Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11794

Lomba Sampan Ketinting Jadi Daya Tarik Wisatawan

0
Para peserta lomba memacu sampannya saat mengikuti lomba Sampan Ketingting yang digelar oleh masyarakat RW 01 Patam Lestari dalam rangka Sumpah Pemuda di Sungai Patam Lestari Sekupang, Minggu (28/10). Lomba yang dibuka oleh Walikota Batam Muhamad Rudi tersebut menjadi daya tarik tersendiri baik bagi masyarakat maupun wisatawan yang bisa menjadi even parawisata Kota Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 dimeriahkan dengan lomba Sampan Ketinting di Patam Lestari, Minggu (28/10). Lomba sampan ketinting atau mengemudikan sampan bermesin tempel tanpa kemudi ini, diikuti sebanyak 36 tim.

Ketua Panitia, Jailani mengatakan lomba Sampan Ketinting diselenggarakan sejak Sabtu (27/10) lalu.

”Perlombaan ini untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini juga diisi dengan pembagian sembako bagi warga RW 01 Patam Lestari,” jelasnya.

Dia menyebutkan lomba sampan bermesin tempel tanpa kemudi dibutuhkan keterampilan joki untuk mengarahkan sampannya. ”Perlombaan sampan ini bisa menjadi daya tarik wisatawan,” ujar Jailani.

Ketua RW 01 Patam Lestari, Taufiq Aman berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin. Karena secara tak langsung menjadi ajang silaturahmi nelayan, tak cuma di Patam Lestari tapi juga daerah lain di Batam.

”Lewat kegiatan ini juga bisa mengundang wisatawan ke Patam Lestari. Mohon Pak Wali (Wali Kota Batam Muhammad Rudi) agar lomba ketinting ini bisa dijadikan agenda rutin Pemko Batam,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan sampan ketinting ini menarik, sehingga sangat berpeluang jadi agenda pariwisata Batam. Apalagi beberapa kecamatan telah mengadakan seperti Tanjungriau, Belakangpadang, Mongkol, maupun Bulang.

”Jadi ini kalau digabung dan dikemas dengan baik maka akan jadi destinasi baru. Usulan ini kami akan bahas bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, sehingga bisa masuk di kalender pariwisata Kota Batam,” kata Amsakar. (she)

Anak Buah bu Sri Mulyani Menumpang Lion Air JT 610 yang Jatuh

0

x.batampos.co.id – Pegawai Kementerian Keuangan menjadi penumpang Pesawat Lion Air yang diperkirakan jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Senin pagi (29/10/2018).

12 di antaranya merupakan pegawai Kantor Pusat Pajak (KPP) Pratama Bangka dan KPP Pratama Pangkal Pinang.

“Data sementara memang ada 12 pegawai kami yang berada di pesawat tersebut,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama kepada Jawapos.com di Jakarta, Senin (29/10).

Data sementara menyebut ada 20 orang pegawai yang terdiri dari 3 pegawai KPKNL Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), 5 pegawai KPPN dan Kanwil Ditjen Perbendarahaan serta 12 pegawai KPP Ditjen Pajak di Bangka dan Pangkal Pinang.

Hestu menuturkan mereka memang bertugas di KPP Pratama Pangkal Pinang dan KPP Pratama Bangka. Namun, tempat tinggal dan keluarga mereka di Jabodetabek.

“Jadi akhir pekan biasanya mereka pulang, minggu malam atau senin pagi terbang ke Pangkal Pinang,” terangnya.

Ia pun merasa prihatin dan meminta doa supaya mereka dan penumpang lainnya bisa selamat.

“Mohon doanya supaya mereka dan penumpang lainnya bisa selamat,” kata dia.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Frans pun membenarkan, kabar terdapat sejumlah pegawai kementerian keuangan (Kemenkeu) yang berada di bawah pimpinan Menteri Sri Mulyani itu berada di pesawat tersebut. Dari data sementara yang dikumpulkan ada 20 orang

“Terdiri dari 3 pegawai KPKNL (Ditjen Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) , 5 pegawai KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ) dan kanwil ditjen perbend dan 12 pegawai kpp ditjen pajak di Bangka dan Belitung,” ujar Frans saat dihubungi oleh Jawapos.com, Senin (29/10).

“Nama-nama yang beredar masih kami konfirmasi dengan manifes pesawat,” tandasnya.

Pesawat Lion Air type B737-8 Max itu hilang kontak pada 29 Oktober 2018 sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat terakhir terlacak oleh radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Pesawat ini take off pada 06.10 WIB dan dijadwalkan akan tiba pada 07.10 WIB.

Sebelumnya, dalam keterangan resmi dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, disebutkan bahwa pesawat sempat meminta return to base atau kembali ke bandara semula sebelum akhirnya hilang dari radar.

Saat ini Kemenhub berkoordinasi dengan BASARNAS, Lion Air serta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Perum Airnav melakukan kegiatan pencarian pesawat. “Kami tetap masih mengklarifikasi dan berharap kemungkinan kemungkinan terbaik selalu kita doakan,” kata Menhub Budi.

(mys/uji/JPC)

Penjelasan KaBasarnas tentang Jatuhnya Lion Air JT 610

0

x.batampos.co.id – Pesawat Lion Air JT-610 dipastikan telah jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10). Pesawat tersebut semula dijadwalkan terbang dari bandara internasional Soekarno Hatta menuju Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsda TNI Muhammad Syaugi menjelaskan, pihaknya pertama kali mendapat informasi pesawat tersebut hilang kontak sekitar pukul 06.50 WIB. Kordinat hilangnya disekitar Tanjung Karawang.

Lost contact ada di atas sini (Tanjung Karawang, Red). Ini jaraknya dari kantor Jakarta 34 NM (nautical mile, Red), dari Tanjung Priok 25 NM dan dari Karawang 11 NM,” ujar Syaugi di kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10).

Saat hilang kontak, pesawat belum lama terbang setelah take off. Diperkirakan pesawat baru mencapai ketinggian 2.500 meter.

Setelah mendapat informasi pesawat hilang kontak, Basarnas langsung mengerahkan tim ke Tanjung Karawang, berbekal kordinat dari Air Traffic Control (ATC).

“Begitu kita sampai Tanjung Karawang ternyata kita temukan ada puing pesawat, pelampung, handphone, dan ada beberapa potongan benda lainnya,” sambung Syaugi.

Lebih jauh Syaugi mengatakan, saat ini tim SAR tengah melakukan penyelaman ke dasar laut. Pesawat diduga berada di kedalam 30 meter.

“Kedalaman laut di situ antara 30-35 meter. Kami masih berusaha menyelam ke sana untuk temukan pesawat tersebut,” pungkasnya.

(sat/JPC)

Kapal Polisi Meluncur ke Lokasi Lion Air JT 610 Jatuh

0
Tug boat di lokasi Lion Air JT 610 jatuh.

x.batampos.co.id – Mendengar pesawat Lion Air JT-610 jatuh Kepolisian Republik Indonesia langsung siaga seketika.

Mereka langsung menurunkan sejumlah personel.

“Brimob, Sabhara, Polairud, Dokkes, Humas Polda Babel dan Polres Pangkal Pinang mempersiapkan posko,” kata Kepala Biro Penerangan Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam pesan singkatnya, Senin (29/10).

Sejumlah kapal polisi juga diterjunkan untuk melakukan evakuasi terhadap korban.

“Kapal polisi yang sudah meluncur ke TKP, kapal Sundaicus-2001 ada empat personel, Elang Laut-2003 dengan enam personel, pelatuk-3013 enam personel, kapal Kolibri-4015 ada 16 personel,” bebernya.

Dua kapal lagi akan meluncur ke lokasi usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) dan logistik. Yaki kapal Kutilang-5005 dengan 24 personel dan longboat taktikal berisi 14 persnel.

“Sambil menunggu komando pencarian dari Basarnas sebagai koordinator seluruh giat,” tukas Dedi.

Dari informasi yang beredar di kalangan wartawan, pesawat Lion Air JT-610 ini memiliki rute Jakarta – Pangkal Pinang. Pesawat take off dari bandara internasional Soekarno Hatta pada pukul 06.20 WIB.

Namun naas, hanya 13 menit terbang, atau sekitar pukul 06.33 WIB pesawat dipastikan hilang kontak (lost contact). Dan dipastikan jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Jawa Barat.

(dna/JPC)

Kemenhub Bikin Crisis Center di Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta untuk Keluarga Penumpang Lion Air JT 610

0

x.batampos.co.id – Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Pramintohadi Soekarno membenarkan telah terjadi hilang kontak terhadap pesawat Lion Air dengan registrasi PK-LQP nomor penerbangan JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, 1 anak dan 2 bayi. Awak pesawat terdiri dari 2 penerbang dan 5 awak kabin.

Sebagai Kapten Pilot ialah Capt Bhavve Suneja dan Co Pilot Harvino.

Pramintohadi, menuturkan pesawat mempunyai Certificate of registration yang dikeluarkan pada 15/08/2018 edan kadaluarsa 14/08/2021. Pun Certificate of air worthiness dirilis 15/08/2018 kadaluarsa 14/08/2019.

“Adalah tug boat As Jaya II rute Kalimantan Selatan – Marunda yang melihat pesawat Lion Air itu diduga jatuh di sekitar Tanjung Karawang,” ujar Pramintohadi.

Menurut Pramintohadi, saat ini tengah dilakukan pencarian pesawat tetsebut oleh tim dari Basarnas. Rescuer Kansar Jakarta dan RIB 03 Kansar Jakarta bergerak ke lokasi koordinat kejadian untuk melakukan operasi SAR.

Tidak itu saja, saat ini telah dibentuk crisis center di Terminal 1 B bandara Soekarno Hatta dan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang untuk keluarga penumpang. (tim DJPU)

Bupati Kawarang bilang Lion Air JT 610 Jatuh di Wilayah Tanjung Pakis

0
foto: deskgram

x.batampos.co.id – Pesawat Lion Air JT-610 Register PK LQP tujuan Cengkareng-Pangkal Pinang jatuh saat masih berada di daerah Jawa Barat pagi ini, Senin (29/10/2018). Tepatnya, di perairan laut Tanjung Pakis, Karawang.

“Diindikasikan di perairan laut karawang titik koordinatnya di wilayah Tanjung Pakis,” ujar Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (29/10).

Untuk memastikannya, dirinya bersama pihak pemerintah daerah masih menuju tempat kejadian perkara (TKP). “Saya masih on the way ke lokasi,” kata dia.

Sebelumnya, Kasubag Humas Badan SAR Nasional (Basarnas), Yusuf Latif telah membenarkan kabar tersebut.

“Sudah A1 (pesawat jatuh, Red),” ujar Yusuf kepada JawaPos.com, Senin (29/10).

Dari informasi yang beredar di kalangan wartawan, pesawat Lion Air JT-610 ini memiliki rute Jakarta – Pangkal Pinang. Pesawat take off dari bandara internasional Soekarno Hatta pada pukul 06.20 WIB.

Namun naas, hanya 13 menit terbang, atau sekitar pukul 06.33 WIB pesawat dipastikan hilang kontak (lost contact). Dan dipastikan jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Jawa Barat.

(yes/JPC)

PLN Batam Berhasil Tak Padamkan Listrik meski Pasokan Gas Berkurang

0
foto: google map

batampos.co.id – Sabtu (27/10) dan Minggu (28/10), tempo hari, ada kemungkinan akan terjadi pemadaman listrik secara bergilir di Batam. Sebabnya, ada kegiatan pemeliharaan (maintenance) sedang dilakukan PT Conoco Philips Grissik Line (CPGL), sebagai pemasok gas terbesar di Indonesia. Pemeliharaan di beberapa sumur yang ada di wilayah kerja Sumatra Selatan itu berakibat sumur tidak bisa melakukan proses produksi.

Manajer Humas Bright PLN Batam, Bekti Panggabean, saat itu, mengatakan,  “Karena pasokan gas menurun, maka jatah untuk PLN pun berkurang. Jadi kemungkinan terburuknya, akan terjadi pemadaman bergilir yakni di pukul 10.00 WIB dan/atau 22.00 WIB.”

Konsumsi gas PLN Batam yang setiap harinya 27 BBTUD akibat adanya pemeliharaan ini mengakibatkan berkurangnya pasokan gas ke PT PLN Batam menjadi kurang lebih 23 BBTUD, hal ini juga yang menyebabkan berkurangnya daya mampu pembangkit PLN Batam.

Rupanya, pemadaman tidak terjadi. Sabtu dan Minggu pelanggan PLN Batam bisa menikmati aliran listrik.

Kok bisa. Apa yang terjadi?

“Yang kami lakukan adalah mengoptimalkan pembangkit yang ada, juga didukung oleh cuaca yang mendung,” ujar Bukti saat dihubungi Senin (29/10/2018).

PLN Batam mengoptimalkan pembangkit non gas. Adapun pembangkit gas tetap beroperasi dengan ketentuan kuota yangg dtetapkan oleh PGN.

Pembangkit gas masih bisa beroperasi sebesar 300 MW. Batubara 110 MW dan pembangkit diesel 31 MW.

Beban puncak pada hari sabtu 360 MW cuaca cukup mendukung sehingga beban tidak terlalu tinggi

“Kemudian keterbatasan hanya pada kuota gas bukan pressure jadi pembangkit gas masih dapat beroperasi,” tutup Bukti. (ptt)

Serpihan Lion Air JT 610 Ditemukan di Perairan Karawang

0

x.batampos.co.id – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui akun twitternya merilis foto beberapa serpihan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang.

Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 FA.

Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di dekat fasilitas Anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di lepas pantai di utara Bekasi, Jawa Barat.

Petugas PHE ONWJ melakukan evakuasi dan mengambil dokumentasi.

Basarnas dan Kementerian Perhubungan terus melakukan penanganan. Beberapa kapal tug boad berada di lokasi. (ptt)

186 Orang Ada di Lion Air JT 610

0

x.batampos.co.id – Lion Air JT 610 membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi.

Pesawat ini terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang.

29 Oktober 2018 sekira pukul 06.33 WIB mengalami lost contact.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E.

Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB.

Pesawat sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar.

Pesawat dengan 2 Pilot dan 5 kru masih dicari.

Demikian keterangan dari Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Sindu Rahayu. (ptt)

Warga Batuaji dan Sagulung Butuh RTH

0
ilustrasi

batampos.co.id – Mencari Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kecamatan Batuaji dan Sagulung bukanlah perkara yang mudah. Sebab, di dua kecamatan terpadat di Batam itu jumlahnya RTH sangat minim. Lahan penghijauan yang seyogianya untuk lokasi penghijauan, umumnya malah dimanfaatkan untuk tempat usaha oleh sebagian kalangan.

Pantauan Batam Pos di lapangan, RTH yang masih bertahan saat ini hanya satu titik saja yakni di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulang Gebang, Batuaji.

Minimnya RTH disampaikan sejumlah warga di wilayah Batuaji dan Sagulung. Selama ini, warga di sana hanya bisa mengandalkan taman depan kawasan Tunas Regency sebagai tempat untuk bersantai. Itupun, hanya di sore hingga malam hari saja. Sementara, taman lain yang bisa didatangi di siang hari untuk beteduh sama sekali tak ada. Lahan penghijauan yang semula ditanami dengan pepohonan rindang kini banyak yang berubah fungsi jadi tempat usaha bagi sebagaian orang.

”Kalau taman dibanyakin bagus jadinya. Estetika kota akan terlihat. Selain itu, saat musim panas taman sangat dibutuhkan warga,” kata Hendra, warga Batuaji.

Camat Batuaji Ridwan saat dikonfirmasi mengakui di wilayahnya minim RTH. Itu karena lahan penghijauan marak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau sekelompok orang. Pihaknya akan meminta Pemko Batam dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batam untuk segera menertibkan.

Demikian juga yang terjadi di Kecamatan Sagulung, masyarakat hanya mengandalkan lapangan SP Plaza untuk dijadikan tempat bersantai.

Camat Sagulung, Reza Khadafi mengatakan minimnya ketersediaan lahan menjadi penyebabnya. ”Kekurangan RTH bukan karena rumah liar, tapi karena memang lahan sangat terbatas karena sudah milik pihak ketiga,” jelasnya.(une)

Play sound