Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 1226

Tiang Listrik Nyaris Tumbang Diterpa Angin Kencang di Tanjunguban, Listrik Sempat Padam

0
Tiang listrik nyaris tumbang
Tiang listrik miring dan nyaris tumbang di dekat Dahope, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, pada Minggu (3/8) siang. F. PLN Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos – Tiang listrik milik PLN nyaris tumbang akibat angin kencang yang disertai hujan deras di kawasan Dahope, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Minggu (3/8). Kejadian ini sempat membuat warga panik dan menyebabkan pemadaman listrik sementara di sebagian wilayah.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak sebuah tiang PLN miring hampir roboh ke badan jalan. Seorang perempuan dalam video terdengar berteriak panik memperingatkan warga agar menjauh dari lokasi. “Mundur, mundur! Tengok tiang listriknya!” teriaknya.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan laporan dari warga langsung ditindaklanjuti oleh petugas PLN.

Sementara, Manajer PLN Tanjunguban, Suherman Nainggolan, menjelaskan tiang listrik tersebut mengalami patah saat angin kencang melanda sekitar pukul 12.53 WIB.

“Tiangnya patah karena angin ribut, tapi karena masih ditahan tiang di kanan kirinya, tidak sampai tumbang ke jalan,” kata Suherman saat dikonfirmasi Minggu sore.

Ia menyebutkan, pihaknya terpaksa memadamkan listrik di sekitar lokasi demi alasan keselamatan. Namun, pemadaman tidak menyeluruh. “Tidak semua padam, hanya sebagian untuk antisipasi,” ujarnya.

Penanganan dilakukan dengan mendatangkan tim bantuan dari PLN Tanjungpinang serta menggunakan crane untuk memperbaiki posisi tiang. Setelah proses evakuasi dan perbaikan, listrik berhasil dinyalakan kembali.

“Alhamdulillah sekitar pukul 17.56 WIB, listrik sudah kembali normal,” tutup Suherman. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Tiang Listrik Nyaris Tumbang Diterpa Angin Kencang di Tanjunguban, Listrik Sempat Padam pertama kali tampil pada Kepri.

Cabuli Bocah, Pemuda di Bintan Dijerat UU Perlindungan Anak

0
Kasus cabul Bintan
Pemuda pelaku pencabulan anak di bawah umur digiring ke ruangan Unit Reskrim Polsek Bintan Timur. F. Daeng Salamun untuk Batam Pos.

batampos – Seorang pemuda berinisial DS (19) ditangkap polisi usai mencabuli seorang bocah perempuan berusia 13 tahun di Bintan. Pelaku kini telah ditahan di Polsek Bintan Timur.
Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun, menjelaskan kasus ini terungkap setelah pelaku mendatangi rumah korban pada Minggu (3/8). Di hadapan orang tua korban, pelaku mengakui perbuatannya dan berniat bertanggung jawab dengan menikahi korban jika sampai hamil.
“Pelaku datang untuk meminta maaf dan berjanji akan menikahi korban jika hamil,” ujar Daeng.
Namun, orang tua korban yang tidak terima langsung melaporkan perbuatan pelaku ke polisi. Berdasarkan laporan tersebut, polisi segera melakukan penangkapan.
DS ditangkap di rumahnya pada Jumat (1/8) dan langsung digiring ke kantor polisi. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah berhubungan layaknya suami istri dengan korban pada Mei lalu.

Awalnya, pelaku mengajak korban untuk menemui temannya di sebuah hotel. Saat kejadian, teman pelaku sudah tidak ada di lokasi.
“Temannya sudah tidak ada di hotel saat kejadian,” tambah Daeng.

Atas perbuatannya, DS dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Kasus ini masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Bintan Timur. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Cabuli Bocah, Pemuda di Bintan Dijerat UU Perlindungan Anak pertama kali tampil pada Kepri.

Gebyar Drumband Pelajar Kepri 2025 di Bintan, 18 Sekolah Tampil Memukau

0
Gebyar Drumband Bintan
Pelajar yang memeriahkan Gebyar Drum Band Pelajar se-Provinsi Kepri di Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (3/8). F. Andi untuk Batam Pos.

batampos – Ratusan masyarakat antusias menyaksikan Gebyar Drumband Pelajar Se-Provinsi Kepri yang digelar di Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (3/8). Kegiatan ini menampilkan pertunjukan drumband dan street parade dari para pelajar berbagai tingkatan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA.

Ajang ini diselenggarakan oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Cabang Bintan sebagai bagian dari program pembinaan pelajar di bidang seni dan olahraga.

Rute parade dimulai dari simpang jalan Korindo Kawal dan berakhir di depan Gedung Community Centre. Total terdapat 18 grup drumband yang tampil, membawa berbagai atraksi menarik yang memukau penonton sepanjang rute.

Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi tinggi semangat dan kreativitas para pelajar. Ia menilai kegiatan ini penting untuk menumbuhkan karakter, kompetensi, dan semangat berprestasi di kalangan generasi muda.

“Anak-anak kita hari ini benar-benar menunjukkan penampilan luar biasa. Kreativitas mereka patut terus didukung karena ini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter,” ujar Deby.

Ketua DPRD Bintan sekaligus Dewan Penasehat PDBI Bintan, Fiven Sumanti, menyampaikan bahwa ini merupakan pertama kalinya kegiatan Gebyar Drumband digelar di Bintan.

Ia juga mengumumkan rencana penyelenggaraan Marching Championship pada Oktober mendatang yang akan melibatkan lebih banyak peserta.

Sementara itu, Ketua PDBI Bintan, Agel Hendri, menjelaskan bahwa PDBI memiliki dua program utama, yakni Gebyar Drumband dan Marching Championship. Ke depan, Gebyar Drumband direncanakan akan digelar rutin setiap Mei, bertepatan dengan peringatan Bulan Pendidikan. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Gebyar Drumband Pelajar Kepri 2025 di Bintan, 18 Sekolah Tampil Memukau pertama kali tampil pada Kepri.

Penundaan Investasi di Rempang Dinilai Kabur, BP Tetap Jalan, Warga Desak Proyek Dihentikan Total

0
Pemukiman masyarakat Sembulang yang mulai diratakan karena proyek PSN Rempang Eco City. Foto: Eusebius

batampos –  Menteri Transmigrasi (Mentrans) RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa pemerintah pusat mengusulkan penundaan investasi di Pulau Rempang, tepatnya di kawasan Sembulang. Namun, penundaan itu hanya berlaku di titik-titik yang masih menghadapi resistensi dari masyarakat.

Menurut iftitah, hal itu merupakan bentuk respon terhadap kondisi sosial yang belum kondusif di lapangan. Peenundaan hanya akan dilakukan di area tertentu yang masih mengalami penolakan dari warga, bukan di seluruh wilayah Pulau Rempang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut pihaknya belum menerima informasi resmi dan konkret dari pemerintah pusat mengenai penundaan investasi tersebut. Hingga kini proyek masih berjalan sesuai rencana.

“Kita belum dapat informasi detail soal itu. Jadi kami terus berjalan pada relnya, sesuai dengan perencanaan yang sudah dibahas bersama, terutama penyiapan infrastruktur,” katanya, Minggu (3/7).

Meski demikian, sikap BP Batam yang tetap melanjutkan pembangunan memicu kritik dari warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Rempang Galang (Amar-GB). Ketua Amar-GB, Saka, menyebut pernyataan soal penundaan hanyalah permainan kata yang tidak memberikan kejelasan bagi masyarakat.

“Harusnya lobi kami yang ditanggapi. ‘Ditunda’ itu bahasa tidak jelas. Masyarakat dibuat kebingungan dan terus dipermainkan oleh kebijakan pemerintah,” ujar, Sabtu (2/7).

Masyarakat menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang bukan untuk ditunda, melainkan dihentikan sepenuhnya. Ia menilai, pemerintah seharusnya mengakui hak-hak masyarakat adat yang sudah lama bermukim di wilayah tersebut.

Menurut catatan Amar-GB, sedikitnya terdapat 16 kampung tua di Pulau Rempang-Galang yang keberadaannya sudah ada bahkan sebelum Indonesia merdeka. Salah satu kampung tersebut berada di Sembulang, lokasi yang kini disebut sebagai titik penundaan investasi.

“Yang kami perjuangkan adalah pengakuan atas tanah kampung kami. Kami bukan menolak pembangunan, tapi kami ingin tempat tinggal kami diakui dan dilindungi,” ujar Saka.

Hingga kini, ketegangan antara rencana pembangunan kawasan industri di Rempang dengan masyarakat adat setempat masih belum menemukan titik temu. Pemerintah pusat, BP Batam, dan warga masih tarik-menarik dalam narasi kebijakan yang belum menyentuh akar persoalan. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Penundaan Investasi di Rempang Dinilai Kabur, BP Tetap Jalan, Warga Desak Proyek Dihentikan Total pertama kali tampil pada Metropolis.

Makin Parah, Pemadaman Listrik di Siantan Anambas 10 Jam per Hari

0
Pemadaman listrik Anambas
Salah satu warga sedang menghidupkan mesin genset pribadi imbas defisit listrik di Pulau Siantan, Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Krisis listrik di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, makin parah. Warga kini harus menghadapi pemadaman hingga 10 jam per hari akibat dua mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Tarempa rusak secara bersamaan.

Kondisi ini menyebabkan defisit daya mencapai 800 kilowatt (kW). Saat ini, daya yang tersedia hanya 2.400 kW, sementara kebutuhan normal masyarakat Siantan mencapai 3.200 kW.

Hal ini terungkap saat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Anambas meninjau langsung lokasi PLTD Tarempa pada Sabtu (2/8).

“Dua mesin rusak, akibatnya kita kekurangan 800 kW. Solusinya adalah pemadaman bergilir,” ujar Kepala Bakesbangpol Anambas, Herry Fakhrizal, Minggu (3/8).

Menurutnya, mesin MTU 3 rusak karena korsleting pada gulungan dinamo yang menyebabkan overheat hingga menimbulkan kebakaran lokal.

Sementara, kerusakan pada mesin MTU 4 diduga disebabkan oleh akumulasi panas dan gangguan sistem pelumasan, yang mempercepat keausan komponen.

“Usia kedua mesin sudah lebih dari 10 tahun. Kalau tidak dirawat secara intensif, sangat rentan mengalami kerusakan,” tambah Herry.

Untuk percepatan perbaikan, empat teknisi dari PLN Tanjungpinang telah diterjunkan ke Tarempa. Targetnya, proses pemulihan bisa rampung maksimal dalam 10 hari sejak 1 Agustus.

Akibat kerusakan tersebut, jadwal pemadaman listrik di Pulau Siantan mengalami perubahan signifikan. Dari sebelumnya sekali sehari selama maksimal tiga jam, kini menjadi dua kali dalam sehari, masing-masing berdurasi lima jam. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Makin Parah, Pemadaman Listrik di Siantan Anambas 10 Jam per Hari pertama kali tampil pada Kepri.

Bawaslu Lingga Sosialisasi JDIH Lewat X-Banner di Kedai Kopi dan Pelabuhan

0
Sosialisasi JDIH
Sosialisasi JDIH melalui X-Banner Barcode oleh Bawaslu Lingga yang dipasang di salah satu kedai kopi, Sabtu malam (2/8). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lingga terus berinovasi dalam menyosialisasikan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) kepada masyarakat.

Salah satu terobosan terbaru adalah pemasangan X-Banner berisi barcode link JDIH di dua titik strategis: Kedai Kopi Balang Daik dan Pelabuhan Sei Tenam.

Melalui X-Banner ini, masyarakat cukup memindai QR Code menggunakan ponsel pintar untuk mengakses laman resmi JDIH Bawaslu Lingga.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengunduh aplikasi JDIH Bawaslu RI melalui Playstore untuk mendapatkan informasi hukum secara lebih lengkap dan mudah.

“Inisiatif ini kami lakukan agar masyarakat, termasuk di daerah pesisir, bisa lebih mudah mendapatkan akses terhadap informasi hukum. Sekarang cukup pakai HP, siapa pun bisa tahu regulasi, keputusan hingga pedoman dari Bawaslu,” ujar Ijuanda, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Lingga, Minggu (3/8).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan hukum berbasis digital dan komunitas. Kedai kopi sebagai ruang diskusi warga, serta pelabuhan sebagai titik mobilitas masyarakat antarpulau, dinilai strategis dalam menyampaikan informasi hukum secara langsung dan tepat sasaran.

Respons masyarakat pun positif. Beberapa pengunjung terlihat langsung memindai barcode dan menjelajahi konten JDIH, bahkan tertarik mengunduh aplikasinya.

“Sangat membantu. Nggak perlu repot cari-cari lagi di Google. Tinggal scan, langsung muncul semua dokumen penting dari Bawaslu,” kata salah satu pengunjung Kedai Kopi Balang.

Bawaslu Lingga berharap media informasi ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap regulasi kepemiluan serta mendorong partisipasi aktif dalam mengawal demokrasi yang bersih dan adil. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Bawaslu Lingga Sosialisasi JDIH Lewat X-Banner di Kedai Kopi dan Pelabuhan pertama kali tampil pada Kepri.

KMP Paray Docking, Tak Ada Kapal Pengganti Lintasan Jagoh – Penarik

0
KMP Paray
KMP Paray saat bersandar di Pelabuhan Roro Jagoh. Lingga. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Paray yang melayani rute utama Jagoh – Penarik menjalani perawatan tahunan atau docking sejak 27 Juli 2025. Proses ini diperkirakan berlangsung selama 25 hari ke depan.

Selama masa docking, PT ASDP Indonesia Ferry tidak menyiapkan kapal pengganti untuk rute vital yang menghubungkan Pulau Singkep dengan pusat pemerintahan Kabupaten Lingga di Daik. Akibatnya, distribusi logistik dan mobilitas warga terganggu.

Bahan pokok dari Singkep kini harus disalurkan menggunakan kapal kayu dari Pelabuhan Dabo menuju Pelabuhan Daik Lingga.

Tak hanya itu, para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga yang rutin menyeberang ke Daik untuk bekerja, terpaksa beralih ke moda transportasi lain seperti kapal ferry cepat dan speedboat dari Pelabuhan Jagoh dan Kote.

Namun, opsi transportasi alternatif ini memicu keluhan karena biayanya lebih mahal. Tarif kapal cepat dan speedboat berkisar antara Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per orang sekali jalan, sedangkan tarif KMP Paray hanya sekitar Rp15 ribu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal, membenarkan bahwa KMP Paray sedang menjalani perawatan rutin demi menjamin keselamatan pelayaran.

“Ini adalah perawatan tahunan untuk memastikan kapal tetap layak dan aman. Kami mohon masyarakat bersabar hingga proses docking selesai,” kata Hendry, Minggu (3/8).

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada informasi resmi dari pihak ASDP terkait kemungkinan pengadaan kapal pengganti selama proses perawatan berlangsung.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan mobilitas dan tetap waspada selama menggunakan transportasi alternatif. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel KMP Paray Docking, Tak Ada Kapal Pengganti Lintasan Jagoh – Penarik pertama kali tampil pada Kepri.

SMKN 1 Batam Juara Hi School Futsal Championship 2025: Tundukkan SMAN 5 Batam 2-0 di Final

0
 Laga puncak Hi School Futsal Championship 2025 dimenangkan SMKN 1 Batam dengan skor 2-0 lawan SMAN 5 Batam.

batampos – Laga puncak Hi School Futsal Championship 2025 yang digelar di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Minggu (3/8), menghadirkan pertarungan sengit antara dua tim kuat pelajar Kepri, yakni SMKN 1 Batam dan SMAN 5 Batam. Dalam pertandingan bergengsi tersebut, SMKN 1 Batam tampil gemilang dan berhasil keluar sebagai juara usai menundukkan SMAN 5 Batam dengan skor meyakinkan 2-0.

Turnamen tahunan yang diikuti oleh 32 tim dari SMA, SMK, dan MA se-Kepri ini berlangsung meriah dan sukses, serta turut disaksikan langsung oleh Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Kehadiran beliau menambah semangat para pemain dan suporter yang memadati venue pertandingan.

“Saya sangat mengapresiasi semangat, sportivitas, dan antusiasme para pelajar. Kompetisi ini menjadi wadah positif untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul di bidang olahraga,” ujar Amsakar dalam sambutannya.

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Sejak peluit awal dibunyikan, SMKN 1 Batam langsung mengambil inisiatif serangan dengan penguasaan bola yang rapi dan tembakan bertubi-tubi ke arah gawang SMAN 5 Batam. Namun, hingga babak pertama usai, skor tetap imbang 0-0 karena ketangguhan kedua kiper.

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung lebih terbuka. SMKN 1 Batam akhirnya memecah kebuntuan lewat skema umpan satu-dua yang efektif, membuat mereka unggul 1-0.

Tak berselang lama, sebuah serangan balik cepat kembali membobol gawang SMAN 5 dan mengunci kemenangan menjadi 2-0.

“Kami tampil percaya diri. Saya memberikan kepercayaan penuh kepada pemain, dan mereka membalasnya dengan mentalitas juara. Dukungan luar biasa dari suporter sangat membantu kami,” ujar pelatih SMKN 1 Batam, Eko.

Sementara itu, dalam perebutan tempat ketiga, MAN 2 Batam berhasil mengatasi perlawanan SMAN 3 Batam dengan skor 2-0. Pertandingan berlangsung keras dan sarat gengsi, dengan duel-duel sengit di lini tengah yang memicu sorakan meriah dari suporter kedua tim.

Pada babak semifinal sebelumnya, SMKN 1 Batam menyingkirkan MAN 2 Batam dengan skor 2-0, sedangkan SMAN 5 Batam menundukkan SMAN 3 Batam 2-1.

Direktur UT Batam, Angga Sucitra, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran turnamen yang telah digelar untuk keempat kalinya ini.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta dan suporter sangat tinggi. Tahun ini ada 32 tim yang ikut serta tanpa dipungut biaya. Tujuan utama kami adalah mendekatkan UT Batam dengan pelajar, serta mendorong prestasi di bidang non-akademik,” jelasnya.

Menurut Angga, pemilihan sekolah peserta juga mempertimbangkan jumlah alumni yang melanjutkan studi di UT Batam, akreditasi sekolah, dan kemitraan akademik yang terjalin. Ia berharap ke depan event ini bisa diperluas hingga melibatkan sistem kualifikasi tingkat kecamatan dan juga membuka kategori tim putri.

“Tahun depan bertepatan dengan momen Piala Dunia 2026. Kami berencana menggelar event dengan skala lebih besar dan melibatkan lebih banyak peserta,” tambah Angga.

Amsakar Achmad juga menegaskan komitmen pemerintah mendukung sarana dan prasarana kegiatan olahraga di Batam. Ia menilai, ajang seperti ini mampu mengarahkan energi generasi muda pada hal-hal positif.

“Kompetisi seperti ini adalah ruang untuk pembinaan karakter, sportivitas, dan solidaritas. Siapa tahu dari sini lahir atlet Kepri yang bisa tampil di ajang nasional bahkan internasional,” ujarnya .

Dengan semangat tinggi dan dukungan semua pihak, Hi School Futsal Championship 2025 telah membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi jembatan membentuk karakter pelajar yang kuat, sportif, dan berprestasi. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel SMKN 1 Batam Juara Hi School Futsal Championship 2025: Tundukkan SMAN 5 Batam 2-0 di Final pertama kali tampil pada Olahraga.

Genangan Air Ganggu Lalu Lintas di Batuaji dan Sagulung, Drainase Jadi Sorotan

0
Genangan air di jalan menuju kaveling baru, Sagulung yang tergenang air. F. Eusebius Sara

batampos – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam pada Minggu (3/8) siang mengakibatkan genangan air di sejumlah ruas jalan, khususnya di wilayah Batuaji dan Sagulung.

Meski tidak sampai menyebabkan banjir besar, genangan cukup menghambat arus lalu lintas dan membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.

Pantauan di lapangan, genangan paling banyak terjadi di jalan-jalan masuk pemukiman, seperti kawasan Marina, Tanjungriau, dan jalan masuk kavling baru Sagulung. Beberapa titik di jalan utama juga terdampak, antara lain Jalan Marina City, Jalan R. Suprapto di depan SPBU Simpang Basecamp, serta Jalan Brigjen Katamso dekat SPBU Tanjunguncang.

“Genangan memang tidak tinggi, tapi cukup mengganggu. Kami harus pelan-pelan supaya air tidak nyiprat ke pengendara lain. Ini sangat memperlambat laju kendaraan,” ujar Ardian, seorang pengguna jalan yang sehari-hari melintasi kawasan Sagulung, Minggu sore.

Masalah utamanya adalah posisi badan jalan yang lebih rendah dari median jalan dan sistem drainase. Tidak adanya jalur keluar air menyebabkan air hujan mengendap di badan jalan. Selain itu, drainase di beberapa lokasi terlihat tersumbat oleh sampah dan tanah, bahkan beberapa di antaranya menyempit karena abrasi dan longsor akibat tidak adanya penguat seperti batumiring atau semenisasi.

Pemerintah Kota Batam sendiri saat ini masih fokus pada program peningkatan akses jalan. Namun, beberapa waktu lalu, tim gabungan dari Pemko Batam dan BP Batam sudah mulai melakukan survei lapangan untuk program normalisasi drainase sebagai langkah antisipasi jangka panjang.

Warga berharap agar perbaikan tidak hanya fokus pada pelebaran jalan, namun juga sistem drainase yang selama ini terabaikan. “Jalan lebar tidak ada gunanya kalau air tergenang dan memperlambat laju kendaraan. Drainase harus diprioritaskan,” ujar Rusman, tokoh masyarakat di Marina.

Dengan curah hujan yang masih cukup tinggi beberapa waktu ke depan, upaya pencegahan melalui perbaikan drainase diharapkan bisa dipercepat agar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

 

Artikel Genangan Air Ganggu Lalu Lintas di Batuaji dan Sagulung, Drainase Jadi Sorotan pertama kali tampil pada Metropolis.

Iptu Rabul Yamin dan Ipda Yodiahyari Jabat Kapolsek Baru di Bintan

0
Sertijab Kapolsek Bintan
Pejabat baru Polres Bintan diambil sumpah saat sertijab di halaman Mapolres Bintan, Sabtu (2/8). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Dua jabatan Kapolsek di jajaran Polres Bintan resmi berganti. Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin langsung Kapolres Bintan, AKBP Yunita Stevani, di halaman Mapolres Bintan, Sabtu (2/8).

Kapolsek Gunung Kijang yang sebelumnya dijabat Iptu Jul Ilham kini digantikan oleh Iptu Rabul Yamin. Sementara itu, Iptu Jul Ilham dipromosikan menjadi Wakapolsek Bintan Utara.

Sedangkan Kapolsek Teluk Bintan kini dijabat oleh Ipda Muhammad Yodiahyari, menggantikan Iptu Syamsuriya yang berpindah tugas sebagai Wakapolsek Bintan Timur.

Kapolres Bintan, AKBP Yunita Stevani, menyebut rotasi jabatan dalam tubuh Polri merupakan hal lumrah sebagai bagian dari pembinaan karir, promosi, dan penyegaran organisasi.

“Mutasi jabatan ini untuk meningkatkan kinerja personel dan menciptakan regenerasi kepemimpinan di lingkungan Polri,” ujar Yunita.

Ia menekankan agar para kapolsek yang baru dilantik mampu melanjutkan capaian positif kapolsek sebelumnya dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kepada para wakapolsek, bantu kapolsek dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, serta hadirkan pelayanan yang humanis dan responsif di tengah masyarakat,” pesannya.

Dengan penyegaran ini, diharapkan institusi Polri di wilayah Bintan dapat semakin solid dalam menjalankan tugas dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Iptu Rabul Yamin dan Ipda Yodiahyari Jabat Kapolsek Baru di Bintan pertama kali tampil pada Kepri.