Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 12327

HIMNI Gelar Baksos Pengobatan Gratis

0
Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat melakukan cek tensi didampingi ketua HIMNI Kepri Elimansyah Hia dalam acara baksos. F. Tri Haryono/batampos.co.id

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq, memberikan apresiasi terhadap DPD Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Kepri dalam melakukan bakti sosial (baksos) kesehatan di Kabupaten Karimun, sabtu (3/3). Sehingga, bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui dunia kesehatan.

”Dengan baksos ini, secara tidak langsung bisa membantu masyarakat kabupaten Karimun dalam pengecekan kesehatan maupun pengobatan secara gratis. Yang secara otomatis membantu program Pemkab Karimun dalam kesehatan,” kata Rafiq.

Sehingga, kegiatan yang positif ini supaya dapat dilaksanakan secara berkelanjutkan. Aksis baksos kesehatan oleh DPD HIMNI Kepri, dapat memberikan contoh kepada ormas lainnya untuk melakukan hal yang sama. Dan bisa melakukan kolaborasi antara ormas sebagai penyelenggara baksos dengan Pemkab Karimun. Artinya, antara Pemerintah Daerah dan Ormas saling mendukung dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara gratis.

”Ini kali kedua setelah beberapa pekan lalu ada salah satu ormas yang melakukan baksos di kabupaten Karimun. Paling penting saya, mendukung siapapun Ormas yang berbuat baik kepada masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu Ketua DPD HIMNI Kepri Elimansyah Hia mengatakan, program baksos kesehatan baru kali pertama dilaksanakan di kabupaten Karimun dan akan dilaksanakan secara berkelanjutan di masa yang akan datang. Yang sebelumnya, dilaksanakan di kota Batam pada tahun lalu sebagai bentuk kepedulian HIMNI kepada masyarakat di seluruh provinsi Kepri.

”Kemarin, kita sudah bincang-bicang dengan Pak Bupati yang kebetulan beliau sebagai ketua PMI. Dan kemungkinan, kita akan melaksanakan baksos donor darah bersama PMI,” ungkapnya.

Selain itu juga, nanti dalam rangkat hari jadi Republik Indonesia tepatnya 17 Agustus mendatang akan dilaksanakan kegiatan olahraga. Dalam, baksos ini pihaknya telah menerjunkan tim medis 12 mahasiswa kedokteran asal Nias, 6 dokter aktif dan dari Karimun melalui Dinas Kesehatan 3 dokter dan 5 perawat.

”Target 350 orang, tapi kalau lebih tidak ada masalah untuk stok obat-obatan disediakan untuk 500 orang. Syukurlah kegiatan berjalan sukses dan lumayan cukup banyak warga yang berobat dari berbagai daerah yang ada di pulau Karimun,” kata Elimansyah.

Dimana saat ini jumlah DPC HIMNI ada di Kepri sudah terbentuk ada empat yaitu DPC HIMNI Batam, Karimun, Tanjungpinang dan Bintan. Dan dilanjutkan baksos yang sama di Tanjungpinang pada bulan depan.

”Setiap DPC HIMNI akan dilaksanakan kegiatan baksos. Lumayanlah, DPC HIMNI Karimun sudah ada kurang lebih 200 KK,” paparnya.(tri)

Polibatam Didik 24 Karyawan PT Batam Teknik, Lion Grup

0
ilustrasi

batampos.co.id – Politeknik Negeri Batam (Polibatam) bekerja sama dengan Lion Group mendidik 24 karyawan PT Batam Teknik, yang bergerak di bidang Maintenance Repair and Overhaul (MRO), agar berlisensi di bidang perawatan pesawat udara. Pendidikan berlisensi ini penting untuk pemenuhan persyaratan penerbangan sipil sesuai dengan standar International Civil Aviation Organization (ICAO).

“Sebagai bagian dari pendidikan tersebut, pada hari Senin, 5 Maret 2018 telah dilaksanakan upacara serah terima gelombang pertama sebanyak 24 orang karyawan dari PT Batam Teknik ke Politeknik Negeri Batam,” ucap Presiden Direktur PT Batam Teknik, Nyoman Rai.

“Polibatam juga telah memiliki pengalaman mendidik teknisi perawatan pesawat udara untuk Garuda Grup sebanyak 2 angkatan dan kelas umum,” sebut Direktur Polibatam, Priyono Eko Sanyoto. (rng)

PUAN Karimun Siap Aspirasikan Suara Perempuan

0
Puluhan Pengurus DPD PUAN Karimun usai dilantik Ketua DPW PUAN Kepri, Sri Eko di sekretariat DPD PUAN Karimun beberapa waktu lalu. F. DPD PUAn Karimun untuk Batam Pos.

batampos.co.id – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Karimun, Senin (26/2) lalu melantik pengurus DPD PUAN Perempuan Amanat Nasional Karimun sebanyak 36 orang oleh Ketua DPW Puan Kepri Sri Eko di sekretariat DPD Puan Karimun.

Ketua DPD Puan Perempuan Amanat Nasional Karimun Zamyatul ketika dikonfirmasi kemarin, (4/3) mengatakan, keberadaan pengurus DPD PUAN Perempuan Amanat Nasional Karimun dari DPD PAN Karimun bertujuan tidak lain untuk memberikan kesempatan kepada kaum hawa untuk berpartisipasi dalam dunia perpolitikan di kabupaten Karimun.

”Kita berikan kesempatan kaum hawa untuk menyalurkan aspirasi suaranya melalui DPD PUAN Perempuan Amanat Nasional Karimu . Agar, dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam hal berpolitik,” kata Zamyatul.

Dengan demikian, keterwakilan perempuan di DPD PAN Karimun bisa memberikan warna dalam dunia perpolitikan yang mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Sehingga, perempuan Karimun bisa lebih aktif dalam memberikan pendidikan politik, kesehatan, penguatan ekonomi melalui pelatihan keluarga mandiri.

”Targetnya satu atau dua orang yang bisa mewakili kaum perempuan untuk duduk di legislatif Karimun dari PAN pada Pemilu 2019. Mari kita dukung, keterwakilan kaum perempuan di PAN,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPD PAN kabupaten Karimun Anwar Abu Bakar memberikan, apresiasi terbentuknya pengurus DPD PUAN Perempuan Amanat Nasional Karimun. Sehingga, dapat memberikan kesempatan kepada kaum perempuan yang siap berpolitik melalui jalur Parpol PAN.

” Di DPD PAN kabupaten Karimun keterwakilan perempuan 30 persen sudah cukup. Tapi, lebih banyak yang mau bergabung di DPD PAN melalui PUAN Perempuan Amanat Nasional Karimun, lebih bagus dan bisa berkarya,” paparnya.

Sebab, kata Anwar lagi zaman sekarang peranan perempuan sudah sama dengan laki-laki. Bisa dilihat berbagai posisi strategis bisa ditempati oleh kaum perempuan. Termasuk di dunia perpolitikan secara umum, maupun khusus di kabupaten Karimun.

”Tidak tertutup kemungkinan, Pemilu 2019 nanti bisa melahirkan politikus kaum perempuan yang tangguh. Dan bisa memberikan kontribusi ke masyarakat, khususnya kaum perempuan dalam pembangunan,” ucapnya.(tri)

Masjid Jadi Tempat Berteduh Tunawisma

0
Masjid Makki (Al Jazeera)

batampos.co.id – Di Inggris kini, musim dingin alias salju.

Tunawisma di sana agak kerepotan untuk ada masjid yang mau memberikan makanan dan tempat penampungan gratis yang hangat.

Pemerintah Inggris mengeluarkan peringatan waspada terhadap turunnya salju. Ini merupakan tingkat peringatan tertinggi untuk bagian barat daya Inggris dan Wales selatan.

“Temperatur dinginnya salju sudah cukup parah. Jadi kami berpikir, mengapa kita tidak melakukan sesuatu untuk membantu para tuna wisma?,” ujar seorang wali Masjid Makki di kota utara Manchester Rabnawaz Akbar seperti dilansir Al Jazeera akhir pekan ini.

Selama beberapa hari terakhir, beberapa sukarelawan berkemah di masjid. Mereka menyediakan makanan dan tempat berlindung bagi tunawisma Manchester.

Masjid Makki terletak di daerah yang banyak dihuni oleh imigran asal Asia Selatan. Maka dominasi makanan yang ditawarkan meliputi makanan khas Bangladesh dan Pakistan tradisional seperti nasi dan ayam kari.

Akbar mengatakan, tunawisma di Manchester mengalami peningkatan. Beberapa orang tunawisma di Manchester bermula dari memiliki masalah kesehatan mental, korban kekerasan dalam rumah tangga, pecandu narkoba, atau imigran tak berdokumen.

“Saya sempat berpikir untuk mendapatkan heroin malam ini, supaya saya bisa bertahan. Namun tiba-tiba ada seorang pria datang dan menawarkan saya untuk bermalam di masjid,” ujar Jamie, salah seorang tunawisma yang tinggal di Masjid Makki, Manchester.

Jamie termasuk di antara empat orang yang tidur di masjid pada Kamis malam (1/3).

“Mereka membuat saya merasa sangat diterima. Memberi saya sesuatu untuk dimakan, untuk diminum, sesuatu yang tidak pernah kita harapkan dari orang lain.” ujar Jamie.

Tidak hanya Masjid Makki, ada juga Masjid Agung Leeds, Masjid Oldham, Masjid Taman Finsbury, Masjid Canterbury dan Masjid Clonskeagh di Dublin, yang merupakan bagian dari Islamic Cultural Centre of Ireland, juga membuka pintu bagi para tunawisma.

“Kami akan memiliki tim keamanan yang bertugas di malam hari, dan tim pemeliharaan telah diberitahu untuk memastikan ada persiapan yang cukup di gedung tersebut, terutama saat larut malam,” terang Kepala Kesejahteraan Masyarakat di Islamic Cultural Centre of Ireland Summayah Kenna. (ina/JPC)

Tunda Kenaikan Pajak Hiburan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengakui pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri, khususnya Batam belum menggembirakan. Kondisi tersebut memberikan pengaruh bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Menyikapi kondisi itu, Nurdin setuju jika ada kebijakan-kebijakan baik yang lahir dari Pemprov Kepri, BP Batam, maupun Pemko Batam, ditunda penerapannya jika kebijakan-kebijakan tersebut membebani dunia usaha dan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.

“Memang Pemprov punya beberapa kewenangan di kabupaten/kota. Begitu juga kabupaten/kota juga punya kewenangan masing-masing dalam membuat satu kebijakan ekonomi daerah, tapi kalau memberatkan ya kita tunda,” ujar Nurdin, Kamis (1/3).

Pelaku usaha, investor, masyarakat, pemda kabupaten/kota, dan berbagai kalangan yang tedampak dari kebijakan-kebijakan yang sudah dikeluarkan Pemprov Kepri, Nurdin meminta segera menemuinya untuk mendiskusikan jalan keluarnya.

“Kita mengharapkan semua sektor usaha berjalan dengan baik. Sehingga memberikan pengaruh bagi pertumbuhan ekonomi Kepri ke arah yang diharapkan,” tegas Gubernur.

Soal keluhan tentang tingginya pajak hiburan di Batam yang berimbas pada tutupnya sejumlah tempat hiburan di Kota Batam, Mantan Bupati Karimun mengatakan sektor usaha hiburan di Batam salah satu objek andalan untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Namun Nurdin menegaskan kembali, jika memang ada kebijakan kenaikan pajak hiburan itu menghambat atau membebani, meski sudah tertuang dalam Perda, ia setuju jika ditunda.

“Tapi sejauh ini belum ada laporan ke saya. Kalau memang perlu ditinjau, tentu akan kita tinjau dengan melihat pertimbangan-pertimbangan tertentu,” kata Nurdin.

Sementara soal kabar bahwa akan ada kenaikan tarif listrik Batam tahap keempat, Nurdin memastikan belum ada rencana ke arah tersebut. Kalaupun ada, besar kemungkinan ia tak menyetujui karena beban masyarakat Batam saat ini sudah tinggi. Hal ini ditandai dengan naiknya harga beras, BBM, dan lainnya. Sementara ekonomi Batam meski ada harapan, namun belum pulih.

“Kebijakan-kebijakan ekonomi yang sulit, sebaiknya kita tunda sementara waktu. Baik itu yang menjadi kewenangan Pemko Batam ataupun BP Batam,” tegasnya, lagi.

Ditambahkannya, kenaikan UWTO, NJOP, PBB, dan sejumlah pajak daerah di Batam memang menjadi bahasan hangat masyarakat Batam saat ini. Ia berharap baik Pemko Batam dan Pemko Batam dapat bersama-sama bersinergi. Jangan sampai persoalan-persoalan yang sensitif menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat.

“Makanya perlu didiskusikan bersama dalam mencari solusi terbaik,” kata Gubernur.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS. Arif Fadillah juga memberikan pendapatnya tentang situasi sulit ekonomi Kepri saat ini. Menjawab pertanyaan terkait tingginya nilai Pajak Bahan Bakar Kenderaan Bermotor (PBBKB) di Provinsi Kepri yang dipaksankan di tengah kondisi ekonomi masyarakat terpuruk, Arif mengatakan pihaknya hanya menerapkan apa yang diperintahkan Perda yang sudah diteken bersama dengan DPRD Kepri.

Selain itu, kesepakatan PBBKB di angka 10 persen, masih sesuai dengan rambu-rambu yang dikeluarkan Kementerian Keuangan. “Kita tak asal buat kebijakan, ada acuannya, angka maksimal dibolehkan,” papar Arif.

Hal senada dikatakan Kepala Bidang Pendapatan, Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah. Menurutnya penerapan kenaikan pajak hiburan maupun pajak daerah lainnya, semat-mata menjalankan Perda yang sudah disetujui bersama DPRD Batam dan Pemko Batam.

“Kita sudah menunda penerapannya dan batas penundaan ya akhir Februari. Jadi awal Maret sudah jalan,” kata Raja, Selasa (28/2).

Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga mengklaim belum ada pihak yang menyampaikan keberatan atas kenaikan pajak tersebut secara resmi ke Pemko Batam.

“Sebelum ada aturan untuk dibatalkan atau ditunda, jalan terus,” ucap dia.

Menurutnya, jika DPRD Batam merestui penundaan sudah pasti Pemko Batam akan menunda kenaikan pajak. “Intinya yang penting ada aturan yang mengatur,” katanya. (jpg/adi)

Serba Naik di Situasi Sulit

0

batampos.co.id – Kenaikan sejumlah kebutuhan pada awal tahun membuat masyarakat Batam menjerit di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih. Mulai dari harga kebutuhan pokok, tarif listrik, bahan bakar minyak (BBM), hingga sejumlah pajak daerah.

Rahmatio duduk sembari memainkan ponsel di tokonya, Kamis (1/3) pekan lalu. Ia membunuh rasa jenuhnya dengan membuka beragam informasi di dunia maya karena tak banyak pembeli yang datang ke tokonya.

Pedagang beras di Pasar Fanindo, Sagulung, ini mengaku kesulitan menjual beras belakangan ini. Hal itu, lantaran harga beras yang sangat mahal.

“Akhir-akhir ini sepi pembeli,” ujar Rahmatio. Jemarinya masih bermain di layar sentuh gawai pintarnya.

Pria berusia 42 tahun ini mengungkapkan mahalnya harga beras membuat warga yang biasa membeli beras dalam jumlah banyak (per karung ukuran 25 kg) beralih membeli per kilogram saja. Satu kilogram beras dijual dengan harga Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu.

“Paling banyak warga membeli lima kilo saja,” katanya.

Akibat kenaikan harga tersebut, selain pembelian berkurang, masyarakat beralih membeli beras berkualitas medium ke bawah atau cukup rendah.

“Mau tak mau harus konsumsi. Kalau tak ya kita tak bisa makan nasi,” ujar Misna, warga Sagulung.

Harga beras selama dua bulan belakangan ini memang sangat tinggi. Rahmatio menyebut beras premium satu karung ukuran 25 kilogram dijual Rp 300 ribu ke atas. Sementara harga beras kualitas rendah Rp 200 ribu. Tak ada lagi beras Rp 100 ribu per karung.

“Beras Bulog saja harganya Rp 8.000 per kilonya. Sekarung 25 kg ya Rp 200 ribu juga,” sebutnya.

Kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama beras, mulai dirasakan mencekik warga Batam sejak penghujung tahun 2017 yang berlanjut hingga Maret 2018 saat ini.

Sebelumnya masyarakat sudah harus merogoh kocek dalam-dalam karena kenaikan tarif listrik PLN Batam untuk sektor rumah tangga. Seperti diketahui pada 2017 lalu tarif listrik Batam naik tiga kali. Total akumulasi kenaikan mencapai 45 persen.

Kenaikan tarif PLN Batam itu membuat warga kaget saat membayar tagihan pada akhir Januari dan Februari 2018.

“Naiknya sekitar Rp 100 ribuan di bulan-bulan akhir tahun lalu. Eh, tagihan awal tahun ini naik lagi,” ujar Akut Wibowo, salah satu karyawan di Mukakuning.

Kenaikan tarif listrik PLN Batam ini tak hanya memberatkan masyarakat, juga memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Sehingga, setiap mau membeli sesuatu, masyarakat harus ekstra berhitung.

Tak hanya itu, terhitung dari Januari hingga Februari 2018, pemerintah pusat melalui Pertamina sudah tiga kali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan terakhir pada 24 Februari lalu.

Kenaikan BBM ini kembali memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan sayuran. Khususnya sembako karena biaya transportasi yang makin mahal seiring naiknya harga BBM.

Mirisnya, Pemerintah Provinsi Kepri menangguk uang dari kenaikan BBM tersebut. BBM jenis Pertalite misalnya, Pemprov Kepri tetap menerapkan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) di angka maksimal, yakni 10 persen. Sehingga dengan harga Pertalite Rp 8.000 per liter, maka Pemprov Kepri mendapatkan uang segar Rp 800 dari setiap liter Pertalite terjual. Begitupun untuk BBM non subsidi lainnya.

Di Indonesia, hanya dua provinsi yang menerapkan PBBKB di angka maksimal, yakni Kepulauan Riau dan Riau. Sehingga BBM Kepri dan Riau menjadi yang termahal di Indonesia. Selebihnya menggunakan angka di bawah 10 persen, sehingga harga BBM jenis Pertalite dan BBM non-subsidi lainnya lebih rendah, di bawah Rp 8.000 per liter.

Kepala Bidang Pendapatan, Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Kepri Herman Prasetyo membenarkan kalau Kepri menerapkan PBBKB di angka maksimal. Ketentuan ini tertuang dalam Perda tentang Pajak Daerah.

Herman menyebutkan, dari penerapan PBBKB di angka maksimal itu (10 persen), Pemprov Kepri membukukan pendapatan asli daerah 2017 sebesar Rp 286,98 miliar. Lebih tinggi dari target Rp 264,19 miliar.

Ia menjelaskan, peningkatan pendapatan ini diukur dari tingkat konsumsi masyarakat menggunakan BBM. Semakin tinggi konsumsi BBM, semakin besar pula PAD dari PBBKB yang didapat provinsi.

“Tahun ini kami targetkan Rp 278,40 miliar,” ujar Herman.

Namun pendapatan daerah dari PBBKB ini, kata Herman, ada juga yang dikembalikan ke masing-masing daerah termasuk Batam yang besarnya sudah diatur. Wujudnya dalam bentuk pembangunan infrastruktur. Sehingga PBBKB tidak semata dinikmati provinsi.


***
Di tingkat Kota Batam, masyarakat tak hanya dihadapkan pada kenyataan tarif PLN Batam naik hingga 45 persen dan kenaikan BBM, serta PBBKB yang diterapkan di angka tertinggi 10 persen, sebelumnya masyarakat juga dikejutkan dengan kenaikan tarif uang wajib tahunan otorita (UWTO) Batam. Meski sudah ada revisi, namun tetap naik dan menambah pengeluaran masyarakat Batam. Bahkan masyarakat membayar juga pajak bumi dan bangunan (PBB) di objek yang sama.

Bahkan terhitung Januari 2018, tarif PBB juga naik akibat kebijakan Pemko Batam yang melakukan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah dan bangunan. NJOP merupakan penentu besaran PBB yang harus dibayarkan. (Selengkapnya lihat grafis).

Kenaikan NJOP tertinggi diterapkan di Nagoya, Kecamatan Lubukbaja. Dari semula tahun 2017 lalu paling tinggi Rp 5,6 juta per meter kini menjadi Rp 6,8 juta permeter.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah mengakui, penyesuaian NJOP tahun ini tidak ada yang turun. Artinya semua wilayah di Batam NJOP mengalami kenaikan.

“Di Batam kan tak ada bencana sehingga tidak ada hal yang membuat nilai tanah turun. Malah naik, terutama di daerah-daerah yang Pemko Batam perlebar,” kata dia.

Namun ia mengklaim kenaikan tersebut masih di bawah harga pasar dan bisa dijangkau masyarakat umum. Bahkan menurutnya NJOP di Batam lebih rendah dibanding Kota Medan (Sumatera Utara) dan Pekanbaru, Riau.

“Meksi nilai NJOP naik, namun besaran PBB yang dibayar tak sebesar itu. Ada hitungannya, misal nilai ruko di Nagoya Rp 2 miliar dikalikan 0,12 persen, maka bayar PBB-nya hanya Rp 2 juta,” imbuhnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri Achmad Makruf Maulana menilai, kenaikan PBB sebagai efek dari meningkatnya NJOP sepintas memang tak terlihat memberatkan masyarakat. Namun jika dicermati lebih jauh, kenaikan NJOP itu tidak hanya terkait dengan PBB, tapi juga otomatis ke harga properti.

Harga properti menurut Makruf otomatis melambung di tengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini. Sehingga masyarakat yang akan membeli properti khususnya tempat tinggal makin kesulitan. Pengembang, khususnya rumah tapak juga harus berjuang keras agar properti mereka terjual.

“Mestinya kita fokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Bagaimana di kota ini banyak tersedia lapangan kerja, banyak proyek masuk, banyak investasi masuk sehingga ekonomi kita bergerak,” ujar Makruf.

***

Tak hanya menaikkan NJOP, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan mulai menerapkan kenaikan tarif pajak daerah berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pajak Daerah, sejak Rabu (1/3) lalu.

Merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Batam Nomor 7 tahun 2017 tentang revisi Perda Nomor 5 tahun 2011 tentang Pajak Daerah, tertuang beberapa tarif baru untuk sejumlah komponen pajak. Di antaranya, pajak hiburan yang antara lain pajak diskotek, kelab malam, panti pijat, spa, dan sejenisnya mengalami kenaikan dari 15 persen menjadi 35 persen.

Sementara permainan ketangkasan atau gelanggang permainan yang semula tunggal 15 persen, kini dibagi dua. Khusus ketangkasan dewasa naik menjadi 50 persen sedangkan untuk anak-anak tetap 15 persen. Di dalamnya juga diatur pajak pacuan kuda dan balap kendaraan bermotor yang semula 10 persen naik menjadi 20 persen. Pajak bowling dari 5 persen menjadi 15 persen.

Pajak reklame juga naik. Kenaikan dibagi dalam dua katagori, jika reklame non rokok dan non alkohol naik dari 15 persen jadi 20 persen. Sementara, reklame rokok dan alkohol dari 15 persen jadi 25 persen. Sedangkan pajak parkir dari 20 persen menjadi 25 persen.

Ketua Asosiasi Jasa Hiburan (Ajahib) Kota Batam, Gembira Ginting mengatakan kenaikan pajak hiburan tidak tepat untuk kondisi saat ini. “Kondisi ekonomi di Batam saat ini sangat sepi. Tempat hiburan juga sepi. Di mana-mana sepi. Kalau bebannya ditambah ya tutuplah,” kata dia.

Gembira Ginting benar-benar tak gembira dengan kondisi hiburan malam saat ini. Membayar gaji karyawan saja sulit sehingga banyak yang memilih tutup atau tidak beroperasi.

“Pacific saja sudah tutup. Kondisi sekarang ini sudah sangat berat, eh ditambah lagi bebannya jadi makin berat,” katanya.

Gembira menilai, mestinya Pemko dan DPRD memberi kabar gembira pada pengusaha hiburan dengan mengurangi beban pajak mereka. Paling tidak, tidak menambah beban mereka. Tapi faktanya, disaat industri hiburan di Batam diambang kematian, pajak justru naik.

“Mestinya DPRD dan Pemko Batam mengundang kita sebelum memutuskan menaikkan pajak. Kalau industri hiburan makin banyak tutup pemda malah kehilangan pajak,” katanya.

***

Lalu seberapa besar pengaruh kenaikan pajak daerah dan kenaikan lainnya dengan ekonomi Batam? Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Kepri masih mencermati. Termasuk efek dari kenaikan NJOP dan pajak hiburan.

Namun yang pasti, dari survei yang dilakukan oleh BI, kenaikan harga beras, kenaikan tarif listrik, dan kenaikan harga BBM memang pengaruhnya langsung dirasakan masyarakat. Begitupun dengan efek dominonya.

Itu sebabnya, ia menyarankan perlu ada solusi cepat untuk masalah kebutuhan bahan pokok seperti beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya agar tetap tercukupi stoknya dan harganya tidak melambung.

Sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), BI mendukung penuh upaya Pemko Batam menyurati pemerintah pusat agar kuota beras impor Kepri khususnya Batam ditambah. Jika perlu membuka kran impor langsung dengan pintu masuk Batam.

“Impor memang salah satu solusi karena memang harga di daerah asal dan biaya transportasi ke Batam yang mahal membuat pengusaha kesulitan menjual beras sama dengan harga ecerean tertingi (HET), apalagi di bawah HET,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera, Rabu (28/2) di Harris Hotel Batam Centre.

Terkait kenaikan NJOP dan pajak daerah, meski masih sedang dicermati efeknya oleh BI, namun Gusti Raizal mengingatkan Pemda untuk tidak menambah beban dunia usaha dan masyarakat.

Ia menyarankan jauh lebih baik Pemda, baik itu Pemko Batam, BP Batam, dan Pemprov Kepri fokus pada upaya pemulihan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Kepri, khususnya Batam. Salah satunya, segera mengesekusi program-program pembangunan yang telah dibuat.

“Sebagus dan sebanyak apapun program yang dibuat kalau tidak ada eksekusi juga percuma,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyarankan Pemko Batam dan Pemprov Kepri untuk sengera mengeksekusi sejumlah proyek yang dibiayai oleh APBD. Dengan kata lain, APBD harus segera dibelanjakan karena sedikit banyaknya juga memberi kontribusi pada pergerakan ekonomi di daerah ini.

“Kalau ekonomi bergerak, ada harapan tumbuh. Kalau ekonomi tumbuh, ya otomatis pendapatan Pemda dari sektor pajak, retribusi, dan lainnya bisa mencapai target. Intinya gerakkan dulu ekonomi daerah ini, itu yang paling penting,” tegasnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam Rahayudin menambahkan, inflasi di Batam memang turun pada Februari lalu menjadi 0,08 persen (mtm). Sedangkan Tanjungpinang naik menjadi 0,99 persen (mtm).

Pada Januari tercatat Batam mengalami inflasi 0,99 (mtm), sementara Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,18 (mtm). Gabungan IHK dua kota ini menunjukkan inflasi sebesar 0,88 persen.

Melihat penurunan inflasi selama Februari, Rahayudin menilai daya beli masyarakat Batam mulai membaik. Nilai uang, lanjutnya, lebih berarti dibanding Januari lalu, sebab nilai uang lebih tinggi pada Februari lalu.

“Iya, daya beli masyarakat mulai bagus,” ujar Rahayudin kepada Batam Pos, Kamis (1/3).

Lalu bagaimana pada bulan-bulan mendatang seiring kenaikan sejumlah pajak, harga BBM, dan tarif listrik? Rahayudin mengatakan kenaikan sejumlah item tersebut belum tentu berdampak pada daya beli masyarakat dan kenaikan inflasi. Sebab kenaikan pajak, seperti pajak hiburan, pajak bumi dan bangunan, belum tentu berandil besar terhadap kenaikan inflasi. (uma/nur/jpg/adi/ian/leo)

ASN Kantor Camat Kundur Kena OTT Pungli Pengurusan Surat Tanah

0

 

Syahrul (baju oranye), oknum ASN yang bekerja di Kantor Camat Kundur yang ditangkap tim saber pungli Polres Karimun saat tiba di pelabuhan antar Pulau Tanjungbalai karimun. F. Sandi/batampos.co.id.

batampos.co.id – Tim Saber Pungli Sat Reskrim Polres Karimun, kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap satu orang oknum ASN yang bertugas di Kantor Camat Kundur berinisial Sl, Jumat (2/3) pukul 15.00 WIB. Penangkapan dilakukan di ruang seksi pemerintahan Kantor Camat Kundur beserta barang bukti uang tunai sebanyak Rp 7 juta.

”Uang tersebut disimpan di dalam amplop warna coklat. Kami juga mengamankan dua bundel dokumen registrasi surat tanah atas nama dua orang warga,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara.

Untuk penyidikan lebih lanjut, tentunya penyidik akan memangguil saksi-saksi. Termasuk juga keterangan dari Sl akan dijadikan dasar untuk memanggil saksi yang terkait dengan hal ini.

Pantauan Batam Pos, setelah ditangkap, Sl langsung dibawa ke Tanjungbalai Karimun menggunakan kapal terlihat santai. Kedua tangan tidak diborgol, bahkan, Sl masih sempat merokok. Tiba di pelabuhan antar Pulau Sri Tanjung Gelam pada pukul 19.30 WIB. Setelah itu dengan menggunakan satu unit mobil Sl langsung dibawa ke ruang unit penyidikan tindak pidana korupsi Sat Reskrim Polres Karimun.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq secara terpisah menyebutan, dalam hal ini pihaknya mengedepankan azas pra duga tak bersalah. ”Kita masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian. Untuk itu, kita tunggu proses yang saat ini sedang dijalankan oleh polisi. Yang jelas, kita dari pemerintah daerah sudah berkali-kali mengingatkan seluruh ASN dan pegawai honor untuk tidak melakukan pungli,” jelasnya. (san)

Subsidi 1.375 Pelanggan PLN Dicabut

0

batampos.co.id – Subsidi listrik untuk masyarakat sudah banyak yang dicabut. Sedikitnya, selama satu tahun terakhir ini sudah ada 1.375 pelanggan yang dicabut subsidinya diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Hal ini yang membuat masyarakat merasa keberatan dan resah, pasalnya tagihan listrik membengkak.

“Biasanya kita bayar sekitar Rp 70 Ribu sampai Rp 80 ribu per bulan. Sekarang bisa sampai Rp 300 ribu,” ungkap salah seorang warga Tarempa W, kepada wartawan Minggu (4/3).

Ironisnya meski jadi lebih mahal, pelayanan juga belum maksimal. Kadang-kadang masih mati lampu bahkan kadang tanpa pemberitahuan dulu.

Sementara itu S, warga lainnya mengaku sangat kurang setuju dengan langkah yang diambil PLN Tarempa yang secara sepihak tanpa memberikan sosialisasi dulu langsung mencabut subsidi listrik tersebut. “Awalnya, saya pikir ada kecurangan, ternyata setelah dicek, subsidi listrik saya dicabut,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini Supervisor Pelayanan Administrasi PLN Rayon Anambas Dedy Prima Irawan, mengakui pencabutan subsidi yang dilakukan PLN Rayon Anambas tanpa memberikan sosialisasi dulu. Dirinya juga tidak bisa menjelaskan dan membuktikan secara administrasi seperti surat surat keputusan pencabutan subsidi dari PLN pusat. Dirinya hanya menjelaskan jika pencabutan subsidi merupakan arahan dari pemerintah pusat. “Berdasarkan data daerah, yang mendapatkan subsidi di Anambas hanya 87 rumah saja sementara itu lainnya dicabut subsidinya,” ungkapnya.

Dijelaskannya jika untuk pelanggan yang masih menggunakan spedometer kapasitas 2 ampere, tetap membayar dengan tarif subsidi yakni Rp 415 per kwh. Untuk keluarga yang menggunakan spedometer 4 ampere subsidi membayar dengan tarif subsidi yakni Rp 586 per kwh. Dan untuk keluarga yang menggunakan spedometer 4 ampere non subsidi harus membayar biaya listrik dengan tarif Rp 1352 per kwh. Sementara itu untuk keluarga yang menggunakan spedometer kapasitas 6 ampere dikenai tarif Rp 1467 per kwh. “Tarif ini sama secara nasional,” ungkapnya.

Jika ada pelanggan yang keberatan maka harus lapor kecamatan, kemudian pihak kecamatan akan meneruskan masalah ini kepada tim percepatan penanggulangan kemiskinan yang ada di Balitbangpeda. “Merek yang klasifikasi,” jelasnya. (sya)

Oknum Karyawan Bank Bobol ATM

0

batampos.co.id – Satreskrim Polres Tanjungpinang mengamankan Zalman, oknum karyawan bank BNI Tanjungpinang yang membobol ATM BNI, Jumat (2/3) lalu. Pelaku diduga melakukan pencurian sekitar Rp744 juta selama tahun 2017 yang dilakukan secara berulang-ulang.

“Setelah mendapat laporan dari pihak bank, dan pemeriksaan saksi, petugas langsung bergerak menangkap pelaku,” jelas Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiroseno.

Modus yang dilakukan pelaku dengan mengambil kunci mesin ATM dari ruangan kepala cabang BNI Tanjungpinang. Atas aksinya tersebut, pihak bank dirugikan hingga ratusan juta rupiah.

“Malam hari, pelaku mengambil kunci, subuh hari melancarkan aksinya,” Katanya.

Saat ini, sambung Dwihatmoko penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pelaku.

“Penyidik masih melakukan pengembangan karena masih ada satu pelaku lainnya, jika ada informasi selanjutnya akan kami kabarkan” pungkasnya.(odi)

Pejudi Cingkoko Berlarian, Bandar dan Seorang Pemain Diamankan

0

batampos.co.id – Angota Kepolisian Resor (Polres) Bintan menggerebek warung yang digunakan untuk lapak permainan judi cingkoko di Kampung Kelong, Desa Kelong Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kamis (1/3) malam. Penggerebekan ini, membuat beberapa pemain judi spontan berlari kocar kacir meninggalkan warung.

Dalam pengerebekan itu, polisi mengamankan bandar bernama Solihin serta pemain bernama Tedy. Sedangkan barang bukti yang disita antara lain lapak cingkoko, piring kecil, mangkuk plastik, 3 buah dadu dan uang Rp 2.740.000.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan yang dihubungi Minggu (4/3) kemarin mengatakan, pengerebekan dilakukan atas laporan masyarakat karena praktik judi kocok dadu di warung itu sudah menimbulkan keresahan.

Atas laporan itu yang diterima sekitar pukul 20.00 WIB, polisi langsung bergerak ke lokasi. Saat di lokasi, petugas kepolisian yang berpakaian preman yang dipimpin Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Bintan Martias menemukan permainan judi cingkoko yang sedang berlangsung.

Setelah memastikan informasi yang diterima benar, polisi langsung menggerebek lapak permainan judi yang sedang berlangsung. Sontak, aksi polisi membuat permainan judi terhenti. Beberapa pemain langsung loncat dari kursinya dan berlari kocar kacir meninggalkan warung.

Sedangkan bandar dan seorang pemain tidak sempat kabur, karena keduanya sudah diamankan petugas kepolisian. “Kita amankan keduanya, mereka bandar dan pemain, untuk pemain yang lain sudah melarikan diri,” ungkap ia.

Selanjutnya, kedua pelaku bersama barang bukti yang digunakan dalam permainan itu dibawa ke Mapolres Bintan. “Kedua pelaku akan kita minta keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut,” tukasnya. (met)