
batampos.co.id – Kerusakan jalan Marina City akibat maraknya aktifitas kendaraan proyek beberapa waktu lalu belum diperbaiki hingga Minggu (4/3). Pengguna jalan kian merasa tak nyaman sebab kerusakan jalan kian bertambah banyak dan hampir merata di seluruh badan jalan.
Warga mendesak agar instansi pemerintah terkait segera merespon keluhan tersebut.”Karena sudah sangat mengganggu. Selain menghambat arus lalulintas, sudah banyak (pengendara sepeda motor) yang jatuh di sepanjang jalan ini,” ujar Mardian, warga Pertama Laguna, Marina.
Menurut Mardian, pengendara yang alami kecelakaan di sepanjang jalan itu umumnya karena terkecoh saat berusaha menghindari lubang yang menganga di sepanjang jalan.
“Kadang ada juga tabrakan karena sama-sama rebutan jalan yang bagus,” ujar pria 36 tahun itu.
Warga juga mendesak agar instansi pemerintah terkait untuk memintah pertanggung jawaban pihak proyek yang dianggap telah merusak akses jalan utama itu.
“Sebelum ada proyek itu jalan ini tak begitu para (kerusakan). Tapi setelah mereka masuk jadi begini lah kondisinya (rusak parah),” tutur Usman, perangkat RT di Marina.
Permintaan itu disampaikan warga sebab belakangan warga mendapat informasi jika pihak proyek yang sebelumnya sudah dihentikan oleh pihak kepolisian itu mengharap agar perbaikan jalan itu dimasukan dalam usulan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang). Dalam arti bahwa perbaikan jalan tanggung jawab pemerintah.
“Masa iya mereka yang rusakin, perbaikan tunggu hasil Musrembang. Yang benar saja,” keluh Usman.
Menanggapi itu Camat Batuaji Ridwan menuturkan, pihaknya sudah menyampaikan keluhan dan kondisi kerusakan jalan itu ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batam untuk ditindak lanjuti. Jika memang kerusakan akibat aktifitas proyek maka perbaikan dilakukan pihak proyek.
“Untuk usulan Musrembang saya rasa cukup sulit juga. Karena banyak usulan lain seperti jalan lingkungan dan drainase. Apalagi itu jalan provinsi jadi kewenangan dan tanggung jawab di Provinsi. Kita coba koordinasi dengan pihak DLH langkah selanjutnya,” ujar Ridwan. (eja)





