Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 12358

Pemko Batam Usul Sejumlah Proyek di KemenPUPR

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengusulkan sejumlah proyek prioritas untuk dikerajakan di 2019. Dari pembangunan jalan layang, pelebaran jalan nasional hingga penanganan banjir di sejumlah ruas jalan nasional.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur mengatakan sejumlah proyek tersebut diusulkan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Sudah masuk di sistem mereka (kemen PUPR), kita menunggu realisasinya,” kata Yumasnur, kemarin.

Ia mengatakan, dari sejumlah proyek tersebut yakni pembangunan jalan layang di simpang Kabil Batamcenter. Pembangunan jalan layang kedua ini diprioritaskan karean pasca pembangunan jalan layang Simpang Jam, kondisi Simpang Kabil terjadi penumpukan kendaraan. Pemerintah Kota Batam sudah mengantongi desain jalan layang tersebut.

“Ini yang jelas salah satu prioritas kami,”ucapnya.

Selain itu, pembangunan jalur dua Jalan Diponegoro yang melintas dari Simpang Seiharapan Sekupang ke Simpang Basecamp Batuaji. Jalan ini untuk diketahui sudah tiga tahun mangkrak.

“Pembangunan ini penting, karean jalur ini menghubungkan dua lokasi industri yakni di Tanjunguncang dan di Seiharapan. Kini (satu jalur) padat,”ucapnya.

Tak hanya itu, penanganan banjir dengan membangun drainase di ruas jalan nasional juga diusulkan dengan harapan dapat terealisasi pada tahun 2019 mendatang. Menurut Yumasnur, ajuan ini karena setiap kali hujan mengguyur Batam ada beberapa ruas jalan nasional yang terdampak banjir.

“Soal banjir ini, kami ajukan juga penanganan banjir yang di Seibeduk dan Marina Sekupang,” paparnya.

Ia mengaku selain beberapa proyek tersebut, ada banyak hal yang juga yang Pemko Batam sampaikan ke KemenPUPR. Namun ia mengaku tidak hafal semua.

“Ada Banyak, saya tak hfal satu-satu,”pungkasnya. (adi)

Warga Ruli Kampung Tua Sei Binti Bongkar Sendiri Bangunan

0
Rumah Liar
F.Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Warga Ruli Kampung Tua Seibinti, Kecamatan Sagulung mulai membongkar sendiri bangunan mereka. Hal itu lantaran mereka sudah mendapatkan ganti rugi dari perusahaan yang memiliki lahan tersebut. Selain itu, mereka yang memilih membongkar sendiri dengan maksud material bangunan itu dapat dimanfaatkan.

Ketua RT 02/12, Ruli Kampung Tua Seibinti, Asardi mengatakan sebanyak 127 Kepala Keluarga (KK) yang menempati ruli tersebut sudah mendapatkan uang saguh hati sebesar Rp 4,2 juta dari perusahaan dan kaveling berukuran 8×12 meter persegi setiap kepala keluarga.

“Warga yang dapat ganti rugi sebagian sudah mulai pindah dan membongkar sendiri rumahnya,” ujar Asardi kepada Batam Pos, Selasa (13/3).

Namun demikian, ada warga yang masih tetap tinggal dan enggan untuk berpindah. Salah satunya Asardi sendiri.

“Saya masih menunggu surat kelayakan pemukiman dari Dinas Perkimtan Batam, soalnya di kaveling yang akan kami tempati drainasenya belum bagus,” katanya.

Tak hanya itu, dari perusahaan sendiri juga belum memberikan batas waktu untuk pindah. Meski saat ini, aktivitas penimbunan lahan oleh perusahaan sudah dimulai.

“Kami belum didesak untuk pindah, rumah saya juga sedang dibangun,” jelasnya.

Sementara itu, pantauan Batam Pos, warga setempat terlihat tengah mengumpulkan material rumah yang sudah dibongkar. Sejumlah warga sengaja membongkar lebih cepat kendati belum ada desakan dari pemilik lahan.

“Nanti diusir kan nggak bagus, mending pindah sendiri,” kata Abdul salah seorang warga Ruli Kampung Tua Seibinti. (une)

Pengusaha Pariwisata Batam Tuntut Pemerintah Cari Solusi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kalangan pengusaha di sektor pariwisata menuntut agar pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan taksi di kota Batam. Kericuhan yang disebabkan perseteruan antara taksi online dan taksi konvensional ini sangat mengganggu kondusivitas iklim pariwisata di Batam.

“Capek-capek kerja promosikan Batam. Karena kericuhan yang terus berulang ini, wisman jadi takut datang ke Batam,” kata Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kepri Denni Rade Situmeang kepada Batam Pos, Selasa (13/3).

Pemberitaan-pemberitaan negatif yang dimuat di media tentang kericuhan taksi di Batam akan dibaca oleh negara-negara tetangga. Imbasnya sungguh menyesakkan bagi dunia pariwisata di Batam karena dengan sedikit kabar negatif saja, banyak wisman menunda kedatangannya ke Batam.

“Di media sosial (medsos) infonya sudah tersebar luar, tidak sedikit tamu yang sedang berada di Batam bertanya-tanya apa yang terjadi. Sedangkan yang mau datang batalkan kedatangannya,” jelasnya lagi.

Ia mengungkapkan situasi ekonomi yang tengah sulit saat ini sudah sangat mempengaruhi tingkat okupansi hotel di Batam. Sehingga banyak yang menjalani praktek banting harga agar dapat menarik minat wisman.”Hotel-hotel yang sudah buat promosi gencar jadi sia-sia karena kericuhan ini. Promosi destinasi pun jadi sia-sia,” jelasnya.

Denni hanya meminta agar pemerintah tegas mencari solusi selesaikan permasalahan ini. Kericuhan yang terjadi di Harbour Bay kemarin sudah cukup menjadi pedoman pemerintah agar hal-hal seperti ini tak terjadi lagi kedepannya.

Sedangkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri, Tupa Simanjuntak mengatakan sudah saatnya pemerintah daerah cepat menentukan sikap terkait polemik tersebut.

“Disamping itu, masyarakat juga jangan ikut-ikutan memviralkan isu kericuhan ini ke media sosial. Kita sebenarnya harus memperkenalkan bahwa Batam itu orangnya ramah dan sopan santun. Kembali ke zaman dulu lah,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi niat Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam yang gencar mengembangkan pariwisata di Batam.

“Tapi jika ingin membuat event, maka buatlah event yang meningkatkan kunjungan wisman, bukan hanya untuk menghibur masyarakat Batam saja,” sarannya.(leo)

BP Batam Ikuti Pameran Asia Pasific Maritime 2018 di Singapura

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menjadi salah satu perserta Asia Pasific Maritime (APM) 2018 dengan tajuk Conecting You with the Shipbuilding & Marine, Workboat and Offshore Community in Asia di Marina Bay Sands, Singapore, (14/3/2018).

pada kesempatan itu Menteri Perhubungan dan Kesehatan Singapura, Lam Pin Min mengunjungi stand BP Batam.

“Ya Batam menjadi tetangga terdekat Singapura, Batam dan Singapura harus menjadi jaringan penghubung untuk meningkatkan sektor maritim dan bersama sama mengakselerasi pertumbuhan ekonomi,” Kata Lam Pin Min saat mengunjungi stand BP Batam.

Dalam sambutannya Lam menyampaikan bahwa kegiatan APM 2018 merupakan tempat yang tepat bagi para pelaku industri maritim diseluruh wilayah Asia untuk promosi peningkatan hubungan kerja dan menjalin konektivitas dengan para pelaku usaha dibidang industri maritim baik dari swasta maupun pemerintahan.

“melalui Asia Pacific Maritime 2018 diharapkan dapat memberikan kontribusi lapangan pekerjaan, meningkatkan konetivitas, dan hubungan kerja sama serta kesempatan pelaku usaha industri maritim di wilayah Asia dan dalam meningkatkan pertumbuhan industri maritim” ucapnya dalam membuka APM 2018.

Sementara Direktur Pengembangan Kinerja BP Batam Purnomo Andiantono menyambut baik pertisipasi BP Batam dalam kegiatan tersebut. Senada dengan Lam Pin Min, Andi mengatakan keberadaan pihaknya adalah sebagai bagian dari pemerintah yang memiliki peran sebagai penghubung kebutuhan industri. Menurutnya pengembangan sektor industri pariwisata dan khususnya shipyard saat ini dirasa perlu dilakukan untuk terus menciptakan peluang ekonomi baru dikawasan Batam.

“BP Batam selain untuk memasarkan pengembangan aeromarinetropolis Bandara Hang Nadim dan pelabuhan Kabil juga untuk mengikuti seminar skala internasional seperti logistik,shipyard, dan digital ekonomi sehingga nantinya dapat menjadi acuan rumusan kebijakan,” ucapnya.

Andi yang dalam kesempatan mewakili Deputi Perencanaan dan Pengembangan BP Batam menjelaskan perkembangan industri shipyard di Batam perlu dibarengi dengan peningkatan inovasi teknologi sehingga lebih kompetitif mengikuti permintaan pasar. Lebih lanjut Ia berharap keikutsertaan pihaknya dengan menggandeng Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) dapat mendorong permintaan komponen dan sparepart kemaritiman baik permintaan kapal baru maupun perawatan kapal.

“lebih dari 100 perusahaan galangan kapal berada di Batam dan 50-60 nya tergabung di BSOA dan mudahan mudahan bisa langsung terjadi bisnis to bisnis saat mengikuti pameran ini,” harapnya.

APM 2018 sendiri dalam penyelenggaraanya telah memasuki edisi ke 15. Digelar selama tiga hari, 14 sd 16 Maret 2018 diikuti lebih dari 60 negara dengan peserta pameran mencapai 1500 dan target 30.000 pengunjung termasuk calon investor potensial. (*)

Bea Cukai Tambah Pegawai untuk Random Checking

0
foto: beacukai

batampos.co.id – Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea Cukai Tipe B Batam berjanji akan mempermudah proses random checking untuk barang yang masuk ke dalam kawasan perdagangan bebas Batam.

Random checking ini bertujuan untuk melihat potret barang di pelabuhan. Prosesnya akan kita evaluasi,” kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (Kabid BKLI) KPU Bea Cukai Tipe B Batam Raden Evy Suhartantyo, Selasa (13/3).

Bea Cukai akan menambah pegawainya untuk mempercepat proses random checking. Pemeriksaan maksimal paling lama akan memakan waktu tiga hari saja.”Tapi dalam tempo dua hari akan segera kami selesaikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bagi perusahaan yang mengimpor barang yang sensitif atau peka cahaya agar bisa diperiksa di gudang perusahaan saja bisa mengajukan surat ke kepala kantor. Ra

“Pemeriksaan di gudang itu bisa tapi ajukan surat ke kepala kantor. Contohnya jika barangnya sensitif, maka tim kami akan memeriksanya di gudang,” paparnya.

Proses untuk mempercepat layanan ini merupakan amanah dari Presiden. Apalagi di Batam yang notabene merupakan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas yang harus dipermudah segala proses perizinan dan dokumentasi terkait barang masuk dan keluar.

Selama ini proses random checking memang sering dikeluhkan pengusaha di kawasan industri. Pasalnya jika barang yang diimpor itu sifatnya sensitif maka tak boleh lama-lama berada di pelabuhan. Jika terlalu lama diperiksa, maka barangnya bisa rusak.

“Proses random checking itu lebih baik dilakukan di pabrik saja, jangan di pelabuhan. Karena di pelabuhan bisa lebih dari tiga hari,” ungkap Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Oka Simatupang.

Ia berharap pemerintah pusat dapat menetapkan regulasi-regulasi yang mempermudah proses perizinan berusaha karena merupakan amanah dari Presiden.(leo)

Jadikan Penyengat Warisan Budaya Dunia

0
Pulau Penyengat disiapkan sebagai pulau bersejarah yang menjadi warisan dunia atau World Culture Heritage. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Gelora Pemerintah Provinsi Kepri untuk menggolkan Pulau Penyengat, Tanjungpinang sebagai salah satu warisan budaya dunia/Word Culture Heritage seperti padam di tengah jalan. Sementara United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) akan menggelar sidang akbar pada 2020 mendatang.

“Sejak dideklirkan pada 2015 lalu, kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan harapakan tersebut,” ujar Ketua Tim Penyengat Warisan Budaya Dunia, Abdul Malik, Selasa (13/3) di Tanjungpinang.

Pria yang ditunjuk sebagai ketua tim di era Gubernur HM. Sani tersebut menjelaskan, setelah melalui berbagai proses, pada tahun yang sama, pihaknya sudah membuat proposal dalam dua bahasa yang ditujukan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Tidak cukup jika hanya dengan proposal saja, tetapi harus support dengan kajian yang mendalam,” tegas Malik.

Dekan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang mengaku belum mengetahui tidaklanjut dari mimpi besar tersebut. Karena sejak terjadinya pergeseran kepemimpinan di Pemprov Kepri, belum ada pembicaraan yang dilakukan.

Menurut Malik, tugas untuk mengkoordinasi masalah ini memang menjadi tanggungjawab Dinas Kebudayaan. “Apakah sudah ada didiskusikan dengan Gubernur atau tidak, kami juga tidak tahu,” papar Malik.

Ditegaskan Malik, jika memang Pemprov serius untuk menggolkan Pulau Penyengat sebagai warisan budaya dunia, masih ada waktu untuk berbenah diri. Karena beberapa daerah seperti, Semarang dan Jakarta yang ingin menjadikan kawasan kota lama sebagai salah satu word culture heritage terus menggesa perbaikan fisik di kawasan tersebut.

“Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kita sekarang ini. Jika tidak ada kesadaran bersama, sulit untuk mewujudkan itu,” paparnya lagi.

Dikatakannya juga, pada beberapa waktu lalu, pihaknya juga sudah melakukan pembicaraan dengan Perwakilan UNESCO yang ada di Indonesia maupun dari Organisasi tersebut di Semarang. Bahkan UNESCO sangat tertarik dengan usulan yang telah diajukan.

“Tentu sayang jika tidak kita tuntaskan. Kita sudah berkorban tenaga dan pikiran untuk memberikan yang terbaik,” jelas Malik.

Masih kata Malik, luas penyengat yang hanya 1,7 kilo meter persegi pernah jaya, karena menjadi ibu kota negara yang besar sampai abad ke 20. Yakni menjadi Pusat Kesultanan Riau Lingga. Selain wilayah Kepri, sebagian riau, dan jambi. Termasuk wilayah di Malaysia, Johor, Pahang, dan Singapura. Kemegahan tersebut adalah merupakan sesuatu yang sangat hebat.

Berikutnya adalah Penyengat merupakan pusat pembinaan bahasa melayu pada waktu itu. Bahasa melayu yang dibina Raja Ali Haji dan kawan-kawan menjadi bahasa nasional di empat negara. Yakni Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Perkembangan budaya Melayu yang terbesar adalah di Penyengat, dan itu juga tercatat dalam sejarah sejak Kerajaan Sri Wijaya.

“Pulau Penyengat menjadi simbol atau basis perlawanan terhadap penjajah Belanda. Digelorakan di Pulau Penyengat atas keberanian Raja Ali Haji dan anak-anaknya,” jelasnya lagi.

Sementara itu Gubernur Kepri, Nurdin Basirun tetap bertekad untuk melanjutkan mimpi yang sudah ada. Ditegaskannya, peningkatan infrastruktur di Pulau Penyengat, akan terus dilakukan. Menurut Gubernur, persoalan ini akan dibicarakan lagi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Kita sudah berhasil menggolkan Sultan Mahmud Riayaat Syah sebagai Pahlawan Nasional. Tentu kita akan berjuang untuk predikat warisan budaya dunia,” tegas Nurdin.(jpg)

Eksotisme Empat Klenteng dan Satu Vihara

0
Sejumlah wisatawan berkeliling melihat Klenteng tua di Senggarang, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Tanjungpinang bukan sekadar tepi laut. Mainlah ke Senggarang. Ujung kota yang menyimpan eksotisme tempat wisata berupa lima rumah ibadah berusia lebih dari seabad lamanya.

Tanjungpinang memiliki tata kelola pembangunan yang terbilang unik. Khususnya di bidang keagamaan. Beberapa rumah ibadah dibangun saling berdekatan. Seperti di kawasan jantung perkotaan dengan masjid, gereja, dan vihara yang masing-masing berusia lebih dari satu abad.

Mantan Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A. Manan menyebut hal ini sebagai wujud toleransi tinggi antarumat beragama. Ternyata, bukan hanya di kawasan kota saja. Nun jauh di ceruk kota, tepatnya di kawasan Senggarang, juga terdapat rumah ibadah lintas agama yang berdekatan.

Bahkan, satu komplek. Yakni, klenteng sebagai tempat ibadah kaum Tionghoa Perantauan dan vihara yang jadi tempat peribadatan umat Buddha. Kedua tempat peribadatan ini juga jadi tujuan wisatawan yang berlibur di ibu kota Provinsi Kepri ini.

Menuju Senggarang ada dua pilihan. Pertama lewat jalur laut dengan menggunakan pompong (sampan motor) dari kawasan pelabuhan Tanjungpinang. Dengan moda transportasi ini sepaling lama memerlukan waktu 25 menit. Atau yang kedua, lewat jalur darat.

Budi Ismawan, 36, mengajak seluruh anggota keluarganya berlibur ke Senggarang di akhir pekan lalu. Karyawan perusahaan swasta di Bintan ini mengaku, sebelumnya juga belum pernah ke Senggarang. “Saya aslinya Jawa. Jadi belum semua tempat menarik di Tanjungpinang ini saya kunjungi,” aku bapak tiga anak ini.

Karena dari Tanjunguban, Budi lebih memilih menuju Senggarang via jalur darat dengan mobil pribadinya. Tak lupa serta dibawanya pula bekal makan siang bersama keluarga. Usai melepas penat perjalanan, anak-anak Budi meminta berkeliling komplek tempat peribadatan. Setiap usai berfoto, Budi tak lupa menjelaskan kepada Anggia, putri sulungnya yang berusia 10 tahun tentang toleransi antarumat beragama. “Kalau Kakak kan salatnya di masjid. Yang di sini untuk orang Budha dan Tionghoa,” ucapnya.

Budi dan keluarganya bukan satu-satunya rombongan yang berplesiran ke Senggarang. Ada lima-enam mobil di pelataran parkir. Semakin condong matahari semakain ramai. Bila di luar hari libur, memang nyaris tidak ada aktivitas pariwisata di kawasan Senggarang. Barangkali lantaran letaknya yang berada di sudut ujung kota dan juga minimnya promosi pariwisata.

“Kalau hari biasa sepi. Hanya orang yang mau beribadah saja yang datang ke sini,” kata Nichon,54, pengurus klenteng. Dengan ramah, Nichon menuturkan, ada empat klenteng yang berdiri di Senggarang. “Tapi orang banyak tahunya satu klenteng saja,” ucapnya. Keempat klenteng di Senggarang itu didirikan pada waktu bersamaan, sekitar tahun 1.719. Nichon menjelaskan tiap-tiap klenteng punya fungsi yang berbeda. “Tergantung doanya,” ucap pria kelahiran Senggarang ini.

Pertama, klenteng Sun Te Kong atau klenteng pembukuan. Sebagian warga juga menyebutnya sebagai Kuil Dewa Api. Doa yang dialamatkan di klenteng ini lebih ditujukan untuk memohon keselamatan, kebahagiaan, dan juga kesehatan. Kedua, klenteng Marco. “Atau kuil dewa laut,” jelas Nachon.

Dulunya, kata dia, setiap kapal laut atau para nelayan yang hendak melaut banyak yang berdoa di klenteng ini. Selain memohon keselamatan selama perjalanan di laut, nelayan yang berdoa di sini juga memohon keberlimpahan hasil tangkapan. Ketiga, klenteng Tay Tikong. Lebih dikenal juga sebagai kuil dewa tanah atau dewa bumi. Dibangun bersamaan dengan kelenteng Marco. Letak kelenteng ini sejajar dengan kelenteng Marco, tetapi bangunannya lebih kecil dan paling ujung. Kelenteng Tay Tikong sampai sekarang masih terawat dengan baik. Ada kepercayaan apabila berdoa di kuil ini maka sawah mereka akan berhasil panen dengan baik, serta dapat membangun rumah.

Keempat, kelenteng Tien Shang Miao atau Kamuni. “Banyak orang menyebutnya klenteng beringin. Karena bangunan tersebut banyak ditumbuhi pohon beringin yang menutupi atap dinding bagian luar” ujar Nichon. Lokasinya tidak jauh dari pantai. Kelenteng ini adalah yang terbesar dan diperkirakan sudah berumur 200 tahun. Dahulu kelenteng ini merupakan sebuah rumah tempat tinggal Kapitan. Setelah jabatannya berakhir, rumah ini dijadikan tempat beribadah oleh masyarakat etnis Tionghoa yang tinggal di Senggarang.

Ada pun vihara yang satu kompleks dengan empat klenteng ini adalah Vihara Dharma Sasana. Vihara ini merupakan vihara tertua di Senggarang. Terletak di sebuah lereng yang tidak jauh dari klenteng Sun Te Kong. Keadaanya sampai sekarang masih terawat dengan baik. Vihara ini merupakan tempat ibadah umat Budha yang menganut vegetarian. Yang paling menarik dari vihara ini, adalah patung raksasa yang acap disebut seribu tangan Budha. “Walau sebenarnya hanya ada 42 tangan saja,” lontar Nichon sambil terkekeh. (aya)

Pemko Batam Salurkan Rp 1,5 Miliar untuk 21 Pemohon

0
ilustrasi

batampos.co.id – Hingga Februari lalu, dana bergulir yang sudah disalurkan Pemko Batam mencapai Rp 1,54 miliar untuk 21 peminjam. Di mana dari 26 pemohon, yang sudah terverifikasi baru 21 pemohon.

“Yang peminjam ini lebih banyak adalah usaha kecil menengah. Hanya ada beberapa saja yang dari kalangan koperasi,” kata Kabaghumas dan Protokol Pemko Batam, Yudi Admaji, Selasa (13/3).

Ia menjelaskan untuk UKM range pinjaman antara 50 juta sampai 100 juta. Sementara untuk Koperasi besar pinjaman bisa sampai Rp 300 juta.

“Rata-rata jangka pinjamannya selama tiga tahun. Untuk bunganya saya lupa. Tetapi itu ada skemanya, intinya bunganya murah lah,” katanya.

Menurutnya, dana bergulir ini sangat penting dan sangat membantu pengusaha kecil dan menengah di Batam untuk suntikan modal. Di mana sebelu memberikan dana, maka pihak Pemko Batam akan melakukan survey dulu.

“Tapi perlu diingat, penyaluran dana bergulir ini belum dilakukan hingga saat ini. Masih menunggu nanti dana bergulir ini menjadi BLUD murni,” katanya.

Anggota komisi II DPRD Kota Batam meminta Pemko Batam selektif dalam menyalurkan dana bergulir. Menurutnya, yang harus diutamakan adalah pengusaha mikro yang memang benar-benar membutuhkan suntikan dana.

“Jangan diberikan kepada pengusaha mungkin yang sudah kelas menengah. Bagusan suktikan modal untuk pengusaha mikro yang memang sangat membutuhkan suntikan dana,” katanya.

Sementara itu, ia berharap Pemko Batam jangan lupa untuk terus menagih dana bergulir yang macet dari beberapa tahun lalu. “Itu harus tetap ditagih. Jangan didiamkan begitu saja.Seperti yang saya sampikan beberapa waktu lalu, itu bukan hibah,” katanya. (ian)

Bawa 6 Kilogram Sabu, Amrin Dibekuk di Hang Nadim

0
ilustrasi sabu

batampos.co.id – Petugas Avsec (satuan pengemanan bandara) dan Bea Cukai yang bertugas di Bandara Hang Nadim Batam, kembali mengamankan satu orang penumpang atas nama Amrin yang hendak terbang menggunakan maskapai Citilink QG-947 tujuan ke Surabaya, Rabu (14/3) sekitar pukul 05.25 WIB.

Laki-laki kelahiran Makassar ini ditangkap karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 6.074 gram yang dikemas dalam enam bungkus teh Cina. Amrin ditangkap saat memasuki area pemeriksaan pemindai sinar X SCP-1 Bandara Hang-Nadim.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Kepatutan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai (BC) Batam, Raden Evy Suhartantyo.

“Tersangka sudah kami bawa beserta barang buktinya sabu-sabu enam ons lebih ke kantor BC Batam di Batuampar untuk proses pemeriksaan lanjutan,” ujar Evy, panggilan akrabnya.

Petugas mendapati Amrin membawa sabu-sabu karena saat melintas ke area pemeriksaan mesin pemindai sinar X saat hendak check in dan boarding, gerak gerik Amrin mencurigakan dan ketakutan saat didekati petugas pemeriksa. Ia seperti orang yang terburu-buru. Hal itulah yang membuat petugas curiga atas gerak-gerik Amrin yang langsung digeledah dan diperiksa.

“Saat diamankan, digeledah petugas, ternyata benar adanya. Bawaan bungkusan teh cina tersebut yang dibawa Amrin dalam tasnya itu bukan berisi teh, melainkan berisi serbuk bening atau narkoba jenis sabu-sabu yang sudah dikemas atau dibungkus rapi menjadi enam bungkus,” terang Evy.

Selanjutnya, barang bukti beserta tersangka akan dilimpahkan ke Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut. (gas)

Kegiatan Belajar SMAN 19 Batam Sudah Normal

0
Siswa dan siswi SMAN 19 berkumpul di halaman sekolah. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pasca aksi demo dan mogok belajar, proses kegiatan belajar mengajar siswa SMAN 19 Batam kembali normal, Selasa (13/3). Ratusan siswa kelas X dan kelas XII mengikuti pelajaran seperti biasa sementara siswa kelas XI yang mengikuti aksi demo kemarin masih diliburkan.

Kepala Sekolah SMAN 19 Batam, Nelly Chandrawati mengatakan sejumlah siswanya sudah mengikuti mata pelajaran hingga berakhirnya jam pelajaran.

“Alhamdulillah suasananya sudah kondusif,” ujar Nelly saat ditemui di sekolah.

Dia mengatakan rencananya siswa kelas XI yang masih diliburkan, akan kembali masuk esok hari (hari ini, red) beserta dengan pemanggilan orang tua mereka.

“Orang tua mereka kami panggil. Kami mau mengklarifikasi apa yang terjadi kemarin,” kata Nelly.

Diakui Nelly aksi demo yang melibatkan ratusan siswanya itu masih membuat dia syok. Ia belum percaya anak didiknya berdemo bahkan menginginkan ia di turunkan dari jabatannya.

“Apalagi dituduhkan saya korupsi. Sakit hati saya,” ungkap Nelly.

Nelly menceritakan sebelum siswanya melakukan unjukrasa, mereka mengikuti upacara hari senin seperti biasa. Ia mengaku tidak menaruh curiga, bahkan tak melihat anak-anaknya membawa spanduk. Baru setelah upacara selesai, halaman sekolah tiba-tiba gaduh. Anak-anaknya yang sebelumnya tampak biasa tiba-tiba berteriak sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘pindahkan kepala sekolah kami’.

“Saya kaget. Mereka ikut upacara dengan tertib dan tiba-tiba kok sudah rusuh saja,” kenang perempuan berjilbab ini.

Ditanya hukuman apa yang didapat oleh siswanya, Nelly berencana rapat dulu dengan para guru. Selain itu, dua orang siswa yang merupakan Ketua Osis dan wakil ketua Osis sekolah itu sedang ditahan di Mapolsek Sagulung untuk dimintai keterangan terkait aksi mereka.

“Saya takut mereka (siswa, red)  diracuni oleh oknum yang tak suka dengan kami, saya yakin ada orang lain di belakang mereka,” jelasnya.

Sementara Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto mengatakan kedua siswa tersebut sudah dipulangkan ke rumah masing-masing, terkait masalah demo, ia mengaku sudah meminta keterangan kepada keduanya.

“Sedang kami selidiki. Apakah ada indikasi orang lain di belakang mereka, saya koordinasi dulu dengan kepala Dinas Pendidikan Kepri,” tuturnya singkat. (une)