nasaruddin menekankan bahwa Indonesia dikenal dunia sebagai model Islam moderat yang damai, toleran, dan mampu berdialog dengan demokrasi. Identitas ini menjadi kekuatan tersendiri di tengah meningkatnya ekstremisme global.

“Islam Indonesia bukan Islam pinggiran. Justru kita menjadi cahaya baru dari Timur yang berhasil mempertemukan iman, kebudayaan, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Anggarkan Penyelesaian Jalan Wiyung Rp 1,9 Triliun, Ditargetkan Selesai 2027

Nasaruddin juga menyinggung pentingnya kesadaran geopolitik dan geostrategis dalam menjaga keberlangsungan negara. Menurutnya, geopolitik tidak boleh dilepaskan dari geodemografi dan geobudaya. Indonesia memiliki keuntungan geografis dan pluralitas budaya yang harus dikelola dengan visi kebangsaan yang kuat.

“Negara kita adalah negara dengan UUD yang jarang diubah. Ini menunjukkan kestabilan. Tapi di sisi lain, kita harus terus memperkuat nilai-nilai bersama agar tidak mudah terpecah,” katanya. Nasionalisme inklusif, lanjutnya, bukan hanya tugas negara. Tetapi juga tanggung jawab umat. Agama harus menjadi energi positif untuk merawat persatuan, bukan alat politik identitas yang memecah belah. (*)

Editor: PARNA

Artikel Data Resmi Pemerintah Jumlah Ormas Mencapai 618 Ribu Lebih Lembaga pertama kali tampil pada News.

1.075 Lowongan Kerja Tersedia di Job Fair Batam 2025

0
Suasana Job Fair Batam 2022 pada hari kedua yang lebih, Selasa (8/11)
foto: Dalil Harahap / Batam Pos

batampos– Bursa kerja bertajuk Job Fair Batam 2025 yang digelar Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga penutupan pendaftaran pada Rabu (31/7), tercatat 39 perusahaan telah bergabung membuka 1.075 lowongan kerja.

Jumlah perusahaan ini bertambah dari sebelumnya yang hanya 38. Penambahan terjadi sesaat sebelum penutupan pendaftaran, menunjukkan antusiasme tinggi dari kalangan dunia usaha untuk ikut serta dalam menyerap tenaga kerja lokal.

Sementara itu, jumlah pelamar juga meningkat signifikan. Hingga 31 Juli 2025, tercatat 3.995 pencari kerja (pencaker) telah mendaftar secara online, dan jumlahnya masih terus bertambah.

BACA JUGA: Job Fair Batam 2025 Siap Digelar, 38 Perusahaan Besar Buka Lowongan Kerja

Meski demikian, sejumlah posisi masih belum dilamar, terutama untuk jabatan dengan kualifikasi pendidikan sarjana (S1) dan keahlian teknis. Karena itu, Disnaker Batam memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran satu hari lagi, yakni hingga Kamis, 1 Agustus 2025.

“Banyak posisi yang belum memiliki pelamar, terutama untuk jenjang pendidikan sarjana dan jabatan teknis. Kami berikan tambahan waktu satu hari agar pencaker yang belum sempat mendaftar bisa segera melengkapi prosesnya. Informasi ini juga telah kami umumkan melalui akun Instagram @disnakerbatam,” kata Plt Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswahyuni, Kamis (31/7).

Job Fair Batam 2025 akan dilaksanakan selama tiga hari, yakni 5 hingga 7 Agustus 2025, bertempat di Kampus Universitas Putra Batam (UPB), Tembesi. Kegiatan akan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dan menggunakan sistem walk-in interview, di mana pelamar dapat langsung bertemu dengan pihak perusahaan yang membuka lowongan.

Nurul menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Batam dalam menekan angka pengangguran dan menciptakan peluang kerja yang luas, khususnya bagi masyarakat lokal.

BACA JUGA: Permohonan SKCK Meningkat Jelang Job Fair, Pencaker Baru Dominasi Pemohon

“Kami fasilitasi pertemuan langsung antara pencari kerja dan perusahaan. Ini kesempatan yang sangat baik untuk mencari pekerjaan sesuai dengan minat dan kompetensi masing-masing,” jelasnya.

Perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari berbagai sektor strategis, mulai dari industri manufaktur, elektronik, kesehatan, perbankan hingga jasa. Beberapa di antaranya adalah Caterpillar, Panasonic, RS Awal Bros, Naraya, OSI Electronics, Tunas Karya Indoswasta, McDermott Indonesia, dan banyak lainnya.

Pendaftaran Job Fair dilakukan secara online dan tanpa biaya melalui laman resmi: https://simnaker-batam.id/daftarloker. Para pelamar diminta untuk memantau terus informasi jadwal wawancara, lokasi booth perusahaan, dan pembaruan lainnya melalui tautan tersebut.

“Seluruh proses ini gratis, tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apapun. Kami mengimbau pencaker datang dengan pakaian rapi, membawa dokumen lamaran lengkap, dan hadir sesuai jadwal,” tambah Nurul.

Job Fair Batam 2025 juga mendapat dukungan dari PASKER ID (Pusat Pasar Kerja), serta sejumlah mitra swasta seperti Wings, Naraya, Sedaap, Inaraya, dan Sanford.

Bagi pencari kerja yang ingin mendapatkan informasi tambahan terkait tips melamar kerja, daftar perusahaan, atau jadwal walk-in interview, dapat mengikuti media sosial resmi Disnaker Kota Batam, antara lain Instagram @disnakerbatam, @epasarkerjabatam, serta TikTok @disnaker.batam. (*)

Reporter: Rengga

Artikel 1.075 Lowongan Kerja Tersedia di Job Fair Batam 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Penyelidikan Kebakaran PT Team Metal Masih Berlanjut, Tiga Saksi Sudah Diperiksa

0
Kebakaran hebat di Tanjungubcang. Istimewa

batampos– Penyelidikan terhadap kebakaran hebat yang melanda gedung operasional PT Team Metal, kawasan Bintang Industri, Tanjunguncang, terus dilakukan. Kamis (31/7), Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan mengungkapkan bahwa polisi telah memeriksa tiga orang saksi terkait insiden tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa di dalam gedung yang terbakar sedang berlangsung pekerjaan pengelasan. Diduga kuat, percikan api dari proses pengelasan menyambar bahan-bahan yang mudah terbakar di sekitar lokasi, sehingga memicu kobaran api yang cepat membesar.

“Dugaan sementara api berasal dari pekerjaan pengelasan yang dilakukan di dalam gedung. Tiga orang saksi yang kami periksa juga memberikan keterangan yang sejalan dengan dugaan awal tersebut,” ujar Iptu Andi.

BACA JUGA: Kebakaran Hebat di PT Team Metal, Api Membubung Tinggi di Tanjunguncang

Gedung yang terbakar merupakan salah satu bangunan operasional utama perusahaan. Akibat kebakaran tersebut, sejumlah peralatan dan material produksi mengalami kerusakan cukup parah. Namun demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Saat ini, gedung yang terbakar masih dalam status penyelidikan dan telah dipasangi garis polisi untuk membatasi akses. Polisi masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Meski salah satu gedung terbakar, aktivitas operasional PT Team Metal secara keseluruhan tetap berjalan. Pihak perusahaan disebut telah mengalihkan sebagian kegiatan ke gedung lain yang tidak terdampak kebakaran.

“Kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Untuk saat ini, belum bisa dipastikan apakah ada unsur kelalaian atau murni kecelakaan kerja,” tambah Iptu Andi.

Pihak kepolisian mengimbau agar perusahaan meningkatkan pengawasan dan prosedur keselamatan kerja, terutama dalam aktivitas yang melibatkan potensi api seperti pengelasan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Penyelidikan Kebakaran PT Team Metal Masih Berlanjut, Tiga Saksi Sudah Diperiksa pertama kali tampil pada Metropolis.

Bendera dan Umbul-umbul Mulai Ramai Dijual di Batuaji dan Sagulung, Segini Harganya

0
Bendera dan aksesoris merah putih mulai ramai dijajakan di pinggir jalan Batuaji dan Sagulung. F.Eusebius Sara

batampos – Suasana menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia mulai terasa di sejumlah sudut Kota Batam, khususnya di kawasan Batuaji dan Sagulung. Deretan pedagang musiman tampak menghiasi pinggiran jalan dengan dagangan bernuansa merah putih, mulai dari bendera hingga berbagai macam aksesori perayaan.

Setiap tahunnya, pedagang bendera dan aksesori merah putih ini memang bermunculan mendekati bulan Agustus. Tahun ini, mereka kembali hadir dan mengaku mengalami lonjakan pembeli sejak akhir Juli. Bendera-bendera kecil untuk kendaraan menjadi barang paling laris sejauh ini.

Oni, salah satu pedagang yang menjajakan dagangannya di pinggir Jalan Marina City, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat mulai meningkat. “Paling banyak dicari saat ini bendera kecil buat motor dan mobil. Kalau yang untuk rumah dan kantor belum terlalu banyak, biasanya nanti mendekati tanggal 17,” katanya.

Baca Juga: ISEI Batam Luncurkan Program UMKM BELAJAR, Dorong Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis

Menurut Oni, harga yang ditawarkan cukup bervariasi. Bendera kecil untuk kendaraan dibanderol mulai Rp 5 ribu, sementara paket lengkap bendera dan umbul-umbul untuk kantor atau gedung bisa mencapai Rp 800 ribu, tergantung ukuran dan kualitas bahan.

Hal senada disampaikan oleh Sahrul, pedagang bendera lainnya yang biasa mangkal di Jalan R. Suprapto. Ia menyebutkan bahwa tahun ini dagangannya terbilang lebih cepat diminati dibandingkan tahun lalu. “Baru masuk awal Agustus saja, dagangan saya sudah mulai berkurang. Lumayan laris,” ungkapnya.

Meski semarak di pinggir jalan sudah terasa, namun pemandangan berbeda terlihat di kawasan pemukiman. Mayoritas warga belum mulai menghias rumah mereka dengan atribut kemerdekaan. Hiasan merah putih masih jarang terlihat terpasang di gang-gang atau depan rumah.

Kendati begitu, sejumlah perangkat RT dan RW sudah mulai mengimbau warganya untuk turut serta menyemarakkan perayaan HUT RI. Pemasangan bendera diharapkan sudah dimulai sejak awal Agustus demi menjaga semangat nasionalisme dan rasa hormat terhadap perjuangan bangsa.

Baca Juga: Orderan Fiktif Gojek Menyerbu Kantor Batam Pos

Pemerintah daerah pun turut mengeluarkan surat edaran agar seluruh rumah, perkantoran, dan pertokoan memasang bendera merah putih serta atribut kemerdekaan lainnya. Edaran tersebut biasanya berlaku selama sebulan penuh, dari 1 hingga 31 Agustus.

Perayaan HUT RI tahun ini menjadi momen yang spesial karena menandai 80 tahun Indonesia merdeka. Semangat nasionalisme dan kebersamaan diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat, tidak hanya melalui seremoni, tetapi juga partisipasi nyata dalam memeriahkan hari besar bangsa ini.

Dengan antusiasme yang mulai terlihat, diharapkan suasana perayaan kemerdekaan tahun ini dapat berlangsung lebih meriah dan menggugah semangat persatuan seluruh elemen masyarakat di Batam. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

 

 

 

Artikel Bendera dan Umbul-umbul Mulai Ramai Dijual di Batuaji dan Sagulung, Segini Harganya pertama kali tampil pada Metropolis.

Puluhan Desa di Anambas Masih Tanpa Bidan, Dinkes: Pelayanan Tetap Jalan

0
Bidan anambas
Petugas kesehatan saat mengevakuasi ibu hamil dari pulau menuju RSUD Tarempa. Di Anambas 23 desa belum memiliki bidan. F. Tiktok/dr.albar_sp.og

batampos – Sebanyak 23 dari 52 desa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, masih belum memiliki bidan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama bagi ibu hamil yang membutuhkan pemeriksaan rutin dan pendampingan selama kehamilan hingga persalinan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Anambas, Muswandar, menyebut meski belum semua desa memiliki bidan, pelayanan dasar kesehatan tetap dijalankan oleh tenaga medis lain.

“Memang masih ada desa yang belum memiliki bidan, tapi tetap ada tenaga kesehatan lainnya, yakni perawat. Kami juga terus berupaya meningkatkan kualitas bidan yang ada,” ujarnya, Kamis (31/7).

Dinkes Anambas, lanjut Muswandar, secara rutin mengadakan pertemuan bulanan antara puskesmas dan bidan untuk pembinaan dan pelatihan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

“Tiap bulan ada pembinaan dengan puskesmas. Tapi pelatihannya lebih ditekankan ke bidang kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Bidan di daerah juga memiliki peran krusial, tidak hanya menangani kehamilan dan persalinan, tetapi juga memberikan imunisasi, edukasi kesehatan reproduksi, hingga menangani kasus medis ringan dan pencatatan data kesehatan di wilayah tugasnya.

Meski masih ada kekurangan, selama dua tahun terakhir tidak ditemukan kasus kematian ibu di wilayah Anambas. Hal ini dinilai sebagai indikator bahwa layanan kesehatan dasar masih berjalan meski dengan keterbatasan. Namun, tantangan geografis masih menjadi kendala utama.

“Jarak puskesmas ke desa-desa cukup jauh, dan harus ditempuh dengan perahu motor atau pompong. Tapi tenaga kesehatan kami tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Muswandar.

Ke depan, Dinas Kesehatan Anambas akan terus mendorong penambahan bidan di desa-desa yang masih kosong demi memastikan layanan kesehatan ibu dan anak merata di seluruh wilayah kepulauan tersebut. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Puluhan Desa di Anambas Masih Tanpa Bidan, Dinkes: Pelayanan Tetap Jalan pertama kali tampil pada Kepri.

Apindo Batam Kritik Pelonggaran TKDN, Industri Lokal Bisa Tergilas Produk Impor

0
Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid.

batampos– Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyusun aturan baru terkait reformasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Kebijakan ini menjadi tindak lanjut dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dalam skema Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Dalam ART, salah satu poin penting yang disepakati adalah pelonggaran ketentuan TKDN terhadap sejumlah produk asal AS. Produk seperti alat kesehatan, perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta data center, akan dibebaskan dari kewajiban memenuhi kandungan lokal untuk bisa masuk ke pasar Indonesia.

Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam melakukan reformasi aturan TKDN. Menurutnya, selama ini ketentuan tersebut terbukti membawa manfaat besar bagi industri dalam negeri.

BACA JUGA: Sikapi Lonjakan Kepesertaan Tak Aktif BPJS Ketenagakerjaan, Apindo Klaim Kondisi Tenaga Kerja Masih Normal

“Dengan adanya TKDN, Indonesia tidak hanya menjadi pasar pembuangan produk dari negara-negara besar. Mereka justru terdorong untuk memenuhi aturan ini, bahkan banyak yang akhirnya membangun pabrik di Indonesia,” kata dia, Kamis (31/7).

Dia menjelaskan, kebijakan TKDN secara langsung membuka peluang kerja luas karena mendorong produksi dalam negeri. Namun, jika aturan tersebut dilonggarkan, pasar Indonesia berpotensi dibanjiri produk asing tanpa kendala berarti.

“Kalau ini dibiarkan, penduduk Indonesia akan makin konsumtif, sedangkan lapangan pekerjaan bisa menyusut. PHK bisa meningkat karena pabrik-pabrik dalam negeri kesulitan bersaing,” katanya.

Ia pun meminta agar pemerintah tidak begitu saja tunduk terhadap tekanan asing yang berujung pada pelonggaran aturan strategis. Kata Rafki, kepentingan nasional semestinya tetap menjadi prioritas dalam setiap perundingan dagang.

“Kalau pasar kita dibuka selebar-lebarnya tanpa filter, industri dalam negeri akan semakin tertindas. Produk lokal yang sebelumnya dilindungi akan kalah bersaing,” ujar dia.

Dirinya menyarankan pemerintah menyiapkan strategi tawar-menawar yang lebih kuat saat menghadapi mitra dagang besar seperti Amerika Serikat. Posisi tawar harus seimbang, terutama saat menyepakati tarif resiprokal.

“Jangan semua permintaan mereka dituruti, sementara kita tidak dapat keuntungan sepadan. Reformasi TKDN jangan sampai jadi blunder bagi industri nasional,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

 

Artikel Apindo Batam Kritik Pelonggaran TKDN, Industri Lokal Bisa Tergilas Produk Impor pertama kali tampil pada Metropolis.

10 Cara Menghilangkan Bau Ketiak Secara Alami yang Bisa Dicoba di Rumah

0
ILUSTRASI. Ketiak yang tidak dirawat dengan baik, selain dapat menimbulkan bau badan juga dapat terlihat kusam hingga menghitam serta bertekstur kasar. (Reader’s Digest)

batampos – Siapa pun pasti pernah merasa tidak percaya diri karena bau ketiak. Baik pria maupun wanita, masalah ini bisa mengganggu kenyamanan saat beraktivitas, apalagi kalau sedang berada di tengah keramaian. Bau yang muncul dari ketiak seringkali membuat orang di sekitar merasa risih, dan kita sendiri jadi minder.

Menurut penjelasan di laman resmi Puskesmas Kuta Selatan (puskesmaskutaselatan.badungkab.go.id), bau badan umumnya muncul saat keringat bercampur dengan bakteri di permukaan kulit. Perlu diketahui, keringat itu sendiri sebenarnya tidak memiliki bau. Tapi begitu bertemu bakteri, maka muncullah aroma tak sedap itu.

Ada dua kelenjar di tubuh yang menghasilkan keringat, yakni kelenjar ekrin yang tersebar di seluruh tubuh, dan kelenjar apokrin yang lebih banyak terdapat di area ketiak. Nah, kelenjar apokrin inilah yang biasanya menjadi sumber masalah ketika kita bicara soal bau ketiak.

Ternyata, banyak faktor yang memengaruhi bau badan bisa berbeda-beda pada setiap orang. Dari jenis makanan yang dikonsumsi, obat-obatan tertentu, hingga kondisi hormon dalam tubuh. Seperti dijelaskan dalam artikel di Alodokter, saat tubuh mengalami peningkatan hormon androgen, yang biasanya terjadi pada masa pubertas, bau badan cenderung lebih kuat. Itulah sebabnya para remaja sering mengalami masalah ini.

Tak hanya itu, kondisi kesehatan seperti diabetes, asam urat, masalah pada tiroid, bahkan gangguan ginjal juga bisa menyebabkan bau badan jadi lebih tajam. Maka dari itu, jika bau tak sedap terus muncul walau sudah menjaga kebersihan, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.

Banyak orang mengandalkan deodoran sebagai solusi cepat untuk mengatasi bau ketiak. Selain deodoran, ada juga cara menghilangkan bau ketiak secara alami yang lebih aman dan bisa dilakukan dengan mudah di rumah.

Berikut beberapa cara menghilangkan bau ketiak secara alami yang bisa dicoba.

1. Minyak Kelapa

Minyak kelapa mengandung asam laurat yang efektif membunuh bakteri di kulit. Cara pakainya gampang: oleskan minyak kelapa ke bagian tubuh yang sering berkeringat seperti ketiak. Lalu, bilas dengan air yang dicampur bubuk asam sitrat (satu sendok teh asam sitrat + satu cangkir air). Keringkan dengan handuk dan oles lagi minyak kelapa. Lakukan ini setiap hari agar bau badan hilang.

2. Minyak Pohon Teh

Minyak pohon teh punya sifat antibakteri dan antijamur yang bisa mencegah bau tidak sedap. Caranya, campur dua sendok teh minyak pohon teh dengan dua sendok makan air. Oleskan campuran ini ke ketiak dan area lain yang basah karena keringat. Gunakan rutin tiap hari agar hasil maksimal.

3. Minyak Lavender

Minyak esensial lavender bisa menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. Kalau dicampur dengan tepung jagung (maizena) dan soda kue, bisa jadi deodoran alami yang praktis. Campur 10 tetes minyak lavender dengan tiga sendok teh maizena dan dua sendok teh soda kue. Simpan campuran ini di tempat tertutup dan pakai sesuai kebutuhan.

4. Minyak Peppermint

Minyak peppermint juga punya sifat antibakteri. Anda bisa langsung oles beberapa tetes di ketiak atau buat deodoran sendiri dengan mencampurkan 10 tetes minyak peppermint, empat sendok makan tepung jagung, empat sendok makan soda kue, dan empat sendok makan minyak kelapa. Simpan di botol tertutup dan gunakan tiap hari untuk kulit kering dan bebas bau.

5. Cuka Sari Apel

Cuka sari apel bisa membunuh dan mencegah bakteri berkembang sehingga bau badan berkurang. Anda bisa oleskan langsung ke ketiak dengan kapas, atau campur setengah cangkir cuka sari apel dengan satu cangkir air untuk jadi semprotan deodoran alami yang bisa dipakai rutin.

6. Garam Epsom

Garam epsom punya kandungan antioksidan yang membantu tubuh rileks dan menurunkan produksi keringat. Caranya mudah: isi bak mandi dengan air hangat dan tambahkan 2–3 cangkir garam epsom. Berendam santai selama 20 menit, lakukan tiga kali seminggu, dan rasakan tubuh jadi lebih segar serta bau badan berkurang.

7. Teh Hijau

Teh hijau mengandung antioksidan dan asam tanat yang membantu melawan bau badan. Anda bisa minum teh hijau setiap hari untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Selain itu, oleskan ampas teh hijau yang sudah dingin ke area tubuh yang berbau untuk mengontrol bakteri. Tapi jangan gunakan tiap hari agar kulit tidak jadi kering.

8. Air Lemon

Sifat asam air lemon bisa menurunkan pH kulit sehingga bakteri sulit hidup. Cara praktisnya, gosok langsung setengah lemon ke ketiak, biarkan sampai kering, lalu bilas dengan air hangat. Jika kulit Anda sensitif, boleh encerkan air lemon dengan sedikit air dulu. Lakukan ini setiap hari untuk hasil optimal.

9. Tomat

Asam dalam tomat mampu membunuh bakteri, sedangkan sifat astringennya mengecilkan pori-pori dan mengurangi keringat. Isi bak mandi dengan air hangat lalu tambahkan jus tomat sekitar 450 ml. Berendamlah selama 20–30 menit, lakukan 3–4 kali seminggu agar bau badan berkurang.

10. Air Mawar

Air mawar bersifat astringen yang mengurangi ukuran pori-pori dan produksi keringat. Campur tiga sendok makan air mawar dengan satu sendok makan cuka sari apel. Simpan dalam botol semprot, lalu gunakan kapan saja untuk menyegarkan ketiak dan bagian tubuh lain. (*)

Artikel 10 Cara Menghilangkan Bau Ketiak Secara Alami yang Bisa Dicoba di Rumah pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tamrin: Ada Penghianat, Warga Tak Ingin Berdamai, Sidang Kasus Perusakan Rumah di Baloi Kolam

0
Saat tiba di PN Batam, warga Baloi Kolam menyambut kedua terdakwa. f.azis

batampos-Dua terdakwa kasus perusakan rumah di kawasan Baloi Kolam, Batam, memilih tidak mengajukan eksepsi dalam sidang perdana pembacaan dakwaan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (31/7). Keputusan ini diambil agar proses hukum berjalan efisien dan para terdakwa tidak berlama-lama dalam tahanan.

Kedua terdakwa, yakni Galbert Welen Tampubolon dan Supanda Sihombingdidakwa melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap barang sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP. Dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Listakeri Syafriliana.

“Kami memang tidak sependapat dengan dakwaan JPU, namun itu akan kami uraikan dalam nota pembelaan atau pledoi nanti. Kami ingin proses hukum tidak bertele-tele agar klien kami bisa segera memperoleh keadilan,” ujar kuasa hukum terdakwa, Tamrin Pasaribu, usai persidangan.

Tamrin menambahkan, pihaknya juga tidak menempuh upaya penyelesaian melalui restorative justice (RJ), mengingat korban atau warga setempat telah menolak jalan damai.

“Warga menyebut ada pengkhianatan, sehingga mereka tidak ingin berdamai,” jelas Tamrin.

BACA JUGA: Atasi Konflik Lahan, Ria Saptarika: Win-Win Solution Kunci di Baloi Kolam

Perkara ini bermula dari aksi perusakan rumah warga yang terjadi di Baloi Kolam pada Kamis, 24 April 2025. Berdasarkan penyelidikan kepolisian, aksi perusakan dilakukan secara bertahap oleh sejumlah orang.

Dua pelaku ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Barelang, yaitu GT dan SN. GT langsung ditahan karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Sementara SN tidak ditahan karena bersikap kooperatif serta diketahui sebagai tulang punggung keluarga.

Persidangan akan dilanjutkan pekan depan, tepatnya Kamis, 7 Agustus 2025 dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak jaksa penuntut umum. (*)

Reporter: Azis

Artikel Tamrin: Ada Penghianat, Warga Tak Ingin Berdamai, Sidang Kasus Perusakan Rumah di Baloi Kolam pertama kali tampil pada Metropolis.

Gerak Jalan Proklamasi, Tradisi Olahraga yang Mengakar di Tanjungpinang

0
Gerak jalan proklamasi
Penampilan unik peserta Gerak Jalan Proklamasi di Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos – Gerak Jalan Proklamasi bukan sekadar ajang olahraga atau lomba fisik semata. Di Tanjungpinang dan Bintan, kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan yang sarat nilai sejarah, sosial, budaya, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Gerak jalan mulai dikenal luas di Indonesia sejak tahun 1960-an, ketika pemerintah dan berbagai organisasi mulai menggelar lomba baris-berbaris guna menanamkan disiplin, kekompakan, serta rasa cinta tanah air, khususnya kepada generasi muda.

Dari masa ke masa, gerak jalan berkembang menjadi ajang yang tak hanya menguji ketahanan fisik, tapi juga menonjolkan kreativitas, kekompakan tim, hingga semangat kebhinekaan.

Di Tanjungpinang, gerak jalan menjadi momen yang selalu dinanti setiap Agustus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sempat vakum akibat pandemi, Gerak Jalan Proklamasi kategori 45 kilometer akhirnya kembali digelar tahun ini.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tanjungpinang, Ruli Friadi, menyebutkan bahwa pendaftaran telah dibuka secara online untuk tiga kategori yaitu 8 kilometer, 17 kilometer, dan 45 kilometer.

“Sudah ada ratusan peserta yang mendaftar. Akan ada juara 1, 2, 3, dan juara harapan untuk masing-masing kategori. Total hadiah mencapai puluhan juta rupiah,” ujar Ruli, Kamis (31/7).

Menurutnya, penyelenggaraan gerak jalan tahun ini diharapkan mampu menggairahkan ekonomi lokal. “Event seperti ini memberikan dampak perputaran ekonomi di Tanjungpinang. Pedagang, UMKM, dan sektor transportasi juga merasakan manfaatnya,” kata Ruli.

Rangkaian gerak jalan akan digelar pada 23 hingga 31 Agustus 2025. Untuk kategori 17 kilometer akan digelar pada 23 Agustus, kategori 8 kilometer pada 24 Agustus, sedangkan rute 45 kilometer akan berlangsung dari malam 30 hingga dini hari 31 Agustus.

“Titik start gerak jalan 8 dan 17 kilometer berada di Terminal Sei Carang, sementara kategori 45 kilometer dimulai dari Senggarang,” pungkasnya.

Reporter: Yusnadi Nazar 

Artikel Gerak Jalan Proklamasi, Tradisi Olahraga yang Mengakar di Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Harga Sembako Naik, Bawang Merah Jawa Tembus Rp60 Ribu/Kg di Tanjungpinang

0
Penjual bawang Tanjungpinang
Bawang merah Jawa yang saat ini dijual oleh pedagang Pasar Bincen, Tanjungpinang dengan harga Rp60 ribu per kilogram, Kamis (31/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Harga kebutuhan pokok makin mencekik. Di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, harga bawang merah, terutama jenis Jawa, melonjak drastis dalam dua pekan terakhir.

Bawang merah Jawa yang biasanya dijual Rp38 ribu per kilogram, kini menembus angka Rp60 ribu per kilogram. Kenaikan ini membuat warga terpaksa mengurangi jumlah pembelian.

“Bawang Jawa sekarang Rp60 ribu, sebelumnya Rp38 ribu. Sudah dua mingguan ini naik. Tapi stok masih ada, hanya saja bukan bawang lokal, ini bawang dari Thailand,” ujar Lauren, pedagang di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Kamis (31/7).

Lauren menyebut harga tinggi dipicu oleh biaya pengiriman yang ikut membengkak, apalagi bawang tersebut diimpor dari luar negeri.

Tak hanya bawang merah Jawa, harga bawang putih juga mengalami kenaikan, dari Rp30 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Bawang India pun naik dari Rp15 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram.

“Kondisi ini bikin pembeli berkurang. Biasanya beli satu kilo, sekarang cuma setengah kilo,” lanjut Lauren.

Salmi, seorang pembeli, juga mengeluhkan kondisi ini. Ia mengaku hanya bisa membeli sedikit bawang karena harganya sudah melambung tinggi.

“Saya belinya sikit-sikit aja, khususnya bawang Jawa yang mahal. Ya semoga cepat turun lah,” kata Salmi. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Harga Sembako Naik, Bawang Merah Jawa Tembus Rp60 Ribu/Kg di Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.