Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 12296

Eksotisme Empat Klenteng dan Satu Vihara

0
Sejumlah wisatawan berkeliling melihat Klenteng tua di Senggarang, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Tanjungpinang bukan sekadar tepi laut. Mainlah ke Senggarang. Ujung kota yang menyimpan eksotisme tempat wisata berupa lima rumah ibadah berusia lebih dari seabad lamanya.

Tanjungpinang memiliki tata kelola pembangunan yang terbilang unik. Khususnya di bidang keagamaan. Beberapa rumah ibadah dibangun saling berdekatan. Seperti di kawasan jantung perkotaan dengan masjid, gereja, dan vihara yang masing-masing berusia lebih dari satu abad.

Mantan Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A. Manan menyebut hal ini sebagai wujud toleransi tinggi antarumat beragama. Ternyata, bukan hanya di kawasan kota saja. Nun jauh di ceruk kota, tepatnya di kawasan Senggarang, juga terdapat rumah ibadah lintas agama yang berdekatan.

Bahkan, satu komplek. Yakni, klenteng sebagai tempat ibadah kaum Tionghoa Perantauan dan vihara yang jadi tempat peribadatan umat Buddha. Kedua tempat peribadatan ini juga jadi tujuan wisatawan yang berlibur di ibu kota Provinsi Kepri ini.

Menuju Senggarang ada dua pilihan. Pertama lewat jalur laut dengan menggunakan pompong (sampan motor) dari kawasan pelabuhan Tanjungpinang. Dengan moda transportasi ini sepaling lama memerlukan waktu 25 menit. Atau yang kedua, lewat jalur darat.

Budi Ismawan, 36, mengajak seluruh anggota keluarganya berlibur ke Senggarang di akhir pekan lalu. Karyawan perusahaan swasta di Bintan ini mengaku, sebelumnya juga belum pernah ke Senggarang. “Saya aslinya Jawa. Jadi belum semua tempat menarik di Tanjungpinang ini saya kunjungi,” aku bapak tiga anak ini.

Karena dari Tanjunguban, Budi lebih memilih menuju Senggarang via jalur darat dengan mobil pribadinya. Tak lupa serta dibawanya pula bekal makan siang bersama keluarga. Usai melepas penat perjalanan, anak-anak Budi meminta berkeliling komplek tempat peribadatan. Setiap usai berfoto, Budi tak lupa menjelaskan kepada Anggia, putri sulungnya yang berusia 10 tahun tentang toleransi antarumat beragama. “Kalau Kakak kan salatnya di masjid. Yang di sini untuk orang Budha dan Tionghoa,” ucapnya.

Budi dan keluarganya bukan satu-satunya rombongan yang berplesiran ke Senggarang. Ada lima-enam mobil di pelataran parkir. Semakin condong matahari semakain ramai. Bila di luar hari libur, memang nyaris tidak ada aktivitas pariwisata di kawasan Senggarang. Barangkali lantaran letaknya yang berada di sudut ujung kota dan juga minimnya promosi pariwisata.

“Kalau hari biasa sepi. Hanya orang yang mau beribadah saja yang datang ke sini,” kata Nichon,54, pengurus klenteng. Dengan ramah, Nichon menuturkan, ada empat klenteng yang berdiri di Senggarang. “Tapi orang banyak tahunya satu klenteng saja,” ucapnya. Keempat klenteng di Senggarang itu didirikan pada waktu bersamaan, sekitar tahun 1.719. Nichon menjelaskan tiap-tiap klenteng punya fungsi yang berbeda. “Tergantung doanya,” ucap pria kelahiran Senggarang ini.

Pertama, klenteng Sun Te Kong atau klenteng pembukuan. Sebagian warga juga menyebutnya sebagai Kuil Dewa Api. Doa yang dialamatkan di klenteng ini lebih ditujukan untuk memohon keselamatan, kebahagiaan, dan juga kesehatan. Kedua, klenteng Marco. “Atau kuil dewa laut,” jelas Nachon.

Dulunya, kata dia, setiap kapal laut atau para nelayan yang hendak melaut banyak yang berdoa di klenteng ini. Selain memohon keselamatan selama perjalanan di laut, nelayan yang berdoa di sini juga memohon keberlimpahan hasil tangkapan. Ketiga, klenteng Tay Tikong. Lebih dikenal juga sebagai kuil dewa tanah atau dewa bumi. Dibangun bersamaan dengan kelenteng Marco. Letak kelenteng ini sejajar dengan kelenteng Marco, tetapi bangunannya lebih kecil dan paling ujung. Kelenteng Tay Tikong sampai sekarang masih terawat dengan baik. Ada kepercayaan apabila berdoa di kuil ini maka sawah mereka akan berhasil panen dengan baik, serta dapat membangun rumah.

Keempat, kelenteng Tien Shang Miao atau Kamuni. “Banyak orang menyebutnya klenteng beringin. Karena bangunan tersebut banyak ditumbuhi pohon beringin yang menutupi atap dinding bagian luar” ujar Nichon. Lokasinya tidak jauh dari pantai. Kelenteng ini adalah yang terbesar dan diperkirakan sudah berumur 200 tahun. Dahulu kelenteng ini merupakan sebuah rumah tempat tinggal Kapitan. Setelah jabatannya berakhir, rumah ini dijadikan tempat beribadah oleh masyarakat etnis Tionghoa yang tinggal di Senggarang.

Ada pun vihara yang satu kompleks dengan empat klenteng ini adalah Vihara Dharma Sasana. Vihara ini merupakan vihara tertua di Senggarang. Terletak di sebuah lereng yang tidak jauh dari klenteng Sun Te Kong. Keadaanya sampai sekarang masih terawat dengan baik. Vihara ini merupakan tempat ibadah umat Budha yang menganut vegetarian. Yang paling menarik dari vihara ini, adalah patung raksasa yang acap disebut seribu tangan Budha. “Walau sebenarnya hanya ada 42 tangan saja,” lontar Nichon sambil terkekeh. (aya)

Pemko Batam Salurkan Rp 1,5 Miliar untuk 21 Pemohon

0
ilustrasi

batampos.co.id – Hingga Februari lalu, dana bergulir yang sudah disalurkan Pemko Batam mencapai Rp 1,54 miliar untuk 21 peminjam. Di mana dari 26 pemohon, yang sudah terverifikasi baru 21 pemohon.

“Yang peminjam ini lebih banyak adalah usaha kecil menengah. Hanya ada beberapa saja yang dari kalangan koperasi,” kata Kabaghumas dan Protokol Pemko Batam, Yudi Admaji, Selasa (13/3).

Ia menjelaskan untuk UKM range pinjaman antara 50 juta sampai 100 juta. Sementara untuk Koperasi besar pinjaman bisa sampai Rp 300 juta.

“Rata-rata jangka pinjamannya selama tiga tahun. Untuk bunganya saya lupa. Tetapi itu ada skemanya, intinya bunganya murah lah,” katanya.

Menurutnya, dana bergulir ini sangat penting dan sangat membantu pengusaha kecil dan menengah di Batam untuk suntikan modal. Di mana sebelu memberikan dana, maka pihak Pemko Batam akan melakukan survey dulu.

“Tapi perlu diingat, penyaluran dana bergulir ini belum dilakukan hingga saat ini. Masih menunggu nanti dana bergulir ini menjadi BLUD murni,” katanya.

Anggota komisi II DPRD Kota Batam meminta Pemko Batam selektif dalam menyalurkan dana bergulir. Menurutnya, yang harus diutamakan adalah pengusaha mikro yang memang benar-benar membutuhkan suntikan dana.

“Jangan diberikan kepada pengusaha mungkin yang sudah kelas menengah. Bagusan suktikan modal untuk pengusaha mikro yang memang sangat membutuhkan suntikan dana,” katanya.

Sementara itu, ia berharap Pemko Batam jangan lupa untuk terus menagih dana bergulir yang macet dari beberapa tahun lalu. “Itu harus tetap ditagih. Jangan didiamkan begitu saja.Seperti yang saya sampikan beberapa waktu lalu, itu bukan hibah,” katanya. (ian)

Bawa 6 Kilogram Sabu, Amrin Dibekuk di Hang Nadim

0
ilustrasi sabu

batampos.co.id – Petugas Avsec (satuan pengemanan bandara) dan Bea Cukai yang bertugas di Bandara Hang Nadim Batam, kembali mengamankan satu orang penumpang atas nama Amrin yang hendak terbang menggunakan maskapai Citilink QG-947 tujuan ke Surabaya, Rabu (14/3) sekitar pukul 05.25 WIB.

Laki-laki kelahiran Makassar ini ditangkap karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 6.074 gram yang dikemas dalam enam bungkus teh Cina. Amrin ditangkap saat memasuki area pemeriksaan pemindai sinar X SCP-1 Bandara Hang-Nadim.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Kepatutan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai (BC) Batam, Raden Evy Suhartantyo.

“Tersangka sudah kami bawa beserta barang buktinya sabu-sabu enam ons lebih ke kantor BC Batam di Batuampar untuk proses pemeriksaan lanjutan,” ujar Evy, panggilan akrabnya.

Petugas mendapati Amrin membawa sabu-sabu karena saat melintas ke area pemeriksaan mesin pemindai sinar X saat hendak check in dan boarding, gerak gerik Amrin mencurigakan dan ketakutan saat didekati petugas pemeriksa. Ia seperti orang yang terburu-buru. Hal itulah yang membuat petugas curiga atas gerak-gerik Amrin yang langsung digeledah dan diperiksa.

“Saat diamankan, digeledah petugas, ternyata benar adanya. Bawaan bungkusan teh cina tersebut yang dibawa Amrin dalam tasnya itu bukan berisi teh, melainkan berisi serbuk bening atau narkoba jenis sabu-sabu yang sudah dikemas atau dibungkus rapi menjadi enam bungkus,” terang Evy.

Selanjutnya, barang bukti beserta tersangka akan dilimpahkan ke Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut. (gas)

Kegiatan Belajar SMAN 19 Batam Sudah Normal

0
Siswa dan siswi SMAN 19 berkumpul di halaman sekolah. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pasca aksi demo dan mogok belajar, proses kegiatan belajar mengajar siswa SMAN 19 Batam kembali normal, Selasa (13/3). Ratusan siswa kelas X dan kelas XII mengikuti pelajaran seperti biasa sementara siswa kelas XI yang mengikuti aksi demo kemarin masih diliburkan.

Kepala Sekolah SMAN 19 Batam, Nelly Chandrawati mengatakan sejumlah siswanya sudah mengikuti mata pelajaran hingga berakhirnya jam pelajaran.

“Alhamdulillah suasananya sudah kondusif,” ujar Nelly saat ditemui di sekolah.

Dia mengatakan rencananya siswa kelas XI yang masih diliburkan, akan kembali masuk esok hari (hari ini, red) beserta dengan pemanggilan orang tua mereka.

“Orang tua mereka kami panggil. Kami mau mengklarifikasi apa yang terjadi kemarin,” kata Nelly.

Diakui Nelly aksi demo yang melibatkan ratusan siswanya itu masih membuat dia syok. Ia belum percaya anak didiknya berdemo bahkan menginginkan ia di turunkan dari jabatannya.

“Apalagi dituduhkan saya korupsi. Sakit hati saya,” ungkap Nelly.

Nelly menceritakan sebelum siswanya melakukan unjukrasa, mereka mengikuti upacara hari senin seperti biasa. Ia mengaku tidak menaruh curiga, bahkan tak melihat anak-anaknya membawa spanduk. Baru setelah upacara selesai, halaman sekolah tiba-tiba gaduh. Anak-anaknya yang sebelumnya tampak biasa tiba-tiba berteriak sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘pindahkan kepala sekolah kami’.

“Saya kaget. Mereka ikut upacara dengan tertib dan tiba-tiba kok sudah rusuh saja,” kenang perempuan berjilbab ini.

Ditanya hukuman apa yang didapat oleh siswanya, Nelly berencana rapat dulu dengan para guru. Selain itu, dua orang siswa yang merupakan Ketua Osis dan wakil ketua Osis sekolah itu sedang ditahan di Mapolsek Sagulung untuk dimintai keterangan terkait aksi mereka.

“Saya takut mereka (siswa, red)  diracuni oleh oknum yang tak suka dengan kami, saya yakin ada orang lain di belakang mereka,” jelasnya.

Sementara Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto mengatakan kedua siswa tersebut sudah dipulangkan ke rumah masing-masing, terkait masalah demo, ia mengaku sudah meminta keterangan kepada keduanya.

“Sedang kami selidiki. Apakah ada indikasi orang lain di belakang mereka, saya koordinasi dulu dengan kepala Dinas Pendidikan Kepri,” tuturnya singkat. (une)

Toyota Rush Milik Sari Digarong

0
Polisi menunjuk kaca depan sisi kiri yang pecah. | eggy / batampos

batampos.co.id – Satu Unit mobil Toyota Rush milik Sari menjadi korban pecah kaca di kawasan Sekolah Monte Sena, Rabu (14/3/2018) siang. Akibat kejadian itu, sejumlah barang berharga milik Sari raib dibawa kabur.

“Tadi kejadiannya itu cepat. Saya padahal cuma sebentar temui anak saya,” ujar Sari saat ditemui di Mapolsek Batuampar.

Belum diketahui berapa kerugian yang dialami sari. Sebab, usai kejadian itu, Sari langsung mendatangi Polsek Batu Ampar untuk membuat laporan polisi dengan menggunakan mobil Toyota Rush Putih BP 18XX XX miliknya.

“Lagi nunggu mau buat laporannya. Tadi disuruh nunggu sebentar,” katanya. (gie)

Pekerjaan Berisiko Tinggi; Supir Ojek Online

0
foto: eggy / batampos

batampos.co.id – Seorang pengemudi ojek online dianiaya oleh seseorang yang diduga pengemudi ojek pangkalan di halte seberang Harbourbay, Rabu (14/3/2018) WIB.

Akibat penganiayaan itu, pengemudi ojek online mengalami luka di bagian keningnya.

“Tadi kejadiannya sekitar jam sebelas lewat gitu. Awalnya dia melarang saya untuk tidak mangkal di sini,” ujar pengemudi Gojek, Johan Prayitno.

Saat itu terjadi perdebatan antara keduanya dan tiba-tiba pelaku menyerang Johan dengan menggunakan rantai hingga mengalami luka di bagian kening sebelah kanan dan mengalami luka memar di lengan kirinya.

“Habis dari sana saya langsung membuat laporan ke Polsek,” tuturnya.

Di Polsek Batuampar tampak beberapa pengemudi ojek online datang untuk mendampingi Johan membuat laporan polisi. Sejauh ini, Johan masih dimintai keterangannya oleh penyidik Polsek Batuampar. (gie)

Reklamasi Hutan Bakau Masih Berlanjut di Dapur 12 Sagulung

0
Inilah hutan bakau yang ditimbun oleh salah satu pengembang di Sagulung, Kamis (2/3). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Proyek penimbunan hutan bakau di belakang kaveling bukit Melati, Kelurahan Seipelenggut, Sagulung masih terus berlanjut. Lahan hutan bakau yang sudah ditimbun kian bertambah lebar. Hutan bakau yang menjadi lokasi resapan air itu terancam musnah.

Warga sekitar sudah berulang kali protes dan melaporkan ke instansi pemerintah terkait, namun itu tak merubah apapun. Aktifitas proyak terus berlanjut sampai Selasa (13/3). Luas hutan bakau yang sudah ditimbun telah mencapai dua hektare. “Masih (bekerja). Tapi malam saja. Siang begini tak ada aktifitas,” ujar Tambat, warga kaveling bukit Melati, kemarin.

Warga disana kata Tambat protes keras dengan aktifitas proyek tersebut namun mereka tak bisa berbuat banyak sebab pihak proyek mengklaim punya perizinan yang lengkap. “Itukan hutan bakau. Lokasi resapan air. Aneh kalau pemerintah kasih izin. Sama saja mendukung perusakan lingkungan,” tutur pria 37 tahun itu.

Rahmat, warg lain menambahkan jika hutan bakau tersebut semuanya ditimbun, tentu akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Banjir akan menghantui warga di sana saat musim hujan. “Selama ini air ngalir ke sana (hutan bakau yang direklamasi) kalau itu ditimbun mau kemana lagi airnya ngalir. Habislah (kebanjiran) rumah-rumah kami ini nanti,” ujar Rahman.

Camat Sagulung Reza Khadafi saat dikonfirmasi mengaku sudah kembali menyurati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batam atas persoalan itu. Namun demikian diakui Reza belum ada tindakan berarti dari pihak DLH. “Surat bahkan bukti foto-foto juga kami lampirkan ke DLH. Itu memang berdampak bagi lingkungan sekitar tapi belum ada koordinasi lagi dari DLH lagi,” ujar Reza.

Reza mengakui jika keluhan warga itu benar adanya. Proyek reklamasi tersebut berdampak bagi lingkungan sekitar namun demikian pihak belum bisa mengambil tindakan tegas sebab belum ada respon dari pihak DLH. “Keluhan warga tetap kami tanggapi. Tapi itu tadi kewenangan kami hanya sebatas menyampaikan ke DLH. Kalau tindakannya tetap di DLH,” tuturnya.

Untuk itu Reza berharap agar pihak DLH segera merespon keluhan warga tersebut dengan segera turun mengecek perizinan proyek reklamasi itu. “Kemarin kami sudah turun juga, cuman itu tak jumpa siapa-siapa di lokasi proyek. Mereka bekerja di malam hari masalahnya,” ujar Reza. (eja)

Semangat Korsa

0

Anggota Satpol PP Kota Batam mengangkat Walikota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad usai upacara peringatan HUT Satpol PP, Damkar dan Linmas di dataran Engku Putri Batam Center, Rabu (14/3).

teks / Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Pukul 14.00 Bagian Informasi DPRD Batam masih Rehat

0
Meja informasi

batampos.co.id – Bagian informasi atau costumer servis (CS) Kantor DPRD Batam masih tutup hingga pukul 14.00 WIB pada Rabu (14/3). Alhasil banyak tamu yang kecewa dan harua balik kanan karena tak ada petugas jaga.

Kekecewaan itu dirasakan Gudson seorang tamu yang hendak mengantar surat. Ia kebingungan harus mengantar surat kemana karena bagiam ca kosong. Di bagian depan meja CS tertulis papan bertuliskan istirahat.

“Jam segini masih istirahat, padahal sudah jam 2,” terang pria berpakaian rapi tersebut.

Menurutnya, bagian CS harus buka tepat waktu karena pasti banyak warga yang akan datang untuk melapor atau mengadu. (she)

OPD Kepri Banyak Kosong, Pengisian Harus Disegerakan

0
Iskandarsyah. F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kepri, Iskandarsyah mengkhawatirkan tidak optimalnya kinerja Gubernur Kepri, jika banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri yang kosong. Menurutnya, untuk membuat satu kebijakan perlu dilakukan pejabat definitif.

“Tidak ada salahnya kita memberikan kritik yang positif dan konstruktif kepada Gubernur,” ujar Iskandarsyah, Selasa (13/3) di Tanjungpinang.

Legislator Komisi II DPRD Kepri tersebut menjelaskan, daya kritis dan masukan-masukan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk peningkatan kualitas kinerja pemerintahan. Menurutnya, menjadi seorang pejabat publik, tidak bisa anti kritik.

“Persoalan yang urgensi sekarang ini adalah pengisian jabatan esselon II. Sehingga bisa membantu Gubernur bekerja,” tegas Iskandarsyah.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kepri priode 2009-2014 itu juga mengatakan, penempatan Sumber Daya Manusia (SDM) pada posisi yang tepat akan memberikan pengaruh yang baik tentunya. Iskandar khawatir, kerja keras Gubernur tidak didukung oleh bawahannya.

“Pak Gubernur sudah punya perencanaan dan niat yang bagus, tapi tidak didukung oleh kompetensi dan kinerja yang baik,” paparnya.

Lebih lanjut, wakil rakyat Dapil Karimun tersebut memberikan apresiatif dengan reaksi yang ditunjukan Gubernur dalam menjemput aspirasi masyarakat. Baik itu lewat sapari subuhnya ataupun pada kegiatan-kegiatan resmi lainnya. Hal itu, menunjukan bahwa Gubernur sudah bekerja dengan sungguh-sungguh.

“Memang membangun perlu waktu dan tidak seperti membalikan telapak tangan. Tugas kepala OPD adalah mendukung itu,” tutup Iskandarsyah.

Sebelumnya, Ketua Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) Pemprov Kepri, TS. Arif Fadillah mengatakan, menyiasati kosongnya sejumlah jabatan di lingkungan Pemprov Kepri adalah dengan menggunakan dua pola. Yakni melalui mutasi berbasis kinerja (jobvit) dan open bidding (lelang jabatan,red).

“Dengan pidahknya Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kepri, Guntur Sakti tentu menambah daftar jabatan yang kosong,” ujar Arif Fadillah.(jpg)

Jabatan Esselon II yang Kosong

Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD)
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)
Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo)

Jabatan Esselon II yang Akan Pensiun

Staf Ahli bidang Ekonomi dan Pembangunan
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu satu pintu

(DPM-PTSP)
Badan Perpustakaan dan Arsif Daerah (BPAD)
Dinas Pendidikan (Disdik)
Dinas Koperasi dan UKM
Dinas Kebudayaan (Disbud)