Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1192

Beras Premium di Batam, Tergantung Dari Impor

0
Beras premium berbagai merek yang dijual di supermarket di Batam.

batampos – Kebutuhan beras jenis premium di Kota Batam tergantung dari impor luarnegeri. Karena itu, harga beras premium di Batam jauh lebih murah dibanding daerah Indonesia lainnya. Meski begitu, beras impor yang masuk ke Batam, dilarang dibawa keluar.

Kasubdit I Indag Satreskrim Polresta Barelang, AKBP Ruslaeni, mengatakan kuota impor beras ke Batam ditetapkan secara khusus oleh BP Batam. Kuota tersebut hanya untuk konsumsi masyarakat Batam dan tidak boleh keluar daerah.

“Semua yang masuk ke Batam memang hanya untuk konsumsi lokal. Tidak bisa dipasarkan ke luar Batam,” ujarnya, Rabu (27/8).

Menurutnya, beras premium di Batam dipasok oleh importir dengan kuota yang tertentu. Yang kemudian, oleh distributor dikemas dalam berbagai merek, sesuai nama yang sudah diberi. Seperti beras merek Anak Ajaib, Padang Raya dan Harum Mas, serta merek lainnya. Merek ini bersama sejumlah brand impor lainnya mendominasi rak pasar tradisional hingga supermarket.

“Masyarakat membeli beras berdasarkan merek yang sudah terbiasa mereka konsumsi. Jadi wajar kalau brand tertentu lebih laku,” kata Ruslaeni.

Harga beras impor ini justru bisa lebih murah dibandingkan beras asal Jawa. Karena itu, beras yang dikirim dari Jawa umumnya kategori medium. “Ada juga premium dari Jawa, tapi karena harganya tinggi, begitu sampai di Batam jadi mahal ,” jelasnya.

Untuk jenis beras medium, rata-rata dipasok oleh Bulog dan didistribusikan dengan harga murah.

“Untuk medium itu contohnya beras SPHP yang didistribusi kan Bulog,”
Sebutnya.

Ruslaeni menyebut, mekanisme impor beras premium ke Batam diawasi ketat. Setiap importir mendapat kuota terbatas dari BP Batam. “Kuotanya sudah ditentukan. Kalau mereka dapat sekian ton, ya hanya itu yang boleh dimasukkan ke Batam,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum beras impor diedarkan, seluruh barang melewati proses pemeriksaan di Bea Cukai. Setelah masuk ke Batam, pengawasan dilanjutkan di tingkat distribusi. Hal ini untuk memastikan tidak ada penyimpangan, termasuk dugaan penyelundupan ke luar daerah. “Pengawasan berlapis agar benar-benar hanya untuk Batam,” tegasnya.

Kondisi ini membuat Batam unik dibanding daerah lain. Kota yang tidak memiliki sawah justru menjadi pasar besar untuk beras premium impor. Sementara di daerah lain, beras impor umumnya hanya pelengkap di pasaran.

Ruslaeni menilai kehadiran beras premium impor membantu masyarakat Batam mendapatkan pilihan dengan harga kompetitif. “Harga premium impor relatif lebih murah dibandingkan beras premium lokal dari Jawa. Jadi wajar kalau masyarakat di sini lebih banyak memilih impor,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar cermat dalam memilih produk. Setiap kemasan beras wajib mencantumkan identitas perusahaan distributor. “Kalau dilihat di bawah kemasan, ada PT siapa. Itu resmi dan diawasi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Dengan pengawasan ketat, Batam dipastikan tetap aman dalam distribusi pangan. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Beras Premium di Batam, Tergantung Dari Impor pertama kali tampil pada Metropolis.

Dishub Tata Ulang Parkir Batam, Targetkan PAD Rp20 Miliar

0
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra. f.eusebius

batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam menyiapkan penataan menyeluruh sektor parkir. Program ini tidak hanya menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menciptakan sistem parkir yang lebih rapi, tertib, dan profesional di seluruh wilayah Batam.

Kepala Dishub Batam, Leo Putra, mengatakan penataan parkir menjadi prioritas pada 2025. Dishub menargetkan PAD dari sektor parkir naik hampir dua kali lipat, dari sekitar Rp11–12 miliar pada tahun sebelumnya menjadi Rp20 miliar.

“Parkir adalah sektor yang perlu perhatian khusus. Tahun ini kami ingin semuanya lebih tertib, transparan, dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ujar Leo, Rabu (27/8).

Sebagai langkah awal, Dishub mengumpulkan 600 juru parkir resmi untuk mengikuti sosialisasi tata kelola parkir terbaru. Mereka dibekali pemahaman tentang etika pelayanan. “Wajah parkir kita harus berubah. Setiap juru parkir wajib ramah, melayani dengan sopan, dan mengucapkan terima kasih setelah menerima biaya parkir,” tegas Leo.

Mulai 1 September 2025, Dishub akan menerapkan sistem pengelolaan parkir baru untuk mengurangi kebocoran PAD sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat. Selain itu, Dishub bersama Polresta Barelang, Kejaksaan, Pengadilan, dan Polisi Militer (Pom) akan menggelar operasi gabungan menertibkan juru parkir liar.

“Razia akan dilakukan sampai ke titik-titik terdalam. Semua juru parkir harus sesuai aturan, kalau tidak akan kami tindak,” ujarnya.

Menurut Leo, transparansi menjadi kunci keberhasilan program ini. Penataan juga diharapkan memperbaiki citra Batam sebagai kota tujuan wisata dan bisnis.

Dukungan masyarakat turut mengalir. Rusdi, warga Batuaji, menilai langkah ini tepat. “Selama ini banyak juru parkir bermasalah, tidak pakai karcis, tidak berseragam, bahkan bersikap kasar. Kalau ada penataan seperti ini, kami sebagai warga tentu mendukung,” katanya.

Leo optimistis, dengan dukungan pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, target PAD maupun penataan parkir dapat tercapai. “Kalau semua pihak mendukung, bukan hanya PAD yang meningkat, tetapi juga citra kota akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat membayar parkir hanya kepada juru parkir resmi. “Jika ada oknum yang melanggar aturan, segera laporkan ke Dishub. Dukungan masyarakat sangat penting agar wajah parkir Batam benar-benar berubah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Dishub Tata Ulang Parkir Batam, Targetkan PAD Rp20 Miliar pertama kali tampil pada Metropolis.

Zest Hotel Harbour Bay Tawarkan Paket Spesial Bagi Wisatawan dan Pelaku Bisnis yang Transit di Batam

0
foto: Zest Harbour Batam

batampos– Zest Hotel Harbour Bay memperkenalkan inovasi layanan terbaru berupa Paket Transit 6 Jam yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dan pelancong yang hanya singgah sebentar di Batam. Terletak strategis di Harbour Bay Downtown, hanya beberapa menit berjalan kaki dari Terminal Ferry Internasional menuju Singapura dan Malaysia, paket ini memberikan solusi praktis dan nyaman bagi tamu dengan waktu singgah terbatas.

Paket Transit 6 Jam menawarkan fleksibilitas layanan check-in dan check-out 24 jam, sehingga tamu dapat menyesuaikan waktu kedatangan dan keberangkatan sesuai kebutuhan mereka. Dengan harga mulai dari Rp370.000, tamu dapat menikmati kamar tipe Zest Room lengkap dengan fasilitas penuh selama enam jam.

Paket ini sudah termasuk air minum gratis, kopi dan teh instan, perlengkapan mandi, serta akses internet cepat.

BACA JUGA: Mulai dari Angkringan Palsu dan Makan Malam Tahun Baru ada di Zest Harbour Bay Batam

“Paket spesial ini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan para tamu yang tidak memerlukan menginap semalam penuh, namun membutuhkan tempat nyaman untuk istirahat singkat, mandi, atau bersiap sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar Theresia, Hotel Manager Zest Harbour Bay.

foto: Zest Harbour Batam

Paket Transit 6 Jam sangat ideal untuk berbagai segmen, seperti wisatawan singkat dari Singapura dan Malaysia yang datang untuk berbelanja, spa, atau kuliner, serta pelaku perjalanan bisnis yang memerlukan ruang istirahat atau persiapan singkat sebelum aktivitas selanjutnya di Batam.

Selain fasilitas kamar yang lengkap, tamu juga dapat menikmati layanan di Citruz Kitchen & Bar, restoran hotel yang menyajikan beragam makanan dan minuman selama menginap.
Reservasi paket ini mudah dilakukan melalui walk-in (jika kamar tersedia), WhatsApp di nomor 0811 7766 211, email di [email protected], atau secara online melalui website resmi www.zesthotel.com dengan memilih Zest Harbour Bay, Batam.

Dengan lokasi strategis, layanan lengkap, dan harga terjangkau, Paket Transit 6 Jam Zest Hotel Harbour Bay menjadi pilihan tepat untuk kenyamanan instan di tengah perjalanan, membuat kunjungan singkat di Batam menjadi lebih praktis dan menyenangkan.

Tentang Swiss-Belhotel International

Swiss-Belhotel International beroperasi di 20 negara, mengelola 150+* hotel, resor, dan proyek di Selandia Baru, Australia, Indonesia, Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa, dengan kantor regional yang berlokasi di Hong Kong, Selandia Baru, Australia, China, Indonesia, UEA, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Thailand.

Sebagai bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan hospitality kelas dunia, Swiss-Belhotel International menawarkan Swiss-Belexecutive Card (SBEC), program loyalitas dengan berbagai keuntungan, termasuk diskon 10% hingga 35% untuk pemesanan kamar, makanan, dan layanan lainnya, serta prioritas check-in, upgrade kamar gratis, dan late check-out. Bergabunglah secara gratis dengan Green Global tier dan nikmati diskon instan sejak menginap pertama—tanpa perlu mengumpulkan poin atau menunggu penukaran! Nikmati lebih banyak keuntungan dengan SBEC Loyalty Programme—Daftar GRATIS sekarang. (*)

Artikel Zest Hotel Harbour Bay Tawarkan Paket Spesial Bagi Wisatawan dan Pelaku Bisnis yang Transit di Batam pertama kali tampil pada Lifestyle.

Periksa Kapal Asing dan Domestik, Satpolairud Polresta Barelang dan Imigrasi Gelar Operasi Gabungan

0
Satpolairud Polresta Barelang bersama Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menggelar operasi gabungan di perairan Sekupang dan Batuampar, Selasa (26/8).

batampos – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Barelang bersama Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menggelar operasi gabungan di perairan Sekupang dan Batuampar, Selasa (26/8).

Kasat Polairud Polresta Barelang, Kompol I Kade Dwisuryawandika, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perairan Batam, khususnya terkait isu keimigrasian.

“Kami bersama instansi terkait terus bersinergi melaksanakan patroli perairan, terutama dalam pengawasan terhadap aktivitas kapal asing maupun domestik,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, tim melakukan pemeriksaan terhadap beberapa kapal yang sedang berlabuh. Salah satunya kapal HUA WEI 01 di perairan Batuampar. Di kapal itu ditemukan enam anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan asing. Setelah diperiksa, seluruh dokumen mereka dinyatakan lengkap dan tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian.

Selain itu, tim juga memeriksa kapal Greendland di perairan Sekupang. Hasilnya, tidak ada indikasi pelanggaran atau tindak pidana keimigrasian.

“Hal ini menunjukkan bahwa operasi gabungan berjalan sesuai tujuan, yakni memastikan kepatuhan terhadap aturan keimigrasian di perairan Batam,” kata Kade.

Ia menambahkan, operasi gabungan berlangsung tertib dan kondusif. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para awak maupun pemilik kapal untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku.

“Kegiatan ini juga menjadi langkah preventif dalam mencegah terjadinya pelanggaran hukum di wilayah perairan Kota Batam,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Periksa Kapal Asing dan Domestik, Satpolairud Polresta Barelang dan Imigrasi Gelar Operasi Gabungan pertama kali tampil pada Metropolis.

Volume Sampah Batam Capai 1.300 Ton per Hari, Amsakar Minta Dukungan Mahasiswa

0
Ilustrasi. Truk pengangkut sampah menurunkan muatan yang berasal dari sampah rumah tangga dan lainnya di TPA Punggur. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turun langsung menemui mahasiswa yang berunjuk rasa terkait persoalan banjir, sampah, dan lain-lain, pada Rabu (27/8) di DPRD Batam. Dalam audiensi tersebut, Amsakar berkomitmen untuk menyelesaikan dua masalah krusial itu.

Persoalan sampah di Batam kini berada pada level yang serius. Volume sampah harian mencapai 850 hingga 1.300 ton per hari. Jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk Batam yang sekitar 1,3 juta jiwa, maka satu orang menghasilkan rata-rata 1 kilogram sampah per hari.

“Ini proses dari hulu sampai hilir. Tidak bisa hanya memperbincangkan hilirnya saja, tapi juga harus kita bicarakan ujungnya,” katanya.

Ia menyebut, persoalan sampah bukan hanya milik Batam, tetapi juga kota-kota besar lainnya di Indonesia. Akan tetapi, Batam harus menyiapkan langkah preventif agar tidak terjebak pada penanganan darurat semata.

Salah satu langkah kecil yang pernah dilakukan Pemko Batam, lanjutnya, ialah menggelar sayembara di media sosial untuk menindak warga yang membuang sampah sembarangan.

“Tapi saya harapkan sebenarnya ada kesadaran bersama-sama,” ujarnya.

Ia mengajak mahasiswa untuk berperan lebih luas. Tidak hanya sebagai penyampai aspirasi, melainkan juga turut menyosialisasikan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Baginya, penerapan sanksi berupa tindak pidana ringan (tipiring) bagi pembuang sampah sembarangan memang dimungkinkan. Namun, dia belum memilih jalan itu lantaran khawatir justru akan menimbulkan konsekuensi kerugian bagi masyarakat.

“Kalau mau diberlakukan denda, apa harus begitu? Membuang sampah tidak pada tempatnya masuk tipiring. Tapi saya tidak ingin ada konsekuensi kerugian dari masyarakat karena praktik itu,” kata dia.

Sejak awal menjabat, pihaknya telah berupaya memperkuat armada pengelolaan sampah. Ada penambahan buldozer di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, sebab tempat itu menurutnya berpotensi membahayakan dalam 15 tahun ke depan.

Selain itu, Pemko Batam juga telah menambah 14 unit arm roll, satu unit buldozer tambahan dari pemerintah, serta satu buldozer bantuan dari pengusaha. Tak hanya itu, 90 unit bin kontainer juga sudah ditempatkan di sejumlah titik strategis. Meski begitu, upaya tersebut masih belum cukup tanpa partisipasi publik.

“Kompleksitas persoalan sampah membutuhkan kerja sama semua pihak. Maka Abang akan sangat senang kalau adik-adik mahasiswa bisa menjadi bagian untuk bersama mencarikan solusi,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut contoh kondisi lapangan yang memprihatinkan. “Di depan masjid di Sagulung itu tempat orang buang sampah. Malunya kami minta ampun. Di arah ke Harbourbay, di tepi jalan dekat pasar itu juga tempat orang buang sampah. Sesungguhnya kita sedang mempertontonkan aurat kita ke publik,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Volume Sampah Batam Capai 1.300 Ton per Hari, Amsakar Minta Dukungan Mahasiswa pertama kali tampil pada Metropolis.

Sah! Pelabuhan Sei Tenam Kini Resmi Dikelola Pemkab Lingga

0
Serah terima pelabuhan
Serah terima aset Pelabuhan Sei Tenam dari Pemerintah Provinsi Kepri kepada Pemkab Lingga, Rabu (27/8). F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga resmi menerima hibah aset Pelabuhan Sei Tenam dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Penyerahan aset tersebut dilakukan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Rabu (27/8).

Dalam kegiatan itu, serah terima hibah aset pelabuhan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri kepada sejumlah kabupaten/kota, termasuk Lingga.

Kepala Dishub Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal yang hadir mewakili Pemkab Lingga, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kepri atas kepercayaan yang diberikan.

“Alhamdulillah, upaya selama lebih kurang 3,5 tahun agar aset Pelabuhan Sei Tenam bisa dihibahkan kepada Pemkab Lingga akhirnya terealisasi,” ujar Hendry.

Dengan serah terima ini, seluruh pengelolaan dan pemeliharaan Pelabuhan Sei Tenam resmi menjadi tanggung jawab Dishub Lingga. Hendry menambahkan, pelabuhan tersebut berpotensi memberikan tambahan pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi.

Dari seluruh aset yang ada di Pelabuhan Sei Tenam, hanya Kantor UPTD Dishub Provinsi Kepri yang tidak dihibahkan. Aset tersebut nantinya dialihkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri dan akan difungsikan sebagai Kantor UPTD DKP di Lingga. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Sah! Pelabuhan Sei Tenam Kini Resmi Dikelola Pemkab Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

Ribuan Kaleng Bir Sitaan di Anambas Dikembalikan ke Pemilik

0
Bir sitaan
Dua orang pesuruh dari pemilik mikol, sedang mengangkut bir dari Gudang Satpol PP Anambas. F. Ulil Amri untuk Batam Pos.

batampos – Sebanyak 8.304 kaleng bir atau 346 kis minuman beralkohol (mikol) yang sebelumnya disita, resmi dikembalikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas kepada pemiliknya.

Proses pengembalian berlangsung di kantor Satpol PP Anambas, Tarempa, Selasa (26/8) sore.

Kepala Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Anambas, Ulil Amri, mengatakan pengembalian dilakukan setelah pemilik melengkapi syarat administrasi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Satpol PP hanya melakukan pengamanan. Begitu ada perintah untuk dikembalikan, anggota langsung keluarkan mikol dari gudang,” ujar Ulil, Rabu (27/8).

Bir tersebut tidak diambil langsung oleh pemilik, melainkan oleh orang suruhan mereka. Data Satpol PP menyebut pemilik yang sah antara lain Ban Hong, Eny Dedek, dan Song Siung alias Jhon.

Ulil menambahkan, sempat ada lima orang yang mengaku sebagai pemilik. Namun setelah diverifikasi, hanya tiga yang terbukti benar-benar memiliki barang, sementara dua lainnya diduga terkait dengan pemilik kapal pengangkut.

Sementara itu, Kepala Disperindag Anambas, Masykur, menegaskan bir sitaan yang dikembalikan tidak boleh dijual di wilayah Anambas.

“Mereka harus kembalikan ke distributor resmi di Tanjungpinang. Kapan mereka kembalikan, kami tunggu laporan dari pemilik,” jelas Masykur.

Ia menjelaskan, ribuan kaleng bir itu masuk ke Anambas melalui jalur resmi, namun tidak memiliki izin edar sesuai Peraturan Bupati (Perbup) No 45 Tahun 2017 tentang pengendalian penjualan minuman beralkohol.

“Dalam Perbup, toko kelontong tidak boleh menjual minuman beralkohol. Padahal pemiliknya hanya punya toko kelontong,” kata Masykur.

Menurutnya, Pemkab berencana merevisi Perbup agar lebih sesuai dengan kondisi saat ini.

“Alhamdulillah para pemilik sadar bahwa izin itu penting. Mereka bahkan sudah mengurus izin ke PTSP. Tinggal kita revisi Perbup supaya bisa mengakomodir,” tambahnya.

Sebagai informasi, ribuan kaleng bir ini sebelumnya disita petugas gabungan dari KM Alferro pada Rabu (23/7/2025). Dalam operasi yang melibatkan BIN, BAIS, dan Pemkab Anambas itu, petugas juga menemukan 1.104 kaleng bir impor asal Singapura. Seluruh barang tersebut diketahui berasal dari Kijang, Kabupaten Bintan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Ribuan Kaleng Bir Sitaan di Anambas Dikembalikan ke Pemilik pertama kali tampil pada Kepri.

Restoran Jian Mian Dibobol Karyawan

0

 

Yudha (tanpa baju) pembobol Restoran Jian Mian ditangkap polisi di Perumahan Buana Impian, Sagulung. F.Noval untuk Batam Pos

batampos – Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja menangkap Yudha Sakti, karyawan Restoran Jian Mian, Nagoya Thamrin. Pria 20 tahun ini membobol tempat kerjanya saat tutup dan mencuri sejumlah barang.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto mengatakan pencurian ini diketahui dari laporan manager restoran. Pelaku menggasak barang yang ada dikasir, seperti ponsel, laptop, dan uang tunai Rp 1,4 juta.

“Menerima laporan, Polsek Lubuk Baja melakukan serangkaian proses penyelidikan. Ternyata terduga pelaku adalah helper koki atau cook helper restoran itu sendiri,” ujarnya.

Dalam aksinya, pelaku terekam CCTv restoran. Terlihat pelaku masuk restoran menggunakan hoodie dan langsung menuju kasir, serta merusak laci menggunakan obeng.

“Pelaku masuk restoran dengan cara merusak, membongkar, memotong, memecah, dan memanjat,” kata Noval.

Yudha ditangkap di tempat persembunyiannya di Perumahan Buana Impian, Sagulung. Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti berupa nota transaksi penjualan restoran, kotak ponsel yang dicuri, rekaman CCTV, dan pakaian pelaku.

“Setelah mencuri, pelaku tidak masuk bekerja dan tidak ada kabar lagi,” ungkap Noval

Kepada polisi, Yudha mengaku melakukan pencurian karena membutuhkan uang. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3e dan 5e KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.

“Pelaku mengakui perbuatannya dan saat ini sudah kita amankan tanpa perlawanan,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Restoran Jian Mian Dibobol Karyawan pertama kali tampil pada Metropolis.

Job Fair Bintan 2025 Serap 1.282 Lamaran, 24 Perusahaan Terlibat

0
Job Fair Bintan
Pencari kerja saat menyerahkan berkas lamaran di job fair yang dilaksanakan di Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Sebanyak 1.282 pencari kerja (pencaker) menyerahkan berkas lamaran pada Job Fair yang digelar di Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, 22-23 Agustus 2025.

Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan, Informasi Pasar Kerja dan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja Bintan, Wan Darmais mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari 909 orang pada hari pertama dan 373 orang pada hari kedua.

“Lamaran yang masuk sedang direkap masing-masing perusahaan,” kata Wan Darmais saat dihubungi, Rabu (27/8).

Dalam job fair, pencari kerja melakukan registrasi dan menyerahkan langsung berkas lamaran ke perusahaan tujuan. Setelah itu, perusahaan akan memproses lamaran sesuai kebutuhan posisi.

Kadisnaker Bintan, Ii Santo menegaskan pihaknya terus memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan sebagai upaya menekan angka pengangguran di daerah.

Job fair ini melibatkan 24 perusahaan yang membuka 216 posisi dengan total kebutuhan tenaga kerja mencapai 922 orang.

Selain itu, kesempatan juga diberikan bagi penyandang disabilitas agar dapat mencari pekerjaan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Job Fair Bintan 2025 Serap 1.282 Lamaran, 24 Perusahaan Terlibat pertama kali tampil pada Kepri.

Danrem 033 Tinjau Pembangunan Yonif 849/Beladu Sakti di Lingga

0
Danrem Lingga
Kunjungan Danrem 033/WP ke lokasi pembangunan Yonif 849/Beladu Sakti di Desa Musai dan Makodim di Kelurahan Raya, Lingga. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Komandan Korem 033/WP Tanjungpinang, Brigjen TNI Bambang Herqutanto, M.Han melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga selama dua hari, 26 hingga 27 Agustus 2025.

Kunjungan ini untuk memastikan progres pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) 849/Beladu Sakti yang berlokasi di Desa Musai, Kecamatan Lingga.

Kedatangan Brigjen TNI Bambang disambut Bupati Lingga, Muhammad Nizar, beserta jajaran pejabat utama dan Forkopimda Lingga di Pelabuhan Tanjung Buton, Daik Lingga, Selasa (26/8).

Dalam peninjauan tersebut, Brigjen TNI Bambang menyampaikan bahwa pembangunan Yonif 849/Beladu Sakti tidak hanya sebatas pembentukan satuan baru, tetapi juga sebagai penguatan sistem pertahanan di wilayah strategis nasional serta dukungan ketahanan pangan di Kepri.

“Pembangunan ini bukan sekadar pembentukan satuan baru. Kehadiran Yonif 849 diharapkan mampu memperkuat pertahanan sekaligus mendukung sektor pangan di Kepri,” ujarnya, Rabu (27/8).

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan progres pembangunan sudah mencapai 42 persen. Brigjen TNI Bambang memastikan pengerjaan berjalan sesuai target.

Saat ini, sekitar 50 personel yang akan ditempatkan di Yonif 849 telah berada di Batam dan dijadwalkan bergeser ke Lingga pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Yonif 849/Beladu Sakti nantinya akan diperkuat lebih dari 1.100 personel yang terbagi dalam beberapa kompi, di antaranya Kompi Pertanian, Kompi Peternakan, Kompi Konstruksi, Kompi Kesehatan, dan Kompi Senapan.

“Dengan pembagian kompi ini, personel diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membangun Kabupaten Lingga ke depan,” tegas Brigjen TNI Bambang.

Selain Yonif 849, Brigjen TNI Bambang juga meninjau pembangunan Makodim di Kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat. Pembangunan Makodim disebut sudah rampung sebagian besar dan tinggal menunggu peresmian.

“Sebagian besar sudah rampung, untuk peresmian akan dilakukan secepatnya tergantung pemerintah daerah,” jelasnya.

Wakil Bupati Lingga, Novrizal, menyampaikan apresiasi kepada TNI AD khususnya Korem 033/WP atas pembangunan satuan baru di wilayahnya.

“Semoga kehadiran Yonif 849 di Kabupaten Lingga dapat mempererat sinergi antara TNI AD dan pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pembangunan di Lingga,” pungkas Novrizal. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Danrem 033 Tinjau Pembangunan Yonif 849/Beladu Sakti di Lingga pertama kali tampil pada Kepri.