
batampos – Pagar pengaman jalan (guard rail) di Kampung Wacopek, Kecamatan Bintan Timur, mengalami kerusakan setelah sejumlah baut dan mur pengikatnya hilang. Akibat kejadian ini, pihak pelaksana proyek harus melakukan perbaikan ulang dan menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Pelaksana kegiatan dari PT Amanah Anak Negeri, Deki Teknikal, mengatakan pekerjaan pengaman jalan tersebut baru selesai dikerjakan pada akhir tahun 2024.
Ia menegaskan bahwa pemasangan pagar pengaman bukan sekadar untuk estetika, tetapi sebagai fasilitas keselamatan bagi pengguna jalan.
“Fungsinya sangat vital bagi pengendara motor dan mobil. Jadi sangat disayangkan jika rusak dan tidak berfungsi dengan baik,” ujar Deki, Selasa (28/10).
Menurutnya, kerugian material akibat hilangnya komponen mencapai puluhan juta rupiah. Pihaknya pun telah mulai melakukan perbaikan ulang terhadap bagian pagar yang rusak.
“Perbaikan sudah kami mulai sejak Kamis lalu karena proyek ini masih dalam tahap pemeliharaan,” katanya.
Deki menjelaskan, pihaknya mengganti sejumlah komponen yang hilang, termasuk 180 stell post, 1.320 baut, serta menambahkan kawat las dan tabung oksigen untuk memperkuat struktur. Selain itu, pengelasan permanen juga dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia berharap, aksi pencurian baut dan mur yang diduga menjadi penyebab rusaknya pagar pengaman tidak kembali terjadi.
Sementara itu, di lokasi berbeda, pagar pengaman jalan di Lintas Barat Kecamatan Toapaya juga terlihat mulai diperbaiki.
Pantauan di lapangan pada Senin (27/10) siang, beberapa pekerja tampak berjalan kaki menyusuri jalur tersebut untuk memperbaiki pagar yang rusak akibat hilangnya baut dan mur pengait dari tempatnya.(*)
Reporter: Slamet Nofasusanto
Artikel Mur dan Baut Pagar Pengaman Jalan di Wacopek Diduga Dicuri, Kontraktor Rugi Puluhan Juta pertama kali tampil pada Kepri.









