Pengendara melintas di Jalan Diponegoro, kawasan Mata Kucing, Sekupang, beberapa waktu lalu. Sejumlah warga mendesak polisi mendirikan pos pengamanan permanen di kawasan ini. F. Dok Batam Pos
batampos – Kawasan Hutan Kawasan Mata Kucing kerap dijadikan tongkrongan kelompok pemotor saat tengah malam. Kondisi ini turut meresahkan pengendara yang melintas.
Selain tongkrongan, jalan lurus di kawasan ini dijadikan lintasan drag atau lintasan mengukur kecepatan motor, khususnya saat malam akhir pekan.
“Kalau tengah malam ada puluhan motor yang nongkrong di tepi jalan,” ujar Satria, warga Batuaji.
Menurut Satria, kelompok pemotor yang nongkrong tersebut beberapa kali terlibat bentrok. Saat itu, dua kelompok saling menyerang menggunakan batu dan broti.
“Takutnya terulang lagi. Karena bentrokan seperti itu mengancam keselamatan pengendara yang lewat,” katanya.
Ia berharap pihak kepolisian rutin berpatroli dan membubarkan tongkrongan tersebut. Sehingga, masyarakat tetap merasa aman saat bekendara atau beraktivitas pada malam hari.
“Seharusnya polisi beberapa jam patroli dan membubarkannya,” tegasnya.
Sementara Yayat, warga Tiban mengatakan aksi drag race liar pada akhir pekan di kawasan tersebut sangat membahayakan. Selain mengancam keselamatan mereka, balapan tersebut juga berpotensi menimbulkan kecelakaan dengan pengendara lain.
“Kalau lewat malam hari harus lambat dan hati-hati sekali,” ungkapnya.
Menurut dia, aksi drag race tersebut dilakukan anak-anak remaja. Untuk itu, ia meminta aparat memberikan efek jera, sehingga para remaja tidak mengulangi perbuatannya.
“Ini sudah sangat menyalahi aturan, jalan raya dijadikan lintasan drag. Bisa memakan korban jiwa,” tutupnya. (*)
Ilustrasi orang sedang mendengarkan dan berbicara. (Freepik)
batampos – Terkadang garis antara benar-benar disukai dan sekadar ditoleransi dalam pergaulan bisa menjadi sangat kabur dan sulit dibedakan.
Kita bisa saja menjadi sosok yang hadir dalam sebuah kelompok, namun sebenarnya kehadiran tersebut tidak benar-benar diinginkan secara tulus, melansir dari Global EnglishEditing, Selasa (28/10).
Mengenali kenyataan pahit ini bisa menjadi langkah awal penting untuk memperbaiki kualitas hubungan sosial yang Anda miliki saat ini. Umumnya orang lain tidak akan secara terus terang memberi tahu bahwa mereka hanya menoleransi Anda demi menjaga kesopanan atau menghindari konfrontasi yang tidak perlu.
Ada beberapa petunjuk halus yang ditunjukkan oleh orang-orang di sekitar dan dapat mengindikasikan bahwa mereka hanya bersikap sopan.
Memahami sinyal-sinyal non-verbal ini sangat penting agar kita bisa lebih peka terhadap dinamika pergaulan yang sesungguhnya. Jika Anda menemukan diri Anda berada pada situasi ini, jangan berkecil hati sebab kesadaran adalah tahap pertama menuju sebuah perbaikan.
Berikut delapan tanda bahwa Anda mungkin adalah orang yang hanya ditoleransi, bukan yang diharapkan hadir di sebuah lingkungan pergaulan.
1. Percakapan Berlangsung Satu Arah
Anda mungkin memperhatikan bahwa sebagian besar obrolan selalu didominasi oleh cerita, ide, atau minat dari lawan bicara Anda. Anda hanya bertindak sebagai pendengar yang hanya mengangguk dan memberikan sedikit masukan terhadap topik yang dibicarakan.
Hal ini bisa terjadi karena lawan bicara secara tidak sadar mencoba mengarahkan pembicaraan ke topik yang mereka sukai. Ini adalah cara halus mereka untuk menoleransi keberadaan Anda tanpa perlu terlibat terlalu banyak dengan apa yang ingin Anda sampaikan.
2. Seringkali Mengalami Gangguan Saat Bicara
Anda sedang asyik berbagi cerita atau ide menarik, namun sebelum sempat menyelesaikannya, orang lain langsung memotong dan mengambil alih percakapan. Perasaan ini bisa menimbulkan kesan bahwa masukan Anda kurang dihargai dan tidak terlalu berarti bagi mereka di sana.
Orang yang sering menyela Anda mungkin tidak benar-benar tertarik dengan apa yang ingin Anda katakan kepada mereka. Mengidentifikasi pola seperti ini adalah langkah awal untuk mengatasi masalah tersebut di masa depan.
3. Kurangnya Tindak Lanjut Setelah Berbagi Kabar
Anda mungkin berbagi kabar gembira mengenai rencana perjalanan atau pekerjaan baru saat sedang berkumpul bersama dengan teman-teman. Beberapa hari berlalu, namun tidak ada satu di antara mereka yang kembali menghubungi Anda untuk menanyakan perkembangan kabar baik tersebut.
Jika tindak lanjut dari orang lain jarang terjadi, itu bisa berarti mereka hanya menoleransi kehadiran Anda di sana. Gunakan kesempatan ini untuk lebih efektif berinteraksi dan menunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap kehidupan mereka.
4. Undangan Acara Terasa Langka
Apabila Anda merasa selalu menjadi pihak yang harus berinisiatif mengajak bertemu atau sering menjadi orang terakhir yang tahu tentang adanya sebuah acara kumpul-kumpul. Ini mungkin merupakan petunjuk bahwa keberadaan Anda hanya sekadar ditoleransi, bukan benar-benar diinginkan oleh mereka.
Orang yang benar-benar menikmati kebersamaan dengan Anda tentu akan secara alami ingin selalu melibatkan Anda dalam rencana mereka. Namun, jangan cepat mengambil kesimpulan karena mungkin saja mereka lupa atau berasumsi Anda memang sedang sibuk dengan urusan pribadi.
5. Selalu Merasa Terasingkan
Perasaan bahwa Anda sering terpinggirkan atau terabaikan selama percakapan atau kegiatan kelompok bukanlah hal yang datang dari tindakan orang lain saja. Perasaan dikucilkan atau berada di luar lingkaran pergaulan bisa sangat menyedihkan dan melukai harga diri Anda.
Penting untuk diingat bahwa setiap pengalaman Anda valid dan perasaan yang dialami adalah milik Anda sendiri. Jika perasaan tersisih terus muncul, ada baiknya Anda mencoba komunikasi terbuka dengan teman atau kenalan Anda.
6. Kurangnya Perhatian terhadap Kesejahteraan Anda
Saat Anda sedang melewati masa sulit, perhatikan bahwa beberapa orang di sekitar tidak terlalu menunjukkan ketertarikan pada kondisi yang sedang Anda alami. Mereka hanya terlibat dalam obrolan basa-basi ringan, tanpa pernah menanyakan tentang kehidupan pribadi atau kondisi Anda yang sebenarnya.
Jika orang lain jarang bertanya tentang kehidupan pribadi atau menunjukkan kepedulian tulus, ini bisa menjadi tanda mereka hanya menoleransi Anda. Hubungan yang tulus harus dicirikan oleh adanya kepedulian dan ketertarikan timbal balik terhadap kehidupan masing-masing.
7. Minimnya Kontak Mata Saat Berinteraksi
Kontak mata adalah bentuk komunikasi non-verbal yang sangat kuat, sering menunjukkan ketertarikan, perhatian, dan rasa hormat yang diberikan. Jika Anda menyadari orang jarang mempertahankan kontak mata saat berbicara, itu bisa menjadi sinyal mereka tidak sepenuhnya terlibat dalam interaksi tersebut.
Jangan biarkan hal ini membuat Anda patah semangat untuk bergaul, tetapi jadikanlah sebagai kesempatan untuk memperbaiki kemampuan komunikasi Anda. Libatkan mereka dengan topik yang menarik, lalu tunjukkan minat tulus pada apa yang ingin mereka sampaikan.
8. Bersikap Sopan, Namun Sangat Berjarak
Kesopanan adalah norma sosial yang kita semua patuhi saat berada di lingkungan baru atau bersama teman. Namun, jika Anda menemukan orang-orang di sekitar bersikap sopan tetapi sangat berjarak, ini mungkin mengindikasikan bahwa mereka hanya menoleransi kehadiran Anda.
Orang yang benar-benar menyukai kehadiran Anda akan menunjukkan kehangatan dan kedekatan alami. Mereka akan berinteraksi pada tingkat yang lebih dalam, melampaui kesopanan yang hanya bersifat permukaan.
Memahami isyarat sosial dan menavigasi hubungan interpersonal memang merupakan tugas yang rumit dan menantang bagi banyak orang. Jika Anda mengidentifikasi diri dengan beberapa tanda di atas, jangan putus asa karena kesadaran adalah langkah pertama menuju sebuah peningkatan.
Disadari atau tidak, menjadi orang yang hanya ditoleransi tidak menentukan nilai diri Anda yang sesungguhnya. Itu hanyalah sebuah indikasi bahwa ada ruang untuk peningkatan pada keterampilan komunikasi dan interaksi sosial Anda di lingkungan manapun. (*)
batampos – Warga Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria muda berinisial YJP (28) yang tewas gantung diri di pohon jambu mente pada Senin (27/10) siang.
YJP, yang diketahui merupakan warga Tanjungpinang, ditemukan tergantung dengan leher terjerat tali di area kebun jambu. Ia bekerja sebagai karyawan PT BGI, perusahaan vendor dari BRI.
“Kami pastikan dia bukan pegawai BRI. Tugasnya mengambil uang dari kantor unit BRI untuk disetor ke kantor BRI di Tanjungpinang,” ujar Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang, Ipda Syahriwal, Selasa (28/10).
Menurut Syahriwal, sebelum kejadian, YJP sempat pulang ke rumah sekitar pukul 10.30 WIB, lalu pergi menggunakan sepeda motor. Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 11.45 WIB, ia sempat mengirim share location kepada istrinya.
Berbekal lokasi itu, sang istri yang sedang hamil mencari keberadaan suaminya bersama perangkat kelurahan. Pencarian berakhir tragis ketika mereka menemukan YJP sudah tidak bernyawa sekitar pukul 14.30 WIB.
“Jenazahnya ditemukan tergantung di pohon jambu mente, talinya diduga baru dibeli,” kata Syahriwal.
Polisi yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad ke RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang.
Hasil visum dari tim medis RSUD RAT menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. “Korban murni bunuh diri,” tegasnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, diduga kuat YJP mengakhiri hidupnya karena tekanan pekerjaan yang berat hingga menimbulkan stres.
“Dugaan awal, karena masalah pekerjaan,” imbuh Syahriwal.
YJP diketahui meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung anak pertama mereka. Pasangan ini baru menikah belum genap setahun.
“Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutup Syahriwal. (*)
Reporter: Slamet Nofasusanto
Catatan redaksi:
Artikel ini memuat konten tentang tindakan bunuh diri. Mohon pembaca menyikapi dengan bijak. Jika Anda mengalami gangguan suasana hati, kecemasan berat, atau perasaan ingin mengakhiri hidup, segeralah konsultasi dengan ahli kesehatan jiwa.
batampos-Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 secara daring dari ruang rapat Setdako Batam, Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/10/2025).
Rakor tersebut dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dan turut diisi dengan arahan dari Menteri Koperasi dan UKM mengenai penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap program penyediaan tiga juta rumah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari agenda sinkronisasi program dan kegiatan Kementerian/Lembaga (K/L) dengan pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi, serta memperkuat program ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.
Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Program seperti Gerakan Pasar Murah, yang melibatkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Badan Pangan Nasional (Bapanas), dinilai sebagai langkah konkret dalam menekan harga kebutuhan pokok.
Selain pengendalian inflasi, isu pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem juga menjadi perhatian utama dalam Rakor tersebut.
“Saya mengapresiasi pertumbuhan ekonomi daerah yang berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,12 persen. Inflasi menjadi atensi utama kita bersama, sehingga diperlukan langkah-langkah konkret untuk terus menekannya,” ujar Tito.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Batam, Yusfa Hendri, menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Kota Batam hingga saat ini masih sangat terkendali. Ia menyebut, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Batam, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
“Kita bersyukur, inflasi di Kota Batam masih dalam batas aman dan terkendali. Kami terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi semakin meningkat,” kata Yusfa.
Rakor tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. (*)
batampos-Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 secara daring dari ruang rapat Setdako Batam, Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/10/2025).
Rakor tersebut dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dan turut diisi dengan arahan dari Menteri Koperasi dan UKM mengenai penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap program penyediaan tiga juta rumah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari agenda sinkronisasi program dan kegiatan Kementerian/Lembaga (K/L) dengan pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi, serta memperkuat program ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.
Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Program seperti Gerakan Pasar Murah, yang melibatkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Badan Pangan Nasional (Bapanas), dinilai sebagai langkah konkret dalam menekan harga kebutuhan pokok.
Selain pengendalian inflasi, isu pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem juga menjadi perhatian utama dalam Rakor tersebut.
“Saya mengapresiasi pertumbuhan ekonomi daerah yang berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,12 persen. Inflasi menjadi atensi utama kita bersama, sehingga diperlukan langkah-langkah konkret untuk terus menekannya,” ujar Tito.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Batam, Yusfa Hendri, menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Kota Batam hingga saat ini masih sangat terkendali. Ia menyebut, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Batam, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
“Kita bersyukur, inflasi di Kota Batam masih dalam batas aman dan terkendali. Kami terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi semakin meningkat,” kata Yusfa.
Rakor tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. (*)
Logo Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-97 Tahun 2025. (JPG)
batampos – 28 Oktober selalu diperingati sebagai hari bersejarah yaitu Hari Sumpah Pemuda.
Semangat persatuan dan kebangsaan lahir melalui ikrar Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak persatuan nasional.
Sejarah Singkat Hari Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda lahir dari rangkaian kongres pemuda. Kongres Pemuda I digelar 30 April – 2 Mei 1926 di Batavia.
Kongres ini menjadi wadah pemuda dari berbagai organisasi untuk berdialog dan menyadari pentingnya persatuan.
Kongres Pemuda II berlangsung pada 27 – 28 Oktober 1928 di Batavia. Dalam sidang tersebut, diputuskan dan dibacakan ikrar yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda.
Isi ikrar tersebut sebagai berikut:
1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Makna Hari Sumpah Pemuda
28 Oktober menjadi hari penting untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Hari ini sebagai semangat persatuan dan kesatuan yang menjadi fondasi bagi bangsa yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya.
Melalui hari Sumpah Pemuda, identitas nasional menguatkan jati diri Indonesia sebagai suatu entitas bersama. Sumpah Pemuda diharapkan dapat membuat generasi muda menerapkan nilai – nilai kebangsaan melalui tindakan nyata.
Tema Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 adalah “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”
Tema ini menegaskan bahwa pemuda tidak hanya sebagai objek sejarah, tetapi aktor yang bergerak untuk memajukan bangsa.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober bukan sekadar seremoni tahunan. Namun, peristiwa bersejarah ini membawa perubahan besar dari pemuda yang memiliki visi memajukan bangsa. (*)
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Syahbudi. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Pelaksanaan ibadah haji dan umrah di Indonesia kini memiliki landasan hukum terbaru melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Salah satu poin penting dalam aturan ini adalah pengakuan resmi terhadap skema umrah mandiri, yang memungkinkan masyarakat melaksanakan perjalanan umrah tanpa harus melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) resmi.
Dalam Pasal 86 ayat (1) disebutkan bahwa perjalanan ibadah umrah dapat dilakukan melalui PPIU, secara mandiri, atau melalui Menteri. Artinya, calon jemaah kini memiliki hak penuh untuk mengatur sendiri perjalanan ke Tanah Suci. Mulai dari tiket pesawat, akomodasi, hingga layanan pendukung ibadah lainnya.
Umrah mandiri sebenarnya bukan hal baru. Sejak Arab Saudi membuka kebijakan visa turis pada Maret 2023, banyak warga Indonesia yang memilih cara ini untuk menekan biaya dan mendapatkan fleksibilitas waktu.
Salah satunya Nofriadi warga Sekupang, yang menunaikan umrah mandiri awal tahun 2024. Ia mengaku mengurus seluruh keperluan secara mandiri, mulai dari tiket pesawat, visa, hingga pemesanan hotel.
“Saya atur semua lewat aplikasi. Dari tiket pesawat, visa umrah, sampai hotel saya siapkan sendiri,” ujarnya.
Berbekal pengalaman umrah tahun sebelumnya, Nofriadi mampu menekan biaya perjalanan menjadi kurang dari Rp30 juta untuk dua minggu perjalanan, jauh lebih hemat dibandingkan paket umrah reguler yang umumnya di atas Rp35 juta untuk durasi sembilan hari.
“Saya pilih hotel dekat Masjidil Haram memang agak mahal, tapi bisa tertutupi karena tiket pesawat dapat harga promo,” jelasnya.
Keputusan untuk berangkat mandiri, kata dia, justru membuatnya lebih memahami medan dan bisa fokus beribadah tanpa terikat jadwal rombongan.
Pengalaman serupa dialami Indah, warga Batam yang berangkat umrah bersama suaminya pada 2023. Ia menilai umrah mandiri memberi keleluasaan menentukan jadwal dan durasi ibadah.
“Kita bisa atur hotel, mau berapa lama tinggal, itu terserah kita. Memang sedikit repot di awal, tapi semua bisa lewat aplikasi sekarang,” ujarnya.
Indah menyebut total biaya perjalanan mereka sekitar Rp25 juta per orang, termasuk visa umrah dan asuransi.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Batam, Syahbudi, membenarkan bahwa pemerintah kini resmi memperbolehkan pelaksanaan umrah mandiri sebagaimana diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2025.
Ia menjelaskan, Pasal 87A mengatur lima syarat utama bagi jamaah yang ingin berangkat umrah secara mandiri, yaitu, beragama Islam, memiliki paspor yang masih berlaku minimal enam bulan sejak tanggal keberangkatan. Memiliki tiket pesawat tujuan Arab Saudi dengan jadwal keberangkatan dan kepulangan yang jelas.
Memiliki surat keterangan sehat dari dokter dan memiliki visa serta bukti pembelian paket layanan dari penyedia yang terdaftar dalam Sistem Informasi Kementerian.
“Poin kelima ini nanti dikontrol melalui sistem di kementerian. Kalau dulu belum bisa dipantau secara terpusat,” kata Syahbudi.
Ia menambahkan, dinamika dunia dan kebijakan Arab Saudi yang semakin terbuka harus disikapi secara adaptif oleh pelaku usaha perjalanan.
“Jamaah sekarang lebih cerdas, teknologi makin maju. Jadi travel umrah harus beradaptasi dengan cerdas. Kalau jamaah bisa daftar sendiri, tugas travel adalah meyakinkan bahwa lewat mereka lebih nyaman dan aman,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan legalisasi umrah mandiri dalam UU baru ini didasari oleh perubahan besar dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah dunia.
“Banyak jamaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, sudah melakukan umrah mandiri. Pemerintah ingin memastikan mereka tetap terlindungi secara hukum dan administratif,” kata Dahnil.
Dengan dilegalkannya skema ini, setiap jamaah yang berangkat mandiri tetap berada dalam pengawasan dan perlindungan pemerintah, tanpa mengurangi pilihan mereka untuk mengatur perjalanan sesuai kemampuan dan kenyamanan masing-masing. (*)
batampos – Kasus influenza di Kota Batam meningkat tajam dalam dua minggu terakhir. Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Dinas Kesehatan Kota Batam, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) naik dari 2.924 kasus pada minggu ke 41 menjadi 3.305 kasus pada minggu ke 42
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batam, Melda Sari, mengatakan peningkatan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemantauan dilakukan secara rutin melalui sistem pelaporan SKDR yang mencatat penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah Batam.
“Kasus-kasus yang berpotensi KLB terus kami pantau melalui SKDR. Dalam dua minggu terakhir memang terlihat peningkatan cukup signifikan pada kasus ISPA,” ujar Melda saat dihubungi Batam Pos, Selasa (28/10) pagi.
Dari catatan Dinkes, hingga minggu ke-42 tercatat 3.305 pasien mengalami gejala influenza di berbagai wilayah Batam. Kasus terbanyak ditemukan di Tanjung Buntung dengan kelompok usia dewasa, yakni 19 hingga 59 tahun, sebagai kelompok paling banyak terinfeksi.
Melda menjelaskan, gejala yang banyak dikeluhkan warga antara lain demam, batuk kering, dan muntah-muntah. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Kementerian Kesehatan mengenai jenis influenza yang sedang beredar.
“Belum ada keterangan rinci dari Kemenkes apakah ini termasuk influenza tipe A atau tidak,” jelasnya.
Dinkes Batam tetap melakukan pemantauan rutin setiap minggu. Selain melalui SKDR, laporan juga dapat masuk secara langsung melalui Alert Dinkes Batam atau Laporan EBS Surveilans jika ditemukan lonjakan kasus di lapangan.
Meski jumlah kasus meningkat, Dinkes Batam meminta masyarakat untuk tidak panik. Melda menegaskan, masyarakat cukup waspada dengan menjaga pola hidup sehat dan mengikuti protokol dasar pencegahan penyakit.
“Jika sedang sakit, sebaiknya istirahat di rumah dan berobat ke puskesmas terdekat. Gunakan masker bila perlu, agar tidak menularkan ke orang lain,” imbau Melda.
Ia menambahkan, hingga kini Dinkes belum mengeluarkan surat edaran atau imbauan resmi, lantaran masih menunggu arahan dari pemerintah provinsi dan Kementerian Kesehatan. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar langkah penanganan yang diambil bisa tepat,” ujarnya.
Melda juga mengingatkan masyarakat untuk tidak termakan isu atau hoaks yang beredar di media sosial. Ia mengimbau agar warga tetap menjaga kesehatan, mencuci tangan secara rutin, beristirahat cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.
“Jangan panik, jangan percaya kabar yang belum jelas. Jaga kesehatan dan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan influenza,” kata dia. (*)
batampos— Di usia ke-10 tahun perjalanannya, J&T Express kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dan dampak sosial positif. Perusahaan logistik berskala global ini berhasil meraih penghargaan “Most Caring and Creative Companies in Trade and Services Industry” dalam ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives (CSI) 2025 yang diselenggarakan oleh MIX MarComm (SWA Media Group).
Ajang CSI yang telah memasuki tahun ke-10 ini menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan di Indonesia atas kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan dan Sustainable Development Goals (SDGs). Tahun ini, tema yang diangkat menyoroti peran korporasi dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan di bidang lingkungan, ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Fokus pada Dampak Nyata untuk Masyarakat
Dalam penyelenggaraan tahun ini, J&T Express mendapat dua predikat sekaligus: Creative and Impactful serta Economic and Well-being Awareness. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil penilaian dari jurnalis (Journalist Voice) yang meninjau program keberlanjutan perusahaan selama setahun terakhir melalui observasi media, analisis digital, dan penilaian profesional.
“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen J&T Express dalam memastikan setiap langkah bisnis kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujar Herline Septia, Brand Manager J&T Express Indonesia.
Program Sosial: “Bersama Membangun Bangsa”
Sepanjang tahun, J&T Express menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan melalui tema “Bersama Membangun Bangsa”, di antaranya:
•J&T Connect Preneur Tour: program pemberdayaan UMKM di berbagai daerah.
•J&T Antar Inspirasi: mencakup pelatihan guru, pengembangan perpustakaan ramah anak, serta apresiasi untuk tenaga pendidik.
•Aksi sosial seperti pembagian makan gratis, revitalisasi fasilitas umum, hingga pembagian sembako bagi masyarakat prasejahtera.
“Melalui berbagai program seperti edukasi, kampanye literasi digital, dan kegiatan sosial, kami ingin memastikan nilai keberlanjutan menjadi bagian dari budaya perusahaan,” tambah Herline.
Kolaborasi untuk Keberlanjutan
Selain penghargaan, ajang CSI 2025 juga menghadirkan sesi inspiratif bersama para pakar, seperti Dr. Muhrina Anggun Sari Hasibuan (Sustainability & Climate Change Expert, PT Surveyor Indonesia), Saka Dwi Hanggara (Waste4Change), dan Agus Rusly (KLHK). Para pembicara menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan dan sosial.
Dengan capaian ini, J&T Express menjadi satu-satunya perusahaan logistik yang menerima penghargaan di ajang CSI tahun ini. Pengakuan ini sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai brand logistik yang tidak hanya fokus pada kinerja bisnis, tetapi juga berkontribusi aktif dalam memberdayakan masyarakat.
Tentang J&T Express
Didirikan pada 2015, J&T Express kini beroperasi di 13 negara, termasuk Indonesia, Vietnam, Malaysia, Filipina, Thailand, Kamboja, Singapura, Tiongkok, Arab Saudi, UEA, Meksiko, Brasil, dan Mesir. Mengusung misi “berorientasi pelanggan dan berbasis efisiensi,” J&T Express berkomitmen menghadirkan solusi logistik terintegrasi dengan teknologi cerdas serta jaringan digital yang kuat untuk menghubungkan dunia dengan efisiensi lebih besar. (*)
Ilustrasi perempuan duduk di toilet sambil main hp.(Pexels/Miriam Alonso)
batampos – Banyak orang berjuang melawan sembelit atau perut tidak nyaman di pagi hari.
Buang Air Besar (BAB) yang lancar di pagi hari dipercaya menandakan pencernaan yang baik.
Namun, sedikit yang tahu bahwa pencernaan sangat berkaitan dengan ritme alami tubuh, terutama saat istirahat.
Banyak orang bangun dalam keadaan sembelit atau lelah hanya karena kebiasaan malam mereka.
Dengan rutinitas malam hari untuk kesehatan usus, Anda dapat membiarkannya pulih dan kembali normal.
Dilansir English jagran, berikut enam hal yang perlu Anda lakukan setiap malam agar BAB di pagi hari lancar dan kesehatan usus lebih baik.
1. Jadwal tidur yang teratur
Rutinitas tidur yang konsisten membantu tubuh mempertahankan jam biologisnya dan sistem pencernaan pun mengikuti ritme tersebut.
Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari mendukung pergerakan usus yang teratur.
Jangan terburu-buru di pagi hari, berikan tubuh waktu yang cukup untuk merespons dorongan alami.
Rutinitas yang rileks membantu usus bekerja lebih baik dan mencegah sembelit.
2. Makan malam lebih awal
Makan berat di malam hari dapat mengganggu pencernaan dan tidur. Oleh karena itu, usahakan untuk menyelesaikan makan malam setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur.
Ini memberi tubuh waktu untuk memproses makanan secara efisien.
Nantinya, jika Anda merasa lapar, pilihlah camilan ringan seperti segenggam kacang atau segelas susu hangat, yang semuanya ramah di perut Anda.
3. Konsumsi makanan berserat tinggi
Makanan berserat tinggi seperti sayuran bantu melancarkan pencernaan.
Selain itu, buah-buahan termasuk apel, jeruk, kiwi, dan beri mengandung serat, yang menambah hidrasi dan mencegah sembelit.
Asupan serat yang seimbang setiap malam dapat menjaga kesehatan usus dan memastikan pencernaan yang teratur.
4. Terhidrasi
Air berperan penting dalam melancarkan pencernaan. Air melunakkan feses dan membantu serat bekerja dengan baik.
Tanpa hidrasi yang cukup, serat justru dapat menyebabkan sembelit, alih-alih melancarkannya.
5. Minuman hangat sebelum tidur
Minuman hangat dapat bantu menenangkan perut dan merelaksasi otot-otot usus.
Teh herbal seperti jahe, chamomile, atau peppermint dapat melancarkan pencernaan dan mempersiapkan usus untuk BAB yang lancar di pagi hari.
6. Jalan-jalan singkat
Gerakan ringan setelah makan malam membantu merangsang aktivitas usus.
Berjalan kaki selama 10–15 menit dapat mencegah kembung, mengurangi gas, dan mendorong makanan bergerak melalui saluran pencernaan.
Aktivitas ringan ini dapat memberikan kenyamanan perut pada keesokan paginya. (*)