Selasa, 5 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1198

Sambut Satu Dekade,Marga Yang Batam Gelar Donor Darah di One Batam Mall

0
Marga Yang Batam (MYB) menggelar aksi donor darah di Atrium A, One Batam Mall, Minggu (31/8).

batampos – Memperingati 10 tahun berdiri, Marga Yang Batam (MYB) menggelar aksi donor darah di Atrium A, One Batam Mall, Minggu (31/8). Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB dan terbuka untuk masyarakat umum.

Ketua panitia kegiatan, Stephen Yong, mengatakan donor darah menjadi salah satu bentuk bakti sosial yang rutin digelar pihaknya. Momentum ulang tahun ke-10 MYB menjadi kesempatan tepat untuk kembali mengajak masyarakat berpartisipasi.

“Kegiatan ini dalam rangka 10 tahun berdirinya MYB. Jadi, kita melakukan aksi bakti sosial, dan donor darah ini jadi aksi kedua kami,” katanya, di sela-sela acara.

Ia menambahkan, setiap tahun MYB menargetkan kegiatan donor darah dengan penyediaan sembako bagi para pendonor. Tahun ini, pihaknya menyiapkan sekitar 300 paket sembako.

“Isinya berupa beras, minyak goreng, garam, mi instan, gula, dan teh. Itu bentuk apresiasi kecil kami untuk para pendonor,” katanya.

MYB juga bekerja sama dengan PMI dalam kegiatan tersebut. Sejumlah kader marga Yang yang berprofesi sebagai dokter maupun tenaga medis turut membantu jalannya donor darah.

“Target kami sebanyak-banyaknya darah yang bisa dikumpulkan dan nanti disalurkan ke PMI agar bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Stephen.

Antusiasme warga Batam terlihat tinggi sejak pagi. Hingga siang hari, antrean sudah mencapai 200 orang, dan panitia memperkirakan jumlahnya terus bertambah.

“Harapan kami dari MYB bahwa kegiatan seperti ini bisa membantu rumah sakit-rumah sakit yang masih kekurangan stok darah. Apalagi sekarang kegiatan donor darah massal mulai jarang dilakukan,” kata dia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MYB, dr Setiadjit Yang, menyebut donor darah hanyalah satu dari sekian rangkaian acara HUT ke-10 MYB. Puncak perayaan dijadwalkan pada 11 Oktober mendatang berupa syukuran dan pengukuhan pengurus baru periode 2025-2030.

“Sebelum acara hari ini, kami juga sudah menggelar bakti sosial ke sejumlah panti asuhan dan panti jompo,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua panitia HUT MYB ke-10, Suyadi Yeo, menambahkan kegiatan sosial memang menjadi fokus utama perayaan tahun ini. Selain donor darah, pihaknya juga berbagi bersama anak-anak panti asuhan saat peringatan HUT RI pada 17 Agustus lalu.

“Kami juga mengunjungi panti jompo untuk memberikan sumbangan berupa makanan dan kebutuhan lainnya. Jadi, donor darah ini bagian dari rangkaian perayaan 10 tahun MYB,” kata dia.

Dengan semangat kebersamaan, MYB berharap keberadaan mereka tidak hanya mempererat ikatan antarwarga marga Yang, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya di Bandar Dunia Madani. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Sambut Satu Dekade,Marga Yang Batam Gelar Donor Darah di One Batam Mall pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Seri Kuala Lobam Sentuh Hampir 1.000 Siswa

0
CKG Bintan
Siswa saat menjalani pemeriksan kesehatan gratis yang dilakukan petugas kesehatan Puskemas Teluk Sasah. F. dr Kurniawan untuk Batam Pos.

batampos – Hampir seribu siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Teluk Sasah. Program ini dimulai sejak 21 Agustus 2025 lalu.

Kepala Puskesmas Teluk Sasah, dr Kurniawan mengatakan, dari total 1.848 siswa SD yang tersebar di Kelurahan Teluk Lobam, Kelurahan Tanjungpermai, dan Desa Teluk Sasah, sebanyak 903 siswa sudah menjalani pemeriksaan.

“Pemeriksaan dimulai dari siswa kelas 1 sampai 3, kemudian berlanjut ke kelas 4 dan 5,” ujar Kurniawan, Minggu (31/8).

Selain siswa SD, layanan kesehatan gratis juga menyasar pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Pemeriksaan untuk 582 siswa SMP rencananya akan dimulai pada September 2025.

“Total target pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas Teluk Sasah ada 2.430 siswa, terdiri dari SD dan SMP,” tambahnya.

Pemeriksaan meliputi aspek fisik seperti tinggi dan berat badan, tajam penglihatan, kesehatan gigi dan mulut, tekanan darah, kulit, telinga, hingga deteksi dini TBC. Ada juga kuisioner untuk riwayat penyakit seperti TBC, diabetes, hepatitis, malaria, hingga kesehatan jiwa.

“Bagi pelajar SMP ditambah dengan tes kebugaran dan kuisioner kebugaran serta kesehatan reproduksi,” kata Kurniawan.

Ia menyebutkan, hasil pemeriksaan masih dalam tahap penilaian dan pengecekan laboratorium untuk TBC. Namun secara umum kondisi siswa dinilai baik meski ditemukan keluhan ringan, salah satunya gangguan penglihatan.

“Selanjutnya hasil pemeriksaan akan diunggah ke akun 1Sehat orangtua siswa, sehingga bisa dijadikan bahan konsultasi lebih lanjut ke dokter,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Seri Kuala Lobam Sentuh Hampir 1.000 Siswa pertama kali tampil pada Kepri.

Kecelakaan Maut Tiban Center, Warga Desak Penertiban Kendaraan Berat

0
Mobil crane menimpa sebuat mobil sedan saat kecelakaan di Tiban Center. f.ist

batampos – Kecelakaan maut di pertigaan Tiban Center, Sabtu (30/8), menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Insiden yang melibatkan mobil crane itu kembali membuka mata banyak pihak bahwa pengawasan serta penertiban kendaraan berat di Batam masih lemah. Warga pun mendesak tindakan tegas demi keselamatan bersama.

Menurut warga, aktivitas kendaraan berat di jalan raya kian padat, terutama di kawasan Batuaji, Sagulung, Marina City, hingga Tanjung Uncang. Kondisi ini membuat jalan umum semakin rawan kecelakaan, terlebih banyak kendaraan melintas tanpa pengawalan meski membawa muatan berisiko tinggi.

“Setiap hari trailer dan truk besar melintas, muatannya kadang besi-besi raksasa. Tingginya sampai menabrak plang penanda JPO, tapi tetap dibiarkan tanpa pengawalan. Ini sangat membahayakan pengguna jalan lain,” ujar Sujono, warga Batuaji, Minggu (31/8).

Di Marina City, permasalahan serupa juga dikeluhkan warga. Jalan sempit dengan satu jalur dua lajur kerap macet parah akibat kendaraan berat. “Kalau mogok atau melaju pelan, arus lalu lintas bisa lumpuh total. Kami sudah lama mengeluhkan ini. Harus ada penertiban,” kata Nurdin, warga setempat.

Selain kepadatan lalu lintas, perilaku sopir kendaraan berat yang kerap melaju dengan kecepatan tinggi turut meresahkan. “Ngebut tanpa pengawalan, itu yang paling berbahaya. Kalau hilang kendali, korbannya bisa banyak,” imbuh Sujono.

Masyarakat menilai, solusi yang dibutuhkan tidak cukup hanya menindak sopir ugal-ugalan. Mereka mendesak adanya regulasi tegas mengenai jam operasi, rute khusus, hingga kewajiban pengawalan bagi kendaraan bermuatan besar atau berisiko tinggi. “Harus ada aturan yang jelas, jangan menunggu korban terus berjatuhan,” tegas Nurdin.

Sebelumnya, Kasubdit I Satlantas Polresta Barelang, Iptu Andika, mengakui pihaknya sedang mengevaluasi pengawasan kendaraan berat pascakecelakaan di Tiban Center. “Kami mengumpulkan data dan akan merekomendasikan langkah pengawasan lebih ketat,” ujarnya.

Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief, menambahkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengkaji jalur dan mekanisme pengawalan kendaraan besar. “Kami juga masih memburu sopir truk yang melarikan diri,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah kota, kepolisian, dan pengelola kawasan industri duduk bersama untuk mengatur distribusi kendaraan berat secara lebih aman. “Kami ingin merasa tenang saat berkendara. Jangan biarkan jalan umum jadi jalur maut,” ucap Sujono.

Tragedi di Tiban Center menjadi peringatan keras bahwa pengabaian keselamatan tak bisa lagi ditoleransi. Penertiban dan pengawasan kendaraan berat kini bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak demi melindungi nyawa warga Batam. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

Artikel Kecelakaan Maut Tiban Center, Warga Desak Penertiban Kendaraan Berat pertama kali tampil pada Metropolis.

LAM Bintan Mantapkan Langkah Besar Jaga Budaya Melayu Hingga Desa

0
LAM Bintan
LAM Bintan menerima kunjungan dari LAM Lingga di Gedung Megat Sri Rama, Kijang, Bintan pada Sabtu (30/8). F. Dato Syahri Bobo untuk Batam Pos.

batampos – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan terus memperkuat upaya pelestarian budaya Melayu. Salah satunya melalui pertemuan dengan LAM Kabupaten Lingga yang digelar di Gedung Megat Sri Rama, Kijang, Bintan, Sabtu (30/8).

Pertemuan tersebut membahas langkah konkret perlindungan, pembinaan, pengembangan, hingga pemanfaatan budaya Melayu di tengah masyarakat.

Ketua Umum LAM Kabupaten Bintan, Dato Syahri Bobo, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah strategis. Mulai dari membentuk LAM di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan, hingga menggandeng pemerintah daerah dalam kegiatan pelestarian adat.

“Kerja sama dengan pemerintah dilakukan melalui berbagai pelatihan pelaksanaan adat di masyarakat. Semua ini mengacu pada AD/ART dan Perda Kepri Nomor 1 Tahun 2014,” ujar Dato Syahri.

Ia menambahkan, selain menjaga tradisi, LAM Bintan juga berkomitmen melestarikan nilai moral dan sosial melalui bahasa dan tradisi khas Melayu seperti pantun.

“Upacara adat Melayu juga bagian dari tradisi yang memperkuat identitas budaya Melayu di masyarakat Bintan,” tambahnya.

Ketua Umum LAM Kabupaten Lingga, Dato Wira Setia Utama Dato Azmi, yang hadir dalam pertemuan itu mengapresiasi sambutan hangat dari LAM Bintan. Ia berharap kerja sama lintas daerah dalam menjaga adat Melayu terus berlanjut.

“Silaturahmi ini menjadi semangat bersama untuk melestarikan adat Melayu agar tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ucapnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel LAM Bintan Mantapkan Langkah Besar Jaga Budaya Melayu Hingga Desa pertama kali tampil pada Kepri.

BPBD Makassar: Korban Jiwa Insiden Demonstrasi Ada 4 Orang

0
Sejumlah warga melihat kondisi bangkai mobil terbalik usai pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar oleh massa di Jalan Andi Pangeran Pettarani Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.

batampos – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat korban jiwa selama insiden demonstrasi sebanyak empat orang, yakni tiga orang meninggal dunia saat Kantor DPRD Kota Makassar dibakar massa dan seorang lainnya pengemudi Ojek Online (Ojol) yang dikeroyok massa di Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat 28 Agustus 2025.

“Empat orang korban jiwa, tiga orang di pembakaran Kantor DPRD Makassar dan satu orang di Jalan Urip Sumoharjo dikeroyok massa. Di rumah sakit, dia meninggal atas nama Rusdamdiansyah umur 21 tahun, dia bukan mahasiswa, tapi masyarakat biasa,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli Tahar saat dikonfirmasi di Makassar, Minggu.

Laporan sebelumnya, ada empat korban tewas dalam rangkaian peristiwa kebakaran di Kantor DPRD Makassar pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Jumlah korban dalam peristiwa itu sebanyak delapan orang, empat orang dinyatakan meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka.

“Jadi, korban ini bukan korban yang menjadi rangkaian pembakaran pada dua tempat DPRD Makassar Jalan Andi Pangeran Pettarani dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Jalan Urip Sumoharjo, tapi karena menjadi korban maka dimasukkan juga, tapi bukan korban di DPRD Makassar,” katanya meluruskan informasi.

Kejadian pengeroyokan oleh massa kepada Korban Rusdamdiansyah, kata dia, sebelum kejadian pembakaran Kantor DPRD Makassar dan DPRD Provinsi Sulsel. Kejadiannya tidak termonitor nanti setelah dilakukan pendataan jumlah korban secara keseluruhan ada 11 orang yang jadi korban.

Setelah dikeroyok massa karena dikira intelijen aparat keamanan, korban dibawa ke RSUP OJK Kemenkes RI di Kawasan Reklamasi Central Poin of Indonesia (CPI) untuk mendapat perawatan medis, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Jam delapan malam pihak keluarga mendengar bahwa dia kecelakaan, tapi belakangan diketahui dikeroyok massa. Kejadian depan Kampus UMI (Universitas Muslim Indonesia),Jalan Urip Sumoharjo lorong 501,” katanya menjelaskan.

Sebelumnya, diberitakan korban Budi Haryadi berusia 30 tahun anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang terpaksa melompat dari gedung DPRD Makassar saat terbakar dikabarkan meninggal adalah tidak benar. Saat ini korban masih menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Primaya, namun kondisinya kritis.

Korban yang dipastikan meninggal dunia masing-masing, Syaiful (43). Almarhum sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Ujung Tanah dinyatakan meninggal Rumah Sakit Grestelina. Muhammad Akbar Basri alias Abay, Fotografer Humas DPRD Kota Makassar dan Sarinawati salah satu staf DPRD Makassar, jenazahnya ditemukan tim SAR berada di lantai 3 gedung setempat dalam kondisi hangus terbakar.

Keduanya diduga ketakutan lalu bersembunyi di ruangan tersebut untuk menghindari tindakan anarkis massa yang saat mulai beringas naik ke atas ruangan gedung untuk mencari orang-orang DPRD, sekaligus menjarah barang-barang.

Empat korban luka, yakni Heriyanto (28) petugas kebersihan DPRD Sulsel terpaksa lompat dari gedung saat terbakar, kini dirawat di RS Grestelina dan kondisinya kritis. Agus Setiawan anggota Satpol PP mengalami luka robek pada kaki, kini dirawat di RS Grestelina.

Korban Sahabuddin (45) ajudan Wakil Ketua DPRD Makassar juga turut lompat dari atas gedung saat kebakaran, kini dirawat di RS Hermina dan korban Arif Rahman (28) terluka terkena lemparan batu, dirawat di RS Grestelina.

Seluruh korban meninggal dunia telah dimakamkan di tempat daerah masing-masing. Sedangkan para korban yang mengalami luka serius dan sedang sejauh ini kondisinya berangsur-angsur membaik di rumah sakit. (*)

Sumber: antaranews.com

Artikel BPBD Makassar: Korban Jiwa Insiden Demonstrasi Ada 4 Orang pertama kali tampil pada News.

Jalan Nusantara Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Nyawa Pengendara

0
Jalan rusak Tanjungpinang
Kondisi Jalan Nusantara Kilometer 14 Tanjungpinang yang dipenuhi lubang, Minggu (31/8). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kondisi Jalan Nusantara Kilometer 14 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau kian memprihatinkan. Sejumlah titik di ruas jalan tersebut kini dipenuhi lubang berukuran cukup dalam.

Pantauan Batam Pos pada Minggu (31/8), kerusakan jalan terlihat jelas di badan jalan, terutama di sisi kanan jalur menuju Kijang, Kabupaten Bintan. Aspal yang mengelupas membentuk lubang-lubang dengan diameter beragam.

Pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa memperlambat laju kendaraan. Keberadaan lubang-lubang itu dinilai sangat membahayakan keselamatan.

“Sudah lama rusak, bahkan lubang yang awalnya tidak dalam, sekarang jadi dalam. Jadi bahaya untuk motor yang lewat,” kata Arif, pedagang di Jalan Nusantara.

Ia menyebut, kondisi jalan tersebut kerap meresahkan warga. Terlebih pada malam hari, lubang tidak terlihat jelas lantaran minim penerangan dan tanpa penanda jalan rusak.

“Kalau malam hari sangat berbahaya, lubangnya tidak kelihatan jelas. Bisa bikin jatuh kalau tidak waspada,” tambahnya.

Sementara warga lain, Fadli, mengatakan lubang di jalan itu sudah cukup lama dibiarkan tanpa perbaikan. Bahkan, ia beberapa kali melihat pemotor hampir terjatuh akibat menabrak lubang.

“Ya memang harus diperbaiki secepat mungkin. Karena ini akses jalan menuju Bintan, banyak orang yang lewat di jalan ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Jalan Nusantara Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Nyawa Pengendara pertama kali tampil pada Kepri.

Mahfud MD: Setuju Perkeras Protes, Tapi yang Terjadi Sudah Terlalu Jauh

0
Mahfud MD. (Ryandi Zahdomo/jawapos.com)

batampos – Rentetan demonstrasi di Indonesia sudah berada pada titik yang mencekam. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, pun mengakui hal itu.

Dia menekankan agar rentetan demonstrasi segera diselesaikan oleh pihak berwajib. Tentunya dirinya juga turut mendukung gelombang demonstrasi jika memang ada ketidakpuasan terhadap pejabat pemerintahan.

“Kita setuju perkeras saja protes. Kita mengerti itu. Tetapi yang terjadi sekarang mungkin sudah terlalu jauh,” kata Mahfud MD pada akun Instagramnya @mohmahfudmd, Minggu (31/8).

Mahfud pun menjabarkan mengapa ia beranggapan arus demonstrasi ini sudah terlalu jauh. Pertama, telah menewaskan satu ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang dilindas oleh rantis Brimob.

Kedua, demonstrasi di Makassar telah memakan hingga tiga korban tewas dan gedung DPRD dibakar. Bahkan, di Bandung, polisi tampak dikejar habis-habisan oleh massa demonstran hingga lari berhamburan dan ditangkap hingga ditendang.

“Itu sudah tidak sehat. Tetapi juga di gerbang pemuda sentral di Jakarta ada video beredar sekelompok brimob menangkap seseorang yang sedang demo lalu dibawa ke flyover,” ungkap Mahfud.

“Dia sendirian dikeroyok, ditendang dan dipukul rame-rame. Banyak juga polisi yang berbaring di rumah sakit dalam keadaan luka parah. Bahkan ada polisi yang diculik dari Brimob Metro yang wajahnya luka luar biasa bahkan badannya juga dipaku,” imbuhnya.

Hal yang sama juga terlihat di jalanan depan beberapa Polres saat dirinya ingin menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Banyak terdapat bangkai-bangkai mobil dan bekas bangunan yang dijebol akibat penjarahan.

“Oleh sebab itu saudara, mari kita sadari bahwa ini tidak bagus, harus kita selesaikan,” jelasnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Mahfud MD: Setuju Perkeras Protes, Tapi yang Terjadi Sudah Terlalu Jauh pertama kali tampil pada News.

Penjarahan Rumah DPR dan Sri Mulyani, Kriminolog UI Ungkap Penyebabnya

0
Penjarahan
Sejumlah massa mengambil berbagai barang dari rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (31/8) dini hari. F. Info_Ciledug.

batampos – Sejumlah rumah pejabat negara, termasuk kediaman anggota DPR RI dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, menjadi sasaran penjarahan oleh massa.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Josias Simon, menilai maraknya penjarahan ini disebabkan tidak berjalannya fungsi utama kepolisian dalam menjaga keamanan.

“Ya itu terjadi karena fungsi kepolisian tidak berjalan (tidak ada),” ujar Josias kepada JawaPos.com, Minggu (31/8).

Menurutnya, kepolisian memiliki fungsi utama menciptakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Jika fungsi itu dijalankan dengan baik, ia meyakini penjarahan tidak akan terjadi.

“Pelaksana fungsi Kamtibmas harus segera dipulihkan agar tak semakin banyak pelanggaran hukum di arena publik dan privat,” tegasnya.

Di media sosial, banyak warganet mempertanyakan mudahnya massa menjarah rumah para pejabat negara yang umumnya mendapat pengamanan ketat. Sejumlah spekulasi pun berkembang liar, mulai dari dugaan penjarahan yang disetting hingga kemungkinan adanya jebakan.

Menanggapi hal tersebut, Josias menilai hal terpenting adalah memastikan kepolisian kembali menjalankan perannya menciptakan Kamtibmas.

“Unsur ini menjadi pertanyaan penting, tapi bagaimana kalau fungsi kepolisian di atas tidak berjalan (tidak ada)?” pungkasnya. (*)

 

Artikel Penjarahan Rumah DPR dan Sri Mulyani, Kriminolog UI Ungkap Penyebabnya pertama kali tampil pada News.

DPP NasDem Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach Sebagai Anggota DPR RI

0
Ahmad Sahroni

batampos – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem memutuskan untuk menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai anggota DPR RI dari Fraksi NasDem setelah mencermati dinamika yang terjadi saat ini.

Surat keputusan penonaktifan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach itu diteken Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim. Dengan keputusan itu, Sahroni dan Nafa Urbach sudah tak lagi menjadi anggota DPR RI terhitung mulai Senin, 1 September 2025.

“Bahwa sesungguhnya aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dalam perjuangan Partai NasDem,” kata Hermawi di Jakarta, Minggu.

Atas berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, dia menegaskan bahwa Partai NasDem berbelasungkawa yang mendalam atas wafatnya sejumlah warga negara Indonesia dalam upaya memperjuangkan aspirasinya.

Dia juga mengatakan bahwa pernyataan para wakil rakyat yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem.

“Perjuangan Partai NasDem sesungguhnya merupakan kristalisasi dan semangat kerakyatan yang senantiasa bertumpu pada tujuan nasional bangsa Indonesia, sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945,” kata Hermawi.

Sebelumnya, Ahmad Sahroni juga sudah dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Selain itu, rumah Sahroni di kawasan Tanjung Priok, Jakarta, pun dirusak dan dijarah oleh massa. (*)

Sumber: antaranews.com

Artikel DPP NasDem Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach Sebagai Anggota DPR RI pertama kali tampil pada News.

Ketua MUI: Setop Penjarahan, Itu Bentuk Pelanggaran Hukum

0
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh. ANTARA/HO-MUI

batampos – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh mengajak masyarakat untuk menghentikan aksi penjarahan dalam berdemonstrasi, karena hal tersebut melanggar hukum.

“Masyarakat agar menahan diri dari tindakan anarkistik, vandalisme, perusakan fasilitas publik, serta penjarahan dan pengambilan properti orang lain secara tidak hak,” katanya melalui keterangan di Jakarta, Minggu.

Niam menekankan penyampaian aspirasi, bahkan dalam situasi kemarahan pun, tidak boleh diikuti dengan anarkisme, penjarahan dan/atau pencurian harta orang lain, karena itu bertentangan dengan hukum agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Bagi massa yang mengambil, menyimpan, dan/atau menguasai barang secara tidak hak, agar segera mengembalikan kepada pemilik atau kepada yang berwajib, supaya tidak bermasalah secara hukum di kemudian hari,” ujarnya.

Niam juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, muhasabah (melakukan introspeksi), berkomitmen untuk mewujudkan kedamaian, melakukan perbaikan, serta mencegah terjadinya tindakan destruktif yang bisa mengganggu keamanan dan kedamaian.

“Di tengah situasi sosial ekonomi dan sosial politik yang kurang baik, kesenjangan yang masih tinggi, maka pejabat dan masyarakat sudah seharusnya mengedepankan gaya hidup yang sederhana, membangun solidaritas sosial, mengedepankan semangat kesetiakawanan sosial, serta menghindari flexing, gaya hidup mewah dan hedonisme, meski sekadar untuk konten,” tegasnya.

Maka dari itu, Niam menegaskan bahwa penyampaian aspirasi mahasiswa dan masyarakat untuk perbaikan negeri dan koreksi atas kebijakan yang dinilai tidak sensitif terhadap rasa keadilan masyarakat, perlu direspon secara bijak dan cepat, serta komitmen untuk mendengar dan melaksanakan perbaikan. (*)

Sumber: antaranews.com

Artikel Ketua MUI: Setop Penjarahan, Itu Bentuk Pelanggaran Hukum pertama kali tampil pada News.