Minggu, 21 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1200

Mur dan Baut Pagar Pengaman Jalan di Wacopek Diduga Dicuri, Kontraktor Rugi Puluhan Juta

0
Pekerja memperbaiki pagar pengaman jalan yang rusak di jalan Kampung Wacopek, Bintan Timur. F. Deki untuk Batam Pos.

batampos – Pagar pengaman jalan (guard rail) di Kampung Wacopek, Kecamatan Bintan Timur, mengalami kerusakan setelah sejumlah baut dan mur pengikatnya hilang. Akibat kejadian ini, pihak pelaksana proyek harus melakukan perbaikan ulang dan menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Pelaksana kegiatan dari PT Amanah Anak Negeri, Deki Teknikal, mengatakan pekerjaan pengaman jalan tersebut baru selesai dikerjakan pada akhir tahun 2024.

Ia menegaskan bahwa pemasangan pagar pengaman bukan sekadar untuk estetika, tetapi sebagai fasilitas keselamatan bagi pengguna jalan.

“Fungsinya sangat vital bagi pengendara motor dan mobil. Jadi sangat disayangkan jika rusak dan tidak berfungsi dengan baik,” ujar Deki, Selasa (28/10).

Menurutnya, kerugian material akibat hilangnya komponen mencapai puluhan juta rupiah. Pihaknya pun telah mulai melakukan perbaikan ulang terhadap bagian pagar yang rusak.

“Perbaikan sudah kami mulai sejak Kamis lalu karena proyek ini masih dalam tahap pemeliharaan,” katanya.

Deki menjelaskan, pihaknya mengganti sejumlah komponen yang hilang, termasuk 180 stell post, 1.320 baut, serta menambahkan kawat las dan tabung oksigen untuk memperkuat struktur. Selain itu, pengelasan permanen juga dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia berharap, aksi pencurian baut dan mur yang diduga menjadi penyebab rusaknya pagar pengaman tidak kembali terjadi.

Sementara itu, di lokasi berbeda, pagar pengaman jalan di Lintas Barat Kecamatan Toapaya juga terlihat mulai diperbaiki.

Pantauan di lapangan pada Senin (27/10) siang, beberapa pekerja tampak berjalan kaki menyusuri jalur tersebut untuk memperbaiki pagar yang rusak akibat hilangnya baut dan mur pengait dari tempatnya.(*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Mur dan Baut Pagar Pengaman Jalan di Wacopek Diduga Dicuri, Kontraktor Rugi Puluhan Juta pertama kali tampil pada Kepri.

Tim SAR Hentikan Pencarian Kakek Abdul Rani, Hilang 7 Hari Tak Ditemukan

0
Tim SAR gabungan sedang breafing sebelum memutuskan menghentikan pencarian terhadap kakek berusia 73 tahun, Abdul Rani. F. Hendri untuk Batam Pos.

batampos – Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, tim SAR gabungan memutuskan menghentikan operasi pencarian terhadap Abdul Rani (73), warga Desa Air Putih, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada Selasa (28/10).

Abdul Rani sebelumnya dilaporkan hilang sejak sepekan lalu setelah pamit pergi ke kebun dan tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga yang cemas kemudian melapor ke aparat setempat hingga operasi pencarian dilakukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, Abdul Rahman, mengatakan pencarian dilakukan intensif selama tujuh hari dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, Polsek Siantan Timur, Koramil, BPBD, hingga masyarakat sekitar.

“Selama tujuh hari operasi, tim bekerja keras di lapangan menghadapi berbagai kendala, seperti kondisi cuaca yang kerap berubah dan medan yang sulit dijangkau,” ujar Abdul Rahman.

Setiap hari tim menyisir area hutan, kebun, dan perbukitan dengan radius beberapa kilometer dari titik terakhir korban terlihat. Namun hingga hari terakhir pencarian, tidak ada tanda-tanda keberadaan Abdul Rani.

“Seluruh upaya sudah dilakukan, mulai dari pencarian darat, pemeriksaan sekitar kebun, hingga penyisiran di daerah perbukitan. Tapi hasilnya tetap nihil,” tambahnya.

Dengan mempertimbangkan waktu operasi yang sudah melewati tujuh hari serta tidak adanya temuan baru, Basarnas akhirnya memutuskan untuk menghentikan pencarian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu selama operasi berlangsung,” kata Abdul Rahman.

Meski operasi pencarian resmi dihentikan, Basarnas tetap meminta masyarakat untuk segera melapor jika menemukan petunjuk atau informasi baru terkait keberadaan Abdul Rani.

“Kalau nanti ada informasi tambahan dari warga, operasi bisa kami buka kembali,” ujarnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Tim SAR Hentikan Pencarian Kakek Abdul Rani, Hilang 7 Hari Tak Ditemukan pertama kali tampil pada Kepri.

Warga Anambas Desak Pemerintah Bangun BLK agar Anak Muda Siap Kerja

0
Tokoh pemuda Anambas, Prengky Tanjung. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas mendorong pemerintah daerah untuk segera membangun Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai wadah peningkatan keterampilan masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin memasuki dunia kerja.

Tokoh pemuda Anambas, Prengky Tanjung, mengatakan bahwa saat ini banyak anak-anak tempatan kesulitan bersaing di dunia kerja karena minimnya keterampilan dan pelatihan.

> “Anak-anak kita banyak yang ingin kerja, tapi tidak punya skill. Masalahnya, untuk ikut pelatihan itu butuh biaya yang tidak sedikit,” kata Prengky, Selasa (28/10).

Ia menjelaskan, sebenarnya di Provinsi Kepulauan Riau sudah terdapat beberapa BLK, namun lokasinya hanya berada di Batam, Tanjungpinang, dan Karimun. Kondisi ini membuat masyarakat Anambas sulit mengakses pelatihan karena terkendala biaya perjalanan dan akomodasi.

“Di Kepri memang sudah ada BLK, tapi kan jauh. Anak-anak kita tidak bisa ke sana karena keterbatasan anggaran. Jadi sudah saatnya Anambas punya BLK sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan BLK di Anambas nantinya harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri yang berkembang di daerah, terutama sektor minyak dan gas (migas).

“Mayoritas perusahaan di sini bergerak di sektor migas. Jadi, pelatihan dan sertifikasi di BLK nanti harus relevan dengan kebutuhan industri tersebut,” ucapnya.

Ia menilai, keberadaan BLK akan memberikan manfaat besar bagi generasi muda Anambas, baik dari sisi peningkatan kompetensi maupun peluang mendapatkan sertifikasi resmi yang diakui perusahaan nasional maupun internasional.

> “Kalau sudah ada BLK, anak-anak kita bisa belajar dan bersertifikat tanpa harus keluar daerah. Ini sangat membantu,” tambahnya.

 

Sementara itu, Bupati Anambas, Aneng menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga berkomitmen memperjuangkan pendirian BLK di wilayahnya. Menurutnya, hal ini merupakan langkah strategis dalam mencetak tenaga kerja lokal yang unggul dan siap pakai.

“Kami sudah melakukan komunikasi dan lobi ke Kementerian Ketenagakerjaan agar rencana pendirian BLK di Anambas bisa segera terealisasi,” ujarnya.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD dan sektor swasta, dapat mempercepat proses pembangunan tersebut.

“BLK ini bukan hanya soal pelatihan, tapi juga tentang masa depan anak-anak Anambas. Dengan adanya BLK, mereka tidak hanya siap kerja, tapi juga bisa menciptakan lapangan kerja baru,” tutupnya.

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Warga Anambas Desak Pemerintah Bangun BLK agar Anak Muda Siap Kerja pertama kali tampil pada Kepri.

Ketahuan dari CCTV, Mantan Karyawan Cafe Kobie jadi Otak Pembobolan

0
Heru Nur Syahputra, tersangka kasus pencurian

batampos– Unit Reskrim Polsek Sekupang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Cafe Kobie, Komplek Stevonica Gajah Mada, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.

Pelaku diketahui bernama Heru Nur Syahputra alias HS (32), mantan karyawan cafe tersebut yang sebelumnya bekerja sebagai koki. HS ditangkap di rumahnya di Perumahan Taman Harapan Indah Blok Edelweis 3 No. 27, Kelurahan Sungai Harapan, Sekupang, Senin (27/10) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kasus ini berawal pada Jumat (24/10) sekitar pukul 01.45 WIB. Saat itu, pelapor Muhammad Fachurohman Marsetyoadi (30), karyawan Cafe Kobie, mendapat kabar dari rekannya bernama Eriski bahwa cafe tempat mereka bekerja dibobol pencuri.

Pelapor kemudian mengecek rekaman CCTV dan mendapati dua orang pria tengah beraksi di dalam cafe. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui sejumlah barang hilang, di antaranya satu unit handphone Redmi A3 warna Midnight Black (4/128 GB), satu unit tablet kasir Redmi Pad warna Moonlight Silver (6/128 GB), serta uang tunai sebesar Rp1,5 juta.

Akibat kejadian tersebut, pihak PT. Makmur Kuliner Batam selaku pemilik Cafe Kobie mengalami kerugian sekitar Rp9,9 juta. Manajemen kemudian memberi kuasa kepada pelapor untuk membuat laporan ke Polsek Sekupang.

Laporan tersebut teregister dengan Nomor: LP/B/245/X/2025/SPKT/Polsek Sekupang/Polresta Barelang/Polda Kepri, tertanggal 27 Oktober 2025.

Hasil penyelidikan polisi mengarah pada HS yang diketahui merupakan mantan karyawan cafe itu. Dari rekaman CCTV, ia terlihat terlibat langsung dalam aksi pembobolan.

“Pelaku HS kami amankan di rumahnya tanpa perlawanan. Dari hasil pemeriksaan, HS mengaku beraksi bersama rekannya bernama Rudi, yang kini berstatus DPO,” ujar IPDA Riyanto, Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Selasa (28/10).

Dari pengakuannya, HS-lah yang mengajak Rudi untuk melakukan pencurian. Ia memberi tahu lokasi kunci cafe dan memantau situasi sekitar, sementara Rudi masuk ke dalam dan mengambil barang-barang milik korban.

BACA JUGA: 

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya satu flashdisk berisi rekaman CCTV kejadian, satu kotak handphone Redmi A3 warna Midnight Black, dan satu kotak tablet kasir Redmi Pad warna Moonlight Silver.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, mengapresiasi kinerja Unit Reskrim yang bergerak cepat mengungkap kasus ini. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor ke pihak berwajib bila menemukan kejadian serupa.

“Kami akan terus berupaya menjaga keamanan wilayah hukum Sekupang dan menindak tegas setiap pelaku kejahatan,” tegas Kompol Hippal. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Ketahuan dari CCTV, Mantan Karyawan Cafe Kobie jadi Otak Pembobolan pertama kali tampil pada Metropolis.

Edarkan Liquid Vape Mengandung Etomidate, Dua Warga Perumahan Garden Point I Ditangkap Polda Kepri

0
Barang bukti yang diamankan polisi

batampos– Dua warga Lubukbaja ditangkap Subdit III Ditresnarkoba Polda Kepri karena nekat menjual vape. Namun vape yang dijual bukan sembarangan vape, rokok eletronik ini diduga mengandung cairan berbahaya etomidate tanpa izin edar.

Direktur Resnarkoba Polda Kepri, Kombes Anggoro Wicaksono, mengatakan kedua tersangka yakni Sanny ,34, dan David ,40. Keduanya sama-sama berprofesi sebagai wiraswasta dan berdomisili di kawasan Lubuk Baja, Batam.

“Tim Subdit III mengamankan dua orang pelaku yang tanpa keahlian dan izin telah mengedarkan sediaan farmasi berbentuk vape yang mengandung etomidate. Barang ini dilarang karena bisa menimbulkan efek seperti anestesi dan berisiko bagi kesehatan,” ujar Kombes Anggoro, Selasa (28/10).

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya transaksi jual beli cairan vape mencurigakan di kawasan Perumahan Garden Point I, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja. Tim opsnal Unit 1 Subdit III kemudian menindaklanjuti laporan itu dan melakukan pengintaian di lokasi.

BACA JUGA: Dari Liquid Vape hingga Happy Water, Dalang dari Malaysia, Touzen Mengaku Hanya Kaki Tangan

Sekitar pukul 16.00 WIB, petugas menciduk Sanny di rumahnya. Dari penggeledahan, ditemukan 8 catridge vape bertuliskan “VIP”, 4 catridge berlogo “ZOMV”, satu unit ponsel, dan uang tunai sebesar Rp7,9 juta yang diduga hasil penjualan.

Dari hasil interogasi, Sanny mengaku memperoleh barang tersebut dari David. Tim lalu melakukan pengembangan dan berhasil menangkap David di kawasan perumahan yang sama. Dari tangannya ditemukan dua catridge vape bertuliskan “VIP” serta satu unit telepon genggam.

“Keduanya mengakui telah memperjualbelikan cairan vape itu. Barang bukti yang diamankan kini sudah dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Anggoro.

Etomidate merupakan zat yang biasa digunakan dalam dunia medis sebagai obat bius (anestesi). Penggunaan zat ini di luar pengawasan tenaga medis dapat menyebabkan gangguan saraf hingga hilang kesadaran mendadak.

Anggoro menegaskan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan pemasok cairan vape ilegal tersebut. “Kami juga berkoordinasi dengan BPOM dan instansi terkait untuk memastikan asal-usul produk ini,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda hingga Rp1,5 miliar.

“Polda Kepri akan terus menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan bahan kimia berbahaya yang dijual bebas, termasuk produk vape yang tidak memiliki izin edar,” tegas Anggoro.

Kini, Sanny dan David menjalani pemeriksaan intensif di ruang Subdit III Ditresnarkoba Polda Kepri. Polisi juga tengah melengkapi berkas perkara, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus ini. (*)

Reporter: Yashinta

 

 

 

 

Artikel Edarkan Liquid Vape Mengandung Etomidate, Dua Warga Perumahan Garden Point I Ditangkap Polda Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

21 Warga Lingga Terdiagnosis Kanker Sepanjang 2025, Didominasi Perempuan

0
Ilustrasi. F. Istimewa

batampos – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes) Kabupaten Lingga mencatat sebanyak 21 warga Lingga menderita kanker sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, penderita perempuan mendominasi dengan kasus terbanyak adalah kanker payudara dan kanker serviks.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lingga, Wirawan Trisna, mengatakan mayoritas kasus yang ditemukan berasal dari kalangan perempuan usia produktif.

“Terbanyak adalah kanker payudara, sekitar 60 persen dari seluruh penderita. Kemudian kanker serviks 20 persen, dan sisanya kanker jenis lain,” ujar Wirawan, Selasa (28/10).

Ia menambahkan, dari total kasus tersebut, satu pasien perempuan dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit kanker.

“Ada satu orang pasien perempuan penderita kanker yang meninggal dunia,” ungkapnya.

Wirawan mengimbau masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker melalui berbagai layanan kesehatan yang tersedia di puskesmas maupun rumah sakit. Deteksi dini disebut penting untuk mencegah penyakit berkembang pada tahap lanjut.

“Kami mengajak masyarakat Kabupaten Lingga agar mau melakukan deteksi dini dengan berbagai metode yang ada saat ini agar dapat mencegah secara dini,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kesehatan terus berupaya menurunkan angka penderita kanker dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Lingga.

“Kami sudah membentuk YKI Lingga. Harapannya, kolaborasi antara Dinkes, RSUD, Puskesmas, dan YKI dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat tentang penyebab kanker dan pentingnya gaya hidup sehat,” jelas Wirawan. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel 21 Warga Lingga Terdiagnosis Kanker Sepanjang 2025, Didominasi Perempuan pertama kali tampil pada Kepri.

Wagub Nyanyang Optimistis Ekonomi Kepri Tumbuh 8,1 Persen, Investasi Tembus Rp27 Triliun

0
Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura optimistis target pertumbuhan ekonomi daerahnya bisa menembus 8,1 persen hingga akhir 2025.

Keyakinan itu didorong oleh realisasi investasi yang telah mencapai Rp27 triliun, yang menjadi penggerak utama ekonomi bersama sektor industri, manufaktur, dan retail.

Hingga triwulan II 2025, ekonomi Kepri tercatat tumbuh sebesar 7,14 persen. Capaian tersebut menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional setelah Maluku Utara.

“Tentunya kita optimistis perekonomian Kepri terus menunjukkan tren positif sampai akhir tahun ini,” ujar Nyanyang di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa (28/10).

Nyanyang menegaskan, industri dan manufaktur masih menjadi penopang utama ekonomi Kepri. Pemerintah Provinsi bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi untuk mendorong pencapaian target pertumbuhan 8,1 persen.

Salah satu strategi utama ialah meningkatkan kemudahan berinvestasi melalui penyederhanaan perizinan dan pemberian insentif bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Nilai investasi di Kepri sudah mencapai Rp27 triliun dan akan terus bertambah seiring tingginya minat investor, terutama di Batam sebagai ikon investasi Kepri bahkan Indonesia,” tambahnya.

Selain Batam, Pemprov Kepri juga mendorong investasi di Bintan, Karimun, Tanjungpinang, Natuna, Anambas, dan Lingga. Daerah-daerah tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Beberapa sektor unggulan yang tengah diminati meliputi kawasan Artificial Intelligence (AI) dan Data Center, proyek jembatan Batam–Bintan, pelabuhan bongkar muat internasional, hingga pengembangan Skytrain di Tanjungpinang.

Pemprov Kepri juga mengusulkan agar Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun menjadi Free Trade Zone (FTZ) menyeluruh, sementara Natuna, Anambas, dan Lingga diarahkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Langkah ini akan memberi kepastian hukum bagi investor sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat Kepri,” tutup Nyanyang. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Wagub Nyanyang Optimistis Ekonomi Kepri Tumbuh 8,1 Persen, Investasi Tembus Rp27 Triliun pertama kali tampil pada Kepri.

Afintec Polibatam Membantu Social Enterprise, Pendampingan Digitalisasi Social Enterprise

0
Dosen Polibatam foto bersama narasumber dan peserta COE Afintec Pendampingan Digitalisasi Social Enterprisedi Gedung Tower A Polibatam, Kamis (23/10/2025). F Polibatam

batampos-Politeknik Negeri Batam (Polibatam) melalui Center of Excellence Accounting and Financial Technology (COE Afintec) melaksanakan kegiatan Pendampingan Digitalisasi Social Enterprise di Gedung Tower A Polibatam, Kamis (23/10/2025),

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada peningkatan kapasitas digital pelaku usaha sosial di Kota Batam.

Kegiatan pendampingan berlangsung selama 1 hari mulai pukul 08.00 WIB dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dari Jurusan Manajemen dan Bisnis dalam pendekatan Project Based Learning (PBL). Peserta pendampingan berasal dari berbagai sektor social enterprise di Batam.

“Saya merasa senang bisa mengikuti kegiatan ini karena kegiatan ini sangat bermanfaat dan semoga kegiatan pendampingan seperti ini terus berlanjut.” ujar Suyanti selaku perwakilan social enterprise dari Rumah Keong.

BACA JUGA: Telkomsel dan Polibatam Tandatangani MoU Strategis Perkuat Ekosistem SDM Digital

Kegiatan pendampingan ini diisi narasumber, Sarah Ulfah Al Amany, S.Ak., M.I.B., yang merupakan dosen Polibatam. Sesi pertama membahas penggunaan Microsoft Excel untuk pengelolaan data dan laporan keuangan. Sesi kedua memperkenalkan Canva sebagai aplikasi desain promosi digital untuk meningkatkan daya tarik produk dan jangkauan pasar. Peserta juga mengikuti praktik langsung serta sesi ice breaking interaktif untuk menjaga semangat selama pelatihan.

Ketua pelaksana kegiatan, Izzatul Jannah, S.Ak., M.Ak., menyampaikan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk membantu social enterprise beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital agar mampu meningkatkan efektivitas, akuntabilitas, dan daya saing.

“Social enterprise memiliki peran penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui digitalisasi, mereka dapat mengelola usaha dengan lebih efektif dan memperluas dampak sosialnya,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen COE Afintec Polibatam dalam mendukung transformasi digital usaha sosial. (*/adv)

Reporter: SUPRIZAL TANJUNG

 

Artikel Afintec Polibatam Membantu Social Enterprise, Pendampingan Digitalisasi Social Enterprise pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Cari Siapa Pembuang Bawang di Melcem

0
Warga saat berebut memilih bawang yang dibuang di daerah Melcem, Batuampar. (foto dan video dari netizen)

batampos– Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin angkat bicara terkait temuan tumpukan bawang borma dan bawang bombai dalam jumlah besar di Kampung Malcem, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar. Ia memastikan jajaran Polsek Batuampar telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal serta mengamankan area yang sempat menjadi perhatian publik.

Menurut Kombes Pol Zaenal Arifin, langkah cepat telah dilakukan untuk mencegah kerumunan warga dan memastikan lokasi tetap steril. “Polsek Batuampar sudah ke TKP dan mengamankan lokasi. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil atau mengonsumsi bawang yang ditemukan di sana, karena belum diketahui apakah layak konsumsi atau tidak,” ujarnya, Selasa (28/10).

Kapolresta menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pembuangan bawang secara sengaja oleh oknum perusahaan di kawasan tersebut. Saat ini, penyelidikan terus dilakukan guna memastikan asal-usul bawang dan motif di balik pembuangan dalam jumlah besar itu. “Masih dalam penyelidikan. Kami akan memeriksa pihak-pihak terkait untuk mengetahui siapa yang membuang dan apa tujuannya,” tegas Zaenal.

BACA JUGA: Karantina Kepri Pastikan Bawang yang Dibuang di Melcem Tidak Lewat Jalur Resmi

Sebelumnya, Kapolsek Batuampar Kompol Amru Abdullah juga telah membenarkan bahwa personel kepolisian telah turun langsung ke lokasi. Petugas memasang garis pembatas dan menertibkan warga yang masih mencoba mendekat untuk mengambil sisa bawang yang tertimbun tanah. “Kami minta masyarakat tidak mengambil bawang tersebut sampai ada hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Peristiwa ini sempat menghebohkan warga karena tumpukan “gunung bawang” tersebut viral di media sosial sejak Sabtu (25/10) malam. Banyak warga datang untuk melihat langsung lokasi yang berdekatan dengan kawasan industri dan permukiman padat penduduk itu. Bau menyengat dari sisa bawang bahkan masih tercium hingga Senin siang.

Pihak kepolisian kini terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk dinas lingkungan dan dinas ketahanan pangan, untuk menelusuri apakah bawang-bawang tersebut memiliki izin edar resmi atau merupakan barang sitaan yang tidak lolos uji kelayakan. Kapolresta Barelang menegaskan, penanganan akan dilakukan secara profesional dan transparan hingga kasus ini tuntas. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polisi Cari Siapa Pembuang Bawang di Melcem pertama kali tampil pada Metropolis.

PFI Kepri Silaturahmi dengan Kapolresta Barelang, Bahas Kolaborasi Fotografi dan Jurnalisme Humanis

0
Anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat bersilaturahmi dengan Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, Selasa (28/10/2025). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolresta Barelang itu diwarnai suasana akrab dan penuh kehangatan. Foto. Rezza Herdianto untuk Batam Pos

batampos – Dalam semangat Hari Sumpah Pemuda, Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersilaturahmi dengan Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, Selasa (28/10/2025). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolresta Barelang itu diwarnai suasana akrab dan penuh kehangatan.

Kombes Zaenal menyambut baik kehadiran jajaran pengurus baru PFI Kepri yang datang memperkenalkan diri. Ia mengaku memiliki ketertarikan pribadi terhadap dunia fotografi karena mengandung nilai seni dan ketekunan tinggi.

“Fotografi itu bukan sekadar jepretan, tapi karya seni. Di balik satu foto, ada cerita, perjuangan, dan momen yang tak bisa diulang,” ujarnya.

Baca Juga: Kapolda Kepri: Kamera Pewarta Adalah Penjaga Kebenaran di Tengah Derasnya Informasi Digital

Perwira menengah polisi itu bahkan berbagi pengalaman pribadinya saat bertugas sebagai penjaga perdamaian dunia PBB di Haiti tahun 2011. Saat itu, kamera Nikon D90 menjadi teman setianya mengabadikan perjalanan di berbagai negara seperti Venezuela, Kuba, Panama, dan Dominika.

“Lewat kamera, saya belajar memahami kehidupan orang lain dan lebih mudah berinteraksi,” kenangnya sambil tersenyum.

Zaenal juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan media, khususnya pewarta foto. Ia menilai karya jurnalistik visual berperan besar dalam menunjukkan sisi humanis aparat penegak hukum.

“Kami ingin kerja polisi juga terlihat humanis, lewat foto-foto yang bercerita dengan jujur,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Barelang berencana menggelar pelatihan fotografi dan multimedia untuk personel Humas Polresta Barelang bekerja sama dengan PFI Kepri. “Kami ingin rekan-rekan Humas juga bisa menghasilkan foto dan konten yang bagus dan beretika,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PFI Kepri, Tommy Purniawan, mengapresiasi sambutan hangat dari Kapolresta. Ia menjelaskan, pertemuan tersebut juga menjadi langkah awal untuk mengaktifkan kembali kegiatan PFI Kepri yang sempat vakum.

“Kami ingin menghidupkan kembali semangat berkarya lewat fotografi dan jurnalisme visual. PFI siap berkolaborasi dengan Polresta dalam kegiatan pelatihan maupun pameran foto,” ujarnya.

Tommy menambahkan, PFI Kepri yang berdiri sejak 2004 telah banyak bekerja sama dengan berbagai instansi, termasuk kepolisian, dalam kegiatan bertema ‘Polisi Juga Manusia’ dan ‘Baktimu, Polisiku’.

“Kami percaya, lewat foto, pesan kemanusiaan bisa tersampaikan lebih kuat,” tutupnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel PFI Kepri Silaturahmi dengan Kapolresta Barelang, Bahas Kolaborasi Fotografi dan Jurnalisme Humanis pertama kali tampil pada Metropolis.