Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 1220

Tingkatkan Branding, Pemko Latih 200 Pelaku IKM Desain Kemasan

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra foto bersama para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus menggencarkan strategi peningkatan daya saing pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui penguatan literasi branding. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelatihan desain kemasan produk, yang diharapkan mampu membuka jalan produk lokal menembus pasar nasional hingga global.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut bahwa sebuah kemasan kini bukan lagi pelengkap produk, melainkan bagian krusial dalam membangun identitas dan nilai jual.

“Packaging for branding bukan sekadar desain. Ia adalah wajah produk, bahkan bisa jadi penentu apakah produk laku atau tidak di pasaran,” katanya, Selasa (22/7).

Ada dua fokus utama yang disampaikannya. Pertama, pelatihan lanjutan bagi 20 pengrajin batik tulis dan cap. Kedua, pelatihan desain kemasan yang diikuti oleh 200 pelaku IKM dan UKM baru, dari total 2.280 yang dibina Pemko Batam.

IKM dan UKM harus segera bertransformasi dari pola produksi konvensional ke pendekatan berbasis strategi pasar. “Kita sudah punya banyak produk bagus, tapi sering tertahan karena tampilan luar yang tidak meyakinkan. Padahal, konsumen hari ini membeli dengan mata sebelum merasakan produk,” tambahnya.

Menurutnya, tren konsumen global menunjukkan bahwa visual dan kemasan sangat berpengaruh dalam menciptakan persepsi kualitas. Oleh karena itu, pelaku IKM perlu membangun narasi merek melalui desain yang kuat, informatif, dan menggugah rasa percaya pembeli.

Sementara, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menyampaikan kontinuitas pelatihan yang mesti digalakkan, khususnya untuk pelaku usaha pemula.

“Kita ingin para pelaku IKM tidak hanya kreatif, tapi juga memahami prinsip dasar pemasaran modern. Mulai dari warna, font, sampai cerita di balik produk mereka,” ujarnya.

Pemko Batam, lanjutnya, telah menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung langkah ini. Salah satunya adalah akses pembiayaan hingga Rp20 juta tanpa agunan dan bunga, agar pelaku usaha bisa segera menerapkan hasil pelatihan ke lini produksi mereka.

Bagi pemerintah, pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam penyerapan tenaga kerja serta penguatan ekonomi keluarga di tingkat akar rumput.

“Ini bagian dari pembangunan ekonomi kerakyatan yang kami perjuangkan,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Tingkatkan Branding, Pemko Latih 200 Pelaku IKM Desain Kemasan pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Pasar Rakyat di Batam Mangkrak Bertahun-tahun, Miliaran Rupiah Mubazir

0
Pasar Wan Sri Beni yang belum beroperasi hingga saat ini. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Dua pasar rakyat yang dibangun pemerintah pusat di Kota Batam sejak tahun 2019 hingga kini belum juga difungsikan. Yakni Pasar Rakyat Batuaji di Tanjunguncang dan Pasar Wan Sri Beni di Marina, Sekupang. Meski menelan anggaran miliaran rupiah, kedua pasar tersebut justru terbengkalai dan kini dalam kondisi memprihatinkan.

Pantauan Rabu (23/7), Pasar Rakyat Batuaji tampak dikelilingi semak belukar dan tidak terawat. Atap bocor, kaca pecah, hingga dinding penuh coretan jadi pemandangan yang mencolok. Bangunan dalam keadaan terkunci rapat dan tidak pernah digunakan. Warga sekitar menyayangkan kondisi tersebut, sebab pasar berada di dekat Rusunawa Pemko Batam dan pemukiman padat yang seharusnya mendukung aktivitas ekonomi.

Menurut Arman, warga setempat, pernah ada tiga pedagang mencoba berjualan di bagian luar pasar. Namun karena sepi pengunjung dan tidak adanya pengelolaan, ketiganya berhenti. “Sudah dicoba, tapi tidak ada yang datang. Pedagang pun mundur satu-satu,” ujarnya.

Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam, Elfasi, sebelumnya mengakui kondisi ini dan menyebut pasar kaget menjadi salah satu penyebab utama pasar resmi sulit beroperasi. Disperindag berencana menertibkan pasar-pasar kaget dan mengarahkan pedagangnya untuk menempati pasar-pasar resmi seperti Pasar Batuaji dan Wan Sri Beni. Namun hingga kini, rencana tersebut belum juga berjalan.

Pasar Wan Sri Beni di Marina juga bernasib sama. Pasar dengan bangunan cukup luas dan lapak lengkap ini belum pernah digunakan. Enam tahun berlalu sejak rampung dibangun, lokasi pasar kini dikelilingi semak, jalan masuk belum tersedia, bahkan dipenuhi tumpukan sampah di akses jalan masuk sehingga terlihat semrawut.

Warga Marina menilai Pemko Batam kurang serius memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun. Mereka menuntut agar akses jalan segera dibangun, fasilitas seperti air, listrik, dan ATM disediakan, serta kawasan pasar dibersihkan. “Kalau tidak ada perbaikan, pasar ini hanya akan jadi monumen kosong,” kata Suradi.

Sofia, warga perumahan Devin Premier dekat pasar, menyebut lokasi pasar cukup strategis karena jauh dari pasar besar lainnya. Namun, ia menekankan pentingnya kenyamanan lingkungan agar pembeli dan pedagang merasa aman dan betah. “Bukan hanya tempatnya yang harus siap, tapi suasananya juga harus mendukung,” ujarnya.

Kepala Disperindag Batam Gustian Riau menyatakan bahwa pihaknya kini mencoba menggandeng pihak swasta untuk menghidupkan Pasar Wan Sri Beni. Pemerintah juga akan mengakomodasi pedagang liar di sekitar Marina agar berpindah ke pasar resmi tersebut.

Disperindag mengakui telah belajar dari kegagalan sebelumnya, seperti Pasar TPID II di Dreamland yang tidak bertahan lama akibat minim pengunjung. Kini, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan warga dinilai sebagai jalan terbaik untuk menghidupkan kembali pasar yang mangkrak. Harapannya, jika benar-benar dikelola serius, kedua pasar ini bisa menjadi pusat ekonomi warga yang selama ini dinantikan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Dua Pasar Rakyat di Batam Mangkrak Bertahun-tahun, Miliaran Rupiah Mubazir pertama kali tampil pada Metropolis.

Ini Logo HUT Ke-80 RI yang Baru Diresmikan, Prabowo Sebut Temanya Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

0
Logo HUT ke-80 RI bertema Besatu Bedaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju.

batampos – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan logo dan tema peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun 2025. Peluncuran ini menjadi momentum penting menjelang delapan dekade kemerdekaan Indonesia.

“Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, tahun ini kita merayakan hari kemerdekaan negara Republik Indonesia yang ke-80. Delapan dekade sudah bangsa ini berdiri merdeka,” kata Prabowo dalam pidato peluncuran logo dan tema HUT ke-80 RI di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/7).

Ia menegaskan, perjalanan panjang bangsa ini dibangun dari semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dan seluruh anak bangsa. Prabowo mengajak seluruh rakyat untuk merenungkan makna kemerdekaan sebagai warisan yang lahir dari perjuangan panjang.

“Kita tidak hanya memperingati sebuah peristiwa bersejarah tetapi juga merayakan semangat yang tidak pernah padam dari para pendiri bangsa dan seluruh rakyat Indonesia yang memiliki cita-cita besar,” ujarnya.

Adapun tema HUT RI tahun ini adalah “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Menurut Prabowo, tema tersebut dipilih karena mencerminkan visi besar bangsa Indonesia saat ini dan masa depan.

“Tema ini dipilih karena selaras dengan visi besar negara dan mewakili arah perjuangan bangsa kita,” jelasnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan sebagai pondasi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

“Ini adalah dorongan kita, hasrat kita. Keinginan nenek moyang kita. Kita bangun persatuan dan kesatuan menjadi suatu kekuatan untuk menjaga kedaulatan dan kemakmuran bangsa Indonesia,” tuturnya.

Ia tak memungkiri, logo HUT ke-80 RI yang diluncurkan pun mengandung filosofi mendalam. Desain angka 8 dan 0 yang saling terhubung tanpa ujung menggambarkan konsep infinity sebagai simbol persatuan yang tidak terputus.

“Desain ini menampilkan bentuk angka delapan dan nol yang saling terhubung tanpa ujung dan tidak terputus. Bentuk ini melambangkan persatuan sebagai dasar dari kedaulatan,” ungkap Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan HUT RI ke-80 dengan kegiatan positif yang bermanfaat bagi sesama dan lingkungan.

“Rayakan kemerdekaan dengan kegiatan yang baik, positif, gotong royong, lomba-lomba, pentas seni budaya, kegiatan bakti sosial untuk rakyat. Jangan sekadar seremoni, tetapi bentuklah kegiatan yang nyata,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Ini Logo HUT Ke-80 RI yang Baru Diresmikan, Prabowo Sebut Temanya Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju pertama kali tampil pada News.

Dari Sungai Buluh ke Jatinangor: Amsakar, Pemimpin yang Tak Pernah Berhenti Belajar

0
Amsakar Achmad.

batampos – Ada yang lebih hening dari lorong kekuasaan: sunyi di antara lembar demi lembar buku, detik-detik senyap di mana seorang pemimpin mengakrabi malam, bukan untuk beristirahat, bukan juga operasi klandestin, tapi itu untuk belajar. Di medium itulah Amsakar Achmad merajut mimpinya yang paling luhur.

Rabu, (23/7), Jatinangor menjadi saksi bisu saat seorang anak kampung dari pesisir Lingga berdiri tegap dalam balutan toga, menjemput gelar doktor di bidang Ilmu Pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Amsakar dimaklumatkan oleh semesta sebagai pelintas batas: dari birokrasi ke pergulatan akademik, dari tugas negara ke tangga ilmu pengetahuan yang tertinggi.

Disertasinya, berjudul Kebijakan Ex Officio dalam Pengembangan Kawasan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, bukanlah dokumen ilmiah yang dingin dan kaku. Ide itu adalah buah dari renungan panjang, ditulis dengan tinta kesungguhan dan keringat tanggung jawab. Setiap paragrafnya adalah pantulan dari ruang-ruang batin tempat Amsakar menimbang makna keadilan dan pembangunan, di tengah pusaran strategi nasional yang tak pernah sunyi.

Sidang terbuka di Kampus IPDN Jakarta, Cilandak, pada 14 Februari lalu, menjadi panggung intelektual tempat Amsakar mempersembahkan hasil olah pikirnya. Ia mencatat nilai 95, IPK 3,81, dan predikat “sangat memuaskan”. Nilai yang ia raih bak gema dari perjuangan panjang yang nyaris tanpa jeda. Sebelumnya, pada sidang tertutup 22 Januari, nilainya pun menyentuh angka 93 sebuah konsistensi yang lahir dari kedisiplinan dan cinta akan ilmu.

Di antara rapat-rapat strategis, keputusan-keputusan sulit, dan kesibukan membangun kota, Amsakar menyisihkan waktu untuk membaca, mencatat, merenung, dan menulis. Dia menapaki dua dunia yang saling tarik-menarik: dunia pemimpin dan dunia pelajar. Dan ia tidak memilih salah satu, melainkan menyatukannya dalam irama yang hanya bisa ditabuh oleh mereka yang teguh di hati.

“Semakin saya belajar, semakin saya sadar masih banyak yang belum saya ketahui,” ujarnya lirih.

Kalimat itu bukan sekadar kutipan, tapi gema kerendahan hati yang lahir dari seorang pemikir. Seperti embun pagi, ia jatuh lembut ke relung hati, menghapus dahaga mereka yang hampir menyerah pada keterbatasan.

Perjalanan ini bermula jauh di masa silam. Di sebuah desa kecil bernama Sungai Buluh, Lingga, Amsakar kecil menamatkan pendidikan dasarnya di SD Negeri 37 pada 1981. Tiada yang menyangka bahwa dari lorong-lorong kayu pesisir itu, akan lahir seorang doktor pemerintahan.

Langkahnya terus berlanjut, menapak ke SMP Negeri 2 Dabo Singkep dan kemudian SMA Negeri Dabo Singkep. Di saat banyak kawannya memilih untuk berhenti, ia terus melangkah, bukan karena ia tahu ke mana arah, tapi karena ia percaya berjalan adalah bentuk kepercayaan pada masa depan.

Gelar sarjananya ia raih dari Universitas Riau (Unri) pada 1994, sebuah loncatan dari kampung ke kota, dari halaman rumah ke ruang kuliah. Dua dekade kemudian, ia menyelesaikan magister di Universitas Airlangga pada 2005.

Dan kini, setelah hampir empat puluh tahun sejak lulus dari sekolah dasar, dia kembali mengukir sejarah hidupnya. Gelar doktor itu bukanlah mahkota yang ia cari, tapi suluh yang menerangi jalan panjang pengabdian. Dalam dunia yang gemar mengagungkan popularitas, Amsakar justru memilih jalan keheningan, jalan membaca, jalan berpikir.

Ia bisa saja memilih berpuas diri sebagai wali kota, sebagai kepala otorita, sebagai tokoh publik. Tapi ia justru memilih kembali menjadi murid. Duduk di bangku yang sama dengan para pemuja ilmu, menahan kantuk yang sama, dan menghadapi ujian yang sama.

Bagi Amsakar, pendidikan bukanlah koleksi gelar di dinding, tetapi nyala lentera dalam ruang gelap pengabdian. Ia percaya, seorang pemimpin yang tak belajar akan mudah lupa arah; dan seorang murid yang tak mengabdi hanya akan jadi menara gading yang rapuh. Maka ia menjahit dua peran itu dengan benang integritas.

Gelar doktor itu kini tersemat rapi di belakang namanya. Tapi lebih dari itu, ia adalah bukti bahwa kekuasaan sejati lahir dari kesadaran, bukan dari jabatan. Cita-cita tidak mengenal usia, tak tunduk pada jabatan, tak takut pada keterbatasan.

Batam, hari ini, tak hanya memiliki wali kota yang membangun jalan dan jembatan, tapi juga membangun harapan. Belajar adalah kewajiban yang tak pernah usai. Dari kampung pesisir pun, seorang anak bisa menjejakkan kaki di pelataran akademik tertinggi.

Dari Sungai Buluh ke Jatinangor, dari Dabo Singkep ke Cilandak, Kanda Am telah mengukir jejak megah. Hari ini kita menyaksikan, pemimpin sejati bukan yang bicara paling lantang, melainkan yang bersedia belajar paling dalam. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Dari Sungai Buluh ke Jatinangor: Amsakar, Pemimpin yang Tak Pernah Berhenti Belajar pertama kali tampil pada Metropolis.

Penyelundupan Mikol Lewat Tarempa Terbongkar, 7.680 Kaleng Bir Disita

0
Penyelundupan bir Anambas
Petugas sedang mengamankan tumpukan mikol jenis bir dari KM Alferro yang datang dari Kijang, Kabupaten Bintan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Aparat gabungan menggagalkan upaya penyelundupan 7.680 kaleng minuman beralkohol (mikol) ilegal di Pelabuhan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (23/7/2025). Operasi besar ini melibatkan BIN, BAIS, Bea Cukai, Disperindag, PTSP, dan Satpol PP.

Bir ilegal tersebut ditemukan di atas kapal KM Alferro yang bersandar di pelabuhan. Dalam penindakan yang disaksikan langsung Batam Pos, petugas menurunkan ratusan kotak (case) bir berbagai merek yang disamarkan dalam kardus air mineral dan dibalut plastik hitam.

Minuman ini dikirim dari Kijang, Kabupaten Bintan, dan diduga kuat akan diedarkan tanpa izin resmi. Tiga orang pemilik muatan, yakni Ban Hong, Song Siung, dan Hok Liaw, tak bisa berbuat banyak saat barang mereka disita petugas. Mereka bahkan sempat memohon agar bir tersebut tidak disita, namun ditolak.

“Ini penindakan tegas untuk memberantas mikol ilegal di Anambas. Tidak ada distributor resmi selain Pulau Bawah Resort,” tegas Kepala Disperindag Anambas, Masykur.

Dari total 320 case bir, sebanyak 274 case (6.576 kaleng) disebut mengantongi surat edar bebas dari Bea Cukai. Namun karena Anambas tidak memiliki izin penjualan resmi, mikol tersebut tetap dinyatakan ilegal dan diamankan di Gudang Satpol PP.

“Sampai saat ini kita simpan di gudang Satpol PP. Untuk selanjutnya apakah akan dimusnahkan atau tidak, masih menunggu keputusan,” ujar Masykur.

Yang mengejutkan, sebanyak 46 case atau 1.104 kaleng lainnya merupakan bir impor asal Singapura. Bea Cukai pun segera mengambil alih penyelidikan karena kasus ini diduga kuat merupakan penyelundupan lintas negara.

“Kami minta nakhoda menunjukkan dokumen pengangkutan, tapi tak satu pun bisa ditunjukkan. Artinya, kuat dugaan ini penyelundupan,” ungkap Kepala Hanggar Bea Cukai Tarempa, Lukman Firdaus.

Saat ini, mikol impor tersebut telah diamankan di Kantor Bea Cukai Tarempa. Sementara kapal dan awak belum ditahan, namun proses penyelidikan terus berjalan.

“Kami tidak akan kompromi dengan penyelundupan mikol. Ini baru awal,” tegas Lukman.

Aksi ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku distribusi mikol ilegal di Anambas. Petugas menyatakan akan menindak tegas setiap upaya pelanggaran hukum serupa ke depannya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Penyelundupan Mikol Lewat Tarempa Terbongkar, 7.680 Kaleng Bir Disita pertama kali tampil pada Kepri.

Belanja Harian Membengkak, Harga Bawang Merah dan Sayur Meroket, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

0
Warga saat belanja di pasar basah di Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Harga kebutuhan pokok, khususnya sayuran dan bumbu dapur, kembali melonjak tajam dalam dua hari terakhir. Kenaikan ini terjadi di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Sagulung, Batam. Kondisi ini membuat para ibu rumah tangga mulai mengeluh lantaran pengeluaran belanja harian ikut membengkak.

Anita, salah satu ibu rumah tangga di Sagulung yang ditemui saat berbelanja di Pasar Sagulung, Rabu (23/7), mengaku terkejut dengan lonjakan harga yang terjadi mendadak.

“Biasanya bawang merah saya beli Rp15 ribu per kilo, sekarang sudah Rp22 ribu. Bawang putih juga naik dari Rp30 ribu jadi Rp35 ribu per kilo,” keluhnya.

Tak hanya bumbu dapur, beberapa jenis sayuran pun ikut mengalami kenaikan signifikan. Sayur kol misalnya, kini dijual dengan harga Rp12 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp8 ribu. Sayur bayam dan kangkung pun dibanderol dengan harga sama, Rp12 ribu per ikat, yang sebelumnya lebih murah.

Sementara itu, harga cabai masih bertahan di angka Rp60 ribu per kilogram. Meski tidak mengalami kenaikan, harga ini tetap dianggap tinggi oleh sebagian warga karena sudah bertahan cukup lama di angka tersebut.

Agus, salah seorang pedagang sayur di Pasar Sagulung, membenarkan bahwa kenaikan harga ini terjadi sejak dua hari terakhir. Ia sendiri tidak mengetahui secara pasti penyebab pastinya, namun mengaku bahwa harga dari pemasok atau grosir memang sudah naik saat ia belanja di pagi hari.

“Kalau dari kita ikut harga grosir. Dua hari ini memang semua barang naik. Kita juga bingung, mungkin karena cuaca atau distribusi dari luar kota terganggu,” ujarnya. Para pedagang pun berharap kondisi ini tidak berlangsung lama agar konsumen tidak lari.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi ibu rumah tangga dalam mengatur anggaran rumah tangga harian. Mereka berharap pemerintah atau dinas terkait dapat segera mengecek dan menstabilkan harga-harga di pasar, khususnya untuk kebutuhan pokok yang sangat vital.

Pantauan di Pasar Sagulung menunjukkan bahwa lonjakan harga terjadi secara merata di sejumlah lapak pedagang. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada daya beli masyarakat. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Belanja Harian Membengkak, Harga Bawang Merah dan Sayur Meroket, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kepri Targetkan Rp17 Triliun dari Sektor Pariwisata di 2025

0
Kepala Dispar Kepri Hasan
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata mencapai Rp17 triliun pada tahun 2025.

Target tersebut dihitung berdasarkan estimasi pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) selama berada di Kepri.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Hasan, mengatakan pihaknya memproyeksikan setiap wisman menghabiskan sekitar 296 dolar AS, sementara setiap wisnus diperkirakan membelanjakan sekitar Rp2,2 juta.

“Kita hitung berdasarkan ‘spending money’ wisatawan. Maka dari itu, target pendapatan mencapai Rp17 triliun,” ujar Hasan, Rabu (23/7).

Adapun jumlah kunjungan wisatawan yang ditargetkan tahun ini yaitu 2,4 juta kunjungan wisman dan 3,5 juta kunjungan wisnus. Untuk mencapainya, Hasan menyebut perlunya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha pariwisata.

“Target ini tentu tidak bisa dicapai sendiri. Pemerintah dan pelaku pariwisata harus bekerja sama,” katanya.

Hasan juga menyoroti potensi sektor labuh jangkar yang selama ini belum banyak dilirik. Menurutnya, para pekerja kapal yang bersandar di perairan Batam dan Tanjung Uban, Bintan, bisa menjadi bagian dari pasar wisata Kepri.

“Pekerja kapal yang labuh jangkar ini juga punya potensi belanja yang harus dimaksimalkan,” jelasnya.

Selain itu, Dispar Kepri akan memperkuat promosi destinasi wisata serta mendukung pelaksanaan event-event pariwisata yang digelar di kabupaten/kota. Hasan berharap adanya koordinasi yang kuat agar informasi wisata bisa lebih tersampaikan ke publik.

“Kabupaten/kota punya event masing-masing. Harus ada koordinasi supaya promosi lebih maksimal dan menarik minat wisatawan,” katanya.

Menurut Hasan, perputaran uang sebesar Rp17 triliun dari sektor pariwisata tak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi pada PAD kabupaten/kota melalui pajak hotel, restoran, dan sektor terkait lainnya.

“Sebagian dari Rp17 triliun itu tentu akan masuk sebagai PAD daerah, terutama dari pajak hotel dan restoran,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Kepri Targetkan Rp17 Triliun dari Sektor Pariwisata di 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

Sampah Tak Terangkut, Sagulung Dipenuhi TPS Liar

0
Sampah menumpuk di pinggiran jalan di Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Persoalan sampah masih menjadi masalah serius yang belum terselesaikan di Kecamatan Sagulung. Penumpukan sampah terlihat di berbagai sudut wilayah, mulai dari tong depan rumah warga hingga menggunung di pinggir jalan utama. Kondisi ini menimbulkan keluhan luas di tengah masyarakat yang resah dengan dampaknya.

Tak hanya memunculkan aroma tak sedap, tumpukan sampah juga memicu masalah kesehatan dan gesekan sosial antar warga. Sebagian warga saling menyalahkan satu sama lain karena tidak disiplin dalam membuang sampah, padahal akar permasalahan terletak pada sistem pengangkutan sampah yang tidak berjalan maksimal.

Aldi, salah seorang warga, mengungkapkan alasan banyak warga memilih membuang sampah ke pinggir jalan. “Di dalam pemukiman itu kadang sampah gak diangkut berhari-hari. Akhirnya kami bawa keluar dan buang di pinggir jalan, karena kalau dibiarkan di depan rumah, baunya luar biasa,” ujarnya.

Aldi menambahkan, dirinya dulu merasa jengkel melihat warga lain membuang sampah sembarangan. Namun seiring waktu, ia mulai memahami penyebabnya. “Dulunya saya benci lihat orang buang sampah di luar, tapi makin ke sini jadi masuk akal. Karena kalau tidak dibuang ke luar, sampah numpuk sampai digantung di pohon depan rumah,” ungkapnya.

Penumpukan ini kian memperparah wajah kota dan berpotensi menjadi sumber penyakit. Sejumlah titik bahkan menjadi “TPS liar” karena warga menjadikannya tempat alternatif pembuangan. Ironisnya, sebagian tumpukan tidak segera diangkut oleh petugas kebersihan.

Camat Sagulung, M Hafiz, mengakui persoalan ini sebagai tantangan yang belum sepenuhnya teratasi. Menurutnya, keterbatasan armada pengangkut menjadi kendala utama dalam menjangkau seluruh wilayah padat penduduk secara merata. “Jumlah armada kita terbatas, apalagi Sagulung ini kawasan padat. Tidak semua tempat bisa dijangkau sekaligus,” katanya.

Meski demikian, Hafiz tetap mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di pinggir jalan. Ia berharap masyarakat tetap menjaga lingkungan sambil pihak kecamatan mencari solusi jangka panjang bersama dinas terkait.

Pihak kecamatan, lanjut Hafiz, tengah mengupayakan pengaturan ulang jadwal pengangkutan dan kemungkinan penambahan armada. Namun ia juga meminta peran aktif warga untuk turut menjaga kebersihan dan tidak menciptakan TPS liar di sembarang tempat.

“Kami juga akan coba tindak lanjuti laporan masyarakat dan melakukan evaluasi kawasan rawan tumpukan sampah. Tapi kami sangat butuh kerjasama semua pihak, karena soal sampah ini tidak bisa selesai hanya oleh pemerintah,” tambah Hafiz.

Masyarakat berharap masalah ini segera diatasi agar tidak terus menjadi polemik. Selain memperburuk estetika lingkungan, penumpukan sampah juga berpotensi menimbulkan penyakit dan mencoreng wajah kota yang seharusnya bersih dan sehat. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Sampah Tak Terangkut, Sagulung Dipenuhi TPS Liar pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalur Padat ke Pelabuhan Sagulung Ditambal, Warga Dorong Perbaikan Total

0
Perbaikan jalan rusak menuju pelabuhan Sagulung kembali dilanjutkan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Perbaikan jalan rusak menuju Pelabuhan Sagulung kembali dilanjutkan. Setelah sebelumnya dilakukan penambalan di dekat gerbang pelabuhan, kini pengerjaan serupa mulai dilakukan dari arah simpang Polsek Batuaji. Proyek perbaikan dilakukan dengan cara mengerok aspal yang rusak lalu dilapisi dengan semenisasi atau coran beton.

Pantauan di lapangan Rabu (23/7), terdapat belasan titik jalan yang sudah ditambal. Meskipun demikian, kondisi jalan secara keseluruhan masih jauh dari kata baik. Masih banyak titik yang terlihat pecah-pecah dan berlubang, membuat pengendara tetap harus ekstra hati-hati saat melintas.

Warga pengguna jalan yang dimintai tanggapannya mengaku senang ada perbaikan, namun mereka berharap upaya ini tidak berhenti pada tambal sulam semata. “Kami harap pemerintah memperbaiki jalan ini secara menyeluruh, bukan sekadar ditambal. Karena ini jalan padat kendaraan berat, cepat rusak lagi,” ujar Hanifa, warga Sagulung.

Baca Juga: Jalan Rusak ke Pelabuhan Sagulung Mulai Ditambal, Warga Harap Perbaikan Menyeluruh

Senada dengan itu, Hendrik, warga lainnya, menyebut tambal sulam hanya solusi jangka pendek. “Kalau tidak diperbaiki menyeluruh dan diperkuat, ya tetap aja rusak lagi. Jalur ini ramai dilalui truk-truk besar setiap hari,” keluhnya.

Perbaikan yang dilakukan saat ini dinilai belum cukup menjawab kebutuhan masyarakat dan pengguna jalan yang tiap hari melewati akses tersebut. Apalagi jalan ini merupakan penghubung utama menuju pelabuhan yang menjadi simpul penting distribusi barang dan logistik di kawasan Sagulung.

Hingga hari ini, lalu lintas di sekitar lokasi perbaikan masih cukup lancar, meski sedikit tersendat di beberapa titik pengerjaan. Separuh jalan tertutup coran semen yang baru dikerjakan, sementara arus kendaraan harus bergantian melintas.

Sebelumnya, Lurah Seibinti, Jamil, menyampaikan bahwa perbaikan menyeluruh jalan ini sudah diusulkan dalam Musrenbang dan berharap segera terealisasi. Ia juga mengapresiasi upaya penambalan sebagai bentuk respon cepat atas keluhan warga.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, juga menyebut pelebaran dan perbaikan total jalan masih akan difokuskan ke jalur-jalur utama, seperti di simpang Puteri Hijau Jalan R Suprapto, sambil menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

Dengan proyek penambalan yang terus berlangsung, masyarakat kini menanti langkah lanjut dari Pemko Batam agar akses jalan ke Pelabuhan Sagulung benar-benar diperbaiki secara menyeluruh dan tahan lama. Jalan yang baik dinilai akan sangat mendukung aktivitas ekonomi serta kenyamanan masyarakat dalam bertransportasi. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jalur Padat ke Pelabuhan Sagulung Ditambal, Warga Dorong Perbaikan Total pertama kali tampil pada Metropolis.

Iran Tegaskan Tak Akan Menyerah Soal Pengayaan Uranium, Meski Diserang AS dan Israel

0
Iran pastikan negara lain tak keluar dari Perjanjian Nuklir Iran.

batampos – Teheran tetap mempertahankan program nuklirnya meski mengalami kerusakan besar akibat serangan udara gabungan Israel dan Amerika (AS) beberapa waktu lalu. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebut pengayaan uranium adalah soal harga diri nasional.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran tidak akan menghentikan program pengayaan uranium, meskipun fasilitas nuklirnya mengalami kerusakan parah akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel bulan lalu.

“Memang sekarang terhenti karena kerusakannya serius dan berat. Tapi jelas, kami tidak bisa menyerah terhadap pengayaan ini karena ini adalah pencapaian ilmuwan kami. Dan lebih dari itu, ini menyangkut harga diri nasional,” ujar Araghchi dalam wawancara eksklusif dengan Fox News, yang ditayangkan pada Senin (21/7).

Pernyataan tersebut menandai sikap tegas Iran terhadap tekanan Barat, khususnya Amerika Serikat, yang menuduh Teheran menyembunyikan ambisi membuat senjata nuklir. Araghchi membantah tudingan itu dan menegaskan bahwa program nuklir Iran semata-mata untuk tujuan damai.

“Kami siap melakukan langkah-langkah pembangunan kepercayaan untuk membuktikan bahwa program nuklir Iran adalah damai dan akan tetap damai selamanya. Iran tidak akan pernah mengejar senjata nuklir. Sebagai imbalannya, kami berharap sanksi dicabut,” tegasnya dikutip via Al-Jazeera.

Dalam wawancara berdurasi 16 menit tersebut, Araghchi juga menyatakan bahwa Iran terbuka untuk bernegosiasi dengan AS, namun belum siap untuk melakukan pembicaraan langsung dalam waktu dekat. “Jika mereka datang dengan solusi win-win, saya siap berdialog,” tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan baru antara Teheran dan Washington setelah runtuhnya negosiasi terbaru pada Mei lalu.

Ketegangan semakin memuncak ketika Israel meluncurkan serangan mendadak ke sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran pada 13 Juni lalu, yang menyebabkan lebih dari 900 korban jiwa di Iran dan 28 di Israel, sebelum gencatan senjata dicapai pada 24 Juni.

Serangan tersebut juga melibatkan militer AS. Pentagon mengklaim bahwa serangan itu telah menunda program nuklir Iran selama satu hingga dua tahun.

Namun Araghchi menyebut bahwa Badan Energi Atom Iran masih mengevaluasi dampak kerusakan terhadap material uranium yang diperkaya, dan akan segera melaporkan temuannya kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

“Kami belum menghentikan kerja sama kami dengan badan tersebut,” kata Araghchi, meskipun Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya telah menandatangani undang-undang untuk menangguhkan kerja sama dengan IAEA menyusul resolusi pada 12 Juni yang menuduh Teheran tidak mematuhi kewajibannya.

Iran mengecam resolusi itu dan menyebutnya sebagai dalih yang digunakan Israel untuk melancarkan serangan militer. (*) 

Sumber: JP Group

Artikel Iran Tegaskan Tak Akan Menyerah Soal Pengayaan Uranium, Meski Diserang AS dan Israel pertama kali tampil pada News.