Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 12324

Wakil Walikota Batam: Anggota DPRD Jangan Paksakan Pokok Pikiran

0

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Amsakar Achmad meminta anggota DPRD Batam kelak tak memaksakan pokok pikiran tertentu untuk direalisasikan dalam APBD 2018, jika masih ada rencana lain yang lebih dibutuhkan masyarakat.

“Jangan karena daerah pemilihan (dapil) kita paksakan, dan tak peduli dengan hal lain yang penting tapi di dapil yang lain,” harap Amsakar, Selasa (6/3) siang.

Ia menyampaikan, kini dari Pemerintah Kota sendiri sedang rutin melakukan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Lalu bagaimana penyesuaian dengan reses yang dilakukan anggota DPRD Batam, ia menyampaikan akan dibahas dalam Musrenbang Kota. Namun ia menyampaikan dalam penyertaan pokok pikiran DPRD Batam harus dilakuakn segera.

“Last minute baru input tak bisa, tak ada cerita, kalau tak salah batasnya bulan tiga bulan empat ini, ini bisa ditanyakan kepastiannya ke Bapelitbangda,”kata dia.

Input yang dimaksud Amsakar adalah sesuai dengan program electronic planning yang disiapkan pemerintah. Ia menyampaikan, setiap anggota DPRD sudah dibekali password masing-masing.

Ia menyampaikan pada Musrenbang Kota nanti selain dari Musrenbang tingkat kecamatan dan pokok pikiran DPRD Batam juga ada Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kini, di Murenbang Kota untuk diajukan di e lanning dimungkinkan ada 10 ajuan program.

“Lima sangat prioritas dan cadangan. Hasil Musrenbang tentu nanti kita sesuaikan dengan APBD,”pungkas Amsakar. (adi)

Kemendagri Ingatkan Anggota DPRD

0

batampos.co.id – Maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan pejabat pemerintah, tidak terkecuali legislator, Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otoda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Soni Sumarsono meminta anggota DPRD tak melakukan pelanggaran serupa.

“Jangan ada yang demikian. Ini yang perlu diingat juga, masyarakat kita sudah semakin kritis dama berdemokrasi,”kata dia dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Assosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Adeksi) tahun 2018, di Batam.

Ia menyampaikan, kini informasi soal penangkapan abdi negara yang terlibat kasus tersebut, tidak terkecuali dari pejabat di lembaga legislatif. “Buktikan dengan adanya DPRD, harusnya daerah lebih baik,” kata dia.

Diakui, pemerintah prihatin atas kejadian yang terus menerus belakangan, kejadian OTT yang terjadi disepanjang daerah, dan cenderung meningkat, jelang Pilkada. Termaksud Pimpinan daerah, DPRD dan OPD. Seiring hal ini, pihaknya mengapresiasi kinerja lemabag antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

“Kita juga mengapresiasi KPK yang menjalankan tugasnya. mudah-mudahan tidak ada lagi pelanggaran semacam ini,” ucapnya.

Harapan seruap juga ia sampaikan untuk pemerintah daerah. Bukan tanpa alasan, belakangn ini informasi tentang kepala daerah yang diamankan juga ditetapkan jadi tersangka oleh KPK juga ada.Diingatkan, tidak hanya anggota DPRD yang OTT, namun pemerintah daerah. Sehingga saat ini diakui muncul wacana agar pemilihan kepala daerah di DPRD.

“Maka ada juga pendapat, pemilihan kepala daerah langsung, lebih baik,” sebutnya.

Dari wacana yang berkembang itu, saat ini Kemendagri melakukan kajian dan menyiapkan konsep baru. Dimana, konsep yang disiapkan, diantaranya pemilihan kepala daerah ada yang dilakukan DPRD dan ada yang dilakukan secara langsung, oleh masyarakat.

“Jadi Kemendagri sedang mengkaji. Ada daerah, jangan dipakasakan pemilihan secara langsung. Seperti dengan Papua. Beda dengan Surabaya, pemilihan langsung lebih baik,” jelasnya.

Namun diakui konsep itu masih final dan masih dievaluasi. Evaluasi dilakukan terhadap konsep pemilihan yang berjalan saat ini. “Kami sedang memikirkan dan evaluasi terkait sistem yang lebih baik. Kalau perlu, pembiayaan sebagian proses Pilkada, ditanggung negara. Seperti biaya saksi. Tapi ini masih pertimbangan,” ungkapnya.(adi)

Ada Yang Baru di Batam TV

0

batampos.co.id – Sebagai televisi lokal pertama dan terbesar di Kepulauan Riau, Batam TV terus berinovasi. Hal tersebut merupakan salah satu komitmen managemen Televisi lokal yang bernaung di Jawa Pos Multi Media (JPM).

Batam TV yang menempati lantai 9 Graha Pena Batam ini, memulai siaran pukul 06.00 WIB sampai dengan 00.00 WIB.

“Untuk konten siaran kita mulai dengan informasi berita dari seluruh nusantara, pukul 06.00 sampai 08.00 kita ada program Nusantara Kini Pagi atau yang biasa kita sebut NKP” ujar Andra S Kelana Direktur Operasional Batam TV.

Andra melanjutkan, Batam TV memiliki beberapa produk berita. Selain Nusantara Kini Pagi, juga ada Nusantara Kini Malam serta Berita Kini. “untuk berita skala nasional, selain NKP kita juga menyiarkan NKM yang tayang mulai pukul 22.00 sampai 23.30 WIB, sementara untuk breaking news dari daerah lain kita kemas dalam Berita Kini atau BK” tambah Andra.

Sementara untuk program berita lokal Kepulauan Riau, televisi yang telah berusia 15 tahun ini memiliki beberapa produk. “Sebagai televisi lokal, kemenangan kita adalah program berita lokal. Dan Batam TV memiliki program Detak Kepri Malam, Detak Kepri Siang dan berita berbahasa Melayu. Khusus untuk berita Melayu ini, merupakan bagian dari komitmen kita untuk menjaga dan menjunjung tinggi kekayaan Melayu di Kepulauan Riau” tambahnya.

Selain program berita, Batam TV juga memiliki program untuk olah raga serta infotaiment. Sementara untuk program hiburan, Batam TV juga menyiarkan program Stasiun Dangdut.

“Sekarang yang paling banyak ditonton itu program Stasiun Dangdut, itu kita siarkan pukul 12.00 sampai 13.30 WIB. Sengaja kita ajak masyarakat dangdutan pada jam istirahat siang agar penat hilang” tambah mantan wartawan ini.

Menyangkut penerimaan dimasyarakat, Batam TV dapat diterima di seluruh Batam, Tanjung Pinang, Karimun dan Johor Baru Malaysia.

“Selain program, kita juga berinovasi menyangkut teknologinya. Sedikit demi sedikit kita perbaiki peralatan yang terbilang “tua” sehingga kita bisa lebih baik lagi penerimaannya disbanding dulu” ujar Bayum , penanggung jawab teknik Batam TV.

Dengan perbaikan yang dilakukan, diharapkan masyarakat dapat mendapatkan siaran yang lebih baik lagi. “Kita berharap agar masyarakat bangga dan puas dengan Batam TV. Untuk itu masyarakat diharapkan menempatkan siaran Batam TV disalah satu channelnya” tambahnya.

Selain dapat diterima melalui antenna, Batam TV juga telah menjalin kerjasama dengan TV Kabel serta melalui aplikasi android JPM Stream. “Mengingat kemajuan teknologi yang sangat luar biasa, Batam TV hadir di genggaman kita. Caranya cukup mudah, yakni dengan mendownload JPM STREAM di play store android” pungkas Bayum. (menot)

Menko Perekonomian Minta Transisi FTZ ke KEK Dipercepat

0
Suasana rapat di kantor Kemenko Perekonomian

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution tengah membahas berbagai proyek infrastruktur pendukung yang akan dibangun di Batam. Darmin berharap, berbagai infrastruktur tersebut nantinya dapat menggaet lebih banyak investor untuk menanamkan modal di Pulau Batam.

“Ini penting agar semakin banyak yang berminat menanamkan investasi di Pulau Batam,” kata Darmin Nasution usai memimpin rapat koordinasi membahas pengembangan kawasan Batam di kantornya, Selasa (6/3).

Ia menyebutkan, beberapa proyek infrastruktur tersebut antara lain pengembangan Bandara Hang Nadim, pembangunan Jembatan Batam-Bintan, pembangunan Pelabuhan Tanjungasuh, hingga LRT atau light rail transit.

Dalam rapat yang dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, dan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo tersebut juga dibahas konsep masterplan Batam. Beberapa poin yang dibahas meliputi model ekonomi Batam, kondisi infrastruktur dan tata ruang beserta rencana pengembangannya, hingga kebijakan yang dibutuhkan.

“Mari kita bicarakan bagaimana sebetulnya desain ekonomi untuk Batam saat ini dan ke depan,” kata Darmin.

Darmin juga meminta transisi Free Trade Zone (FTZ) Batam menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam dipercepat. Ada beberapa prinsip terkait transformasi FTZ ke KEK Batam. Yakni KEK Batam bersifat zonasi (enclave), tidak whole island. Selain itu, penetapan KEK di cluster sesuai kawasan industri yang ada.

Kemudian, pengusaha yang tidak masuk cluster KEK, diberikan opsi untuk pindah ke KEK atau diberikan fasilitas lain seperti di Tempat Lain Dalam Daerah Pabean (Kawasan Berikat, Gudang Berikat, Pusat Logistik Berikat (PLB), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan sejenisnya.

Menko Darmin juga menekankan perlunya skala prioritas dan cluster KEK Batam yang final.

“Untuk cluster itu perlu segera difinalkan. Apa saja persisnya, bagaimana visi yang menyangkut kegiatan ke depannya, serta potensi industri, potensi pariwisata dll,” tegasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani berpesan, BP Batam dan Direktorat Jendeal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan serta stakeholder terkait lainnya perlu terus berkoordinasi terutama dalam membuat rencana kerja yang konkret.

“Perlu timeline yang jelas dalam masa transisi FTZ menjadi KEK di Batam ini,” kata Sri Mulyani.

Sementara Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo optimistis, dengan pembangunan berbagai infrastruktur, pertumbuhan ekonomi di kawasan Batam bisa mencapai target tujuh persen dalam dua tahun ke depan. Selain itu, juga dapat mendorong kinerja perekonomian di Kepulauan Riau dan nasional.

“Sebab Pulau Batam ini posisinya sangat strategis,” kata Lukita di lokasi yang sama.

Pada 2017, Dewan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Batam (PBPB) mengganti pengurus BP Batam guna mengembalikan kejayaan kawasan Batam sebagaimana tujuan awal ditetapkan sebagai Free Trade Zone (FTZ) sejak 1973.

Lukita yang saat itu terpilih menjadi Kepala BP Batam, berjanji akan menyiapkan transformasi Batam dari kawasan FTZ menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam dua tahun agar kegiatan investasi menjadi bergairah dan Batam bisa kembali bersaing menjadi pusat kegiatan ekonomi.

Kawasan Batam saat ini dinilai tidak lagi memiliki daya tarik dibanding kawasan sejenis di ASEAN, terutama setelah mulai berlakunya MEA, yang memberikan pembebasan bea masuk bagi barang produksi sesama negara ASEAN.

Keterpurukan Batam terlihat dari data Dinas Tenaga Kerja Kota Batam yang mencatat jumlah perusahaan yang tutup pada 2015 di kawasan ini mencapai 54, pada 2016 mencapai 62, dan hingga Juli 2017 telah 53 perusahaan tutup.

Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi Batam hanya mencapai 5,45 persen pada 2016 dan hingga semester I-2017 ekonomi Batam hanya tumbuh mencapai kisaran dua persen, karena lesunya kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.

Di tempat yang sama Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan upaya-upaya untuk menjadikan Batam dan Kepri secara umum semakin menarik untuk investor terus dilakukan. Di antaranya dengan membangun infrastruktur pendukung iklim investasi seperti Jembatan Batam Bintan dan pengembangan bandara dan pelabuhan.

Percepatan transisi FTZ Batam ke KEK, kata Nurdin, juga perlu digesa. Bahkan ke depan KEK Batam akan meliputi Rempang dan Galang.

Selain membahas rencana pembangunan infrastruktur, dalam rapat tersebut juga disampaikan wacana penghapusan uang wajib tahunan otorita (UWTO) khusus untuk kawasan permukiman. “Memang ini menjadi pembahasan yang alot, tapi kami upayakan ada pembebasan (UWTO) di kawasan permukiman,” katanya. (jpg)

Penantian Panjang Jembatan Batam-Bintan

0

Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) dan pelabuhan kontainer di Tanjungsauh dimunculkan lagi oleh Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun.

Di hadapan Presiden Joko Widodo dalam satu pertemuan sejumlah kepala daerah, akhir Februari lalu, di Istana Negara di Jakarta, Nurdin memaparkan rencana tujuh proyek besar nan prestisius di Kepri itu. Salah satunya, ya, jembatan yang sudah lama dalam penantian itu.

Gayung pun bersambut. Jokowi yang lagi giatnya menggeber proyek infrastruktur fisik di negeri ini, tampaknya, tertarik dengan paparan Nurdin. Hanya hitungan hari, rencana Pempov Kepri itu pun disetujui Jokowi.

Untuk menyampaikan restunya, Jokowi sengaja mengundang balik Nurdin ke Istana Negara, Selasa (27/2). Turut diundang 40 orang warga Kepri dari kalangan pebisnis, tokoh masyarakat dan ulama.

Selain proyek jembatan dan pelabuhan kontainer, lima rancangan proyek lain yang disetujui Jokowi adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjungsauh, KEK Galang Batang di Bintan, KEK Tanjungasam di Karimun. Ada lagi proyek modernisasi Bandara Hang Nadim dan perluasan Pelabuhan Batuampar.

Serestu Jokowi, salah satu tim dari Nurdin pun mulai bergerak cepat. Seakan tancap gas, Johannes Kennedy, penasehat ekonomi Nurdin, Kamis (1/3) lalu, langsung terbang ke Tianjin, China.

Tujuan Jhon, biasa dipanggil JK, ke sana menemui calon penyokong dana proyek prestisius itu.

Kenapa harus ke Tianjin? Pendanaan beberapa proyek yang digagas, setakat ini, belum mampu dibiayai APBN sehingga diupayakan dari dana asing dalam bentuk kerja sama dan ini jamak terjadi.

Itu sebabnya JK, pemilik Panbil Group, langsung menyasar CCCC (China Communication Construction Company), BUMN negeri tirai bambu itu sebagai salah satu calon kuat pendana.

Sebagaimana diketahui, BUMN China tak jarang menggelontorkan pinjaman pendanaan bagi proyek-proyek berskala besar di beberapa negara di belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Mereka memang lagi super kaya. Dana segar dikocek China Machinery Enginnering Coorporation (CEMC), misalnya, disebut mencapai Rp 1.300 Triliun. CEMC adalah semacam induk BUMN China. Sementara CCCC adalah BUMN yang berinduk ke CEMC.

Mungkin saja, tak kecuali proyek strategis di Kepri yang ditaksir puluhan triliun rupiah itu akan meraih sukses mendapat kucuran dana dari Tiongkok.

Dari Tianjin, Minggu (5/3), lewat chat di aplikasi media sosial, Johannes mengabarkan hasil dari diplomasi bisnis dengan pihak CCCC yang dijalankannya.

Menurut JK, secara prinsip kerja sama pendanaan sudah mendapat lampu hijau.
Tinggal untuk formalnya akan dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan pihak CCCC.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat Pak Nurdin bisa segera ke Tianjin,” tulis JK dalam chatnya menirukan harapan pihak Tianjin.

Proyek infrastruktur yang digeber Pemprov Kepri ini memang dengan postur besar, meski sesungguhnya mimpi lama.

Sehingga untuk merealisasikan proyek Jembatan Babin dan pelabuhan kontainernya butuh kerja keras, paling tidak untuk mendapatkan pendana. Proyek Jembatan Babin diperkirakan menelan biaya Rp 7 triliun, sementara untuk pelabuhan kontainer membutuhkan Rp 20 triliun. Belum lagi lima proyek lain.

Gong pertaruhan untuk merealisasikan proyek-proyek ini telah ditabuh. Gaungnya pun seketika sudah ke mana -mana. Para pihak yang terlibat atas proyek ini mulai dari gubernur dan konsorsium lainnya meski kerja ekstra agar proyek ini tidak menjadi mimpi berkepanjangan.

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa rencana proyek jembatan dan pelabuhan itu sebenarnya sudah pernah digagas para pendahulu.

Adalah BJ Habibie yang pertama memimpikan Jembatan Babin dan pelabuhan kontainer itu.

Sebagai Ketua Otorita Batam, ketika itu, Habibie menskenariokan proyek ini bisa berjalan sesuai jadwal. Itu terjadi sekitar tahun 90-an.

Bahkan Habibie yang tak asing di mata investor luar negeri sudah bicara hingga teknis pekerjaan proyek. Janjinya waktu itu, bahwa proyek tersebut akan didesain secara high tech dan dikerjakan oleh putra-putri bangsa ini.

Begitu berapi-apinya semangat dan optimisme Habibie, yang juga Menteri Riset dan Teknologi di era Suharto itu.

Dia lebih optimis lagi akan pelabuhan kontainer itu. Saat itu, Habibie menyebut bahwa Kabil Asia Port, yakni pelabuhan kontainer besar dengan kapasitas jutaan TeuS segera diwujudkan di kawasan Kabil.

Optimisme Habibie, waktu itu, bukan tanpa alasan. MoU atau nota kesepahaman antara pemerintah Indonesia dengan pihak Evergreen dari Taiwan sudah pula pada tahap deal. Evergreen adalah salah satu perusahaan besar pengelola kontainer dan perkapalan tersibuk di dunia, paling tidak ukuran Asia.

Tapi, tak dinyana, ibarat pungguk merindukan bulan, sampai Habibie lengser dari kursi presiden tahun 1999, jembatan dan pelabuhan yang dinantikan pun tak kunjung membentang.

Tak ada penjelasan konkrit yang dapat menjadi referensi soal gagalnya pembangunan Jembatan Babin itu. Tapi sayup-sayup terdengar dari kejauhan pihak Evergreen-lah yang membatalkan deal itu. Singapura juga punya andil menggagalkan demi kepentingan bisnis negaranya.

Dan, seiring perjalanan waktu, isu soal Babin pun tinggal khayalan.

Posisi geografis antara Batam dan Bintan memang sangat seksi. Bisa memantik nafsu para pemangku kepentingan untuk dikembangkan menjadi basis perekonomian nasional. Apa lagi letak geografis kawasan ini berbatasan langsung dengan perairan internasional antara Singapura dan Malaysia yang pertumbuhan pembangunan ekonominya meroket.

Aura alam kawasan ini yang sangat strategis selalu menggoda seolah berpesan bahwa di kawasan ini terbentang masa depan ekonomi negeri ini yang cerah.

Itulah sebab mengapa mimpi membangun proyek-proyek besar yang punya potensi menarik investasi global ke sini selalu dikumandangkan.

Siapapun pejabat berkuasa, silih berganti, dari pusat negeri maupun daerah sering terlena untuk mengembangkan potensi daerah ini.

Hari pun berganti dan tahun bertukar sesuai siklusnya.

Urung Habibie, upaya merealisasikan mimpi lama pun tiba-tiba muncul lagi. Sekitar tahun 2005, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Otorita Batam Ismeth Abdullah melakoni seperti wacana pendahulunya lagi.

Ismeth memang tidak hanya cuap-cuap. Berbagai proses perencanaan awal memang tampak digesa dan sekaligus dipamer habis-habisan.

Kita tidak tahu seberapa besar uang rakyat yang dihamburkan pada awal perencanaan. Bisa jadi tak terkira pula rupiah lesap tak berbekas untuk membiayai para ahli untuk merumuskan seluruh perencanan, termasuk gambar teknis bangunan serta pengerjaannya. Publikasi media, saat itu, menggambarkan bagaimana seriusnya para engineer bekerja.

Satu hasil teknik rekayasa gambar jembatan yang membentang di atas laut Kepri yang berdimensi tinggi pun dipamer. Keren memang bila melihat rekayasa teknik gambar jembatan itu, seolah fisik Jembatan Babin yang sebenarnya sudah siap pakai.

Namun apa lacur, rencana pun tinggal rencana. Riuh wacana pembangunan jembatan itu tiba-tiba saja lesap ditelan ingar-bingar pesta politik Pilkada Kepri saat itu.

Sekitar tahun 2005, memang tengah dilaksanakan pemilihan Gubernur Kepri yang pertama. Provinsi Kepri lahir dari hasil pemekaran Provinsi Riau. Ismeth dari Ketua OB ditugaskan Mendagri sebagai Pjs Gubernur Kepri hasil pemekaran itu.

Untuk mendefinitifkan kekuasaannya, Ismeth maju bertarung sebagai calon gubernur yang berpasangan dengan wakilnya Muhammad Sani  dan terpilih. Tapi hingga Ismeth dicopot dari jabatan gubernurnya, cerita Jembatan Babin pun lagi-lagi kandas sebatas mimpi.

Kondisi beberapa kegagalan masa lalu yang tergambar tadilah, mungkin, yang menggugah nurani kepemimpinan Nurdin. Rencana mewujudkan Jembatan Babin dan pelabuhan kontainer itu dihelat lagi dan sudah restu Presiden.

Tentu Nurdin sudah punya strategi jitu untuk mewujudkan proyek jumbo itu.
Tapi selain didukung, Nurdin dan beberapa pihak yang masuk di pusaran perencanan proyek ini perlu juga diberi masukan.

Masukan dan pesan untuk mendorong agar proyek-proyek ini bisa segera terealisasi. Harapan agar upaya merealisasikan proyek besar ini mesti dikerjakan serius karena akan berpacu seiring dengan waktu.

Bahwa rencana proyek ini sebenarnya baru tahap permulaan, hal itu dapat dibenarkan. Satu bukti adalah tampak belum berjalannya sinkronisasi antara Pemprov Kepri dengan pihak kementerian.

Itu dapat dilihat dari penyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURR) Basuki Hadimuljiono saat di Batam, pekan lalu. Dia masih berbicara soal belum konkritnya skema share permodalan antara daerah dan pusat. Termasuk soal besaran biaya proyek.

Pada saat Basuki bicara di Batam, JK sedang intensif melakukan diplomasi bisnis di Tianjin. Jangan- jangan, dalam pertemuan dengan JK, pihak pendana memastikan keterlibatan Pemerintah Indonesia dan bisa jadi pula ia sudah menjawab OK. Soal besaran dana juga masih beda mencolok. Di pihak Nurdin menyebut biaya Jembatan Babin Rp 7 triliun, sementara menurut Basuki sekitar Rp 4 triliun.

Itu makanya karena kebiasaan rumit soal koordinasi pun lemah, sehingga banyak pihak kadang ragu akan kelancaran proyek ini. Persoalan yang sangat berat bisa jadi tidak hanya di dalam negeri. Kita juga harus siap-siap dengan segala argumentasi strategis untuk meyakinkan pihak pendana.

Ini erat kaitannya dengan kebijakan pihak CCCC di China yang sangat hati- hati melakukan kerja sama pendanaan.

Bahwa banyak proyek infrastruktur didanai oleh pihak China di Indonesia, publik sudah tahu. Tapi bahwa sangat banyak permintaan kerja sama yang sama sekali tak ditindaklanjuti, itu juga satu fakta yang perlu kita pahami.

Kini disebut pihak investor China sedang memikirkan pengamanan jangka panjang kucuran investasinya. Faktor keamanan, regulasi yang rumit, pangsa pasar serta peluang kompetisi proyek yang mereka danai menjadi alasan pengetatan.

Salah seorang direksi CMEC di China berbicara langsung dengan sumber, lalu menyebut
bahwa pihaknya sekarang sangat berhati-hati meminjamkan pendanaan.

Kepada sumber itu, dia menyebut bahwa dari kerja sama yang dilakukan selama ini, tak semua berjalan mulus. Tentu ada hal yang kadang membuat pihak pendana jengkel.
Mereka juga sampai membeda-bedakan sifat warga satu negara dengan negara lain di mana mereka investasi kerja sama.

Misalkan muncul penilaian bagaimana mereka lebih menaruh kepercayaan dengan Vietnam.
Untuk mewujudkan satu kerja sama di Vietnam, misalnya, sangat minim hal-hal yang menyulitkan mereka sebagai pihak yang mengucurkan dana.

Sebuah cerita dari proses kerja sama yang menjengkelkan mereka, mencuat. Dalam satu kerja sama pembangunan infrastruktur di negeri ini, pihak mereka sampai terkesan kapok karena banyak persoalan muncul di luar poin kesepakatan riil.

Salah satu masalah itu adalah soal ganti rugi lahan ke masyarakat yang terkena proyek. Masalah ini sebenarnya adalah urusan pemilik proyek. Selain muncul biaya mendadak, pengerjaan proyek pun terhenti karena berlarutnya penyelesaian ganti rugi dan pemerintah tak dapat segera menyelesaikan.

Mengomentari rencana kerja sama proyek infrastruktur fisik di Kepri, petinggi CEMC menyebut pihak CCCC yang diprospek dipastikan akan menganalisa proposal yang masuk secara sangat ketat. Tidak sesederhana yang dibayangkan untuk merealisasikan kerja sama itu. Paling tidak butuh waktu.

“Tapi tidak tahulah bagaimana CCCC menganalisa proposal yang masuk. Itu urusan mereka. Saya rasa harus dengan analisis yang cermat,” ujar sumber tersebut.

Satu contoh yang menjadi perhatian mereka adalah tentang keberadaan atau posisi tempat proyek yang akan dikerjasamakan termasuk prospeknya ke depan. Apakah proyek yang dibangun itu punya pasar potensial di sana? Apakah di sekitar itu (regional) persaingan pasarnya ketat.

Tanjungsauh, misalnya, dipastikan akan berkompetisi dengan pelabuhan kontainer raksasa di Singapura. Belum lagi soal aspek lain. Insentif, dwelling time, keamanan dan zero complain dari pemilik kontainer dan kapal. Dan banyak lagi.

Posisi Tanjungsauh (Batam) yang terpaut tak jauh dari Singapura dan Malaysia, ini yang diperhitungkan. Di Singapura ada pelabuhan kontainer besar dan sudah lama eksis. Selain itu, ada lagi pelabuhan kontainer Tanjungpelepas di Malaysia. Meski, katanya, tak sehebat Singapura namun Johor pun akan sulit disaingi Batam.

Sumber itu juga memberi pesan bahwa hal yang lebih penting adalah apakah para pengusaha perkapalan dan pemilik barang dan kontainer tertarik bila ditawarkan transit di Batam?

Ini jawaban konkritnya berada di tangan konsultan profesional yang melakukan riset sebelum kerja sama konkrit dilakukan. Kadang kala bahkan proposal yang masuk pun bisa tidak diriset sama sekali dan tak ditindaklanjuti setelah mempelajari lembar proposal.
Jadi disebut analisis tentang aspek bisnis, keamanan dan lainnya sangat ketat.

Baik CCCC dan CEMC maupun pihak pendana asing secara umum akan terlebih dahulu melakukan riset terhadap satu ajuan kerja sama yang masuk dari negara manapun. Nah, pihak BUMN China pun demikian. Mereka selalu menggunakan konsultan dan firma jasa profesional multinasional seperti Ernst & Young yang berpusat di Inggris itu.

Jadi kesimpulannya, katanya, setiap penawaran kerja sama yang datang dari belahan dunia manapun, pintu dan tangan mereka selalu terbuka. Tapi bila bicara soal kerja sama akan lanjut tergantung pada data yang digodok konsultan dan ditambah keyakinan dari analisis internal mereka.

Lalu bagaimana dengan nasib proyek-proyek di Kepri yang diharapkan bisa bekerjasama dengan BUMN di China itu?

Bila melihat dari berbagai penjelasan penting di CMEC itu, jawabannya juga kembali pada pihak Nurdin dan pihak konsorsium lain yang masuk di pusaran perencana proyek bermasa depan itu.

Sumber itu menyampaikan yang ditangkap dari pembicaraan dengan petinggi CEMC bahwa lolosnya atau terjadinya lanjutan kerja sama terlihat dari seberapa visibel proposal diajukan dibandingkan dengan fakta di lapangan.

Mudah-mudahan strategi pengajuan proposal kerja sama pembangunan Jembatan Babin dan pelabuhan kontainer ke pihak pendana, semuanya sudah lewat kajian yang cermat dan profesional.

Karena apa yang disampaikan JK lewat chat itu bahwa Nurdin dan tim akan segera menyusul berangkat ke Tianjin menyepakati dan meneken kerjasama di kedua belah pihak.

Itu artinya, proyek-proyek di Kepri, khususnya yang direncanakan lewat pendanaan asing yang diprospek ke Tianjin itu, bisa deal. Kita berharap itu terjadi agar proyek Jembatan Babin dan pelabuhan kontainer yang kita tunggu-tunggu tidak lagi menjadi mimpi berkepanjangan. (*)

 

 

Oleh: Marganas Nainggolan

TKA Asal Tiongkok Dominasi Jumlah TKA di Tanah Air

0

batampos.co.id – Proses perizinan bagi tenaga kerja asing (TKA) untuk bekerja di Indonesia dinilai masih terlampau berbelit. Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk memangkas regulasi yang dirasa masih mempersulit proses tersebut.

Presiden mengatakan, tenaga kerja asing dengan kualifikasi tertentu masih dibutuhkan untuk mendorong masuknya investasi di Indonesia. Namun berdasarkan laporan yang kerap diterimanya, masih ditemukan regulasi yang justru berbelit. Hal itu pun berdampak pada arus investasi.

“Saya minta agar proses perizinannya tidak berbelit-belit. Ini penting sekali,” ujarnya dalam rapat kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/3).

Meski demikian, presiden menekankan bukan berarti kepentingan nasional diabaikan. Proses seleksi dengan standar tertentu harus harus diperketat. Sehingga tidak ada kasus TKA yang lolos di satu lembaga, namun tidak memenuhi di lembaga lainnya.

“Yang kita lihat Kemenaker jalan sendiri, migrasi jalan sendiri, instansi yang lain juga melakukan pengawasan sendiri-sendiri, ini yang harus betul-betul kita konsolidasikan,” imbuhnya.

Di temui usai rapat, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri menyebut tidak lantas semua pekerja asing bisa masuk. Kemudahan tersebut, hanya berlaku bagi pekerja asing yang sudah memenuhi syarat sebagaimana Peraturan Menaker nomor 16 tahun 2015. Yakni memiiki kualifikasi sebagai pekerja ahli.

Nah, saat ini, lanjutnya, pemerintah menemukan kasus pekerja asing yang memiliki kualifikasi namun masih dipersulit. “Kalau yang boleh masuk ya digampangin dong, wong pada dasarnya boleh masuk, dia punya hak masuk,” ujarnya.

Dia mencontohkan, untuk pekerja asing di sektor minyak dan gas (migas), ada kualifikasi harus berumur antara 35 sampai 55 tahun. Imbasnya, para pekerja ahli yang umurnya di luar persyaratan tidak bisa masuk. “Masa masuk harus 35 tahun, sementara yang di bawah 35 tahun yang jagoan banyak. Yang di atas 55 tahun berpengalaman kan banyak,” imbuhnya. Oleh karenanya, pemerintah merasa perlu untuk menderegulasi aturan yang menghambat.

Terkait pengawasannya, Hanif juga memastikan pemerintah akan meningkatkan. Rencananya, semua stekholder terkait seperti Kemenaker, kepolisian, Imigrasi, hingga pemerintah daerah akan merumuskan bersama untuk prosedur pengawasannya. Sehingga memiliki standar yang sama.

”Kita akan buat surat edaran bersama dengan seluruh kementerian,” tuturnya.

Saat disinggung mengenai banyaknya pekerja asing yang membanjiri perusahaan tertentu seperti di Sulawesi Tenggara, Hanif belum bisa mengomentari. Dia mengaku perlu mengecek hal tersebut.

Menkumham Yasonna Laoly mengatakan, pengetatan atas kebenaran visa juga akan dilakukan. Dengan adanya pengawasan secara kolektif semua kementerian/lembaga, dia optimistid hal itu bisa diantisipasi.

“Karena semua sudah terintegrasi. Kemenaker, kita (Kumham), semua tenaga kerja memohon kek kita, proses,” ujarnya.

Untuk diketahui, saat ini, jumlah pekerja asing yang masuk ke Indonesia sebanyak 126 ribu. Dari jumlah itu, Tiongkok menjadi negara paling banyak mengirim pekerja. Menyusul setelahnya Jepang, Singapura, dan Malaysia.

Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Edi Yusuf mengatakan bahwa meningkatnya jumlah TKA Tiongkok di Indonesia adalah hal yang wajar. Menurutnya, hal tersebut merupakan dampak dari meningkatnya juga investasi Tiongkok di tanah air. Selama tiga tahun terakhir, nilai investasi Tiongkok meningkat empat kali lipat.

”Tiga tahun lalu nilainya masih rendah. Hanya 600 juta dolar AS. Tahun ini sudah 3,4 miliar dolar AS. Tiongkok di peringkat tiga untuk investasi. Di bawah Singapura dan Jepang,” kata Edi, Selasa (6/3).

Energi, pertambangan, dan manufaktur menjadi bidang-bidang investasi Tiongkok yang cukup dominan di Indonesia. semua bidang tersebut, kata Edi, menyerap cukup banyak tenaga kerja. Jadi, akan sangat wajar jika jumah TKA Tiongkok meningkat tajam.

”Ke depannya juga akan makin banyak lagi investasi dari Tiongkok,” ucap dia.

Hal yang perlu menjadi catatan, lanjutnya, adalah kepatuhan para investor Tiongkok itu dalam mempekerjakan TKA Tiongkok. Menurut Edi, dalam setiap eprjanjian investasi, jelas tertulis bahwa TKA yang boleh bekerja di Indonesia hanya TKA yang memiliki skill yang tidak dimiliki orang Indonesia.

”Biasanya yang setingkat manager. Di bawah itu tidak boleh. Harus menggunakan tenaga kerja lokal. Transfer knowledge juga harus terjadi di situ,” ujarnya.

Jika pada kenyataannya terdapat temuan banyak TKA Tiongkok yang bekerja untuk posisi-posisi yang seharusnya bisa diisi oleh pekerja lokal secara ilegal, aturan perundang-undangan tentu akan diberlakukan kepada mereka.

”Jika ada pelanggaran imigrasi atau hukum, ya akan diproses. Keduataan Tiongkok di sini pun akan sangat paham. Dan ini tidak akan memengaruhi hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok,” ungkap Edi.

Hal serupa juga, lanjutnya, berlaku bagi para TKI yang bekerja secara ilegal di Tiongkok. Pemerintah Tiongkok juga akan memberlakukan aturan hukum terhadap mereka. Dan Indonesia juga sudah sangat paham dengan kondisi seperti itu. (far/and/jpg)

Musrenbang Hasilkan Usulan Pembangunan Gedung SDN 008 Batuaji

0
foto: eusebius sara / batampos

batampos.co.id – Pembangunan gedung SDN 08 Batuaji menjadi prioritas dalam usulan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang digelar di kantor Camat Batuaji, Senin (5/3) malam. Itu karena sudah empat tahun belakangan ini ratusan murid SDN 008 numpang belajar di gedung SDN 002, Batuaji.

“Sudah cukup lama anak-anak kami ini numpang belajar, segera harus ada solusi,” ujar Jamaluddin, seorang warga.

Usulan itu disambut baik oleh pihak Kecamatan dan juga wakil wali kota Batam Amsakar Achmad yang hadir dalam musrembang tersebut.

“Nanti kami bicarakan lagi dengan BP Batam. Kalau kira-kira ada lahan yang kosong, tolong diinformasikan biar disampaikan ke BP Batam,” ujar Amsakar.

Seperti yang diketahui SDN 08 sudah empat tahun belakangan numpang belajar di gedung SDN 002, Batuaji. (eja)

Minggu Ini Kios Dang Merdu Wajib Dikosongkan

0
Seorang pengendara melintas depan kios Dang Merdu dijalan Fisabililah Batamcenter, Senin (5/3). Sebagian kios dikawasan sudah ada yang dibongkar pemiliknya. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Puluhan kios di jalan Dang Merdu atau tepatnya di depan bekas gedung My Mart Batamcenter wajib dikosongkan dalam minggu ini. Seluruh pedagang cukup mengosongkan kios tanpa perlu membongkar kios-kios yang diklaim milik Pemko Batam.

Kemarin, puluhan kios yang sebelumnya ramai oleh pedagang nampak sudah dikosongkan dan ditinggalkan. Bahkan, sebagian kios nampak sudah terbongkar habis.

Asmi salah satu pedagang harian telah beberapa hari belakangan membereskan dagangannya untuk pindah ke kawasan Megalegenda. Meski cukup berat, namun ia terpaksa pindah karena sudah mendapat surat pengosongan dari tim terpadu.

“Disini sudah lama, hampir 10 tahun lah. Pelanggan juga sudah banyak, tapi mau gimana lagi kami dipaksa pindah,” terang wanita ini.

Menurutnya, kios yang ia tempati itu bukanlah bangunan asli. Ia juga sudah mengeluarkan sejumlah uang untuk perbaikan bagian depan dan belakang bangunan.

“Inikan bangunan lama, makanya diperbaiki. Kalaupun dibongkar, itu yang punya kami bukan pemerintah,” imbuhnya lagi.

Sementara Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari mengatakan proses penertiban kios-kios tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Dimana sebelumnya, pihaknya telah melayangkan surat permintaan untuk pengosongan kios oleh puluhan pedagang.

“SP 3 sudah kami layangkan, beberapa hari lalu kami juga mengirimkan surat permintaan pengosongan,” ujar Imam.

Menurut dia, pedagang yang menempati kios-kios tersebut tak perlu membongkar bangunan. Mereka cukup mengosongkan kios tersebut karena merupakan aset negara.

“Beberapa waktu lalu kami kebobolan tiga kios dibongkar habis, padahal itu aset negara. Pedagang cukup mengosongkan,” tegas Imam.

Masih kata Imam, Tim terpadu memberi batas waktu hingga 10 Maret agar seluruh pedagang mengosongkan kios. Jika lewat, maka tim terpadulah yang akan menertibkan.

“Jadi kami kasih waktu sampai tanggal 10 Maret. Setelah semuanya kosong baru ada pembongkaran,” pungkas Imam. (she)

Tidak Ada Toleransi dengan ASN Pengguna Narkoba

0

batampos.co.id – Pemko Tanjungpinang bersikap tegas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkupnya yang kedapatan bersentuhan dengan pidana. Apalagi, berkenaan dengan pelanggaran penggunaan obat-obatan terlarang. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan menegaskan itu.

“Tidak ada toleransi dengan ASN yang terlibat tindak pidana, apalagi narkoba,” tegas Dahlan, Senin (5/3).

Dahlan menyampaikan hal ini lantaran ada satu ASN dari OPD Satpol PP Tanjungpinang yang terciduk kedapatan mengonsumsi narkoba. Akan halnya itu, Pemko Tanjungpinang, kata Dahlan, baru bisa mengambil langkah tegas usai ada putusan inkrah dari pengadilan.

“Tetap, walau pun kami tidak memberi toleransi, kami tetap harus menunggu putusan inkrah. Kalau memang terbukti bersalah, ya harus dapat sanksi tegas,” ujar Dahlan.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Revan Razki satu dari empat pelaku narkoba jenis sabu 1,20 gram tangkapan Sat Narkoba Polres Tanjungpinang beberapa waktu lalu merupakan ASN Satpol PP Pemko Tanjungpinang

“Ya, satu dari empat pelaku yang kita amankan atas nama Revan Razki berkerja sebagai anggota Satpol PP Kota Tanjungpinang,” ujar Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang, M. Djaiz.

Atas perbuatannya pelaku bisa dijerat dengan pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 112 Ayat 1 Jo pasal 113 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun penjara maksimal 20 tahun penjara. (aya)

Predator Anak Minta Diantar ke Kantor Polisi

0

batampos.co.id – Juhairi Ala bin Mohammad Ali,48, narapidana yang kabur usai mengergaji jeruji besi Lapas Kelas IIA Tanjungpinang di Kilometer 18, Kijang akhirnya berhasil diamankan di sekitar perkebunan sawit di Desa Toapaya Selatan Kecamatan Toapaya pada Senin (5/3) sekitar pukul 16.18. Sedangkan narapidana lainnya bernama Muhammad Effendi bin Herman (33) masih bebas berkeliaran.

Tertangkapnya Juhairi bermula ketika dirinya menyetop kendaraan yang kebetulan melintas di jalan raya. Kepada pengendara, Juhairi meminta supaya diantarkan ke kantor polisi. Cilakanya, pengendara yang dihentikannya ternyata petugas Lapas. “Ya kami bawa langsung ke Lapas,” kata Ketua Pencarian Regu I, Ustad.

Ia mengakui, jika Juhairi meminta tumpangan kepadanya untuk diantar ke kantor Polsek Gunung Kijang. “Awalnya dia sudah ingin menyerahkan diri ke kantor Polisi, kebetulan yang diminta tumpangan saya, ya saya bawa saja ke lapas,” kata dia.

Kalapas Kelas IIA Tanjungpinang Haswen Hasan membenarkan, petugasnya
mengamankan salah seorang dari dua narapidana yang kabur. Napi yang
diamankan bernama Juhairi. “Juhairi diamankan di sekitar perkebunan sawit, saat berusaha menumpang petugas kita yang kebetulan melintas,” katanya.

Dengan diamankannya Juhairi, ia menyebut, satu lagi narapidana kasus yang sama masih berkeliaran. Kapolsek Gunung Kijang AKP Dunot P Gurning membenarkan seorang
narapidana yang kabur telah diamankan, sementara satu lagi masih dicari.

“Lapas yang amankan,” kata dia singkat.

Sebelumnya, tiga narapidana Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, berupaya kabur dengan mengergaji besi di Lapas. Dua orang berhasil kabur, sedangkan seorang lagi narapidana bernama Kusni Pranata alias Bujang bin Hasibuan,42, langsung dilumpuhkan petugas
Lapas, ketika dipergoki saat akan kabur. (met)