Senin, 22 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1206

21 Warga Lingga Terdiagnosis Kanker Sepanjang 2025, Didominasi Perempuan

0
Ilustrasi. F. Istimewa

batampos – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes) Kabupaten Lingga mencatat sebanyak 21 warga Lingga menderita kanker sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, penderita perempuan mendominasi dengan kasus terbanyak adalah kanker payudara dan kanker serviks.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lingga, Wirawan Trisna, mengatakan mayoritas kasus yang ditemukan berasal dari kalangan perempuan usia produktif.

“Terbanyak adalah kanker payudara, sekitar 60 persen dari seluruh penderita. Kemudian kanker serviks 20 persen, dan sisanya kanker jenis lain,” ujar Wirawan, Selasa (28/10).

Ia menambahkan, dari total kasus tersebut, satu pasien perempuan dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit kanker.

“Ada satu orang pasien perempuan penderita kanker yang meninggal dunia,” ungkapnya.

Wirawan mengimbau masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker melalui berbagai layanan kesehatan yang tersedia di puskesmas maupun rumah sakit. Deteksi dini disebut penting untuk mencegah penyakit berkembang pada tahap lanjut.

“Kami mengajak masyarakat Kabupaten Lingga agar mau melakukan deteksi dini dengan berbagai metode yang ada saat ini agar dapat mencegah secara dini,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kesehatan terus berupaya menurunkan angka penderita kanker dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Lingga.

“Kami sudah membentuk YKI Lingga. Harapannya, kolaborasi antara Dinkes, RSUD, Puskesmas, dan YKI dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat tentang penyebab kanker dan pentingnya gaya hidup sehat,” jelas Wirawan. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel 21 Warga Lingga Terdiagnosis Kanker Sepanjang 2025, Didominasi Perempuan pertama kali tampil pada Kepri.

Wagub Nyanyang Optimistis Ekonomi Kepri Tumbuh 8,1 Persen, Investasi Tembus Rp27 Triliun

0
Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura optimistis target pertumbuhan ekonomi daerahnya bisa menembus 8,1 persen hingga akhir 2025.

Keyakinan itu didorong oleh realisasi investasi yang telah mencapai Rp27 triliun, yang menjadi penggerak utama ekonomi bersama sektor industri, manufaktur, dan retail.

Hingga triwulan II 2025, ekonomi Kepri tercatat tumbuh sebesar 7,14 persen. Capaian tersebut menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional setelah Maluku Utara.

“Tentunya kita optimistis perekonomian Kepri terus menunjukkan tren positif sampai akhir tahun ini,” ujar Nyanyang di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa (28/10).

Nyanyang menegaskan, industri dan manufaktur masih menjadi penopang utama ekonomi Kepri. Pemerintah Provinsi bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi untuk mendorong pencapaian target pertumbuhan 8,1 persen.

Salah satu strategi utama ialah meningkatkan kemudahan berinvestasi melalui penyederhanaan perizinan dan pemberian insentif bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Nilai investasi di Kepri sudah mencapai Rp27 triliun dan akan terus bertambah seiring tingginya minat investor, terutama di Batam sebagai ikon investasi Kepri bahkan Indonesia,” tambahnya.

Selain Batam, Pemprov Kepri juga mendorong investasi di Bintan, Karimun, Tanjungpinang, Natuna, Anambas, dan Lingga. Daerah-daerah tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Beberapa sektor unggulan yang tengah diminati meliputi kawasan Artificial Intelligence (AI) dan Data Center, proyek jembatan Batam–Bintan, pelabuhan bongkar muat internasional, hingga pengembangan Skytrain di Tanjungpinang.

Pemprov Kepri juga mengusulkan agar Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun menjadi Free Trade Zone (FTZ) menyeluruh, sementara Natuna, Anambas, dan Lingga diarahkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Langkah ini akan memberi kepastian hukum bagi investor sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat Kepri,” tutup Nyanyang. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Wagub Nyanyang Optimistis Ekonomi Kepri Tumbuh 8,1 Persen, Investasi Tembus Rp27 Triliun pertama kali tampil pada Kepri.

Afintec Polibatam Membantu Social Enterprise, Pendampingan Digitalisasi Social Enterprise

0
Dosen Polibatam foto bersama narasumber dan peserta COE Afintec Pendampingan Digitalisasi Social Enterprisedi Gedung Tower A Polibatam, Kamis (23/10/2025). F Polibatam

batampos-Politeknik Negeri Batam (Polibatam) melalui Center of Excellence Accounting and Financial Technology (COE Afintec) melaksanakan kegiatan Pendampingan Digitalisasi Social Enterprise di Gedung Tower A Polibatam, Kamis (23/10/2025),

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada peningkatan kapasitas digital pelaku usaha sosial di Kota Batam.

Kegiatan pendampingan berlangsung selama 1 hari mulai pukul 08.00 WIB dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dari Jurusan Manajemen dan Bisnis dalam pendekatan Project Based Learning (PBL). Peserta pendampingan berasal dari berbagai sektor social enterprise di Batam.

“Saya merasa senang bisa mengikuti kegiatan ini karena kegiatan ini sangat bermanfaat dan semoga kegiatan pendampingan seperti ini terus berlanjut.” ujar Suyanti selaku perwakilan social enterprise dari Rumah Keong.

BACA JUGA: Telkomsel dan Polibatam Tandatangani MoU Strategis Perkuat Ekosistem SDM Digital

Kegiatan pendampingan ini diisi narasumber, Sarah Ulfah Al Amany, S.Ak., M.I.B., yang merupakan dosen Polibatam. Sesi pertama membahas penggunaan Microsoft Excel untuk pengelolaan data dan laporan keuangan. Sesi kedua memperkenalkan Canva sebagai aplikasi desain promosi digital untuk meningkatkan daya tarik produk dan jangkauan pasar. Peserta juga mengikuti praktik langsung serta sesi ice breaking interaktif untuk menjaga semangat selama pelatihan.

Ketua pelaksana kegiatan, Izzatul Jannah, S.Ak., M.Ak., menyampaikan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk membantu social enterprise beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital agar mampu meningkatkan efektivitas, akuntabilitas, dan daya saing.

“Social enterprise memiliki peran penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui digitalisasi, mereka dapat mengelola usaha dengan lebih efektif dan memperluas dampak sosialnya,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen COE Afintec Polibatam dalam mendukung transformasi digital usaha sosial. (*/adv)

Reporter: SUPRIZAL TANJUNG

 

Artikel Afintec Polibatam Membantu Social Enterprise, Pendampingan Digitalisasi Social Enterprise pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Cari Siapa Pembuang Bawang di Melcem

0
Warga saat berebut memilih bawang yang dibuang di daerah Melcem, Batuampar. (foto dan video dari netizen)

batampos– Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin angkat bicara terkait temuan tumpukan bawang borma dan bawang bombai dalam jumlah besar di Kampung Malcem, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar. Ia memastikan jajaran Polsek Batuampar telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal serta mengamankan area yang sempat menjadi perhatian publik.

Menurut Kombes Pol Zaenal Arifin, langkah cepat telah dilakukan untuk mencegah kerumunan warga dan memastikan lokasi tetap steril. “Polsek Batuampar sudah ke TKP dan mengamankan lokasi. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil atau mengonsumsi bawang yang ditemukan di sana, karena belum diketahui apakah layak konsumsi atau tidak,” ujarnya, Selasa (28/10).

Kapolresta menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pembuangan bawang secara sengaja oleh oknum perusahaan di kawasan tersebut. Saat ini, penyelidikan terus dilakukan guna memastikan asal-usul bawang dan motif di balik pembuangan dalam jumlah besar itu. “Masih dalam penyelidikan. Kami akan memeriksa pihak-pihak terkait untuk mengetahui siapa yang membuang dan apa tujuannya,” tegas Zaenal.

BACA JUGA: Karantina Kepri Pastikan Bawang yang Dibuang di Melcem Tidak Lewat Jalur Resmi

Sebelumnya, Kapolsek Batuampar Kompol Amru Abdullah juga telah membenarkan bahwa personel kepolisian telah turun langsung ke lokasi. Petugas memasang garis pembatas dan menertibkan warga yang masih mencoba mendekat untuk mengambil sisa bawang yang tertimbun tanah. “Kami minta masyarakat tidak mengambil bawang tersebut sampai ada hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Peristiwa ini sempat menghebohkan warga karena tumpukan “gunung bawang” tersebut viral di media sosial sejak Sabtu (25/10) malam. Banyak warga datang untuk melihat langsung lokasi yang berdekatan dengan kawasan industri dan permukiman padat penduduk itu. Bau menyengat dari sisa bawang bahkan masih tercium hingga Senin siang.

Pihak kepolisian kini terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk dinas lingkungan dan dinas ketahanan pangan, untuk menelusuri apakah bawang-bawang tersebut memiliki izin edar resmi atau merupakan barang sitaan yang tidak lolos uji kelayakan. Kapolresta Barelang menegaskan, penanganan akan dilakukan secara profesional dan transparan hingga kasus ini tuntas. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polisi Cari Siapa Pembuang Bawang di Melcem pertama kali tampil pada Metropolis.

PFI Kepri Silaturahmi dengan Kapolresta Barelang, Bahas Kolaborasi Fotografi dan Jurnalisme Humanis

0
Anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat bersilaturahmi dengan Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, Selasa (28/10/2025). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolresta Barelang itu diwarnai suasana akrab dan penuh kehangatan. Foto. Rezza Herdianto untuk Batam Pos

batampos – Dalam semangat Hari Sumpah Pemuda, Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersilaturahmi dengan Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, Selasa (28/10/2025). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolresta Barelang itu diwarnai suasana akrab dan penuh kehangatan.

Kombes Zaenal menyambut baik kehadiran jajaran pengurus baru PFI Kepri yang datang memperkenalkan diri. Ia mengaku memiliki ketertarikan pribadi terhadap dunia fotografi karena mengandung nilai seni dan ketekunan tinggi.

“Fotografi itu bukan sekadar jepretan, tapi karya seni. Di balik satu foto, ada cerita, perjuangan, dan momen yang tak bisa diulang,” ujarnya.

Baca Juga: Kapolda Kepri: Kamera Pewarta Adalah Penjaga Kebenaran di Tengah Derasnya Informasi Digital

Perwira menengah polisi itu bahkan berbagi pengalaman pribadinya saat bertugas sebagai penjaga perdamaian dunia PBB di Haiti tahun 2011. Saat itu, kamera Nikon D90 menjadi teman setianya mengabadikan perjalanan di berbagai negara seperti Venezuela, Kuba, Panama, dan Dominika.

“Lewat kamera, saya belajar memahami kehidupan orang lain dan lebih mudah berinteraksi,” kenangnya sambil tersenyum.

Zaenal juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan media, khususnya pewarta foto. Ia menilai karya jurnalistik visual berperan besar dalam menunjukkan sisi humanis aparat penegak hukum.

“Kami ingin kerja polisi juga terlihat humanis, lewat foto-foto yang bercerita dengan jujur,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Barelang berencana menggelar pelatihan fotografi dan multimedia untuk personel Humas Polresta Barelang bekerja sama dengan PFI Kepri. “Kami ingin rekan-rekan Humas juga bisa menghasilkan foto dan konten yang bagus dan beretika,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PFI Kepri, Tommy Purniawan, mengapresiasi sambutan hangat dari Kapolresta. Ia menjelaskan, pertemuan tersebut juga menjadi langkah awal untuk mengaktifkan kembali kegiatan PFI Kepri yang sempat vakum.

“Kami ingin menghidupkan kembali semangat berkarya lewat fotografi dan jurnalisme visual. PFI siap berkolaborasi dengan Polresta dalam kegiatan pelatihan maupun pameran foto,” ujarnya.

Tommy menambahkan, PFI Kepri yang berdiri sejak 2004 telah banyak bekerja sama dengan berbagai instansi, termasuk kepolisian, dalam kegiatan bertema ‘Polisi Juga Manusia’ dan ‘Baktimu, Polisiku’.

“Kami percaya, lewat foto, pesan kemanusiaan bisa tersampaikan lebih kuat,” tutupnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel PFI Kepri Silaturahmi dengan Kapolresta Barelang, Bahas Kolaborasi Fotografi dan Jurnalisme Humanis pertama kali tampil pada Metropolis.

Kakanwil Kemenkum Kepri Dampingi Kunjungan Menko Kumham Imipas Yusril ke Pulau Penyengat

0
Kakanwil Kemenkum Kepri, Edison Manik saat mendampingi Menko Kumham Imipas Yusril ke Pulau Penyengat, Senin (27/10). F. Kemenkum Kepri untuk Batam Pos.

batampos – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra melakukan kunjungan kerja yang sarat nilai sejarah dan budaya ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang.

Dalam kunjungan ini, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Riau (Kanwil Kemenkum Kepri) turut mendampingi langsung seluruh rangkaian kegiatan.

Kunjungan dimulai dengan ziarah ke Makam Engku Putri Raja Hamidah dan Raja Ali Haji, tokoh besar Melayu yang dikenal sebagai perintis Bahasa Indonesia lewat karya legendarisnya Gurindam Dua Belas. Rombongan juga menunaikan ibadah di Masjid Raya Sultan Riau dan meninjau Rumah Adat Melayu sebagai wujud pelestarian tradisi.

Dalam sambutannya, Menko Yusril menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali jati diri bangsa melalui pelestarian budaya Melayu.

“Pulau Penyengat adalah titik penting lahirnya peradaban Melayu dan akar Bahasa Indonesia. Dari sini tumbuh nilai-nilai kebangsaan yang menjadi dasar persatuan kita,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kunjungan, Menko Yusril juga menerima gelar kehormatan adat “Datuk Sri Indra Narawangsa” dari Lembaga Adat Melayu. Gelar tersebut diberikan sebagai penghargaan atas dedikasi beliau dalam menjaga nilai-nilai hukum, kebudayaan, dan persatuan bangsa.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kepri, Edison Manik, menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap agenda pemerintah pusat.

“Kehadiran kami mencerminkan komitmen Kanwil dalam menguatkan sinergi antara aspek hukum, budaya, dan masyarakat dalam membangun karakter bangsa,” ujarnya Senin (27/10).

Kunjungan Menko Kumham Imipas ini menjadi simbol bahwa pembangunan hukum nasional tak lepas dari akar budaya dan nilai-nilai luhur bangsa, yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. (adv/*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Kakanwil Kemenkum Kepri Dampingi Kunjungan Menko Kumham Imipas Yusril ke Pulau Penyengat pertama kali tampil pada Kepri.

Halloween Seram-Seru di Grand Batam Mall, Ascott Hotels Gelar Cook-Off Cumi Hitam

0
Ascott Hotels Group di Batam, Grand Batam Mall, dan Modena menghadirkan kompetisi kuliner unik mengadu kreativitas sepuluh tim peserta dalam mengolah Cumi Masak Hitam khas Nusantara dengan sentuhan seram ala Halloween.

batampos – Kemeriahan Halloween terasa berbeda di Atrium 2 Grand Batam Mall, Sabtu (25/10). Bukan parade kostum, melainkan aroma masakan laut yang menggoda dari dapur mini para peserta lomba masak bertajuk “Ascott Star Rewards Nusantara Cook-Off with Grand Batam Mall: Hauntingly Delicious Battles”.

Acara hasil kolaborasi Ascott Hotels Group di Batam, Grand Batam Mall, dan Modena ini menghadirkan kompetisi kuliner unik mengadu kreativitas sepuluh tim peserta dalam mengolah Cumi Masak Hitamkhas Nusantara dengan sentuhan seram ala Halloween.

Setiap tim diberi waktu 90 menit untuk menyiapkan dua piring sajian: satu untuk difoto dan satu untuk penjurian. Meski bertema “hauntingly delicious”, suasana di arena justru penuh tawa dan semangat, dengan dekorasi labu, laba-laba, dan peserta yang tampil dalam kostum menyeramkan.

“Acara ini bukan sekadar lomba masak, tapi ajang silaturahmi dan apresiasi terhadap kuliner lokal,” ujar Bart Jan Van De Brink, General Manager HARRIS Resort Barelang Batam. “Kami ingin membawa semangat komunitas dan menjadikan Batam sebagai kota kuliner yang kreatif dan berwarna.” katanya lagi.

Kompetisi ini diinisiasi oleh enam properti Ascott di Batam, yaitu HARRIS Resort Waterfront, HARRIS Batam Center, HARRIS Resort Barelang, Yello Hotel Harbour Bay, Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam, dan HARRIS Hotel & Suites Nagoya.

Dukungan penuh juga datang dari Modena, yang menyiapkan peralatan masak modern seperti electric stove dan cookware premium untuk peserta. Sementara Grand Batam Mall menyediakan area atrium yang luas dan nyaman, memungkinkan pengunjung ikut menyaksikan jalannya lomba.

“Ini cara yang menyenangkan untuk menghidupkan mal dan menarik pengunjung,” kata Lius Arcianto, Markom Manager Grand Batam Mall. “Apalagi momennya pas dengan Halloween, jadi atmosfernya seru dan penuh warna.” ujarnya menambahkan.

Para peserta ditantang bukan hanya membuat masakan lezat, tapi juga menyajikannya dengan tampilan menarik dan tema Halloween. Panel juri yang terdiri dari chef profesional dari masing-masing properti Ascott menilai dari segi rasa, kebersihan, kreativitas, dan ketepatan waktu.

Di akhir acara, Martha Susilo dari tim Pawon Project keluar sebagai juara pertama lewat kreasi “Sate Cumi Balakutak”. “Saya senang sekali ikut acara ini karena bisa menyalurkan hobi masak dan diapresiasi,” ujarnya usai menerima hadiah berupa voucher menginap dan kompor listrik Modena.

Selain hadiah utama, semua peserta juga mendapat sertifikat dan goodie bag eksklusif dari Ascott Hotels dan Modena.

Lewat lomba ini, Ascott berharap bisa terus memperkuat hubungan dengan komunitas lokal dan mengenalkan kekayaan kuliner Nusantara, khususnya dari pesisir Kepulauan Riau.

“Cumi masak hitam adalah hidangan sederhana tapi punya karakter kuat. Kami ingin memperlihatkan bahwa kuliner daerah bisa dikemas modern tanpa kehilangan cita rasanya,” kata Reza Permana, Asst Director F&B Shared Service Ascott Batam.

Acara ini juga diwarnai dengan berbagai hiburan seperti photo booth, mini games, dan promo kuliner spesial dari tenant Grand Batam Mall. Dengan kemeriahan dan sambutan hangat pengunjung, Hauntingly Delicious Battles diharapkan menjadi agenda tahunan yang dinanti warga Batam. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Halloween Seram-Seru di Grand Batam Mall, Ascott Hotels Gelar Cook-Off Cumi Hitam pertama kali tampil pada Metropolis.

Group Ascott Hotel di Kota Batam Menggelar “Ascott Star Rewards Nusantara Cook -Off Bersama Grand Batam Mall dan Modena”

0

batampas— Dalam rangka memeriahkan musim Halloween dan memperkuat komunitas kuliner lokal, group Ascott Hotels di Kota Batam bekerja sama dengan Grand Batam Mall dan Modena menggelar acara spesial bertajuk “Ascott Star Rewards Nusantara Cook-Off with Grand Batam Mall: Hauntingly Delicious Battles”.

Acara ini akan berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025, pukul 13.00 – 18.00 WIB di Atrium 2 Grand Batam Mall, dan menantang 10 tim peserta untuk beradu kreativitas dalam membuat kreasi Cumi Masak Hitam dengan nuansa Halloween yang seram namun menggugah selera.

Acara ini merupakan bagian dari program komunitas Ascott Star Rewards yang bertujuan untuk memberikan pengalaman unik dan interaktif bagi para tamu setia serta masyarakat umum di Batam. Dengan tema “Hauntingly Delicious Battles”, acara ini tidak hanya menghadirkan tantangan kuliner, tetapi juga atmosfer Halloween yang menyenangkan, lengkap dengan dekorasi seram, kostum menyeramkan, dan hadiah menarik dari sponsor utama: Modena, serta voucher menginap dari jajaran properti Ascott di Batam.

Kolaborasi Epik antara Properti Ascott, Grand Batam Mall, dan Modena

Acara ini diselenggarakan oleh enam properti Ascott di Kota Batam, yaitu:
– HARRIS Resort Waterfront Batam
– HARRIS Hotel Batam Center
– HARRIS Resort Barelang Batam
– Yello Hotel Harbour Bay Batam
– Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam
– HARRIS Hotel & Suites Nagoya Batam

BACA JUGA: Makan Malam Natal Spesial di HARRIS Resort Waterfront Batam dan HARRIS Hotel Batam Center

Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat Ascott dalam membangun hubungan erat dengan komunitas lokal, sekaligus mempromosikan Batam sebagai destinasi kuliner yang inovatif dan ramah keluarga. Kemitraan dengan Grand Batam Mall sebagai lokasi penyelenggaraan dan Modena sebagai sponsor utama peralatan masak, menambah nilai eksklusif dan profesionalisme acara.

Modena, sebagai brand peralatan rumah tangga premium, menyediakan peralatan masak modern seperti electric stove dan cookware berkualitas tinggi yang akan digunakan langsung oleh para peserta dalam kompetisi. Sementara itu, Grand Batam Mall menyediakan venue strategis di Atrium 2 yang luas, nyaman, dan mudah dijangkau oleh pengunjung mal, sehingga acara dapat dinikmati secara terbuka dan interaktif.

Kompetisi Masak Cumi Masak Hitam: Tantangan Kuliner yang Unik

Menu utama yang dipertandingkan adalah Cumi Masak Hitam, hidangan laut khas Nusantara yang populer karena cita rasanya yang gurih, pedas, dan warna hitam pekatnya yang berasal dari tinta cumi. Namun, dalam kompetisi ini, peserta tidak hanya dituntut untuk membuat masakan yang lezat, tetapi juga harus menampilkan kreativitas dalam penyajiannya, termasuk hiasan, saus tanpa bumbu, dan topping tambahan — semua harus sesuai tema Halloween.

Setiap tim terdiri dari dua orang dewasa berusia minimal 17 tahun. Mereka diberi waktu 90 menit untuk menyelesaikan masakan mereka, dengan pembagian waktu 30% persiapan di rumah (meliputi hiasan, saus, dan topping) dan 70% penyelesaian di area kompetisi. Peserta wajib membawa dua piring: satu untuk difoto dan satu untuk dinilai juri.

Juri Profesional dari Dunia Kuliner Hotel

Penilaian dilakukan oleh panel juri yang terdiri dari chef-chef profesional dari masing-masing properti Ascott, serta Asst Director F&B Shared Service yang memiliki pengalaman luas dalam manajemen kuliner hotel. Para juri yang akan menilai karya peserta adalah:

– HARRIS Hotel Batam Center & HARRIS Resort Waterfront Batam : Asst Director F&B Shared Service – Reza Permana
– HARRIS Resort Barelang Batam : Chef Eri Irawan
– Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam : Chef Yeaw
– Yello Hotel Harbour Bay Batam : Chef Nuhli
– HARRIS Hotel & Suites Nagoya Batam : Chef Alvin

Para juri akan menilai berdasarkan kriteria: rasa, presentasi, kebersihan, kreativitas, dan ketepatan waktu. Keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Pedoman Kompetisi: Aturan Main yang Jelas dan Adil

Untuk memastikan kompetisi berjalan lancar dan adil, panitia telah menyiapkan pedoman kompetisi yang harus dipatuhi oleh semua peserta. Beberapa poin penting dalam pedoman tersebut meliputi:

– Setiap tim harus terdiri dari 2 orang dewasa berusia minimal 17 tahun.
– Persiapan 30% boleh dilakukan di rumah, termasuk hiasan, saus tanpa bumbu, dan topping tambahan.
– Peserta wajib datang 30 menit sebelum kompetisi dimulai.
– Peralatan yang disediakan panitia hanya kompor listrik dan panci stainless steel; peralatan lain harus dibawa sendiri.
– Bahan utama yang disediakan panitia hanya cumi utuh yang sudah dicuci.
– Peserta dilarang menyalakan api atau menggunakan gas yang menghasilkan asap di area kompetisi.
– Terlambat lebih dari 1 menit akan dikurangi 1 poin; terlambat lebih dari 10 menit akan didiskualifikasi.
– Peserta yang melanggar peraturan akan langsung didiskualifikasi.
– Hasil kompetisi akan diumumkan 1 jam setelah pertandingan berakhir.
– Peserta juga diharapkan menyediakan resep dan meletakkannya di atas meja untuk dibaca oleh juri, serta mengenakan seragam atau kostum standar — tidak diperbolehkan menampilkan merek atau logo perusahaan pada pakaian.

Hadiah Menarik untuk Para Pemenang

Kompetisi ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang pengalaman dan kesenangan. Namun, bagi tim yang berhasil menonjol, hadiah menanti! Pemenang akan membawa pulang:
– Voucher menginap dan F&B di hotel-hotel Ascott di Batam
– Modena Electric Stove (untuk juara 1,2 & 3)
– Goodie Bags eksklusif

Selain itu, semua peserta yang mengikuti kompetisi akan mendapatkan sertifikat partisipasi dan kesempatan untuk menikmati diskon khusus di restoran-restoran mitra Ascott selama periode tertentu.

Atmosfer Halloween yang Meriah dan Interaktif

Tidak hanya fokus pada kompetisi, acara ini dirancang sebagai ajang hiburan keluarga yang menyenangkan. Pengunjung mal yang datang ke Atrium 2 Grand Batam Mall akan disuguhi suasana Halloween yang meriah, dengan dekorasi laba-laba, jack-o’-lantern, dan kostum-kostum seram dari staf hotel dan peserta. Ada juga booth foto dengan latar belakang Halloween, serta aktivitas interaktif seperti tebak-tebakan masakan dan games mini yang bisa diikuti oleh anak-anak maupun dewasa.

Pengunjung juga bisa menikmati menu spesial Halloween dari food court dan tenant-tenant di Grand Batam Mall, serta promo khusus dari Modena dan Ascott Hotels selama periode acara berlangsung.

Dukungan Komunitas dan Promosi Lokal

Acara ini juga menjadi momentum untuk mempromosikan kekayaan kuliner lokal Batam. Dengan mengangkat menu Cumi Masak Hitam, yang merupakan hidangan populer di kalangan masyarakat pesisir, Ascott Star Rewards ingin menunjukkan bahwa kuliner Nusantara, khususnya dari Kepulauan Riau, layak diperhitungkan di kancah nasional dan internasional.

Kolaborasi ini juga mencerminkan semangat kerjasama antara industri perhotelan, ritel, dan komunitas kuliner lokal. Melalui acara ini, Ascott berharap dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata di Batam, sekaligus memperkenalkan Batam sebagai kota yang tidak hanya menawarkan pantai dan belanja, tetapi juga pengalaman kuliner yang unik dan menarik.

“Saya sangat senang mengikuti kegiatan yang diadakan oleh grup Ascott Hotel di Kota Batam. Aktivitasnya menyenangkan karena saya hobi memasak dan berterima kasih karena diapresiasi menjadi juara pertama di event ini”, ujar Martha Susilo dari grup Pawon Project dan menu Sate Cumi Balakutak, salah satu peserta yang menjadi juara pertama.

Kata Sambutan dari Manajemen Ascott

“Kami sangat bangga bisa menggelar acara ‘Nusantara Cook-Off with Grand Batam Mall’ sebagai bagian dari komunitas Ascott Star Rewards,” ujar Bart Jan Van De Brink selaku General Manager HARRIS Resort Barelang Batam. “Ini bukan sekadar kompetisi masak, tapi ajang silaturahmi, kreativitas, dan apresiasi terhadap budaya kuliner lokal. Kami berharap acara ini bisa menjadi tradisi tahunan yang dinanti-nanti oleh masyarakat Batam.”

Sementara itu, perwakilan dari Grand Batam Mall menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif ini. “Kami senang bisa menjadi tuan rumah acara ini. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk menghidupkan mal dan menarik lebih banyak pengunjung, terutama di akhir pekan,” kata Lius Arcianto, Markom Manager Grand Batam Mall.

Modena, sebagai sponsor utama, menambahkan bahwa mereka percaya bahwa memasak adalah bentuk seni yang bisa dinikmati semua kalangan. “Dengan menyediakan peralatan masak berkualitas, kami ingin memastikan bahwa setiap peserta bisa mengekspresikan kreativitasnya tanpa batas,” ujar Ricky Kurniawan – Branch Manager MODENA Batam. (*)

Artikel Group Ascott Hotel di Kota Batam Menggelar “Ascott Star Rewards Nusantara Cook -Off Bersama Grand Batam Mall dan Modena” pertama kali tampil pada Lifestyle.

Bea Cukai–Imigrasi Gerebek Pub Panda Batam, Warga Tionghoa Diamankan, Gudang Miras Ilegal Terbongkar

0
Bea Cukai Batam saat mengamankan minuman keras tanpa cukai di Pub Panda. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Malam di One Mall Batam mendadak mencekam, Senin (27/10) malam, ketika puluhan petugas Bea dan Cukai bersama Imigrasi menggerebek Pub Panda di lantai dua mal tersebut. Musik tiba-tiba dihentikan, lampu dinyalakan terang, dan pengunjung panik saat petugas berseragam menyerbu sambil menunjukkan surat penggeledahan resmi.

Dalam operasi itu, seorang warga negara Tionghoa yang diduga sebagai pemodal utama Pub Panda diamankan. Pemeriksaan menyasar ruang bar, tamu, hingga gudang yang ternyata dijadikan tempat tinggal warga asing tersebut. Meski tak ditemukan pemandu tamu asing, sejumlah pihak manajemen ikut dibawa untuk dimintai keterangan.

Di lantai satu, petugas Bea dan Cukai membongkar gudang penyimpanan minuman keras tanpa cukai. Manajemen sempat menolak membuka pintu, memaksa petugas melakukan pembongkaran paksa. Puluhan botol miras tanpa label disita, termasuk tambahan temuan di mobil Mitsubishi Xpander yang terparkir di area mal.

Baca Juga: Imigrasi Batam Amankan WNA Tiongkok dari Panda Club, Ini Kasusnya

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia, membenarkan adanya kegiatan tersebut. Ia mengatakan barang bukti dan hasil penggerebekan masih dalam proses pencacahan.

“Masih dalam proses pencacahan,” ujarnya singkat. Petugas memastikan seluruh barang bukti dan pihak manajemen yang diamankan akan diperiksa lebih lanjut di Kantor Bea dan Cukai Batam. (*)

Artikel Bea Cukai–Imigrasi Gerebek Pub Panda Batam, Warga Tionghoa Diamankan, Gudang Miras Ilegal Terbongkar pertama kali tampil pada Metropolis.

China Wajibkan Influencer Punya Gelar Akademis untuk Bahas Topik Profesional, Ini Aturannya

0
F. x.com/mostovMN77

batampos – Pemerintah China resmi memberlakukan aturan baru yang mengubah lanskap dunia digital. Dalam kebijakan ini, influencer diwajibkan memiliki gelar akademis untuk membahas topik profesional seperti kesehatan, hukum, keuangan, dan pendidikan.

Aturan tersebut diumumkan oleh Cyberspace Administration of China (CAC) sebagai bagian dari upaya untuk memerangi misinformasi dan meningkatkan standar konten di media sosial.

Dengan regulasi ini, platform digital seperti Douyin, Weibo, dan Bilibili diwajibkan memverifikasi kredensial influencer sebelum mereka diizinkan mempublikasikan konten profesional. Platform yang melanggar dapat dikenai denda hingga 100.000 yuan.

Influencer yang ingin membahas topik profesional harus memiliki gelar universitas yang relevan, lisensi resmi, atau pelatihan bersertifikat. Bukti kualifikasi tersebut wajib disertakan dan diverifikasi sebelum konten tayang.

Pedoman tambahan dari CAC, dikutip dari Gulf Good News, juga mencakup: kewajiban mengungkap penggunaan AI dalam pembuatan konten; larangan menyamar promosi produk medis atau pendidikan sebagai nasihat profesional dan syarat bahwa semua klaim ilmiah harus didukung data resmi dan dapat diverifikasi.

Langkah ini diambil setelah meningkatnya keluhan publik terhadap influencer yang dianggap menyesatkan. Studi regulator bersama Asosiasi Konsumen China menemukan bahwa 30% pengguna internet pernah menemukan klaim palsu atau berlebihan, terutama di konten kesehatan, dikutip dari Greek Reporter, Selasa (28/10).

Kebijakan tersebut mendapat respon beragam dari publik. Banyak yang memuji langkah pemerintah sebagai bentuk perlindungan terhadap misinformasi dan penipuan daring, namun sebagian pihak menilai aturan ini bisa membatasi kebebasan berekspresi dan mengurangi keragaman suara di media sosial.

Reporter: Juliana Belence 

Artikel China Wajibkan Influencer Punya Gelar Akademis untuk Bahas Topik Profesional, Ini Aturannya pertama kali tampil pada News.