x.batampos.co.id – Dilansir dari Canada News Media, Amerika Serikat, dan Eropa baru saja menghapus larangan terbang Lion di wilayah udaranya.
Pesawat kelas menengah yang sedang tumbuh dengan ongkos yang terjangkau menyebabkan ledakan dalam perjalanan udara di Asia, memberikan tekanan pada maskapai penerbangan, pengawas, dan infrastruktur pemerintah untuk mengimbangi.
Industri penerbangan Indonesia telah melewati masa lalu. Amerika Serikat dan Uni Eropa melarang pesawat Lion Air terbang dari langit mereka pada 2007 setelah serangkaian kecelakaan.
Federal Aviation Administration mencabut larangan itu pada bulan Agustus 2016. Bulan Juni yang lalu, regulator Eropa telah mengizinkan Lion Air dan beberapa maskapai penerbangan Indonesia lainnya untuk melanjutkan penerbangan ke Eropa.
Pada kecelakaan fatal sebelumnya, salah satu pesawat Indonesia tergelincir dari landasan yang licin dan menabrak pemakaman di Surakarta pada tahun 2004, menewaskan 25 penumpang dan awak.
Harro Ranter, yang menjalankan Aviation Safety Network mengatakan, penerbangan Indonesia harus bersaing dengan medan yang sulit di beberapa provinsi. Cuaca buruk sering yang mengarah ke visibilitas yang sangat rendah dan kekurangan dengan pengendali lalu lintas udara. Ini membuat dua pesawat bisa berada di landasan pacu aktif yang sama.
Menurut angka-angka dari kelompok perdagangan dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional PBB, Asia Tenggara dan Pasifik memiliki tingkat kecelakaan yang jauh lebih rendah daripada Afrika dan Amerika Selatan. Naasnya, saham Boeing jatuh karena berita tentang kecelakaan itu.
Saham mereka turun 3,5 persen. Jim Corridore, analis untuk CFRA Research, mengatakan pesawat Boeing memiliki catatan keamanan yang baik dan kecelakaan itu tidak mungkin mempengaruhi pesanan untuk pesawat baru.
Lion Air menjadi maskapai pertama yang mendapatkan 737 Max, pada Mei 2017, dan telah menerima 13 dari 201 pesawat Max yang dikirim Boeing.
Suasana pencarian korban hanyut. foto: x.batampos.co.id / yusnadi
x.batampos.co.id – Seorang bocah perempuan, Latifah, 3, hanyut saat bermain hujan di parit besar gang Putri Ledang 8 jalan Kuantan Tanjungpinang, Selasa (30/10) sekira pukul 14.00 WIB.
“Saya lagi kerja, dikasih tahu warga, anak saya hanyut pas lagi main bersama abangnya,” kata orang tua korban, Heri di lokasi kejadian.
Saat ini polisi, tim SAR dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang masih melakukan pencarian di lokasi kejadian.
Tanjungpinang siang tadi memang hujan lebat. Kurang lebih selama satu jam.
Hingga berita ini kami terbitkan, Latifah belum ditemukan.
batampos.co.id – Harga ayam potong di pasar-pasar tradisional Batam mengalami kenaikan. Kenaikan cukup fantastis terjadi di Pasar Fanindo Batuaji. Sepekan lalu para pedagang masih menjual Rp 29 ribu per kilogram (kg), kemarin sudah naik menjadi Rp 40 ribu per kg. Naik Rp 11 ribu hanya dalam rentang satu pekan.
”Sudah seminggu ini naik. Tapi naiknya bertahap, tak langsung Rp 40 ribu,” kata Aan Wahyudi, penjual daging dan ayam di Pasar Fanindo Batuaji, Senin (29/10).
Aan mengaku tidak tahu penyebab naiknya harga ayam potong, karena harga tersebut langsung dari agen.
”Tak tahu. Tiba-tiba naik saja,” katanya. Dia menyebutkan banyak pembeli yang mengeluhkan akibat kenaikan harga ayam potong ini, apalagi kenaikannya cukup tinggi.
Faizal, pedagang lainnya, juga mengaku demikian. Dia menyebutkan harga ayam segar tiba-tiba naik dan membuat daya beli masyarakat menjadi menurun. Hanya saja, kata dia, tidak ada pe-ngurangan pasokan dari agen.
”Memang agak sepi pembeli sejak harga ayam naik tinggi. Tapi pasokan normal saja, tak ada pengurangan,” jelasnya.
Kondisi yang sama juga terjadi di Pasar SP Plaza, Sagulung. Pedagang menjual harga ayam bervariasi, mulai dari Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kg.
”Sudah naik lagi. Harga ayam memang seperti itu, selalu naik turun,” jelas Sulaiman, pedagang di Pasar SP Plaza.
Sementara untuk harga sayur dan daging sapi masih terpantau normal. Harga sayur hijau lokal seperti bayam, kangkung, sawi dijual mulai Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per kg, sedangkan daging sapi beku dijual Rp 85 ribu per kg.
Di Pasar Tos 3000 Jodoh ayam potong potong segar dibanderol Rp 37 ribu per kg, sedangkan ayam beku (es) dijual Rp 32 ribu. ”Naik Rp 2 ribu sejak minggu lalu. Minggu lalu masih Rp 35 ribu (per kg, red),” ujar Mansur, pedagang ayam di Pasar Tos 3000, Senin (29/10).
Menurut dia, kenaikan harga berpegaruh terhadap omset penjualannya. Sebelum harga ayam naik atau saat harga masih di bawah Rp 30 ribu per kg, ia bisa menjual hingga 200 kg sehari.
Namun, saat ini ia hanya menghabiskan 100 kg lebih per hari.
”Berkurang terus (penjualan turun, red). Dari 200 kg sehari, kemudian turun jadi 150 kg sehari, dan sekarang hanya 100 kg sehari,” sebut Mansur.
Hal senada dikatakan Aiman, pedagang ayam di Pasar Bengkong. Dia mengaku ayam potong segar ia jual Rp 40 ribu per kg. Kata dia, sudah sejak seminggu terakhir harga ayam naik. Kenaikannya sebesar Rp 3 ribu.
”Minggu lalu sekitar Rp 37 ribu- Rp 38 ribu per kg. Kini naik lagi. Harganya sama dengan Lebaran haji kemarin,” jelas Aiman.
Tak hanya ayam, harga cabai merah keriting juga masih mahal. Per kg berada di angka Rp 40 ribu. Sedangkan cabai rawit Rp 35 ribu per kg, cabai rawit merah atau setan Rp 65 ribu per kg. Sementara sayur bayam Rp 14 ribu- Rp 16 ribu per kg.
Sementara itu, di Pasar Tiban Center harga ayam potong juga terpantau naik. Pedagang menjual ayam segar Rp 40 ribu per kg, sedangkan ayam beku Rp 35 ribu per kg. Pedagang ayam, Suherman menga-takan kenaikan harga ayam segar dari distributor. Sebelumnya dijual Rp 32 ribu per kg, sekarang naik menjadi Rp 40 ribu per kg.
”Dari Barelang (peternak, red) naik. Jadi, kami pun terpaksa menaikan harga jual,” ujarnya.
Kenaikan harga ayam beku juga terjadi. Menurutnya ini karena pengaruh harga dolar yang tinggi.
”Daging ayam beku rata-rata impor. Mungkin karena dolar naik juga, jadi harga ayam ikut naik,” bebernya.
Suherman mengakui kenaikan sudah berlangsung selama beberapa hari belakangan ini. Namun demikian, mengenai permintaan tetap berjalan seperti biasa.
”Yang pesan masih sama. Tapi kalau mengeluh sudah pasti. Namum mereka tetap beli,” lanjutnya.
Sejumlah komoditas lainnya juga masih tinggi di Pasar Tiban Center. Untuk cabai merah dijual bervariasi tergantung kualitas cabai. Untuk cabai Mataram kualitas bagus dijual Rp 44 ribu per kg, sedangkan yang kualitas lebih kecil dan keriting dijual Rp 40 ribu per kg.
Kenaikan harga cabai merah ini sudah berlansung cukup lama. Pedagang menyebutkan jelang akhir tahun harga sejumlah kebutuhan memang cenderung naik.
”Masih mahal kalau untuk cabai. Tapi yang beli tetap,” kata Erni, pedagang sayuran.
Harga ayam potong juga naik di Pasar Mega Legenda, Batam Center. Jika sebelumnya berkisar Rp 35 ribu hingga Rp 37 ribu per kg, kini menembus angka Rp 39 ribu per kg.
”Beberapa hari lalu suami beli masih Rp 35 per kilo, lalu dua hari lalu beli lagi naik jadi Rp 37 ribu, sekarang sudah Rp 39 ribu per kilo. Apa karena hari Minggu jadi dimahalin,” ujar Nisa, warga Legenda Malaka saat ditemui usai belanja, Minggu (28/10) pagi. (yui/une/she)
Komandan Satgas P2U Regu 3 Lapas Kelas II Barelang Oki Biansyah (Kiri) menerima piagam penghargaan dari Kemenkumham Kepri. Penghargaan diberikan Kepala Lapas Kelas II Barelang. (Istimewa)
batampos.co.id – Kepala Lapas Kelas II Barelang Surianto memberikan penghargaan sekaligus apresiasi pimpinan atas komitmen dan kecakapan petugas dalam menjaga tanggung jawab yang diberikan.
Seperti diberitakan Satuan Tugas (Satgas) P2U Lapas Kelas II Barelang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba. Pelakunya adalah salah satu sipir lapas.
Atas keberhasilan tersebut, Komandan Satgas P2U Regu 3 Lapas Kelas II Barelang Oki Biansyah menerima piagam penghargaan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Kepri.
“Terima kasih pada Oki (Oki Biansyah). Butuh keberanian ekstra karena yang ditangkap adalah temannya sendiri. Kalau tidak kuat mentalnya, bisa jadi barang itu lepas,” kata Surianto di Batam, Selasa (30/10).
Setelah kejadian, kondisi Lapas Kelas II Barelang kembali normal dan kondusif. Petugas lapas tetap bertugas seperti biasa meski lebih meningkatkan perhatian terhadap ancaman kejahatan narkoba. Demikian juga dengan razia rutin yang terus dilakukan di lapas.
Sementara terkait dengan perkembangan kasusnya, sekarang telah diserahkan ke Polda Kepri. Dari laporan yang ia terima, sudah ada perkembangan yang memberikan petunjuk baru atas kasus ini. “Sudah ada perkembangan baru. Tapi nanti pihak polda yang lebih bisa menjelaskan,” ucap Surianto.
Sebelumnya diberitakan, Okkie Fernando, 19, harus mengubur asanya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sipir di Lapas Kelas II Barelang Batam itu kedapatan membawa sabu-sabu seberat 10 gram. Padahal sebelumnya, Okkie sudah lolos seleksi CPNS dan tinggal pengangkatan saja.
Okkie tercatat sebagai warga Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Dia diamankan bersama seorang warga binaan Lapas Barelang bernama Anwar bin Nurdin, 44. Anwar tinggal di blok C kamar 16 Lapas Barelang.
Saat ini, kedua tersangka telah diamankan dan diperiksa petugas Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri. Petugas tengah melakukan pengembangan untuk mengetahui siapa yang berada di balik kedua tersangka tersebut.
batampos.co.id – Bright PLN Batam merayakan Hari Listrik Nasional (HLN) Ke-73, Senin (29/10). Tema dari HLN kali ini adalah prestasi nyata terangi Kepri yang menggambarkan apa yang telah PLN capai dalam beberapa waktu terakhir.
“Tahun ini, Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games ke-18, Asian Para Games ke-3 dan pertemuan IMF. Semuanya berjalan sukses karena peran serta PLN dalam penyediaan dan keandalan tenaga listrik,” kata Direktur Utama Bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura dalam kata sambutannya.
Dadan juga bangga terhadap relawan dari PLN Batam yang dikirim untuk pemulihan jaringan listrik di Lombok, Palu dan Donggala.
“Kebutuhan listrik disana menjadi asa agar roda kehidupan berjalan semestinya. Berkat reaksi cepat PLN, saat ini kelistrikan di Lombok sudah normal. Sedangkan di Palu dan Donggala masih berangsur-angsur pulih,” ungkapnya.
Dadan juga mengungkapkan bahwa di tengah kondisi ekonomi global tidak bersahabat, PLN tetap mempertahankan tarifnya. “Hal ini tentu saja meringankan beban masyarakat. Bahkan PLN masih terus berupaya meningkatkan aksesibilitas untuk mendapatkan listrik dan bangun infrastruktur,” paparnya.
PLN juga melakukan re-organisasi dalam rangka penguatan fungsi pelayanan pelanggan, pengelolaan aset property, pengembangan fungsi audit dan penguatan pengelolaan Sumber Daya Manusia.
“Hal ini untuk menjawab tantangan bahwa PLN ke depan adalah korporasi yang semakin efisien dan dituntut untuk dapat memenuhi tingkat 12 kualitas dan pelayanan,” jelasnya.
Selain merayakan HLN, Bright PLN Batam juga memberikan beasiswa bagi anak pegawai yang berprestasi di sekolah. Lalu memberikan penghargaan kepada karyawan yang telah mengabdi hingga 24 tahun lamanya. Selanjutnya adalah memberikan hadiah umrah kepada satpam dan office boy berprestasi. Dan terakhir memberikan anugrah kepada pemenang kompetisi jurnalistik yang digelar dari 16 Oktober hingga 24 Oktober.(leo)
batampos.co.id – Faktor utama penghambat perkembangan Free Trade Zone (FTZ) di Batam terjadi karena terkendala dalam arus pemasukan barang dan pergerakan orang atau tenaga kerja asing (TKA).
“Sudah saatnya di kementerian dan lembaga terkait untuk mendelegasikan kewenangannya ke BP Batam dalam hal pengeluaran dan pengawasan perizinnya. Ini akan sangat membantu industri di Batam dalam mendapatkan izin-izin tersebut,” kata Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Kawasan Berikat dan Kawasan Perdagangan Bebas Kadin Indonesia, OK Simatupang, Senin (29/10).
Sebagai contoh masih banyak peraturan menteri terkait impor bahan baku yang masih memerlukan rekomendasi dan persetujuan impor.
“Tiap tahun mereka harus mengurus perpanjangan persetujuan impor di Kementerian Perdagangan (Kemendag),” ucapnya.
Lalu untuk sejumlah barang yang termasuk pengadaan, distribusi dan pengawasan bahan-bahan berbahaya (B2) hanya dapat dilakukan melalui pelabuhan tujuan yang ditunjuk sesuai peraturan menteri. Tapi sayang, pelabuhan di Batam tidak termasuk di dalam peraturan menteri tersebut.
“Padahal bahan baku tersebut diimpor untuk keperluan produksi, bukan untuk diperjualbelikan. Kemudian impornya dari Singapura, masak mau dikirimkan ke Jakarta baru diteruskan ke Batam. Sangat tidak logis sekali,” katanya lagi.
Saat ini, Batam menjadi target dari perusahaan-perusahaan Tiongkok yang ingin memasukkan barangnya ke pasar Amerika.
“Momen perang dagang antara Tiongkok dan Amerika ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena beberapa perusahaan di Batam punya pabrik manufaktur di China dan mempertanyakan kemudahan dan insentif apa yang mereka dapatkan untuk hasil produksi dari pabrik Batam masuk ke pasar Amerika,” ungkapnya.
Indonesia memiliki kerjasama perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) dengan Amerika, dimana salah satu persyaratan untuk mendapatkan tarif preferensi nol persen yakni menggunakan surat keterangan asal (SKA) Form A yang lokal kontennya minimal 35 persen.
Menurut Ok, ini peluang yangg sangat bagus buat Batam. “Tinggal kita daftar perusahaan PMA di Batam yg punya pabrik di china itu siapa saja, lalu dismpaikan Indonesia punya FTA dengan Amerika. Buatkan simulasinya dan yakinkan mereka supaya pindahkan pabriknya ke Batam saja,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo akan terus berupaya agar sejumlah perizinan menyangkut industri bisa dialihkan ke BP Batam.
Ia mengatakan sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat. Dukungan tersebut dalam bentuk pemberian kewenangan kepada BP terkait perizinan khusus seperti perizinan impor barang larangan terbatas (lartas).
“Kami harapkan bahwa kewenangan BP terkait perizinan khusus sebaiknya diintegrasikan atau berada dibawah satu komando BP Batam sebagaimana di masa lalu. Itu akan jadi hadiah luar biasa dan akan mudah mencapai tujuh persen,” ucapnya.(leo)
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan Retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (Imta) Kota Batam naik di tahun 2019. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah daerah memproyksikan kenaikan hingga Rp 11 miliar.
“Di KUA (Kebijakan Umum Anggaran) ada kenaikan. Dan itu cukup signifikan,” kata Aman, anggota Komisi IV DPRD Batam, Senin (29/10).
Seperti diketahui, tahun 2018 ini Pemko Batam menargetkan Rp 34 miliar untuk retribusi Imta. Retribusi itu naik 32,35 persen di tahun 2019 atau menjadi Rp 45 miliar. Kenaikan ini juga dipertanyakan bila melihat pencapaian Imta saat ini.
“Memang kita pertanyakan apakah target ini bisa tercapai. Asumsi yang diberikan Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) sudah sesuai dengan potensi di lapangan,” tuturnya.
Aman menambahkan, asumsi yang diberikan disnaker juga harus didorong dengan data valid terkait jumlah tenaga kerja asing yang berada di Batam saat ini. Sehingga ketika dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPRD bisa mengetahui potensi rillnya.
“Artinya kita dukung, tapi harus punya data yang valid. Jangan setelah ditergetkan besar, tetapi penghujung tahun malah tidak tercapai,” sesalnya.
Imta sendiri segaris dengan banyak pekerja asing di Batam. Dimana setiap pekerja dikenakan biaya perpajangan Imta sebesar 1000 dolar Amerika. Semakin banyak pekerja asing bekerja di Batam, maka kita akan mendapatkan retribusi dari Imta.
“Artinya jangan lagi asumsi yang diberikan meleset dari target,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan, hingga akhir Oktober 2018 pencapaian realisasi retribusi Imta mencapai Rp 25,3 miliar dari target 34 miliar atau 74,6 persen.
“Data yang masuk kami (BP2RD) diangka Rp 25,3 miliar,” kata Raja. (rng)
x.batampos.co.id – Pemkab Lingga juga mengrim 16 putra tempatan menimba ilmu ke Politeknik Pembangunan Pertanian Malang selama enam bulan.
“Program ini dengan tujuan, pada tahun ajaran baru anak daerah kita dapat mengikuti perkuliahan dengan program Pemerintah,” kata Alias Wello ketika melepas keseluruhan anak yang diutus mengikuti program magang ini di Gedung Daerah, Dabo Singkep, Senin (29/10) pagi.
Bupati yang akrab disapa Awe ini juga mengatakan, Pemkab Lingga telah berhasil menempuh dan menembus sejumlah keterbatasan setelah Pemerintah Pusat memberikan perhatian kepada Pemkab Lingga yang memang memiliki potensi alam.
Bahkan, sambung Awe, berkat kerja keras Pemkab Lingga, saat ini Pemerintah Kabupaten Lingga satu dari delapan Kabupaten yang ada di Indonesia mendapat predikat daerah ketahanan pangan bagi kawasan perbatasan.
“Dari ratusan Kabupaten yang ada hanya delapan yang terpilih dan salah satunya Kabupaten Lingga sebagai daerah ketahanan pangan kawasan perbatasan,” kata Alias Wello.
Dengan demikian, diharapkan bantuan terus mengucur dari pusat, baik kebijakan sarana pertanian dan sebagainya. Bahkan saat ini, Lingga kewalahan dengan ketersedian SDM anak tempatan yang memang layak dalam meningkatkan mutu pertanian dan bidang lainnya yang sesuai dengan program andalan Pemkab Lingga.
Untuk itu, Alias Wello meminta kepada peserta didik yang akan mengikuti program pendidikan magang pertanian di Malang agar lebih giat dari anak daerah lain dalam hal menuntut ilmu, solid bersama teman se-daerah dan berlomba untuk membanggakan Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.
“Tidak mudah untuk mendapatkan semua program yang ada, ini menjadi peluang baik bagi anak tempatan untuk menambah ilmu dan meningkatkan mutu,” ujarnya.
Keseluruhan peserta yakni 7 pria dan 9 wanita ini untuk mengikuti program pendidikan magang mendapat bantuan dana dari Kabupaten Lingga, bantuan dana dari APBD Lingga termasuk biaya ongkos keberangkatan siswa hingga uang saku sebesar Rp 1,5 juta setiap bulan. (wsa)