batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menyiapkan sedikitnya 10 armada bus untuk transportasi dari pelabuhan menuju kapal saat mudik natal mendatang.
Manager Operasional PT Pelni Batam, Dicky Dermawandi mengatakan saat ini penumpang masih diberangkatkan dari Pelabuhan Batuampar. Untuk kenyamanan penumpang, pihaknya sudah menggelar berbagai persiapan seperti penjualan tiket hingga mobilisasi calon pemudik nanti.
“Semua sudah siap, tinggal arus mudik nanti saja lagi,” sebut dia, Rabu (28/11).
Mengenai tiket mudik, pembelian masih berlanjut hingga saat ini. Untuk tanggal 21 dan 23 sudah mulai habis terjual. Ia menyebutkan antrean juga masih terlihat sejak penjualan dibuka.
Sebenarnya penjualan tiket sudah dibuka online, namun calon pemudik masih memilih untuk datang ke loket. Mereka beralasan karena kurang percaya kalau tidak pegang langsung tiketnya.
“Semua sudah gampang tapi mereka maunya antre di sini (loket resmi Pelni) di Sekupang. Tak jarang mereka sudah antre sejak pagi,” ujarnya.
Dicky menambahkan untuk penjualan online masih jauh dari pada beli di loket. Bisa dikatakan penjualan online 30 persen dari total tiket yang terjual. “Padahal kalau online itu mereka lebih mudah dan tidak antre,” imbuhnya.(yui)
batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam tegah mendata jumlah penderita tuna grahita yang akan berpartisipasi di Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.
“Iya masih didata berapa jumlah pastinya,” kata Ketua KPU Batam Syahrul Huda, Rabu (28/11).
Ia menjelaskan data tuna grahita berada di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Batam. Selanjutnya setelah mendapatkan data, pihaknya akan melakukan sosialisasi termasuk tata cara mereka menggunakan haknya.
“Nanti mereka boleh didampingi saat ke TPS. Sama dengan pemilih disabilitas lainnya,” sebutnya.
Sesuai dengan edaran yang diterima, tuna grahita akan diikutsertakan dalam pemilu tahun depan. Menurutnya semua warga negara berhak menggunakan hak pilihnya.
“Kami sudah mendatangi Dinsos dan lembaga yang menaungi tuna grahita di Nongsa. Sementara ini kami masih menunggu data persisnya,” jelasnya.
Selain tuna grahita, sasaran lain yang menjadi target sosialisasi menyukseskan pemilu adalah lokalisasi yang ada di Batam. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk turut menjangakau lokasi tersebut.
“Sosialisasi mungkin tahun depan. Kalau tahun ini kami belum ada ke sana. Sebenarnya kami tidak spesifik ke sana, karena sosialisasi lebih menyeluruh. Kalau memang dibutuhkan di sana tentu kami akan datang,” lanjutnya.
Syahrul menambahkan, saat ini pihaknya masih menuntaskan berbagai permasalahan jelang dimulainya pesta demokrasi. Beberapa waktu lalu logistik sudah mulai datang.
“Kami berharap proses bisa berjalan dengan aman tentunya. Dan semua warga yang sudah memiliki hak pilihbisa menggunakan sehingga angka partisipasi pemilu naik,” tutupnya.(yui)
Sejumlah pesawat dari beberapa maskapai penerbangan menurunkan dan menaikkan penumpang di Bandara Hang Nadim Batam. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Tiket maskapai berbiaya rendah (low cost) mulai diserbu masyarakat Batam. Pihak maskapai Citilink mengaku mulai H-7 Natal serta Tahun Baru, tiket yang sudah dipesan sebanyak 80 persen ke berbagai rute.
Hal ini dibenarkan oleh District sales Manager Area Kepri, Titien Harahap.
“Rute yang sudah mulai full itu, Batam ke Pekanbaru, Padang, Medan, Jakarta, Surabaya,” katanya, Rabu (28/11/2018).
Ia mengatakan jumlah tiket yang tersedia akan terus menipis, karena setiap harinya pemesanan dilakukan masyarakat cukup tinggi.
“Biasanya itu, bila pesan di h-7 tiket yang tersedia sudah tidak ada lagi alias full booking,” ungkapnya.
Apakah ada penambahan penerbangan, Titien menuturkan hingga kini belum ada rencana penambahan penerbangan. “Belum ada, kami masih memantau permintaan masyarakat,” ucapnya.
Ia membenarkan harga tiket saat ini sudah merangkak tinggi. Titien mengatakan ke beberapa daerah tiket pesawat sudah dijual di atas Rp 800ribu.
“Kalau mendekati hari H, sudah berada di ambang batas atas. Berapa harganya, saya cek dulu,” ucapnya.
Mulai banyaknya pemesanan tiket pesawat dibenarkan juga oleh Direktur BUBU Hang Nadim, Suwarso. Ia mengatakan maskapai berbiaya rendah menjadi pilihan masyarakat untuk pulang jelang Natal dan Tahun Baru.
“Sudah mulai banyak, ” ucapnya.
Pemesanan tiket ini, tidak hanya dari Batam ke beberapa daerah lainnya di Indonesia saja. Tapi rute penerbangan ke Batam juga pemesanan tiket juga tinggi.
“Bukan hanya arus berangkat saja, tapi juga arus datang. Ini sudah banyak yang mulai full booking seperti dari Jakarta, Bandung,” ungkapnya.
Saat ditanya terkait harga tiket, Suwarso menuturkan masih sesui dengan aturan Peraturan Menteri Perhubunga No 14 tahun 2016.
batampos.co.id – Zizi Aldi Zeri membacok karyawan cucian mobil Lakisau Bengkong Indah, Alpian Zebua.
Zizi Aldi sendiri diringkus di Tanjungsengkuang oleh tim gabungan dari Polresta Barelang dan Polsek Batuampar, Selasa (27/11/2018) malam.
Kejadian sendiri berawal saat korban lagi duduk di tempat orang jualan kelama muda di Bengkong Indah. Tak lama pelaku datang mengendarai sepeda motor dan bertanya tentang pekerjaan ke korban, Selasa (27/11) sore.
Pertanyaan pelaku dijawab korban belum ada lowongan kerja. Setelah itu pelaku duduk dan ikut memesan air kelapa. Tak lama pelaku kembali mendekati korban dan menanyakan hal yang sama ke korban. Namun pertanyaan kedua itu tak dijawab korban.
Mungkin tersinggung tak dijawab pertanyaannya, pelaku langsung mengambil parang kupas kelapa dan langsung membacokkannya ke korban.
Atas pembacokan yang dilakukan pelaku, korban mengalami luka robek pada bagian kepala belakang dan luak di tangan kanannya.
Usai membacok korbannya, Zizi Aldi meninggalkan korbannya mengendarai sepeda motor.
Warga yang mengetahui langsung membawa korban ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan.
Zizi Aldi Zeri ternyata pernah diamankan tim Polsek Bengkong dengan kasus pembacokan juga.
Untuk proses selanjutnya, menurut Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Ikhtiar Nazara, pihaknya akan kembali memeriksa kejiwaan pelaku.
Dari hasil tes kejiwaan, diketahui Zizi Aldi Zeri mengalami gangguan jiwa berat. Sehingga pada kasus pembacokan tersebut, prosesnya diserahkan ke Rumah Sakit Jiwa di Padang.
Deretan kios kios berjejer berdiri di depan Pasar Induk Jodoh. | Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Ketua Tim Terpadu Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan bahwa pihaknya sedang menjadwalkan ulang penertiban terhadap pedagang di pasar induk dan pedagang di pinggir jalan di sekitar pasar induk. Di mana sebagian pedagang sudah setuju untuk pindah ke kios baru yang dibangun pihak ketiga.
“Kalau masalah jadwalnya, masih kita susun. Yang jelas, kita tetap akan lakukan penertiban,” kata Yusfa, Rabu (28/11/2018).
Yusfa mengatakan, saat ini para pedagang bisa pindah ke kios yang ada di sekitar pasar induk. Tetapi jika pedagang mau pindah ke tempat lain , maka tim terpadu tak bisa melarang.
“Sudah banyak yang setuju untuk pindah. Tetapi bagi yang tidak mau pindah juga tidak apa-apa. Tetapi saya tegaskan, penertiban pasti akan dilakukan,” katanya.
Hal yang sama disampaikan kabid Trantib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari. Ia mengatakan, bahwa memang saat ini sebagian besar pedagang sudah setuju untuk pindah. Tetapi ada sebagian pedagang yang tetap ngotot dan ingin bertahan.
“Sudah banyak yang mau pindah, tetapi masih ada yang tetap ngotot bertahan. Tetapi penertiban pasti dilakukan. Kalau jadwalnya tim terpadu yang lebih tahu,” katanya.
Sementara itu, seorang pedagang buah di sekitar pasar induk yang enggan menyebutkan namanya mengakui bahwa ia bersedia pindah ke kios yang baru. “Mau bagaimana lagi, ya memang kita harus pindah. Tak bisa ngotot kita. Dan memang jelas, ini bukan lahan atas nama kita,” katanya.
Tetapi ia berharap dalam penyewaan kios baru tersebut, ada kemudahan dari pengelola dari segi biaya. “Paling tidak dalam bulan-bulan pertamalah, tunggu kami ada duit. Tetapi kami dengar sudah mulai ada pembicaraan ke sana,” katanya.
Rusli, seorang warga Batumerah mengaku, pasar buah yang ada di pinggir jalan duyung dekat pasar induk tersebut memang sudah membuat macet. “Setiap kali saya ke sini, pasti macet. Dan memang kalau boleh, pemerintah bisa menatanya, karena mobil buah sering parkir di pinggir jalan,” katanya. (ian)
batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau (Kepri) memusnahkan sabu seberat 4,2 kilogram, Rabu (28/11). Sabu dimusnahkan dengan menggunakan mesin incenerator hingga menjadi debu. Kepala BNNP Kepri Richard Nainggolan mengatakan sabu yang dimusnahkan tersebut berasal dari 6 laporan kasus narkotika.
“LKN ini ada dari hasil penyelidikan jajaran BNNP Kepri, ada juga tangkapan dari petugas Avsec dan Bea Cukai dari Oktober hingga November,” katanya, Rabu (28/11).
Ia mengatakan narkoba yang dimusnahkan ini berasal dari penangkapan terhadap I,37 di Perairan Pulau Anak Mati, 1 Oktober lalu. Dari tangan I diamankan sebanyak 1.043 gram sabu.
“Sabu yang diamankan dari tangan I ini sebanyak 34,3 gram disisakan demi persidangan dan pembuktian uji labor. Sedangkan dimusnahkan sebanyak 1.008 gram,” ucapnya.
Lalu, sabu yang dimusnahkan juga berasal dari ditangkapnya dua orang kurir narkoba di Bandara Internasional Hang Nadim oleh petugas Aviation Security (Avsec), 7 Oktober lalu. Dua orang ini kedapatan membawa sabu seberat 869 gram.
“Kami memunsahkan sebanyak 802 gram, sementara disisakan sebanyak 66,87 gram untuk pembuktian dan uji laboratorium,” ujarnya.
Tidak hanya petugas Avsec saja. Bea Cukai Batam juga ikut membantu BNNP Kepri mencegah peredaran sabu. 11 Oktober lalu, petugas Bea dan Cukai menangkap Is,30 karena membawa narkoba seberat 130 gram di Pelabuhan Internasional Batamcenter. Sabu yang dibawa N dari Malaysia itu, dimusnahkan sebanyak 106 gram dan 24 gramnya digunakan untuk pembuktian di persidangan serta keperluarn laboratorium.
“Selang tak berapa lama, 19 Oktober kami mengungkap kasus bandar sabu berinisial, Y,49, yang membawa sabu seberat 1.027. Lalu dilakukan pengembangan, ditangkap lagi kawannya M, Warga Negara Asing yang membawa sabu seberat 149 gram,” ucapnya.
Sabu milik Y dan M ini dimusnahkan sebanyak 997 gram dan disisihkan keperluan uji laboratorium serta persidangan seberat 149 gram.
“Sepanjang November ini kami mendapatkan dua limpahan penangkapan kurir sabu, dua-duanya dari hasil penegahan di Bandara Hang Nadim,” tuturnya.
Dari dua orang kurir itu,kata Richard dimusnahkan sebanyak 1.343 gram sabu. Lalu sebanyak 99,37 gram disisikan untuk persidangan dan uji laboratorium.
“Seluruh tersangka kami kenakan pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkasnya. (ska)
batampos.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Batam di Tembesi mengusulkan 107 warga binaan beragama Nasrani untuk mendapatkan remisi pada hari raya Natal mendatang. Kalapas Barelang Surianto menga-takan mereka mendapat remisi hari raya Natal dengan potongan masa pidana mulai 15 hari sampai dua bulan, bahkan satu di antara mere-ka ada yang langsung bebas.
Jika usulan remisi tersebut dikabulkan oleh Kemekumham RI maka, akan diberikan pada hari raya Natal mendatang. “Usulan ini akan dibacakan saat hari Natal nanti,” ujar Surianto, Selasa (27/11).
Dia mengatakan ratusan warga binaan yang diusulkan remisi hari raya keagamaan itu merupakan napi yang tersandung kasus kriminal, narkoba, dan umum.
Mereka yang diusulkan dapat remisi merupakan warga binaan yang telah memenuhi persyaratan peroleh remisi yang ada seperti berkelakukan baik selama di dalam lapas serta minimal sudah menjalankan masa pidana selama satu tahun.
“Mereka-mereka (yang terima remisi) sudah memenuhi kriteria untuk dapat remisi. Minimal sudah menjalani masa pidana enam bulan dan berkelakuan baik selama di sini,” katanya.
Sementara warga binaan Lapas Batam saat ini mencapai 1.298 orang. Jumlah tersebut jauh melebihi daya tampung ideal lapas yang hanya 700 orang. Membludaknya jumlah warga binaan itu didominasi oleh napi kasus narkoba.
Sedangkan napi yang divonis hukuman mati sebanyak delapan orang dan napi yang divonis hukuman seumur hidup sebanyak 12 orang.(une)
batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar rapat paripurna DPRD dengan agenda pengantar nota keua-ngan RAPBD 2019. Pada rapat tersebut diketahui rancangan APBD Anambas tahun anggaran 2019 sebesar Rp 1,167 triliun.
Bupati Anambas Abdul Haris menjelaskan melemahnya nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor meningkatnya asumsi pendapatan. Ditambah adanya perbaikan harga minyak mentah (ICP) secara nasional bahkan global yang diiringi dengan lifting migas yang menunjukan trend positif, sehingga diperkirakan DBH Migas mengalami kenaikan.
”Kenaikan APBD dipacu juga peningkatan alokasi DAK tahun 2019. Dengan adanya perbaikan pendapatan tersebut, diharapkan membawa perbaikan perekonomian di Anambas,” ungkapnya, Selasa (27/11).
Ia menjelaskan RAPBD tahun anggaran 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 291,913 miliar atau 31,68 persen dibandingkan dengan APBD murni 2018 yakni sekitar Rp 920 miliar.
Dari data yang ia sampaikan, diketahui kalau kenaikan cukup signifikan terletak pada komponen pendapatan dana perimbangan yang naik 56,91 persen, PAD sebesar 11,10 persen serta pendapatan daerah yang sah sebesar 14,10 persen.
”Dari besaran pendapatan daerah tersebut akan digunakan untuk keperluan belanja tidak langsung sebesar Rp 424,529 miliar dan belanja langsung sebesar Rp 788,449 miliar,” ungkapnya.
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Imran, mengatakan, DPRD akan menyampaikan pemandangan umum dari tiap-tiap fraksi sebelum akhirnya disahkan menjadi Peraturan Daerah. Sesuai jadwal, paripurna pemandangan umum fraksi pun bakal dilakukan pada hari ini Rabu (28/11) sekitar pukul 14.30 WIB.
”Sesuai dengan tahapan dan mekanismenya seperti itu,” ungkapnya.(sya)
batampos.co.id – Keberadaan Palapa Ring Barat (PRB) di Natuna manfaatnya belum dirasakan secara optimal oleh masyarakat Natuna. Karena provider belum serius memanfaatkan jaringan tersebut.
Semestinya keberadaan PRB bisa dimanfaatkan oleh sejumlah provider yang berope-rasi di Natuna untuk mening-katkan layanan telekomunikasi kepada masyarakat.
Sejauh ini, perusahaan penyedia jasa telekomunikasi masih cenderung menggunakan layanan VSAT (Very Small Aperture Terminal) ketimbang jaringan fiber optik. Padahal, tujuan Kemen-terian Kominfo membangun PRB untuk memperkuat jaringan telekomunikasi di wilayah perbatasan bagian barat.
“Percuma saja ada PRB, kalau kami yang dipelosok ini belum bisa mengakses dan menikmati internet cepat. Sementara sinyal yang ada masih tidak stabil,” kata Bujang Har, warga Desa Kelanga, Selasa (27/11).
Saat ini, jaringan PRB hanya bisa askes di sekitar Kecamatan Bunguran Timur. Sedangkan kecamatan lain bahkan di pulau-pulau masih jauh dari sentuhan PRB.
Sementara Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Natuna, Raja Darmika membenarkan keluhan masyarakat tersebut. Sejauh ini ada sejumlah perusahaan yang menggunakan jaringan fiber optik PRB, di antaranya PT Telkom, PT Telkomsel dan PT Moratel untuk layanan 4G.
“Tapi tahun ini baru untuk seputaran Ranai. Kalau diluar Ranai itu belum. Tahun depan baru akan ada pengembangan layanan jari-ngan internet 4G di seputaran Pulau Bunguran melalui penambahan 14 tower BTS. Masyarakat yang di pulau-pulau sabar dulu, karena kita sedang intens koordinasi de-ngan pusat,” pungkasnya.(arn)
batampos.co.id – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Batam mengancam akan memutuskan aliran listrik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Batam. Ini karena Lapas Batam menunggak tagihan listrik selama dua bulan.
Kalapas Batam Surianto membenarkan rencana pemutusan aliran listrik itu.
”Semalam kami diinformasikan pihak PLN. Kami persilakan tapi dampak-dampak yang mungkin akan terjadi (jika aliran listrik benar diputuskan) sudah kami sampaikan. Ini (Lapas) dihuni 1.300 orang (warga binaan) kalau mereka tak nyaman dan kesusahan tentu akan berontak, ini yang kami minta dipertimbangkan lagi,” ujar Surianto saat dijumpai di Lapas Batam, Selasa (27/11).
Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Surianto secara resmi telah merespons peringatan tersebut dengan mengirim surat pelunasan hutang (SPH) ke pihak PLN dengan tembusan ke Kakanwil Kemenkumhan RI Kepri. Dalam surat itu pihak Lapas memohon agar pihak PLN tidak memutuskan listrik sebab tunggakan tagihan itu akan dibayar pada Januari mendatang.
”Memang ada tunggakan sekitar Rp 100 juta untuk dua bulan. Bukannya tak bayar tapi karena penganggaran langsung dari pusat jadi agak tersendat di setiap penghujung tahun. Tetap dibayar tapi Januari nanti. Tahun-tahun sebelumnya begitu juga kok termasuk untuk air (ATB),” kata Surianto.
Dalam pemberitahuan sebelumnya kata Surianto, pihak PLN berencana akan memutuskan aliran listrik Lapas pada Selasa, kemarin. Namun rencana itu batal sebab sampai sore kemarin tak ada petugas PLN yang kesana. ”Jangan sampailah karena risikonya besar jika itu terjadi. Ini (Lapas) milik negara untuk masyarakat. PLN juga milik negara. Bukankan negara harus hadir jika ada persoalan se-perti ini,” kata Surianto.
Kenapa sampai terjadi tunggakan? Surianto menjelaskan, bahwa anggaran untuk Lapas yang dikucurkan tahun ini tidak mencukupi untuk meng-akomodir semua kebutuhan dalam Lapas.
Anggaran sekitar Rp 10 miliar per tahun sudah termasuk dengan gaji pegawai sipir dan operasional Lapas secara umum. De-ngan anggaran sebesar itu tentu pihaknya kewalahan karena penghuni Lapas lebih banyak hampir tiga kali lipat (overkapasitas) dari daya tampung ideal.
”Jumlah (warga binaan) perhari ini 1.298 orang karena tadi baru bebas dua orang. Anggaran per tahun yang dikucurkan itu untuk daya tampung ideal yakni sekitar 500 orang karena itu sudah termasuk gaji pegawai. Inilah kenapa dipenghujung tahun sering begini ya karena memang anggaran tidak mencukupi,” katanya.
foto: batampos.co.id / dalil harahap
Dalam hal makan dan minum saja misalkan hampir Rp 20 juta per hari yang harus dikeluarkan sebab satu orang napi biaya makan per hari sekitar Rp 17 ribu.
Belum lagi dengan biaya operasional lain termasuk tagihan listrik dan air mencapai angka Rp 50 juta per bulannya.
”Pengeluaran memang besar karena overkapasitas penghuni di sini. Ini harus dimaklumi kita bersama karena ini juga lembaga negara,” kata Surianto.
Humas bright PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama membenarkan menunggaknya pembayaran listrik di Lapas. Terkait persoalan tersebut, petugas bright PLN Batam sudah mendatangi Lapas dan bertemu langsung dengan Kalapas.
Dalam pertemuan itu, Kalapas akan berupaya untuk membayar tunggakan pembayaran tersebut pada bulan ini.
”Kita faham dengan persoalan yang terjadi di internal Lapas. Listriknya tidak diputus, kita akan menunggu (pembayaran),” katanya.
Menurut Yoga, persoalan menunggaknya pembayaran listrik di Lapas baru pertama kali terjadi.
”Sebelumnya tidak pernah,” bebernya lagi.
Seperti yang diketahui pihak PLN Batam sebelumnya menginformasikan ke pihak Lapas Batam bahwa aliram listrik PLN ke Lapas akan diputuskan. Pemberitahuan ini disampaikan oleh Arif Surmana, manajer area prima PLN Batam melalui pesan singkat kepada Kalapas Batam. (eja)