Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11792

Seharusnya PAD Batam Rp 2 Triliun, namun …

0

batampos.co.id – Perhitungan tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, seharusnya Batam dengan segala potensi pajak daerahnya dapat membukukan pendapatan daerah sebesar Rp 2 triliun per tahun.

Pimpinan KPK RI Basaria Pandjaitan mengatakan, dari empat objek pajak (hotel, restoran, yang kini tengah digalakkan pemasangan alat pencatat transaksi (tapping box) saja mencapai 1.612 objek pajak. Sehingga untuk mendapatkan Rp 2 trilun bukan hal yang mustahil, sementara PAD yang mampu dicapai Pemko Batam baru Rp 1,1 triliun.

“Anda bayangkan, hampir separuh tidak diterima oleh Pemko Batam,” ucap dia, kemarin.

Namun ia enggan menduga mengapa hal ini tidak dapat terserap. Menurutnya akan sulit untuk melacak karena sebelumnya penerimaan daerah tidak berbasis online. Kini, yang bisa dilakukan yakni peralihan sistem dari konvensional ke sistem berbasis online yang dihubungkan ke bank daerah.

“Supaya secara transparan berapa jumlahnya setiap saat,” imbuhnya.

Sistem online ini apakah akan menyasar sumber pendapatan lain, Basaria mengatakan pada prinsipnya berharap akan hal ini. Tetapi ia mengaku penerapannya tidak mudah. Dalam hal ini, salah satunya ia meminta komitmen pengusaha.

“Dari objek pajak 1.612, belum bisa dilaksanakan semuanya, apalagi dilakukan untuk seluruh objek pajak. Niat aturan ini benar, tapi tidak mudah,” paparnya.

Kini, sudah ada Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Perpres Stranas PK), yang meliputi berbagai Kementerian. dengan ini akan coba dilakukan pemusatan penyelenggaran pengelolaan keuangan secara terpusat.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah mengatakan, ini akan menjadi tantangan Pemko Batam untuyk meningkatkan pendapatan daerah.

“Ini tantangan bagi kami, termasuk melakukan pengawasan,” kata Raja.

Mulai tahun ini Pemko Batam menerapkan pengelolaan pajak menggunakan sistem dalam jaringan. Mesin perekam data transaksi (taping box) dipasang di tempat usaha wajib pajak. Alat itu langsung terhubung ke komputer di Kantor BP2RD secara langsung, dalam waktu yang sama.

Alat ini sudah terpasang 301 alat, akhir tahun 2018 ditargetkan akan terpasang 1.500 alat. dengan target jangka panjang terpasang 1.500 pada 2021 mendatang.

“Kami berharap dengan support teknologi, potensi bisa optimal. bahkan kami diberi tantangan 1.500 terpasang itu terpasang di 2019,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, pasca pemasangan 301 tapping box pada empat sektor pendapatan (hotel, restoran, hiburan dan parkir) , rata-rata naik 20 persen. Perbandingan jumlah pendapatan Januari sampai Oktober antara tahun 2017 dan 2018.

“Sekarang kami kejar yang incomenya besar,” imbuhnya.

Kemarin, walikota memastikan penggunaan ‘tapping box’ tidak melanggar aturan karean tidak memakai aplikasi baru. Juga tidak ada biaya tambahan yang diberlakukan pemerintah.

“Tapping tidak merubah aplikasi. Tak langar kami hanya ingin mengetahui transaksi,” pungkasnya. (iza)

Cabai Diserbu di Pasar Murah

0
Suasana pasar murah.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Sejumlah warga langsung menyerbu cabai merah kriting di pasar murah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam. Dalam sekejab, ratusan kilo cabai habis di dua lokasi seperti Nongsa dan Seipanas.

Pantauan Batam Pos, puluhan ibu-ibu rela berdesakan di pasar murah yang dilaksanakan di Simpang Kuda Seipanas. Dalam sekejab cabai dan bawang habis.

“Warga lebih banyak berburu cabai dan bawang,” ujar Kepala Bidang Ekonomi TPID Batam, Zurniati, kemarin.

Warga antuasias membeli di pasar murah karena harga distributor. Perkilonya cabai Rp 30 ribu, sedangkan bawang merah Rp 28 ribu.

“Di Nongsa cabai juga habis beberapa karung. Respon warga masih tinggi,” imbuhnya.

Menurut dia, tujuan digelarnya pasar murah adalah untuk menekan harga di pasaran. Dimana cabai yang dulunya sempat Rp 50 ribu sekilo, saat ini sudah mulai turun Rp 30 ribu perkilonya.

“Kalau tak diintervensi, kemungkinan harga cabai akan terus naik. Dulu sebelum ada TPID, harga cabai itu Rp 100 ribu perkilonya,” ungkap Zurniati.

Dikatakannya, pasar murah TPID akan berlangsung hingga 30 November mendatang, kemudian dilanjutkan awal bulan hingga pertengahan Desember.

“Apalagi jelang hari besar Natal nanti, harga-harga dipastikan naik juga. Karena itu kita giat melaksanakan pasar murah ini untuk mengintervensi harga,” pungkasnya. (she)

Bakamla Tangkap Kapal Ikan Vietnam Berbendera Malaysia

0
ilustrasi

batampos.co.id – KN Bintang Laut 4801 milik Bakamla RI, yang melakukan patroli di perairan Anambas mengamankan kapal ikan asing (KIA) Vietnam, berbendera Malaysia dengan nama CM 98981 TS.

Patroli ini dipimpin Kapten Margono Eko Hari Susanto, dan mereka mengamankan kapal asing tersebut di perairan Anambas tepatnya di sebelah barat Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (26/11).

Kasubbag Humas Bakamla RI Mayor Marinir Mardiono menjelaskan penangkapan berawal ketika radar KN Bintang Laut 4801 mendeteksi sebuah objek yang diduga kapal yang memasuki wilayah perairan perbatasan Indonesia dari Malaysia, Senin (26/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

Selanjutnya KN Bintang Laut 4801 mendekati sasaran de-ngan pengamatan secara visual dan diperoleh hasil objek mencurigakan yang tertangkap radar tersebut merupakan sebuah kapal ikan asing.

”Kapal patroli Bakamla RI curiga terhadap aktivitas yang dilakukan oleh kapal ikan asing tersebut, kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kapal, nakhoda, dokumen, beserta muatan kapal,” ungkapnya melalui rilis yang dikirim kepada sejumlah media.

Dari hasil pemeriksaan awal petugas Bakamla RI di lokasi kejadian, kapal CM 98981 TS yang dinakhodai Vo Thanh Vu, warga Negara Vietnam beserta 10 Anak Buah Kapal (ABK) lainnya yang seluruhnya WNA Vietnam itu, tidak dapat menunjukkan dokumen yang sah yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

”CM 98981 TS dengan tanda selar warna lambung hijau, anjungan biru tersebut saat diperiksa antara lain, tidak memiliki Surat Izin Usaha Penangkapan (SIUP) dan Surat Izin Pengangkut Ikan (SIPI) yang ditetapkan oleh pemerintah RI,” ungkapnya.

Mardiono menjelaskan, pada saat diperiksa, kapal tersebut kosong, hanya ada sedikit muatan berupa ikan campuran. Petugas Bakamla RI menduga hasil tangkapan KIA itu sebelumnya telah di bongkar, kemudian kembali menangkap ikan di perairan Indonesia.

Selain itu, kapal tersebut juga telah melanggar aturan dari sisi alat tangkap. Kapal tersebut menggunakan alat tangkap jaring apung yang melanggar ketentuan. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kapal beserta nakhoda dan 10 ABK dikawal menuju pangkalan kapal Pat-roli Bakamla RI di Batam, Kepulauan Riau untuk peme-riksaan lebih lanjut.

Beberapa hari sebelumnya, 13 November 2018 sekitar pukul 20.20 WIB, KN Bintang Laut – 4801 juga telah meme-riksa dua kapal Vietnam berbendera Malaysia yakni KG 94064 TS dan KG 90451 TS, di lokasi yang sama dengan kapal yang baru ditangkap.

Kedua kapal KIA tersebut juga melakukan pelanggaran yang sama. Dari hasil tangkapan kedua kapal itu petugas Bakamla RI berhasil menga-mankan 20 orang termasuk nahkoda dan awak kapal. (sya)

Natuna Baru Peroleh Satu Emas

0

batampos.co.id – Perolehan medali dari berbagai cabang olahraga yang diikuti dalam Porprov tahun ini, Natuna masih kalah jauh dibanding Kabupaten lain.
Hingga saat ini, Natuna baru meraih satu medali emas pada cabang catur. Selebihnya didominasi medali pe-runggu.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pemkab Natuna Suherman mengatakan, dalam cabang silat, atlet Natuna meraih empat medali perunggu. Cabang Kempo meraih dua perunggu dan dua perak.

Selain itu, untuk cabang dayung kayak double meraih medali perunggu, dayung kayak single satu perunggu, serta meraih satu medali perunggu dan satu medali emas pada cabang catur.

”Natuna baru mendapat satu me-dali emas dari cabang catur, mudah-mudahan atlet Natuna tetap semangat,” kata Suherman, Rabu (28/11).

Sementara Ketua KONI Kabupaten Natuna Zamroni mengakui, dalam berbagai cabang olahraga yang diikutkan dalam Porprov tahun ini, atlet Natuna sudah mampu bersaing. Namun salah satu kelemahan adalah stamina atlet yang kurang.

Menurut Zamroni, setiap cabang membutuhkan atlet berstamina prima. ”Atlet Natuna kekurangan pudding, staminanya yang kalah. Kalau strategi permainan sudah bagus,” kata Zamroni.(arn)

Pengawasan LPG Belum Merata

0
Gas LPG 3 kilogram yang dijual di pangkalan atas nama Candra di Pasar Sagulung, Selasa (28/11). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pengawasan yang dilakukan Pertamina terkait kelangkaan gas LPG 3 kilogram belum merata di beberapa wilayah di Batam. Di Kecamatan Seibeduk misalnya LPG bersubsidi itu masih bebas dijual pengecer pinggir jalan dengan harga antara Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu.

Suhartini, pengecer gas LPG mengatakan gas melon yang ia jual memang diambil dari pangkalan resmi dengan harga Rp 20 ribu pertabung.

“Kalau gas masuk, orang pangkalan langsung menelpon ke saya,” kata Tini, pengecer gas di pintu empat, Mangsang, Seibeduk.

Dalam sekali masuk, ia biasa mengambil 20 sampai 30 tabung ke pangkalan. Satu tabung ia jual kembali dengan harga Rp 23 ribu.

“Pangkalan habis warga pasti lari ke kami (pengecer),” katanya.

Terkait imbauan Pertamina yang tidak memperbolehkan masyarakat untuk tidak menjual kembali LPG, ia mengaku pasrah dan akan mengikuti aturan.

“Ya gimana lagi, kalau mereka datang dan tidak memperbolehkan kami jualan, ya kami bisa apa,” jelasnya.

Tak hanya pengecer, rumah tangga dan pengusaha warung makan yang omset terbilang tinggi juga terlihat menggunakan LPG 3 kilogram untuk usahanya. Padahal, sesuai dengan peraturan, UMKM yang omsetnya lebih dari Rp 1,5 juta perbulan tidak diperbolehkan.

Sementara Kadisperindag Batam, Zarefriadi mengatakan kelangkaan yang dikeluhkan masyarakat memang ada indikasi pernah pihak pangkalan ataupun masyarakat untuk memperoleh keuntungan yang lebih, sehingga kedepannya Pertamina akan meningkatkan pengawasan gas tersebut ke masyarakat.

“Tidak pangkalan, agen akan kami awasi. Seharusnya tidak terjadi kelangkaan kalau pendistribusian tepa sasaran,” katanya.

Sesuai dengan aturan yang berhak mendapatkan pasokan gas melon ino adalah masyarakat kurang mampu yang berdiam dekat pangkalan. Satu rumah tangga dijatah 4-5 tabung perbulan sementara usahan menengah kecil 10 tabung perbulan. (une)

Rebut 10 Medali Emas, Batam Juara Umum Cabor Taekwondo

0
Para atlet Batam peraih medali dari cabor taekwondo bersama Ketua KONI Batam Iskandar Alamsyah melakukan selebrasi usai pe-nyerahan medali ajang Porprov IV yang digelar di SMPN 4 Tanjungpinang, Rabu (28/11/2018).
F. Ryan Agung/Batam Pos

batampos.co.id – Raihan sepuluh medali emas berhasil mengantarkan kontingen Kota Batam menjadi juara umum pada cabang olahraga (cabor) Taekwondo dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri IV, yang digelar di Aula SMPN 4, Tanjungpinang, Rabu (28/11). Total meda-li yang diraih kontingen Kota Batam dari cabor Taekwondo, yakni sepuluh emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Tuan rumah Kota Tanjungpinang berada di posisi kedua dengan raihan dua medali emas, lima perak, dan tujuh perunggu. Sedang pe-ringkat tiga diduduki Tanjungbalai Karimun dengan dua medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu.

”Sembilan medali emas kami rebut dari kategori Kyuroogi dan 1 medali emas dari kategori Poomsae,” sebut Ketua Kontingen Taekwondo Kota Batam, Rian Jimmy, Rabu (28/11).

Cabor Taekwondo memperebutkan total 14 medali emas yang terbagi menjadi 12 nomor Kuurogi dan dua nomor Poomsae. Cabor taekwondo menjadi salah satu harapan Kota Batam untuk bisa mendulang emas.

”Semua taekwondoin Batam yang berpotensi diturunkan seluruhnya dalam event ini,” tuturnya.

Selain itu, Rian juga menjelaskan, atlet Batam memang dipersiapkan untuk mendulang banyak medali emas di ajang Porprov.

”Kita tidak ada memberikan atlet ke daerah lain, karena kami membina dengan keringat sendiri,” ungkapnya.

Rian menuturkan, hasil ini merupakan yang terbaik dari beberapa tahun terakhir. Selain itu, sebelum ajang Porprov berlangsung, para atlet sudah diberikan latihan maksimal.

”Seseorang yang ingin jadi atlet harus latihan terus, jangan berlatih jika hanya mendekati event saja,” tegasnya.

Ia mempersiapkan atlet taekwondo selama dua bulan dengan latihan setiap hari di beberapa lokasi pelatihan, sehingga para atlet mampu mengusai latihan yang diberikan.

”Kami mengelar latihan di dua tempat, di antaranya di (kawasan rusun, red) Lancang Kuning dan (stadion, red) Temenggung. Latihannya adalah fisik dan teknik,” jelasnya.

Ia mengatakan, ke depan ia akan mengelar training center (TC) berjalan untuk persiapan Porwil, Pra-PON, dan PON. Sehingga, para atlet terus menguasai teknik dan fisik.

”TC berjalan sudah pasti, apalagi atlet harus terus berlatih dan tidak cepat puas,” ungkapnya. (yan)

Tim Voli Putra dan Putri Batam Sandingkan Medali Emas

0
Tim voli putra dan putri Kota Batam memamerkan medali emas yang diraihnya di ajang Porprov Kepri IV bersama Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Lapangan Tugu Pensil, Selasa (27/11) malam.
F. Ryan Agung/Batam Pos

batampos.co.id – Apresiasi lebih harus diberikan pada tim voli Kota Batam. Dalam pertandingan babak final cabor bola voli di Porprov Kepri IV yang digelar di Lapangan Tugu Pensil, Selasa (27/11) malam lalu berhasil merebut medali emas.

Tim bola voli putri Batam berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Karimun dengan skor 3-1. Set pertama Batam menang dengan skor 25-16, sedang set kedua menjadi milik Karimun dengan skor 19-25. Tetapi set ketiga dan keempat menjadi milik Batam dengan skor 25-12 dan 25-17. Sedang tim putra juga berhasil membawa pulang medali emas setelah mengalahkan Bintan di babak final dengan skor 3-1.

Set pertama menjadi milik Batam dengan skor 25-19. Set kedua berhasil direbut oleh Bintan dengan skor 20-25. Sedangkan set ketiga dan keempat menjadi milik Batam dengan skor masing-masing 26-24 dan 25-18.

Pertarungan sengit terjadi di set ketiga. Di awal laga Batam sempat tertinggal enam poin sebelum akhirnya bisa menyusul Bintan di skor 14-14. Selanjutnya pertandingan berjalan kian sengit. Skor susul menyusul terus terjadi. Kedua tim memaksakan diri untuk bisa merebut set ketiga. Tetapi dewi fortuna masih memihak Batam. Spike keras dari David memastikan Batam merebut set ketiga dengan skor 26-24.

Usai pertandingan pelatih voli putra Kota Batam, Dwi Handoyo mengucapkan rasa syukurnya atas kemenangan yang diraih anak-anak asuhnya. ”Alhamdulillah, kami berhasil merebut medali emas. Ini pertandingan yang berat, tapi kami mampu lepas dari tekanan dan meraih emas,” serunya, Selasa (27/11).

Senada, pelatih tim voli putri Kota Batam, Riyanto mengaku puas atas raihan prestasi timnya. Menurutnya kemenangan yang diraih anak-anak asuhnya adalah buah dari kerja keras.

”Kami berhasil mengawinkan emas putra dan putri cabor bola voli. Sekaligus menuntaskan target yang dibebankan pada kami,” seru pria yang akrab disapa Ameng ini.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang menyaksikan langsung jalannya pertandingan terkejut melihat antusiasme penonton.

”Kaget saat melihat jalanan dipenuhi motor dan mobil parkir. Ini bukti jika olahraga bisa membangkitkan nafas perekonomian daerah. Karenanya saya berharap pada kepala daerah bisa memajukan olahraga di daerahnya masing-masing,” kata Nurdin.

Selain itu, Nurdin juga berjanji untuk membenahi venue-venue yang digesa masih kurang layak digunakan.

”Seperti venue atletik yang tergenang air, juga venue bola voli yang bermain seperti dalam kurungan,” urai Nurdin.

”Hal ini harus diperhatikan oleh kepala daerah karena semuanya akan saling berkaitan. Perbaikan venue akan meningkatkan prestasi atlet yang nantinya juga akan bermafaat dalam peningkatan pendapatan daerah melalui gelaran-gelaran kejuaraan,” tutupnya.(yan)

Renang Sudah Sumbang 5 Emas, Catur Satu Emas

0
Ketua KONI Batam Iskandar Alamsyah bersama peraih medali cabor renang, Ana (kiri) dan Ani Talia di Kolam Renang Dendang Ria, Tanjungpinang, Rabu (28/11/2018).
foto: batampos.co.id / ryan agung

batampos.co.id – Kota Batam berhasil meraup lima emas, delapan perak, dan empat perunggu di hari pertama pertandingan cabor renang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri IV yang digelar di Kolam renang Dendang Ria, Tanjungpinang, Rabu (28/11).

Ketua panitia pelaksana pertandingan cabor renang, Ali Amran mengatakan pertan-dingan hari pertama terbagi menjadi dua tahap. Pagi mempertandingkan 10 nomor, sedangkan sore harinya mempertandingkan enam nomor.

”Pertandingan hari pertama ini berjalan lancar. Mungkin muncul insiden tapi bisa terselesaikan. Biasalah setiap pertandingan pasti muncul riak-riak kecil,” jelasnya, Rabu (28/11).

Sementara itu, pelatih renang Kota Batam Helmy Destra mengatakan Batam berhasil mengumpulkan lima emas, delapan perak, dan empat perunggu. Emas diraih Nadya Wahyu Srikandi di nomor 50 m gaya bebas putri, Ani Talia di nomor 50 m gaya kupu-kupu putri dan 50 m gaya dada putri, Thabita Muliana Tarigan di nomor 200 m kupu-kupu putri, dan Keyza Azzahra di nomor 200 m gaya punggung.

Sedangkan medali perak dipersembahkan Febiyela Azsyura di nomor 200 m gaya bebas dan 200 m gaya punggung. Selanjutnya, Nadya Wahyu Srikandi di nomor 50 m gaya kupu-kupu, Thabita Muliana Tarigan di npmor 200 m kupu-kupu, Jacky di nomor 50 m gaya kupu-kupu, dan 50 m gaya dada.

Selain itu, perak juga dipersembahkan Bagas Sapto Aji melalui nomor 200 m punggung dan 100 m kupu-kupu. Untuk perunggu dipersembahkan Ana Talia yang turun di 200 m gaya bebas, Ani Talia di 100 m gaya kupu-kupu, Thabita Muliana Tariga di nomor 200 m gaya kupu-kupu, dan Jacky di nomor 50 m gaya bebas.

Selanjutnya, untuk hari kedua akan digelar sebanyak enam nomor pertandingan.

”Dilaksanakan di hari yang sama (tadi malam, red) mulai pukul 08.30 WIB,” ucapnya.

Helmy pun meminta duku-ngan masyarakat Batam agar atlet renang Batam bisa meraih hasil maksimal.

”Mohon doa dan support dari seluruh masyarakat Batam. Agar atlet renang Kota Batam bisa meraih hasil maksimal di gelaran Porpov ini,” harapnya.

Dari cabor catur hanya bisa meraih satu medali emas di ajang porprov. Dalam pertandingan yang digelar di Hotel Sempurna Jaya, Tanjungpinang, hingga Rabu (27/11) Batam hanya bisa menambah dua perak dan lima perunggu. Total medali sudah dikumpulkan tim catur Batam, yakni satu emas, enam perak, dan enam perunggu.
Medali emas disumbangkan Hamdan Yelfi dari nomor catur kilat.

”Alhamdulillah, kami meraih medali emas di cabang olahraga catur,” kata pelatih catur Batam, Aldri Simanjuntak, kemarin.

Aldri menuturkan, Batam menargetkan enam emas dari 18 medali yang diperebutkan sesuai jumlah atlet yang kami bawa yang berjumlah enam atlet. Menurut Adri, pesaing yang paling berat adalah Karimun dan Tanjungpinang. Para atlet Karimun dan Tanjungpinang terbilang kuat, dan persiapan mereka juga sudah matang.

”Training Center (TC) hanya satu minggu, dan itupun kami tambah lagi agar para atlet lebih siap menuju Porprov ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pecatur Batam yang diturunkan adalah atlet-atlet junior, agar untuk regenerasi ke depannya. Sehingga, prestasi olahraga catur terus berkembang.

”Atlet muda sangat berpotensi di Batam, apalagi mereka sudah teruji di tingkat nasional,” sebutnya.

Aldri mengatakan, Peme-rintah Kota Batam seharusnya memperhatikan cabor yang berpotensi mendulang medali emas, sehingga para atlet benar-benar termotivasi untuk menjadi juara.(yan)

BMKG Perkirakan Batam akan Diguyur Hujan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Meteorologi Dan Geofisika (BMKG) Bandara Hang Nadim Batam, perkirakan cuaca Kepulauan Riau (Kepri) untuk tanggal 29 November – 1 Desember 2018 secara umum berpotensi akan turun hujan lebat dengan intensitas ringan, berawan beserta kilat atau petir.

Suratman Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Batam menjelaskan kondisi cuaca Kepulaan Riau saat ini dalam fase hujan dengan intesitas tinggi secara umum Kepri merupakan daerah non zona musim artinya tidak mengenal musim kemarau, tetapi hujan sepanjang tahun. Hal ini dikarenakan letak wilayah di garis khatulistiwa. Adapun curah hujannya memang tidak merata.

“Namun untuk aktivitas transportasi darat dan udara masih kondusif,” ujarnya, Rabu (28/11).

Lebih lanjut dia menjelaskan kondisi perkiraan cuaca untuk daerah Batam pada siang dan dinihari akan diguyur hujan dengan intensitas ringan dan pada pagi dan malam diperkirakan akan berawan. Prediksi ini juga berlaku untuk daerah lainnya seperti Tanjung Pinang, Karimun, Lingga, Natuna dan Anambas. Baik curah hujan maupun gelombang tinggi hampir disemua wilayah perairan Kepri.

“Secara umum untuk kepulauan Riau prediksi cuacanya hampir sama,” terangnya.

Ia menghimbau untuk aktivitas dan transportasi laut agar berhati-hati terhadap gelombang laut yang cukup tinggi di perainan Natuna dan Anambas serta arus laut yang cukup kuat diseluruh perairan Kepulauan Riau.

“Terutama aktivitas penyeberangan dipelabuhan yang ada di Batam agar lebih memperhatikan kondisi cuaca saat akan melakukan penyeberangan,” tutupnya. (cr1)

Nongsa Digital Park Terus Tumbuh Sebagai Ekosistem Digital

0

batampos.co.id – Nongsa Digital Park (NDP) perlahan terus berkembang dan menciptakan ekosistem digital di kawasan Nongsa. Saat ini sebanyak 45 investor yang membutuhkan ratusan tenaga kerja, telah bergabung di NDP. Namun hambatan yang dihadapi, Sumber Daya Manusia yang siap kerja masih belum tersedia.

Oleh sebab itu, NDP berusaha mendidik anak-anak muda Indonesia agar dapat memenuhi ekspektasi para investor.

“Anak-anak muda Indonesia itu kreatif-kreatif. Tidak membutuhkan waktu lama mendidikan mereka menguasainya (dunia digital), dulu itu prediksinya 1 tahun. Tapi setelah kami jalani, cuman 2 bulan saja. Saat ini kami telah memiliki 300 anak-anak yang ahli dibidang digital,” kata CEO Citramas Grup Kris Wiluan, Rabu (28/11)

Tahun depan, kata Kris jumlah tenaga kerja yang diminta akan terus bertambah. Karena investor yang masuk ke NDP terus berdatangan.

“Tahun depan bisa seribu orang (permintaan tenaga kerja),” ucapnya.

Untuk mengakali mendapatkan tenaga kerja yang mumpuni, Kris mengatakan NDP telah menjalin kerjasama dengan universitas yang ada di Kepri maupun di wilayah Indonesia lainnya. Saat ini, kata Kris kerjasama yang telah terjalin dengan Institut Teknolgi Batam, Politeknik Negeri Batam, Universitas Putera Batam, Universitas Internasional Batam, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Universal. Dari luar Kepri, NDP menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Del, Universitas Andalas. Sedangkan dari luar negeri kerjasama dijalin dengan Temasek Polytechnic Singapura, Universitas Coventry Inggris dan Nanyang Polytechnic Singapura.

“Kami juga membangun koordinasi dengan Pemko Batam, BP Batam, Imigrasi dan instansi lainnya,” ucapnya.

Agar memudahkan proses pembelajaran ini, Kris membawa tenaga-tenaga terampil di bidang digital untuk memberikan pelajaran ke anak-anak muda Indonesia.

“Kalau anak muda Indonesia ke luar negeri biayanya mahal. Makanya kami datangkan, untuk mendidik anak-anak ini. Jadi belajar digital tak perlu jauh-jauh, cukup ke Nongsa,” ungkapnya.

Anak muda yang telah mendapatkan pelajaran, bisa dapat kembali ke kampung halamannya.

“Mereka bisa kembali ke kampung halaman, untuk mengembangkan dunia digital disana. Walaupun (mereka kembali ke daerah asalnya) kami tetap menjalin komunikasi dengan mereka,” ucapnya.

Terkait perkembangan dunia digital, Kris menilai dunia digital menjadi pusat perekonomian dunia ke depannya.

“Kita membutuhkan anak-anak yang handal menghadapi digital ekonomi. Kalau tidak bisa mendapatkan pengetahuannya dan tidak menguasai. Kita (Indonesia) akan dikuasai (pihak) luar,” ujarnya.

Peran NDP, kata Kris membuka pengetahuan seluas-luasnya bagi pemuda pemudi Indonesia akan dunia digital. “Anak-anak muda disini tidak hanya dapat belajar, tapi juga bekerja,” tuturnya.

Demi meningkatkan pengetahuan anak-anak Indonesia, Kris menggelar seminar di Turi Beach dengan bermitra dengan e27, selaku ekosistem starup. Seminar ini digelar selama 3 hari, untuk membantu dan menginspirasi starup pemul dalam membangun perusahaan mereka.

Seminar ini dihadiri 200 orang starup dari Indonesia, Singapura dan beberapa negara Asia lainnya. (ska)